Online Sportfogadás a Betmatch Kaszinóban: Kifinomult Stratégiák és Bónusz Kódok

A Betmatch kaszinó egyre népszerűbb az online sportfogadás világában, különösen a magyar játékosok körében. A Bet match játékosok számos izgalmas lehetőséggel találkozhatnak a platformon, legyen szó akár nyerőgépekről vagy sportfogadásokról. Az oldal fejlett rendszere biztosítja, hogy a felhasználók mindig a legjobb fogadási élményben részesüljenek.

A Betmatch Előnyei

  • Kényelmes kezelőfelület: Az intuitív kezelőfelület lehetővé teszi a gyors fogadások megtételét.
  • Bőséges tárhely a sporteseményekhez: Fedezze fel a legnagyobb sportesemények kínálatát és fogadjon kedvenc csapataira.
  • Speciális ajánlatok: Az egyedi promóciók, mint amilyen a Betmatch no deposit bonus code, különösen vonzóvá teszik az oldalt.

Betmatch Bónuszok

A Betmatch egyedi bónusz kódokat kínál az új és visszatérő játékosok számára. Ezek a Betmatch no deposit bonus code segíthetnek növelni a nyerési esélyeket anélkül, hogy saját pénzét kockáztatná.

Összegzés

Összegzésként elmondható, hogy a Betmatch minden szükséges eszközt biztosít ahhoz, hogy a sportfogadások izgalmas világát felfedezze. A vélemények szerint, amelyek Betmatch vélemények címszó alatt találhatók az interneten, a platform különösen megbízhatónak és felhasználóbarátnak bizonyul.

Ne habozzon, csatlakozzon még ma, és fedezze fel az online sportfogadások új dimenzióját a Betmatch segítségével!

Betmatch casino

Pembaca Baru Alkitab Kembali Mengudara di RPK FM

 

Neila G.M. Mamahit (Pimpinan Program PBA LAI) tengah menjelaskan program PBA LAI di Parigi Moutong di RPK FM Jakarta

Media radio sudah cukup lama dipakai Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) untuk menjemaatkan visi-misi dan program kerja LAI. Paling tidak sampai saat ini ada 2 program kerja LAI yang mengudara lewat radio, yakni Program Renungan Radio Gema Nafiri yang disiarkan di hampir 40 stasiun radio di seluruh Indonesia dan Program Radio Interaktif yang hanya mengudara di 2 stasiun radio di Jabodetabek.

Sore ini, 3 Mei 2014, LAI kembali mengudara di Radio Pelita Kasih, 96.3 FM, Jakarta, dalam rangka mengkomunikasikan salah satu program kerjanya,yaitu Program Pembaca Baru Alkitab dengan narasumber ibu Neila G.M. Mamahit, M.Th., Kabid Pendidikan Biblika dan Pimpinan Program PBA LAI.

Dengan dipandu host Daniel Tanamal, ibu Neila G.M. Mamahit, M.Th., diberikan kesempatan seluas-luasnya tentang program PBA LAI. Meskipun program ini sudah dimulai LAI sejak tahun 1975, namun sejak tahun 2005 atau dikenal dengan era baru program PBA, LAI mulai serius menggarapnya. Keseriusan ini ditunjukkan dengan riset awal untuk mencari lokasi mana yang masyarakatnya masih buta huruf, jumlah peserta yang tergolong buta huruf minimal 1.000 orang, tersedianya tutor dan koordinator wilayah, adanya keterlibatan gereja setempat dan dukungan pemerintah daerah.

Meskipun tahun ini dengan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel, Papua LAI tengah melaksanakan program PBA di 3 distrik di Kabupaten Boven Digoel, Papua, LAI juga tengah menyiapkan program PBA tahun 2018-2019 yang akan dilaksanakan di 3 Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Berbeda dengan iliterasi pada umumnya, program iliterasi LAI atau dikenal dengan nama PBA adalah program pemberantasan buta huruf berbasis Alkitab. Harapannya para peserta selain bisa baca dan tulis nantinya juga bisa dan rajin membaca Alkitab. Program PBA menjadi jembatan untuk menghantar orang belajar mengenal dan memahami Firman Tuhan. Ujungnya agar mereka mengenal Penciptanya dan memperoleh hidup baru.

