Tuhan, Ketakutan Kepada Manusia Membuat Orang Menyimpang Dari Jalan-Mu. Tolonglah Kami Untuk Takut Kepada-Mu Saja.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 2 : 11 – 15

Ketakutan dan hormat berlebihan kepada manusia dapat membuat orang mengingkari atau bahkan kehilangan standar kebenaran yang telah dimilikinya dari Tuhan.

Paulus tidak dapat menahan kekecewaannya terutama terhadap sikap Petrus yang berlaku munafik yang kemudian diikuti oleh beberapa orang Kristen Yahudi termasuk Barnabas. Taurat Musa memang melarang mereka untuk makan bersama dengan orang-orang non-Yahudi yang dianggap sebagai orang berdosa, kafir, dan tidak bersunat. Namun mereka telah menerima anugerah Allah dan tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat. Tetapi Petrus dan yang lainnya menyangkali anugerah itu. Ia juga menyangkali bahwa Allah juga beranugerah kepada bangsa-bangsa non-Yahudi.

Sahabat Alkitab, memang sungguh memuakkan menghadapi sikap-sikap munafik dari mereka yang tidak berintegritas dan tidak berpegang teguh pada prinsip kebenaran firman. Sebab mudah sekali mereka tergoda dan digoyahkan entah dengan apa yang mereka inginkan maupun dengan yang tidak mereka inginkan. Mereka seperti kapal yang berlabuh tanpa jangkar sehingga mudah terombang-ambing oleh hantaman ombak. Ketakutan kepada manusia salah satu penyebab dari sikap munafik seperti itu. Jika apa yang kita pegang adalah sebuah kebenaran maka belajarlah untuk bertahan dengan itu. Jangan berubah hanya karena keinginan, tekanan, atau paksaan dari manusia. Firman Tuhan jelas bagi kita “Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah kepada Allah yang berkuasa membinasakan baik badan maupun jiwa di dalam neraka” (Mat. 10:27, BIMK).

Selamat Pagi. Percayalah ada banyak tempat yang Tuhan sediakan bagi kita yang berani berdiri di atas kebenaran dan takut akan Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

LAI dan Pendeta Tugas Khusus GBKP

LAI  (Lembaga Alkitab Indonesia) dan GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) telah menandatangani Kesepakatan Kerjasama (MOU) pada bulan Mei 2018 lalu. Dalam Pasal 1, ayat 4.a. tertulis: “LAI dan GBKP sepakat untuk melanjutkan dan mengembangkan kerjasama yang telah terjalin berlandaskan kemitraan yang saling memberdayakan.”

Sebagai tindak lanjut dari MOU di atas, LAI diminta untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan para pendeta di lingkungan GBKP. Pada 3-4 September 2018 Moderamen GBKP menyelenggarakan lokakarya “Kepemimpinan Strategis Kristiani” untuk para Pendeta Tugas Khusus GBKP. Sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, Sekum LAI dipercaya untuk menjadi fasilitator dan narasumber lokakarya yang diselenggarakan di kesejukan kota Kabanjahe tersebut. Bersamaan dengan lokakarya ini, LAI sedang memroses pengiriman 10.000 Alkitab Pesanan Khusus Moderamen GBKP untuk didistribusikan ke jemaat-jemaat GBKP. Sungguh suatu kemitraan yang indah dan sangat sinergis antara LAI dan GBKP.

GBKP memiliki 18 (delapanbelas) Pendeta Tugas Khusus yang diberi tanggung jawab mengelola unit-unit pelayanan GBKP di luar Klasis dan Jemaat (Runggun). Indikator keberhasilan dari masing-masing unit layanan ini sangat berbeda dengan indikator keberhasilan Klasis dan Jemaat. Klasis dan Jemaat lebih menekankan aspek kerohanian warga jemaat GBKP, sedangkan unit Abdi Karya (Percetakan dan Toko Buku) misalnya, indikator keberhasilannya tidak secara langsung berhubungan dengan aspek kerohanian warga jemaat. Begitu juga dengan unit-unit lain seperti unit layanan ODHA HIV/AIDS, unit layanan Lansia, Bank Perkreditan Rakyat, Credit Union, Pusat Pembinaan Warga Gereja, Retreat Center, dll. yang memiliki indikator-indikator keberhasilan yang khas. Disinilah perlunya pengembangan kemampuan menetapkan indikator keberhasilan lembaga dan upaya mencapainya dengan kepemimpinan yang strategis berbasis iman Kristen.

