Ketulusan Tetap Cemerlang Sekalipun Didalam Kabut Kebohongan Yang Pekat.

title

Tetapi aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku, Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. (Mzm. 41:13)

Betapa gelapnya hari itu karena kebohongan Yakub dan Ribka kepada Ishak. Yakub berbohong dengan mengatakan bahwa dia adalah Esau (18-19). Yakub juga memperalat nama Tuhan untuk memuluskan kebohongannya (20), sementara Ribka adalah pemrakarsa dari semuanya itu. Sementara Ishak dalam kelemahan fisik dan ketulusannya tetap memberkati Yakub, dan berkat itu tetap turun atas Yakub.

Sahabat Alkitab, Tuhan mengasihi orang yang tulus hatinya, Tuhan membuat berhasil apapun yang dikerjakannya, bahkan niat jahat manusia tidak dapat menggagalkannya. Dalam nas pembacaan kita, dapat kita lihat keutulusan hati Ishak dan berkat yang ia turunkan tidak terhalangi oleh kebohongan Yakub. Berkat itu tetap tercurah atas Yakub dan kepada seluruh keturunannya. Seperti Ishak, kiranya dalam melakukan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan, kita melakukannya dengan ketulusan hati, karena kita melakukannya untuk Tuhan yang melihat hati manusia.

Selamat Pagi, Ketulusan adalah sifat yang dapat kita kembangkan dalam diri, usahakanlah itu dan kiranya Tuhan menjaga dan memeliharanya dalam kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Lupakan Salah Dan Benar, Kasih Seorang Ibu Tetaplah Yang Terkuat.

title

Kasih ibu sepanjang masa, ia hanya memberi dan tidak mengharapkan kembali, bak sang surya yang menyinari dunia.

"Ribka lebih sayang kepada Yakub", demikianlah pengantar yang diberikan pada Kej. 25:28. Tindakan yang dilakukan oleh Ribka dapat menjadi sebuah perdebatan yang tidak ada akhirnya. Tindakan kasihnya kepada Yakub ia tunjukkan meskipun dengan melakukan kebohongan kepada Ishak. Ia bahkan rela menerima kutuk itu seandainya kebohongan itu terungkap (13).

Sahabat Alkitab, melalui kisah Ribka dan Yakub kita tahu bagaimana kuatnya kasih seorang ibu kepada anaknya dan bagaimana besarnya pengorbanan mereka. Mereka bahkan tidak peduli dengan kehidupan mereka sendiri, dengan kebahagiaan mereka, dengan masa depan mereka, dengan segala resiko yang akan mereka terima, demi kehidupan, kebahagiaan, dan masa depan anaknya. Karena itu marilah kita sebagai anak menghargai dan mengasihi ibu kita sambil meminta kepad Tuhan agar mereka dapat menjadi teladan yang baik bagi kita.

Selamat Beribadah. Dalam segala kekurangannya, seorang ibu harus mendapat kasih yang besar dari kita. Jangan kehilangan sedikitpun rasa hormat kita kepadanya hanya karena kelemahannya sebagai manusia. Bawalah dia di dalam doa kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Rencana Tuhan Selalu Sempurna. Cuma Saja Kita Yang Kadang Tidak Cukup Sempurna Untuk Bertahan Didalamnya.

title

"... tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yes. 59:2)

Sebagai anak yang sulung, Esau berhak untuk menerima berkat dari kesulungannya itu. Karena itu Ishak memintanya untuk membuatkan makanan kesukaannya, seperti yang selalu Esau buat untuknya, setelah itu Ishak akan memberkatinya. Tetapi kehidupan Esau membuatnya tidak dapat menerima itu, pernikahannya dengan gadis suku bangsa Het adalah salah satu penyebabnya. Ia tidak memelihara hukum dan perintah Tuhan (bdk. 26:5). Juga karena ia menganggap remeh keistimewaan yang melekat padanya sebagai anak sulung, ia lebih memilih hal yang sifatnya sesaat (25:32)

Sahabat Alkitab, ingatlah ini: Tuhan tidak pernah gagal dalam rencana dan rancangan-Nya. Kitalah yang menghalangi dan menggagalkan rencana itu dalam diri kita. Dengan cara apa? Dengan cara hidup yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Allah telah memberikan kebebasan untuk kita hidup di dunia ini, namun kebebasan itu adalah kebebasan yang berada dalam wilayah hukum dan ketetapan-Nya. Saat kita hidup di luar dari itu, maka tidak ada berkat bagi kita. Kelemahan-kelemahan yang kita hidupi terus dalam diri kita menjadi penghalang bagi rencana-Nya yang sempurna

