Roadshow Kemitraan LAI di Kupang

Mengunjungi para mitra Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang tersebar di seluruh pelosok tanah air adalah bagian dari koordinasi antara LAI dengan mitranya agar upaya menghadirkan Alkitab Untuk Semua dapat terwujud. Kehadiran LAI ke Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk bertemu dengan Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI Mitra Kupang, selain untuk berkoordinasi juga untuk membekali KKPD Kupang agar dapat menjalankan beberapa program kegiatan yang direncanakan, seperti Pendanaan Penerbitan Kabar Baik Bergambar (KBB) bahasa Hawu (Sabu), sosialisasi Hari Doa Alkitab  Anak-anak, dan Seminar.

Dalam pertemuan pertama dengan Panitia Penggalangan Dana KBB bahasa Sabu dihasilkan kesepakatan, bahwa akan dilakukan sosialisasi visi-visi LAI dan Penerbitan KBB bahasa Sabu kepada seluruh orang asal  Sabu yang ada di seluruh wilayah di Indonesa agar kerinduan anak-anak Sabu dapat membaca dan memahami Firman Tuhan dalam bahasa ibunya. Harapannya melalui rencana penerbitan perdana 5.000 eks. KBB dalam bahasa Sabu, komunitas Sabu yang tersebar di berbagai daerah akan terpanggil dan mau mendukung penerbitan KBB bahasa Sabu ini.

Setelah bertemu dengan KKPD Kupang dan Panitia Penggalangan Dana Penerbitan KBB bahasa Sabu, LAI melanjutkan pertemuannya dengan para pengasuh/kakak-kakak pelayanan anak remaja (PAR)  sekolah minggu Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang ada di kota Kupang untuk sosialisasi Hari Doa Alkitab Anak-anak. Ada sekitar 51 guru sekolah minggu yang hadir dalam pertemuan itu. Mereka sangat  antusias mendengar materi bahan ajar yang disampaikan oleh staf LAI. Materi ajar tidak saja disampai dalam bentuk buku tapi juga disertai dengan peragaan. Selain memberikan materi dan alat peraga, para guru sekolah minggu juga ditugaskan mensosialisasikan aksi celengan ke anak-anak sekolah minggu yang hasilnya untuk membantu pengadaan Alkitab terjemahan Bahasa Pakpak Dairi.

Selain bertemu dengan KKPD Kupang dan para guru sekolah minggu GMIT, kehadiran LAI di Kupang juga dirasakan oleh GMIT di Kupang lewat seminar Manajemen Strategis Lembaga Gereja. Seminar yang dihadiri 115 orang, yang terdiri dari Pendeta dan Penatua GMIT se Kupang ini bertujuan agar masing-masing gereja GMIT di Kupang dapat menumbuhkan dan mengembangkan lembaga berbasis manajemen strategis. Pertemuan ini menumbuhkan semangat para hamba Tuhan untuk berbenah diri agar pelayanan gereja ke umat semakin baik lagi. Malam harinya KKPD Kupang mengadakan Malam Penggalangan Dukungan dengan mengundang berbagai  individu yang tergerak hati untuk mendukung dan mendoakan pelayanan LAI dalam membagikan Kabar Baik di pelosok Nusantara.

Ada beberapa masukan yang dapat dicatat dari hasil pertemuan LAI, baik saat berdikusi dengan Pengurus Sinode, Pendeta dan aktivis  GMIT maupun KKPD Kupang selam 2 hari ini. Masukan dan harapannya agar LAI juga turut aktif dalam: (1) upaya pencegahan kejahatan akibat pornografi melalui internet, (2) pembinaan anak-anak remaja pelaku kejahatan seks akibat pornografi di internet, (3) penanganan korban kejahatan seks di kalangan anak-anak, (4) penerjemahan Alkitab ke dalam “bahasa gaul” remaja dan pemuda di kota-kota, (5) membuat kemasan cerita-cerita Alkitab dengan gaya anak muda, (6) memulihkan relasi-relasi antar lembaga pelayanan gereja, dan (7) membantu program-program Pekabaran Injil di jemaat-jemaat.