Di awal lokakarya saya mengajak peserta untuk berefleksi tentang ciri-ciri pemimpin yang efektif. Seluruh peserta sepakat bahwa “setiap pemimpin harus memiliki pengaruh positif terhadap lembaga yang dipimpinnya”. Untuk dapat “berpengaruh” maka pemimpin harus: (1) Memiliki visi besar yang mampu menjawab Beban Utama pemangku kepentingan lembaganya, dan harus selalu berorientasi ke masa depan. Pemimpin tidak boleh sekadar menjalankan hal-hal rutin tanpa menghadirkan perubahan positif bagi lembaganya. (2) Mampu mendemostrasikan karakter pribadi yang positif (kebiasaan positif, integritas, dapat dipercaya dan berpikir analitis), (3) Mampu memobilisasi komitmen individu (berbagi peran, optimalisasi potensi), serta (4) Mengembangkan kapasitas organisasi (membangun tim dan mengelola perubahan).

Empat hal di atas dapat diibaratkan seperti keutuhan manusia: (1) Kepalanya, (2) Badannya, (3) Kaki kanannya, dan (4) Kaki kirinya. Keempatnya harus dalam kondisi prima agar dapat menghasilkan dampak bagi lingkungannya.

Dalam diskusi yang sangat dinamis di kelas, peserta mengungkapkan banyak sekali kendala dan hambatan yang menyebabkan kurang dapat mengoptimalkan kepemimpinannya. Setelah dideteksi, mayoritas kendala-kendalanya berada pada “lingkaran keprihatinan”, dimana disitu terdapat faktor-faktor yang tidak dapat dipengaruhi, melainkan hanya sekadar dapat berprihatin saja. Mengacu pada teori yang dikembangkan Stephen R Covey, saya mengajak semua peserta untuk konsentrasi pada “lingkaran pengaruh”, yaitu faktor-faktor yang dapat dipengaruhi oleh kehadiran kita.

Semua peserta terinspirasi untuk mengembangkan terus “lingkaran pengaruh” ketimbang terbenam dalam “lingkaran keprihatinan” saja. Misalnya dengan mengoptimalkan kewenangan yang diberikan (ketimbang menuntut kewenangan lebih besar), merumuskan Visi besar lembaga (ketimbang menunggu adanya visi dari pihak lain), memanfaatkan peluang-peluang yang ada (ketimbang mengeluhkan banyaknya kendala), membangun kultur kerja yang positif (ketimbang mengeluhkan banyak orang tidak serius bekerja), memberikan perhatian kepada bawahan secara tulus (ketimbang menuntut agar dirinya diperhatikan), memberikan teladan positif (ketimbang menuntut orang lain menjadi teladan), memberikan arahan-arahan solusi berbasis data yang jelas (ketimbang berputar-putar dengan opini tanpa data), dan fokus kepada kinerja (ketimbang fokus kepada kendala).

Dalam diskusi mengembangkan kemampuan menjadi pemimpin yang strategis, disepakatilah agar: (1) selalu berorientasi kepada Visi besar, (2) selalu mampu merumuskan strategi-strategi yang tepat, dan (3) harus menjalankan nilai-nilai bersama yang dapat mendukung keberhasilan lembaga. Visi, Strategi, dan Nilai-nilai adalah tiga kata kunci yang tidak dapat ditawar-tawar dan harus terus ada di benak para pemimpin yang efektif.

