Tuhan, Kadang Kebodohan Membuat Kami Lebih Mengutamakan Ikatan Pertemanan Dari Pada Kebenaran. Ampuni Kami Ya Tuhan.

  • 25
    Shares
Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Hak 20 : 12 – 16

Jika kita adalah penegak hukum dan keluarga atau kerabat kita adalah pelanggar hukum, dapatkah kita menegakkan keadilan dan kebenaran di situ?

Sebagian besar dari penduduk Gibea adalah orang-orang dari suku Benyamin karena memang itu adalah wilayah mereka. Kedatangan dari kesebelas suku Israel ke Gibea untuk membasmi orang-orang dursila itu tenyata mendapat penolakan dari suku Benyamin seluruhnya, mereka bahkan telah mengumpulkan prajurit-prajurit untuk melindungi orang Gibea. Suku Benyamin berkompromi dengan dosa orang Gibea dan menutup mata sama sekali dari kejahatan mereka.

Sahabat Alkitab, berlaku adil itu memang susah jika kita tidak pernah dapat berlaku adil terhadap diri sendiri lebih dulu. Sebab akan banyak sekali godaan yang akan menutup mata kita dari kebenaran dan untuk bertindak adil, hubungan kekerabatan adalah satu diantaranya. Jika kita terikat dengan itu, maka tidak mungkin kita dapat berlaku adil dan berbuat benar dalam hal yang lain dan terhadap orang lain. Yang ada malahan kita mempermainkan dan memperalat hukum demi dan mendustai kebenaran. Bukankah Tuhan mengajarkan kita untuk lebih menjunjung tinggi kebenaran di atas hubungan kekerabatan dan persaudaraan sekalipun? Seperti firman-Nya (Mat. 18:15-17, BIMK), “Kalau saudaramu berdosa [terhadapmu], pergilah kepadanya dan tunjukkanlah kesalahannya. Lakukanlah itu dengan diam-diam antara kalian berdua saja. Kalau ia menurut kata-katamu, maka berhasillah engkau mendapat saudaramu itu kembali. Tetapi kalau tidak, bawalah satu atau dua orang lagi. Sebab dalam Alkitab tertulis, ‘Sekurang-kurangnya dua atau tiga saksi diperlukan untuk menyatakan seorang tertuduh bersalah. Kalau ia tidak menerima nasihat orang-orang itu, beritahukanlah hal itu kepada jemaat. Dan akhirnya, kalau ia tidak mau menerima nasihat jemaat, anggaplah ia sebagai penagih pajak dan seorang yang tidak mengenal Allah.”

Selamat Pagi. Mulailah dari diri sendiri, jika kita salah maka katakan pada diri bahwa kita memang salah, jangan membela diri, sebab itu hanya akan merusak kebenaran yang telah Tuhan tanamkan. Lalu perbaikilah dan mulailah kembali melakukan yang benar.

Salam Alkitab Untuk Semua