Tuhan, Engkau Menyatakan Diri Kepada Siapa Engkau Berkenan. Ajar Kami Hidup Berkenan Kepada-Mu

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab  Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat   alkitabkuayat hafalan  alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 22 : 17 – 21

Mula-mula adalah perkenanan Tuhan yang tidak dapat diintervensi oleh apapun, bahkan oleh dosa dan kesalehan hidup kita sekalipun, setelah itu barulah kita belajar untuk hidup berkenan kepada-Nya.

Paulus hendak mengatakan bahwa apa yang terjadi dan apa yang telah dilakukannya selama ini itu bukan berasal dari dirinya sendiri tetapi berasal dari Allah. Roh Allah-lah yang telah berkenan menyatakan semua itu kepadanya, yaitu saat ia berada dalam keadaan yang sungguh tidak layak. Ia yang berniat untuk menangkap dan membinasakan semua orang yang percaya kepada Yesus justru ditangkap oleh-Nya untuk memberitakan berita Injil yang justru hendak dibinasakannya.

Sahabat Alkitab, bukan kita yang memilih Tuhan, tetapi Tuhan-lah yang memilih kita. Bukan karena kita layak melainkan karena kehendak-Nya sendiri yang berkenan untuk memakai kita. Namun kita dipilih-Nya bukan tanpa tujuan. Seperti Paulus, Allah mau kita mengerjakan sesuatu yang mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya.

Selamat Pagi. Jika hari ini kita percaya bahwa Allah telah memilih kita, maka lakukanlah perbuatan yang juga pantas sebagai cerminan atas pemilihan tersebut, yaitu dengan hidup berkenan dan melakukan tugas panggilan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Meluruskan Fakta Yang Dipelintir Tentang Terjemahan LAI

Kampanye yang menolak kata “Allah” dalam Alkitab dilancarkan kalangan tertentu dengan memelintir fakta sesungguhnya tentang sikap pemerintah RI tentang terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).  Pemerintah RI TIDAK mengintervensi penerjemahan Alkitab dan malah mempercayakan tugas itu kepada LAI. LAI adalah badan hukum yang diakui Negara dan ditunjuk oleh Pemerintah sebagai Lembaga yang berhak dan berwenang untuk menerjemahkan, mencetak dan menyalurkan Kitab Suci/Alkitab (SK Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: DJ.III/KEP/HK.00.5/77/2011).

Sejak berdirinya pada tanggal 9 Februari 1954, LAI telah menjadi mitra gereja-gereja di Indonesia dan diberi mandat dalam menerjemahkan, mencetak, dan menerbitkan Alkitab.

Visi pelayanannya yang ekumenis mendapat pengakuan juga dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Karena itu LAI tidak akan menerbitkan terjemahan Alkitab sektarian seperti yang diinginkan kelompok-kelompok yang menolak kata “Allah”, padahal kata itu sudah digunakan sekitar empat abad oleh umat Kristen di nusantara.

Untuk jelasnya, baca penjelasan singkat tentang padanan nama-nama ilahi dalam Alkitab (terlampir)

Salam Alkitab Untuk Semua.

Pdt. Anwar Tjen, PhD, Kepala Departemen Penerjemahan LAI

 

 

Lampiran 1.

Mengapa kata “Allah” dan “TUHAN” dipakai dalam Alkitab kita?

Pengantar

Kata “Allah” masih dipersoalkan oleh sebagian pengguna Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Persoalan ini mencuat ke permukaan, karena ada beberapa kelompok yang menolak penggunaan kata “Allah” dan ingin menghidupkan kembali penggunaan nama Yahweh atau Yahwe. Dalam teks Ibrani sebenarnya nama Yahweh atau Yahwe ditulis hanya dengan empat huruf konsonan (YOD-HE-WAW-HE, “YHWH”) tanpa huruf vokal. Tetapi, ada yang bersikeras, keempat huruf ini harus diucapkan. Terjemahan LAI dianggap telah menyimpang, bahkan menyesatkan umat Kristiani di tanah air. Apakah LAI yang dipercaya gereja-gereja untuk menerjemahkan Alkitab telah melakukan kesalahan yang begitu mendasar? Di mana sebenarnya letak persoalannya? Penjelasan berikut bertujuan untuk memaparkan secara singkat pertimbangan-pertimbangan yang melandasi kebijakan LAI dalam persoalan ini.

Mengapa LAI menggunakan kata “Allah”?

Dalam Alkitab Terjemahan Baru (1974) yang digunakan secara luas di tanah air, baik oleh umat Katolik maupun Protestan, kata “Allah” merupakan padanan ‘ELOHIM, ‘ELOAH  dan ‘EL dalam Alkitab Ibrani:

Kej 1:1 “Pada mulanya Allah (‘ELOHIM) menciptakan langit dan bumi”.

