Tuhan, Engkau Mengangkat Kami Menjadi Anak-Anak-Mu. Inilah Yang Terus Kami Tegaskan Ketika Berinteraksi Dengan Dunia.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab, santapan rohani, critical christians, warung sate kamu,
Galatia 1 : 1 – 5

Sama seperti kita bangga ketika memperkenalkan asal suku dan marga dalam setiap perjumpaan, maka sudah selayaknya kita lebih bangga lagi memperkenalkan diri sebagai anak, murid, dan atau pengikut Kristus.

Mengawali suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus memberi penegasan akan siapa dirinya. Yaitu rasul yang diangkat bukan dengan perantaraan atau oleh manusia melainkan langsung oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa. Paulus ingin menunjukkan kesetaraan posisinya dengan para rasul yang diangkat oleh Yesus semasa Dia melayani di dunia. Otoritas ini penting disampaikan oleh Paulus karena menyangkut ajaran yang pernah diberikannya kepada jemaat di Galatia dan penegasan kembali dalam suratnya agar mereka tidak meragukannya dan kebenaran pengajarannya.

Sahabat Alkitab, kita hidup dan bergaul di tengah-tengah masyarakat yang sangat plural. Tentu kita membawa serta “identitas” yang melekat dalam diri kita masing-masing. Apa yang kita tampilkan akan menjadi cara orang-orang untuk mengenali identitas tersebut. Sebagai contoh; saat kita mendengar seseorang yang berbicara dengan sangat cepat maka kita akan mengidentifikasinya sebagai orang yang berasal dari wilayah Indonesia bagian Timur, entah Papua atau Ambon, sementara yang berbicara dengan suara pelan dan agak lambat maka kita mengidentifikasinya sebagai orang yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat, secara khusus pulau Jawa. Begitu juga dengan warna kulit, bentuk rambut, dan banyak lainnya. Satu yang paling penting adalah memperkenalkan identitas rohani kita kepada sebanyak mungkin orang, kita sebagai anak dan umat tebusan Kristus. Untuk memperkenalkan itu kita harus membawa gaya hidup Kristus yang penuh kasih, juga kekudusan hidup sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan.

Selamat Pagi. Siapa Kita? Anak Tuhan. Bagaimana kita? Kudus dan penuh cinta.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Ingin Kami Hidup Bahagia Dengan Segala Kesenangan. Asal Itu Tidak Membuat Kami Pergi Dan Menyimpang Dari Jalan-Jalan Yang Telah Engkau Tetapkan.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 22 – 26 (BIMK)

Jika bukan untuk dinikmati, untuk apakah Tuhan menciptakan dunia ini dengan segala keindahannya?

Terlihat seperti tidak ada lagi waktu bagi Timotius untuk bersantai sejenak untuk sekedar memikirkan dirinya atau menikmati berkat Tuhan dalam masa mudanya. Sebab dengan tegas Paulus mengingatkannya “Jauhilah kesenangan-kesenangan orang muda. Berusahalah untuk hidup menurut kemauan Allah…” seperti seruan agar Timotius tidak lagi bergaul dengan orang muda sebayanya apalagi bersenang-senang dengan mereka dan hanya fokus dengan kehidupan keagamaan saja. Sesungguhnya kesenangan orang muda yang Paulus maksud mengacu pada ajaran yang tidak sehat yang menggoda orang muda (4:3), tidak ada pengendalian diri (3:3), dan hanya menuruti hawa nafsu (3:4).

Sahabat Alkitab, ketika Allah menciptakan dunia ini memang samata-mata hanya untuk kesenangan dan kemuliaan-Nya, namun Allah tidak melupakan ada manusia yang Dia diciptakan segambar dan serupa dengan Dia yang diberi-Nya tugas untuk menaklukkan bumi ini dengan hadiah untuk “menikmati” kesenangan dalam dunia ciptaan-Nya. Allah juga memilih kita untuk diselamatkan dan dikuduskan bukan untuk menjauhi “kenikmatan” hidup dan sosialisasi dengan dunia ini melainkan mengutus kita kedalamnya untuk bersaksi tentang Injil Kristus dan memberikan kebahagiaan serta kesenangan hidup sebagai bagian dari kasih dan pemeliharaan-Nya. Sudah tentu itu semua harus berada dalam koridor hukum dan kekudusan yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Bukankah Allah disenangkan saat melihat dari kemuliaan-Nya bahwa kita menikmati dengan penuh syukur berkat yang Dia curahkan?

