Bahkan Dijalan Yang Benar Sekalipun, Masalah Tetap Tidak Akan Membiarkan Kita Berjalan Dengan Mudah.

title

Dunia ini gudangnya masalah, iman kepada Kristus tidak membebaskan kitanya, tetapi memberikan kekuatan menghadapinya.

Tidak ingin mengulangi apa yang dilakukan olah Abraham, bapaknya, Ishak memilih untuk berharap kepada Tuhan, ia berdoa meminta kepada Tuhan ketika Ribka belum juga memberikannya anak. Lalu Tuhan mengabulkan doanya. Memiliki anak adalah jawaban atas masalahnya tetapi sekaligus juga membuka lembaran masalah yang baru baginya kelak. Sebab anak itu sejak dalam kandungannya sudah berseteru, demikianlah terus terjadi sampai keduanya dewasa dan sampai kepada bangsa-bangsa yang mereka peranakkan (23).

Sahabat Alkitab, bagaimana mungkin jawaban dari masalah adalah masalah? Ya begitulah keadaannya selama kita masih ada di dunia ini. Seperti jawaban atas masalah kesendirian adalah menjalin hubungan (atau pernikahan), namun di dalam hubungan itu jugalah akan menimbulkan masalah. Begitu juga jawaban dari masalah menganggur (tidak bekerja) adalah bekerja atau melakukan pekerjaan, namun bekerja juga akan dipenuhi dengan masalah nantinya. Kita memang hidup dikelilingi oleh masalah, seperti judul film komedi era tahun 1983 "Maju Kena Mundur Kena". Lalu apa yang harus kita lakukan? Pergi dari dunia ini dengna cara kita sendiri? Itu pun adalah masalah. Pergi jauh ke tengah hutan untuk mengasingkan diri? Di situ pun kita akan bertemu masalah. Berjalan di jalan yang benar bersama Tuhan bertemu masalah, apalagi berjalan diluar dari jalan-Nya, semuanya masalah.

Selamat Pagi. Bersama Tuhan, masalah adalah cara mendewasakan iman kita, hadapilah karena Tuhan tidak akan pernah tinggalkan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Semua Orang Punya Cerita. Mengapa Kita Merasa Seakan Kita Sendiri Yang Memilikinya ?

title

Ada kehidupan lain selain kehidupan kita, yang sama-sama ingin menorehkan cerita bagi dunia.

Tidak banyak diberitakan tentang kehidupan Ismael, anak Abraham dari Hagar, gundiknya. Sebab mereka dipisahkan semasa hidup Abraham dan baru dipersatukan oleh kematiannya (24:9). Ismael memiliki dua belas anak yang nantinya menjadi bapak leluhur dua belas suku bangsa. Usia Ismael juga cukup panjang hingga 137 tahun, menjadi satu bukti bahwa Allah pun menyertainya sekalipun ia hidup terpisah dari keturunan Abraham lainnya.

Sahabat Alkitab, setiap manusia di dunia ini memiliki cerita hidupnya masing-masing, namun kadang kita seolah-olah merasa hidup seorang diri di dunia. Yaitu ketika kita berada di atas angin, kita begitu acuh dengan orang di sekitar, seolah mereka tidak berarti bahkan kita anggap tidak ada. Begitu juga saat kita begitu terpuruk, kita merasa bahwa kitalah manusia yang paling malang di dunia ini, mengasihani diri sendiri, hilang harapan, dan enggan untuk bangkit lagi, padahal masih banyak orang di luar sana yang hidupnya jauh lebih terpuruk daripada kita namun dapat tetap memiliki pengharapan dan berjuang untuk bangkit. Kita harus menyadari dan menghargai adanya kisah kehidupan lain yang sama-sama dihargai, dipelihara dan diberkati oleh Tuhan, sekalipun mereka berbeda dari kita.

Selamat Pagi. Bumi ini untuk dihuni bersama, semua orang punya hak dan kesempatan yang sama untuk menorehkan kisah terbaik mereka. Hargailah dan lakukanlah bersama-sama!

Salam Alkitab Untuk Semua

Manusia-manusia Lahir Dan Mati. Melukis Sebuah Cerita Yang Kita Tidak Tahu Bagaimana Akhirnya.

title

Umur manusia dibatasi oleh waktu, namun cerita hidup yang kita lukiskan tidak akan pernah mati, dikenang sebagai kebanggaan atau mendatangkan malu.

Selama 175 tahun Abraham telah melukis kisah hidupnya. Di dalamnya apa perjalanan panjang kehidupan beriman sebagai sebuah respon atas panggilan Allah baginya. Jatuh dan bangun dalam mempercayai janji Allah menjadi bagian dari lukisan hidupnya. Tatkala dia telah menutup usia, kisah hidupnya tetap menjadi cerita turun temurun, begitu juga dengan iman yang menjadi warisan paling berharga bagi anak cucunya.

