Tuhan, Kami Mengaku Bahwa Kadang Kami Lebih Suka Menyalahkan Orang Lain Dari Pada Mengambil Tanggung Jawab Atas Kesalahan Bersama. Tolonglah Kami Untuk Berubah.

title

Sebuah kesalahan tidak akan pernah selesai hanya dengan mencari siapa kambing hitamnya, melainkan dengan menanggung dan memperbaikinya bersama-sama.

Ini mungkin sebuah teguran atau peringatan kepada orang-orang Kristen agar mereka tidak melampaui apa yang seharusnya mereka boleh lakukan. Hal menjadi hakim bagi manusia adalah hak Allah yang tidak Dia bagikan kepada manusia. Yang Allah kehendaki dan perintahkan adalah agar manusia saling mengasihi dengan sesamanya manusia. Ketika manusia tidak melakukan hukum kasih ini malah menghakimi dan saling menyalahkan maka manusia sesungguhnya telah melewati batasan yang Allah tetapkan, dan itu sama dengan merendahkan hukum itu, juga merendahkan Allah yang membuat hukum dan Hakim.

Sahabat Alkitab, pertobatan itu berbicara tentang kesadaran diri, tahu diri, dan kerendahan hati. Ketika kita memiliki ketiga hal itu maka tidak mungkin kita berani untuk mengangkat muka untuk melihat orang lain lebih berdosa dan menghakimi mereka. Sayangnya sifat-sifat demikian masih saja kita kembangkan dalam kehidupan kekristenan kita atau mungkin itu justru menandakan bahwa kita belum sungguh-sungguh bertobat. Sebab orang yang telah bertobat akan melihat dirinya jauh lebih berdosa dari orang lain (bnd. I Tim. 1:15) sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menjadi hakim bagi sesamanya. (Allah memakai lembaga-lembaga manusia untuk menjadi perpanjangan tangannya dalam menertibkan atau menjatuhkan hukuman bagi manusia).

Selamat Pagi. Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah, merendahkan hati di hadapan manusia, dan saling mengasihi.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kelicikan Membuat Kami Menyukai Wilayah Abu-Abu Yang Menguntungkan. Berikanlah Kami Kekuatan Dan Keberanian Untuk Meninggalkannya.

title

Ingatlah ini !
Allah tidak pernah membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Yakobus melihat orang-orang Kristen hatinya bercabang dua dimana mereka suka "bermain" di dua wilayah yang berbeda antara kehendak Allah dan kehendak iblis. Karena itu dia menegaskan agar mereka sepenuhnya tunduk kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah, menjauhkan diri dari dosa, agar mereka dapat melawan godaan iblis.

Sahabat Alkitab, bagi Allah, dosa adalah dosa, dan kebenaran adalah kebenaran. Tidak ada dosa putih atau dosa yang baik. Setiap tindakan yang berdosa yang dilakukan oleh manusia pasti akan mendapatkan hukuman dari Allah. Alkitab tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk melakukan tindakan seperti Robinhood, mencuri dari orang kaya untuk menolong orang miskin. Sayangnya kita kadang lebih suka bermain di wilayah abu-abu ini. Kita mencintai Tuhan, mengagumi kebesaran-Nya, namun di lain sisi kita juga begitu menikmati tawaran dan godaan dunia yang kita sadar dan tahu bahwa itu dibenci oleh Allah. Kita sulit untuk melepaskan itu karena kita menyukainya dan itu menyenangkan kita dan membuat kita merasa "nyaman dan aman". Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Bagaimanapun dosa akan dihukum, tetapi orang benar dikasihi-Nya.

Selamat Pagi. Pilihlah pada hari ini kepada siapa Anda akan beribadah dan mempersembahakan hidupmu, tetapi "Aku dan seisi rumahku akan beribadah dan mempersembahkan hidupku hanya kepada Allah !"

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Betapa Menyenangkan Ketika Akhirnya Bebas Dari Keinginan Dunia. Tolong Kami Agar Semakin Sempurna

title

Memenuhi keinginan duniawi dalam diri hanya akan menjauhkan kita dari Allah dan merusak hubungan dengan sesama manusia.

