Tuhan, Engkau Tidak Mengumbar Mukjizat-Mu Secara Murahan. Berbahagialah Orang Yang Mendapat Anugerah Untuk Mengalami Dan Menyaksikannya.

title

Mukjizat adalah peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia (KBBI). Allah mengadakannya agar orang-orang terpesona kepada-Nya lalu menyembah-Nya, bukan menyembah manusia.

Pertanyan mengenai mengapa Yesus datang terlambat dan tidak segera menolong Lazarus yang saat itu tengah sakit masih menjadi pertanyaan besar semua orang saat itu. Pikir mereka, "jika Yesus mengasihi Lazarus seperti yang Ia tunjukkan dengan kesedihan-Nya, mengapa Ia tidak datang segera dan mengadakan mukjizat kesembuhan sekali lagi? Toh, Ia sendiri mengaku berasal dari Allah, maka Ia pasti bisa melakukan mukjizat kapan saja Dia mau. Apa susahnya menyembuhkan orang sakit?" Dalam pikiran Yesus, Ia akan mengadakan mukjizat yang jauh lebih besar dari sebelumnya, sehigga orang-orang akan takjub dengan kuasa Allah, lalu menjadi percaya kepada-Nya. Sukacita dan ketakjuban akan jauh lebih besar dari orang mati yang bangkit daripada orang sakit yang disembuhkan.

Sahabat Alkitab, Allah adalah Ahlinya membuat decak kagum manusia, sejak semula manusia diciptakan tidak terhitung berapa kali Ia telah membuat manusia terpesona dengan keagungan dan kuasa-Nya. Mukjizat demi mukjizat Ia lakukan untuk menarik kita datang kepada-Nya. Ia tidak mengumbar itu dan membuatnya menjadi murahan, manusialah yang melakukannya. Kadang kita mencoba menebak bahwa Allah akan melakukan mukjizat dengan cara-cara yang ada dalam pikiran kita, atau dengan cara yang sudah pernah kita saksikan, tetapi tidak. Allah selalu punya cara yang baru. Ia melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan bagi kita, namun ketika itu datang maka sangat besarlah sukacita yang kita alami. Terpujilah Tuhan.

Selamat Pagi. Tetaplah berharap kepada Tuhan dan nikmatilah cara Dia bekerja dan melakukan mujizat demi mujizat dalam kehidupan kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Tidak Seharusnya Kami Kecewa Kepada-Mu. Karena Kami Tahu Bahwa Segala Rencana-Mu Adalah Bagi Kebaikan Kami Dan Kemuliaan Nama-Mu.

title

Manusia sangat berpotensi mengecewakan kita, tidak demikian dengan Allah.

Maria juga merasa kecewa dengan kedatangan Yesus yang dianggapnya terlambat. Saudaranya Lazarus telah mati dan telah empat hari lamanya berada dalam kuburan. Pikiran Maria sama dengan Marta, seandainya Yesus datang lebih awal saat Lazarus masih hidup, tentu nyawanya akan tertolong, tapi bagi Maria semua sudah sangat terlambat. Ia menunjukkan kesedihan hatinya yang dalam di hadapan Yesus, ini sekaligus menunjukkan kedekatan hubungannya dengan Yesus.

Sahabat Alkitab, kekecewaan yang ditunjukkan baik oleh Marta maupun Maria menunjukkan keterbatasan pengetahuan mereka akan siapa Yesus sebenarnya, sehingga menimbulkan keterbatasan iman mereka. Hari ini melalui Alkitab kita telah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah, Dia adalah Yang Mahakuasa dan Yang Mahakasih. Pengetahuan itu harusnya membentuk iman kita menjadi begitu kokoh sehingga tidak ragu sedikitpun kepada Yesus. Dan percaya segala yang Ia kerjakan adalah baik adanya untuk kita, untuk semua orang, terutama bagi kemuliaan-Nya. Dalam mengekspresikan rasa kekecewaan kita entahkah kepada manusia karena keterbatasannya atau kepada Tuhan karena keterbatasan kita, janganlah sampai kita tenggelam dalam kekecewaan yang dalam apalagi jika jatuh ke dalam dosa.