Ul 32:17 “Mereka mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat yang  bukan Allah (‘ELOAH).  Mzm 22:2 “Allahku (‘EL), Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

 

Dari segi bahasa, tidak dapat dipungkiri, kata ‘ELOHIM, ‘ELOAH  dan ‘EL berkaitan dengan akar kata ‘L, dewa yang disembah dalam dunia Semit kuno. EL, ILU atau ILAH adalah bentuk-bentuk serumpun yang umum digunakan untuk dewa tertinggi. Umat Israel kuno ternyata memakai istilah yang digunakan oleh bangsa-bangsa sekitarnya. Apakah hal itu berarti bahwa mereka penganut politeisme? Tentu saja, tidak!

Umat Israel kuno memaknai kata-kata itu secara baru. Yang mereka sembah adalah satu-satunya Pencipta langit dan bumi. Proses seperti inilah yang masih terus bergulir ketika firman Tuhan mencapai berbagai bangsa dan budaya di seluruh dunia. Beberapa kelompok yang menolak kata “Allah” memang berpendapat, kata itu tidak boleh hadir dalam Alkitab umat Kristiani. Ada yang memberi alasan bahwa “Allah” adalah nama Tuhan yang disembah umat Muslim. Ada pula yang mengaitkannya dengan dewa-dewi bangsa Arab. Seandainya pendirian ini benar, tentu kata ‘EL, ‘ELOAH dan ‘ELOHIM pun harus dicoret dari Alkitab Ibrani! Lagi pula, beberapa inskripsi yang ditemukan pada abad keenam menunjukkan bahwa kata “Allah” telah digunakan umat Kristiani Ortodoks sebelum lahirnya Islam. Hingga kini, umat Kristiani di negeri seperti Mesir, Irak, Aljazair, Yordania dan Libanon tetap memakai “Allah” dalam Alkitab mereka. Jadi, kata “Allah” tidak dapat diklaim sebagai milik satu agama saja. Kebijakan LAI dalam menerjemahkan ‘ELOHIM, ‘ELOAH  dan ‘EL sama sekali bukan hal baru. Terjemahan Alkitab yang pertama ke dalam bahasa Yunani sekitar abad ketiga seb.M. merupakan contoh tertua yang kita miliki. Terjemahan yang dikenal dengan nama “Septuaginta” dikerjakan di Aleksandria, Mesir, dan ditujukan bagi umat Yahudi berbahasa Yunani. Dalam Kejadian 1:1, misalnya, Septuaginta menggunakan istilah THEOS yang biasa dipakai untuk dewa-dewa Yunani.

Nyatanya, Perjanjian Baru pun memakai kata yang sama, seperti contoh berikut dari Injil Matius: ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah (THEOS) menyertai kita (1:23). Imanuel yang berasal dari unsur leksikal immanu- („beserta kita‟) dan EL diartikan sebagai „Allah (THEOS) menyertai kita‟. Rasul Paulus juga memakai kata THEOS untuk menyebut Bapa Tuhan Yesus Kristus, seperti dalam contoh berikut: ”Terpujilah Allah (THEOS), Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” (2 Kor 1:3). Tentu, THEOS dalam kutipan-kutipan tersebut tidak dipahami sebagai sembahan politeis.

Kata “Allah” dalam sejarah penerjemahan Alkitab di nusantara

Sebelum Alkitab TB-LAI diterbitkan pada tahun 1974, telah ada beberapa Alkitab dalam bahasa Melayu yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Injil Matius terjemahan A. C. Ruyl (1629) adalah upaya pertama dalam penerjemahan Alkitab di nusantara. Menariknya, dalam terjemahan perdana ini, kata “Allah” telah digunakan, seperti contoh berikut: “maka angkou memerin‟ja nama Emanuel artin‟ja Allahu (THEOS) ſerta ſegala kita” (Mat 1:23). Terjemahan selanjutnya juga mempertahankan kata “Allah”, antara lain:

  • Terjemahan Kitab Kejadian oleh D. Brouwerius (1662): “Lagi trang itou Alla ſouda bernamma ſeang” (Kej 1:5).
  • Terjemahan M. Leijdecker (1733): “Pada mulanja dedjadikanlah Allah akan ſwarga dan dunja” (Kej 1:1)
  • Terjemahan H.C. Klinkert (1879): “Bahwa-sanja Allah djoega salamatkoe” (Yes 12:2).
  • Terjemahan W.A. Bode (1938): “Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah”.