Yakobus melihat pertengkaran yang terjadi di dalam kehidupan orang-orang Kristen terjadi karena keinginan duniawi di dalam diri mereka yang terus berkobar dan tidak mampu mereka kendalikan. Apa yang dilahirkan dari keinginan tak terkendali ini adalah pertengkaran sampai keinginan untuk saling membunuh, atau bahkan ada di antara mereka yang telah melakukannya. Ada juga yang berdoa dan meminta kepada Tuhan, tapi karena keinginan yang mereka sampaikan adalah keinginan yang jahat dan penuh hawa nafsu, Allah tidak mengabulkannya. Karena keinginan itu sendiri telah menjadikan mereka musuh Allah.

Sahabat Alkitab, sejarah telah memperlihatkan kepada kita bagaimana keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, selain merusak relasi dengan Allah sendiri, juga telah merusak kehidupan bersama, merusak kedamaian, bahkan bisa memakan korban jiwa. Masakan kita mau mengulangi sejarah kehidupan yang demikian dan menjadikan diri kita musuh Allah? Marilah kita melihat pada keinginan Allah lalu mewujukannya dalam diri kita. Maka damai sejahtera-Nya akan tinggal tetap dalam kita. Karena keinginan duniawi hanyalah jerat yang akan membinasakan.

Selamat Beribadah. Jauh lebih menyenangkan mengikuti keinginan Allah daripada memuaskan diri dengan nafsu dan keinginan duniawi kita. Lakukanlah dan rasakanlah perbedaannya!

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kelemahan Membuat Kami Terus Terjatuh. Betapa Engkau Mengasihi Kami, Sehingga Terus Membangkitkan Dan Tidak Meninggalkan Kami.

title

Seperti induk jerapah yang tidak pernah menyerah mengajarkan anaknya untuk dapat berdiri dan berjalan, demikianlah Tuhan bagi kita. Dia menuntut bahkan mengangkat saat kita terjatuh.

Konsistensi, itulah pesan Yakobus kepada orang-orang Kristen. Jika mereka adalah pohon anggur maka akan menghasilkan buah anggur. Jika mereka pohon ara, maka juga akan menghasilkan buah ara. Yakobus ingin agar mereka berbuah dan menampilkan kehidupan seperti yang mereka percayai. Pohon anggur memang tidak selalu menghasilkan anggur yang manis, bahkan kadang tidak berbuah, sekalipun demikian saat waktu berbuah tiba yang keluar adalah juga buah anggur.

Sahabat Alkitab, siapapun yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus maka suatu hari kelak ia akan menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Kita akan menjadi sama dengan apa yang kita sembah dan percayai. Hanya, perjalanan untuk menjadi sempurna dan serupa dengan Kristus ini penuh dengan liku. Kadang kita harus menuruni lembah yang curam dan dalam sebelum akhirnya kita menanjak naik. Namun seperti tiada lembah tanpa bukit, demikianlah juga kehidupan rohani kita. Ketika Tuhan mengizinkan kita menjadi lemah dan terjatuh, di hadapan kita Dia sudah menyediakan jalan menanjak untuk kita lewati hingga sampai ke puncak. Luka-luka karena terjatuh akan Dia balut dan sembuhkan, mungkin dengan tanpa menghilangkan bekasnya. Agar suatu hari kelak tanda bekas luka itu menjadi pengingat sehingga kita berkata, "Dulu saya pernah terjatuh, dan terluka, namun sekarang saya dapat berdiri tegak, dan bekas luka ini adalah bukti kasih Allah bagiku." Jangan menyerah dengan kelemahan melainkan berjuanglah untuk terus kuat karena Tuhan sedang menguatkan kita.

Selamat Pagi. Mari bersyukur untuk kelemahan yang pernah atau sedang kita alami, dan nantikanlah pertolongan Tuhan untuk menguatkan dan membangkitkan kita kembali.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kapankah Kami Benar-Benar Dapat Memenangkan Hidup Kami Bagi-Mu ? Kiranya Engkau Bersabar Terhadap Kelemahan Kami Ya Tuhan.

title

Ada pepatah yang mengatakan "Karena mulut badan binasa". Ya, betapa berbahayanya mulut manusia yang salah mengeluarkan perkataan.

