Pelatihan Khotbah WOW

 

Memberitakan Firman Tuhan merupakan suatu kesempatan dan panggilan yang mulia yang dipercayakan kepada kita umat percaya.  Namun demikian, tidak semua orang mengetahui bagaimana seni untuk menyampaikan khotbah agar dapat diterima,  diingat,  dibawa pulang dan dilakukan dalam kehidupan sehari hari. Pada sisi lain, tidak semua orang memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk berkhotbah. Dua alasan tersebut paling tidak mendasari Lembaga Alkitab Indonesia menyelenggarakan “Pelatihan Mempersiapkan, Menyusun, dan Menyampaikan Khotbah WOW” pada Kamis, 26 April 2018 kemarin,.

Bendahara Umum LAI, A. Moenir Rony dalam pengantarnya menyampaikan pelatihan ini terutama ditujukan bagi staf LAI yang sehari-harinya berhadapan dengan para mitra pelayanan, dalam hal ini: gereja-gereja, kelompok-kelompok persekutuan maupun individu-individu pendukung pelayanan LAI. Beliau berharap melalui pelatihan ini para peserta dapat memiliki kemampuan berkomunikasi dan mampu menyampaikan Firman Tuhan dengan baik.

Sebagai narasumber pelatihan, Bapak Reinhard Samah Kansil, M.Th., D.Th.(cand.). Setelah berlatih peserta diharapkan mampu memahami dan menghayati serta mampu menyusun khotbah dengan baik dan benar. Selanjutnya setelah terampil menyusun khotbah, peserta mampu menyampaikan khotbah dengan baik dan benar. Pak Reinhard juga menegaskan, khotbah yang baik adalah khotbah yang mampu memenangkan hati, meneguhkan iman dan mengubah perilaku.

Sepanjang delapan jam non stop para peserta dilatih membuat peta jalan (kerangka khotbah), membaca dan mendalami bacaan, dan selanjutnya menyampaikan khotbah. Para peserta juga dilatih untuk belajar menata verbal, vokal dan visual dengan baik. Verbal adalah mengenai isi dan sasaran khotbah. Vokal adalah tentang penataan suara agar khotbah kita jelas dipahami, terakhir visual berkaitan dengan bagaimana seorang pengkhotbah menata: gesture, ekspresi, moving, eye contact, dan style (dress code).

Padatnya materi pelatihan membuat delapan jam terasa singkat. Baik Pak Reinhard maupun peserta dalam sesi evaluasi mengakui keterbatasan waktu sebagai kendala bersama. Para peserta juga berharap ada pelatihan-pelatihan lanjutan agar para staf LAI semakin mantap dalam menyampaikan presentasi dan khotbah.

Pada akhirnya, hanya Tuhan sumber segala hikmat yang mampu menyempurnakan apa yang kita gali dan sampaikan melalui khotbah kita. Agar melalui khotbah dan hidup kita hanya nama Tuhan yang dimuliakan. Salam Alkitab untuk semua.(keb)

“The UBS Digital Academy”, Memperlengkapi LAI Dalam Melayani Umat Zaman “Now”

Dr. Rainier de Blois salah satu narasumber dalam UBS Digital Academy di Taipei, 23-27 April 2018

Sebagai bagian dari kebersamaan keluarga besar Persekutuan Lembaga-lembaga Alkitab Sedunia atau United Bibles Societies (UBS), Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang diwakili oleh Sekretaris Umumnya, Sigit Triyono hadir dalam workshop The UBS Digital Academy yang berlangsung di Taipei, Taiwan, 23-27 April 2018. Di samping itu ditempat yang sama juga  diselenggarakan ”Asia Affinity Alliance Meeting” yakni pertemuan para Sekum dari lembaga Alkitab yang berada dalam naungan UBS di kawasan Asia, dengan topik bahasannya adalah mensinergikan pelayanan dari setiap lembaga Alkitab yang berada di kawasan Asia, termasuk pelayanan bersama dalam bidang digital.