Selamat Pagi. Nikmati dan syukurilah segala berkat yang Tuhan beri dengan tetap berjalan dalam kehendak-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Tahu Bahwa Engkau Menciptakan Kami Semua dengan Potensi Yang Sama. Biarlah Kami Menyadari Ini, Sehingga Tidak Putus Asa Dalam Perjuangan Menjadi Yang Terbaik.

2 Timotius 2 : 19 – 21 (BIMK)

Tuhan memberikan karunia rohani dan talenta yang berbeda tiap orang, tetapi dengan potensi yang sama untuk menggunakan dan mengembangkannya.

Seperti halnya perabot dalam rumah begitu juga kualitas kehidupan kekristenan masing-masing orang. Perabot yang terbuat dari emas dan perak digunakan untuk keperluan istimewa, yang terbuat dari kayu dan tanah dipakai untuk keperluan biasa. Kualitas kehidupan kristen yang baik sama dengan perabot dari emas dan perak, sedang mereka yang tidak memiliki kehidupan Kristen yang baik sama dengan perabot dari kayu dan tanah. Perbedaannya adalah perabot sifatnya statis, tidak berubah, diciptakan sejak awal demikian sampai pada akhirnya pun tetap demikian. Manusia dengan kehidupan rohaninya bersifat dinamis, dapat bertumbuh dapat juga menyusut atau merosot.

Sahabat Alkitab, kita yang telah dipilih Tuhan untuk diselamatkan adalah seumpama emas dan perak, dipilih untuk dipakai guna keperluan berharga, dan diberikan potensi yang sama untuk dipakai guna keperluan berharga. Potensi itu adalah kemampuan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan yang selalu membersihkan (menjauhkan) dirinya dari yang jahat atau dengan kata lain mereka yang selalu menjaga kekudusan hidupnya di hadapan Tuhan (21). Pertanyaan bagi kita, maukah kita memakai potensi itu agar menjadi semakin berharga dan berguna bagi kemuliaan Tuhan atau tidak?

Selamat Pagi. Kuduskanlah diri Anda hari ini, karena Tuhan ingin memakai Anda untuk memuliakan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Belajar dari Lembaga Alkitab Korea

Data jumlah orang Kristen Protestan (P) dan Katolik (K) di Korea Selatan sejak tahun 1985 sampai 2010 tercatat sebagai berikut: 1985 (P=16,1%, K=4,6%); 1995 (P=19,7%, K=6,6%); 2005 (P=18,3%, K=10,9%); 2010 (P=24,0%, K=7,6%). Protestan pernah mengalami penurunan pada tahun 2005, namun naik lagi di tahun 2010. Sedangkan Katolik justru mengalami penurunan cukup signifikan di tahun 2010.

Secara umum bila dijumlahkan persentase orang Kristen (Protestan dan Katolik) di Korea Selatan terus meningkat. Dengan jumlah penduduk 50 jutaan maka orang Kristen (Protestan dan Katolik) di Korea Selatan saat ini sekitar 15,8 Juta orang. Jumlah ini tidak lebih banyak dibanding jumlah orang Kristen dan Katolik di Indonesia yang sekitar 26,3 Juta orang (10% dari penduduk Indonesia). Pertanyaannya, mengapa KBS bisa lebih “wah” dibanding Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)?