Sahabat Alkitab, setiap kita melukiskan kisah hidup yang berbeda-beda. Setiap goresan tinta terlihat dari bagaimana kita menjalani hidup dan apa yang kita kerjakan. Jika kita menabur banyak kebaikan maka yang kita hasilkan adalah cerita yang penuh warna dan akan menjadi kenangan manis yang menguatkan, membanggakan, dan menginspirasi hidup orang lain. Jika yang kita lakukan semata-mata jahat, orang pun akan mengenang kita sebagai pembuat kejahatan, dan sifat jahat itu pun juga akan terwariskan kepada generasi berikutnya. Pilihan ada di tangan kita masing-masing.

Selamat Pagi. Allah menginginkan kita menorehkan kisah yang memberi hidup bagi semua orang dan memuliakan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Sempurna Itu Ketika Rasa Takut Dan Ragu Berubah Menjadi Bahagia Dan Pasti.

title

Apa yang datang dari Tuhan pasti adalah pemberian yang tebaik, tidak perlu meragukan apalagi menyesalkannya

Hamba itu telah berhasil menunaikan tugasnya, tetapi apakah Ishak akan menerima dan menyukai Ribka atau sebaliknya? Pertanyaan itu mungkin tebersit dalam benak hamba itu sehingga memunculkan karagu-raguan atau ketakutan baginya jika Ishak sama sekali menolak gadis itu. Namun setelah mempertemukan keduanya, Ishak memperistri Ribka, ia mencintainya, bahkan ia berbahagia sehingga menghapus rasa dukanya karena kehilangan Sarai, ibunya. Apa yang hamba itu kerjakan tidak sia-sia, Tuhan menjadikannya sempurna karena hamba itu menaruh harapannya kepada Tuhan.

Sahabat Alkitab, ketika kita menaruh percaya pada Tuhan bahwa segala yang ia rancangkan pasti akan berhasil dan apa yang kita rancangkan sesuai dengan kehendak-Nya maka Allah akan mengubah keraguan dan ketakutan kita dalam diri kita menjadi kepastian dan kebahagiaan.

Selamat Pagi. Kepercayaan kita kepada Tuhan tidak akan pernah disia-siakan-Nya, karena itu jangan berhenti untuk percaya dan melakukan kehendak-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Dimanakah Sebenarnya Segala Keputusan Terletak ? Pada Tuhan.

title

Manusia mempunyai banyak rencana, tetapi hanya keputusan TUHAN yang terlaksana (Ams. 19:21, BIMK)

Baik Laban, Betuel, Ribka, Ibunya, dan hamba Abraham itu, tahu bahwa apa yang terjadi ini berasal dari TUHAN, karena itu mereka mengikuti apa yang sepenuhnya menjadi keputusan TUHAN. Namun pada ayat 55-58 seperti terjadi tarik-menarik keputusan, mungkin karena perasaan sayang dan tidak ingin cepat-cepat berpisah dengan Ribka, maka Laban dan Ibunya meminta waktu seminggu atau sepuluh hari untuk dapat menikmati kebersamaan dengan Ribka. Sementara hamba Abraham ingin cepat menyelesaikan tugasnya dan pulang dengan membawa hasil yang diharapkan oleh Abraham. Diakhir, Ribka tampil dengan sebuah keputusan untuk mengikuti hamba Abraham pulang ke Kanaan saat itu juga.

Sahabat Alkitab, dalam pembacaan nas kita melihat bagaimana peran Allah yang begitu besar di dalam semuanya. Mulai dari menuntun hamba itu dalam perjalanan ke Haran, mempertemukannya dengan Ribka di dekat sebuah sumur, menjawab doanya seketika itu juga, dan membuatnya berhasil meyakinkan Laban, Betuel, Istri Betuel, dan Ribka untuk membawa Ribka dan menjadikannya istri Ishak. Keyakinan hamba Abraham bahwa TUHANlah yang membuat perjalanannya berhasil (56) menjadi jawaban mengapa Ribka setuju untuk segera pulang bersamanya, yaitu bahwa TUHAN yang mengatur dan memutuskan semuanya itu. Jika Ia sudah berkehandak maka tidak ada yang dapat menggagalkan-Nya. Jika Tuhan sudah membuka pintu, maka tidak ada yang dapat menutupnya (Why. 3:8). Jika semua terjadi karena keputusan Tuhan maka tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dan tidak ada rancangan kecelakaan dari-Nya.

Selamat Pagi. Jika segala yang terjadi adalah kehendak dan keputusan Tuhan, maka bagian kita adalah belajar untuk menerimanya dengan kerendahan hati dan syukur.