The UBS Digital Academy ini sebenar wadah bagi setiap Lembaga Alkitab yang ingin mendalami perkembangan teknologi digital untuk mendukung pelayanan lembaga Alkitab dan kaitannya juga dengan strategi bidang digital oleh UBS dalam bidang  menerjemahkan, memproduksi/menerbitkan, menyebarkan, meng-endagement, dan mengadvokasi umat melalui Alkitab. Harapannya, melalui pelatihan yang diadakan oleh akademi ini setiap lembaga Alkitab nasional, khususnya LAI akan semakin dapat mengoptimalkan pemanfaatan media digitalnya dalam mencapai visi-misinya.

Selain diperkenalkan strategi digital UBS, kepada seluruh peserta juga diberikan pemahaman menyeluruh tentang strategi digital UBS dan kaitannya dengan LAI. Di samping itu diperkenalkan juga cara menjalankan kampanye penggalangan dana online sesuai kebutuhan  Lembaga Alkitab masing-masing.

Agar sistem website seluruh anggota UBS bisa lebih terintegrasi lagi maka diperkenalkan cara membangun, mengembangkan, dan meluncurkan situs dengan menggunakan alamat domain yang sama dengan menggunakan template situs web .Bible milik UBS.

Di samping itu untuk menjaga keamanan teks-teks terjemahan Alkitab yang tersebar di seluruh lembaga Alkitab di seluruh dunia, juga dipelajari bagaimana cara mengelola dan men-sharing kan teks-teks Alkitab di dalam Digital Bible Library. Di samping itu, setiap akan mendapat pengalaman langsung dari aplikasi Alkitab dan media digital lainnya yang digunakan oleh UBS.

Agar workshop ini dapat berjalan berkesinambungan, maka setiap peserta UBS Digital Academy sudah menjadi bagian dari komunitas belajar untuk berbagi gagasan dan dapat bersama-sama menggunakan sumber daya yang ada. Selepas workshop ini, proses pembelajaran tidak akan berhenti di situ, tetapi juga akan melakukan pelatihan melalui webinar dengan menyediakan kursus online. Harapannya akan terbangun komunitas Alkitab online yang terus berkembang menjawab kebutuhan orang muda yang tengah hidup di zaman yang terus berubah.

Sangatlah tepat LAI mengutus Sekretaris Umumnya, karena sasaran The UBS Digital Academy 2018 ini ditujukan bagi mereka yang membuat keputusan tentang strategi digital LAI. Selain itu akademi ini juga tepat untuk mereka yang bertugas memelihara situs website dan media digital, para admin yang menangani teks-teks Alkitab di Digital Bible Library, dan juga mereka yang bertugas mengumpulkan dana dan berkomunikasi dengan pendukung Anda. Diharapkan Sekum akan mentransferkan kembali pengetahuannya yang didapat di akademi digital UBS kepada pihak-pihak terkait di LAI, sehingga LAI dapat terus mengumandangkan semangat Alkitab Untuk Semua, baik di media sosial maupun media lainnya.[]

LAI Menyediakan Benih, Gereja Yang Menaburkan dan Tuhan Yang Memberi Pertumbuhan

Setelah perjalanan ke Talaud untuk menadatangani Nota Kerjasama Kemitraan dengan Sinode Gereja Kristen Masehi Talaud (Germita), pada tanggal 20 April 2018 Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) berkunjung ke Bolaang Mongondow menyapa peserta sidang istimewa Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi  bagian utara dan tengah (SAG), di Desa Bangunan Wuwuk, Mondayag, Bolaang Mongondow Timur.

Sinode Am Gereja (SAG) ini merupakan wadah koordinasi ke-13 Sinode Gereja yang ada di wilayah  Sulawesi  bagian Utara dan Sulawsi bagianTengah (Sulutteng). Pada kesempatan tersebut Pdt. Dr. Ishak P. Lambe, Ketua Umum LAI, mewakili Pengurus LAI menyampaikan keberadaan LAI sebagai lembaga inter denominasi, yang melakukan upaya penerjemahan, pencetakan dan penyebaran Alkitab kepada semua denominasi gereja. “LAI menyediakan benih, gereja yang menaburkan benih tersebut dan Tuhan yang memberi pertumbuhan”, ungkap Pdt. Lambe kepada utusan ke-13 Sinode yang hadir dalam persidangan istimewa tersebut.