Selamat Pagi. Mintalah dalam doa agar dimampukan untuk "bekerjasama" dengan Allah dalam mewujudkan rencana-Nya bagi kita, melalui kehidupan yang berkenan kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Bahkan Dalam Perlindungan Tuhan Yang Sempurnya, Masalah Masih Akan Menemukan Celah Untuk Menganggu Anda.

title

Tuhan memakai masalah untuk mendewasakan kita dan untuk menunjukkan kekuatan kuasa-Nya

Masalah antara Ishak dengan Abimelekh dan seluruh rakyat Filistin di Gerar telah diselesaikan di atas meja makan yang diikat oleh janji disahkan dengan sumpah. Namun ketenangan ini tidak untuk selama-lamanya. Esau memilih dua gadis Het menjadi istrinya (Orang Het berasal dari garis keturunan Ham, anak Nuh yang melihat aurat ayahnya saat Nuh sedang mabuk. Akibatnya Ia dikutuk oleh Nuh (Kej. 9:18-25; 10:15)). Kedua gadis yang bernama Yudit dan Basmat itu ternyata membawa kesusahan bagi hidup Ishak dan Ribka. Itulah masalah baru yang harus mereka hadapi.

Sahabat Alkitab, ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah gagal dalam melindungi umat-Nya. Kuasa-Nya tidak pernah berkurang sedikitpun dari masa ke masa sehingga ada celah bagi masalah untuk masuk dan mengganggu hidup umat yang dikasihi-Nya. Lalu mengapa masalah bisa terjadi pada kita yang percaya kepada Tuhan? Jawabannya adalah karena Tuhan yang mengizinkannya (menghendaki), agar melalui masalah itu iman kita semakin didewasakan-Nya dan agar kemuliaan-Nya dinyatakan melalui pekerjaan-pekerjaan tangan-Nya yang memberikan kekuatan, memulihkan, dan yang membebaskan (bnd. Yoh. 9:3; Rm. 8:28).

Selamat Pagi. Tatkala masalah itu datang, maka bagian kita adalah melihatnya dari sudut pandang Tuhan, lalu mengikuti arus kehendak-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Ketika Iri Hati Menjadi Rasa Kagum, Apa Yang Dapat Kita Katakan Selain : Betapa Sempurna Perlindungam Tuhan.

title

Tidak ada yang dapat menutup-nutupi kuasa Tuhan, siapapun yang melihat akan mengakui dan memuliakan Dia.

Abimelekh dan penduduk Gerar tahu dan akhirnya mengakui bahwa TUHANlah yang melindungi dan memberkati Ishak sehinga ke mana pun dia pergi dan apa pun yang ia kerjakan selalu berhasil. Seorang raja seperti Abimelekh datang langsung menemui Ishak menunjukkan bahwa keberadaan dan kuasa Ishak tidak lebih rendah darinya bahkan mungkin sama, dan akan melebihinya. Itulah sebabnya ia datang meminta agas Ishak bersumpah untuk tidak berbuat jahat kepada mereka.

Sahabat Alkitab, jangan pernah takut terhadap apa yang dapat diperbuat manusia kepada kita jika ternyata kita tahu dan percaya bahwa Allah selalu melindungi kita. Dalam iri hatinya, manusia dapat saja merancangkan yang jahat, seribu satu cara yang dipakai untuk mencelakakan kita, tidak akan berdaya di hadapan Allah yang melindungi kita. Bahkan Allah akan menunjukkan kekuatan kuasa-Nya agar mereka tahu siapa Allah yang kita sembah. Allah dapat mengubah iri hati itu menjadi sebuah kekaguman akan diri-Nya.

Selamat Pagi. Percayakanlah seluruh hidup kita kepada Tuhan, maka Dia akan menjadi pembela kita dihadapan seluruh lawan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Iri Hati Mengubah Keberhasilan Menjadi Seperti Sebuah Kutukan.

title

Inilah sifat manusia yang diwarisi dari malaikat yang jatuh itu yaitu iri hati (bnd. Yes. 14:12-15).