Kelas yang sangat dinamis dengan peserta (para Pendeta Tugas Khusus) yang setara dalam kemampuan, pengalaman, dan komitmen membuat hasil pembelajaran sungguh menjadi sangat bermakna. Waktu dua hari bukan sebagai “kronos”, tapi sungguh menjadi “kairos” bagi seluruh peserta dan fasilitator lokakarya. Sinergitas LAI dan GBKP yang saling memberdayakan sudah terwujud dalam lokakarya ini. Puji nama Tuhan. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Sekalipun Sangat Berguna, Kepandaian Kadang Membuat Orang Sombong Dan Tersesat. Kerendahan Hati Adalah Satu Buah Roh Yang Dapat Mengatasinya.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 2 : 6 – 10

Tidak ada padi berisi yang tetap tegak berdiri melainkan merunduk, hanya lalang yang mengering dan mati dengan kepongahannya.

Para rasul menerima penjelasan Paulus tentang berita Injil yang dikabarkannya kepada orang-orang non-Yahudi di mana mereka tidak perlu lagi untuk mengikuti hukum Taurat Musa seperti sunat. Mereka juga mengakui bahwa tugas panggilan Paulus memang datang dari Allah sendiri karena itu dalam hal otoritas dan kerasulannya di anggap sama dengan mereka. Hanya ada beberapa orang Kristen Yahudi – yang mengaku sebagai saudara padahal bukan – menolak Paulus dan ajarannya.

Sahabat Alkitab, keadaan seperti yang diungkapkan Paulus itu juga sering terjadi dalam kehidupan kita baik berjemaat, berorganisasi, maupun dalam lingkup kerja di mana orang-orang tertentu tidak menerima keputusan pemimpin sekalipun itu baik dan benar. Mengapa? Karena ada perasaan yang menganggap diri lebih; lebih pandai, lebih bijaksana, lebih benar, dsb yang tidak dapat dan tidak mau mereka tundukkan dalam diri mereka sendiri. Ada banyak latar belakang yang mendasari sikap sombong dan superior ini seperti kedudukan, kekayaan, status, pendidikan, dan usia. Sadarkah kita bahwa jika sikap yang demikian ada dalam diri kita maka kita menjadi salah satu orang yang akan menimbulkan hambatan dalam perkembangan dan kemajuan tempat di mana kita berada. Allah ingin kita mengembangkan kerendahan hati sebagai bagian dari kesatuan buah roh dengna begitu Dia dapat memakai kita untuk melakukan karya-Nya.

Selamat Pagi. Seberapa besarpun potensi dalam diri kita, tetaplah rendah hati, karena Tuhan mengasihi orang yang rendah hati.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Menjadi Manusia Untuk Memahami Manusia, Bukan Untuk Berkompromi Dengan Mereka. Tolong Kami Menghidupi Teladan-Mu Ini.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 2 : 1 – 5

Untuk memenangkan hati seseorang kita perlu menjadi seperti dirinya tetapi tidak menjadi identik dengannya.

Sesuai dengan penyataan dari Allah, Paulus pergi ke Yerusalem untuk bertemu dengan para pemimpin di sana, yaitu para rasul. Dalam pertemuan itu ia menjelaskan tentang Berita Injil yang dikabarkannya kepada orang-orang non-Yahudi. Namun dalam pertemuan itu ada orang-orang yang tidak setuju dengan cara Paulus, mereka menuntut agar Titus dan semua orang non-Yahudi Kristen tetap harus melaksanakan sunat. Menurut Paulus mereka adalah para penyelundup, penyamar, atau saudara palsu. Namun Paulus tetap berpegang pada Injil kasih karunia yang diterimanya dari Tuhan.

Sahabat Alkitab, dengan banyak cara, dunia ini mengajak kita untuk menjadi sama atau identik dengannya. Entah dengan cara halus melalui pergaulan dan keinginan dalam diri atau melalui cara paksa. Tujuannya adalah untuk menjauhkan kita dari anugerah Allah. Dalam melakukan pelayanan di tengah dunia kadang kita dituntut juga untuk menjadi “sama” dengan orang-orang yang kita layani namun ini harus diartikan dalam bentuk kontekstualisasi yaitu dengan menyerupai namun tidak kehilangan kebenaran dan tidak terdistorsi menjadi identik dengan sifat dunia. Seperti Tuhan Yesus yang menjadi manusia namun tidak berdosa (Ibr. 4:15) dan yang dilakukan juga oleh Paulus dalam pelayanannya (Baca: I Kor. 9:19-23).