Semua masukan dan harapan tersebut bukan saja menjadi perhatian LAI tapi menjadi keprihatinan kita bersama. LAI tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus terus bermitra dengan gereja dan lembaga gerejawi, ataupun pemerintah. Kebutuhan gereja, baik secara individu maupun secara lembaga yang berhubungan dengan Alkitab masih sangat terbuka untuk dikerjasamakan dengan LAI. Lagi-lagi semua ini adalah peluang besar bagi LAI, sekaligus menantang LAI agar segera menambah kapasitas, kapabilitas dan profesionalitas yang benar-benar mumpuni. Salam Alkitab Untuk Semua. [Selvi]

Tuhan, Kadang Kebodohan Membuat Kami Lebih Mengutamakan Ikatan Pertemanan Dari Pada Kebenaran. Ampuni Kami Ya Tuhan.

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 20 : 12 – 16

Jika kita adalah penegak hukum dan keluarga atau kerabat kita adalah pelanggar hukum, dapatkah kita menegakkan keadilan dan kebenaran di situ?

Sebagian besar dari penduduk Gibea adalah orang-orang dari suku Benyamin karena memang itu adalah wilayah mereka. Kedatangan dari kesebelas suku Israel ke Gibea untuk membasmi orang-orang dursila itu tenyata mendapat penolakan dari suku Benyamin seluruhnya, mereka bahkan telah mengumpulkan prajurit-prajurit untuk melindungi orang Gibea. Suku Benyamin berkompromi dengan dosa orang Gibea dan menutup mata sama sekali dari kejahatan mereka.

Sahabat Alkitab, berlaku adil itu memang susah jika kita tidak pernah dapat berlaku adil terhadap diri sendiri lebih dulu. Sebab akan banyak sekali godaan yang akan menutup mata kita dari kebenaran dan untuk bertindak adil, hubungan kekerabatan adalah satu diantaranya. Jika kita terikat dengan itu, maka tidak mungkin kita dapat berlaku adil dan berbuat benar dalam hal yang lain dan terhadap orang lain. Yang ada malahan kita mempermainkan dan memperalat hukum demi dan mendustai kebenaran. Bukankah Tuhan mengajarkan kita untuk lebih menjunjung tinggi kebenaran di atas hubungan kekerabatan dan persaudaraan sekalipun? Seperti firman-Nya (Mat. 18:15-17, BIMK), “Kalau saudaramu berdosa [terhadapmu], pergilah kepadanya dan tunjukkanlah kesalahannya. Lakukanlah itu dengan diam-diam antara kalian berdua saja. Kalau ia menurut kata-katamu, maka berhasillah engkau mendapat saudaramu itu kembali. Tetapi kalau tidak, bawalah satu atau dua orang lagi. Sebab dalam Alkitab tertulis, ‘Sekurang-kurangnya dua atau tiga saksi diperlukan untuk menyatakan seorang tertuduh bersalah. Kalau ia tidak menerima nasihat orang-orang itu, beritahukanlah hal itu kepada jemaat. Dan akhirnya, kalau ia tidak mau menerima nasihat jemaat, anggaplah ia sebagai penagih pajak dan seorang yang tidak mengenal Allah.”

Selamat Pagi. Mulailah dari diri sendiri, jika kita salah maka katakan pada diri bahwa kita memang salah, jangan membela diri, sebab itu hanya akan merusak kebenaran yang telah Tuhan tanamkan. Lalu perbaikilah dan mulailah kembali melakukan yang benar.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Cinta Kami Meluap Kepada-Mu Lewat Tindakan Tindakan Kami. Tolong Kami Agar Semakin Mencintai-Mu.

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 20 : 8 – 11 (BIMK)

Jika Anda berkata bahwa Anda mencintai Tuhan, tunjukkanlah itu melalui perbuatan-perbuatan Anda.

Keputusan telah diambil, sebelas suku Israel telah sepakat bahwa orang-orang Gibea harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya, karena itu mereka berencana untuk menyerang Gibea. Tujuannya jelas yaitu untuk menghukum Gibea karena kejahatan yang telah mereka lakukan di antara umat Israel. Sebab perbuatan sejahat itu belum pernah terjadi dalam bangsa Israel. Semangat yang timbul adalah semangat spiritual untuk menegakkan hukum agama dengan cara yang mereka anggap benar.