Semoga lewat talkshow radio di Radio RPK FM sore ini akan banyak orang yang mengenal dan tergerak hatinya untuk mendukung program PBA LAI ini, sehingga akan semakin banyak umat Tuhan yang belum dapat membaca beroleh berkat. Mari doakan dan dukung program PBA LAI ini. Salam Alkitab untuk semua. [keb]

Scopri il Mondo di Sisal: Sisal Login, App, Scommesse e Tanto Altro!

Benvenuti nel mondo affascinante di Sisal, dove l’intrattenimento online incontra l’innovazione. Che tu sia un appassionato di sisal scommesse, un fan delle sisal slot, o stai cercando di esplorare le infinite possibilità del sisal casino, questo articolo fa per te.

Tutte le Opzioni di Sisal Online

Il marchio Sisal è sinonimo di qualità e fiducia nel panorama del gioco d’azzardo italiano. Grazie a un’ampia gamma di opzioni, tra cui l’app dedicata e il sisal login facile e intuitivo, il divertimento è a portata di mano.

Sisal Logo

Usa l’App Sisal per un’Esperienza Completa

L’sisal app offre un’esperienza utente integrata, permettendo accesso immediato a giochi e scommesse. Sia che tu voglia tentare la fortuna al sisal bingo o esplorare le opzioni del sisal casino, l’app è la tua compagna ideale.

Il Fascino delle Slot e del Bingo

Le sisal slot offrono una varietà di temi affascinanti e possibilità di vincita. Inoltre, con l’opzione bingo, puoi connetterti e giocare con altri appassionati di tutto il mondo.

Le Scommesse Online

Sisal è anche un leader nel mercato delle scommesse sportive, offrendo quote competitive e un’ampia gamma di eventi su cui scommettere. L’accesso avviene facilmente tramite sisal login sul sito o sull’app.

Per una panoramica completa e una Sisal recensione dettagliata, clicca sul link fornito.

Conclusione

Che tu scelga di affacciarti al mondo delle scommesse o di esplorare le diverse opzioni di gioco online, Sisal fornisce una piattaforma sicura e innovativa. Scopri di più e inizia la tua avventura oggi stesso!

Pergumulan Bersama Lembaga Alkitab Di Asia Pasifik

Seluruh peserta UBS Asia Pacific Affinity Alliance Taipei, 26-28 April 2018.

 

Indonesia adalah negeri keempat terbanyak penduduknya di dunia dan berada di kawasan Asia Pasifik. Dalam masyarakat yang sudah mengglobal, pergumulan Indonesia juga menjadi pergumulan negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk pergumulan yang tengah dihadapi oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Mengingat selama ini sudah terjalin sinergisitas di bidang kealkitaban di kawasan ini menjadikan LAI tidak sendirian. Asia Pacific Affinity Alliance (AAA) di bawah United Bible Societies (UBS) adalah forum persekutuan antar lembaga Alkitab yang sudah eksis dan Tuhan pakai untuk memberkati Asia Pasifik.

Forum rapat tahunan AAA (yang keenam) di Taipei, 26-28 April 2018 dihadiri oleh 18 dari 21 Negara Anggota (minus Papua Nugini, Sri Lanka dan Selandia Baru). Rapat tiga hari yang sangat padat ini telah berhasil melakukan pembahasan secara marathon untuk persoalan seperti (1) mengidentifikasi masalah dan mencari solusi  yang dihadapi di masing-masing anggota AAA, (2) diskusi tentang kemitraan bersama dalam pelayanan Alkitab untuk Republik Rakyat Cina (RRC), (3) berbagi pengalaman di bidang penerjemahan, produksi, dan distribusi Alkitab, serta (4) berbagi ide untuk melangkah bersama ke depan.

Saya mencatat setidaknya ada empat pergumulan bersama dan utama yang terus membutuhkan sinergisitas di antara anggota AAA, yaitu: (1) Pekerjaan Penerjemahan Alkitab. Hampir semua anggota AAA masih terus melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai macam bahasa, bahkan sudah berkembang sampai ke bahasa isyarat. (2) Pengembangan Digital. Semua anggota AAA masih terus berupaya menjalankan visi-misi lembaga Alkitab melalui media digital di tengah masyarakat yang sedang berubah. (3) Keterbacaan Alkitab. Jumlah umat Kristen dan Katolik di semua negara anggota AAA adalah minoritas di masing-masing negaranya. Upaya untuk memastikan Alkitab dibaca, direnungkan dan dihayati oleh umat sangatlah penting sehingga melalui upaya ini diharapkan akan memberi dampak signifikan bagi negerinya masing-masing. (4) Pengelolaan dan kepeminpinan lembaga. Adanya kasus anggota AAA yang dihentikan sementara keanggotaannya dari UBS memerlukan solidaritas konkret dari angggota AAA yang lain.