Selamat Pagi. Marilah kita hidup sama seperti ikan yang sekalipun hidup di lautan yang asin namun tidak ikut menjadi asin karenanya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Berbicara Langsung Hanya Kepada Orang Yang Telah Engkau Tentukan. Tolong Kami Tidak Memandang Diri Sendiri Terlalu Tinggi

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 1 : 16 – 24

Membanggakan diri berlebihan sungguh tidak baik, sebab segala sesuatu berasal dari Tuhan yang beranugerah kepada siapa Dia kehendaki.

Ketika orang-orang Kristen Yahudi menginginkan agar orang Kristen non-Yahudi harus di-Yahudikan terlebih dulu agar menjadi seorang “Kristen sejati” dan beroleh keselamatan, maka Paulus menolak itu semua dengan mengatakan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah semata-mata. Ini tesirat dari cerita pengalamannya menerima anugerah Allah. Ia dipilih dan dipanggil oleh Allah (lih. 15) sejak sebelum ia dilahirkan, dan apa yang ia beritakan bukan diterima dari manusia – para rasul atau murid Kristus di Yerusalem – melainkan dari Allah sendiri. Bagi sebagian orang Kristen Yahudi, pengakuan Paulus ini mungkin tidak dapat mereka terima.

Sahabat Alkitab, hari-hari ini ada begitu banyak kita mendengar orang mengatakan bahwa ia mendapatkan wahyu khusus dari Allah. Bahkan seseorang dapat berkata “Allah baru saja berbicara atau berbisik langsung kepadanya.” Perkataan Gamaliel yang pernah dikatakannya untuk “membela” Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama Yahudi patut kita pertimbangkan. Ia berkata, “Janganlah berbuat apa-apa terhadap orang ini, biarkan saja mereka. Sebab kalau ajaran dan gerakan mereka ini adalah dari manusia, maka ajaran dan gerakan itu akan lenyap. Tetapi kalau itu datang dari Allah, maka Saudara-saudara tidak akan dapat mengalahkan mereka. Malah mungkin akan ternyata bahwa Saudara-saudara melawan Allah.” (Kis. 5:38-39, BIMK)

Selamat Pagi. Jika diatas langit masih ada langit, maka tidak perlu ada yang disombongkan dalam diri kita. Kesombongan rohani hanya menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar rohani. Be humble!

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kebodohan Membuat Orang Mudah Disesatkan. Tolong Kami Menyalurkan Hikmat-Mu Kepada Mereka

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 1 : 6 -9

Iman harus dibentuk oleh pengetahuan yang benar akan firman Tuhan, agar benar juga aplikasi dari iman itu.

Sebelumnya Paulus pernah memberitakan Injil di Galatia, namun setelah itu ada orang-orang lain yang datang memberitakan ajaran “injil” yang lain, mereka adalah orang-orang Kristen Yahudi. Kegelisahan Paulus adalah karena jemaat Galatia begitu cepat berbalik dan mengikuti ajaran lain itu. Karena itu dalam suratnya ini kita dapat melihat bagaimana hentakan emosi Paulus dalam memberi nasehat atau teguran kepada mereka, sebagai cara dia untuk mendapatkan mereka kembali.

Sahabat Alkitab, pada era post-modernisme di mana kebenaran menjadi relatif maka mudah sekali orang terjebak dalam kebenaran relatif itu. Cara satu-satunya untuk menghindari itu adalah dengan mengajarkan kebenaran yang sejati yaitu yang berasal dari pemahaman firman Tuhan yang benar. Memahami firman tidak sesederhana seperti membaca firman. Diperlukan usaha ekstra untuk mempelajari dengan menggunakan buku-buku atau belajar dari sumber yang terpercaya, yang otentik, dan teruji. Inilah yang perlu dilakukan oleh para pemimpin Kristen, pemberita firman, para pendeta, guru Injil, dan semua pengajar Kristen agar dalam setiap ajaran yang disampaikan benar-benar merupakan sebuah kebenaran yang berasal dari Allah bukan dari pengetian sendiri.

