Berkat Tuhan Datang Kepada Yang Tulus, Jujur, & Bijaksana

Ketika Tuhan memberkati, maka itu tidak berarti selalu uang, kekayaan, dan materi.

Manusia memang selalu melihat apa yang tampak di depan mata, namun Tuhan selalu melihat hati. Hati yang tulus untuk menyembah dan melayani Tuhan, hati yang jujur dengan diri sendiri, dengan segala kelemahan dan kekurangan, hati yang jujur mengakui bahwa ia membutuhkan Tuhan, dan hati yang bijaksana dalam bertutur dan bertindak. Berkat Tuhan datang kepada orang-orang yang demikian.

Sahabat Alkitab, kerja keras yang tidak disertai oleh Tuhan tidak akan mendapat apa-apa. Karena di tangan Tuhanlah ada kekayaan. Karena itu jadilah pribadi yang tulus, jujur, dan bijaksana. Dunia mencarinya dan akan menawarkan apa saja untuk mendapatkannya, terlebih lagi Tuhan.

Selamat Pagi. Mari berkarya di hari kerja ini dengan mata yang tertuju kepada Tuhan.

Kebaikan Dapat Dimulai Dari Perkataan Yang Baik

Berbuat baik tidak susah, juga tidak mahal. Berkatalah yang benar dan membangun, itu sudah merupakan kebaikan.

Amsal berkata jika ingin hidup bahagia maka lakukanlah kebaikan. Kita berpikir bahwa berbuat baik itu susah dan mahal. Kita perlu uang yang banyak agar dapat berbuat kebaikan bagi sesama. Itu keliru. Kebaikan selalu dimulai dari dalam hati lalu terpancar lewat perkataan dan perbuatan. Dan yang paling mudah dari keduanya adalah dengan perkataan. Jika kita mengucapkan yang baik, orang akan menjadi senang, bahagia, termotivasi, bahkan diubahkan.

Sahabat Alkitab, jauhkanlah dari bibir kita kata-kata yang menyesatkan, yang palsu, yang menyakitkan, yang hambar dan tidak berguna. Mari lakukan kebaikan dengan ucapan.

Selamat beribadah, kiranya mulut kita senantiasa menyanyikan kebaikan Tuhan.

Dengan Perkataan Seseorang Bisa Memberkati Dunia

Jangan pernah meremehkan kata-kata.

“Tutur kata orang baik membuat hidup bahagia” kata Amsal. Ketika mencipta, Allah cukup dengan berkata-kata yang kita sebut sebagai berfirman dan semuanya jadi. Apa yang keluar dari mulut-Nya tidak pernah kembali dengan sia-sia sebelum semuanya jadi. Betapa berpengaruhnya, karena itu penulis amsal mengingatkan agar setiap orang mengeluarkan perkataan yang baik dari perbendaharaannya agar setiap orang yang mendengarkan menjadi berbahagia. Sementara perkataan yang tidak baik adalah kebodohan yang keluar dari hati yang keji dan hanya mendatangkan kecelakaan.

Sahabat Alkitab, kita sudah pasti tidak sempurna dalam perkataan, adakalanya kita mengeluarkan perkataan berkat adakalanya mengeluarkan umpatan, makian dan kutuk. Apa yang kita keluarkan pasti memiliki dampak, perkataan kita yang baik akan menghidupkan dan mengubahkan dunia. Jika tidak percaya, cobalah dan lihatlah hasilnya.

Selamat Pagi. Mintalah kepada Tuhan untuk membersihkan hati kita agar setiap perkataan yang keluar adalah perkataan yang menjadi berkat.

Kebaikan & Kebenaran Harus Berjalan Bersama-sama

Kebaikan dan Kebenaran seperi dua sisi mata uang. Keduanya tidak dapat dipisahkan.

Amsal berulang kali berbicara tentang karakter orang baik. Mereka yang baik akan senantiasa beroleh berkat, bahkan kenangan tentang mereka pun adalah berkat bagi yang mengingatnya. Amsal juga berbicara tentang kebenaran, bahwa orang yang menyatakan kebenaran mengusahakan kesejahteraan. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan.

Sahabat Alkitab, kita tidak bisa menjadi seperti Robinhood, merampok orang-orang kaya dan para penguasa untuk hasilnya dibagikan kepada orang-orang miskin yang tertindas. Itu adalah kesalahan besar. Kita tidak bisa melakukan kebaikan tetapi dengan cara-cara yang tidak benar. Dalam etika Kristen, untuk satu tujuan yang baik harus dicapai dengan cara-cara yang baik dan benar pula, keduanya harus berjalan seiring dengan firman Tuhan.

Selamat Pagi. Jadilah orang baik sekaligus orang benar, itulah pesan firman Tuhan.

