Tuhan, Engkau Menjadi Manusia Untuk Memahami Manusia, Bukan Untuk Berkompromi Dengan Mereka. Tolong Kami Menghidupi Teladan-Mu Ini.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 2 : 1 – 5

Untuk memenangkan hati seseorang kita perlu menjadi seperti dirinya tetapi tidak menjadi identik dengannya.

Sesuai dengan penyataan dari Allah, Paulus pergi ke Yerusalem untuk bertemu dengan para pemimpin di sana, yaitu para rasul. Dalam pertemuan itu ia menjelaskan tentang Berita Injil yang dikabarkannya kepada orang-orang non-Yahudi. Namun dalam pertemuan itu ada orang-orang yang tidak setuju dengan cara Paulus, mereka menuntut agar Titus dan semua orang non-Yahudi Kristen tetap harus melaksanakan sunat. Menurut Paulus mereka adalah para penyelundup, penyamar, atau saudara palsu. Namun Paulus tetap berpegang pada Injil kasih karunia yang diterimanya dari Tuhan.

Sahabat Alkitab, dengan banyak cara, dunia ini mengajak kita untuk menjadi sama atau identik dengannya. Entah dengan cara halus melalui pergaulan dan keinginan dalam diri atau melalui cara paksa. Tujuannya adalah untuk menjauhkan kita dari anugerah Allah. Dalam melakukan pelayanan di tengah dunia kadang kita dituntut juga untuk menjadi “sama” dengan orang-orang yang kita layani namun ini harus diartikan dalam bentuk kontekstualisasi yaitu dengan menyerupai namun tidak kehilangan kebenaran dan tidak terdistorsi menjadi identik dengan sifat dunia. Seperti Tuhan Yesus yang menjadi manusia namun tidak berdosa (Ibr. 4:15) dan yang dilakukan juga oleh Paulus dalam pelayanannya (Baca: I Kor. 9:19-23).

Selamat Pagi. Marilah kita hidup sama seperti ikan yang sekalipun hidup di lautan yang asin namun tidak ikut menjadi asin karenanya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Berbicara Langsung Hanya Kepada Orang Yang Telah Engkau Tentukan. Tolong Kami Tidak Memandang Diri Sendiri Terlalu Tinggi

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 1 : 16 – 24

Membanggakan diri berlebihan sungguh tidak baik, sebab segala sesuatu berasal dari Tuhan yang beranugerah kepada siapa Dia kehendaki.

Ketika orang-orang Kristen Yahudi menginginkan agar orang Kristen non-Yahudi harus di-Yahudikan terlebih dulu agar menjadi seorang “Kristen sejati” dan beroleh keselamatan, maka Paulus menolak itu semua dengan mengatakan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah semata-mata. Ini tesirat dari cerita pengalamannya menerima anugerah Allah. Ia dipilih dan dipanggil oleh Allah (lih. 15) sejak sebelum ia dilahirkan, dan apa yang ia beritakan bukan diterima dari manusia – para rasul atau murid Kristus di Yerusalem – melainkan dari Allah sendiri. Bagi sebagian orang Kristen Yahudi, pengakuan Paulus ini mungkin tidak dapat mereka terima.

Sahabat Alkitab, hari-hari ini ada begitu banyak kita mendengar orang mengatakan bahwa ia mendapatkan wahyu khusus dari Allah. Bahkan seseorang dapat berkata “Allah baru saja berbicara atau berbisik langsung kepadanya.” Perkataan Gamaliel yang pernah dikatakannya untuk “membela” Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama Yahudi patut kita pertimbangkan. Ia berkata, “Janganlah berbuat apa-apa terhadap orang ini, biarkan saja mereka. Sebab kalau ajaran dan gerakan mereka ini adalah dari manusia, maka ajaran dan gerakan itu akan lenyap. Tetapi kalau itu datang dari Allah, maka Saudara-saudara tidak akan dapat mengalahkan mereka. Malah mungkin akan ternyata bahwa Saudara-saudara melawan Allah.” (Kis. 5:38-39, BIMK)

Selamat Pagi. Jika diatas langit masih ada langit, maka tidak perlu ada yang disombongkan dalam diri kita. Kesombongan rohani hanya menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar rohani. Be humble!