Selamat Beribadah. Baca dan pelajarilah Alkitab dengan sungguh-sungguh agar tidak sesat pemahaman, pengajaran, dan tindakan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Mengangkat Kami Menjadi Anak-Anak-Mu. Inilah Yang Terus Kami Tegaskan Ketika Berinteraksi Dengan Dunia.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab, santapan rohani, critical christians, warung sate kamu,
Galatia 1 : 1 – 5

Sama seperti kita bangga ketika memperkenalkan asal suku dan marga dalam setiap perjumpaan, maka sudah selayaknya kita lebih bangga lagi memperkenalkan diri sebagai anak, murid, dan atau pengikut Kristus.

Mengawali suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus memberi penegasan akan siapa dirinya. Yaitu rasul yang diangkat bukan dengan perantaraan atau oleh manusia melainkan langsung oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa. Paulus ingin menunjukkan kesetaraan posisinya dengan para rasul yang diangkat oleh Yesus semasa Dia melayani di dunia. Otoritas ini penting disampaikan oleh Paulus karena menyangkut ajaran yang pernah diberikannya kepada jemaat di Galatia dan penegasan kembali dalam suratnya agar mereka tidak meragukannya dan kebenaran pengajarannya.

Sahabat Alkitab, kita hidup dan bergaul di tengah-tengah masyarakat yang sangat plural. Tentu kita membawa serta “identitas” yang melekat dalam diri kita masing-masing. Apa yang kita tampilkan akan menjadi cara orang-orang untuk mengenali identitas tersebut. Sebagai contoh; saat kita mendengar seseorang yang berbicara dengan sangat cepat maka kita akan mengidentifikasinya sebagai orang yang berasal dari wilayah Indonesia bagian Timur, entah Papua atau Ambon, sementara yang berbicara dengan suara pelan dan agak lambat maka kita mengidentifikasinya sebagai orang yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat, secara khusus pulau Jawa. Begitu juga dengan warna kulit, bentuk rambut, dan banyak lainnya. Satu yang paling penting adalah memperkenalkan identitas rohani kita kepada sebanyak mungkin orang, kita sebagai anak dan umat tebusan Kristus. Untuk memperkenalkan itu kita harus membawa gaya hidup Kristus yang penuh kasih, juga kekudusan hidup sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan.

Selamat Pagi. Siapa Kita? Anak Tuhan. Bagaimana kita? Kudus dan penuh cinta.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Ingin Kami Hidup Bahagia Dengan Segala Kesenangan. Asal Itu Tidak Membuat Kami Pergi Dan Menyimpang Dari Jalan-Jalan Yang Telah Engkau Tetapkan.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 22 – 26 (BIMK)

Jika bukan untuk dinikmati, untuk apakah Tuhan menciptakan dunia ini dengan segala keindahannya?

Terlihat seperti tidak ada lagi waktu bagi Timotius untuk bersantai sejenak untuk sekedar memikirkan dirinya atau menikmati berkat Tuhan dalam masa mudanya. Sebab dengan tegas Paulus mengingatkannya “Jauhilah kesenangan-kesenangan orang muda. Berusahalah untuk hidup menurut kemauan Allah…” seperti seruan agar Timotius tidak lagi bergaul dengan orang muda sebayanya apalagi bersenang-senang dengan mereka dan hanya fokus dengan kehidupan keagamaan saja. Sesungguhnya kesenangan orang muda yang Paulus maksud mengacu pada ajaran yang tidak sehat yang menggoda orang muda (4:3), tidak ada pengendalian diri (3:3), dan hanya menuruti hawa nafsu (3:4).

Sahabat Alkitab, ketika Allah menciptakan dunia ini memang samata-mata hanya untuk kesenangan dan kemuliaan-Nya, namun Allah tidak melupakan ada manusia yang Dia diciptakan segambar dan serupa dengan Dia yang diberi-Nya tugas untuk menaklukkan bumi ini dengan hadiah untuk “menikmati” kesenangan dalam dunia ciptaan-Nya. Allah juga memilih kita untuk diselamatkan dan dikuduskan bukan untuk menjauhi “kenikmatan” hidup dan sosialisasi dengan dunia ini melainkan mengutus kita kedalamnya untuk bersaksi tentang Injil Kristus dan memberikan kebahagiaan serta kesenangan hidup sebagai bagian dari kasih dan pemeliharaan-Nya. Sudah tentu itu semua harus berada dalam koridor hukum dan kekudusan yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Bukankah Allah disenangkan saat melihat dari kemuliaan-Nya bahwa kita menikmati dengan penuh syukur berkat yang Dia curahkan?

