Tuhan, Engkau Tidak Pernah Bertindak Diam-diam Tetapi Memberitahukan Rencana-Mu Kepada Manusia. Ajar Kami Untuk Peka Menangkap Pesan-pesan-Mu

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 3 : 6 – 10

Yang kita perlu adalah kepekaan akan suara Tuhan, sebab dengan berbagai banyak cara Allah memberitahukan rencana-Nya kepada kita.

Melalui Nabi Amos, Allah memberitahukan rencana-Nya untuk menghukum bangsa-bangsa yang berdosa kepada-Nya termasuk Yehuda dan Israel. Jarak antara nubuat dan penggenapannya bisa berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Allah masih memberi kesempatan kepada segenap bangsa untuk berbalik kepada Tuhan dengan bertobat dan meninggalkan segala kebobrokan moral yang mereka lakukan.

Sahabat Alkitab, sejak semula kita mengenal Allah sebagai Allah yang begitu dekat dengan umat-Nya dan yang berkomunikasi dengan mereka. Ini adalah satu anugerah yang harusnya kita syukuri. Jika di zaman dahulu Allah berbicara kepada dan melalui para nabi, imam, dan raja-raja, hari ini Allah berbicara kepada setiap umat-Nya, kepada pribadi kita masing-masing, melalui firman-Nya, melalui suara hati, melalui orang-orang sekitar, melalui alam, dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita peka dengan itu? Dan ketika kita tahu bahwa suara itu berasal dari Allah, apakah kita mau mengindahkannya? Ataukah menjadi tidak peduli seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel? Jika Allah telah berbaik hati kepada kita dengan memberitahukan rencana-Nya bagi kita dan bagi banyak orang, layakkah jika kita menahan dan mendiamkannya?

Selamat Pagi. Bukan hanya menjadi pendengar saja, tetapi menjadi pelaku firman, itulah yang Tuhan kehendaki ‘tuk kita lakukan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Menjadi Orang Yang Paling Engkau Kasihi Bukan Saja Keistimewaan Dan Kenikmatan, Tetapi Juga Beban Dan Tanggung Jawab. Tolong Kami Memahami Ini Ya Tuhan

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 3 : 1 – 5

Untuk mendidik anak-anak yang dikasihinya, orang tua terkadang melakukannya dengan ketat, tegas, bahkan keras. Demikianlah Tuhan, ia menyesah orang yang dikasihi-Nya dan mencambuk mereka yang diakui-Nya sebagai anak.

Mengapa Tuhan menghukum Israel melebihi hukuman atas bangsa-bangsa lain? Bukankah mereka (kami) adalah umat pilihan Tuhan? Tidakkah Tuhan sayang kepada umat-Nya? Pertanyaan seperti inilah yang mungkin ada di dalam benak orang-orang Israel ketika Nabi Amos datang dengan berita nubuatnya. Alasannya adalah tidak lain karena Israel telah gagal menjadi satu bangsa yang olehnya bangsa lain akan beroleh berkat. mereka gagal menjadi kesaksian di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan, sebaliknya justru mereka yang terbawa arus kepada penyembahan bangsa di sekitar mereka yang menyembah kepada patung-patung dan ilah-ilah lain.

Sahabat Alkitab, bukan tanpa alasan Allah memilih dan mengangkat kita menjadi anak-Nya, bukan tanpa alasan juga Dia menyelamatkan kita. Ada tanggung jawab rohani dan moral di dalamnya. Allah menghendaki kita menjadi satu kesaksian bagi banyak bangsa hingga ke ujung bumi. Menjadi teladan dalam perkataan, perbuatan, dalam kasih dan dalam kesucian. Tuntutan Allah besar untuk itu, karenanya jika ternyata kita tidak berhasil menampilkan Kristus dalam diri kita kepada orang lain, malah mungkin membuat orang-orang semakin tersesat dan jauh dari Allah, kepada kita Allah akan menuntut pertanggungjawaban.

Selamat Pagi. Mari bersyukur s’bab Allah mengasihi kita, dan mari bagikan kasih itu kepada mereka.

Salam Alkitab Untuk Semua

Firman Tuhan Untuk Apahapsili

Erna Yulianawati, Kadep Komunikasi & Pengembangan Kemitraan LAI (memegang obor) saat Ibadah Peluncuran KBB bahasa Yali Angguruk di Ahapsili, 27 Mei 2018.