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kasih-Mu Mengubah Karakter Yang Buruk dan Menguatkan Yang Baik. Terimakasih, Kami Akan Menggunakannya Demi Kemuliaan Nama-Mu

Galatia 1: 10-15

Sejak kita mengalami kelahiran kembali secara rohani, maka harus ada yang berubah dalam hidup kita, dari yang buruk menjadi baik (benar), yang sudah baik menjadi semakin baik.

Dari pembacaan kita, terlihat bagaimana Paulus mengungkapkan dualisme dalam karakternya sebelum mengikut Yesus. Ia adalah seorang yang sangat agamawi, setiap hukum dan adat istiadat Yahudi ia jalankan dengan begitu teliti dan totalitas, tidak bercacat, melebihi orang-orang Yahudi sebayanya. Namun di saat yang sama ia begitu haus untuk dalam menyiksa dan memperlakukan dengan kejam pengikut Kristus. Semua menjadi berbeda ketika ia “ditarik” oleh Kristus.

Sahabat Alkitab, tidak semua karakter masa lalu Paulus buruk. Kita harus belajar bagaimana totalitas seseorang dalam mengikuti dan menjalankan apa yang dipercayainya. Apa yang baik dalam dirinya disempurnakan oleh Allah untuk pemberitaan Kabar Baik. Kita juga memiliki benih baik dalam diri kita – Allah yang menanamnya. Ketika kita mengalami kelahiran baru, Allah akan semakin mengasah itu dan menjadikannya semakin sempurna untuk memulihkan-Nya. Sementara apa yang buruk dan tidak berkenan, akan dimatikan. Dalam kedua hal itu, Allah berkenan untuk “bekerjasama” dengan kita.

Selamat Pagi. Marilah menyerahkan diri kita untuk dibentuk, dipakai, dan disempurnakan oleh Tuhan.

#lembagaalkitabindonesia #alkitabuntuksemua #dsr #september #2018 #perjanjianbaru #Galatia #Paulus #Timotius #Tuhan #kasih #mengubah #karakter #buruk #menguatkan #baik #kemuliaan #namaMu #inspirasi #medan #jakarta #manado #makassar #jayapura #indonesia

Tuhan, Kebodohan Membuat Orang Mudah Disesatkan. Tolong Kami Menyalurkan Hikmat-Mu Kepada Mereka

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 1 : 6 -9

Iman harus dibentuk oleh pengetahuan yang benar akan firman Tuhan, agar benar juga aplikasi dari iman itu.

Sebelumnya Paulus pernah memberitakan Injil di Galatia, namun setelah itu ada orang-orang lain yang datang memberitakan ajaran “injil” yang lain, mereka adalah orang-orang Kristen Yahudi. Kegelisahan Paulus adalah karena jemaat Galatia begitu cepat berbalik dan mengikuti ajaran lain itu. Karena itu dalam suratnya ini kita dapat melihat bagaimana hentakan emosi Paulus dalam memberi nasehat atau teguran kepada mereka, sebagai cara dia untuk mendapatkan mereka kembali.

Sahabat Alkitab, pada era post-modernisme di mana kebenaran menjadi relatif maka mudah sekali orang terjebak dalam kebenaran relatif itu. Cara satu-satunya untuk menghindari itu adalah dengan mengajarkan kebenaran yang sejati yaitu yang berasal dari pemahaman firman Tuhan yang benar. Memahami firman tidak sesederhana seperti membaca firman. Diperlukan usaha ekstra untuk mempelajari dengan menggunakan buku-buku atau belajar dari sumber yang terpercaya, yang otentik, dan teruji. Inilah yang perlu dilakukan oleh para pemimpin Kristen, pemberita firman, para pendeta, guru Injil, dan semua pengajar Kristen agar dalam setiap ajaran yang disampaikan benar-benar merupakan sebuah kebenaran yang berasal dari Allah bukan dari pengetian sendiri.