Selamat Pagi. Nikmati dan syukurilah segala berkat yang Tuhan beri dengan tetap berjalan dalam kehendak-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Tahu Bahwa Engkau Menciptakan Kami Semua dengan Potensi Yang Sama. Biarlah Kami Menyadari Ini, Sehingga Tidak Putus Asa Dalam Perjuangan Menjadi Yang Terbaik.

2 Timotius 2 : 19 – 21 (BIMK)

Tuhan memberikan karunia rohani dan talenta yang berbeda tiap orang, tetapi dengan potensi yang sama untuk menggunakan dan mengembangkannya.

Seperti halnya perabot dalam rumah begitu juga kualitas kehidupan kekristenan masing-masing orang. Perabot yang terbuat dari emas dan perak digunakan untuk keperluan istimewa, yang terbuat dari kayu dan tanah dipakai untuk keperluan biasa. Kualitas kehidupan kristen yang baik sama dengan perabot dari emas dan perak, sedang mereka yang tidak memiliki kehidupan Kristen yang baik sama dengan perabot dari kayu dan tanah. Perbedaannya adalah perabot sifatnya statis, tidak berubah, diciptakan sejak awal demikian sampai pada akhirnya pun tetap demikian. Manusia dengan kehidupan rohaninya bersifat dinamis, dapat bertumbuh dapat juga menyusut atau merosot.

Sahabat Alkitab, kita yang telah dipilih Tuhan untuk diselamatkan adalah seumpama emas dan perak, dipilih untuk dipakai guna keperluan berharga, dan diberikan potensi yang sama untuk dipakai guna keperluan berharga. Potensi itu adalah kemampuan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan yang selalu membersihkan (menjauhkan) dirinya dari yang jahat atau dengan kata lain mereka yang selalu menjaga kekudusan hidupnya di hadapan Tuhan (21). Pertanyaan bagi kita, maukah kita memakai potensi itu agar menjadi semakin berharga dan berguna bagi kemuliaan Tuhan atau tidak?

Selamat Pagi. Kuduskanlah diri Anda hari ini, karena Tuhan ingin memakai Anda untuk memuliakan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Belajar dari Lembaga Alkitab Korea

Data jumlah orang Kristen Protestan (P) dan Katolik (K) di Korea Selatan sejak tahun 1985 sampai 2010 tercatat sebagai berikut: 1985 (P=16,1%, K=4,6%); 1995 (P=19,7%, K=6,6%); 2005 (P=18,3%, K=10,9%); 2010 (P=24,0%, K=7,6%). Protestan pernah mengalami penurunan pada tahun 2005, namun naik lagi di tahun 2010. Sedangkan Katolik justru mengalami penurunan cukup signifikan di tahun 2010.

Secara umum bila dijumlahkan persentase orang Kristen (Protestan dan Katolik) di Korea Selatan terus meningkat. Dengan jumlah penduduk 50 jutaan maka orang Kristen (Protestan dan Katolik) di Korea Selatan saat ini sekitar 15,8 Juta orang. Jumlah ini tidak lebih banyak dibanding jumlah orang Kristen dan Katolik di Indonesia yang sekitar 26,3 Juta orang (10% dari penduduk Indonesia). Pertanyaannya, mengapa KBS bisa lebih “wah” dibanding Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)?

Hari ini, meski masih berasa letih setelah terbang 7 jam, saya melakukan orientasi di kompleks Ross Memorial Hall milik KBS di pinggir kota Seoul yang berisi (1) Bible Exhibition Hall, (2) Institute for Biblical Text Research, (3) The Center for Bible Education & Culture, (4) Information Resources Center For Biblical Studies, and (5) KBS Warehouse. Kompleks seluas lebih dari 18.000 m2 didedikasikan untuk mengenang Rev. John Ross (1842-1915) misionaris asal Scotland yang membawa kabar baik pertama ke Semenanjung Korea dengan menerjemahkan Injil Markus dalam bahasa Korea dan menerbitkannya pada tahun 1882.

