Empat Belas Tahun Menanti Dan Tidak Sedikitpun Hatinya Bergeser Dari Menginginkannya

title

Sepenggal syair liris berkata, "... karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! (Kid. 8:6)

Bagi Yakub, waktu, tenaga, masa muda, dan mungkin juga harga dirinya, tidak pernah jauh lebih berharga daripada Rahel. Cinta dan Keinginannya yang begitu kuat untuk mendapatkan Rahel membuat dia mengabaikan semuanya itu. Dan selama empat belas tahun, sekalipun juga telah memiliki Lea sebagai istrinya, tidak sedikitpun hatinya bergeser dari Rahel bahkan untuk waktu setelahnya. "... ia lebih mencintai Rahel daripada Lea."

Sahabat Alkitab, cinta itu kuat seperti maut. Kekuatannya mampu menggerakkan siapapun yang memilikinya untuk melakukan atau mengorbankan apa saja untuk membuktikan cintanya atau untuk mendapatkan apa yang dicintainya. Kisah cinta Yakub kepada Rahel telah menjadi teladan bagi kita bagaimana tetap teguh dan fokus pada tujuan sekalipun menghadapi berbagai tantangan. Apa pun yang kita dilakukan jika didasarkan atas kecintaan dan kesehatian, dikerjakan dengan kesungguhan dan keteguhan hati, antusias dan tetap fokus, serta dalam pengharapan dan keyakinan kepada Tuhan sebagai tujuannya, niscaya Tuhan akan membuatnya menjadi berhasil.

Selamat Pagi. Sebagai penutup dari rangkaian perenungan kita sepanjang bulan Januari ini, kita tahu bahwa sekalipun kehidupan kita diwarnai dengan berbagai tantangan yang tidak pasti, namun pengharapan kita kepada Tuhan harus tetap kuat, karena Dia, Tuhan, memberikan kepastian bagi kita, yaitu kepada kita yang tetap setia mengikut Dia dan mencintai-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Bagi-Nya Tahun-tahun Itu Berlalu Seperti Beberapa Hari Saja.

title

Cinta itu ibarat bahan bakar yang menggerakkan roda kehidupan

"Yakub telah jatuh cinta kepada Rahel..." ini adalah alasan mengapa bagi Yakub bekerja selama tujuh tahun terasa seperti beberapa hari saja. Cinta yang begitu besar inilah yang memberikan dia harapan, semangat, dan kekuatan untuk terus bekerja bukan hanya tujuh tahun tapi hingga empat belas tahun lamanya.

Sahabat Alkitab, Seperti cinta Yakub kepada Rahel, Allah juga menganugerahkan cinta kasih kepada kita agar dengan itu kita dapat saling menyapa dengan sesamanya. Cinta itu jugalah yang memampukan manusia untuk menghadapi semua tantangan hidup. Cinta dari Tuhan itu memberikan kekuatan untuk terus bergerak maju sekalipun dihambat oleh berbagai-bagai pergumulan. Cinta dari Tuhan memberikan kehidupan dan gairah untuk terus berkarya. Cinta dari Tuhan juga memberikan kesabaran untuk menunggu waktu yang tepat dari-Nya.

Selamat Pagi. Mintalah kepada Tuhan, cinta untuk mencintai sesama manusia, cinta untuk mencintai pekerjaan, cinta untuk mencintai-Nya. Agar apapun yang kita lakukan baik kepada manusia, pekerjaan, terlebih kepada Tuhan, tidak kita lakukan dengan terpaksa atau hanya sekedarnya saja, tetapi dengan penuh kesungguhan hati dan dengan penuh sukacita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Keberhasilan Bisa Terletak Dimana Saja, Kadang Diujung Jalan Yang Lurus. Tetapi Tidak Jarang Juga Diujung Jalan Yang Sangat-sangat Berliku.

title

Jalan menuju keberhasilan diberikan Tuhan secara berbeda kepada masing-masing orang menurut kesanggupan dan ketaatan masing-masing.