Selamat Beribadah. Baca dan pelajarilah Alkitab dengan sungguh-sungguh agar tidak sesat pemahaman, pengajaran, dan tindakan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Mengangkat Kami Menjadi Anak-Anak-Mu. Inilah Yang Terus Kami Tegaskan Ketika Berinteraksi Dengan Dunia.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab, santapan rohani, critical christians, warung sate kamu,
Galatia 1 : 1 – 5

Sama seperti kita bangga ketika memperkenalkan asal suku dan marga dalam setiap perjumpaan, maka sudah selayaknya kita lebih bangga lagi memperkenalkan diri sebagai anak, murid, dan atau pengikut Kristus.

Mengawali suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus memberi penegasan akan siapa dirinya. Yaitu rasul yang diangkat bukan dengan perantaraan atau oleh manusia melainkan langsung oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa. Paulus ingin menunjukkan kesetaraan posisinya dengan para rasul yang diangkat oleh Yesus semasa Dia melayani di dunia. Otoritas ini penting disampaikan oleh Paulus karena menyangkut ajaran yang pernah diberikannya kepada jemaat di Galatia dan penegasan kembali dalam suratnya agar mereka tidak meragukannya dan kebenaran pengajarannya.

Sahabat Alkitab, kita hidup dan bergaul di tengah-tengah masyarakat yang sangat plural. Tentu kita membawa serta “identitas” yang melekat dalam diri kita masing-masing. Apa yang kita tampilkan akan menjadi cara orang-orang untuk mengenali identitas tersebut. Sebagai contoh; saat kita mendengar seseorang yang berbicara dengan sangat cepat maka kita akan mengidentifikasinya sebagai orang yang berasal dari wilayah Indonesia bagian Timur, entah Papua atau Ambon, sementara yang berbicara dengan suara pelan dan agak lambat maka kita mengidentifikasinya sebagai orang yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat, secara khusus pulau Jawa. Begitu juga dengan warna kulit, bentuk rambut, dan banyak lainnya. Satu yang paling penting adalah memperkenalkan identitas rohani kita kepada sebanyak mungkin orang, kita sebagai anak dan umat tebusan Kristus. Untuk memperkenalkan itu kita harus membawa gaya hidup Kristus yang penuh kasih, juga kekudusan hidup sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan.

Selamat Pagi. Siapa Kita? Anak Tuhan. Bagaimana kita? Kudus dan penuh cinta.

Salam Alkitab Untuk Semua

Jika Gereja Bertumbuh, LAI Siap Disuruh

Tren global Gereja-gereja di dunia tampak berlawanan.  Belahan dunia “bagian utara” yang di masa lalu sangat Kristen, sekarang secara umum Gereja stagnan dan meredup. Di sisi lain belahan dunia di “bagian selatan” yang di masa lalu belum ada Kekristenan, saat ini secara umum Gereja masih terus bertumbuh.

Saat ditanya “Apakah Gereja di negara Anda secara umum bertumbuh?” seluruh peserta dari Asia (Bangladesh, China, Indonesia, Korea, Mongolia, Myanmar, Taiwan, Thailand, dan Vietnam) yang ikut dalam pelatihan “Church Relation Training” di Seoul, 28-30 Agustus 2018, mengangkat tangannya tanda setuju. Ada satu peserta yang tidak mengangkat tangannya, yaitu peserta dari Australia. Fasilitator pelatihan, yang berasal dari Estonia juga tidak mengangkat tangan tanda di negaranya Gereja sudah tidak bertumbuh lagi.

Ada banyak penyebab mengapa Gereja meredup, stagnan atau bertumbuh. Ada faktor internal dan eksternal, secara sendiri-sendiri maupun bersamaan ikut memberikan kontribusi. Di dunia “bagian utara” (Australia masuk di dalamnya karena mayoritas penduduknya berasal dari Eropa) yang secara umum Gereja-gerejanya stagnan dan meredup, terutama disebabkan oleh: “kekayaan” negara dan warga negaranya, semua serba tercukupi, semua masalah hidup sudah terselesaikan, tidak ada lagi rasa takut kepada Tuhan, dan serba mengandalkan akal budi serta kecerdasannya. Dari sisi organisassional Gereja-gereja di “belahan utara” pada umumnya dapat dikatakan terlambat melakukan “perubahan” agar Gereja tetap bertumbuh.