Orang Filistin cemburu dan iri hati melihat keberhasilan Ishak. Ia yang tadinya hanya sebagai pendatang di Gerar karena menghindari bencana kelaparan, kita memiliki kekayaan berupa hamba, kawanan domba dan sapi yang melebihi orang-orang Gerar. Keberhasilannya dan kekuasaannya telah melebihi orang-orang Filistin itu (16). Iri hati mereka berbuahkan tindakan-tindakan yang jahat (15), bahkan pengusiran hingga beberapa kali (16, 20, 21). Namun tindakan-tindakan manusia itu tidak sama sekali menghalangi tindakan Allah dalam memberkati Ishak (17-22)

Sahabat Alkitab, masihkah kita mendapati iri hati ada dalam diri kita tatkala melihat keberhasilan dan kebahagiaan orang lain? Itu hanya menunjukkan bahwa Kristus belum ada dalam hidup kita, melainkan si jahat yang masih berkuasa di dalamnya. Iri hati yang berbuahkan tindakan hanya akan merusak kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, sementara iri hati yang kita simpan merusakkan diri sendiri serta menghalangi berkat Allah bagi kita. Kita tentu tidak mau semua pencapaian kita dihancurkan oleh mereka yang iri hati karena ketidakmampuan mereka, karena itu jangan juga pernah melakukannya kepada orang lain.

Selamat Pagi. Matikanlah sifat iri hati dan dengki dalam diri kita, turutlah berbahagia atas kebahagiaan orang lain, dan kiranya Tuhan mengubahkan hati orang-orang yang iri hati terhadap kita, agar dunia ini dipenuhi dengan kedamaian.

Salam Alkitab Untuk Semua

Ketika Kita Telah Memutuskan Mengikuti Iman, Seberapa Jauh Kita Dapat Meninggalkan Logika ?

title

Iman tidak boleh mematikan logika, iman harus membuat logika tahu ada kuasa dan hikmat yang jauh melebihinya, lalu menyembah-Nya.

Meskipun mengikuti kehendak Allah untuk tetap tinggal di Gerar, negeri orang Filistin, namun Ishak tidak sepenuhnya mempercayakan dirinya kepada Allah sekalipun dengan tegas Allah telah berjanji akan melindungi dan memberkatinya (3). Ishak melakukan kesalahan berulang seperti yang pernah dilakukan oleh Abraham, ayahnya (Kej. 12:13). Ia tidak percaya bahwa Allah sanggup melindunginya, karena itu dengan logika berpikirnya yang sesat, ia menyembunyikan separuh kebenaran bahwa Ribka adalah isterinya. Ia berpikir dengan berkata Ribka adalah adiknya, nyawanya akan selamat dan akan tetap hidup di negeri Filistin itu.

Sahabat Alkitab, dalam kehidupan beriman, kita diajar untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah. Dalam situasi tertentu, kita perlu benar-benar menundukkan logika kita pada cara dan kehendak Allah. Memaksakan untuk menggunakan pemikiran sendiri hanya akan membawa pada kesesatan berpikir malah bisa jadi berbuah pada tindakan yang keliru, merugikan diri sendiri, orang lain, dan membawa kita dalam dosa. Seperti yang dilakukan oleh Ishak, dia menyembunyikan separuh kebenaran yang sama artinya dengan berbohong, demi keselamatan pribadinya. Tindakannya itu hampir saja mengorbankan istrinya sendiri. Ketika logika mengajak kita untuk melakukan sebuah tindakan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, moralitas, nilai-nilai kepatutan, dan melanggar hukum, maka tinggalkanlah itu lalu bergantunglah sepenuhnya kepada Allah. Ia paling tahu cara untuk melindungi dan memberkati Anda.

Selamat Pagi. Lebih baik menderita sengsara atau menjadi miskin sekalipun karena mengikuti tuntunan iman kita, daripada berada dalam kebahagiaan semu atau kaya dengan cara yang culas.

Salam Alkitab Untuk Semua

Betapa Menenangkan Mendapat Sebuah Kepastian Ditengah-tengah Ketidakpastian.

title

Janji-Nya adalah "Ya" dan "Amin", mengapa menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengejar perkara yang tidak pasti?