Seperti tampak pada contoh-contoh di atas, kata “Allah” yang baru belakangan ini dipersoalkan oleh sebagian umat Kristiani telah digunakan selama ratusan tahun dalam terjemahan-terjemahan Alkitab yang beredar di nusantara.   Singkatnya, ketika meneruskan penggunaan kata “Allah”, tim penerjemah LAI mempertimbangkan bobot sejarah maupun proses penerjemahan lintas-budaya yang sudah terlihat dalam Alkitab sendiri.

Apa dasar kebijakan LAI dalam soal “YHWH”?

Harus diakui, asal-usul nama YHWH tidak mudah ditelusuri. Dari segi bahasa, YHWH sering dikaitkan dengan kata HAYAH “ada, menjadi‟, seperti yang terungkap dalam Keluaran 3:14: “Firman Allah (‘ELOHIM) kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.‟ (‘EHYEH ‘ASHER ‘EHYEH). Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU (‘EHYEH) telah mengutus aku kepadamu.‟ ”Maknanya yang persis tidak diketahui lagi, namun ada yang menafsirkannya sebagai kehadiran Tuhan yang senantiasa “ADA‟ menyertai sejarah umat-Nya.   Apa dasar LAI menggunakan kata “TUHAN” (seluruhnya huruf besar) sebagai padanan untuk YHWH? Untuk menjawab ini, kita perlu memperhatikan sejarah. Umat Yahudi sesudah masa pembuangan amat segan menyebut nama sakral YHWH secara langsung oleh karena rasa hormat yang mendalam. Lagi pula, pengucapan YHWH yang persis tidak diketahui lagi. Setiap kali bertemu kata YHWH dalam Alkitab Ibrani, mereka menyebut ‘ADONAY yang berarti “Tuhan‟. Tradisi pengucapan ini juga terlihat jelas dalam Septuaginta yang menggunakan kata KYRIOS (“Tuhan‟) untuk YHWH, seperti contoh berikut: ‘KYRIOS menggembalakan aku, dan aku tidak kekurangan apa pun” (Mzm 23:1).

Ternyata, Yesus dan para rasul mengikuti tradisi yang sama! Sebagai contoh, dalam pencobaan di gurun, Yesus menjawab godaan Iblis dengan kutipan dari Ulangan 6:16: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan (KYRIOS), Allahmu” (Mat 4:7). Dalam kutipan ini tidak ditemukan nama YHWH melainkan KYRIOS. Jika nama YHWH harus ditulis seperti dalam teks Ibrani, mengapa penulis Injil Matius tidak mempertahankannya? Begitu pula, dalam surat-surat rasul Paulus tidak pernah digunakan nama YHWH. Dalam Roma 10:13, misalnya, Paulus mengutip Yoel 2:32: “Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (KYRIOS) akan diselamatkan”. Terbukti, kata yang digunakan adalah KYRIOS, bukan YHWH.  Mungkinkah Yesus dan para rasul telah mengikuti suatu tradisi yang “keliru”? Tentu saja, tidak! Para penulis Perjanjian Baru justru mengikuti tradisi umat Yahudi yang menyebut ‟ADONAY (“TUHAN‟) setiap kali bertemu nama YHWH. Karena Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, kata KYRIOS dipakai sebagai padanan untuk ‘ADONAY yang mencerminkan tradisi pengucapan YHWH.  Singkatnya, LAI mengikuti teladan Yesus dan umat Kristiani perdana menyangkut pengucapan YHWH. Dalam Alkitab TB-LAI, kata “TUHAN” ditulis dengan huruf besar semua sebagai padanan untuk ‘ADONAY yang mengingatkan tradisi pengucapan itu. Penulisan ini memang  sengaja dibedakan dengan “Tuhan” (hanya huruf pertama besar), padanan untuk ‘ADONAY yang tidak merepresentasi YHWH. Perhatikan contoh berikut: “Sion berkata: “TUHAN (YHWH) telah meninggalkan aku dan Tuhanku (‘ADONAY) telah melupakan aku.‟ ”(Yes 49:14). Pembedaan ini tentu tidak relevan untuk Perjanjian Baru yang tidak mempertahankan penulisan YHWH.  Berbagai terjemahan modern juga mengikuti tradisi yang sama, misalnya, dalam bahasa Inggris: “the LORD” (New Jewish Publication Society Version; New Revised Standard Version, New International Version, New King James Version, Today’s English Version); Jerman: “der HERR” (Einheitsübersetzung; die Bibel nach der Übersetzung Martin Luthers); Belanda: “de HEER” (Nieuwe Bijbelvertaling); Perancis”: “le SEIGNEUR” (Traduction Oecuménique de la Bible).

