Tuhan, Engkau Mengajar Kami Dengan Lembut Dan Dalam Kebijaksanaan. Tolong Kami Melatih Itu, Sehingga Menebarkan Suka Cita Dengan Perkataan Kami.

  • 34
    Shares

title

Berpikir bahwa perkataan yang kita keluarkan tidak memiliki efek samping terhadap pendengar adalah sebuah kekeliruan yang besar.

Entah dari mana datangnya hikmat dalam berkata-kata oleh orang itu. Ia yang buta sejak lahirnya sangat mungkin tidak pernah mengikuti pendidikan saat itu. Setiap hari pekerjaannya pun hanya mengemis (9:8), sehingga sangat mungkin juga ia jarang mendengarkan pengajaran agama Yahudi. Namun kata-katanya yang penuh hikmat menunjukkan bahwa apa yang ia sampaikan itu berasal dari Allah. Sebaliknya, perkataan orang-orang Farisi menunjukkan pengetahuan mereka akan hukum agama hanya sebatas tahu saja. Pandangan teologia mereka tentang hubungan kebutaan sebagai akibat dari dosa sama dengan pandangan para murid sebelumnya (9:2), tetapi mereka mengungkapkannya sebagai sebuah tunduhan langsung dengan tujuan untuk menyerang pribadi orang itu, ini berbeda dengan para murid yang mengungkapkannya lewat pertanyaan.

Sahabat Alkitab, berkatalah dengan lembut. Bukan tentang intonasi suara tapi isi dari perkataan itu. Di mana kita dilahirkan menentukan intonasi suara kita, tapi tentang perkataan yang lembut dan bijaksana bergantung pada seberapa kita menghargai orang lain, menghargai diri sendiri, dan penghormatan kepada Tuhan yang menciptakan semua orang sama. Dari perkataanlah kita dapat menilai orang lain, sebaliknya orang lain menilai diri kita. Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk pembelajar, karena itu berkata-kata dengan lembut dan bijaksana adalah bagian yang dapat dipelajari oleh manusia dan membentuk itu di dalam dirinya. Pertama-tama kita harus belajar menghargai kemanusiaan, belajar tentang kerendahan hati, belajar tentang empati, belajar tentang keramahan, yang semuanya dapat kita pelajari dari Alkitab.

Selamat Pagi. Berusahalah sedemikian rupa agar setiap perkataan kita yang keluar mewakili perkataan Kristus kepada manusia.

Salam Alkitab Untuk Semua