Beliau sangat mengharapkan kemitraan yang solid antara LAI dengan Sinode gereja-gereja di wilayah Sulutteng tersebut agar pemberitaan firman Tuhan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit.  Untuk memperkokoh kemitraan tersebut perlu diformalkan dalam penandatanganan nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan, khususnya dengan 9 Sinode Gereja lainnya yang ada di wilayah Sulutteng, sedangkan untuk 4 Sinode Gereja yang  telah memiliki Kesepakatan Kerjasama Kemitraan dengan LAI,  Pdt. Lambe menyatakan perlunya LAI  dan Sinode tersebut merealisasikannya dalam kegiatan-kegiatan bersama agar jemaat dapat merasakan manfaatnya. Sambutan Pengurus LAI ditutup dengan memutarkan video kegiatan SDK LAI 2017-2018.

Semoga LAI dapat menghadirkan Alkitab Untuk Semua di wilayah Sulutteng. [aw]

Kekuatan Alkitab di Taiwan

 

Tahun 1999 saya datang ke Taipei (Ibukota Taiwan) dalam rangka mengikuti Konferensi SDM tingkat Asia dan ada dua hal yang masih tetap saya ingat. Pertama, Presiden Taiwan saat itu dalam pidato pembukaan konferensi mengatakan bahwa apapun merk komputer di dunia ini, 80% komponennya berasal dari Taiwan. Betapa luar biasanya negeri kecil ini. Kecil-kecil cabe rawit.
Kedua, masyarakat Taiwan sangat bangga dengan Sun Yat Sen, pemimpin Tiongkok yang dianggap juga pendiri negeri dengan penduduk 23.681.713 orang ini. Sun Yat Sen ternyata seorang Kristen yang pada masa mudanya dibaptis di Hong Kong oleh Misionaris Amerika dari Congregational Church of the United States. SunYat Sen terkenal dengan ajarannya San Min Chu I (Tiga Asas Kerakyatan), yakni Min T’sen (kebangsaan atau nasionalisme), Min Tsu (kerakyatan atau demokrasi ), dan Min Sheng (kesejahteraan atau sosialisme). Saya menduga Alkitab turut menginsipirasi ajaran ini.
Sekarang saya datang lagi ke Taiwan (yang nama resminya adalah Republic of China – ROC) dalam rangka mengikuti UBS Digital Academy dan Affinity Alliance Meeting sebagai utusan Lembaga Alkitab Indonesia.
Kondisi Taiwan sungguh sangat berbeda dibanding dengan 19 tahun lalu. Bandaranya sangat modern, full wifi tanpa password, armada taksinya memakai mobil di atas 2000 cc, semua jalan baik tol maupun non tol mulus dan tidak ada kemacetan sama sekali. Rata-rata kecepatan taksi 100-110 km per jam, sehingga jarak antara Bandara ke Hotel tempat saya menginap, sekitar 60 km, terasa sangat dekat.
Penduduk Kristen di Taiwan hanya 5,5% (sekitar 1.277.100 orang) dari total warga Taiwan, namun Lembaga Alkitab Taiwan (The Bible Society in Taiwan) bersedia dan mampu menjadi tuan rumah sebuah forum tingkat Asia. Forum ini dihadiri oleh peserta dari China (RRC), Pakistan, Jepang, Korea, Singapura, Filipina, Hongkong, Nepal, Myanmar, Banglades, Mongolia, Australia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Inggris dan Indonesia.
Kekuatan Alkitab sungguh nyata. Di Indonesia Alkitab mampu menyatukan umat Protestan (ada lebih dari 323 Sinode) dan umat Katolik (yang masih tetap satu). Di Taiwan Alkitab menyatukan berbagai negeri untuk fokus bersama mewujudkan “Alkitab Untuk Semua” di era digital ini.
Bila mengacu pada data resmi yang selalu disebutkan 10% dari penduduk Indonesia adalah Kristen, maka di Indonesia ada sekitar 25 Juta orang Kristen. Lebih banyak dari seluruh penduduk Taiwan yang hanya 23,7 Juta orang. Orang Kristen di Indonesia lebih dari 19 kali orang Kristen di Taiwan. Suatu jumlah yang signifikan.
Bila Alkitab dibaca, dihayati dan dipraktikkan oleh seluruh warga Kristen di Indonesia, maka mestinya dampak yang ditimbulkan akan lebih dahsyat dari Taiwan. Kemakmurannya, kerapihannya, kemodernannya, kesejahteraannya, keadilannya, persatuannya, dan semua yang baik-baik di negeri Taiwan dapat terwujud di Indonesia. Bukankah itu Visio Dei? “Langit baru dan bumi baru.”
Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Indahnya Berbagi Lewat GoBlessing