Sahabat Alkitab, dalam masa yang tanpa hukum di mana semua orang bebas melakukan apa saja sekehendak hatinya seperti bangsa Israel saat itu (17:6), Allah masih menyisahkan orang-orang yang di dalam hatinya terpatri hukum Allah, mereka adalah orang-orang yang tidak dapat tahan terhadap kekejaman dan ketidakadilan. Mereka menunjukkan kecintaannya kepada Allah dan hukum-Nya dengan menegakkan supremasi hukum Allah. Kita pun juga hendaknya berlaku seperti itu, saat kita mengatakan kita mencintai Allah, maka hukumnya haruslah menjadi kesukaan kita, dan firman-Nya hidup dan terwujud nyata dalam setiap tindak-tanduk kita. Kita akan membenci kejahatan dan ketidakadilan.

Selamat Pagi. Marilah kita semakin mencintai Tuhan dan menunjukkan kecintaan itu dalam kata dan perbuatan, agar orang-orang mengenal dan tahu siapa Yesus yang kita sembah.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Hati Kami Sedih Mendengar Penderitaan Mereka Yang Kami Kasihi. Tolonglah Mereka Ya Tuhan

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 20 : 1 -7 (BIMK)

Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak, namun menyesakkan dada jika terjadi pada kekasih hati kita.

Apa yang dilakukan oleh orang Lewi itu dengan memotong-motong mayat selirnya lalu membagikan kepada segenap suku Isreal adalah sebuah tanda dan seruan berkumpul agar keadilan dapat ditegakkan di tengah bangsa itu. Cara yang dilakukannya adalah sebuah tindakan yang salah dan belum pernah terjadi pada mereka (bdk. 1 Sam. 11:7). Panggilan itu berhasil membangkitkan sisi emosional bangsa Israel sehingga merka datang berkumpul di Mizpa untuk merundingkan bagaimana penghukuman harus dilaksanakan. Peristiwa ini tentu saja telah diketahui juga oleh Bapak dari selir itu sehingga kemungkinannya ia juga hadir di situ untuk menuntut keadilan bagi anaknya. Dalam pertemuan, orang Lewi itu kembali menceritakan peristiwa yang terjadi sebelumnya tetapi dengan menyembunyikan sedikit kebenaran. Sekali lagi untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Sahabat Alkitab, tidak terbayang bagaimana hancurnya perasaan dari bapak selir itu mendengar akhir hidup yang tragis dari anaknya. Manusia mana yang tidak akan sedih jika orang yang dikasihinya menderita. Semakin orang itu dekat dengan kita dan semakin kita mengasihinya maka kesedihan pun akan semakin dalam, inilah rasa empati yang dimiliki oleh manusia. Jika “tangan” kita mampu menjangkaunya, maka sesegera mungkin ita akan bertindak untuk menolong dengan berbagai cara yang kita bisa. Namun kerap kali kita tidak dapat, kita dibatasi oleh banyak hal. Satu-satunya cara untuk menolong adalah dengan manaikkan doa kepada Tuhan, sebab hanya Dia satu-satunya penolong yang dapat dipercaya dan yang tidak dibatasi oleh apapun.

Selamat Pagi. Jika Anda diingatkan akan penderitaan dari orang-orang yang Anda kasihi, itulah saat di mana Anda harus mendoakannya. Jangan menunda!

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Manusia Sungguh Egois, Tetapi Engkau Mengorbankan Diri-Mu Untuk Kami Dengan Senang Hati.

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 19 : 26 – 30 (BIMK)

Bukannya berkorban, justru kita lebih senang mengorbankan orang lain demi kepentingan kita. Itu bukan ciri murid Kristus.

Setelah melewati malam yang begitu menakutkan dan tragis, wanita itu kembali ke rumah tempat suaminya menginap. Namun nyawanya tidak dapat tertolong, ia meregang nyawa tepat di depan pintu rumah itu tanpa seorang pun yang menolong, memedulikan, bahkan mengingatnya. Ia dikorbankan dengan paksa demi keselamatan suaminya dan seisi rumah itu.