Penutup

Kebijakan LAI mengenai padanan untuk nama-nama ilahi tidak diambil secara simplistis. Berbagai aspek harus dipertimbangkan dengan matang, antara lain:

  • Teks sumber (Ibrani dan Aram untuk Perjanjian Lama; Yunani untuk Perjanjian Baru) dan tafsirannya.
  • Tradisi umat Tuhan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  • Sejarah pemakaian nama-nama ilahi dalam penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan budaya dari zaman ke zaman.
  • Kebijakan yang diikuti tim-tim penerjemahan Alkitab di seluruh dunia, khususnya yang bergabung dalam Perserikatan Lembaga-lembaga Alkitab seDunia (United Bible Societies).
  • Kesepakatan yang diambil bersama dengan gereja-gereja, baik Katolik maupun Protestan, yang menggunakan Alkitab terbitan LAI hingga saat ini. Menjelang penyelesaian Alkitab TB-LAI, misalnya, pada tahun 1968 diadakan konsultasi di Cipayung dengan para pimpinan dan wakil gereja-gereja dari berbagai denominasi. Dalam konsultasi ini, antara lain, disepakati agar kata “Allah” tetap digunakan seperti dalam terjemahan-terjemahan sebelumnya.

LAI tidak pernah berpretensi seolah-olah terjemahannya sudah sempurna dan tidak perlu diperbaiki lagi. Akan tetapi, mengingat proses panjang dan berhati-hati yang ditempuh dalam menerbitkan Alkitab, tuntutan beberapa kelompok yang ingin menyingkirkan atau memulihkan nama tertentu, tidak dapat dituruti begitu saja. Dalam semua proses pengambilan keputusan menyangkut terjemahan Alkitab, berbagai faktor harus dipertimbangkan dengan saksama menyangkut teks-teks sumber, tafsirannya, tradisi penerjemahan sampai dampaknya bagi persekutuan dan kesaksian umat Tuhan bersama-sama, khususnya di tanah air kita.  Akhirnya, dengan penuh kesadaran akan terbatasnya kemampuan manusia di hadapan Allah, kita patut mempersembahkan puji syukur kepada Dia yang telah menyatakan firman yang diilhamkan-Nya untuk mendidik orang dalam kebenaran dan memperlengkapi umat-Nya untuk setiap perbuatan baik (2 Tim 3:16-17). Dialah yang telah mempersiapkan orang-orang untuk menjelmakan firman kebenaran-Nya dalam aneka bahasa dan  budaya dari masa ke masa. Segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! []

Tuhan, Ajar Kami Mendengar Pendapat Para Pemimpin Kami Dan Dengan Rendah Hati Mempertimbangkan Dengan Seksama

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat alkitabkuayat hafalan alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 22 : 11 – 15

Para pemimpin ditetapkan oleh Tuhan, jika ia berlaku baik, dengarkanlah dan ikutilah teladannya.

Usaha Paulus untuk merebut perhatian orang banyak itu tidak berhenti sampai pengungkapan identitas keyahudiannya. Ia kini mengungkapkan bagaimana ia memperoleh konfirmasi dan afirmasi dari seorang tokoh Yahudi di Damsyik yang bernama Ananias, seorang yang sangat dihormati dan yang hidupnya saleh dan taat melaksanakan hukum Musa. Bahwa penglihatan Paulus tentang Yesus adalah benar dan kehendak Allah, bukan rekayasa apalagi halusinasi. Maksud Paulus adalah jika Ananias yang seorang Yahudi taat dan dihormati itu membenarkan pengalaman rohaninya, maka itu patut untuk dipertimbangkan oleh mereka.

Sahabat Alkitab, sejak dari lahir kita menjalani kehidupan yang selalu berada di bawah pimpinan orang lain. Di rumah kita dipimpin oleh orang tua, di sekolah kita dipimpin oleh guru dan dosen, dalam bernegara kita dipimpin oleh presiden, begitu juga di gereja kita dipimpin oleh pendeta atau gembala jemaat. Mereka yang memberi pimpinan dipilih oleh Allah untuk memberi arahan dan pimpinan kepada kita. Memang tidak selamanya mereka benar, begitu juga tidak selamanya mereka salah dalam memberikan arahan dan pimpinan itu. Oleh karena itu, apapun yang mereka berikan patut untuk diperhatikan dan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, agar jika itu berasal dari Allah kita tidak menjadi seorang yang memberontak terhadap Allah karena menolaknya.