Pada akhirnya Yakub sampai di Haran dan dapat bertemu dengan Rahel dan Laban. Pertemuan ini menjadi babakan baru bagi kehidupan Yakub selama empat belas tahun ke depan di rumah Laban yang pastinya penuh dengan lika-liku. Sebab kita akan menjumpai seorang Yakub yang dulunya selalu mendapatkan perlakukan khusus dari Ribka harus bekerja keras untuk waktu yang lama untuk hidup dan untuk mendapatkan istrinya, juga bagaimana seorang penipu seperti Yakub yang telah menipu saudaranya sendiri menjadi korban penipuan dari pamannya.

Sahabat Alkitab, kita tahu sekalipun Allah telah menubuatkan kesuksesan hidup Yakub sebelum kelahirannya, namun tidak pernah mudah baginya untuk mencapai itu. Bahkan ia harus terlibat dalam trik dan intrik. Kita pasti sering mendengar frasa "Bayar Harga" yang berarti untuk mendapatkan sesuatu maka harus ada pengorbanan dan usaha yang harus kita lakukan. Ya, begitulah memang. Untuk meraih kesuksesan selalu dibutuhkan usaha ataupun pengorbanan, entah banyak atau sedikit. Jalan kesuksesan yang terlihat lurus, mulus, dan mudah pun tetap membutuhkan usaha, apalagi yang berliku. Tuhan sudah menyediakan kesuksesan bagi masing-masing orang dengan jalan yang berbeda-beda, selanjutnya bergantung pada penyerahan diri kit apada Tuhan serta seberapa kuat hasrat kita untuk menjalani dan meraihnya.

Selamat Pagi. Mintalah penyertaan Tuhan agar di jalan apapun yang kita lalui, kita tetap dapat sampai pada ujung jalan keberhasilan yang Tuhan sudah sediakan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Masalah Adalah Penyamaran Dari Sebuah Pintu Tertutup Yang Menunggu Untuk Dibuka.

title

Mari melihat lebih jauh ke dalam, karena di balik masalah yang kita hadapi ada berkat Allah yang menanti di baliknya

Yakub telah hampir sampai di rumah Laban. Ia telah melewati perjalanan yang sangat panjang. Di hadapannya saat ini ada sebuah sumur yang mungkin menjadi tempat hamba Abraham bertemu dengan Ribka di waktu lampau. Sumur itu ditutup dengan batu besar menunggu untuk dibuka ketika para gembala dan seluruh kawanan domba telah berkumpul untuk mendapatkan minum.

Sahabat Alkitab, sama seperti batu yang menutupi sumur yang berisi air sebagai sumber kehidupan bagi kawanan ternak, begitu jugalah perjalanan hidup yang kita jalani. Pandangan kita kadang tertutupi oleh tantangan, hambatan, dan masalah. Namun itu tidak untuk selamanya, pada waktunya masalah itu harus kita singkirkan "angkat" agar kita dapat menikmati air kehidupan (berkat) yang tersedia bagi kita di baliknya. Hanya sekali lagi, semua ada masa dan waktunya. Kita hanya membutuhkan sedikit lagi kesabaran, dan berjuang sedikit lagi.

Selamat Pagi. Apakah hari ini Anda sedang diperhadapkan oleh masalah? Hadapilah! Karena mungkin itulah pintu berkat bagi kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Namaku Bukan Lagi Tri, Tono, Atau Mira. Tetapi Bethel. karena Aku Telah Menjadi “Rumah Allah”

title

Kalau ada tempat yang paling diinginkan Allah untuk Dia diami maka itu adalah hati (tubuh) kita. Itulah bait-Nya.

Lus, itulah nama tempat di mana Yakub mengalami pengalaman supernatural spritual. Ia melihat tangga yang menjulang hingga ke langit dan malaikat Allah turun naik di tangga itu, dan disampingnya ia melihat Allah berdiri. Setelah bangun, ia menjadi begitu takut dengan pengalaman yang ia lihat itu. Ia mengambil batu, mendirikan, lalu mengurapinya dengan minyak zaitun. Menjadi pengingat baginya dan tanda bahwa tempat itu dikuduskan bagi Allah. Ia lalu mengubah nama tempat itu menjadi Betel (Bait-El) yang berarti "Rumah Allah". Penggantian nama itu juga menunjukkan bahwa Allah ada di situ dan tempat itu adalah juga milik-Nya (dalam pandangan agama-agama kuno, ilah hanya mendiami dan menguasai satu tempat tertentu saja).