Hari ini, meski masih berasa letih setelah terbang 7 jam, saya melakukan orientasi di kompleks Ross Memorial Hall milik KBS di pinggir kota Seoul yang berisi (1) Bible Exhibition Hall, (2) Institute for Biblical Text Research, (3) The Center for Bible Education & Culture, (4) Information Resources Center For Biblical Studies, and (5) KBS Warehouse. Kompleks seluas lebih dari 18.000 m2 didedikasikan untuk mengenang Rev. John Ross (1842-1915) misionaris asal Scotland yang membawa kabar baik pertama ke Semenanjung Korea dengan menerjemahkan Injil Markus dalam bahasa Korea dan menerbitkannya pada tahun 1882.

Dari KBS Warehouse yang luasnya lebih dari 2.000 meter persegi bisa dilihat betapa “wah’nya KBS. Semua serba komputerisasi sehingga hanya membutuhkan tenaga kerja 6 orang meski harus menyimpan dan mengirim sekitar 8 (delapan) juta Alkitab dan bagian-bagiannya setiap tahun!! Manajer KBS Warehouse termasuk bertanggung jawab terhadap seluruh kompleks Ross Memorial Hall. Betapa sangat efisiennya mereka. Bible Exhibition Hall, Institute for Biblical Text Research, The Center for Bible Education & Culture, dan Information Resources Center For Biblical Studies, dikelola dengan sangat rapi, efisien dan profesional oleh sangat sedikit tenaga kerja. Semua berbasis teknologi komputerisasi.

Yang lebih “wah” lagi adalah penerbitan dan distribusi Alkitab dan bagian-bagiannya tidak hanya untuk negeri Korea Selatan, namun juga untuk 93 negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin. Ini menandakan semangat pelayanan dan kesaksian ke luar negeri dari gereja-gereja di Korea Selatan sangat tinggi. Di tahun 2000an tercatat ada 10,646 misionaris dari Korea Selatan pergi ke 156 negara di seluruh dunia. Salah satu hasilnya adalah Alkitab dan bagian-bagiannya di negeri dimana misionaris Korea Selatan berada diterbitkan oleh KBS.

Dari perjalanan sejarahnya KBS juga memiliki perjalanan lebih panjang dibandingkan dengan Lembaga Alkitab Indonesia yang lahir tahun 1954. Korea Bible Society berdiri tahun 1895 dengan nama “Korean Agency of the British and Foreign Bible Society” delapan tahun sesudah mereka menerbitkan Alkitab utuh pertama pada tahun 1887. Kenmure tercatat sebagai Sekretaris Umum pertama “BFBS Korean agency.” Pada tahun 1945 sesudah mengalami banyak kesulitan oleh karena pendudukan Jepang, KBS berdiri meneruskan karya BFBS Korean Agency yang ditutup tahun 1941.

Perjalanan yang lebih panjang, pengalaman yang lebih banyak, keberadaan ekonomi negara yang lebih makmur, semangat pelayanan dan kesaksian para misionaris Korea Selatan ke berbagai negeri, semuanya memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan KBS sehingga mampu mencapai kemajuan yang “wah” saat ini.
Pelajaran yang dapat dipetik dari KBS agar LAI lebih hebat dalam berkarya melayani umat di Indonesia dan dunia adalah: (1) Etos kerja yang harus terus menerus meningkat agar semakin efisien dan efektif, (2) Penggunaan teknologi terkini, (3) Pemanfaatan peluang-peluang sejalan dengan perkembangan kemakmuran negara, dan (4) Mendorong pelayanan serta kesaksian para misionaris ke berbagai negeri.

LAI tidak bisa sendirian melakukan pelayanan di bidang penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran serta upaya agar Alkitab menjadi pedoman hidup sehari-hari umat. Sinergi dengan seluruh denominasi dan konfensi Gereja-gereja di Indonesia adalah suatu keharusan.

Itulah mengapa saya diutus LAI untuk datang dan belajar dari KBS sekaligus mengikuti sesi-sesi pembelajaran “UBS Church Relations” yang berlangsung 28-30 Agustus 2018 ini. Sub topik yang dibahas adalah: (1) Church Relation in the Bible Societies, (2) The Bible in the Christian Traditions, (3) The Major Trends and Development in Churhes, (4) How Can Bible Societies Help the Churches (5) ) How The Churches Can Help the Bible Societies, (6) Bible Society Communications With Churches, (7) Creating a Local Church Relation Strategy.

