Tuhan, Engkau Memenuhi Hati Dan Pikiranku, Tak Dapat Aku Menahan Mulutku Untuk Menceritakan-Mu

  • 2
    Shares
BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab  Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat   alkitabkuayat hafalan  alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 22 : 6 – 10

Selain buta, cinta juga sangat irasional dan cenderung gila. Berjalan bedua dengan sang kekasih di bawah terik siang terasa seperti menikmati sejuknya udara pagi di pegunungan.

Salah satu ciri orang yang sedang dimabuk asmara adalah ketika dalam setiap waktu dan dalam segala hal yang dilakukan yang ada di dalam hati dan pikiran hanyalah tentang kekasihnya. Itulah yang terjadi dengan Paulus saat ini. Dalam konsisi yang sudah sangat terjepit di mana nyawa menjadi taruhannya, ia masih saja berbicara dengan lantang tentang Yesus. Kalau sebelumnya ia berhasil merebut simpati para pendengar, kali ini akan bertolak belakang. Justru perkataannya membuat mereka semakin geram. Bagaimana tidak, dalam kesaksiannya ia mengakui Yesus dari Nazaret itu sebagai Tuhan (22:10). Paulus tahu bahwa apa yang ia katakan akan dianggap sebagai sebuah penistaan terhadap ALLAH dan agama Yahudi, dan akibatnya adalah kematian.

Sahabat Alkitab, apa yang dilakukan oleh Paulus saat itu adalah bentuk cintanya yang mendalam terhadap Tuhannya. Paulus tidak lagi memikirkan tentang resiko dari tindakan cintanya, tentang apakah orang-orang disekitarnya menyetujui atau tidak, dan tentang apakah Tuhan yang dicintainya akan membebaskannya dri amukan orang banyak atau tidak. Yang terpenting baginya adalah melakukan suatu tindakan yang menunjukkan bahwa ia begitu mencintai Yesus, Tuhannya. Jika kita mengatakan kita mencintai Tuhan, apakah kita merasakan dan melakukan hal yang sama seperti Paulus? Apakah kita telah dengan berani menceritakan tentang Dia kepada orang-orang yang kita jumpai? Apakah kita telah dengan sungguh-sungguh melayani-Nya tanpa mempertimbangkan untung rugi? Apakah semua yang kita punyai telah kita persembahkan kepada Tuhan? Marilah kita merenungkannya kembali.

Selamat Pagi. Ketika kasih-Nya telah menyelimuti hati dan pikiran kita, maka hari, besok, lusa, dan kapan saja kita pasti akan bercerita tentang Dia.

Salam Alkitab Untuk Semua