 

Seminggu setelah peluncurkan Alkitab bahasa Yali di Yali Angguruk, Papua, 25 Mei 2018 Tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kembali menuju tanah Papua untuk meluncurkan Buku Kabar Baik Bergambar (KBB) bahasa Yali Angguruk dan menyerahkan Alkitab bahasa Yali di Apahapsili, salah satu distrik di Kabupaten Yalimo, Papua.

Apahapsili terletak di lembah yang diapit oleh empat gunung yang mengelilinginya, yakni Gunung Wenahik Pumbukon, Gunung Esin, Gunung Nambuk Poik, dan Gunung Fubuheyu. Selain gunung, wilayah Apahapsili juga diapit oleh 4 aliran sungai besar yang mengelilinginya, yakni: Sungai Habiye, Sungai Wol, Sungai Payerek, dan Sungai Lek. Apahapsili bagaikan Lembah Taman Eden. Namun jika dilihat dari arti kata Aphapsili, maka arti tempat itu sangat bertolak belakang dengan taman eden. Apahapsili dalam bahasa Yali berasal dari 3 suku kata. “Ap” artinya manusia, “Ahap” artinya kulit, dan “Sili” artinya tempat/halaman/lokasi, jadi Apahapsili artinya tempat menguliti kulit manusia. Sangat menyeramkan memang. Namun nama tempat itu hanyalah simbol dari kehidupan suku Yali di masa lalu yang masih primitif dan kanibal. Saat ini suku Yali sudah hidup dalam terang Kristus.

Untuk masuk Apahapsili dari Sentani kami menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan, pesawat kecil berpenumpang 10 orang milik MAF. Dalam pesawat itu selain pilot, kami ber- 9 orang dipimpinan oleh Bp. Nathan Pahabol, selain duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Papua, beliau juga sebagai koordinator peluncuran KBB Yali Angguruk dan penyerahan Alkitab Yali Angguruk. Tak terasa kami sudah mengudara selama 45 menit ketika roda pesawat menyentuh landasan di Apahapsili, di Pegunungan Yalimo.

Kami disambut secara antusias oleh masyarakat Apahapsili yang berasal dari Rayon Jemaat Elelim, Jemaat Apahapsili, 17 bakal jemaat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua(GKITP). Selain itu kami disambut oleh Pdt. Yahya Walianggen, Ketua Klasis Yalimo Elelim beserta pengurus klasis, Pdt. Piet Usior, Badan Pekerja Am Wilayah Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Fredrick Tommeten, Koordinator Penerjemah bahasa Yali Angguruk, Ketua Majelis Jemaat GKITP Lachairoi Apahapsili, para guru jemaat, tua-tua adat, dan para penginjil, serta penduduk setempat. Mereka semua menggunakan pakaian adat Humi dan Kem/Salu menyambut kami sambil menari dalam gerak dan nada. Sebagai ucapan selamat datang masyarakat Yali,  penduduk mengalungkan noken di leher kaum ibu dan kalung dari biji rumput hilimbak untuk kaum bapak.

Pagi-pagi benar kami dikejutkan dengan suara yang dinyanyikan secara bersahut-sahutan oleh kaum laki-laki yang dinyanyikan dari belahan bukit dan suara kaum perempuan yang dinyanyikan dari sudut gunung yang lain yang berasal dari kampung sebelah. Semangat gotong royong juga terlihat dimana penduduk desa tetangga sengaja datang untuk membangunkan tuan rumah agar segera cepat-cepat ambil batu dan rumput untuk acara bakar batu.

Sambil penduduk menyiapkan batu, rumput, dan mengolah makanan, kami melaksanakan lokakarya di gedung sekol ah YPK Lachairoi Apahapsili, dimana sebelumnya dimulai ibadah singkat yang dipimpin oleh Bp. Yunus Walilo, seorang Guru Jemaat dan juga menjadi salah satu tim penerjemah bahasa Yali. Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi tentang Profil GKITP Klasis Yalimo Elelim dengan tema Sebagai Hasil Pekabaran Injil Selama 54 Tahun. Selanjutnya, Ibu Erna Yulianawati menyampaikan Visi-Misi LAI dan Program Kemitraannya LAI. Kemudian Pdt. F. Tommaten memberikan sesi tentang Asal Usul dan Proses Penerjemahan Alkitab Bahasa Yali. Pada sesi keempat giliran Bp. Nathan Pahabol yang akan menjelaskan Penggunaan Bahasa Yali Angguruk dalam keseharian. Dan pada sesi terakhir dipimpin oleh Pdt. Willem Rumbiak yang akan menjelaskan  Visi Misi GKI di Tanah Papua.