Forum rapat telah menyetujui empat catatan pergumulan di atas dan merekomendasikan agar Global Management Team – United Bible Societies (GMT-UBS) menindaklanjuti lewat dukungan program-program konkret. Di samping itu, masing-masing peserta juga sepakat untuk melanjutkan komunikasi yang intens sebagai tindaklanjut dan konsekuensi menjalankan keempat rekomendasi di atas.

Sebagai peserta yang baru pertama kali mengikuti forum rapat tahunan ini, saya sangat tertolong dalam memahami masing-masing lembaga Alkitab se-Asia Pasifik dan berbagai peluang serta tantangan yang dihadapinya. Saya juga banyak belajar tentang perjuangan yang tidak mudah dalam melayani umat. Secara khusus saya belajar bagaimana Lembaga Alkitab Australia terus berjuang menghadirkan Kabar Baik bagi Gereja dan umat kristiani di benua Kanguru, meskipun kenyataannya jumlah umat kristiani di Australia sedang mengalami penurunan dari 74% di tahun 1991 menjadi  52%, di tahun 2017 lalu.

Rapat tahunan ini sungguh sangat menolong saya memberikan ide-ide jalan keluar dari berbagai pergumulan internal serta memperkokoh komitmen bersama di kawasan Asia Pasifik. Dinamika dan terkadang perdebatan dalam rapat membuat saya semakin dikuatkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan yang tidak mudah.

Di sela-sela rapat saya juga memperoleh kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan para Sekretaris Umum dari lembaga-lembaga Alkitab Asia-Pasifik, yaitu: Australia, Banglades, Kamboja, Hongkong, India, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Lewat forum ini saya juga berkenalan dengan Presiden UBS serta anggota GMT dan tentu dengan panitia lokal Taiwan Bible Society. Indahnya persaudaraan untuk saling berbagi demi karya-karya terindah di bumi ini. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan Menuju Hidup Sejahtera Berkeadilan

Siapa yang tidak ingin hidup sejahtera? Semua orang ingin hidup sejahtera. Setiap hari kita bekerja membanting tulang, bahkan sampai larut malam sehingga sampai lupa waktu. Tujuannya sangat jelas, agar bisa meraih hidup sejahtera. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sejahtera berarti aman sentosa dan makmur. Sedangkan makmur mengandung pengertian serba berkecukupan, tidak kekurangan. Dengan demikian bila kondisi serba berkecukupan, tidak berkekurangan nampaknya sudah dapat dikategorikan telah mengalami hidup sejahtera.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah cukup hanya hidup sejahtera saja? Ternyata tidak cukup, tetapi juga harus berkeadilan. Artinya, bila kita hidup sejahtera, orang lain juga harus hidup sejahtera. Lalu bagaimana cara untuk mewujudkannya? Inilah yang menjadi fokus pembahasan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan (AHSB). AHSB adalah Alkitab tematis terbaru yang diluncurkan pada tanggal 9 Februari 2018 pada acara Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru dan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Sosialisasi Alkitab tematis ini telah dilakukan dengan berbagai cara dan media, diantaranya melalui talkshow bedah buku pada hari Jumat, 6 April 2018 dan rencananya di tahun 2018 ini dilaksanakan juga beberapa kota, Surabaya (21 Mei 2018), Bandung, Medan dan Manado.