Tidak Ada Yang Salah Dengan Kekayaan Bila Itu Buah Kejujuran & Kerja Keras

Rajin pangkal kaya, malas pangkal miskin

Kalimat hikmat dalam Amsal 10:1-5 mempertentangkan antara dua karakter yang saling bertolakbelakang, seperti bijak dan bebal, kefasikan dan kebenaran, tangan yang lamban dan tangan yang rajin, juga apa saja dampak dari setiap karakter. Penulis amsal telah melihat bahwa tangan yang selalu mau bekerja akan mendatangkan hasil yang baik, serta kebijaksanaan yang dimiliki akan mendatangkan kebahagiaan, tidak hanya bagi orang tersebut tetapi juga bagi orang tua. Sebaliknya, penulis amsal melihat mereka yang bebal dan malas akan hidup miskin dan mendatangkan malu bagi dirinya dan orang tuanya.

Sahabat Alkitab, orang selalu mengidentikkan kekayaan dengan sifat keduniawian, dan hal-hal negatif yang melekat. Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan kekayaan. Dalam pandangan tradisional amsal mengungkapkan bahwa kekayaan adalah buah dari kerja keras dan juga kebijaksanaan. Di masa kini tidak sedikit orang yang memperoleh kekayaan dengan cara-cara yang tidak patut dan juga dipergunakan untuk hal-hal yang hanya untuk memuaskan hawa nafsu manusia. Inilah yang salah.

Selamat Pagi. Mari kita mengisi hari-hari dengan kerja keras dan kebijaksanaan, agar ketika kita menjadi kaya, kita dapat memakai itu untuk memuliakan Tuhan.

Keputusan Yang Baik Adalah Keputusan Yang Cepat & Tepat

Cepat dan tepat, begitulah seorang pemimpin harusnya bersikap dalam pengambilan keputusan.

Mendapatkan laporan dari para pemuka bangsa Israel (9:1) perihal kawin campur yang mendatangkan dosa bagi bangsa itu, Ezra dituntut untuk segera menuntaskannya agar dosa itu tidak terus menjalar, dan juga harus tepat untuk mendatangkan kebaikan bagi segenap bangsa Israel. Tentu Ezra tidak menginginkan bangsa itu kembali dibuang oleh Tuhan, dijajah oleh bangsa asing, atau bahkan dimusnahkan. Sudah pasti Ezra mengalami konflik dalam dirinya tentang apa yang harus dia lakukan. Membiarkannya demi kemanusiaan atau memutuskannya demi kemaslahatan umat.

Sahabat Alkitab, menjadi pemimpin seperti Ezra memang tidak mudah. Ia harus memimpin umat Israel yang banyak jumlahnya dan terkenal dengan sifat pemberontaknya. Keberhasilan dalam membawa umat itu kembali kepada Tuhan dan hukum-hukum-Nya patut untuk kita teladani. Keputusannya cepat dan tepat di zaman itu. Di zaman yang serba cepat seperti saat ini, kita pun dituntut untuk selalu menjadi yang tercepat, termasuk dalam pengambilan keputusan. Namun cepat saja tidak cukup, harus tepat guna juga.

Selamat Pagi. Jadilah orang-orang muda yang cerdik, cekatan, dan bermanfaat di mana pun kita berada.

Alasan Sama-Sama Tersedia Untuk Kemarahan Ataupun Kasih

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kita punya seribu alasan untuk marah namun kita juga punya seribu satu alasan untuk tetap mengasihi dalam kemarahan.

Ezra pantas untuk marah. Bangsa Israel telah membelakangi Allah, mereka mengambil istri dari perempuan-perempuan asing yang tidak mengenal Allah. Yang pada akhirnya akan membawa mereka kepada dosa yang semula dilakukan oleh nenek moyang mereka, salah satu alasan mengapa mereka dibuang ke Babel, yaitu penyembahan kepada ilah lain. Dan untuk alasan yang sama, Allah mungkin saja akan menghukum mereka kembali. Di sini Ezra punya hak dan kuasa untuk menghukum mereka dengan hukuman yang paling berat sekalipun (bnd. 7:26). Dalam doa pengakuan dosa kepada Allah, Ezra mengungkapkan bagaimana Allah marah kepada Israel, tetapi dalam kemaharan-Nya yang menyala-nyala itu Allah juga mengasihi mereka. Ezra belajar dari cara Allah.

Sahabat Alkitab, mungkin pernah atau saat ini kita sedang marah terhadap orang lain, kita selalu punya pilihan, meluapkan kemarahan sejadi-jadinya hingga puas atau menyatakan kemarahan dengan tetap mengasihi hingga orang yang bersalah itu dengan sendirinya menyadari kesalahannya dan mau berubah.