Selamat Pagi. Kiranya kepercayaan kita kepada Allah semakin teguh, agar apapun yang kita alami tetap kita dapat berkata, "Tuhan itu baik bagiku."

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Bagi Para Pemimpin Engkau Meneladankan Kerelaan Berkorban. Bukan Semangat Mencari Untung Dan Egois.

title

Yesus adalah teladan bagi kepemimpinan, kehambaan, dan pengorbanan yang terangkai menjadi satu kesatuan. Seperti itulah wajah kepemimpinan Kristen yang seharusnya.

Sekali lagi Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai gembala yang baik, gembala adalah orang yang menggembalakan domba artinya memimpin domba-domba itu, dan di zaman itu beberapa gembala adalah pemilik dari domba itu sekaligus. Gembala dan pemilik domba adalah orang yang berhak untuk memperoleh keuntungan dari domba gembalaannya. Namun yang Yesus ajarkan bukan bagaimana memperoleh hak itu secara egois, melainkan bagaimana seorang gembala harus berkorban terlebih dahulu bagi domba-dombanya. Gembala harus menjamin keselamatan dombanya dari ancaman maut, yaitu dari serigala yang datang untuk memangsa. Ia harus menjadi orang yang selalu berdiri di depan kawanan domba untuk menghalau serigala, bahkan Ia harus rela terluka atau sekalipun mengorbankan nyawanya demi keselamatan kawanan domba itu.

Sahabat Alkitab, kepemimpinan Kristen adalah kepemimpinan hamba, dan tidak ada hamba yang tidak berkorban. Itulah teladan Kristus bagi kita, bagi setiap orang yang ingin menjadi pemimpin atas umat Tuhan. Analogi gembala domba adalah yang paling tepat untuk menggambarkan kepemimpinan Kristen. Seorang gembala rela untuk meninggalkan kenyamanan rumahnya untuk menikmati dinginnya udara malam demi menjaga dombanya - Ini tentang pengorbanan akan kenyamanan dan gaya hidup. Jika pemimpin Kristen berada dalam kenyamanan, kekayaan, dan kejaayaan sementara yang dipimpinnya berada di sisi sebaliknya, itu bukanlah pemimpin Kristen; Gembala selalu berjalan paling depan untuk menuntun dan membawa dombanya ke tempat yang aman untuk makan dan minum - Ini tentang kebutuhan hidup. Jika pemimpin Kristen hidup dalam berkelimpahan sementara yang dipimpinnya berada dalam kekurangan, itu bukanlah pemimpin Kristen. Jika domba dalam bahaya, ia akan ada di situ untuk melindungi hingga titik darah penghabisan - Ini tentang tanggung jawab melindugi. Jika pemimpin Kristen lebih sering cuci tangan dan melimpahkan kesalahan kepada yang dipimpinnya, itu juga bukanlah kepemimpinan Kristen. Tidak ada domba yang berkorban, gembalalah yang harus berkorban. Demikianlah teladan Kristus bagi kita semua. Jangan mengambil sistem kepemimpinan dunia lalu mnerapkannya dalam kepemimpinan Kristen, sebaliknyalah yang harus terjadi.

Selamat Pagi. Barangsiapa diantaramu ingin menjadi pemimpin, hendaklah dia menjadi pelayan bagi semua.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Manusia Mencari Kehidupan Yang Berlimpah Dengan Kenikmatan. Tetapi Yang Ada Pada-Mu Adalah Kehidupan Yang Melimpah-limpah Dengan Kebaikan

title

Hanya yang mempunyai yang dapat memberi. Yesus adalah sumber kehidupan dan segala yang baik, karena itu hanya Dia yang dapat memberikannya.