Setelah sepanjang hari berlokakarya, sore itu kamipun diminta untuk mengikuti prosesi Bakar Batu atau Barapen di mana semua makanan yangg terdiri dari babi, sayur-sayuran, ubi-ubian dimasak di dalam kolam yang dibawahnya diletakan batu panas dan kemudian ditutup kembali dengan batu panas yang sudah dibakar berjam-jam.

Hari ketiga di Apahapsili, pagi itu kami masih disambut oleh nyanyian bersahut-sahutan tanda mereka akan menjemput kami dengan tari-tarian dan kegembiraan. Prosesi ibadah peluncuran tepat dimulai pukul 10.00 WIT, yang diawali oleh rombongan para guru jemaat, majelis dan hamba Tuhan dengan pembawa Alkitab yang diangkat seperti “Tabut Perjanjian”. Setibanya di tempat ibadah, tepat di depan gedung Gereja Lachairoi yang lama, “Tabut Perjanjian” diletakkan, dan dilakukan pembakaran obor bambu oleh Pdt. F. Tometten, BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wakil LAI, dan Ketua Klasis. Ini sebagai simbol terang Kristus terus menyala di Tanah Apahapsili. Ibadah Minggu dimulai dengan puji-pujian bahasa Yali Angguruk dengan pembawa liturgi Ibu Agustina Faluk, Wakil Ketua MJ GKITP Lachairoi dan Pdt. Piet Usior, sebagai Pembawa Firman.

Saat peluncuran Alkitab dan KBB bahasa Yali disampaikan dalam bentuk fragmen oleh Pdt Fredrik Tommeten dan diserahkan bersama oleh wakil LAI kepada Sinode GKI di Tanah Papua. Kemudian oleh Pdt. Daniel Kaigere, S.Si, Sekum GKITP  menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan gereja-gereja yang ada di Apahapsili. Diikuti penyerahan oleh LAI, pemerintah, dan klasis. Alkitab dan KBB Yali Angguruk diserahkan kepada orang tua dan anak2 serta para pengasuh. Tuhan luar biasa. Jelas terlihat sukacita dan kegembiraan umat menerima Alkitab dan KBB Yali Angguruk. Dengan gemuruh teriakan dan tarian disambut terang matahari seakan memandang dari langit ikut menyambut Kabar Baik. Antusiasme umat terlihat ketika berhari-hari mereka jalan kaki bahkan sampai 3 hari dari kampung Gilika dan Welare 2 hari perjalanan. Sayangnya umat Tuhan terlalu banyak, sementara Alkitab dan KBB yang ada masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan umat berbahasa Yali. LAI harus terus bergumul agar firman Tuhan terus tersebar sampai wilayah terpencil, semoga banyak jiwa tergerak untuk melihat kerinduan mereka di Apahapsili. Tuhan mampukan kami untuk terus bersaksi dan melayani umat Tuhan untuk Tanah Papua. [ma]

 

 

 

Tuhan, Keserakahan Membuat Orang Melakukan Apapun Termasuk Menipu Dan Membungkam Utusan-Mu. Tolong Kami Menyadari Kejahatan Mereka

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 2 : 11.-.16

Silaunya dunia ini membuat beberapa orang menjadi buta sehingga tidak lagi mampu untuk membedakan manakah yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sungguh keterlaluan perbuatan mereka yang telah dibutakan oleh keinginan mereka yang serakah. Mereka dengan sengaja mencemarkan hidup para nazir Allah dengan memberi mereka minum anggur, sehingga mereka tidak tahir lagi. Mereka juga membungkam para nabi dengan melarang mereka menyampaikan pesan Tuhan.

Sahabat Alkitab, tidakkah kita melihat itu terjadi juga di sekitar kita? Di segala tempat, keserakahan dapat merasuk siapa saja yang tidak mampu mengekang keinginannya. Akibatnya adalah suara-suara kenabian dibungkam untuk kepentingan mereka yang sedang berkuasa dan berkepentingan, karena bagi mereka suara-suara itu hanya akan menghambat dalam mencapai tujuan pribadi mereka. Jika kita sering melihat cerita TV dimana kebaikan menang melawan kejahatan, faktanya justru bisa menjadi sangat berbeda. Kenapa? Karena kejahatan yang terlaksana secara masif dan terstruktur akan lebih kuat dibanding suara-suara kebenaran yang tidak terdengar bunyinya sama sekali. Tuhan tidak menginginkan kita berdiam diri, Ia ingin kita bertindak ketika menyadari adanya kejahatan.