Dalam perebutan medali emas Asian Games, Indonesia masih sedikit di bawah Korea Selatan, namun semakin mendekatinya. Dalam hal kualitas layanan Alkitab, pastinya Indonesia akan mampu mendekatinya juga. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Tolonglah Kami Menghindari Hal-Hal Tak Baik Yang Walaupun Menarik Tetapi Tidak Berguna Bagi Usaha Kami Menciptakan Kebaikan di Bumi.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 14 – 18 (BIMK)

Kata orang, “Kita boleh berbuat apa saja yang kita mau.” Benar! Tetapi tidak semua yang kita mau itu berguna. “Kita boleh berbuat apa saja yang kita mau” – tetapi tidak semua yang kita mau itu membangun kehidupan kita. (I Kor. 10:23, BIMK)

Terjadi perdebatan yang tidak habis-habisnya dalam jemaat Efesus tentang tentang kebangkita. Ada yang mengajarkan bahwa kebangkitan itu telah berlangsung yaitu kebangkita rohani, mereka adalah Himeneus dan Filetus. Karena itu orang-orang tidak lagi mengarahkan imannya pada kebangkitan tubuh yang akan diterima pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali. Karena itulah Paulus mengingatkan agar Timotius menjauhi perdebatan tentang itu, agar fokus pekerjaannya dalam melayani dan memimpin jemaat tidak hilang. Juga agar Timotius mengingatkan itu kepada mereka yang suka berdebat yang malah hanya menimbulkan kekacauan pemahaman mereka tentang Injil yang sejati.

Sahabat Alkitab, di zaman yang penuh keterbukaan informasi seperti saat ini ada begitu banyak ajaran yang tersebar, beberapa orang terjebak dalam debat kusir yang sama sekali tidak memberi manfaat. Bukan tidak boleh kita berapologet dan membela pengajaran benar yang telah kita terima, tetapi jika hanya menghabiskan waktu untuk itu saja sementara hal lain yang lebih utama terabaikan, maka sudah seharusnya kita menghentikan dan menghindari itu, apalagi jika perdebatan itu sudah menyulut emosi yang dapat bermuara pada kekerasan. Bukan hanya dalam soal-soal iman, dalam hal lainpun sebaiknya perdebatan kosong harus dihindari. Fokus kita adalah bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mewujudkan apa yang kita pikirkan dan katakan agar hidup menjadi lebih bermanfaat bagi semua orang.

Selamat Pagi. Dunia sedang membutuhkan kesaksian dan karya nyata dari kita para pengikut Kristus, jadi tunjukkanlah itu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Mataku Tertuju Pada-Mu, Segenap Hidupku Kuserahkan Pada-Mu. Pimpin Aku Masuk Rencana-Mu.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 8 -.13

Sebuah upaya untuk menemukan orang-orang yang telah dipilih oleh Allah dalam fakta sejarah keselamatan, itulah yang harus terus kita kerjakan.

Paulus memiliki keyakinan bahwa Yesus itu adalah Kristus yang telah mati dan yang telah bangkit. Itulah Kabar Baik yang ia terus beritakan agar semakin banyak orang mendengarnya dan menjadi percaya, yaitu mereka yang telah dipilih oleh Allah sebelumnya untuk diselamatkan. Paulus sendiri telah mengalami keselamatan itu, karena itu ia tidak peduli dengan penderitaan yang ia alami demi memberitakan Injil.