Selamat Pagi. Mari kita belajar mengindahkan pimpinan dari para pemimpin yang kelihatan ini, agar kita dapat mengindahkan pimpinan Tuhan yang tidak kelihatan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Memenuhi Hati Dan Pikiranku, Tak Dapat Aku Menahan Mulutku Untuk Menceritakan-Mu

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab  Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat   alkitabkuayat hafalan  alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 22 : 6 – 10

Selain buta, cinta juga sangat irasional dan cenderung gila. Berjalan bedua dengan sang kekasih di bawah terik siang terasa seperti menikmati sejuknya udara pagi di pegunungan.

Salah satu ciri orang yang sedang dimabuk asmara adalah ketika dalam setiap waktu dan dalam segala hal yang dilakukan yang ada di dalam hati dan pikiran hanyalah tentang kekasihnya. Itulah yang terjadi dengan Paulus saat ini. Dalam konsisi yang sudah sangat terjepit di mana nyawa menjadi taruhannya, ia masih saja berbicara dengan lantang tentang Yesus. Kalau sebelumnya ia berhasil merebut simpati para pendengar, kali ini akan bertolak belakang. Justru perkataannya membuat mereka semakin geram. Bagaimana tidak, dalam kesaksiannya ia mengakui Yesus dari Nazaret itu sebagai Tuhan (22:10). Paulus tahu bahwa apa yang ia katakan akan dianggap sebagai sebuah penistaan terhadap ALLAH dan agama Yahudi, dan akibatnya adalah kematian.

Sahabat Alkitab, apa yang dilakukan oleh Paulus saat itu adalah bentuk cintanya yang mendalam terhadap Tuhannya. Paulus tidak lagi memikirkan tentang resiko dari tindakan cintanya, tentang apakah orang-orang disekitarnya menyetujui atau tidak, dan tentang apakah Tuhan yang dicintainya akan membebaskannya dri amukan orang banyak atau tidak. Yang terpenting baginya adalah melakukan suatu tindakan yang menunjukkan bahwa ia begitu mencintai Yesus, Tuhannya. Jika kita mengatakan kita mencintai Tuhan, apakah kita merasakan dan melakukan hal yang sama seperti Paulus? Apakah kita telah dengan berani menceritakan tentang Dia kepada orang-orang yang kita jumpai? Apakah kita telah dengan sungguh-sungguh melayani-Nya tanpa mempertimbangkan untung rugi? Apakah semua yang kita punyai telah kita persembahkan kepada Tuhan? Marilah kita merenungkannya kembali.

Selamat Pagi. Ketika kasih-Nya telah menyelimuti hati dan pikiran kita, maka hari, besok, lusa, dan kapan saja kita pasti akan bercerita tentang Dia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Sekalipun Engkau Memilih Kami, Kami Tetap Sama Dengan Semua Orang. Ajar Kami memahami Mereka, Dan Tidak Sombong

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat alkitabkuayat hafalan alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 22 : 2 – 5

 

Allah menarik kita dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, lalu mengutus kita kembali kepada kegelapan dunia, memancarkan terang untuk menuntun jalan bukan untuk menyilaukan, dan memberi kehangatan bukan untuk membakar.

Dalam Pembelaannya, Paulus memulai dengan menguatkan posisinya dengan mengungkapkan identitas keyahudiannya. “Saya orang Yahudi. Saya lahir di Tarsus, Kilikia. Saya dibesarkan di Yerusalem. Saya dididik dengan ketat dalam hukum Musa oleh Gamaliel. Saya sangat giat melayani Allah. Saya menangkap, memenjarakan, dan menganiaya pengikut Yesus bahkan sampai mati.” Paulus ingin menunjukkan bahwa ia berada pada posisi yang sama dengan mereka, agar ia dapat diterima mengingat sifat ekslusif dari orang Yahudi. Mereka begitu bangga dengan status sebagai umat pilihan Tuhan, dan merasa yang paling superioritas. Paulus sangat memahami itu, karenanya ia menarik diri ke dalam posisi itu. Sampai di sini, usaha Paulus untuk merebut perhatian mereka cukup berhasil.

Sahabat Alkitab, benar bahwa Allah memilih kita untuk menjadi umat tebusannya. Kita dipilih dari begitu banyak orang di dalam dunia untuk mengenal Allah dan menerima anugerah keselamatan. Namun jika status itu lantas membuat kita merasa superioritas dan merendahkan orang lain berarti ada yang salah dengan pemahaman kita tentang arti dan tujuan diselamatkan. Keadaan sebagai orang yang telah diselamatkan harusnya memampukan kita untuk memahami mereka yang belum menerimanya, karena kita sendiri pun pernah ada dalam posisi itu, lalu memohonlah kepada Tuhan untuk menjadi alat dalam menjangkau mereka.