Selamat Pagi. Jangan pernah diam ketika menyadari adanya keserakahan dan tipu muslihat yang membungkam suara kenabian. Karena diam berarti kita menyetujui tindakan itu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Kemalangan Datang Silih Berganti, Kami Tahu Bahwa Engkau Tak Pernah Meninggalkan Kami

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 2 : 6 – 10

Kasih setia Tuhan selalu cukup dan penyertaan-Nya tidak akan pernah berakhir. Bagi yang tertimpa kemalangan, keduanya akan semakin jelas terlihat.

Pagar makan tanaman. Itulah kalimat yang pantas untuk menggambarkan keadaan Israel saat itu. Para penguasa dan orang-orang kaya yang harusnya menjadi pelindung dan memelihara mereka yang lemah, miskin dan menderita justru melakukan tindakan sebaliknya. Mereka menjual sesamanya menjadi hamba, memiskinkan dan menyingkirkan orang miskin, menindas orang yang lemah dan tidak berdaya, menggauli para hamba perempuan mereka sendiri, bahkan mereka mencemari tempat-tempat ibadah. Meskipun begitu bagi mereka yang lemah, miskin, dan teraniaya, Allah hadir sebagai pembela mereka dan memberikan hukuman yang pantas kepada mereka yang menambah penderitaan sesamanya.

Sahabat Alkitab, melihat penyertaan Tuhan dalam kemalangan yang kita alami memang sangat dibutuhkan kacamata iman, dan menantikan tangan-Nya datang menolong dan membebaskan dibutuhkan kepercayaan dan kesabaran. Kehadiran Tuhan itu benar nyata kepada mereka yang mengharapkan-Nya, bukan sebuah sugesti yang hanya menenangkan untuk sesaat. Kehadiran Tuhan itu memulihkan dan memberi sukacita sejati, memberi semangat dan gairah untuk menjalani kehidupan. Sifatnya tetap, dari hati memancar keluar dalam bentuk tindakan. Kehadiran Tuhan dalam penderitaan tidak membuat kita menjadi mengasihani diri melainkan mengasihi diri, mengasihi sesama, dan mengasihi Tuhan.

Selamat Pagi. Kemalangan akan terus datang silih berganti, namun kasih setia Tuhan kekal abadi. Jadi, berharaplah kepada-Nya dan nantikanlah Dia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Sering Kali Kami Merasa Istimewa Dan Jadi Sombong, Padahal Kami Sama Dengan Yang Lain. Ampuni Kami Ya Tuhan

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 2 : 1 – 5

Allah memperlakukan semua manusia dengan adil, yang berbuat jahat akan dihukum, yang hidup benar akan menerima upahnya berupa kebaikan. Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan tidak pernah menjadi pembedanya.

Mulai dari Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, Amon, Moab, dan kini giliran Yehuda yang akan ditimpa oleh hukuman TUHAN. Moab dihukum karena dosanya terhadap Edom, bangsa yang juga mendapatkan hukuman. Berita nubuat penghukuman ini kemudian berpindah kepada Yehuda, umat pilihan Tuhan. Umat yang selalu merasa dirinya sebagai bangsa yang lebih istimewa dari yang lain. Yehuda akan dihukum karena penyembahan kepada ilah lain dan karena kehidupan yang tidak sesuai dengan hukum Taurat.

Sahabat Alkitab, entah apa yang ada dalam benak orang-orang Yehuda tatkala mendengar bahwa mereka juga akan dihukum oleh Tuhan. Mungkin mereka kecewa dan marah. Tuhan menghukum siapa yang patut untuk dihukum. Moab dihukum karena dianggap menghina Edom, sekalipun Edom sendiri juga punya dosa terhadap Israel. Sekali lagi di sini Allah ingin menyatakan bahwa semua manusia dimata-Nya sama, yang membedakan hanyalah ketaatan mereka kepada Tuhan. Pilihan Tuhan atas Israel dan kita hari ini adalah dengan tujuan untuk menjadi berkat dan kesaksian bagi bangsa dan orang-orang lain dengan menjalankan kehendak Tuhan, agar mereka juga oleh kesaksian itu boleh melihat dan merasakan kasih karunia Allah. Pilihan Tuhan atas kita tidak sekali-kali membiarkan kita berbuat dosa dengan sekehendak hati. Allah pasti akan menghukumnya.