Sahabat Alkitab, adakah kita juga memiliki kesadaran dan keyakinan yang sama dengan Paulus bahwa keselamatan yang telah kita terima dari berita Injil yang telah kita dengar, harus diteruskan kepada orang lain juga? Jika kita menyadari betapa pentingnya Injil itu dan bahwa kasih karunia Allah cukup untuk menjangkau semua orang, maka sudah sepantasnya kita tidak pernah berhenti untuk memberitakannya. Dan karena ada begitu banyak orang di luar sana merindukan kasih karunia dan keselamatan dari Allah. Tantangan dalam memberitakan Injil sudah pasti ada, bahkan mungkin sangat berat, namun seberapapun beratnya itu, firman Allah tidak dapat dibatasi. Hikmat dan kuasa Allah akan menyertai pemberita dan berita Injil itu.

Selamat Pagi. Beritakanlah baik atau tidak baik waktunya, dengan tulus seperti merpati namun tetap cerdik seperti ular.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Mataku Tertuju Pada-Mu, Segenap Hidupku Kuserahkan Pada-Mu. Pimpin Aku Masuk Rencana-Mu.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 1 – 7 (BIMK)

“Terus fokus satu titik, hanya itu, titik itu, tetap fokus kita kejar, dan raih bintang.”

Menjadi pengikut Kristus berarti harus turut menderita seperti Kristus, dengan tidak lagi mementingkan diri sendiri dan sibuk dengan urusan sendiri (4), mengikuti aturan main yang Tuhan tetapkan (5), dan melakukannya dengan penuh kerja keras (6), barulah kita dapat menikmati hasil yang telah Tuhan sediakan. Paulus ingin agar Timotius fokus dengan itu semua seperti seorang prajurit, olahragawan, dan petani.

Sahabat Alkitab, menjalani hidup itu berbicara tentang tujuan hidup. Tujuan Tuhan menciptakan dan menyelamatkan kita satu-satunya adalah untuk menyenangkan-Nya, tidak ada tujuan lain. Maka jika kita telah menjadikan itu sebagai benar-benar tujuan kita, tidak ada lagi yang dapat mengganggu dan mengalihkan perhatian kita. Kita akan belajar untuk menyenangkannya, bekerja untuk menyenangkannya, melayani untuk menyenangkannya, menikah untuk menyenangkannya, makan dan minum untuk menyenangkannya, berpikir, berbicara, dan melakukan apapun untuk menyenangkannya, tidak ada lagi kesenangan diri sendiri sebagai tujuan kita. Segala hal lain yang “menyenangkan” diri kita akan diberikan-Nya sebagai hadiah dari kerja keras, ketekuanan, dan kesetiaan kita dalam menggenapi tujuan-Nya.

Selamat Pagi. Hari ini adalah kesembatan baru yang diberikan Tuhan untuk menyenangkan-Nya. Kerjakanlah! Sebab besok kesempatan itu belum tentu datang.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Mengajar Kami Agar Tidak Meninggalkan Seorangpun,Tetapi Menolong Mengingatkan, Dan Menguatkan Mereka Yang Mulai Menyerah Pada Godaan Dunia.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 1 : 13 – 18 (BIMK)

Jika melihat seorang terjatuh, hal yang pantas untuk dilakukan adalah menghampirinya, mengangkatnya, dan menuntunnya untuk kembali berjalan, bukan melihat, menceritakan dan menertawakan kejatuhannya, apalagi meninggalkannya.

Dalam penjara, Paulus menulis suratnya dengan menceritakan pengalaman ditinggalkan oleh orang-orang yang ia layani dan yang melayani bersama dengan dia. Dia ditinggalkan oleh mereka yang dianggapnya sebagai sahabat justru saat dimana ia sangat membutuhkan support dari mereka (15). Alasannya mungkin karena malu atau karena takut dipenjara seperti Paulus. Namun ada satu yang tidak meninggalkannya dan tidak malu dengan keadaannya, yaitu Onesiforus dan keluarganya.