Selamat Pagi. Jika kita telah diselamatkan maka tugas kita selanjutnya adalah menjadi alat berita Injil dalam buah keselamatan yang kita hasilkan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Pemahaman dan Toleransi

Sabtu, 5 Mei 2018 saya menyimak betul apa yang disampaikan dengan tulus dan lugas oleh Sdr Wawan, Ketua Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama Bandung) dalam Seminar Mardiko Indonesia di GKI Maulana Yusuf Bandung.

“Bagi saya, toleransi dan saling memahami tidak akan terjadi bila tidak saling mengenal. Jadi berkenalan dulu, bersahabat dulu, baru bisa bicara saling memahami dan tumbuh toleransi,” Kata Kang Wawan menggambarkan hubungan harmonis antaragama.

“Kalau sudah saling kenal, saling bersahabat, jangankan toleransi, pinjam duitpun kita juga bisa,” sambungnya dengan jenaka.

Hari ini (8 Mei) saya bersama Tim pimpinan Percetakan LAI (Pak Anton, Bu Lydia, dan Bu Dewi) berkunjung dan bersilaturahim ke rumah Bapak Saiful Ketua Rukun Warga lingkungan Nanggewer.

Tujuan utamanya adalah berkenalan karena saya adalah anggota Pengurus Yayasan LAI yang baru dan belum pernah berjumpa dengan Ketua RW tersebut. Kedua, saya ingin mendengar aspirasinya sehubungan dengan keberadaan percetakan LAI di wilayah yang beliau pimpin. Ketiga, mempererat kerjasama dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin baik.

Kami disambut sangat hangat dan penuh semangat. Pak Saiful menceriterakan bahwa hubungannya dengan percetakan LAI (yang dia selalu sebut “Alkitab”) adalah meneruskan wasiat Bapaknya yang adalah Kepala Desa Nanggewer sampai tahun 1999. Bapaknya ikut aktif mendukung dan menjaga pembangunan “Alkitab” agar dapat mendukung kemajuan desanya.

“Alhamdulilah, selama ini hubungan ‘Alkitab’ dengan warga selalu baik-baik dan aman, ” katanya dengan senyum ramah.

Saya menyampaikan banyak terima kasih atas hubungan yang harmonis dan keamanan yang terjaga baik. Saya juga sampaikan bahwa LAI bukanlah perusahaan tapi Yayasan yang memiliki tugas untuk mendukung hidup keagamaan sesama warga negara Indonesia.

Pak Saiful sangat bisa memahami Dan mengharapkan ‘Alkitab’ turut memberi perhatian bagi warganya, terutama kaum Lansia dan Dhuafa. Kami katakan pasti kami akan mengusahakan sesuai kemampuan LAI.

Kami juga ngobrol soal-soal lain mulai cucunya sampai soal Pilkada. Singkatnya kami sangat akrab dan penuh canda.

Indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Bhineka Tunggal Ika memang luar biasa. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI) Continue reading

Tuhan, Dunia Menjadi Semakin Panas Oleh Kekacauan. Sejukanlah Hati Kami Agar Melewatinya Dengan Selamat

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab  Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat   alkitabkuayat hafalan  alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 21 : 35 – 22 : 1

Jika kita percaya bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bisa dibayangkan bagaimana hebatnya kekacauan yang terjadi saat itu. Amarah dan kebencian yang menjadi satu menjadikan orang-orang itu tidak dapat lagi mengontrol diri mereka. Paulus sendiri telah menderita banyak pukulan dan bagi mereka itu tidak cukup. Mereka menginginkan kematiannya. Yang menarik dari peristiwa ini adalah ketenangan Paulus menghadapi situasi saat itu. Tidak ada kemarahan di dalam dirinya atau keinginan untuk mengutuk. Paulus telah benar-benar siap menerima semua itu. Ia telah menjadi pembelajar yang baik dari Yesus Kristus, Stefanus, dan para martir lain yang pernah diseret dan dibunuhnya. Kelu seperti domba yang di bawah ke tempat pembantaian. Paulus pernah berkata, “Saya sudah siap bukan hanya untuk ditangkap di sana, tetapi juga untuk mati sekalipun karena Tuhan Yesus.” (Kis. 21:13, BIMK).

Sahabat Alkitab, tidak ada hal yang membuat seseorang benar-benar pasrah menerima kondisi terburuk yang menimpa hidupnya jika bukan karena keyakinannya bahwa itu terjadi atas perkenanan Tuhan. Dan jika itu adalah perkenanan Tuhan, maka Ia akan memberikan kekuatan untuk menanggungnya. Di dalam panasnya keadaan yang menerpa, Tuhan hadir seperti aliran air segar yang mengalir hingga ke dasar hati manusia yang percaya kepada-Nya.