Selamat Pagi. Mari kita menunjukkan bahwa kita istimewa dengan perbuatan yang memuliakan Tuhan bukan dengan mengeklusifkan diri di tengah-tengah lingkungan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kekejaman Adalah Buah Dari Kebencian Dan Kemarahan. Terima Kasih Telah Menjadikan Kami Penabur Belas Kasih Dan Pengampunan

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 1 : 11 – 15

Di mana-mana dosa selalu berbuah dosa, demikianlah sikap hati yang jahat akan menghasilkan tindakan jahat. Matikanlah benihnya, jangan dipupuk dan diberi makan lagi.

Edom dan Israel adalah dua orang bersaudara, itulah Esau dan Yakub, nenek moyang kedua bangsa yang besar itu. Ayat 11 memberi gambaran bahwa dosa Edom telah berungkali dilakukan, menyerang Israel tanpa belas kasih, yang berakar dari kemarahan dan dendam masa lalu yang terus dipelihara. Dosa Amon juga begitu besar, mencaplok tanah Israel dan melakukan kejahatan perang dengan tanpa belas kasih membelah perut perempuan hamil di Gilead. Amon adalah anak yang lahir dari hubungan antara Lot dengan salah satu putrinya, nenek moyang bangsa Amon. Karena dosa-dosa inilah Tuhan akan menghukum mereka.

Sahabat Alkitab, sejarah bangsa-bangsa dalam Alkitab dengan jelas memperlihatkan kepada kita bagaimana jadinya ketika kemarahan dan kebencian itu terus tersimpan di dalam hati. Untuk sesaat memang tidak akan telihat namun jika waktunya telah tiba, ia akan meledak dengan hebatnya. Semakin lama ia tersimpan maka semakin besar efek yang timbul dari ledakan amarah dan kebencian itu. Inginkah kita mengulangi sejarah kelam itu di dalam kehidupan kita? Tahukah kita jika itu terjadi bukan hanya orang lain yang dirugikan, tetapi diri sendiri juga? Tuhan Yesus mengajarkan dan memberi teladan kepada kita bagaimana mengasihi dan mengampuni, yaitu mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri (Mat. 19:19) dan mengampuni dengan tidak putus-putusnya (Mat. 18:22). Itulah yang Yesus kerjakan di atas kayu salib.

Selamat Beribadah. Marilah kita berkomitmen untuk menunjukkan kasih dan pengampunan yang Tuhan teladankan mulai dari sekarang, kepada orang terdekat kita dan kepada orang yang paling kita benci, agar kasih dan pengampunan tidak menjadi wacana forever.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Menentang Perbudakan Dan Keserakahan, Berikan Kami Keberanian Untuk Menolong Yang Tertindas

 Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 1 : 6 – 10

 

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang “bebas” agar dapat berkarya sebagaimana Tuhan telah berkarya. Perbudakan merusak semuanya itu.

Gaza adalah salah satu kota terpenting di Filistin. Yang terjadi di sana adalah perbudakan dan perdagangan budak, sebab memang daerah itu merupakan persimpangan rute perdagangan. Gaza telah menjual orang-orang Israel ke tangan bangsa Edom, musuh terbesar Israel. Tirus juga melakukan perbudakan yang sama bahkan telah melanggar perjanjian persaudaraan yang pernah diikatnya dengan Salomo (bdk. I Raj. 5:12). Bagi Tuhan dosa mereka telah begitu besar dan telah berkali-kali dilakukan, karena itu mereka akan dihukum.

Sahabat Alkitab, perbudakan tidak penah mendapat tempat sedikitpun di hati Allah dalam berbagai bentuknya. Sebabnya adalah karena perbudakan merampas kebebasan yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia untuk berkarya cipta bagi-Nya, juga untuk mengembangkan kemampuan manusia itu sendiri, dan karena perbudakan telah merampas hidup manusia yang mana Tuhan menciptakan itu untuk diabdikan kepada-Nya dan untuk dinikmati oleh manusia. Memperjualbelikan manusia untuk sebuah eksploitasi adalah dosa yang berkali-kali lipat. Inilah yang Tuhan kehendaki jika melihat sejarah penciptaan: Manusia bekerja seperti Allah bekerja. Manusia beristirahat seperti Allah “beristirahat”. Manusia mendapatkan “reward”, yaitu menikmati hasil kerjanya seperti Allah menikmati seluruh karya penciptaan-Nya di mana semua yang ada menyembah-Nya. Jika salah satu dirampas maka di situlah sedang terjadi perbudakan.

