Betapa Menenangkan Mendapat Sebuah Kepastian Ditengah-tengah Ketidakpastian.

  • 213
    Shares

title

Janji-Nya adalah "Ya" dan "Amin", mengapa menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengejar perkara yang tidak pasti?

Terjadilah kelaparan di Kanaan, karena itu Ishak pergi ke daerah orang Filistin untuk tinggal sementara di situ, tujuan utamanya adalah dapat pergi ke Mesir, negeri yang terkenal karena kesuburannya, dengan begitu ia dan keluarganya tidak akan menderita kelaparan. Namun Tuhan melarangnya, Ishak harus tetap tinggal di negeri Filistin itu, karena di situlah Tuhan akan menyertai dan memberkatinya, yaitu menepati janji-Nya kepada Abraham, karena semasa hidupnya, Abraham taat kepada firman Tuhan.

Sahabat Alkitab, sekali lagi, apa yang kita pikirkan dapat bertolak belakang dengan pikiran Tuhan. Hitung-hitungan yang kita pakai untuk "meramal" masa depan kita meleset jauh dari yang dikehendaki-Nya. Banyak kali, kita merasa bahwa jalan yang kita lalui adalah jalan buntu, dan memang buntu. Tapi jika Tuhan menginginkan kita untuk tetap berjalan, maka berjalanlah, karena Tuhan mampu untuk mendobrak jalan buntu itu. Ketika Tuhan sudah mengatakan akan menyertai dan memberkati maka percayalah, Ia pasti melakukannya, seberapapun kita merasa bahwa itu berat dan situasi yang serba tidak pasti. karena Tuhan bukan pemberi harapan palsu. Ia memberi jaminan pasti atas setiap yang Ia janjikan bagi kita.

Selamat Pagi. Nyanyikanlah "Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku, ditiap saat dan kerja, tetap kurasa tangan-Nya. Tuhanlah yang membimbingku, tanganku dipegang teguh, hatiku berserah penuh, tanganku di pegang teguh." He Leadeth Me, He Leadeth You, He Leadeth Us.

Salam Alkitab Untuk Semua