Salam Alkitab Untuk Semua

Kalau Sudah Berkehendak, Tuhan Akan Bekerja Lebih Cepat Dari Yang Kita Minta Dan Pikirkan

title

Ia menjawab tepat pada waktu-Nya, bagi kita kadang terasa begitu lama atau bahkan lebih cepat dari yang kita bayangkan.

"Belum lagi saya selesai mengucapkan doa itu di dalam hati..." Mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa apa yang akan ia kerjakan akan terlaksana begitu mudahnya, rasa-rasanya ia sendiri belum berbuat apa-apa. Semua terjadi dalam sekejab mata saja, tanpa usaha yang berarti. Padahal sebelumnya ia sempat berpikir bahwa usaha pencarian itu akan menemui hambatan atau gagal sama sekali (24:5). Tuhan menunjukkan jalan-Nya dan kehendak-Nya atas hamba itu, atas Abraham, Ishak, dan atas Israel nantinya.

Sahabat Alkitab, apa yang ada dalam pikiran kita ketika membaca ayat 45 dalam pembacaan nas alkitab di atas? Mustahilkah? Lalu bagaimana perasaan kita yang telah berdoa bertahun-tahun atau berpuluh tahun namun belum juga menerima jawaban dari Tuhan? Kecewakah kita? Atau kita merasa ada ketidakadilan yang dilakukan Allah? Mengapa Dia menjawab doa orang lain begitu cepat sementara doa kita seakan tidak "tersentuh" oleh-Nya. Tuhan adalah Allah, Ia memiliki kehendak dan waktu-Nya sendiri, Ia bukan pesuruh kita, dan tidak satupun manusia yang dapat mendikte Allah untuk melakukan sesuatu sesuai keinginannya, sekalipun kita mengklaim dengan mengutip ayat-ayat alkitab. Allah ada pribadi yang otonom dan berotoritas. Karena itu saat kita berdoa biarkanlah segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak-Nya seperti yang Yesus ajarkan dalam Doa Bapa Kami "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" (Mat. 6:10), dan dalam doa-Nya di Taman Getsemani "... tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" (Luk. 22:42).

Selamat pagi. Bersyukurlah saat jawaban-Nya "terlalu cepat" dan sekalipun terasa "terlalu lambat".

Salam Alkitab Untuk Semua

CSR BRI Peduli Natal 2018 Untuk PBH/PBA LAI

title

Alkitab Untuk Semua Menjadi Semangat Bersama Untuk Melayani Sesama dan Menghadirkan Kabar Baik.

Syukur pada Tuhan, dalam rangkaian acara Natal Keluarga Besar Ikatan Karyawan - karyawati Kristen Bank BRI melalui program CSR Yayasan BRI Kasih,
Sabtu, 5 Januari 2019 di Balai Kartini Jakarta Pusat, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kembali menerima Dukungan untuk Program Pembaca Baru Alkitab (PBA) di Parigi Moutoung Sulawesi Tengah.

Dukungan tersebut diserahkan langsung oleh Bpk. Suprajarto, Direktur Utama BRI, kepada Bendahara Umum LAI Bpk.Moenir Rony.

Biarlah dukungan yang diberikan oleh
saudara-saudara kita di BRI, dapat menjadi berkat bagi Gereja dan Jemaat Tuhan di pelosok nusantara, khususnya untuk pelaksanaan program PBA di Parigi Moutong. Semoga semangat Natal dalam mewujudkan Alkitab untuk Semua dapat terus menjadi inspirasi dalam pelayanan bersama menghadirkan Kabar Baik di nusantara.

Salam Alkitab Untuk Semua

Seperti Hamba Abraham Itu. Dalam Segala Kesemrawutan Kehidupan Dunia, Mari Kita Bertanya Pada Diri Kita Sendiri : Siapakah Aku ?

title

Bertanyalah kepada pribadi yang tepat, yang memiliki seluruh jawaban atas segala sesuatu.

Dalam ketidaktahuan, ketidakpastian, dan atas segala kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat saja terjadi, hamba Abraham bertanya kepada tuannya "Bagaimana jika gadis itu tidak mau ikut dengan saya?" Pertanyaan ini sekaligus juga menjadi pengakuan akan keterbatasannya sebagai manusia yang tidak dapat mengendalikan segala sesuatu dan juga tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada siapapun gadis yang hendak dicarinya itu. Ia tidak berkuasa untuk itu karena dia hanyalah seorang hamba, sebuah pengakuan dan sadar diri akan keberadaannya.

