Orang Bijak Terlihat Cemerlang Dihadapan Pilihan-pilihan, Tetapi Tidak Demikian Orang Yang Tidak Berhikmat

  • 83
    Shares

title

Setiap hari kita diperhadapkan dengan banyak pilihan yang sebenarnya tidak sulit, sebab inti pilihannya hanya dua yaitu antara kesenangan kita atau kesenangan Allah, kepentingan kita atau kepentingan kerajaan Allah.

Akhirnya kita tahu mengapa Allah memilih Yakub dan bukan Esau untuk menerima berkat dari Abraham. Karena secara aktual, Yakublah yang memang pantas untuk mendapatkannya. Ia menganggap hak kesulungan sebagai sesuatu yang sangat berharga, sementara Esau tidak. Begitupun dalam memilih istri. Dalam hal ini Esau terlihat lebih sembrono, pertama-tama ia memilih istri-istri dari suku bangsa asing, dan walaupun setelah tahu bahwa Ribka dan Ishak tidak menyukainya, ia malah pergi memperistri anak dari Ismael, yang tidak direkomendasikan oleh Ishak, terlebih lagi Allah, seolah ia ingin mengulangi kesalahan Abraham yang mengambil Hagar sebagai gundiknya. Dalam memilih buruan yang baik Esau ahlinya, tetapi dalam melihat yang terbaik dari Allah, dia kurang berhikmat.

Sahabat Alkitab, memilih itu gampang, namun memilih yang terbaik dan yang berkenan di bagi Tuhan diperlukan hikmat, kerendahan hati, penyangkalan diri, dan kemauan yang kuat. Kita harus benar-benar menanggalkan segala keinginan yang hanya memuaskan diri sendiri, menguntungkan diri sendiri, sebagai pembuktian diri di hadapan dunia, lalu mengarahkannya pada kehendak dan tujuan besar Allah dalam hidup kita. Memilih mengikut yang Tuhan mau mungkin bukanlah pilihan yang populer, tetapi pasti yang terbaik, tidak hanya untuk hari ini, untuk sesaat, dan yang kelihatan, namun juga untuk masa yang jauh dan yang hanya dapat dilihat dengan mata iman.

Selamat Pagi. Mintalah kepada Tuhan suatu kemampuan untuk memimpin diri sendiri dalam memilih pilihan yang tidak hanya baik tapi terutama yang benar.

Salam Alkitab Untuk Semua