Yesus menjelaskan tentang perumpamaan yang telah disampaikan-Nya. Yang Yesus maksudkan sebagai pencuri adalah semua yang datang sebelum Dia, yaitu orang-orang yang menjadi pengajar Taurat kepada umat namun ajarannya justru menjauhkan mereka dari kasih karunia Allah. Sementara gembala domba adalah Yesus sendiri, melalui Dia domba-domba akan selamat dan mendapatkan makanan, mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam kelimpahan. Kelimpahan yang digambarkan oleh Yohanes adalah tentang kehidupan rohani bukan berhubungan dengan materi.

Sahabat Alkitab, kepada kita domba-domba-Nya, Yesus Sang Gembala Agung menjanjikan kehidupan yang penuh kelimpahan. Dia adalah gembala yang baik, yang memberikan kepada kita rasa aman, Ia memberikan firman-Nya sebagai makanan bagi kehidupan rohani kita, Ia bahkan memberikan hidup-Nya untuk memberikan kepada kita keselamatan. Yesus tidak pernah menjanjikan kenikmatan hidup dunia kepada kita, malahan siapa yang ingin mengikuti_nya harus meninggalkan itu semua. Yesus tidak ingin kita menjadi terikat dengan kesenangan dunia, karena kita ini bukan berasal dari dunia melainkan dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Dunia ini memang menawarkan banyak kesenangan dan kenikmatan untuk kita, namun semua itu justru akan menjauhkan kita dari Allah dan merampas kehidupan kita. Yang dunia berikan adalah kenikmatan yang membawa maut. Tidak ada orang yang hidup dalam kenikmatan dunia yang akan memiliki hidup yang sejati.

Selamat Beribadah. Jika Allah adalah sumber hidup dan Ia telah memberikannya bagi kita, mengapakah kita mau melepaskan itu dan menggantinya dengan maut?

Salam Alkitab Untuk Semua

Ya Tuhan, Kepercayaan Adalah Mahkota Dari Segala Perbuatan Baik dan Jujur. Tolong Kami Menggunakan Itu Bagi Kemuliaan Nama-Mu Ketika Kami Berhasil Mendapatkannya.

title

Kepercayaan itu mahal harganya, perlu usaha keras untuk mendapatkannya, dan perlu usaha yang jauh lebih keras lagi untuk mempertahankannya.

Menjawab pertanyaan dari kaum Farisi, Yesus memberikan penggambaran hubungan antara domba dan penggembalanya. Gembala domba selalu masuk melalui pintu kandang, disambut dengan baik oleh penjaga kandang, karena dia bukan pencuri. Domba gembalaannya pun akan mengenali suaranya, dan mengikuti ke mana pun dia pergi. Ia juga mengenal dombanya satu persatu. Penggambaran ini menunjukkan sebuah kepercayaan yang besar domba kepada gembala karena tanggung jawab gembala yang ia laksanakan dengan baik.

Sahabat Alkitab, kepercayaan adalah akibat dari sebab kebaikan dan kejujuran. Kita dapat dipercaya jika perbuatan baik kita telah menyentuh hati seseorang, demikian juga jika kita menjadi seorang yang jujur maka siapapun dapat memberikan kepercayaannya kepada kita. Dalam penggambaran yang diberikan oleh Yesus, pemimpin adalah seorang yang harus dapat dipercaya oleh orang-orang yang dipimpinnya. Pertama-tama ia haruslah seorang yang baik hatinya, yang memimpin dengan hati bukan dengan tangan besi. Pemimpin haruslah menjadi seperti seorang gembala yang baik yang mengayomi, yang memberi bukan mengambil seperti layaknya seorang pencuri. Ia harus mampu memberikan rasa nyaman terlebih dahulu, memberikan makanan yang terbaik, memberikan ketenangan, barulah ia dapat memperoleh manfaat dari dombanya baik berupa susu, bulu, kulit, atau pun daging domba. Sebab domba yang merasa tidak nyaman, kurang makan, dan stres tidak akan mampu menghasilkan dan memberikan yang terbaik dari dirinya, bulunya rontok, kulitnya tidak bagus, kurus sehingga sedikit menghasilkan daging, juga tidak menghasilkan susu yang banyak.