Gereja yang bertumbuh di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika secara umum diakibatkan setidaknya oleh sepuluh hal berikut: (1) Pertumbuhan penduduk, (2) Perhatian terhadap generasi muda, (3) Penggunaan teknologi canggih dalam kebaktian minggu, (4) Kemitraan dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan, (5) Pendekatan-pendekatan personal, (5) Kaum urban yang membutuhkan layanan Gereja, (6) Perayaan-perayaan Gereja, (7) Pelayanan dan kesaksian Gereja, (8) Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu, (9) Pendekatan kepada kepala-kepala suku, dan (10) Adanya fasilitas “community center”. Selain sepuluh hal di atas, ada dua faktor lagi yang bisa dikataan kunci utama pertumbuhan Gereja, yaitu: (1) Dasar teologis Gereja, dan (2) Visi Gereja untuk terus bertumbuh.

Lalu apa hubungannya dengan keberadaan lembaga-lembaga Alkitab di dunia ini? Sejak semula, lembaga-lembaga Alkitab di dunia ini didirikan bertujuan untuk membantu Gereja-gereja dalam menyebarkan kabar baik sampai ke ujung bumi. Ada saling ketergantungan antara Gereja-gereja dan lembaga-lembaga Alkitab.  Membantu Gereja-gereja bagi lembaga Alkitab adalah juga berarti membantu dirinya sendiri. Bagaimanapun keadaan Gereja-gereja, baik yang sedang meredup, stagnan maupun bertumbuh, semuanya wajib menjadi subyek untuk dibantu oleh lembaga Alkitab.

Disinilah pentingnya relasi yang akrab antara lembaga Alkitab dengan Gereja-gereja agar dapat mengidentifikasi lebih mendalam kebutuhan masing-masing Gereja yang dapat dipenuhi oleh lembaga-lembaga Alkitab. Selanjutnya perlu ada strategi, program dan aksi-aksi bersama untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang ada.

Bagi LAI membangun relasi yang akrab dengan Gereja-gereja yang begitu banyak jenis denominasi dan konfesinya bukanlah pekerjaan yang mudah.  Salah satu strategi yang dapat dikembangkan dengan masing-masing denominasi dan konfesi Gereja adalah merekrut duta-duta LAI di masing-masing Gereja sebagai wakil LAI di Gereja tersebut. Tugas duta LAI adalah menjadi partner Gereja dalam berdialog, berdiskusi, identifikasi kebutuhan, dan mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan bersama antara Gereja dan LAI. Melalui duta-duta LAI ini  maka akan terjadi saling membantu antara LAI dengan Gereja untuk pertumbuhan bersama.

Strategi yang lain adalah selalu membangun komunikasi dengan Gereja-gereja dengan menggunakan jenis saluran komunikasi yang relevan, dalam arti disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi yang dapat dijangkau Gereja-gereja. Profesionalisme dalam pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi sesuatu yang wajib. Dengan demikian maka penyebaran informasi terkini tentang segala inisiatif, program, dan aksi-aksi bersama menjadi lebih efisien dan efektif. Selanjutnya diharapkan akan terjadi gerakan bersama yang saling membantu,menumbuhkan dan mengembangkan segala sumber daya yang dimiliki.

Strategi yang sudah, sedang dan akan dijalankan dalam membangun relasi dengan Gereja-gereja adalah memperluas kesepakatan-kesepakatan kerjasama antara LAI dengan Gereja-gereja dan menindaklanjutinya. Ini adalah pekerjaan maha besar mengingat banyaknya jumlah denominasi dan konfesi Gereja di Indonesia (terdaftar 323 sinode Gereja Protestan plus satu Gereja Katolik) yang tersebar di 34 provinsi, 514 Kabupaten dan Kota, serta di berbagai pulau di Indonesia.

Bila Gereja bertumbuh maka LAI selalu akan siap untuk disuruh melayani mereka. Relasi yang baik adalah salah satu keutamaan dalam hidup bersama. Tanpa relasi yang baik, mustahil LAI dan Gereja-gereja dapat bertumbuh dan berkembang bersama. Seperti penggalan syair lagu yang dinyanyikan Mariah Carey di tahun 1990-2000an: “I can’t life, i can’t life anymore…..without you.” Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Engkau Ingin Kami Hidup Bahagia Dengan Segala Kesenangan. Asal Itu Tidak Membuat Kami Pergi Dan Menyimpang Dari Jalan-Jalan Yang Telah Engkau Tetapkan.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 22 – 26 (BIMK)

Jika bukan untuk dinikmati, untuk apakah Tuhan menciptakan dunia ini dengan segala keindahannya?

