Berlaku Layaknya Padi Semakin Berisi Akan Semakin Menunduk

Allah senang jika anak-anak-Nya hidup dalam kerendahan hati.

Apakah yang dapat kita sombongkan di dunia ini? Kekayaan? Kekuatan? Atau pengetahuan yang kita miliki? Bukankah semuanya itu berasal dari Tuhan? Ia yang memberikan itu kepada kita agar digunakan untuk melayani dan memuliakan nama-Nya. Kalau ingin bermegah, maka bermegahlah karena Tuhan, karena hanya Dialah yang dapat kita miliki di dunia ini dan di surga.

Sahabat Alkitab, segala yang kita punya di dunia ini hanyalah titipan Tuhan, karena itu Ia dapat mengambilnya kapan saja. Bahkan jika Dia ingin memberikannya kepada orang lain. Jangan sombong karena kepandaian dan pengetahuan yang kita miliki, karena pengetahuan kita tidak sempurna. Jangan sombong karena kekayaan, kekuatan, keelokan, karena semuanya dapat hilang lenyap seketika seperti uap. Ingatlah, di atas langit masih ada langit.

Selamat Pagi. Mari belajar untuk selalu rendah hati, karena itu berarti sebuah pengakuan atas kemahakuasaan Tuhan.

Tinggalkanlah Panas Hati Sebelum Ia Menghanguskannya

Jangan buru-buru bereaksi, ketika hati menjadi panas.

Tidak ada yang lebih dirugikan dari panas hati dan amarah yang menyala-nyala selain dari diri sendiri. Rasa panas yang membara memang dapat mendorong seseorang bertindak di luar kendali, di luar akal sehat, dan di luar kehendak Allah. Ini akan berdampak sangat buruk, jika sudah begitu yang tersisa nantinya hanya penyesalan panjang.

Sahabat Alkitab, Amsal berkata, “Kalau orang bodoh tersinggung, saat itu juga ia menyatakan sakit hatinya; tapi orang bijaksana tidak peduli bila dicela.” Dicela tidak akan membuat kita menjadi lebih rendah, respon yang negatiflah yang akan merendahkan diri kita sendiri. Membiarkan panas hati menguasai kita akan menghanguskan seluruh kehidupan hingga hanya abu yang tersisa.

Selamat Pagi. Jika ada yang pernah mencela dan menyakiti hatimu, ampunilah dan berdoalah baginya.

Pekerjaan Kecil Lebih Berharga Daripada Berpangku Tangan

Manusia menjadi berbeda dengan ciptaan lainnya ketika dia menghasilkan karya dan kerja, sekecil apapun itu.

Kemalasan adalah salah satu sifat yang paling dapat membunuh kreativitas dan kemampuan manusia. Kemalasan yang dipelihara mematikan kemampuan berpikir, daya nalar, serta kemampuan alamiah manusia dalam bertahan hidup. Amsal 12:11 berkata, “Petani yang bekerja keras mempunyai banyak makanan, tapi orang yang menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak berguna adalah bodoh.” Melalui perumpamaan tentang talenta, Tuhan Yesus mau mengingatkan kita agar terus berkarya, sekalipun terlihat hanya sedikit yang dapat kita lakukan. Kesetiaan terhadap hal yang kecil dan sedikit itulah yang akan menjadi berkat bagi kita.

Sahabat Alkitab, nilai kita sebagai manusia dilihat dari apa yang kita perbuat bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang lain, untuk dunia ini. Sumbangsih kerja dan karya yang kita berikan akan selalu jauh lebih berharga dibanding hanya duduk diam bermalas-malasan.

Selamat Pagi. Mari berkarya selagi hari masih siang dan lakukanlah yang terbaik, karena akan datang malam dan yang tersisa hanyalah penyesalan.

Teguran Itu Berkat, Jika Dilihat Dari Sudut Pandang Yang Benar

Allah menegur, Allah menghardik. Tujuannya adalah untuk kebaikan agar kita berubah.

Banyak kali teguran itu membuat muka menjadi merah, apalagi teguran yang nyata. Itu membuat hati panas. Tidak sedikit teguran yang menyinggung hati berujung pada amarah dan pertengkaran. Naluri kita memang lebih suka jika yang datang itu adalah pujian dan sanjungan, bahkan walaupun kita tahu itu adalah pujian palsu. Amsal mengingatkan kita bahwa teguran itu sama dengan pengetahuan. Sebab dengan teguran kita tahu segala kekurangan dalam diri yang perlu untuk segera diperbaiki. Teguran membuat kita keluar dari zona nyaman atas karakter atau kebiasaan buruk yang kita senangi. Teguran ibarat baju pelampung yang akan menolong kita agar tidak tenggelam dalam kesalahan.