“Crowdfunding” sebenarnya bukanlah hal yang baru lagi di masyarakat. Apa itu “Crowdfunding?” “Crowdfunding” merupakan usaha pendanaan usaha maupun proyek yang mana dilakukan dengan cara mengumpulkan sejumlah uang dari berbagai orang atau didanai langsung oleh masyarakat umum. Mereka bisa kita sebut teman, kerabat, rekan kerja, hingga komunitas yang memiliki kesamaan misi dengan proyek yang didanai tersebut.
Jika proyek yang ditawarkan mempunyai manfaat dan dapat dikomunikasikan secara efektif maka tentu saja membuat banyak orang tertarik pada hal tersebut. Tapi untuk membangun kepercayaan untuk orang mau peduli pada proyek yang ditawarkan bukanlah hal yang mudah. Tapi lewat “crowdfunding” ini proyek yang ditawarkan, paling tidak dilihat oleh banyak orang, jika tergerak hati maka proyek tersebut akan didukung.

Melihat peluang pendanaan melalui cara-cara “crowdfunding” ini, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mencoba salah satu platform “crowdfunding” lokal, GoBlessing, untuk menawarkan program-programnya. Harapannya pendukung LAI yang katanya berjumlah 200.000 orang itu tergerak hatinya untuk mendukung program kerja LAI. Lewat pendanaan model ini, LAI tidak akan mengeluarkan biaya sepeser pun, malahan LAI akan mendapatkan dana untuk program akan didanai langsung oleh masyarakat umum.

Untuk itu LAI perlu mengkampanyekan, program-programnya melalui “crowdfunding”, jika berjalan baik maka LAI tidak hanya mendapat dana untuk menjalankan programnya lewat para mitranya, tetapi juga LAI dapat memasarkan program-program.

Meskipun demikian masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pembuat “platform crowdfunding” lokal, seperti GoBlessing harus bisa bersaing dengan “platform” yang sudah ada, seperti KitaBisa.com; AyoBisa, dst dan platform asal luar negeri seperti Kickstarter dan IndieGoGo. Tantangan kedua adalah belum terbiasanya masyarakat Indonesia melakukan transaksi online dan mereka umumnya nyaman dengan sistem Cash on Delivery. Sisi regulasi yang masih belum jelas juga masih menjadi sebuah tantangan yang harus dipecahkan.

GoBlessing memang fokus pada segmen pasar tertentu. Diharapkan dengan segmentasi yang jelas ini, GoBlessing akan diingat sebagai salah satu “crowdfunding” khusus untuk kegiatan-kegiatan keagamaan, maka orang yang mau membuat proyek di bidang itu akan langsung terpikir ke GoBlessing dan bukan ke tempat lain, Meskipun belum banyak pribadi, Gereja dan Yayasan yang memanfaatkan GoBlessing ini, tapi LAI mencoba memelopori untuk memanfaatkan agar program kerja LAI dapat didanai.

Bahkan LAI diberikan kesempatan untuk mengisi program-programnya dan diundang dalam launching GoBlessing di APL Plaza, 24 April 2018. Menurut Handy Irawan dalam seminar yang bertajuk “Fundraising Strategy”, bahwa ada 3 kunci sukses fundraising yakni Trust, Move & Act.  Maksudnya, Trust atau kepercayaan adalah reputasi lembaga atau pemimpin yang akuntabel dan transparan adalah modal awal dari sebuah kegiatan penggalangan dana. Move, apa yang menjadi tugas utama sebuah lembaga harus benar-benar dijalankan sesuai visinya. Memiliki program kerja yang jelas, keteladannya pengurusnya, dan komunikatif dengan donator. Sedang kunci ketiga adalah Act, bahwa sistem yang dibangun haruslah memberikan kemudahan sehingga akan terbangun relationship yang bersumber dari database donor.