Sahabat Alkitab, entah apa yang ada dalam pikiran orang Lewi itu hingga ia dengan tanpa perasaan mengorbankan selirnya untuk diperkosa oleh orang-orang Gilead. Begitu juga dengan tuan rumah itu yang sebelumnya bahkan ingin mengorbankan anak perempuannya sendiri. Dari kisah ini kita tahu watak manusia: pertama, cinta yang dimilikinya sangat terbatas dan cenderung egois. Kedua, dalam kondisi yang terdesak dan genting di mana nyawa menjadi taruhannya, ia dapat mengorbankan apa saja bahkan sekalipun orang terdekat dan yang dicintainya. Juga untuk kesenangannya manusia akan melakukan hal yang sama. Bukan begitu yang Alkitab ajarkan kepada kita, yang kuat haruslah menaggung mereka yang lemah. Tuhan adalah teladannya, Dia sendiri dengan penuh kerelaan menerima segala sengsara dan kematian demi membebaskan kita dari perbudakan dan kutuk dosa. Dia yang kuat menanggung kita yang lemah. Dia menderita demi memberikan damai dan sukacita bagi kita. Agar Bapa di surga dimuliakan.

Selamat Pagi. Janganlah lagi mengorbankan waktu, tenaga, harta, dan hidup orang lain demi kesenangan, karir, pencapaian, dan kepuasan diri kita. Lakukanlah yang sebaliknya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Manusia Tidak Bisa Lagi Kami Andalkan, Engkau Bertindak Sebagai Perisai Dan Pedang Yang Melindungi Kami

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 19 : 22 – 25

Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!

Baru saja mendapatkan tempat berteduh dan menikmati keramahan dan jamuan dari tuan rumah, rumah itu dikepung oleh penduduk Gilead dengan maksud jahat. Mereka ingin berbuat asusila dengan orang Lewi itu, persis seperti yang ingin dilakukan oleh penduduk Sodom terhadap tamu Lot. Untuk melindungi tamunya, tuan rumah itu menawarkan selir orang Lewi itu dan putrinya sebagai pengganti. Ini juga persis seperti yang dilakukan oleh Lot untuk melindungi tamunya dengan dalih keramah-tamahan. Akhirnya orang Lewi itu mengorbankan selirnya dengan mendorongnya keluar.

Sahabat Alkitab, mengorbankan orang lain demi keselamatan diri sendiri sungguh sebuah tindakan yang jahat dan tidak bisa dibenarkan apapun alasannya. Selir itu tentu berharap setelah ia meninggalkan rumah bapaknya, ia akan mendapat perlindungan dari tuannya, namun ternyata sebaliknya, dialah yang menjadi tameng dan dikorbankan dengan paksa. Bukan kita tidak boleh mempercayai atau mengandalkan manusia sama sekali, namun kita menyadari bahwa manusia siapapun itu termasuk diri sendiri adalah pribadi yang lemah, egois, manipulatif, suka mengeksploitasi, dan korup, yang mana semua sifat itu dapat muncul kapan saja. Tuhanlah satu-satunya tempat perlindungan dan kekuatan yang selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan, Dia dapat dipercayai lebih daripada kita mempercayai diri kita sendiri (Mzm. 46: 2 bdk. Yer. 17:5, BIMK).

Selamat Pagi. Percayakanlah seluruh hidup Anda kepada TUHAN, sebab Dia tidak akan pernah mengecewakan Anda.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Menolong Orang Selalu Merupakan Pengorbanan Sehingga Banyak Yang Tidak Mau Melakukannya. Tolong Agar Tidak Demikian, Ya Tuhan

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 19.: 16 – 21

Kita tidak bisa menolong tanpa memberi dan mengorbankan waktu, tenaga, materi, perhatian, pemikiran, dan cinta kita.