Kekhususan AHSB antara lain terdapat sebanyak 2.939 ayat yang diberi warna khusus (hijau), yang berkaitan dengan hidup sejahtera berkeadilan. Sedangkan untuk membantu pembaca lebih mudah memahaminya, ayat-ayat yang diwarnai tersebut dikelompokkan ke dalam topik khusus, terdapat sebanyak 523 topik, yang disertai dengan penjelasan singkat. Alhasil, pembaca memiliki panduan untuk menghayati lebih lanjut ayat yang dibacanya. AHSB menjadi lebih lengkap dengan hadirnya sisipan sebanyak 48 artikel. Dengan bantuan artikel-artikel ini, pembaca dapat menjelajahi isu-isu khusus dan mempelajari apa yang Alkitab katakan mengenai hal itu, dengan cara penyajian TEMUKAN, IMPIKAN, LAKUKAN dan terakhir DOAKAN. Di samping itu masih terdapat beberapa materi penting, antara lain: pengantar setiap kitab, penjelasan sekitar Alkitab, membaca Alkitab dalam setahun, kisah-kisah terkenal Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Ajaran dan Perumpamaan Yesus, mencari bantuan dalam Alkitab.

AHSB dipersembahkan oleh LAI bagi pembaca Alkitab yang ingin menggali dan sekaligus menerapkannya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Melalui AHSB ini pembaca bersama-sama dengan seluruh elemen bangsa diajak untuk ikut memperjuangkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Terbitan khusus ini diharapkan menjadi berkat bagi setiap pembaca yang merindukan terwujudnya syalom, hidup yang seutuhnya, penuh damai sejahtera dalam hubungan dengan Pencipta dan sesama ciptaan.  [sae]

 

Bersama Menabur Firman Tuhan, Talkshow Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan

Para narasumber dalam Bedah Buku Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan, Bible Center, Jakarta, 6 April 2018

Kerja sama! Inilah paradigma yang selalu dijaga dan bahkan dikembangkan untuk meningkatkan penyebaran Alkitab. Melalui kerja sama potensi dari masing-masing lembaga dipadukan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih dahsyat. Kerja sama ini pula yang dikembangkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) untuk menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya bersama Penyalur Utama LAI, salah satunya dengan BPK GM (Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia).

Pada hari Jumat, 6 April 2018 yang lalu LAI bekerja sama dengan BPK Gunung Mulia menyelenggarakan talk show “bedah buku” Alkitab tematis terbitan baru yang disebut Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan (AHSB) di Gedung Pusat Alkitab Jakarta. Puji Tuhan respon umat sungguh luar biasa. Target peserta 200 orang, dalam waktu tidak terlalu lama ludes, bahkan kami terpaksa menaruh beberapa peserta sebagai pendaftar cadangan. Narasumber yang dihadirkan pun tidak kalah menarik, Pdt. Dr. Rony Mandang, M.Th., Pdt. Sylvana Maria, M.Th., Pdt. Dr. Albert Hasibuan, SH, Rm. Benny Susetyo, Pr., dan Pdt. Anwar Then, Ph.D. Acara yang dipandu oleh moderator Pdt. Wenata Sairin, M.Th. berjalan cukup menarik dan peserta mengikuti dengan antusias.

Untuk mengulangi kesuksesan tersebut, LAI dan BPK Gunung Mulia kembali akan melakukan kerja sama mengadakan talk show AHSB. Kali ini akan dilaksanakan di Surabaya pada hari Senin, 21 Mei 2018 jam 10-12 di GPIB Eben Haezer, Surabaya. Talkshow dilaksanakan dengan dukungan dari Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Surabaya, Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI), GPIB Even Haezer Surabaya, dan Gereja-gereja di Surabaya dan sekitarnya. Sedangkan narasumber yang akan dihadirkan adalah Pdt. Dra. Carolina Pangandaheng, M.A., Chandra Nadhi, S.H., M.H. dan Pdt. Anwar Tjen, Ph.D. Target peserta talkshow ini sebanyak 200 orang.

AHSB adalah Alkitab tematis terbaru yang diluncurkan pada tanggal 9 Februari 2018 pada acara Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru dan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun LAI Di Wisma Kinasih Sukabumi. AHSB dipersembahkan bagi umat pembaca Alkitab di Indonesia di dalam konteks kehidupan berbangsa dan masyarakat yang bersama-sama seluruh elemen bangsa memperjuangkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Terbitan khusus ini diharapkan menjadi berkat bagi setiap pembaca Alkitab yang merindukan terwujudnya syalom, hidup yang seutuhnya, penuh damai sejahtera dalam hubungan dengan Pencipta dan sesama ciptaan, seperti yang terungkap dalam doa pemazmur: “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman” (Mazmur 85:11). [sae]

Nb. Contact person Talk show AHSB Surabaya Julian Jeane WA/SMS 081299214515.

