Tuhan, Tidak Seharusnya Kami Kecewa Kepada-Mu. Karena Kami Tahu Bahwa Segala Rencana-Mu Adalah Bagi Kebaikan Kami Dan Kemuliaan Nama-Mu.

  • 31
    Shares

title

Manusia sangat berpotensi mengecewakan kita, tidak demikian dengan Allah.

Maria juga merasa kecewa dengan kedatangan Yesus yang dianggapnya terlambat. Saudaranya Lazarus telah mati dan telah empat hari lamanya berada dalam kuburan. Pikiran Maria sama dengan Marta, seandainya Yesus datang lebih awal saat Lazarus masih hidup, tentu nyawanya akan tertolong, tapi bagi Maria semua sudah sangat terlambat. Ia menunjukkan kesedihan hatinya yang dalam di hadapan Yesus, ini sekaligus menunjukkan kedekatan hubungannya dengan Yesus.

Sahabat Alkitab, kekecewaan yang ditunjukkan baik oleh Marta maupun Maria menunjukkan keterbatasan pengetahuan mereka akan siapa Yesus sebenarnya, sehingga menimbulkan keterbatasan iman mereka. Hari ini melalui Alkitab kita telah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah, Dia adalah Yang Mahakuasa dan Yang Mahakasih. Pengetahuan itu harusnya membentuk iman kita menjadi begitu kokoh sehingga tidak ragu sedikitpun kepada Yesus. Dan percaya segala yang Ia kerjakan adalah baik adanya untuk kita, untuk semua orang, terutama bagi kemuliaan-Nya. Dalam mengekspresikan rasa kekecewaan kita entahkah kepada manusia karena keterbatasannya atau kepada Tuhan karena keterbatasan kita, janganlah sampai kita tenggelam dalam kekecewaan yang dalam apalagi jika jatuh ke dalam dosa.

Selamat Pagi. Kiranya kepercayaan kita kepada Allah semakin teguh, agar apapun yang kita alami tetap kita dapat berkata, "Tuhan itu baik bagiku."

Salam Alkitab Untuk Semua