Terlihat seperti tidak ada lagi waktu bagi Timotius untuk bersantai sejenak untuk sekedar memikirkan dirinya atau menikmati berkat Tuhan dalam masa mudanya. Sebab dengan tegas Paulus mengingatkannya “Jauhilah kesenangan-kesenangan orang muda. Berusahalah untuk hidup menurut kemauan Allah…” seperti seruan agar Timotius tidak lagi bergaul dengan orang muda sebayanya apalagi bersenang-senang dengan mereka dan hanya fokus dengan kehidupan keagamaan saja. Sesungguhnya kesenangan orang muda yang Paulus maksud mengacu pada ajaran yang tidak sehat yang menggoda orang muda (4:3), tidak ada pengendalian diri (3:3), dan hanya menuruti hawa nafsu (3:4).

Sahabat Alkitab, ketika Allah menciptakan dunia ini memang samata-mata hanya untuk kesenangan dan kemuliaan-Nya, namun Allah tidak melupakan ada manusia yang Dia diciptakan segambar dan serupa dengan Dia yang diberi-Nya tugas untuk menaklukkan bumi ini dengan hadiah untuk “menikmati” kesenangan dalam dunia ciptaan-Nya. Allah juga memilih kita untuk diselamatkan dan dikuduskan bukan untuk menjauhi “kenikmatan” hidup dan sosialisasi dengan dunia ini melainkan mengutus kita kedalamnya untuk bersaksi tentang Injil Kristus dan memberikan kebahagiaan serta kesenangan hidup sebagai bagian dari kasih dan pemeliharaan-Nya. Sudah tentu itu semua harus berada dalam koridor hukum dan kekudusan yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Bukankah Allah disenangkan saat melihat dari kemuliaan-Nya bahwa kita menikmati dengan penuh syukur berkat yang Dia curahkan?

Selamat Pagi. Nikmati dan syukurilah segala berkat yang Tuhan beri dengan tetap berjalan dalam kehendak-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Tahu Bahwa Engkau Menciptakan Kami Semua dengan Potensi Yang Sama. Biarlah Kami Menyadari Ini, Sehingga Tidak Putus Asa Dalam Perjuangan Menjadi Yang Terbaik.

2 Timotius 2 : 19 – 21 (BIMK)

Tuhan memberikan karunia rohani dan talenta yang berbeda tiap orang, tetapi dengan potensi yang sama untuk menggunakan dan mengembangkannya.

Seperti halnya perabot dalam rumah begitu juga kualitas kehidupan kekristenan masing-masing orang. Perabot yang terbuat dari emas dan perak digunakan untuk keperluan istimewa, yang terbuat dari kayu dan tanah dipakai untuk keperluan biasa. Kualitas kehidupan kristen yang baik sama dengan perabot dari emas dan perak, sedang mereka yang tidak memiliki kehidupan Kristen yang baik sama dengan perabot dari kayu dan tanah. Perbedaannya adalah perabot sifatnya statis, tidak berubah, diciptakan sejak awal demikian sampai pada akhirnya pun tetap demikian. Manusia dengan kehidupan rohaninya bersifat dinamis, dapat bertumbuh dapat juga menyusut atau merosot.

Sahabat Alkitab, kita yang telah dipilih Tuhan untuk diselamatkan adalah seumpama emas dan perak, dipilih untuk dipakai guna keperluan berharga, dan diberikan potensi yang sama untuk dipakai guna keperluan berharga. Potensi itu adalah kemampuan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan yang selalu membersihkan (menjauhkan) dirinya dari yang jahat atau dengan kata lain mereka yang selalu menjaga kekudusan hidupnya di hadapan Tuhan (21). Pertanyaan bagi kita, maukah kita memakai potensi itu agar menjadi semakin berharga dan berguna bagi kemuliaan Tuhan atau tidak?