Memang “crowdfunding” adalah solusi pendanaan bagi masa datang, di mana melaluinya ada ruang bagi generasi muda untuk memilih  apa, dan untuk siapa, serta dimana program yang akan didukungnya. Dan Online giving adalah solusi pendanaan bagi masa depan. Untuk itu LAI hadir dalam pendanaan model zaman now adalah untuk menjangkau orang muda. Bukan tidak mungkin jika kisah 1 Tawarik 29: 1-9 dimana raja Daud hanya dalam sehari berhasil mengumpulkan dukungan dana begitu besar untuk membangun Bait Allah itu bisa terjadi di masa kini. Jika itu terjadi untuk setiap program kerja LAI ada banyak orang yang mendukung, maka kata Indahnya Berbagi akan mempunyai makna yang sejati. []

Peserta POK Angkatan III ke Bible Center

Senin sore 23 April Lembaga Alkitab Indonesia menerima kehadiran sekitar 20 orang peserta  Pendidikan Oikumene Keindonesiaan (POK) Angkatan III, program dari Bidang Keesaan & Pembaruan Gereja PGI yang bertujuan mempersiapkan pimpinan gereja agar memiliki wawasan oikumenis dan kebangsaan sehingga mampu mendampingi jemaatnya hidup di dalam masyarakat Indonesia langsung dipimpin oleh Pdt. Dr. Lazarus Purwanto, salah satu fasilitator dari program tersebut.

Rombongan peserta POK Angkatan III disambut oleh Pdt. Anwar Tjen, selaku Kepala Departemen Penerjemahan LAI dan Ibu Erna Yulianawati, selaku Kepala Departemen Komunikasi dan Pengembangan Kemitraan LAI di Bible Center. Dalam pertemuan yang kurang lebih berlangsung sekitar satu jam tersebut Pdt. Anwar dan ibu Erna menjelaskan visi misi dan program kerja LAI.

Pada kesempatan itu, Pdt. Anwar secara sekilas juga menjelaskan hasil dari Konsultasi Nasional Revisi Terjemahan Baru di Kinasih, Bogor, Februari lalu. Berbagai pertanyaan dan diskusi seputar revisi Alkitab dan juga versi lain dari Alkitab yang beredar ditanggapi secara bijak dan dalam semangat  oikumene oleh Pdt. Anwar Tjen. Waktu satu jam bagi rombongan terasa kurang dan terlalu singkat untuk mengenal LAI. Banyak peserta yang masih ingin terlibat lebih lama dalam diskusi. Keinginan untuk melihat koleksi museum dan perpustakaan LAI pun belum sempat terlaksana. Namun Pdt. Lazarus Purwanto, selaku pendamping rombongan menjelaskan kegiatan yang harus dijalani oleh peserta masih sangat padat.

Paling tidak melalui pertemuan singkat tersebut semakin menghadirkan kesadaran, meskipun gereja-gereja di Indonesia dibentuk melalui sejarah dan tradisi yang berbeda-beda, namun hakikat dan panggilan pengikut Kristus adalah untuk menjadi satu, bukan terpisah atau terpecah belah. Seperti doa Tuhan Yesus, “ut omnes unum sint”, supaya mereka menjadi satu. Dari sejak berdirinya LAI turut berjuang menghayati panggilan tersebut. Melalui Alkitab yang diterbitkannya. Salam Alkitab untuk semua.[keb]

Kerjasama Kemitraan LAI dengan Bank SulutGo Menjadi Berkat Bagi GERMITA

 

Pdt. Dr. Ishak P. Lambe (Ketum LAI) menyerahkan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan kepada Pdt. Dr. A.A. Abbas (Ketua Germita)

Ada yang bilang abad ini adalah abadnya networking atau kemitraan. Tanpa kemitraan yang kuat sebuah bisnis tidak berkembang. Apa sebenarnya kemitraan itu? Kemitraan dalam bisnis adalah kemampuan untuk memperluas koneksi, relasi dan sinergi sambil mempertahankan nilai-nilai kepentingan bersama dan komitmen untuk kesuksesan bersama.