Selamat Pagi. Marilah kita berusaha menjadi orang yang tepercaya baik oleh manusia terlebih lagi oleh Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Bagi Orang-orang Dunia Kami Ini Memang Bukan Apa-apa. Tetapi Bagi-Mu Ya Tuhan, Kami Amat Sangat Berharga.

title

Orang yang sakit jelas membutuhkan dokter, lalu mereka mencarinya. Sebaliknya, Yesus mencari dan menyembuhkan mereka yang sakit.

Karena tersinggung dengan kebenaran perkataan orang yang tadinya buta itu, mereka malah "menjauhkan"-nya dari Allah dengan melarangnya untuk memasuki rumah ibadat. Semasa tidak dapat melihat ia mungkin jarang memasuki rumah ibadat, ia menjadi terpinggirkan oleh lingkungan sosial hingga mnjadi pengemis. Ketika telah dapat melihat, ia tetap tidak dapat memasuki rumah ibadat, ia mengalami "pengucilan rohani" oleh para pemimpin agama Yahudi, kelompok agamais yang harusnya merangkul orang-orang yang termarginalkan. Hukuman yang merampas dan menghilangkan keberadaan dirinya sebagai makhluk yang ber-Tuhan dan beragama. Mendengar itu Yesus datang kepadanya, mengangkat, dan memberikannya kembali nilai sebagai seorang manusia yang rohani.

Sahabat Alkitab, menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk menanggung penderitaan, pengucilan, diskriminasi, oleh karena itulah bagian dari salib yang harus kita pikul. Karena salib memang adalah lambang penderitaan. Di salib, harkat Yesus sebagai manusia dilucuti dan dilecehkan. Jika Yesus diperlaukan seperti demikian, maka kita pun sebagai pengikut-Nya akan mengalaminya juga. Jika karena Yesus kita diperlakukan buruk oleh dunia, maka berbahagialah karena Kristus memandang kita berharga. Ia menerima kita sebagai anak-anak yang dikasihi dan berharga di mata-Nya. Seperti buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya, dan sumbu yang telah pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.

Selamat Pagi. Percayalah bahwa jika dunia menolak kita karena nama Yesus, maka Dia akan memilih kita untuk memalukan dunia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Mengajar Kami Dengan Lembut Dan Dalam Kebijaksanaan. Tolong Kami Melatih Itu, Sehingga Menebarkan Suka Cita Dengan Perkataan Kami.

title

Berpikir bahwa perkataan yang kita keluarkan tidak memiliki efek samping terhadap pendengar adalah sebuah kekeliruan yang besar.

Entah dari mana datangnya hikmat dalam berkata-kata oleh orang itu. Ia yang buta sejak lahirnya sangat mungkin tidak pernah mengikuti pendidikan saat itu. Setiap hari pekerjaannya pun hanya mengemis (9:8), sehingga sangat mungkin juga ia jarang mendengarkan pengajaran agama Yahudi. Namun kata-katanya yang penuh hikmat menunjukkan bahwa apa yang ia sampaikan itu berasal dari Allah. Sebaliknya, perkataan orang-orang Farisi menunjukkan pengetahuan mereka akan hukum agama hanya sebatas tahu saja. Pandangan teologia mereka tentang hubungan kebutaan sebagai akibat dari dosa sama dengan pandangan para murid sebelumnya (9:2), tetapi mereka mengungkapkannya sebagai sebuah tunduhan langsung dengan tujuan untuk menyerang pribadi orang itu, ini berbeda dengan para murid yang mengungkapkannya lewat pertanyaan.