 

Pengorbanan Yang Membawa Perubahan

Ibu Erna Yulianawati (LAI) menerimakan dukungan Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Persero) yang diserahkan langsung oleh Bp. Leonard A. Sirait (Pengurus Persekutuan)

“Pengorbanan Yang Membawa Perubahan” adalah tema dasar Ibadah dan Perayaan Paskah dari Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Persero) pada yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu 29 April 2018. Tema tersebut dijadikan sebagai Renungan Paskah yang disampaikan oleh Pdt. T.M. Hasugian. Beliau mengingatkan kita, bahwa sebagai orang yang sudah diselamatkan Kristus sejatinya harus ada perubahan yang nyata dalam hidupnya. Karena setiap orang percaya hidupnya telah diselamatkan oleh Pengorbanan Kristus. Untuk itu kitapun harus mau menyelamatkan hidup orang-orang lain yang belum mengenal-Nya, karena kita diajak Tuhan untuk menjadi alat-Nya  untuk melayani Dia.

Pada kesempatan itu, Melalui ibu Erna Yulianawati, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memperkenalkan visi-misi dan program kerjanya. Harapannya akan semakin banyak pribadi yang ikut ambil bagian bersama-sama melayani Tuhan melalui LAI. Dukungan nyata dari Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Perseroan) diwujudkan dengan diserahkan hasil persembahan kolekte sebesar Rp. 2 juta dari kebaktian tersebut dan juga pemberian tanda kasih sebesar Rp. 10 juta untuk mendukung program Satu Dalam Kasih LAI. Pemberian tanda kasih tersebut diserahkan langsung kepada Ibu Erna Yulianawati oleh Bp. Leonard A. Sirait, Sekretaris Umum Persekutuan Oikumene PT. Pegadaian (Persero).

Buat LAI Bp. Leonard Sirait bukanlah orang baru. Beliau telah lama menjadi pendukung LAI lewat program Sahabat Alkitab.  Apa itu Sahabat Alkitab LAI? Sahabat Alkitab adalah program yang menjangkau pribadi-pribadi yang tergerak dan menyatakan kesediaannya untuk membantu LAI dalam menjalankan visi-misi dan program kerjanya. Melalui Pak Leo inilah, pelayanan LAI boleh tumbuh dan dikenal di Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Persero). Mereka yang tadinya tidak mengenal LAI, kini sudah tahu apa saja pelayan LAI.

Kiranya kemudian hari melalui Pak Leo banyak karyawan kristiani di PT Pegadaian (Persero) yang mau menjadi Sahabat Alkitab LAI, sehingga akan terus tumbuh pribadi-pribadi yang mendukung dann mendoakan pelayanan LAI, sehingga akan semangat LAI untuk menghadirkan Alkitab Untuk Semua di tengah-tengah Indonesia boleh semakin nyata. [rha]

Digital Untuk Penggalangan Dukungan

 

“Sejak websitenya mayoritas memuat berita dan informasi yang berorientasi kepada pengunjung, bukan kepada diri sendiri, jumlah kunjungan ke website Lembaga Alkitab Uganda meningkat tajam. Dampak selanjutnya, dukungan terhadap program-program juga merangkak naik,” ungkap Michelle G. Held (MetroNY-USA) salah satu fasilitator pelatihan The UBS Digital Academy di Taipei 23-28 April 2018.

Uganda, sebuah negeri Afrika yang sangat terkenal dengan kekejaman Idi Amin di masa lampau dan sampai saat ini masih belum dapat digolongkan sebagai negeri modern, namun kesadaran pengembangan digitalnya bisa menjadi contoh yang baik. Setidaknya dari apa yang dilakukan oleh lembaga Alkitab disana. Saya sangat terkesan dengan data-data lain yang ditayangkan oleh fasilitator yang menunjukkan betapa teknologi digital sangat produktif dalam penggalangan dukungan. Meski saya hanya mengikuti beberapa sesi pelatihan karena harus menghadiri rapat “Asia Affinity Alliance” 26-28 April 2018, namun saya banyak belajar khususnya aspek strategis penggalangan dukungan melalui media digital.