Selamat Pagi. Mari menjadi lebih bijak, bahkan sekalipun kita sedang marah.

Hak Kelahiran Adalah Salah Satu Bentuk Penindasan

Jika apa yang kita miliki sejak lahir dan yang tidak dimiliki oleh orang lain sejak kelahirannya membuat kita merasa lebih, maka kita sedang keliru memahami maksud Allah yang mencipta keberagaman.

Hak kelahiran adalah hak yang dimiliki oleh seseorang sejak lahirnya. Esau sebagai anak pertama memiliki hak kesulungan yaitu segala berkat dari ayahnya – walaupun dikemudian hari ia menjualnya kepada Yakub. Orang Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan menganggap diri sebagai benih yang kudus yang tidak boleh “berbaur” dengan bangsa lain. Di zaman Ezra semangat ini muncul kembali sebagai usaha untuk memurnikan kembali atau menjaga kemurnian iman Israel kepada TUHAN. Belakangan semangat ini berubah, orang Israel menganggap dirinya sebagai bangsa yang superioritas dan memandang rendah bangsa lain. Sikap seperti ini dapat kita lihat dalam pandangan Yunus terhadap Niniwe dan pandangan para murid terhadap orang-orang bukan dari Yahudi dalam hal pemberitaan Injil.

Sahabat Alkitab, kelahiran kita tidak boleh menjadi alasan untuk memandang rendah orang lain yang berbeda. Ini adalah bentuk penindasan dan Kristus sangat menentang penindasan dalam segala bentuknya. Sebab tidak ada satu orang pun di dunia ini yang lahir karena ia memilih untuk lahir. Allah-lah yang telah membentuk dan menentukan segala hal tentang kelahiran manusia.

Selamat Pagi, kiranya kita senantiasa mengusahakan untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan semua orang tanpa membeda-bedakan.

Penghormatan Kepada Allah Bahkan Datang Dari Seluruh Penjuru Bumi

Menghormati Allah adalah kebutuhan semua orang, bukan kebutuhan Allah.

Allah memakai tangan kuasa dari Raja Artahsasta untuk membawa umat Israel hidup mematuhi hukum Allah. Bukan hanya kepada mereka yang diam di Yerusalem dan Yehuda, tetapi juga yang tersebar di Provinsi Efrat Barat. Kepada mereka yang telah mengetahui hukum itu agar melaksanakannya dengan tidak bercacat, dan kepada mereka yang belum tahu agar diajarkan kepada mereka. Allah sendiri telah membuka hati raja agar memperhatikn seara khusus Bait Suci yang telah didirikan itu. Allah memakai para raja kafir agar umat-Nya menghormati kekudusan-Nya.

Sahabat Alkitab, jika semua manusia adalah ciptaan Allah, maka semua juga adalah hamba-hamba-Nya. Jika semua orang adalah hamba-hamba-Nya, maka pada akhirnya semua orang di seluruh penjuru bumi akan sujud menyembah kepada-Nya. Sebab siapakah yang dapat tahan berdiri di hadapan ALLAH pencipta langit dan bumi?

Selamat Beribadah. Marilah dengan penuh sukacita dan syukur, serta takut dan gentar, kita datang beribadah kepada Allah Juruselamat kita.

Semakin Besar Kekuasaan Semakin Besar Pula Tanggung Jawab

Kekuasaan adalah amanah, gunakanlah dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

Ezra tidak hanya membawa seluruh persembahan dari raja ke Yerusalem, tetapi juga ia diberi kuasa untuk menggunakannya (17). Ia juga diberi kuasa atas penguasa kas kerajaan di provinsi Efrat Barat. Apapun yang Ezra minta kepada mereka harus segera diberikan (21). Betapa berkuasanya Ezra saat itu sebagai seorang ahli kitab, sebuah posisi yang sebelum masa pembuangan tidak lebih dari panitera (bnd. II Sam. 8:17; I Taw. 27:32). Di sinilah sikap yang bertanggung jawab sangat dibutuhkan dari Ezra, jika ia lalai atau menyalahgunakan kekuasaannya maka akan berdampak sangat besar terhadap umat Israel.

Sahabat Alkitab, jika ingin melihat karakter asli seseorang, lihatlah ketika ia sedang memegang kekuasaan. Ada yang benar-benar amanah tetapi ada juga yang ingkar. Orang-orang yang tidak amanah dalam kekuasaan akan melakukan banyak sekali kesalahan besar tetapi mereka yang dapat dipercaya akan membawa sejahtera.

Selamat Pagi. Apakah anda saat ini pemegang tampuk kekuasaan? Kerjakanlah dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Allah yang penuh rahmat akan membalasnya dengan kebaikan.