Sahabat Alkitab, berkatalah dengan lembut. Bukan tentang intonasi suara tapi isi dari perkataan itu. Di mana kita dilahirkan menentukan intonasi suara kita, tapi tentang perkataan yang lembut dan bijaksana bergantung pada seberapa kita menghargai orang lain, menghargai diri sendiri, dan penghormatan kepada Tuhan yang menciptakan semua orang sama. Dari perkataanlah kita dapat menilai orang lain, sebaliknya orang lain menilai diri kita. Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk pembelajar, karena itu berkata-kata dengan lembut dan bijaksana adalah bagian yang dapat dipelajari oleh manusia dan membentuk itu di dalam dirinya. Pertama-tama kita harus belajar menghargai kemanusiaan, belajar tentang kerendahan hati, belajar tentang empati, belajar tentang keramahan, yang semuanya dapat kita pelajari dari Alkitab.

Selamat Pagi. Berusahalah sedemikian rupa agar setiap perkataan kita yang keluar mewakili perkataan Kristus kepada manusia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Hikmat Dan Kebijaksanaan Adalah Anugerah-Mu Untuk Menyelesaikan Persoalan-persoalan Yang Akan Menghancurkan Kami.

title

Di atas langit masih ada langit, namun Allah adalah yang tertinggi dan satu-satunya, pengertian-Nya jauh melebihi dari yang dapat kita pikirkan.

Kebaikan yang dilakukan oleh Yesus kepada seorang buta ternyata tidak memberikan jaminan bahwa itu akan disukai oleh semua orang. Desas-desus karena seorang buta dicelikkan matanya oleh Yesus akhirnya sampai juga ke telinga kaum Farisi. Mereka justru menganggap mujizat pada hari sabat adalah pelanggaran terhadap hari sabat itu sendiri. Sehingga kesimpulan beberapa di antara mereka adalah dosa, karena pelanggaran hukum sabat, tidak mungkin menghasilkan kebaikan dan lebih tidak mungkin lagi itu berasal dari Allah. Guna meyakinkan akan kebenaran peristiwa itu, mereka menghadirkan orang yang telah dicelikkan matanya di tengah-tengah perdebatan mereka. Dan sangat menarik kesimpulan dari orang itu tentang Yesus, sebab dia mengatakan bahwa Yesus adalah nabi. Satu kesimpulan yang membantah semua tuduhan kaum Farisi tentang Yesus.

Sahabat Alkitab, kita sungguh-sungguh membutuhkan hikmat dan bijaksana dari Tuhan dalam segala hal. Sebab tanpa itu, yang ada hanyalah masalah demi masalah. Pengertian kita atas segala hal sangat terbatas, bahkan untuk hal yang paling sederhana sekalipun. Terkadang masalah sepele yang bisa diselesaikan dengan cara yang sangat sederhana justru membuat kita begitu kesulitan hingga meningkatkan emosi, saling berbantah, bahkan mencederai sesama. Hikmat dan bijaksana dari Tuhan kadang memang tidak mudah diterima dan dicerna oleh pengetahuan kita, karena memang berasal dari atas, dari luar logika dan nalar manusia. Namun apa yang berasal dari Tuhan pasti benar, diakui atau tidak, pasti adalah sebuah jawaban, diterima atau tidak, dan pasti membawa damai sejahtera, dirasakan atau tidak.

Selamat Pagi. Sebelum dan atau sesudah menemui jalan buntu atas berbagai persoalan hidup, datanglah kepada Yesus dan mintalah jawaban dan kemampuan untuk menyelesaikannya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Selalu Hadir Menjumpai Orang-orang Yang Rindu Kepada-Mu Dengan Kemuliaan, Belas Kasih, Dan Cinta.