Terjadilah kelaparan di Kanaan, karena itu Ishak pergi ke daerah orang Filistin untuk tinggal sementara di situ, tujuan utamanya adalah dapat pergi ke Mesir, negeri yang terkenal karena kesuburannya, dengan begitu ia dan keluarganya tidak akan menderita kelaparan. Namun Tuhan melarangnya, Ishak harus tetap tinggal di negeri Filistin itu, karena di situlah Tuhan akan menyertai dan memberkatinya, yaitu menepati janji-Nya kepada Abraham, karena semasa hidupnya, Abraham taat kepada firman Tuhan.

Sahabat Alkitab, sekali lagi, apa yang kita pikirkan dapat bertolak belakang dengan pikiran Tuhan. Hitung-hitungan yang kita pakai untuk "meramal" masa depan kita meleset jauh dari yang dikehendaki-Nya. Banyak kali, kita merasa bahwa jalan yang kita lalui adalah jalan buntu, dan memang buntu. Tapi jika Tuhan menginginkan kita untuk tetap berjalan, maka berjalanlah, karena Tuhan mampu untuk mendobrak jalan buntu itu. Ketika Tuhan sudah mengatakan akan menyertai dan memberkati maka percayalah, Ia pasti melakukannya, seberapapun kita merasa bahwa itu berat dan situasi yang serba tidak pasti. karena Tuhan bukan pemberi harapan palsu. Ia memberi jaminan pasti atas setiap yang Ia janjikan bagi kita.

Selamat Pagi. Nyanyikanlah "Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku, ditiap saat dan kerja, tetap kurasa tangan-Nya. Tuhanlah yang membimbingku, tanganku dipegang teguh, hatiku berserah penuh, tanganku di pegang teguh." He Leadeth Me, He Leadeth You, He Leadeth Us.

Salam Alkitab Untuk Semua

Pastoral Dan Manajerial

title

Saya mulai terlibat dalam pelayanan Gereja sekitar tahun 1981, sesudah mengaku Sidhi di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klaseman, Klaten - Jawa Tengah. Kala itu saya berusia 17 tahun dan kelas dua SMA. Jabatan yang saya emban adalah anggota seksi acara Natal Komisi Pemuda.

Seingat saya, tidak ada SK yang saya terima, tidak ada uraian jabatan tertulis yang disodorkan, tidak ada SOP yang rinci dan tertulis, bahkan target terukurpun tidak ada. Tetapi semua itu tidak menyurutkan saya untuk ikut melayani di Gereja. Yang saya lakukan adalah selalu datang rapat panitia, dan memberikan ide-ide demi suksesnya acara Natal Pemuda kala itu.

Sebagai “pendatang baru” dalam pelayanan, saya merasakan betapa baiknya senior-senior di Gereja membimbing saya, memberitahu saya, dan menuntun saya saat saya gagap dalam melakukan pekerjaan pelayanan di Gereja. Maklumlah saya belum paham apa itu manajemen, apa itu pastoral, apa itu strategi dan berbagai istilah lain di seputar pengelolaan pekerjaan dalam organisasi.

Belakangan setelah saya kuliah S1 di Yogyakarta (periode 1982-1989, tujuh tahun baru lulus karena terlalu aktif mengurus organisasi di luar urusan kuliah) saya didewasakan dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan mengelola organisasi secara efisien dan efektif. Aktivitas saya di lingkungan gereja semakin menjadi. Saya aktif menjadi pengurus Pemuda Gereja, Kelompok Pemahaman Alkitab, Persekutuan Mahasiswa Kristen, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Majalah Mahasiswa Kristen, dan Kelompok Diskusi Mahasiswa juga terlibat pelayanan di YMCA.

Saya sering berseloroh, kuliah itu bagi saya nomor 9. Nomor 1-7 mengurus organisasi, nomor 8 pacaran, dan barulah nomor 9 kuliah. Maka tidak heran kuliah S1 saya lulus dengan predikat nyaris-nyaris.

Setelah lulus kuliah S1 dan bekerja di lingkungan organisasi profesional, aktivitas pelayanan Gereja berlanjut baik sebagai Pengurus Komisi, Penatua sampai Pengurus Yayasan Gereja. Saya berkenalan dengan LAI di akhir tahun 1989, dimana saya menemani Alm. Bapak Soen Siregar yang saat itu menjadi anggota Komisi SDM dan Umum LAI membawakan satu sessi di forum Rapat Kerja LAI di Cisarua Bogor. Saya tidak pernah membayangkan pertemuan itu merupakan pertemuan yang terus berlanjut dan bahkan mengikat saya dengan LAI sampai saat ini.