Sahabat Alkitab, jangan pernah membangun benteng ketika ada orang yang datang memberikan teguran. Berusahalah melihat dari sisi yang berbeda bahwa orang menegur karena sayang dan ingin kita berubah.

Selamat Pagi. Jika kemarin atau hari ini kita menerima teguran, jangan marah! Berbahagialah! Teguran itu baik.

Setiap Tanaman Menghasilkan Buahnya Sendiri-Sendiri

Siapa menanam kebaikan akan menuai kebaikan, siapa yang menabur angin kelak akan menuai badai.

Pengamsal melihat kehidupan yang terjadi disekitarnya dan menulis secara jujur apa yang terjadi. Tuhan menginginkan agar setiap orang bersandar hanya kepada-Nya saja, tetapi ada saja orang-orang yang karena kekayaannya tidak lagi melihat kepada Tuhan. Pada akhirnya mereka akan layu dan jatuh seperti daun tua. Setiap apa yang kita perbuat di dunia ini selalu akan menerima balasannya. Allah tidak buta dan tidak tuli, Ia juga adil, karena itu apa yang terjadi di hari esok adalah buah dari segala yang dikerjakan di hari ini. dan apa yang terjadi hari ini, adalah buah dari apa yang telah dikerjakan kemarin. Orang baik akan menuai kebaikan dari apa yang ditaburnya, orang jahat juga akan menuai dari apa yang ditabur, yaitu kejahatannya sendiri.

Sahabat Alkitab, Pernahkah anda melihat orang bermain Boomerang? Ya, itu adalah senjata khas dari suku Aborigin di Australia. Ketika dilemparkan, maka senjata itu akan berbalik kepada orang yang melemparnya, jika tidak mampu menangkap dengan baik, si empunya akan termakan oleh senjatanya sendiri. Perbuatan kita pun demikian, selalu akan berbalik kembali kepada kita.

Selamat Pagi. Mari mengawali pagi ini dengan melakukan minimal satu kebaikan, dan esok lihatlah hasilnya. Tuhan tidak tidur.

Contoh Kebaikan Adalah Memberi

Kebaikan punya banyak bentuk dan cara, yang dapat segera dirasakan oleh orang lain adalah pemberian.

Dalam ilmu matematis, memberi itu sama halnya dengan pengurangan (-) sedang menerima sama dengan penjumlahan (+). Logikanya adalah semakin kita sering memberi maka akan semakin kekurangan dan sangat mungkin kehabisan (nol). Tetapi firman Tuhan dalam Amsal ini mengatakan bahwa “Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya…”. Lalu manakah yang salah dan manakah yang benar? Tidak ada yang salah dengan keduanya, hanya dalam prinsip matematika tidak melibatkan adanya pribadi Allah yang mencintai orang baik yang suka memberi, dan yang akan mencurahkan berkat dengan limpahnya kepada mereka, sebab Ia adalah sumber dari segala berkat, Ia tidak pernah berkekurangan.

Sahabat Alkitab, mari kita berpikir demikian; Allah ingin memakai kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dalam setiap berkat yang Allah berikan kepada kita di dalamnya selalu ada hak orang lain. Itu berarti tidak semua yang kita terima adalah milik kita. Mengambil dan mengklaim semuanya untuk diri sendiri adalah tindakan mencuri hak orang lain.

Selamat hari Minggu. Beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hati. Tuhan memberkati kita semua.

Kebaikan Hati Selalu Berbuah Manis

Tanam Apel akan berbuah apel, tanam duri akan berbuah duri.

Pengamsal melihat dalam kehidupan manusia bahwa orang yang kesukaannya adalah berbuat baik kepada sesama akan menerima kebaikan pula. Tuhan cinta kepada meraka yang berbuat kebaikan dan hidup tanpa cela sehingga mencurahkan berkat-Nya, berkat sejati yang tidak akan diambil dari padanya. Entahkah kepadanya atau kepada keturunannya, entah hari ini entah besok, tetapi itu pasti. Sebaliknya orang jahat akan merugikan dirinya sendiri. Kelihatannya mereka berhasil karena kejahatannya, tetapi itu hanyalah keberhasilan yang semu karena ujungnya mereka akan mendapatkan hukumannya, di dunia ini atau pada kematian kekal. Seperti pepatah’ “Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu kali akan jatuh juga.”