Selamat Pagi. Mari kita mempasrahkan seluruh kehidupan kepada Tuhan, dan dengan iman melihat bahwa segala yang Ia kerjakan itu baik adanya. Apapun itu!

Salam Alkitab Untuk Semua

KKPD Kabanjahe, Mitra LAI menyebarkan Alkitab Untuk Semua

 

Menolong umat Tuhan yang belum memiliki Alkitab, melatarbelakangi semangat pembentukan kembali Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mitra Kabanjahe. Pada tahun 2001, KKPD Kabanjahe pernah aktif mendukung pelayanan LAI menghadirkan Kabar Baik bagi umat Tuhan, baik melalui Alkitab dan bagian-bagiannya, maupun melalui terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa daerah. Karena berbagai kesibukan, kegiatan KKPD Kabanjahe beberapa tahun terakhir kurang kelihatan riaknya meskipun beberapa pengurus tetap terlibat dalam mendukung dan mensosialisasikan program-program LAI.

Tanggal 29 April 2018, menjadi babak baru dengan semangat baru bagi kepengurusan KKPD Kabanjahe periode 2018-2023, karena di hari tersebut, Pengurus KKPD Kabanjahe dengan nama-nama berikut, resmi dilantik oleh Ketua LAI Pdt. R. Radjagukguk di GBKP Simpang VI Kabanjahe.

Ketua                           : St. Drs. Rasden Boang Manalu, M.Th

Wakil Ketua               : Dk. Khristiani Ginting

Sekretaris                  : Pdt. Suenita Sinulingga, M.Th

Wakil sekretaris       : Ev. Bernard Kurnia P. Pangaribuan

Bendahara                 : St. Nurmala Herawaty Hutabarat

Anggota                      :

  1. Pdt. Rosmalia Barus, S.Th
  2. St. Kamel Manihuruk
  3. St. Kurnia P. Hutapea, SH
  4. Pt. Murta Ginting
  5. Hartalina Sembiring, BA
  6. Pdt. Liza Selvina Tarigan
  7. Ir. Nesti Saragih

Seolah tidak ingin membuang-buang waktu, selesai acara pelantikan, KKPD Kabanjahe melaksanakan rapat perdana membahas program LAI yang akan didukung tahun ini dan strategi-strategi serta kegiatan yang akan dilakukan untuk mensosialisasikannya kepada sebanyak mungkin orang. Dalam buku Kabar Baik untuk Indonesia 2018, tertuang dengan rinci program-program LAI yang dilaksanakan tahun ini, yakni:

  • Program Penerjemahan dan penerbitan Alkitab dalam beberapa bahasa daerah seperti bahasa Kodi (NTT), bahasa Pakpak (Sumut), bahasa Yali Ninia (Papua), bahasa Kalumpang (Sulbar), bahasa Sabu (NTT) dan bahasa Enggano (Bengkulu);
  • Program Pembaca Baru Alkitab yang dilaksanakan di Parigi Moutong (Sulteng) untuk umat yang buta huruf sehingga tidak terhalang membaca Alkitab;
  • Program Satu Dalam Kasih (SDK) untuk mendukung pengadaan Alkitab bagi jemaat yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun letak geografis sehingga tidak mampu memiliki Alkitabnya sendiri.
  • Program pengembangan layanan digital, untuk menjangkau pemberitaan kabar baik bagi umat di perkotaan yang sehari-hari telah akrab dengan dunia teknologi komunikasi digital.

 

Di antara beberapa program tersebut, KKPD Kabanjahe tahun ini mengupayakan pengadaan Alkitab bagi umat Tuhan di daerah Karo dan Dairi melalui program Satu Dalam Kasih. Semangat baru terlihat jelas melalui komitmen dari para pengurus yang memulai gerakan janji iman setiap bulan. Di samping kegiatan lainnya, para pengurus mengharapkan aksi janji iman ini kiranya mengetuk hati anak-anak Tuhan lainnya untuk ikut terlibat. Mari hadirkan Alkitab untuk semua. Tuhan kiranya menolong dan memberkati setiap orang yang membukakan hati dalam pekerjaan-Nya (rh)

Wamena dan Jayapura Menjadi Berkat Untuk Boven Digoel

LAI tengah presentasi di Persekutuan Marturia Pemerintahan Kotamadya Jayapura

Sudah saatnya kota-kota lain saling memberkati.  Gereja-gereja dan umat kristiani di kota-kota besar membantu gereja-gereja dan umat kristiani di kota-kota kecil. Demikian sebaliknya gereja-gereja dan umat kristiani di kota-kota kecil membantu gereja-gereja dan umat kristiani di pelosok desa.  Semangat berbagi itulah yang mendorong kami untuk berkunjung ke Wamena untuk membagi beban bagi kebutuhan Alkitab di Boven Digoel.