“Jauh panggang dari api”. Seperti itulah peribahasa yang menggambarkan apa yang terjadi atas orang Lewi itu dan rombongannya. Dia berpikir bahwa penduduk Gibea sebagai sesama orang Israel akan menolongnya tetapi ternyata tidak. Mereka justru menutup pintu rumahnya rapat-rapat, mereka telah melupakan firman ALLAH yang bahkan memerintahkan mereka untuk mengasihi orang asing (Im. 19:34; Ul. 10:18-19). Alasan mengapa orang Lewi itu mengatakan bahwa mereka tidak memerlukan apa-apa karena perbekalan mereka cukup, selain rumah untuk menumpang, adalah karena ketakutan orang Gibea akan kekurangan jika harus menolong dan memenuhi kebutuhannya.

Sahabat Alkitab, yang namanya memberi pertolongan pasti ada hal yang harus kita korbankan dalam diri kita untuk diberikan kepada orang lain. Sayangnya banyak orang yang takut menolong karena hal itu. Apalagi memang menurut hitung-hitungan matematis memberi pertolongan itu sama dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan apa yang kita miliki. Namun Tuhan memandang orang-orang demikian sebagai orang dursila (bdk. Ul. 15:7-9). Bukankah Alkitab mengajarkan kita bahwa memberi atau berkorban tidak akan membuat kita berkekurangan tetapi malah berkelimpahan? (Ams. 11:24; 28:27), dan bahwa apa yang kita lakukan buat orang yang kecil sama dengan kita melakukannya kepada Tuhan? (Mat. 25:40 bdk. Ibr. 13:2).

Selamat Beribadah. Muliakanlah Tuhan Allah kita dan janganlah menahan kebaikan kepada orang-orang yang patut untuk menerimanya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Menikmati Indahnya Bumi Ciptaan-Mu Ketika Kami Melakukan Perjalanan Jauh. Pertemukan Kami Dengan Orang Yang Menyenangkan Dalam Perjalanan Seperti Itu

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 19 : 10 15

Hidup ini adalah perjalanan untuk mengagumi mahakarya Allah melalui alam ciptaan-Nya dan mempertemukan kita dengan sesama manusia.

Dalam perjalanan pulang dari Bethlehem menuju ke pegunungan Efraim, tempat kediamannya, orang Lewi beserta selir dan rombongan lainnya harus melewati beberapa kota, ini tentu memakan waktu lebih dari sehari perjalanan. Hamba orang Lewi ini menyarankan untuk bermalam di kota Yebus (Yerusalem) namun ditolak karena menurutnya itu bukan kota orang Israel. Dia berpikir tidak akan mendapat perlakuan yang ramah karena di sana tidak ada orang Israel melainkan orang Yebusi (Amori), berbeda jika ia bermalam di Gibea. Rasa kesukuan yang berlebihan membuatnya berpikir negatif tentang suku lain di luar Israel.

Sahabat Alkitab, sepanjang perjalanan hidup yang sudah kita lalui, kita sudah dipertemukan dengan begitu banyak orang dari berbagai kelompok suku bangsa, bahasa, dan agama. Ada yang begitu ramah dan baik hati tapi ada juga yang kurang bersahabat bahkan berlaku jahat. Di perjalanan selanjutnya kita pasti berharap dipertemukan hanya dengan orang-orang yang menyenangkan saja, yang baik hati, dan dapat menolong, apalagi jika kita harus berada di tempat-tempat baru yang tidak ada sanak famili. Namun kita tetap harus realistis dengan keadaan dunia yang tidak mungkin berjalan menurut keinginan kita. Baik dan buruk harus dirasakan dan dinikmati bersama, sama seperti kita tidak hanya merasakan hujan tetapi terik matahari juga.

Selamat Pagi. Marilah kita menikmati semua yang Tuhan sediakan, sebab semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi siapa yang mengasihi Dia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Keramahan Membuat Orang Merasa Diterima Dan Bersuka Cita. Pertemukan Kami Dengan Orang Semacam Itu Ya Tuhan

Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 19 : 5 – 9

Keramahan adalah nilai yang telah sedikit dilupakan dalam pelayanan Kristen tetapi menjadi yang paling utama dalam etos kerja dunia.