Selamat Pagi. Kuduskanlah diri Anda hari ini, karena Tuhan ingin memakai Anda untuk memuliakan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Belajar dari Lembaga Alkitab Korea

Data jumlah orang Kristen Protestan (P) dan Katolik (K) di Korea Selatan sejak tahun 1985 sampai 2010 tercatat sebagai berikut: 1985 (P=16,1%, K=4,6%); 1995 (P=19,7%, K=6,6%); 2005 (P=18,3%, K=10,9%); 2010 (P=24,0%, K=7,6%). Protestan pernah mengalami penurunan pada tahun 2005, namun naik lagi di tahun 2010. Sedangkan Katolik justru mengalami penurunan cukup signifikan di tahun 2010.

Secara umum bila dijumlahkan persentase orang Kristen (Protestan dan Katolik) di Korea Selatan terus meningkat. Dengan jumlah penduduk 50 jutaan maka orang Kristen (Protestan dan Katolik) di Korea Selatan saat ini sekitar 15,8 Juta orang. Jumlah ini tidak lebih banyak dibanding jumlah orang Kristen dan Katolik di Indonesia yang sekitar 26,3 Juta orang (10% dari penduduk Indonesia). Pertanyaannya, mengapa KBS bisa lebih “wah” dibanding Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)?

Hari ini, meski masih berasa letih setelah terbang 7 jam, saya melakukan orientasi di kompleks Ross Memorial Hall milik KBS di pinggir kota Seoul yang berisi (1) Bible Exhibition Hall, (2) Institute for Biblical Text Research, (3) The Center for Bible Education & Culture, (4) Information Resources Center For Biblical Studies, and (5) KBS Warehouse. Kompleks seluas lebih dari 18.000 m2 didedikasikan untuk mengenang Rev. John Ross (1842-1915) misionaris asal Scotland yang membawa kabar baik pertama ke Semenanjung Korea dengan menerjemahkan Injil Markus dalam bahasa Korea dan menerbitkannya pada tahun 1882.

Dari KBS Warehouse yang luasnya lebih dari 2.000 meter persegi bisa dilihat betapa “wah’nya KBS. Semua serba komputerisasi sehingga hanya membutuhkan tenaga kerja 6 orang meski harus menyimpan dan mengirim sekitar 8 (delapan) juta Alkitab dan bagian-bagiannya setiap tahun!! Manajer KBS Warehouse termasuk bertanggung jawab terhadap seluruh kompleks Ross Memorial Hall. Betapa sangat efisiennya mereka. Bible Exhibition Hall, Institute for Biblical Text Research, The Center for Bible Education & Culture, dan Information Resources Center For Biblical Studies, dikelola dengan sangat rapi, efisien dan profesional oleh sangat sedikit tenaga kerja. Semua berbasis teknologi komputerisasi.

Yang lebih “wah” lagi adalah penerbitan dan distribusi Alkitab dan bagian-bagiannya tidak hanya untuk negeri Korea Selatan, namun juga untuk 93 negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin. Ini menandakan semangat pelayanan dan kesaksian ke luar negeri dari gereja-gereja di Korea Selatan sangat tinggi. Di tahun 2000an tercatat ada 10,646 misionaris dari Korea Selatan pergi ke 156 negara di seluruh dunia. Salah satu hasilnya adalah Alkitab dan bagian-bagiannya di negeri dimana misionaris Korea Selatan berada diterbitkan oleh KBS.

Dari perjalanan sejarahnya KBS juga memiliki perjalanan lebih panjang dibandingkan dengan Lembaga Alkitab Indonesia yang lahir tahun 1954. Korea Bible Society berdiri tahun 1895 dengan nama “Korean Agency of the British and Foreign Bible Society” delapan tahun sesudah mereka menerbitkan Alkitab utuh pertama pada tahun 1887. Kenmure tercatat sebagai Sekretaris Umum pertama “BFBS Korean agency.” Pada tahun 1945 sesudah mengalami banyak kesulitan oleh karena pendudukan Jepang, KBS berdiri meneruskan karya BFBS Korean Agency yang ditutup tahun 1941.