Disampaikan bahwa dalam pengembangan website hal yang paling pertama dan strategis adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Ada empat hal yang sangat penting diperhatikan agar website yang dibuat dapat mendukung penggalangan dukungan, yaitu: (1) untuk meningkatkan kesadaran publik, (2) untuk mendapatkan sebanyak mungkin alamat email, (3) meneruskan berbagai postingan ke media sosial, dan (4) untuk mengetahui demografi pengunjung.

Untuk mencapai empat tujuan di atas maka harus ada langkah-langkah detail dan terukur. Sangat penting ada tim khusus yang memiliki wawasan, kemampuan dan passion di bidang digital. Bidang digital adalah bidang yang sangat dinamis dan harus menciptakan sebanyak mungkin kesempatan interaktif dengan pengunjung. Desain, warna, kutipan-kutipan, gambar, video dan semua konten harus mengikuti akidah-akidah terbaru berbasis riset dan data-data yang relevan. Intinya, website harus membuat pengunjung senang, menikmati dan jatuh cinta sehingga akan tergerak membantu semua program yang dijalankan.

Di samping website, menurut data survei di Amerika, penggalangan dukungan melalui media sosial yang paling besar adalah melalui Facebook, disusul kemudian oleh Youtube. Twitter termasuk media sosial yang cukup efektif untuk menyalurkan informasi penggalangan dukungan karena loadingnya tercepat di mobile apps.
Yang harus diperhatikan dalam pengembangan desain media sosial adalah kemudahan pengunjung menemukan kolom “donasi”, “alamat”, dan “interaktif”. Website yang komunikatif adalah menempatkan kolom “donasi” di pojok paling kanan atas. Sedangkan untuk Facebook harus diuraikan serinci mungkin tentang identitas pemilik akun. Dengan demikian pengunjung tidak meragukan terhadap keberadaan pemilik akun.

Dalam sessi diskusi, saya sampaikan bahwa di Indonesia pemakaian Whatsapp sangat populer dan banyak hal dapat disampaikan melaluinya serta dapat menggerakkan dukungan dari berbagai kalangan. Fasilitator mendukung dan menambahkan perlunya masing-masing negara memiliki data keberadaan media sosial agar dapat mengoptimalkan dalam rangka penggalangan dukungan.

Apapun media digitalnya, penggalangan dukungan tetap harus pararel dengan upaya di media non digital. Data menunjukkan secara umum 62% donator masih lebih suka berdonasi melalui offline, dan 38% sisanya sudah melalui online. “Fundraising is friendraising”. Teknologi digital menolong kita untuk berteman dengan milyaran orang penghuni planet bumi ini. Semakin banyak kawan, akan semakin banyak dukungan.
Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Kerjasama LAI dengan Sinode Gereja Toraja

Rabu, 25 April 2018 di ruang rapat Kantor Sinode Gereja Toraja, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara telah ditandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan antara Pdt. Dr. Ishak P. Lamber, Ketua Umum Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia dengan Pdt. Musa Salusu, Ketua Sinode Gereja Toraja yang didampingi oleh Pdt. Soleman Alloliggi, Sekretaris Umum Gereja Toraja.

Secara garis besar, isi dari nota kesepakatan kerjasama tersebut menyatakan bahwa LAI bersama Gereja Toraja sepakat melakukan kerjasama dan saling mendukung dalam upaya menumbuhkembangkan spiritual jemaat jemaat berbasis Alkitab. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai hal ini melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara bersama, salah satunya membentuk komunitas Mitra LAI dalam jemaat lingkup pelayanan Gereja Toraja. Sinode Gereja Toraja berharap saat Konven pendeta Gereja Toraja wilayah IV meliputi klasis Makassar dan Pulau Jawa yang akan di laksanakan bulan Agustus di Batam, LAI dapat hadir menjelaskan visi-misi dan program kerjanya serta memberikan penjelasan tentang penerjemahan nama Allah di dalam Alkitab.