Kedatangan orang Lewi itu ke rumah ayah dari selirnya mendapat sambutan yang sangat baik, bahkan saat ingin pulang membawa kembali selirnya harus tertunda beberapa hari karena bujukan ayah selirnya itu. Mungkin tidak terbayang sebelumnya oleh orang Lewi itu bahwa selama lima hari lamanya menikmati keramahan dan jamuan di situ.

Sahabat Alkitab, jika berjalan ke berbagai tempat-tempat komersial modern betapa kita melihat keramahan telah menjadi cara yang sangat ampuh dan utama untuk menjual suatu produk atau jasa. Kita disambut oleh orang-orang yang sama sekali tidak kita kenal dengan senyuman, penghormatan, dan sapaan yang hangat. Ketika dunia melihat keramahan sebagai hal yang sangat penting, bagaimana dengan kita? Bukankah keramahan juga menjadi satu nilai yang diajarkan oleh Alkitab? Di manapun kita pergi, kita berharap mendapatkan sambutan yang ramah dari orang-orang, tetapi sudahkah kita juga berlaku ramah terhadap orang-orang yang datang kepada kita? Keramahan membuat siapa saja merasa diterima, dihargai, dan dianggap. Orang-orang dengan beban yang berat akan bersukacita dengan keramahan yang kita berikan. Ini juga adalah sebuah bentuk pelayanan yang paling awal yang dapat dirasakan oleh orang-orang. Seperti sebuah kalimat, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya teserah Anda.”

Selamat Pagi. Marilah kita tidak hanya menuntut dan mencari keramahan melainkan menciptakannya di dalam diri pribadi, di dalam komunitas kerja dan pelayanan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Pergumulan Umat Kristiani di Vietnam dalam Menghadirkan Alkitab Untuk Semua

Peserta “Catholic Affinity Group” dari 11 utusan Lembaga Alkitab Asia Pasifik & UBS bertemu dengan Romo Kardinal Pierre Nguyen Van Nhon, Pimpinan Gereja Katolik di Hanoi

Meskipun paham sosialisme atau komunisme mati dan sudah lama ditinggalkan para penganutnya di dunia, namun Vietnam adalah salah satu negara di dunia yang masih menerapkan paham komunisme dalam sistem politiknya. Pemerintah Vietnam sangat membatasi pertumbuhan umat Kristennya, namun Negara masih memberikan ruang kepada 7 persen penganut Katolik dan 2 persen penganut Protestan untuk beribadah. Pergumulan yang dialami umat Kristen di negeri yang jumlah total penduduknya berjumlah 91,7 juta jiwa ini mirip dengan Indonesia, dalam arti Gereja di Vietnam mendapat tantangan besar justru dari luar gereja, terutama tekanan dari Pemerintah.

Pemerintah Vietnam lewat pengurus Partai Komunisnya terus bergiat merekrut anggota baru, terutama dari para penganut Katolik. Di daerah pedesaan banyak umat Katolik yang bergabung dengan Partai Komunis karena diberi insentif uang untuk datang ke gereja yang dikelola pengurus Partai Komunis. Di gereja ini mereka menyanyikan lagu-lagu pujian, sementara di latar belakang ada spanduk logo partai, lambing komunisme, dan bendera Vietnam. Beribadatan ini dihadiri pula oleh pejabat pemerintah setempat, para pengurus partai komunis dan sejumlah pejabat polisi berseragam. Para pejabat tersebut menyebut komunitas Katolik ini ‘Paroki Katolik Damai’ atau gereja Pemerintah.

Melihat kenyataan ini pemerintah ‘sepertinya ingin menjauhkan umat Katolik dari gereja dan bergabung ke gereja yang dikelola pemerintah’.Jika pemerintahan yang lalu ‘selalu mengawasi pemeluk agama, terutama Katolik dan Protestan’ dan ‘menganggap agama sebagai alat kapitalis’,maka dengan dihidupkannya gereja yang dikelola Negara, pemerintah ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak menerapkan diskriminasi terhadap pemeluk agama tapi terus gencar mempromosikan ideologi komunisme kepada para umat Kristiani, khususnya penganut Katolik. Itulah sebabnya Gereja Katolik di Vietnam terpecah: “Gereja Pemerintah” dan “Gereja Vatikan”. Akan tetapi jumlah umat “Gereja Pemerintah” jauh lebih sedikit dibandingkan “Gereja Vatikan.” Bapa Kardinal Pierre Nguyen Van Nhon di Hanoi mampu mempertahankan independensi dan sikap kritis terhadap pemerintah serta tetap setia kepada Vatikan.