Yohanes Pembaptis

title

Tuhan berkenan dan menjenguk mereka yang selalu menantikan kehadiran-Nya

Perjumpaan dengan Yesus menjadi satu pengalaman yang paling berharga bagi orang buta itu, bagaimana tidak, sejak lahir ia sama sekali belum pernah melihat. Ia pasti memiliki kerinduan yang begitu besar untuk bisa melihat, namun mungkin ia telah mengubur dan melupakan itu, sebab bagaimana mungkin ia dapat melihat lagi. Hari itu Yesus datang menjawab kerinduan terdalamnya. Betapa dia bersukacita, berkeliling ke tengah kota untuk memperlihatkan keadaannya yang baru kepada orang banyak dan menceritakan bahwa Yesus yang telah memelekkan matanya.

Sahabat Alkitab, orang yang rindu akan kehadiran Allah dalam hidupnya tidak akan pernah Ia kecewakan. Allah tahu bahwa hanya kehadiran-Nyalah yang dapat mengisi segala relung kosong kehidupan manusia. Hanya kehadiran-Nyalah yang dapat memuaskan dahaga manusia. Karena itu Ia akan hadir dalam kemuliaan, belas kasih, dan cinta kepada orang-orang yang menantikan-Nya. Allah akan mengobati kerinduan terdalam hati kita bahkan saat kita sendiripun kelu dan lupa dengan itu.

Selamat Beribadah. Tuhan telah datang, bukalah hatimu, Dia akan berperkara hari ini dalam hidupmu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Satu Hal Yang Engkau Miliki Dan Manusia Tidak, Adalah Jawaban Atas Semua Pertanyaan-pertanyaan Mengenai Kehidupan

title

Carilah maka kamu akan mendapat, tanyalah maka jawaban akan diberikan bagimu.

Dalam teologia purba orang-orang memang mengangggap bahwa dosa manusia memiliki dampak langsung terhadap segala bentuk penderitaan manusia. Sehingga ketika ada orang yang menderita sakit, bencana, musibah, kerugian, atau pun kematian maka timbullah syak wasangka bahwa orang tersebut telah melakukan perbuatan dosa, atau jika bukan dia maka pasti orang tuanyalah yang melakukannya. Itulah yang terjadi pada murid-murid Yesus ketika mereka melihat ada seorang yang buta sejak lahirnya. Di sini Yesus menjawab dengan memberikan pemahaman yang baru bahwa itu terjadi bukan karena dosa orang itu atau dosa orang tuanya melainkan supaya orang dapat melihat kuasa Allah dinyatakan dan bekerja dalam orang itu.

Sahabat Alkitab, dalam pengetahuan kita yang sangat terbatas seringkali kita seperti meraba dalam gelap. Kita mencoba menerka sesuatu yang tidak kita ketahui pasti dan tidak dapat kita lihat secara jelas. Akibatnya kita pun sampai pada kesimpulan yang salah, baik terhadap seseorang, terhadap kejadian dan peristiwa, ataupun terhadap Tuhan sendiri. Ada hal benar yang harus kita tiru dari para murid Yesus saat itu, yaitu bertanya dan memastikannya kepada Tuhan. Dalam keragu-raguan dan ketidaktahuan kita akan banyak hal yang ada di dunia, maka tempat paling wajar untuk kita bertanya adalah kepada Tuhan Sang Pencipta dan Perancang segala sesuatu. Karena saat kita hanya mengandalkan pada diri sendiri dengan pengetahuan yang sangat terbatas maka kita tengah menjerumuskan diri ke dalam lubang - yaitu prasangka buruk, sikap yang menghakimi, salah bersikap dan berkeputusan - dan mungkin akan membawa orang lain jatuh bersama kita.

Selamat Pagi. Tuhan selalu siap untuk menjawab setiap pertanyaan kita, maka bertanyalah kepada Dia agar kita tidak sesat.

Salam Alkitab Untuk Semua