Semoga dengan kerjasama ini kemitraan LAI dengan gereja Toraja bisa bersama-sama bekerja untuk menghadirkan Kabar Baik bagi sebanyak mungkin umat Kristiani, khususnya jemaat Gereja Toraja yang tersebar seluruh di Indonesia, sehingga semangat untuk memperkenalkan Alkitab Untuk Semua juga dirasakan oleh mereka. []

Bekerjasama dan bersama-sama bekerja

“Mengembangkan kerjasama dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristiani dalam mengupayakan agar umat Allah yang membaca dan mendengar Firman Allah mengenal dan hidup di dalam Yesus Kristus yang menjadi pokok pemberitaan Kabar Baik” adalah salah satu misi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Visinya adalah “menghadirkan Firman Allah bagi umat agar mereka dapat bertumbuh dan berinteraksi dengan Allah dan mengalami hidup baru didalam Kristus”. Dalam melaksanakan visi misi tersebut, LAI terus berupaya mengembangkan kerjasama dengan semua gereja baik gereja Protestan yang masuk dalam keanggotaan PGI, PGPI, PGLI, PBI, PGTI maupun gereja Katolik.

Pada bulan Maret yang lalu, Pengurus LAI yang baru terpilih untuk periode 2018-2023, Pdt. Ishak P. Lambe (Ketua Umum), Sigit Triyono (Sekretaris Umum) serta LAI Perwakilan Medan, Ratna Harefa (Kepala Perwakilan) dan Harisan Boni (Staf penyebaran), berkunjung ke beberapa sinode gereja yang ada di wilayah Sumatera Utara, yakni ke Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Pentakosta Indonesia (GPI), dan Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI) yang berkantor pusat di Pematangsiantar. Selain mempererat silatuhrahmi, dalam kunjungan tersebut, baik LAI maupun gereja-gereja memaparkan program-program yang akan dilakukan dan peluang-peluang untuk melakukan kerjasama demi menghadirkan Firman-Nya.

Selain perkunjungan ke gereja-gereja, LAI juga mengadakan kerjasama dengan Gereja Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar mengadakan seminar dengan topik “Kupas tuntas kata ‘Allah’ dan ‘TUHAN’ dalam Alkitab. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh maraknya ajaran-ajaran serta pemahaman dari berbagai pihak yang berupaya mempengaruhi keyakinan umat akan penggunaan istilah “Allah” di dalam Alkitab. “Umat perlu dibekali dengan pemahaman yang benar sehingga memiliki dasar yang kuat dalam menghadapi isu-isu yang beredar”, ungkap Pdt. Timotius, Gembala Sidang GKKK Pematang Siantar. Seminar tersebut dibawakan oleh Pdt. Anwar Tjen, Ph.D, selaku Kepala Departemen Penerjemahan LAI sekaligus konsultan penerjemahan.

Dari Pematangsiantar, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabanjahe bertemu dengan pengurus Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan Calon Pengurus Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) mitra Kabanjahe. Sebagai upaya meningkatkan kerjasama yang telah ada, pada tanggal 26 Maret 2018, LAI dan GBKP telah melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan oleh Pengurus Moderamen GBKP. Secara garis besar, isi dari nota kesepahaman tersebut menyatakan bahwa LAI bersama GBKP sepakat melakukan kerjasama dan saling mendukung dalam upaya menumbuhkembangkan spiritual jemaat jemaat berbasis Alkitab. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai hal ini melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara bersama.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus Moderamen juga menyatakan ucapan terimakasih kepada LAI yang selalu memberikan perhatian kepada umat GBKP terutama yang menjadi korban erupsi gunung sinabung. LAI telah beberapa kali memberikan secara cuma-cuma Alkitab dan juga buku-buku bacaan rohani kepada para pengungsi Sinabung. Alkitab dan buku-buku tersebut menjadi kekuatan dan penghiburan mereka dalam mengalami musibah yang hingga kini masih terus berlangsung. Selain itu, tahun ini LAI juga kembali mengadakan kegiatan Satu Dalam Kasih, yakni Program yang menjembatani kebutuhan umat yang karena kendala geografis dan juga ekonomi tidak mampu memiliki Alkitabnya sendiri. Kegiatan SDK untuk wilayah Sumatera tahun 2018 akan diadakan di wilayah Karo bagian selatan (Juhar dan sekitarnya) yang mayoritas adalah umat GBKP dan di Dairi bagian utara (tanah pinem sekitarnya). GBKP juga menyatakan kesediaannya untuk mendukung Program Hari Doa Alkitab yang diadakan oleh LAI setiap bulan September dalam upaya menopang ketersediaan terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Dengan bekerjasama, kita bisa bersama-sama bekerja untuk menghadirkan Firman Allah bagi sebanyak mungkin umat Kristiani yang ada di Indonesia. (RH)