Aktivitas di lingkungan Gereja dan lembaga-lembaga perpanjangan tangan Gereja dimana saya pernah aktif di dalamnya, dominan mengimplementasi prinsip-prinsip: toleransi, tenggang rasa, memaklumi, mendoakan dan aspek-aspek “pastoral” lain. Sedangkan implementasi prinsip-prinsip manajerialnya serasa masih kurang. Mayoritas pelayan-pelayan Gereja lebih suka bekerja dengan semangat “kekeluargaan”, saling mengerti, saling memahami, saling menopang (meski kadang ngedumel di belakang), ketimbang taat kepada uraian pekerjaan, SOP, Tata Gereja dan Tata Laksana.

LAI yang merupakan organisasi yang didirikan oleh para aktivis Gereja membawa kultur kerja yang mirip-mirip Gereja. Namun dalam usia yang ke 65 tahun ini, LAI banyak mengalami transformasi sehingga terbentuk kultur kerja yang berimbang antara Pastoral dan Manajerial. Sejak 1995 bersama Mitra yang lain dan Tim Internal LAI, saya turut terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan pembenahan manajerial LAI hingga LAI mampu menerapkan metode manajemen: “Strategic Planning”, “Balanced Scorecard”, mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015, dan pelaksanaan “continuous improvement”

Pastoral yang lebih menekankan semangat “memberdayakan”, “memberi kesempatan”, “tenggang rasa”, “mendukung”, dan “penuh kasih sayang”, sangat dibutuhkan dalam penngeloaan organisasi apapun, baik nirlaba maupun profit oriented. Hal ini akan memperkuat “aspek manusiawi” dalam organisasi. Namun bila mengabaikan aspek manajerial yang menekankan aspek PIME – “Planning”, “Implementation”, “Monitoring” dan “Evaluation”, niscaya target-target yang sudah ditetapkan organisasi akan sulit dicapai

Keberhasilan LAI dalam pelayanananya sampai di usia ke 65 tahun adalah cermin implementasi keseimbangan antara Pastoral dan Manajerial secara dialektis.

Oleh: Sigit Triyono (Sekum LAI)

SalamAlkitabUntukSemua

Pengendalian Diri Adalah Perisai Terluar Dan Sekaligus Terdalam Seorang Pahlawan

title

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Amsal 16:32)

Berburu adalah salah satu pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, ketenangan, dan kesiap-siagaan, itu semua adalah bentuk pengendalian diri. Jika tidak sabar, tidak tenang, dan tidak siaga, orang yang berburu bisa kehilangan buruannya atau jika itu binatang buas, bisa jadi dia yang kehilangan nyawanya. Esau adalah seorang pemburu yang cakap (27), karena itu sudah pasti ia memiliki sifat-sifat seperti itu. Tetapi kemudian, sifat-sifat baiknya itu kalah saat berurusan dengan rasa lapar. Dalam keadaan yang sangat lapar (30) ia menjadi tidak sabar, tidak dapat mengendalikan dirinya dari rasa lapar, sehingga dengan menganggap remeh hak kesulungannya, ia rela menukar itu demi makanan, roti dan sebagian sayur kacang merah.

Sahabat Alkitab, pengendalian diri adalah bagian sangat penting dari cara kita menjaga kehidupan kita. Kita diharuskan untuk mampu mengendalikan diri dalam segala hal. Saat kita mampu mengendalikan diri dari kemarahan, maka terhadap keserakahan, hawa nafsu, kesombongan, perkataan kosong, dan lainnya harus juga mampu kita kendalikan. Siapa yang dapat mengandalikan dirinya sepenuhnya lebih berbahagia dari seorang pahlawan yang berhasil menaklukkan sebuah kota. Tetapi siapa yang tidak dapat mengendalikan dirinya, ia akan kehilangan segala yang ia miliki. Iblis akan selalu berusaha untuk mencari kesempatan menyerang titik lemah manusia, namun jika kita mampu mengendalikan diri dan menguasainya sepenuhnya, maka kita dapat menangkis semua serangan itu.

Selamat Beribadah. Segala sesuatu sudah mendekati kesudahannya, sebab itu hendaklah kalian menguasai diri dan waspada, supaya kalian dapat berdoa (1 Ptr. 4:7, BIMK)

Salam Alkitab Untuk Semua