Agar program LAI dapat terus didukung oleh Gereja-gereja dan masyarakat, Pengurus LAI melihat LAI harus terus menjalin kemitraan kepada sebanyak mungkin pihak. Seperti yang dilakukan Pengurus LAI di Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA)  di Lirung,  Talaud, pada  Rabu, 11 April 2018. Di mana telah dilakukan penandatangan  Kesepakatan Kerjasama Antara LAI, yang diwakili oleh Pdt. Dr. Ishak P. Lambe (Ketua Umum LAI), dengan pihak GERMITA, yang diwakili oleh Pdt. Dr. A.A. Abbas, M.Teol (Ketua Umum) dan Pdt. R.A. Sasauw (Sekretaris Umum).

Penandatanganan ini merupakan bentuk kemitraan yang terus dijalin oleh LAI dengan gereja-gereja dalam upaya menyebarkan alkitab ke seluruh pelosok negeri tidak terkecuali di wilayah nusa utara. Setelah penandatangan ini, keesokan harinya LAI akan membagikan Alkitab dan paket Perpustakaan Sekolah Minggu, bantuan CSR Bank SulutGo.

CSR Bank SulutGo

Alkitab dan paket Perpustakaan Sekolah Minggu ini dibagikan untuk 7 jemaat  di wilayah GERMITA yang tersebar di pulau-pulau di Kabupaten Talaud.  Namun mengingat cuaca kurang bersahabat dan lokasi yang harus ditempuh harus menggunakan speedboat, maka Tim LAI hanya sempat mengunjungi 3 jemaat saja, sedang 4 Jemaat akan dikunjungi oleh Tim Sinode GERMITA pada hari lain.

Adapun jemaat yang dikunjungi oleh oleh Tim LAI adalah GERMITA jemaat Musi yang terletak di Pulau Salibabu dan dan 2 jemaat GERMITA lainnya terletak di Pulau Karakelang yaitu, GERMITA jemaat Maiarori  di desa Ambela dan GERMITA  jemaat Scriptura di desa Bengel. Semoga firman Tuhan yang dibagikan mendatang sukacita bagi jemaat yang menerimanya. Kiranya kerjasama kemitraan yang dibangun oleh LAI bersama mitranya, dalam hal ini Sinode Germita dan Bank SulutGo akan melahirkan sinergi yang lebih besar, khusus dalam menghadirkan firman Tuhan ke tengah-tengah umat Tuhan di Talaud. Semangat Alkitab Untuk Semua sudah terkandung dalam kemitraan ini. Terpujilah nama Tuhan. Salam Alkitab untuk Semua.[]

Tuhan, Bukan Uang Atau Korban Bakaran, Melainkan Kesetiaan & Ketaatan Yang Engkau Mau

Samuel disapih, Nazar Hana, LAI, Lembaga Alkitab Indonesia, Bacaan Alkitab Harian, Daily Scriptures Reading; Bibles; Alkitab; Firman Tuhan, Firman Allah
1 Samuel 1: 24-28

Allah tidak pernah menjadi miskin hingga Ia meminta persembahanmu. Allah inginkan kesetiaan dan ketaatanmu kepada-Nya, supaya kamu hidup penuh damai sejahtera

Hana telah bernazar bahwa jika Allah mengabulkan doanya, ia akan mempersembahkan anak itu untuk menjadi nazir Allah (6:11). Allah menjawab doa Hana, diberikan kepadanya seorang anak laki-laki yang diberinya nama Samuel, sebab katanya, “Aku telah memintanya dari Tuhan.” Sudah pasti Hana sangat bersukacita, Tuhan menghapuskan aibnya. Penantian bertahun-tahun lamanya akhirnya terjawab. Apakah Hana larut dalam sukacita dan melupakan janjinya? Bisa saja itu terjadi. Tentu tidak mudah merelakan anaknya itu untuk dipersembahkan kepad Tuhan, lagi pula tidak ada seorang pun yang mendengar nazarnya waktu itu. Yang tahu hanya dirinya dengan Tuhan saja. Bisa saja Hana tergoda untuk ingkar dengan berbagai pertimbangan rasional dan emosional di dalamnya. Namun inilah Hana, dia tidak menyayangkan anaknya, melainkan menepati apa yang pernah dinazarkannya