Sahabat Alkitab, firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai. Karena itu jika kita ingin menerima kebaikan maka kita harus lebih dulu melakukannya. Kita bisa memulai itu dari rumah, lalu dilingkungan sekolah, kerja dan lingkungan yang lebih luas. Melakukan kebaikan kepada siapapun tanpa pilih-pilih, terutama kepada mereka yang paling membutuhkannya. Kepada orang-orang kecil yang tidak mungkin akan dapat membalasnya.

Selamat Pagi. Marilah kita terus berbuat baik dengan tidak jemu-jemu dan akan lebih mulia bila dilakukan tanpa pamrih. Allah yang penuh kasih karunia akan menyertai kita semua.

Nasehat Yang Baik Menyelamatkan Negeri, Hoaks Menghancurkannya

Alkitab adalah sekumpulan nasehat dari Allah kepada manusia, yaitu nasehat akan kebenaran, dan tentang jalan keselamatan. Dia ingin kita hidup di dalamnya.

Sejak semula berita bohong atau nasihat palsu telah menjadi perusak dunia yang paling mematikan. Ketika manusia lebih mempercayai hoaks yang dikatakan oleh ular, maka sejak saat itu kehancuran peradaban manusia telah dimulai. Manusia tidak lagi mengindahkan nasihat Allah, bahkan sekalipun itu untuk keselamatannya.

Sahabat Alkitab, kita telah melihat yang terjadi di depan mata ada negara-negara yang menemui kehancurannya karena mempercayai berita bohong. Karena berita hoaks itu, maka bangsa bangkit melawan bangsa dan saudara melawan saudara. Bukan ini yang kita inginkan, bukan juga kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan adalah damai sejahtera atas seluruh negeri. Oleh sebab itu, Allah telah menaruh firman-Nya dalam hati manusia agar manusia dapat saling menasehati dan saling membangun dengan berita-berita kebenaran, juga nasihat-nasihat yang baik.

Selamat Pagi. Jangan percaya hoaks, apalagi memberitakannya. Dan hendaklah kita saling memberi nasihat, sebagai seorang saudara dalam Tuhan dan berhenti.

Tuhan Berkenan Kepada Keadilan & Kerendahan Hati

Kesombongan manusia telah memisahkan dirinya dengan Allah, dan menjauhkannya dari kasih karunia.

Kesombongan membuat manusia merasa lebih dari pada yang lain, dan tanpa sadar juga terhadap Allah. Ini menjadikannya lupa diri, seperti tidak lagi membutuhkan Tuhan. Sementara ketidakadilan adalah bentuk perlakuan terburuk manusia terhadap sesamanya. Namun pada akhirnya orang yang sombong dan semena-mena akan jatuh dan kesudahannya adalah kehancuran.

Sahabat Alkitab, jauhlah kiranya dalam diri kita berlaku sombong dan berlaku tidak adil terhadap sesama kita. Sebab Allah sangat membencinya. Allah menghendaki setiap kita menjadi pribadi yang rendah hati dan menghargai sesama manusia dengan berlaku adil terhadap mereka.

Selamat Pagi, betapa indahnya hari ini jika kita mau saling menghargai. Mulailah dari sekarang dan dari diri sendiri.

Kebaikan, Kejujuran, & Ketulusan Adalah Cara Menghormati Tuhan

Hormatilah Tuhan, sebab Ia layak menerimanya.

Tuhan bukan manusia yang hanya melihat apa yang kelihatan. Mata Tuhan memandang sampai ke dalam hati manusia. Tuhan melihat kebaikan, kejujuran, dan ketulusan hati kita, karena itulah tanda bahwa kita sungguh-sungguh menghormati-Nya. Tuhan akan memberkati kita yang demikian dengan umur panjang, kebahagiaan, perlindungan, damai sejahtera, dan kebijaksanaan.

Selamat pagi Sahabat Alkitab, marilah kita menaruh hormat kita kepada Tuhan bukan dengan banyaknya pelayanan dan ibadah yang kita lakukan, melainkan dengan sikap hati yang penuh kebaikan, kejujuran, dan ketulusan.