Tepat 5 Mei 2018, Tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Perwakilan Jayapura terbang ke Wamena, kota kecil berudara dingin di lembah Baliem, Pegunungan Jayawijaya. Dalam ibadah minggu 6 Mei 2018, melalui program Satu Dalam Kasih (SDK), LAI mengajak gereja-gereja dan umat kristiani di Wamena untuk menjadi berkat bagi Boven Digoel. Ada 4 gereja di Wamena, yakni: GPdI Elsadai, GBI Rock, GIDI Yerusalem dan GKII Efata yang mau mendukung program SDK LAI. Dukungan jemaat untuk program SDK LAI sangat banyak, ini terlihat saat selesai LAI presentasi banyak jemaat yang mengisi kotak persembahan misi untuk mendukung program SDK LAI. Selain dukungan persembahan, banyak jemaat yang mengungkapkan janji imannya untuk mendukung program SDK LAI. Biasanya Wamena selalu dibantu tapi kali ini mereka berkomitmen untuk menolong Gereja-gereja dan umat kristiani di pelosok desa di Boven Digoel.

Begitupun hari ini, Senin, 7 Mei 2018 ketika LAI Perwakilan Jayapura diberikan kesempatan untuk presentasi dalam Ibadah Persekutuan Marturia Pemerintah Kota Jayapura. Ibu Melvy Alfons, Kawil LAI Jayapura, hanya diberi waktu 5 menit untuk memperkenalkan visi-misi dan program kerja LAI. Tapi karena saking bersemangatnya memperkenalkan visi-misi LAI jatah waktu 5 menit menjadi 10 menit.  Ketika selesai, Ketua Persekutuan Marturia berdiri dan berkata, “Ibu tadi berbicara sudah lebih dari 5 menit, ini bukan ibu yang bicara tapi Roh Kudus yang bicara. Ibu digerakkan untuk menyampaikan Kabar Keselamatan ini untuk kami para pegawai yang setiap hari menghabiskan uang hanya untuk beli pulsa dan traktir makan teman-teman”.

Puji Tuhan, ada beberapa pribadi yang langsung spontan mendonasikan dari gajinya yang baru diterimanya dan beberapa Kepala Dinas yang berjanji akan mendukung program pelayanan LAI. Terima kasih untuk waktu yang diberikan untuk menyampaikan kerinduan Gereja-gereja dan umat Tuhan akan Alkitab. Semoga Pemerintah Kota Jayapura tergerak untuk terus mendukung dan bekerjasama dengan LAI dalam menghadirkan Kabar Baik di tengah-tengah masyarakat, khususnya terbeban untuk menolong mereka di pedalaman. Salam Alkitab untuk Semua. [ma]

Tuhan, Kuatkanlah Iman Kami Agar Tidak Ikut Jatuh Saat Bencana Datang Dan Menghancurkan Mimpi Kami

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab  Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat   alkitabkuayat hafalan  alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 21 : 30-34

Ada 1001 rencana dalam hati anak manusia, berhasil dan gagal adalah dua bagian yang terus bergantian mengikutinya, hal yang terpenting bukanlah keduanya melainkan iman yang terus bertumbuh jika kedua bagian itu datang.

Nubuat Abagus terjadi, apa yang telah Tuhan nyatakan terlaksana tanpa ada yang terlewatkan. Provokasi dari orang-orang Yahudi itu berhasil, huru-hara di Yerusalem terjadi. Orang banyak yang menjadi geram sudah berkerumun hendak membunuh Paulus. Untungnya wilayah yang berada di bawah kekuasaan Romawi itu segera dapat dikendalikan oleh para tentara. Alhasil, seperti yang telah dinubuatkan, Paulus diborgol oleh tentara Romawi. Rencana baik dari Paulus berubah menjadi bencana bagi dirinya sendiri.

Sahabat Alkitab, melihat rencana yang telah kita bangun sesempurna mungkin hancur di depan mata tentu menimbulkan gejolak batin dan emosi, malah bisa menggoncang atau bahkan meruntuhkan iman. Dalam keadaan seperti ini satu-satunya kekuatan dan penghiburan yang sangat kita butuhkan adalah yang datang dari Tuhan.

Selamat Pagi. Mari kita berpikir lurus, jika satu jalan tertutup maka seribu jalan lain akan terbuka. Satu rencana gagal, seribu rencana lain akan muncul

Salam Alkitab Untuk Semua