Sahabat Alkitab, sadar atau tidak, mungkin kita pernah menganggap bahwa Allah itu adalah Allah yang miskin. Kita berpikir bahwa Allah membutuhkan uang kita atau segala materi yang kita punyai, sehingga yang kita lakukan adalah datang kepada-Nya dengan membawa persembahan dan bukan penyembahan. Sikap tubuh kita beribadah kepadanya tetapi hati kita tidak. Kita melakukan banyak kegiatan pelayanan, tetapi hidup kita tidak pernah melayani dan menghambakan diri kepada-Nya. Samuelkah yang diinginkan Tuhan dari Hana? BUKAN, – sebab Tuhan tidak pernah kekurangan orang untuk Dia pakai melayani-Nya – melainkan ketaatan dan kesetiaan Hana kepada-Nyalah yang Allah inginkan. Tuhan menginginkan hal yang sama dari kita, yaitu kesetiaan dan ketaatan yang tidak berkompromi

Selamat Pagi. Sambutlah hari ini dengan penuh sukacita dan pengharapan, dan belajarlah untuk menjadi hamba yang taat dan setia

Salam Alkitab Untuk Semua

Alkitab Di Era Digital

“Apa LAI tidak bisa mengeluarkan maklumat agar umat Kristen tidak menggunakan Alkitab Digital?” tanya seorang pendeta beberapa waktu lalu sehubungan dengan maraknya pemakaian Alkitab digital di kalangan anak muda.

Pertanyaan lain: “Apa jaminannya kalau Alkitab digital jumlah pasal, ayat, dan kata-katanya tidak ada yang hilang? ”

Sobat lain bertanya: “Siapa yang menjamin umat yang membuka Alkitab melalui hapenya tidak sedang meng up date status media sosialnya?”

Sobat lain berujar: “Selama ini saya sangat nyaman dengan Alkitab Digital yang ada di hape saya. Meski saya tidak tahu Alkitab itu diterbitkan oleh siapa. Sejauh ini teksnya sama dengan Alkitab cetak.”

Banyak yang resah, khawatir, kurang nyaman dan bahkan ada yang menolak adanya Alkitab digital. Namun tidak sedikit yang senang dan nyaman dengan Alkitab digital.

Ada banyak juga yang diam-diam menggunakan Alkitab digital dan tidak mau tahu segala polemik yang timbul.

Secara umum menyikapi berbagai pertanyaan, keresahan dan ketidak-relaan terhadap Alkitab digital, saya hanya bisa menjawab begini: “Misi LAI yang pertama adalah menerjemahkan, memproduksi, menerbitkan, dan menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya dalam sebanyak mungkin bahasa, dalam beragam bentuk dan media, serta dengan harga yang terjangkau. ”

Di satu sisi masih banyak umat yang kurang nyaman dengan Alkitab digital, tapi di sisi lain ada banyak pihak yang menyediakan produk Alkitab digital yang tidak bekerjasama dengan LAI, meski teksnya berasal dari teks terjemahan LAI.

Ini menandakan kita dalam era “co-existence” dimana era cetak dan era digital eksis secara bersamaan.

Untuk produk-produk cetak bisa dikatakan selama ini LAI menjadi pemimpinnya. Tapi di produk digital, LAI agak tertinggal.

Puji Tuhan, tahun ini LAI sudah memiliki Departemen Layanan Digital yang bertanggungjawab men”support” sekaligus men”lead” LAI di bidang digital. Produk-produk cetak baik teks maupun gambar ditransfer ke dalam bentuk digital.

Sejak 2012 LAI sudah memproduksi Alkitab Digital Plus. Namun baru Februari lalu LAI menerbitkan Alkitab Digital LAI versi Android yang dapat diunduh di PlayStore.

Versi iOS nya masih dalam proses penyempurnaan. Tidak lama lagi akan diterbitkan juga.