Sahabat Alkitab, "Siapakah Aku? Siapakah Anda? Siapakah Kita?" pertanyaan-pertanyaan ini dapat kita tanyakan sebagai refleksi tatkala kita menghadapi semrawut dan galaunya dunia. Lalu kita bertanya lagi, "Mengapa aku ada di sini? Mengapa aku ditempatkan di sini?" Jika tidak kita temukan jawabannya, maka bertanyalah demikian: "Siapakah aku Tuhan? Mengapakah aku ada di sini Tuhan?" Niscaya kita mendapat jawabannya. Bukan hanya jawaban atas pertanyaan itu yang akan kita temukan, tetapi juga bagaimana kita harus bersikap dan apa yang harus kita lakukan di tengah segala kesemrawutan dan kegalauan yang tidak dapat kita ubah ataupun kendalikan.

Selamat Beribadah. Pakailah waktu ini untuk merenung dan berefleksi untuk menemukan diri kita yang sejati.

Salam Alkitab Untuk Semua

Bagi Sebagian Orang, Sebuah Tanda Awal Keberhasilan Sudah Dapat Membuat Mereka Berpesta. Tapi Tidak Bagi Mereka Yang Benar-benar Menginginkan Keberhasilan Sempurna.

title

Meski tersisa hanya satu langkah, jika belum menginjak garis finis, kita belum jadi pemenang. Jangan merayakan kemenangan yang belum terjadi.

Tekad yang begitu kuat untuk berhasil oleh karena tidak ingin mengecewakan tuannya membuat hamba Abraham tidak ingin menikmati "jamuan kemenangan" yang disiapkan baginya sebelum keberhasilan itu benar-benar telah diraihnya (24:33).

Sahabat Alkitab, kegagalan bukan hanya berarti keberhasilan yang tertunda, tapi dapat juga berarti perayaan keberhasilan yang terlalu dini. Terlalu cepat berpuas diri kadang membuat kita tidak dapat menikmati keberhasilan yang sesungguhnya. Seperti orang yang menggali harta karun lalu berhenti hanya karena telah menemukan sekeping logam emas. Keberhasilan dalam usaha dan kerja yang baik memang perlu untuk dirayakan, namun ingatlah bahwa Tuhan telah memberikan potensi yang "tak terbatas" kepada kita, sehingga dengan itu kita dapat menggali setiap potensi agas lebih baik lagi. Ingatlah pepatah yang berkata "Di atas langit masih ada langit" maka raihlah setiap tingkap-tingkap langit itu agar di dalamnya Allah dipermuliakan.

Selamat Pagi. Tidak ada yang lebih memuaskan Allah selain ketika kita mempersembahkan yang terbaik, yang utuh, dan yang sempurna bagi-Nya dari setiap tugas dan kerja yang Ia percayakan bagi kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Jalan Tuhan Begitu Lurus. Tapi Sayang, Kelemahan, Keserakahan, Dan Kesombongan Manusia Kadang Membuatnya Berbelok Tidak Karuan.

title

Mengikut Yesus seperti domba mengikuti gembala, yang tidak pernah bertanya ke mana arah dan tujuan, juga tidak pernah memprotes, karena mereka percaya ke mana gembala menuntun di situlah tempat terbaik bagi mereka.

Allah menunjukkan diri-Nya sebagai penuntun jalan yang dapat dipercaya dan diandalkan kepada hamba Abraham. Sejak semula Abraham telah memesankan kepada hambanya itu bahwa Allah-lah yang akan menuntunnya dengan mengutus malaikat-Nya (27:7) agar ia dapat menemukan istri bagi Ishak, dan hamba itu taat. Ia tidak menyimpang dan mencari jalannya sendiri, melainkan mempercayakan perjalannya itu kepada Allah Abraham (24:12-14). Ia tidak melakukan apa yang tidak dikenan oleh tuannya (24:3,5-6,8).

Sahabat Alkitab, kita semua tahu bahwa jalan yang ditunjukkan Tuhan bagi kita adalah jalan yang terbaik karena di sanalah ada kehidupan dan pengharapan, namun kerap kita mengambil jalan kita sendiri dengan tidak lagi mengindahkan Allah. Kita merasa berkuasa menentukan jalan sendiri, dan merasa tahu bahwa itu yang terbaik, hingga pada akhirnya kita berjalan semakin jauh dari Allah dan tersesat, lalu hilang. Kelemahan, keserakahan, dan kesombongan kitalah yang membuat kita menyimpang dari jalan Allah. Marilah kita belajar dari hamba Abraham itu, yang dengan rela meletakkan "pengetahuan"nya, kehendaknya, ide-idenya, rencananya, dan seluruh hidupnya pada kehendak Allah dan kehendak tuannya. Sebab ia sadar bahwa dia adalah seorang hamba.

Selamat Pagi. Berhentilah dari berlagak tahu, padahal kita tidak pernah tahu, tanggalkanlah keangkuhan dan ego. Serahkan semuanya kepada Allah dan nikmatilah berjalan dalam perjalanan bersama-Nya.   

Salam Alkitab Untuk Semua