Namaku Bukan Lagi Tri, Tono, Atau Mira. Tetapi Bethel. karena Aku Telah Menjadi “Rumah Allah”

  • 378
    Shares

title

Kalau ada tempat yang paling diinginkan Allah untuk Dia diami maka itu adalah hati (tubuh) kita. Itulah bait-Nya.

Lus, itulah nama tempat di mana Yakub mengalami pengalaman supernatural spritual. Ia melihat tangga yang menjulang hingga ke langit dan malaikat Allah turun naik di tangga itu, dan disampingnya ia melihat Allah berdiri. Setelah bangun, ia menjadi begitu takut dengan pengalaman yang ia lihat itu. Ia mengambil batu, mendirikan, lalu mengurapinya dengan minyak zaitun. Menjadi pengingat baginya dan tanda bahwa tempat itu dikuduskan bagi Allah. Ia lalu mengubah nama tempat itu menjadi Betel (Bait-El) yang berarti "Rumah Allah". Penggantian nama itu juga menunjukkan bahwa Allah ada di situ dan tempat itu adalah juga milik-Nya (dalam pandangan agama-agama kuno, ilah hanya mendiami dan menguasai satu tempat tertentu saja).

Sahabat Alkitab, penggantian nama yang dilakukan oleh Yakub adalah simbol peristiwa yang mendahului akan kenyataan rohani kemudian. Kenyataan itu adalah bahwa setiap tempat di mana pun itu adalah milik Allah, tempat Allah berdiam, termasuk hati (tubuh) manusia. Sebab itu Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 6:19-20 (BIMK), "Kalian harus tahu bahwa tubuhmu adalah tempat tinggal Roh Allah. Roh itu tinggal di dalam kalian. Dan Allah sendirilah yang memberikan Roh itu kepadamu. Diri saudara bukan kepunyaanmu. Itu kepunyaan Allah. Allah sudah membeli kalian dan sudah membayarnya dengan lunas. Sebab itu, pakailah tubuhmu sedemikian rupa sehingga Allah dimuliakan." Dalam Galatia 2:20 (BIMK) ia juga mengatakan, "Sekarang bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya..." Jadi, kita bukan lagi diri kita seperti yang kita inginkan, melainkan sekrang kita adalah Betel "rumah Allah", karena di situlah Allah berdiam.

Selamat Beribadah. Tuhan, jadikanlah kami sebagai rumah-Mu yang kudus, dan yang tiada bercela, dan jadikanlah sebagai mazbah doa untuk keselamatan bangsa, keluarga, dan diri kami.

Salam Alkitab Untuk Semua