Rencana Tuhan Selalu Sempurna. Cuma Saja Kita Yang Kadang Tidak Cukup Sempurna Untuk Bertahan Didalamnya.

  • 63
    Shares

title

"... tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yes. 59:2)

Sebagai anak yang sulung, Esau berhak untuk menerima berkat dari kesulungannya itu. Karena itu Ishak memintanya untuk membuatkan makanan kesukaannya, seperti yang selalu Esau buat untuknya, setelah itu Ishak akan memberkatinya. Tetapi kehidupan Esau membuatnya tidak dapat menerima itu, pernikahannya dengan gadis suku bangsa Het adalah salah satu penyebabnya. Ia tidak memelihara hukum dan perintah Tuhan (bdk. 26:5). Juga karena ia menganggap remeh keistimewaan yang melekat padanya sebagai anak sulung, ia lebih memilih hal yang sifatnya sesaat (25:32)

Sahabat Alkitab, ingatlah ini: Tuhan tidak pernah gagal dalam rencana dan rancangan-Nya. Kitalah yang menghalangi dan menggagalkan rencana itu dalam diri kita. Dengan cara apa? Dengan cara hidup yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Allah telah memberikan kebebasan untuk kita hidup di dunia ini, namun kebebasan itu adalah kebebasan yang berada dalam wilayah hukum dan ketetapan-Nya. Saat kita hidup di luar dari itu, maka tidak ada berkat bagi kita. Kelemahan-kelemahan yang kita hidupi terus dalam diri kita menjadi penghalang bagi rencana-Nya yang sempurna

Selamat Pagi. Mintalah dalam doa agar dimampukan untuk "bekerjasama" dengan Allah dalam mewujudkan rencana-Nya bagi kita, melalui kehidupan yang berkenan kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua