
Sumba Timur Surga Yang Tersembunyi


Kita bukan lagi hamba, tapi anak. Anak memiliki hak tapi hamba tidak.
Paulus menganalogikan kepercayaan kepada Kristus sebagai ahli waris. Sebelum kedatangan Kristus semua orang adalah hamba, entahkah dia melakukan seluruh hukum agama dengan sempurna, kita semua diiperhamba oleh roh-roh yang menguasai dunia. Sampai Kristus datang membebaskan mereka yang percaya kepada-Nya. Mereka itulah yang disebut sebagai anak-anak yang berhak memperoleh warisan surgawi dan hidup dalam kemerdekaan penuh bersama dengan Kristus. Apa yang Paulus nyatakan ini agar jemaat di Galatia tidak lagi mengenakan kuk perhambaan atas diri mereka dengan hidup di bawah hukum-hukum agama yang sama sekali tidak menyelamatkan.
Sahabat Alkitab, masih ada begitu banyak manusia di dunia ini yang hidup diperhamba oleh dosa dan roh-roh dunia sekalipun mereka hidup beragama. Kita tahu bahwa agama tidak pernah menyelamatkan dan melakukan ritual ataupun hukum agama juga tidak akan membawa kita sampai kepada Allah, itu hanyalah perbudakan rohani. Syukur kepada Allah yang begitu mengasihi kita, Dia hadir ke dalam dunia, menerima kuk itu atas diri-Nya dengan hidup di bawah kekuasaan hukum agama, supaya dengan begitu Dia membebaskan manusia yang masih hidup di bawah hukum agama. Allah mengangkat kita menjadi anak-Nya untuk menerima suatu warisan rohani yang tidak dapat diambil oleh siapapun, yaitu keselamatan dan kemerdekaan yang sejati.
Selamat Pagi. Marilah bersyukur kepada Allah, dan karena kita bukan lagi hamba melainkan anak, maka nyatakanlah syukur itu dengan hidup selayaknya seorang anak, yaitu anak-anak yang rohani.
Salam Alkitab Untuk Semua

Hanya ada dua pembeda yang berdampak pada kekekalan, yaitu manusia yang hidup di dalam Kristus dengan manusia yang hidup di luar Kristus.
Paulus mengungkapkan kontras yang terjadi antara hukum agama dengan Kristus. Hukum agama membedakan orang berdasarkan status yaitu antara orang Yahudi dan non-Yahudi, hamba dan orang bebas, laki-laki dan perempuan. Bahkan dalam doa sekalipun, pembedaan itu terasa begitu kuat. Yesus datang menghancurkan tembok pemisah yang membedakan manusia berdasarkan hal lahiriah itu. Melalui Kristus kita semua dipersatukan dengan Allah sehingga menjadi anak-anak Allah, yaitu keturunan Abraham yang mendapatkan bagian dalam menerima janji Allah.
Sahabat Alkitab, ada sebuah lagu yang sering sekali kita dengar dan nyanyikan yang merupakan cerminan dari kehidupan Kristen yang seharusnya. Lagu itu berkata, “Dalam Yesus kita bersaudara, dalam Yesus kita bersaudara, dalam Yesus kita bersaudara, sekarang dan selamanya, dalam Yesus kita bersaudara.” Kita memang terlahir dalam dunia yang senang mengelompokkan manusia berdasar status dan identitas sosial yang melekat secara lahiriah. Kita yang telah mengenal Kristus dan dilahirkan dalam kematian-Nya harusnya tidak lagi mengikuti cara dunia seperti itu. Kita adalah orang-orang merdeka yang dapat hidup bersama dalam lingkup bermasyarakat, bekerja, bergereja, bersekolah, ataupun berkeluarga dengan tidak lagi terpecah dan dipisahkan oleh status dan identitas sosial.
Selamat Pagi. Tidak cukupkah kematian Kristus untuk menyatukan kita, ataukah kita yang belum bersatu dalam kematian-Nya sehingga masih hidup dalam perpecahan?
Salam Alkitab Untuk Semua

Kebenaran (firman) itu tetap, tetapi pengenalan dan pengetahuan kita akan kebenaran itu yang akan terus bertumbuh seiring dengan kedewasaan rohani dan pemikiran kita
Dari suratnya ini kita dapat melihat bagaimana pemikiran Paulus benar-benar telah diubahkan. Dia yang tadinya menganggap status, pengetahuan, dan ketaatan pada hukum agama Yahudi sebagai sebuah kebanggan dan satu-satunya jalan menuju kepada Allah sekarang menjadi tidak lebih berarti dari pada iman kepada Yesus Kristus. Hukum Agama tidak membebaskan manusia dari dosa, tetapi menjaga agar manusia tidak jadi lebih berdosa lagi, sampai kedatangan Kristus yang membebaskan dan memerdekakan manusia dari kutuk dan perhambaan oleh dosa
Sahabat Alkitab, seberapapun pengetahuan yang kita miliki hari ini tentang Allah adalah pengetahuan yang samar-samar dan tidak sempurna, namun setiap hari berjalan menuju kesempurnaan, hingga kita semua bertemu muka dengan Anak Allah dan pengetahuan kita disempurnakan-Nya (bnd. 1 Kor. 13:12). Perjalanan menuju kepada kesempurnaan ini hanya terjadi apabila kita hidup dan berjalan bersama Yesus, menyerahkan diri untuk dibentuk dan dipimpin-Nya. Proses ini panjang, berat namun enak, menuntut kesabaran dan kerelaan, serta hati yang selalu menghamba
Selamat Pagi. Karena tidak ada diantara kita yang sempurna, karena itu tidak perlu menghakimi, dan tidak perlu malu mengakui ketidaksempurnaan itu, namun belajarlah untuk menjadi sempurna bersama-sama, bersama dengan Kristus.
Salam Alkitab Untuk Semua

Bila anda follow akun Instragramnya Lembaga Alkitab Indonesia dan memerhatikan siaran langsung beberapa hari terakhir, akan tampak tiga personel LAI yang sudah berada di Waingapu ibukota Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka akan menyebarkan Alkitab-alkitab program Satu Dalam Kasih (SDK) 2018 yang didukung oleh para Mitra LAI. Mereka membawa setidaknya 5.000 Alkitab, 7.500 Alkitab+KJ, dan 17.500 Alkitab Anak untuk disebarkan di gereja-gereja yang ada di wilayah Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Tim SDK LAI yang berada di wilayah Sumba Timur ini merupakan gelombang pertama (3-11 September 2019) dari enam gelombang penyebaran Alkitab program SDK ke pelosok negeri yang dicanangkan tahun ini. Gelombang pengiriman berikutnya adalah sebagai berikut: (2) Halmahera Barat, Maluku Utara, 24-30 September 2018; (3) Kabupaten Boven Digoel, Papua, 1-10 Oktober 2018; (4) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 12-21 Oktober 2018; (5) Pulau Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku, 23-30 Oktober 2018; (6) Karo dan Dairi, Sumatera Utara, 19-28 Nopember 2018.
Kerja keras dalam menggerakkan Mitra LAI pada sementer satu tahun 2018 ini telah membuahkan hasil yang signifikan. Semua ini memungkinkan produk-produk Akitab yang dibutuhkan di enam wilayah di atas siap disebarkan. Solidaritas dari para Mitra LAI meningkat dibandingkan tahun 2018. Peminat untuk ikut dalam “Ekpedisi Alkitab Untuk Semua” khususnya ke Kepulauan Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku dan ke Boven Digoel, Papua sangat banyak.
“Ekspedisi Alkitab Untuk Semua” adalah perjalanan ziarah spiritual yang sangat berharga bagi siapa saja yang terlibat dalam mengantar Alkitab ke pelosok negeri. Bagi yang dikunjungi oleh saudara seiman dari Kota besar yang membawa Alkitab yang dirindukan juga merupakan berkat besar tersendiri. Suatu perjumpaan selalu mengubahkan. Pengalaman menunjukkan baik yang menjumpai maupun yang dijumpai sama-sama mengalami perubahan positif dalam iman, pengharapan dan kasih. Betapa tidak, mereka sama-sama dicerahkan dalam suasana haru dan sukacita.
Sebagai contoh bagi siapa saja yang belum pernah datang ke Waingapu, mereka akan menjumpai alam tropis yang cenderung kering. Musim kemarau 8 bulan dan musim hujan hanya 4 bulan. Jenis tumbuhan yang cocok umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren, sementara hewan peliharaan umumnya adalah sapi, kerbau dan kuda yang telah menyesuaikan dengan alam Sumba yang berpadang sabana luas.
Jumlah penduduk Kabupaten Sumba Timur kurang lebih 250.000 jiwa, terdiri atas orang Sumba Timur asli, Sabu, keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa dan penduduk campuran dari wilayah NTT lain. Sebagian besar penduduk di kabupaten ini beragama Kristen Protestan. Selebihnya adalah Islam, Hindu dan Budha. Yang menarik sekitar 39% penduduk Sumba Timur masih beragama tradisional Marapu.
Pengiriman dan penyebaran Alkitab untuk Sumba Timur disalurkan melalui jemaat Gereja-gereja setempat, khususnya Gereja Kristen Sumba (GKS). Hal ini semakin mempererat kerjasama sinergis antara LAI dengan Gereja di berbagai pelosok negeri. Kerjasama yang saling memberdayakan. Dengan diterimanya semua produk LAI yang dikirim, membuat LAI semakin terbuka memberdayakan dirinya untuk umat di wilayah lain yang masih sulit dijangkau. Dengan penyebaran Alkitab tersebut, umat semakin terbuka untuk lebih berdaya dengan membaca, merenungkan, dan menghayati nilai-nilai luhur yang berasal dari Alkitab.
Pekerjaan menyalurkan Alkitab ke pelosok negeri bukan pekerjaan yang mudah. Berawal dari informasi kebutuhan Alkitab dari Gereja-gereja di wilayah pelosok. Kemudian LAI mengadakan survei baik melalui literatur maupun tinjauan lapangan. Tinjauan lapangan dengan menemui para hamba Tuhan dan banyak umat di wilayah sasaran. Mendengar semua pergumulan pelayanannya dan mengobservasi kondisi riil di lapangan. Hasil survei diolah untuk menetapkan wilayah sasaran program SDK. Hasil survei ini bahkan juga sangat bermanfaat sebagai pusat informasi bagi banyak pihak yang akan melakukan pelayanan dan kesaksian di wilayah tersebut.
Sesudah memiliki data-data yang definitif, LAI menerbitkan berbagai format publikasi untuk menggerakkan Mitra-mitra LAI. Para Mitra LAI perlu diyakinkan dengan data-data kebutuhan riil yang ada di lapangan, bukan perkiraan atau prediksi. Bersamaan dengan itu rencana penerbitan Alkitab dan bagian-bagiannya untuk keperluan program SDK sudah masuk dalam agenda bagian produksi dan penerbitan LAI.
Bulan Oktober tahun sebelumnya adalah bulan kick off program SDK untuk tahun berikutnya. Program SDK tahun 2018 ini sudah dipersiapkan mulai awal 2017. Bahkan mempertimbangkan juga permintaan-permintaan tertunda di tahun 2016. Sebuah perjalanan pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan, ketekunan, akurasi dan kegigihan menghadapi berbagai tantangan.
Pembagian Alkitab program SDK tahun 2018 dimulai, sebentar lagi kick off program SDK 2019. Program yang akan terus berjalan seturut dengan kebutuhan Alkitab dan bagian-bagiannya di wilayah-wilayah negeri yang sangat sulit dijangkau oleh transportasi dan komunikasi. Juga karena keterbatasan daya beli. Salam Alkitab Untuk Semua.
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Jangan meremehkan kekuatan kata-kata, jika itu dikemas dengan sangat baik maka yang jahatpun bisa tampak sangat baik. Kita telah dan sedang melihat itu terjadi.
Paulus memberikan tambahan penjelasan tentang janji Allah dan hukum Agama. Janji adalah sebuah ikatan yang sangat kuat dan tidak dapat dibatalkan atau dibatalkan oleh salah satu pihak. Janji Allah untuk Abraham adalah sebuah janji yang diikat oleh Allah dengan diri-Nya sendiri – bukan dengan Abraham – karena itu janji itu tidak mungkin batal dan tidak bergantung oleh hukum Agama yang dibuat ratusan tahun setelah janji itu datang. Janji itu berupa anugerah Allah kepada Abraham yang datang kepada semua umat manusia melalui seorang “keturunan” Abraham. Allah yang menjadi Manusia itulah perwujudan dari janji itu. Sayangnya orang Kristen Yahudi (dan orang Yahudi) memutarbalikkan itu.