Sahabat Alkitab, penggantian nama yang dilakukan oleh Yakub adalah simbol peristiwa yang mendahului akan kenyataan rohani kemudian. Kenyataan itu adalah bahwa setiap tempat di mana pun itu adalah milik Allah, tempat Allah berdiam, termasuk hati (tubuh) manusia. Sebab itu Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 6:19-20 (BIMK), "Kalian harus tahu bahwa tubuhmu adalah tempat tinggal Roh Allah. Roh itu tinggal di dalam kalian. Dan Allah sendirilah yang memberikan Roh itu kepadamu. Diri saudara bukan kepunyaanmu. Itu kepunyaan Allah. Allah sudah membeli kalian dan sudah membayarnya dengan lunas. Sebab itu, pakailah tubuhmu sedemikian rupa sehingga Allah dimuliakan." Dalam Galatia 2:20 (BIMK) ia juga mengatakan, "Sekarang bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya..." Jadi, kita bukan lagi diri kita seperti yang kita inginkan, melainkan sekrang kita adalah Betel "rumah Allah", karena di situlah Allah berdiam.

Selamat Beribadah. Tuhan, jadikanlah kami sebagai rumah-Mu yang kudus, dan yang tiada bercela, dan jadikanlah sebagai mazbah doa untuk keselamatan bangsa, keluarga, dan diri kami.

Salam Alkitab Untuk Semua

Kadang Kita Harus Melepaskan Sesuatu Untuk Sementara Waktu Agar Kita Dapat Kembali Dan Menggenggamnya Selamanya.

title

Ia menentukan waktu yang tepat untuk segala sesuatu. ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir (Pekh. 3:11, BIMK)

Atas permintaan Ribka (27:43-44) dan Ishak (28:2), Yakub akhirnya pergi meninggalkan Bersyeba menuju ke Haran tempat kelahiran ibunya. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan diri dari niat jahat Esau, dan agar ia menikahi anak Laban, saudara ibunya. Kepergiannya itu berarti dia harus meninggalkan Tanah Kanaan untuk sementara waktu, tanah yang dijanjikan Allah kepada Abraham untuk menjadi miliknya dan milik keturunannya, sebab sesuai janji Allah tanah itu akan diberikan kepada-Nya menjadi miliknya (28:13) sebagai ahli waris dan keturunan yang sah dan layak dari Abraham. Yakub dan keturunannyalah yang akan memiliki tanah itu, dan Tuhan sendiri yang akan membawa Yakub kembali.

Sahabat Alkitab, untuk segala sesuatu di dunia ada waktu yang Tuhan telah atur, di sinilah kita melihat kuasa Tuhan sebagai kuasa yang tertinggi dan satu-satunya yang menguasai, membentuk, dan mengatur sejarah hidup manusia. Karena itu tidak ada sesuatu yang perlu kita genggang terlalu erat, jika Tuhan menghendaki agar kita melepaskan maka lepaskanlah, sebab mungkin waktu setelahnya adalah waktu bagi-Nya untuk mempersiapkan dan membentuk kita menjadi lebih baik lagi agar kelak kita layak menerimanya kembali sebagai pemberian yang terbaik dari Allah. Asal kita tetap setia memegang dan percaya akan janji-Nya.

Selamat Pagi. Ingatlah ini: dalam kuasa Tuhan, memberi tidak akan membuat kita berkekurangan melainkan berkelimpahan, demikian juga dengan melepaskan tidak akan membuat kita kehilangan apapun melainkan akan menerimanya kembali untuk selama-lamanya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Wise Man Are Brilliant On Choise, In Contrast With Those Who Are Not.

title

Everyday we have been placed to face so many choices , yet it supposed not to be that hard to choose one choice among those choices since the essence of what we need to choose is only either we choose to be constant to fulfill our self indulgence and selfishness, or, willingness to choose to do things that brings Joy to God and worth for the kingdom of God.

