Tuhan, Banyak Sekali Diluar Sana Orang Membungkus Kesesatan Dengan Kata-Kata Indah Dan Manis. Tolong Agar Kami Tidak Tertipu Oleh Mereka.

  • 18
    Shares
Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 3 : 15 -.20

Jangan meremehkan kekuatan kata-kata, jika itu dikemas dengan sangat baik maka yang jahatpun bisa tampak sangat baik. Kita telah dan sedang melihat itu terjadi.

Paulus memberikan tambahan penjelasan tentang janji Allah dan hukum Agama. Janji adalah sebuah ikatan yang sangat kuat dan tidak dapat dibatalkan atau dibatalkan oleh salah satu pihak. Janji Allah untuk Abraham adalah sebuah janji yang diikat oleh Allah dengan diri-Nya sendiri – bukan dengan Abraham – karena itu janji itu tidak mungkin batal dan tidak bergantung oleh hukum Agama yang dibuat ratusan tahun setelah janji itu datang. Janji itu berupa anugerah Allah kepada Abraham yang datang kepada semua umat manusia melalui seorang “keturunan” Abraham. Allah yang menjadi Manusia itulah perwujudan dari janji itu. Sayangnya orang Kristen Yahudi (dan orang Yahudi) memutarbalikkan itu.

Sahabat Alkitab, pengajaran sesat telah dibungkus dengan kemasan yang menarik, yaitu dengan kata-kata yang indah dan janji-janji yang manis di dengar agar orang tertarik untuk mengikutinya. Mereka yang mudah terjerat adalah mereka yang tidak memiliki dasar iman yang teguh dan pemahaman yang dangkal akan firman Tuhan, ditambah dengan sifat manusia yang selalu ingin sesuatu yang instan sehingga tidak lagi memiliki keinginan, ketertarikan, dan waktu untuk menyelidiki dan menguji setiap pengajaran yang didengarnya. Tuhan Yesus berkata, “… memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” (Mat. 18:7, TB). Karena penyesatan itu harus ada dan hukuman bagi penyesat telah ditetapkan, maka yang tertinggal adalah kita yang berpeluang untuk disesatkan, apakah kita mau “menyerahkan” diri untuk ditipu dan disesatkan atau tidak, semua bergantung pada kesungguhan hati kita untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Selamat Pagi. Telinga ada untuk mendengar, dan hikmat, akal budi, dan nalar, diberikan untuk menyaring apa yang kita dengarkan itu.

Salam Alkitab Untuk Semua