Sahabat Alkitab, pengajaran sesat telah dibungkus dengan kemasan yang menarik, yaitu dengan kata-kata yang indah dan janji-janji yang manis di dengar agar orang tertarik untuk mengikutinya. Mereka yang mudah terjerat adalah mereka yang tidak memiliki dasar iman yang teguh dan pemahaman yang dangkal akan firman Tuhan, ditambah dengan sifat manusia yang selalu ingin sesuatu yang instan sehingga tidak lagi memiliki keinginan, ketertarikan, dan waktu untuk menyelidiki dan menguji setiap pengajaran yang didengarnya. Tuhan Yesus berkata, “… memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” (Mat. 18:7, TB). Karena penyesatan itu harus ada dan hukuman bagi penyesat telah ditetapkan, maka yang tertinggal adalah kita yang berpeluang untuk disesatkan, apakah kita mau “menyerahkan” diri untuk ditipu dan disesatkan atau tidak, semua bergantung pada kesungguhan hati kita untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.
Selamat Pagi. Telinga ada untuk mendengar, dan hikmat, akal budi, dan nalar, diberikan untuk menyaring apa yang kita dengarkan itu.
Salam Alkitab Untuk Semua

Kalau ada yang mudah dan gratis kenapa harus cari yang rumit dan berbayar.
Mungkin inilah yang dipikirkan oleh jemaat Galatia ketika mereka telah terpengaruh oleh ajaran orang Kristen Yahudi “Tidak mungkin keselamatan itu didapatkan dengan mudah dan gratis, kita harus berusaha untuk mendapatkannya dengan melakukan hukum agama, tidak ada yang gratis di dunia ini.” Paulus menentang pemikiran seperti itu dan mengatakan bahwa manusia dibenarkan dan berbaik kembali dengan Allah bukan karena usahanya melakukan hukum agama tetapi karena imannya kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Kristus telah membebaskan kita dari kutukan hukum agama dengan jalan menerima kutuk itu di dalam diri-Nya. Dengan demikian berkat yang dijanjikan kepada Abraham dapat juga sampai kepada bangsa bukan Yahudi.
Sahabat Alkitab, entah kenapa untuk urusan dunia kita selalu menginginkan yang mudah dan kalau perlu gratis, sehingga tidak perlu bersusah-susah untuk mendapatkannya dan tidak mengeluarkan biaya, namun untuk hal keselamatan orang lebih menginginkan yang rumit dan sulit untuk dilakukan. Buktinya hingga hari ini masih begitu banyak orang yang menolak keselamatan dari Yesus yang Dia berikan secara gratis dengan berdasarkan iman percaya saja kepada-Nya. Bagi mereka tidak masuk logika jika keselamatan itu diberikan cuma-cuma tanpa perlu melakukan ritual dan hukum agama secara ketat. Inilah kebodohan yang menyelubungi pikiran manusia yang menyangka dengan usaha mereka sendiri mereka dapat sampai kepada Allah.
Selamat Pagi. Harga keselamtan itu sesungguhnya sangat mahal, tidak mampu kita untuk membayar atau menebusnya, karena itu maka Kristuslah yang melakukannya bagi kita. Marilah kita terima itu dengan penuh rasa syukur kepada Allah.
Salam Alkitab Untuk Semua

Tindakan yang paling kejam adalah saat kita tahu bahwa jalan di depan penuh dengan lubang dan jerat namun kita membiarkan orang melaluinya tanpa memberitahukan dan memperingatkan mereka.
Paulus menarik jauh ke belakang yaitu pada pribadi Abraham untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa seseorang dibenarkan karena iman dan bukan karena perbuatan. Abraham dibenarkan oleh Allah bukan karena melakukan hukum agama Yahudi – sebab saat itu baik bangsa maupun agama Yahudi belum ada – melainkan karena ia percaya kepada Allah. Dan karena kepercayaan Abraham inilah, Allah menjanjikan bahwa ia akan menjadi berkat bagi banyak bangsa, dan melaluinya orang-orang dari segala suku bangsa akan mengenal dan datang untuk menyembah kepada Allah. Kebenaran inilah yang begitu diperjuangkan oleh Paulus dalam jemaat Galatia.