In the end we figure out the reason why did God chose Jacob to received the blessings from Abraham instead of Esau. Actually, Jacob is the one who deserves it. He knew and understood the preciousness of the birthright, while Esau did not. So do, when it’s come to the situation when they are taking their wifes. Concerning this thing Esau seemed so reckless, at first he married strangers outside his tribe even though he knew unhappy with it, however he chose to keep married the daughters of Ishmael, those who neither his father nor God recommendation to be taken as to be his wife. This condition just like recalling what Abraham did when he took Hagar to be his concubine. In case of hunting, Esau might be an expert , yet in case of acknowledging what God wants for him to be done, he does unwise.

My friends, it is easy to choose something, but choosing what’s best and delightful for God, you need to be wise, humble, deny yourself, and a genuine desire towards it. We should set aside the lust of flesh, set aside things that we seek only to satisfy and benefit our own self in this world, and letting God will be done, and Him rule your life. Deciding to follow God and implemented His will, might not be the most common decision taken by so many people in this world. Yet, it is the best decision for you, if you choose to follow Him, not only for today, not temporary, also not only what we see today, it is beyond, it is cover your future that only can be seen with faith once you decided to follow Him.

Good Morning. Ask God to give you ability to lead yourself, to choose the good and the right decision, to be taken as to be implemented in your life.

Orang Bijak Terlihat Cemerlang Dihadapan Pilihan-pilihan, Tetapi Tidak Demikian Orang Yang Tidak Berhikmat

title

Setiap hari kita diperhadapkan dengan banyak pilihan yang sebenarnya tidak sulit, sebab inti pilihannya hanya dua yaitu antara kesenangan kita atau kesenangan Allah, kepentingan kita atau kepentingan kerajaan Allah.

Akhirnya kita tahu mengapa Allah memilih Yakub dan bukan Esau untuk menerima berkat dari Abraham. Karena secara aktual, Yakublah yang memang pantas untuk mendapatkannya. Ia menganggap hak kesulungan sebagai sesuatu yang sangat berharga, sementara Esau tidak. Begitupun dalam memilih istri. Dalam hal ini Esau terlihat lebih sembrono, pertama-tama ia memilih istri-istri dari suku bangsa asing, dan walaupun setelah tahu bahwa Ribka dan Ishak tidak menyukainya, ia malah pergi memperistri anak dari Ismael, yang tidak direkomendasikan oleh Ishak, terlebih lagi Allah, seolah ia ingin mengulangi kesalahan Abraham yang mengambil Hagar sebagai gundiknya. Dalam memilih buruan yang baik Esau ahlinya, tetapi dalam melihat yang terbaik dari Allah, dia kurang berhikmat.

Sahabat Alkitab, memilih itu gampang, namun memilih yang terbaik dan yang berkenan di bagi Tuhan diperlukan hikmat, kerendahan hati, penyangkalan diri, dan kemauan yang kuat. Kita harus benar-benar menanggalkan segala keinginan yang hanya memuaskan diri sendiri, menguntungkan diri sendiri, sebagai pembuktian diri di hadapan dunia, lalu mengarahkannya pada kehendak dan tujuan besar Allah dalam hidup kita. Memilih mengikut yang Tuhan mau mungkin bukanlah pilihan yang populer, tetapi pasti yang terbaik, tidak hanya untuk hari ini, untuk sesaat, dan yang kelihatan, namun juga untuk masa yang jauh dan yang hanya dapat dilihat dengan mata iman.

Selamat Pagi. Mintalah kepada Tuhan suatu kemampuan untuk memimpin diri sendiri dalam memilih pilihan yang tidak hanya baik tapi terutama yang benar.

Salam Alkitab Untuk Semua

We Look After As People Who Worth To Suffer, Yet Have You Ever Take A Look Deep Down Into Their Heart ?

title

Mistakes are always mistakes. But, it is wise to look deeper into the hearts of people and see why a mistake happens. It is even perfect if we are willing to cope with it and restore the situation.