Bagaimana menjamin keaslian teks terjemahan yang berasal dari LAI? Logo LAI yang berupa tulisan Lembaga Alkitab Indonesia melingkari buku terbuka adalah jaminannya. Bila tak ada logo tersebut, maka umat perlu berhati-hati.

Minggu lalu di Semarang saya berjumpa dengan seorang praktisi media digital yang sudah melahirkan berbagai macam produk digital selama belasan tahun. Dia menawarkan bantuan kepada LAI dalam bentuk digitalisasi produk-produk Alkitab untuk Anak dan Remaja. Juga akan memfasilitasi LAI untuk masuk ke jaringan televisi.

Gayung bersambut, untuk memenuhi aspirasi generasi milenial yang tidak bisa dibendung menggunakan teknologi digital, tak ada pilihan lain bagi LAI kecuali masuk ke sana tanpa harus meninggalkan dunia cetak.

Bagaimanapun masih banyak generasi pra milenial yang masih khusuk dengan produk cetak, terutama di daerah yang masih susah sinyal hape.

Tuhan terus memberkati umatNya di era apapun. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

BdmBet: Entdecken Sie die BdmBet App und Casino Boni

Willkommen in der faszinierenden Welt von BdmBet, wo Unterhaltung und aufregende Casino-Erlebnisse auf Sie warten. In diesem Artikel erfahren Sie alles über die BdmBet app, die Ihnen Zugang zu einem spektakulären Casino-Erlebnis direkt auf Ihrem Mobilgerät bietet. Darüber hinaus erkläre ich, wie Sie von den exklusiven BdmBet Boni profitieren können.

Die BdmBet App ist ein Muss für jeden passionierten Spieler, der die Flexibilität des mobilen Spielens genießen möchte. Mit einer beeindruckenden Auswahl an Spielen und einem benutzerfreundlichen Design kombiniert die App alles, was das Herz eines Casino-Liebhabers begehrt. Egal, ob Sie ein Fan von Spielautomaten oder klassischen Tischspielen sind, die BdmBet App hat alles zu bieten.

BdmBet Casino

Einzigartige Vorteile und Boni bei BdmBet

Als Spieler bei BdmBet profitieren Sie nicht nur von der breiten Spielauswahl, sondern auch von lukrativen Boni. Die BdmBet Casino Boni zählen zu den besten in der Branche und bieten neuen und bestehenden Spielern die Möglichkeit, ihr Spielerlebnis zu maximieren.

Einsteiger werden mit einem großzügigen Willkommensbonus begrüßt, der es ihnen ermöglicht, das Casino-Angebot in vollen Zügen zu erkunden. Auch Bestandskunden kommen nicht zu kurz: Regelmäßige Promotionen und ein Treueprogramm sorgen dafür, dass das Spielen bei BdmBet immer spannend bleibt.

Wie funktioniert die BdmBet Casino App?

Die Nutzung der BdmBet App ist denkbar einfach. Nach dem Herunterladen und der Registrierung haben Spieler Zugriff auf eine Vielzahl von Spielen, direkt auf ihrem Smartphone. Alle Transaktionen und Spiele sind sicher und zuverlässig, sodass Sie Ihr Erlebnis unbesorgt genießen können.

In Sachen Sicherheit setzt BdmBet höchste Standards. Alle Spielerdaten werden verschlüsselt, um ein Höchstmaß an Schutz zu gewährleisten.

Kategorie Angebotene Spiele
Slots Über 200 abwechslungsreiche Spielautomaten
Tischspiele Roulettes, Blackjack, Baccarat und mehr
Live Casino Echtes Casino-Feeling mit Live-Dealern

Dank der intuitiven Benutzeroberfläche finden Sie immer schnell das passende Spiel. Die App wird regelmäßig aktualisiert, um sicherzustellen, dass alle neuen Spiele und Funktionen stets zur Hand sind.

Zusammenfassend lässt sich sagen, dass BdmBet alles bietet, was Sie für ein unvergleichliches Casino-Erlebnis benötigen. Probieren Sie es selbst aus und nutzen Sie die sensationellen BdmBet Casino Boni. Viel Glück und Spaß beim Spielen!