Sahabat Alkitab, belajar dari Paulus bagaimana memperjuangkan sebuah kebenaran yang kita yakini dihadapan banyak orang. Jika kita menyakini sesuatu hal maka harus juga kita menyatakan itu kepada orang-orang agar mereka pun memiliki keyakinan yang sama. Jika kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat satu-satunya dan tanpa Dia tidak ada keselamatan atas segala bangsa, maka tindakan benar yang harus kita lakukan adalah memberitakannya dan meyakinkan kepada orang lain akan kepercayaan yang kita yakini itu. Jika kita percaya dan yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju surga, masakan kita menyimpannya hanya untuk diri sendiri dan membiarkan orang-orang yang kita kasihi dan orang lainnya berjalan menuju kebinasaan?
Selamat Pagi. Marilah kita memberitakan Kristus dan meyakinkan orang akan berita keselamatan dari-Nya.
Salam Alkitab Untuk Semua

Kawanan domba tahu siapa gembalanya, sebab mereka mengenali suaranya dan mereka berjalan mengikutinya (bnd. Yoh. 10:4-5).
Dalam jemaat Galatia beredar ajaran yang berbeda dari apa yang Paulus beritakan. Yang disayangkan oleh Paulus adalah karena mereka begitu cepat terpengaruh dan mengikuti ajaran lain itu. Sementara mereka sendiri telah menerima ajaran yang benar, menerima Roh Allah, dan mengalami berbagai mukjizat karena kepercayaan kepada Kristus. Itulah sebabnya Paulus begitu keras menegur mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah oang-orang yang bodoh.
Sahabat Alkitab, hingga hari ini, di tempat di mana kita berada, ada begitu banyak ajaran palsu. Orang-orang dengan berbagai maksud menyebarkan ajaran yang palsu, untuk menarik sebanyak mungkin orang menjauh dari kasih karunia Allah yang diberikan-Nya di dalam Yesus Kristus. Dan sekali lagi, sangat disayangkan, orang-orang yang telah mengenal Allah sejak dari kecilnya yang mereka terima dari orang tua bahkan kakek-nenek mereka, secara jasmani atau rohani, begitu cepat berbalik, seolah ajaran baru itu lebih benar dan ajaran yang dahulu mereka terima adalah salah. Tanpa penyelidikan yang sungguh-sungguh mereka menelan bulat-bulat “buah terlarang” itu sehingga menjauhkan mereka dari anugerah Allah dan keselamatan dalam Yesus Kristus. Mereka tidak lagi mengagungkan nama Yesus yang oleh-Nya dunia diselamatkan (bnd. Kis. 4:10-12), namun sibuk dengan hal-hal yang tidak mendasar dan hanya mendatangkan pertengkaran dan perpecahan.
Selamat Beribadah. Marilah kita dengan sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, berbalik kembali pada ajaran yang benar dan mengikuti-Nya.
Salam Alkitab Untuk Semua

Hanya orang yang benar-benar telah diselamatkan yang tahu bahwa hidupnya sekarang adalah milik Kristus.
Paulus sungguh-sungguh meyakini bahwa keselamatan dari Allah hanya datang sebagai anugerah karena iman kepada Yesus Kristus, bukan karena melakukan hukum Taurat. Karena itu ia telah meninggalkan cara hidupnya yang lama dan menyerahkan sepenuhnya kepada Kristus. Sekarang ia menjalani hidupnya sebagai milik Kristus, dan ia sendiri tidak lagi menguasai dan memiliki hak atas hidupnya sendiri.
Sahabat Alkitab, pengakuan iman Paulus lahir dari sebuah kesadaran dan keyakinan penuh akan karya dan kepemilikan Kristus atas hidupnya serta atas hubungan pribadinya dengan Kristus yang begitu teramat akrab. Apakah pengakuan iman kita juga lahir atas dasar yang sama? Ataukah justru hanya sebuah pernyataan sepihak dan tanpa makna karna kita sendiri tidak memiliki hubungan yang dekat dengan Kristus? Kesibukan kita dengan dunia dan diri sendiri adalah jurang yang memisahkan kita dari hubungan dengan Kristus. Kita menghabiskan banyak waktu, pikiran, tenaga, perasaan kita untuk mencintai dunia dan mengejar kefanaan sedang kita melupakan Allah Sang Pemberi dan pemilik hidup.
Selamat Pagi. Marilah kita kembali kepada kasih yang semula, di mana tidak ada lagi jarak antara kita dengan Kristus, dan mengarahkan hidup hanya kepada-Nya.
Salam Alkitab Untuk Semua