Who is to blame regarding what had happened in the life of Esau? Is it he himself, only because he made light of the birthright? Indeed he had faced the consequence of his mistake. And his descendants too! No dews from heavens; no good soil. Only swords! He and his offspring survived with the sword and lived as slaves. Maybe we are sneering at Rebecca, thinking that she deserved the suffering because of the hostility between her two sons. Nevertheless, she had a reason for what she did. She once told Isaac that she really loathed Esau’s wives who were from foreign nations. All that she did actually fulfill what God had designed (cf. 25:23). Can we imagine if Esau refused to give the birthright and he received the blessing from his father, his foreign wives and their children would also be blessed?

Dear friends, to pass judgment too quickly is a fatal mistake. Jesus has told us not to judge our neighbor (see Matthew 7:1-5). Sometimes we judge others hastily and stigmatize them for all the mistakes that they make because we see them through our own point of view, which is superficial. Instead of helping them improve, we never try to look deeper into their hearts and understand why they make mistakes. We are even being more wicked if, when others have to suffer from their fault, we feel good about ourselves. Doesn’t Jesus ask us to pray, even for those who have done evil to us? (Matthew 5:44). As the saying goes, “There's no smoke without fire,” our task is not to cover the mistakes, but overcome the problem, or even prevent it from happening.

Good morning! Certainly, we deserve to suffer for all the mistakes that we have done. But, God shows His love for us.

Kita Memandang Mereka Sebagai Orang-orang Yang Pantas Menderita, Pernahkah Engkau Menengok Isi Hatinya ?

title

Kesalahan tetaplah sebuah kesalahan, namun menyelami ke dasar hati manusia untuk melihat mengapa kesalahan itu terjadi adalah sebuah tindakan yang sangat bijak, menjadi sempurna apabila kita mau mengatasi dan memulihkannya.

Siapakah yang paling pantas disalahkan dengan apa yang terjadi ini? Esau, karena menganggap remeh hak kesulungannya? Ia telah menerima konsekuensi yang begitu berat dari kesalahannya, bukan hanya dia tetapi seluruh keturunannya juga. Tidak ada embun dari langit, tidak ada ladang subur, hanya ada pedang. Ia dan keturunannya hidup oleh pedang dan sebagai hamba. Kita mungkin memandang Ribka juga pantas disalahkan dan pantas menderita karena permusuhan kedua anaknya. Tetapi ia pun punya alasan untuk itu. Kepada Ishak, Ribka bercerita bahwa ia jemu dan bosan dengan istri-istri Esau yang berasal dari bangsa asing. Apa yang Ribka lakukan juga telah menggenapi rencana Allah (bnd. 25:23). [Bisakah kita membayangkan jika hak dan berkat kesulungan itu tetap diberikan kepada Esau, jatuh pada istri-istrinya yang bangsa asing, dan kepada keturunannya? (bnd. 24:3)]

Sahabat Alkitab, menghakimi terlalu cepat adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal. Bukankah Yesus juga melarang kita untuk menghakimi sesama manusia? (lih. Mat. 7:1-5). Kadang kita terlalu cepat menjatuhkan penghukuman dan menstigmakan seseorang atas kesalahan yang dilakukannya yang terlihat dari permukaan. Jangankan untuk memperbaiki, kita bahkan tidak pernah mau tahu kedalaman hati mereka, penyebab mengapa kesalahan itu terjadi. Lebih jahat lagi ketika kita mensyukuri kemalangan yang menimpa mereka sebagai akibat kesalahan mereka. Bukankah Tuhan Yesus mminta kita berdoa bagi mereka yang sekalipun sangat jahat kepada kita? (lih. Mat. 5:44). Tidak ada asap kalau tidak ada api. Tugas kita bukanlah menutupi asap, tetapi memadamkan api, bahkan mencegah munculnya api.

Selamat Pagi. Jika ada orang yang sangat pantas menderita karena kesalahannya, maka kita semualah orang itu. Namun Tuhan mengasihi kita.

Salam Alkitab Untuk Semua