Perjalanan yang lebih panjang, pengalaman yang lebih banyak, keberadaan ekonomi negara yang lebih makmur, semangat pelayanan dan kesaksian para misionaris Korea Selatan ke berbagai negeri, semuanya memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan KBS sehingga mampu mencapai kemajuan yang “wah” saat ini.
Pelajaran yang dapat dipetik dari KBS agar LAI lebih hebat dalam berkarya melayani umat di Indonesia dan dunia adalah: (1) Etos kerja yang harus terus menerus meningkat agar semakin efisien dan efektif, (2) Penggunaan teknologi terkini, (3) Pemanfaatan peluang-peluang sejalan dengan perkembangan kemakmuran negara, dan (4) Mendorong pelayanan serta kesaksian para misionaris ke berbagai negeri.

LAI tidak bisa sendirian melakukan pelayanan di bidang penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran serta upaya agar Alkitab menjadi pedoman hidup sehari-hari umat. Sinergi dengan seluruh denominasi dan konfensi Gereja-gereja di Indonesia adalah suatu keharusan.

Itulah mengapa saya diutus LAI untuk datang dan belajar dari KBS sekaligus mengikuti sesi-sesi pembelajaran “UBS Church Relations” yang berlangsung 28-30 Agustus 2018 ini. Sub topik yang dibahas adalah: (1) Church Relation in the Bible Societies, (2) The Bible in the Christian Traditions, (3) The Major Trends and Development in Churhes, (4) How Can Bible Societies Help the Churches (5) ) How The Churches Can Help the Bible Societies, (6) Bible Society Communications With Churches, (7) Creating a Local Church Relation Strategy.

Dalam perebutan medali emas Asian Games, Indonesia masih sedikit di bawah Korea Selatan, namun semakin mendekatinya. Dalam hal kualitas layanan Alkitab, pastinya Indonesia akan mampu mendekatinya juga. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Tolonglah Kami Menghindari Hal-Hal Tak Baik Yang Walaupun Menarik Tetapi Tidak Berguna Bagi Usaha Kami Menciptakan Kebaikan di Bumi.

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
2 Timotius 2 : 14 – 18 (BIMK)

Kata orang, “Kita boleh berbuat apa saja yang kita mau.” Benar! Tetapi tidak semua yang kita mau itu berguna. “Kita boleh berbuat apa saja yang kita mau” – tetapi tidak semua yang kita mau itu membangun kehidupan kita. (I Kor. 10:23, BIMK)

Terjadi perdebatan yang tidak habis-habisnya dalam jemaat Efesus tentang tentang kebangkita. Ada yang mengajarkan bahwa kebangkitan itu telah berlangsung yaitu kebangkita rohani, mereka adalah Himeneus dan Filetus. Karena itu orang-orang tidak lagi mengarahkan imannya pada kebangkitan tubuh yang akan diterima pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali. Karena itulah Paulus mengingatkan agar Timotius menjauhi perdebatan tentang itu, agar fokus pekerjaannya dalam melayani dan memimpin jemaat tidak hilang. Juga agar Timotius mengingatkan itu kepada mereka yang suka berdebat yang malah hanya menimbulkan kekacauan pemahaman mereka tentang Injil yang sejati.

Sahabat Alkitab, di zaman yang penuh keterbukaan informasi seperti saat ini ada begitu banyak ajaran yang tersebar, beberapa orang terjebak dalam debat kusir yang sama sekali tidak memberi manfaat. Bukan tidak boleh kita berapologet dan membela pengajaran benar yang telah kita terima, tetapi jika hanya menghabiskan waktu untuk itu saja sementara hal lain yang lebih utama terabaikan, maka sudah seharusnya kita menghentikan dan menghindari itu, apalagi jika perdebatan itu sudah menyulut emosi yang dapat bermuara pada kekerasan. Bukan hanya dalam soal-soal iman, dalam hal lainpun sebaiknya perdebatan kosong harus dihindari. Fokus kita adalah bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mewujudkan apa yang kita pikirkan dan katakan agar hidup menjadi lebih bermanfaat bagi semua orang.

Selamat Pagi. Dunia sedang membutuhkan kesaksian dan karya nyata dari kita para pengikut Kristus, jadi tunjukkanlah itu.

Salam Alkitab Untuk Semua