Dari KBS Warehouse yang luasnya lebih dari 2.000 meter persegi bisa dilihat betapa “wah’nya KBS. Semua serba komputerisasi sehingga hanya membutuhkan tenaga kerja 6 orang meski harus menyimpan dan mengirim sekitar 8 (delapan) juta Alkitab dan bagian-bagiannya setiap tahun!! Manajer KBS Warehouse termasuk bertanggung jawab terhadap seluruh kompleks Ross Memorial Hall. Betapa sangat efisiennya mereka. Bible Exhibition Hall, Institute for Biblical Text Research, The Center for Bible Education & Culture, dan Information Resources Center For Biblical Studies, dikelola dengan sangat rapi, efisien dan profesional oleh sangat sedikit tenaga kerja. Semua berbasis teknologi komputerisasi.

Yang lebih “wah” lagi adalah penerbitan dan distribusi Alkitab dan bagian-bagiannya tidak hanya untuk negeri Korea Selatan, namun juga untuk 93 negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin. Ini menandakan semangat pelayanan dan kesaksian ke luar negeri dari gereja-gereja di Korea Selatan sangat tinggi. Di tahun 2000an tercatat ada 10,646 misionaris dari Korea Selatan pergi ke 156 negara di seluruh dunia. Salah satu hasilnya adalah Alkitab dan bagian-bagiannya di negeri dimana misionaris Korea Selatan berada diterbitkan oleh KBS.

Dari perjalanan sejarahnya KBS juga memiliki perjalanan lebih panjang dibandingkan dengan Lembaga Alkitab Indonesia yang lahir tahun 1954. Korea Bible Society berdiri tahun 1895 dengan nama “Korean Agency of the British and Foreign Bible Society” delapan tahun sesudah mereka menerbitkan Alkitab utuh pertama pada tahun 1887. Kenmure tercatat sebagai Sekretaris Umum pertama “BFBS Korean agency.” Pada tahun 1945 sesudah mengalami banyak kesulitan oleh karena pendudukan Jepang, KBS berdiri meneruskan karya BFBS Korean Agency yang ditutup tahun 1941.

Perjalanan yang lebih panjang, pengalaman yang lebih banyak, keberadaan ekonomi negara yang lebih makmur, semangat pelayanan dan kesaksian para misionaris Korea Selatan ke berbagai negeri, semuanya memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan KBS sehingga mampu mencapai kemajuan yang “wah” saat ini.
Pelajaran yang dapat dipetik dari KBS agar LAI lebih hebat dalam berkarya melayani umat di Indonesia dan dunia adalah: (1) Etos kerja yang harus terus menerus meningkat agar semakin efisien dan efektif, (2) Penggunaan teknologi terkini, (3) Pemanfaatan peluang-peluang sejalan dengan perkembangan kemakmuran negara, dan (4) Mendorong pelayanan serta kesaksian para misionaris ke berbagai negeri.

LAI tidak bisa sendirian melakukan pelayanan di bidang penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran serta upaya agar Alkitab menjadi pedoman hidup sehari-hari umat. Sinergi dengan seluruh denominasi dan konfensi Gereja-gereja di Indonesia adalah suatu keharusan.

Itulah mengapa saya diutus LAI untuk datang dan belajar dari KBS sekaligus mengikuti sesi-sesi pembelajaran “UBS Church Relations” yang berlangsung 28-30 Agustus 2018 ini. Sub topik yang dibahas adalah: (1) Church Relation in the Bible Societies, (2) The Bible in the Christian Traditions, (3) The Major Trends and Development in Churhes, (4) How Can Bible Societies Help the Churches (5) ) How The Churches Can Help the Bible Societies, (6) Bible Society Communications With Churches, (7) Creating a Local Church Relation Strategy.

Dalam perebutan medali emas Asian Games, Indonesia masih sedikit di bawah Korea Selatan, namun semakin mendekatinya. Dalam hal kualitas layanan Alkitab, pastinya Indonesia akan mampu mendekatinya juga. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)