Persoalan lain muncul ketika Pemerintah tidak memberikan izin kepada Kardinal baru di Saigon yang dicalonkan menggantikan Kardinal yang sudah pensiun dan tidak menjabat lagi sebagai pemimpin Gereja Katolik di Saigon. Padahal Gereja Katolik di Vietnam dipimpin oleh dua orang Kardinal yang masing-masing memimpin Gereja Katolik di Saigon dan Gereja Katolik di Hanoi, tetapi hanya Kardinal di Hanoi yang “diizinkan” oleh pemerintah untuk memimpin Gereja Katolik di Hanoi.

Kontrol ketat pemerintah juga membuat keberadaan “Lembaga Alkitab Vietnam” masih berbentuk perusahaan (berbisnis di bidang Alkitab). Karena bentuknya perusahaan komersil, maka pemerintah Vietnam memberikan ijin operasi karena (mungkin) lebih mudah mengontrol keberadaannya. Salah satu akibat dari kontrol ketat ini adalah upaya menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa di Vietnam masih terkatung-katung. Entah kapan akan selesai tidak ada yang tahu, karena masih menghadapi tantangan soal pengakuan dari Gereja dan terutama dari Pemerintah.  Kontrol ketat dari Pemerintah juga kami rasakan selama persidangan di Vietnam, di mana seluruh peserta sidang selalu diingatkan oleh panitia agar sangat berhati-hati dengan dokumen dan identitas yang berhubungan dengan acara rapat ini. Bahkan setiap istirahat makan siang di restoran hotel tempat kami bersidang, “name tag” kami pun perlu dilepas agar tidak terbaca identitas kami masing-masing oleh orang lain.

United Bible Societies (UBS) khususnya perwakilan Lembaga-lembaga Alkitab yang ada di kawasan Asia Pasifik. Pada persidangkan “Catholic Affinity Group” kali ini ada  11 negara Asia Pasifik yang tergabung dalam pertemuan di Hanoi, 17-18 Juli 2018 untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang ada di Asia Pasifik sehubungan dengan optimalisasi pelayanan Lembaga Alkitab untuk umat Katolik. Bahkan masih ada beberapa Lembaga Alkitab di kawasan Asia Pasifik yang belum memiliki pengurus maupun karyawan dari unsur Gereja Katolik. Akibatnya banyak peluang pelayanan Alkitab kepada umat Katolik kurang dapat dimanfaatkan dengan baik.

Sebagai contoh, sejak dua tahun terakhir secara global, Gereja Katolik menekankan perhatian kepada kaum muda.  Hal ini didorong oleh data keberadaan 30% penduduk dunia yang berusia di bawah 18 tahun. Sesungguhnya mereka juga sangat membutuhkan layanan dari Lembaga Alkitab agar lebih cinta dan menyatu dengan Alkitab dalam keseharian hidup. Perhatian kepada kaum muda ini kurang dimanfaatkan oleh Lembaga-lembaga Alkitab sehingga sangat sedikit program-program yang paralel dan seazas dengan semangat di atas.

Produk-produk yang khusus untuk memenuhi kebutuhan kaum muda haruslah segera dikembangkan oleh Lembaga-lembaga Alkitab. Proses kerja yang selalu melibatkan banyak pihak (terutama Gereja Katolik lokal) perlu selalu dioptimalkan. Selanjutnya kegiatan-kegiatan promosi harus memakai cara-cara “zaman now” agar kaum muda Katolik bersemangat dalam upaya menyatu dengan Alkitab.

Setelah dua hari mengikuti persidangan yang sangat padat ini, pekerjaan rumah Lembaga Alkitab Indonesia bertambah lagi. Hal ini menandakan bahwa peluang bertambah banyak demi mewujudkan Alkitab Untuk Semua. Terpujilah Tuhan. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)