Selamat Pagi. jangan pernah melakukan perbudakan apalagi menikmatinya, melainkan jadilah pembela yang nyata bagi mereka yang diperbudak oleh manusia lainnya, oleh sistem, dan terutama oleh dosa.

Salam Alkitab Untuk Semua

Pelantikan KKPD Banjarmasin & KKPD Banjar Baru

Pdt Dr. I.P. Lambe (Ketua Umum Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI Mitra Banjarmasin dan KKPD LAI Mitra Banjar Baru bertempat di Gereja Isa Almasih Hope Banjarmasin, 1 Juni 2018

Tepat dihari lahirnya Pancasila 1 Juni 2018, Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik sekaligus dua kepengurusan KKPD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru untuk periode kepengurusan 2018 – 2023.

Rasa syukur dan antusiasme para mitra LAI yang tergabung dalam KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru terlihat dalam kehadiran mereka pada ibadah pelatikan di GIA Hope Banjarmasin. Adalah Pdt. Dr. Ishak P. Lambe, Ketua Umum LAI, sendiri yang bertindak selaku pelayan firman dalam ibadah tersebut. Dalam renungannya  beliau mencoba menjelaskan peristiwa Pentakosta sehingga semua orang yang hadir bisa berbicara dalam bahasa ibu mereka masing-masing (Kisah Para Rasul 2: 1-16). Dengan turunnya Roh Kudus sebenarnya para murid dipakai Tuhan sebagai alat perpanjangan tangan Tuhan menyampaikan Kabar Baik ke dalam berbagai bahasa agar semua orang mengerti dan memahami. Ini bertolak belakang dengan maksud didirikannya menara Babel yang hanya ingin membuat manusia hebat dan menyamai kebesaran Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan tidak ingin manusia binasa, sehingga Tuhan mengacaukan dengan mengubah seluruh bahasa yang satu menjadi berbeda-beda.

Peristiwa Pentakosta menjadi semangat berdirinya Lembaga Alkitab di muka bumi. Tujuannya agar Firman Tuhan diterjemahkan ke sebanyak mungkin bahasa sehingga setiap orang bisa membaca, mengerti, dan memahami Kabar Baik. Hal itu tertuang dalam visi-misi pelayananan lembaga Alkitab di manapun, termasuk juga visi-misi LAI. Agar Firman Tuhan sampai ke seluruh umat Tuhan LAI perlu bermitra dan bersinergi dengan seluruh Gereja dan umat Tuhan. LAI menyiapkan benih (lewat Alkitab yang diterjemahkan, diproduksi dan disebarkan). Gereja menaburkan benih (pelayanan Penginjilan), dan Tuhan yang menumbuhkan firman (Hidup Baru). Untuk itu LAI dan umat Tuhan harus bekerjasama mempererat pelayanan bersama.

Setelah ibadah pelantikan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan berturut-turut oleh Pdt. Dr. Wardinan, Penasehat KKPD Banjarmasin dan Ketua Sinode GKE, mengucapkan terimakasih dipercayakan sebagai penasehat dan akan mengajak seluruh umat Tuhan di Banjarmasin untuk bergabung dalam KKPD agar dapat memberikan dampak besar bagi pekabaran injil ke pelosok Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pdt. Oktapianus, Penasehat KKPD Banjar Baru yang akan  mengajak semua umat untuk bergerak bersama-sama ambil bagian dalam penyebaran Kabar Baik di Indonesia. Demikian juga dengan Gereja Katolik yang juga sudah terlibat dalam pelayanan ini sebagai KKPD LAI mitra Banjarmasin. Dan selanjutnya Pdt. Effendi, Ketua KKPD Banjarmasin dan Pdt. Andi, Ketua KKPD Banjar Baru secara bersamaan berdiri mengucapkan banyak terimakasih untuk dukungan yang diberikan dan akan mulai bergerak aktif mengumpulkan anggota dan akan menggelar rapat perdana untuk memulai pelayanan KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru.

Menutup sambutannya, Pdt. Ishak P. Lambe mengulang kembali visi LAI sambil menceritakan sejarah pelayanan LAI hingga saat ini, termasuk program-program, produk-produk, sampai isu-isu di sekitar penerjemahan Alkitab. Melalui info singkat ini Pengurus LAI dhi. diwakili oleh Ketua Umum LAI berharap kepada semua mitra LAI, termasuk KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru bisa bersinergi mendukung pewartaan Kabar Baik sehingga kehadiran Alkitab bisa dirasakan oleh semua orang di Nusantara. [Selviana]