Sahabat Alkitab, siapapun tidak ingin mengalami yang dialami oleh Paulus, ditinggalkan oleh orang terdekat dan yang dipercaya saat kehadiran mereka justru paling dibutuhkan. Mengingat kebelakang, mungkin kita pernah mengalaminya juga, entah pada posisi Paulus yang ditinggalkan atau dalam posisi sebagai yang meninggalkan. Dari kisah ini kita diajarkan betapa keberadaan seorang teman atau sahabat adalah keberadaan yang dapat memberikan sukacita dan kekuatan bagi mereka yang lemah. Sudah sepantasnyalah yang kuat menolong yang lemah, yang benar menuntun yang tersesat dan kehilangan arah. Yesus mengajarkan kita untuk tidak meninggalkan seorang pun melalui doa untuk murid-murid-Nya (Yoh. 18:9), sebab meninggalkan mereka yang membutuhkan kita sama dengan menginginkan kebinasaan mereka.

Selamat Beribadah. Marilah kita berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan kepada sesama dengan menolong dan menguatkan mereka, agar bersama-sama kita beribadah dan memuliakan Allah.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Pengalaman Hidup Bersama-Mu Adalah Kekuatan Dan Kebahagiaan Yang Akan Dengan Bangga Kami Bagikan Kepada Semua Orang.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 1 : 9 – 12 (BIMK)

“Asal Tuhan beserta, berada di ujung bahayapun tidak mengapa. Jika Tuhan tidak beserta, berbaring disinggasanapun aku enggan.”

Paulus mengatakan bahwa dirinya mengalami penderitaan dalam memberitakan Kabar Baik, namun dalam penderitaan itu ia tetap percaya kepada Tuhan, imannya sedikitpun tidak goyah. Karena dalam pengalaman imannya ia tahu siapa Allah yang dia percayai, yaitu Allah yang akan dan selalu sanggup menjaga apa yang telah dipercayakan-Nya kepada Paulus sampai Hari Kiamat.

Sahabat Alkitab, setiap orang harus mengalami pengalaman beriman bersama dengan Allah yang sudah pasti tidak sama untuk setiap orang. Pengalaman-pengalaman inilah yang harus kita bagikan kepada orang-orang, bukan supaya mereka mengalami hal yang sama persis dengan kita, melainkan agar mereka dapat memetik makna dan nilai-nilai dari situ dan mengambilnya menjadi pelajaran berharga. Yang pada akhirnya akan membawa mereka untuk semakin rindu mengalami pengalaman pribadi bersama dengan Allah dan mengalami pertumbuhan iman karenanya.

Selamat Pagi. Carilah Allah selama Ia berkenan untuk ditemui, karena tidak ada perjumpaan yang paling berharga selain berjumpa dengan Dia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Ekspektasi Tinggi Terhadap LAI

Selasa malam (21 Agutus 2018) saya menjadi pembicara di sebuah forum diskusi yang pesertanya kaum Bapak Kristiani di sebuah permukiman Kota Bekasi. Forum diskusi ini bernama Persekutuan Doa Kaum Bapak (PDKB) yang keberadaannya sama sekali tidak berhubungan dengan partai politik di masa lalu (meski memiliki singkatan yang sama).

Kegiatan PDKB berfokus pada diskusi bulanan dengan topik-topik yang berhubungan dengan iman Kristiani dan dengan semangat oikoumene, karena anggotanya berasal dari latar belakang gereja yang beraneka ragam. Berdasarkan kesepakatan dengan pengurus PDKB, selasa malam itu saya membawakan topik Bible Life Cycle yang tentu berhubungan dengan keberadaan layanan Lembaga Alkitab Indonesia.

Sesuai dengan siklus yang menjadi pedoman kerja lembaga-lembaga Alkitab yang tergabung dalam Perserikatan Lembaga-lembaga Alkitab Dunia (United Bible Societies), ada enam tahapan aktivitas yang tidak terputus: (1) Penerjemahan Alkitab, (2) Penerbitan Alkitab, (3) Penyebaran Alkitab, (4) Upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup umat, (5) Advokasi berbasis Alkitab, dan (6) Pelayanan serta kesaksian Alkitab.

