Pemahaman dan Toleransi

  • 8
    Shares

Sabtu, 5 Mei 2018 saya menyimak betul apa yang disampaikan dengan tulus dan lugas oleh Sdr Wawan, Ketua Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama Bandung) dalam Seminar Mardiko Indonesia di GKI Maulana Yusuf Bandung.

“Bagi saya, toleransi dan saling memahami tidak akan terjadi bila tidak saling mengenal. Jadi berkenalan dulu, bersahabat dulu, baru bisa bicara saling memahami dan tumbuh toleransi,” Kata Kang Wawan menggambarkan hubungan harmonis antaragama.

“Kalau sudah saling kenal, saling bersahabat, jangankan toleransi, pinjam duitpun kita juga bisa,” sambungnya dengan jenaka.

Hari ini (8 Mei) saya bersama Tim pimpinan Percetakan LAI (Pak Anton, Bu Lydia, dan Bu Dewi) berkunjung dan bersilaturahim ke rumah Bapak Saiful Ketua Rukun Warga lingkungan Nanggewer.

Tujuan utamanya adalah berkenalan karena saya adalah anggota Pengurus Yayasan LAI yang baru dan belum pernah berjumpa dengan Ketua RW tersebut. Kedua, saya ingin mendengar aspirasinya sehubungan dengan keberadaan percetakan LAI di wilayah yang beliau pimpin. Ketiga, mempererat kerjasama dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin baik.

Kami disambut sangat hangat dan penuh semangat. Pak Saiful menceriterakan bahwa hubungannya dengan percetakan LAI (yang dia selalu sebut “Alkitab”) adalah meneruskan wasiat Bapaknya yang adalah Kepala Desa Nanggewer sampai tahun 1999. Bapaknya ikut aktif mendukung dan menjaga pembangunan “Alkitab” agar dapat mendukung kemajuan desanya.

“Alhamdulilah, selama ini hubungan ‘Alkitab’ dengan warga selalu baik-baik dan aman, ” katanya dengan senyum ramah.

Saya menyampaikan banyak terima kasih atas hubungan yang harmonis dan keamanan yang terjaga baik. Saya juga sampaikan bahwa LAI bukanlah perusahaan tapi Yayasan yang memiliki tugas untuk mendukung hidup keagamaan sesama warga negara Indonesia.

Pak Saiful sangat bisa memahami Dan mengharapkan ‘Alkitab’ turut memberi perhatian bagi warganya, terutama kaum Lansia dan Dhuafa. Kami katakan pasti kami akan mengusahakan sesuai kemampuan LAI.

Kami juga ngobrol soal-soal lain mulai cucunya sampai soal Pilkada. Singkatnya kami sangat akrab dan penuh canda.

Indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Bhineka Tunggal Ika memang luar biasa. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)