Lembaga Alkitab Indonesia yang sudah berusia 64 tahun di Indonesia menjalankan keenam tahapan aktivitas di atas yang selalu bermitra dengan gereja-gereja interdenominasi dan interkonfesi di Indonesia. Seluruh sinode Gereja Kristen di Indonesia (yang menurut data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama RI ada 323 Sinode Gereja), bersama dengan umat Katolik di Indonesia semuanya menggunakan Alkitab terbitan LAI. Umat Katolik di Indonesia menggunakan Alkitab terbitan LAI oleh karena sejak 1968 proses penerjemahan Alkitab di Indonesia dilakukan bersama-sama oleh seluruh ahli penerjemahan Alkitab Gereja Kristen Protestan dan Gereja Katolik.

Dari tanya jawab, diskusi dan ramah tamah yang berlangsung sampai pukul 23.50 WIB tampak pemahaman mayoritas peserta diskusi terhadap LAI masih sangat terbatas. Bahkan ada satu bapak yang setengah bergurau mengungkapkan kalimat demikian: “Saya pikir selama ini LAI itu punya HKBP.” Saya menjawab bahwa LAI adalah milik semua Gereja di Indonesia, karena semua produk LAI ditujukan untuk membantu seluruh Gereja. Setelah berdiskusi soal penerjemahan, Bapak ini juga menyadari bahwa HKBP selama ini memakai terbitan Alkitab terjemahan bahasa Batak Toba yang sudah berusia sangat tua. Ini berarti HKBP membutuhkan revisi terjemahan Alkitab agar bahasanya dapat lebih dipahami oleh generasi muda.

Sejalan perubahan jaman, terjemahan Alkitab memang membutuhkan revisi secara periodik dari waktu ke waktu. Lazimnya setiap 30-50 tahun terjemahan Alkitab diterbitkan, sudah banyak perubahan yang menuntut adanya revisi terjemahan Alkitab. Ada beberapa alasan mengapa terjemahan Alkitab perlu direvisi, sebagai contoh Alkitab TB (Terjemahan Baru) yang terbit tahun 1974 perlu direvisi. karena: (1) Adanya perkembangan dalam bahasa Indonesia. Ada kata-kata yang sudah usang, berubah arti, kata-kata baru. (2) Adanya perkembangan penelitian teks sumber (Ibrani, Aram, Yunani). Ada penemuan-penemuan baru yang memberikan penguatan kepada metode terjemahan Alkitab. (3) Adanya perkembangan ilmu tafsir (exegese), dan (4) Adanya perkembangan ilmu penerjemahan (science of translating).

Setelah diskusi dan dialog intensif peserta diskusi banyak memberikan masukan dan mengungkapkan ekspektasi yang tinggi terhadap LAI. Misalnya tentang pentingnya LAI mengkomunikasikan lebih gencar kepada gereja-gereja agar lebih banyak umat yang paham tentang berbagai program LAI. Juga masukan tentang pentingnya lebih menjabarkan informasi tentang berbagai pembiayaan yang dibutuhkan agar semakin banyak pihak yang terpanggil mendoakan, mewartakan dan mendonasikan berkat-berkatnya.

Karena Bapak-bapak ini memiliki profesi yang bermacam-macam maka masukan-masukannya untuk LAI sangatlah komprehensif. Mereka juga mengungkapkan ekspektasinya terhadap LAI yang cukup tinggi mengingat keseharian mereka terbiasa dengan standar profesionalisme yang tinggi. Sangat bersyukur dalam 64 tahun pelayanan LAI di Indonesia semua prinsip profesionalisme sudah diterapkan dengan prima. Salah satu tandanya adalah LAI sudah memiliki sertifikat ISO 9000 : 2001, ISO 9001 : 2008 dan sedang berproses dengan ISO 9001 : 2015.

Dengan pemahaman yang lengkap terhadap Bible Life Cycle dan keberadaan LAI, para anggota PDKB yang memiliki jaringan sangat luas ini berpotensi untuk menggerakkan jaringannya dalam mendukung mewujudkan Alkitab Untuk Semua. Ekspektasi tinggi dibayar dengan dukungan yang tinggi terhadap LAI, sangatlah impas.
Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)