Yakobus menggambarkan bagaimana lidah (perkataan) yang salah diucapkan seperti api. Perkataan yang jahat itu seperti api neraka yang dapat membinasakan seluruh tubuh. Jika binatang buas sekalipun dapat dan telah dijinakan oleh manusia, namun lidah manusia tidak ada yang dapat menjinakkan. Lidah manusia begitu jahat dan tidak dapat dikuasai, sesaat ia dapat memuji Allah tapi sesaat kemudian juga mengutuki sesamanya. Namun orang Kristen tidak boleh seperti itu.

Sahabat Alkitab, bukan hanya lidah (perkataan) tetapi ada begitu banyak kelemahan yang ada dalam diri manusia, dan tidak seorangpun telah benar-benar mengatasinya. Secara khusus lidah (perkataan) karena inilah yang pailing sering kita gunakan, hampir tidak ada seharipun yang kita lewatkan tanpa berkata-kata atau berkomunikasi dengan orang lain. Karena tidak bertulang, sehingga perkataan apa saja dapat dengan mudah kita ucapkan. Detik ini kita bisa bernyanyi memuji Tuhan, detik berikutnya kita bisa mengucapkan hal jahat bagi sesama. Kita semua lemah dengan ini, dan kita semua berjuang mengatasinya. Syukur kepada Allah yang penuh kasih, dengan sabar Dia terus menuntun kita agar semakin hari menjadi semakin lebih baik, semakin menguasai diri dan perkataan.

Selamat Pagi. Allah begitu panjang sabar dengan kelemahan kita, namun janganlah menggunakan kesempatan itu untuk terus tinggal dalam kelemahan, tetapi berubahlah menuju kesempurnaan di dalam Kristus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Renungan Perjalanan Satu Dalam Kasih Ke Digoel

title

Perjumpaan dengan saudara-saudara seiman di enam distrik (Waropko, Nenati, Yetetkun, Kouh, Bomakia, Fovi, & Butiptiri), kabupaten Boven Digoel, Papua selama 9 hari lalu (30 September s/d. 9 Oktober 2018) menjadi sebuah persinggahan penuh makna dalam peziarahan spiritual diri ini. Perjalanan berjam-jam di atas transportasi udara, air dan darat bahkan berjalan kaki berkilo-kilo meter dengan bertelanjang kaki, tidak sama sekali membuat hasrat ini ingin mengeluh dan menyerah.

Teriknya matahari yang membakar kulit, rasa khawatir jika sewaktu-waktu adanya buaya yang muncul ke permukaan sungai dan rasa lelah karena perjalanan panjang, semua tidak berarti ketika melihat banyak umat Tuhan yang bersukacita, menangis haru, bersyukur, memeluk Alkitab yang telah kami bawa sebagai titipan dari jemaat Tuhan yang telah mau berbagi untuk sesamanya.
Ternyata Alkitab yang selama ini bagi sebagian orang dianggap sebagai "barang" biasa dan mudah diperoleh, tidak bagi saudara-saudara kita di pedalaman. Bagi mereka memperoleh Alkitab adalah suatu anugerah dan jawaban atas doa-doa yang mereka panjatkan selama berpuluh-puluh tahun. Mereka menciumi dan memeluk Alkitab yang telah mereka peroleh dengan penuh hormat, sebagai tanda betapa mereka bersyukur bisa mendapatkannya.

Bukan sebagai buku, tetapi sebagai Sabda Tuhan yang diimani dapat memberikan kehidupan.
Bagaimana dengan mu? masihkah?

Ada banyak makna hidup yang mempertajam kehidupan spiritual selama perjalanan itu. Melalui perjumpaan dengan mereka, aku berjumpa dengan Allah yang mau menjumpai umat Nya dalam segala kondisi. Allah yang memanggil setiap umat untuk saling mengasihi, menopang dan berbagi dalam segala kondisi sebagai wujud cinta kasih. Allah yang turut merasa seperti umat Nya.

Terima kasih untuk setiap umat Tuhan yang telah ikut berdoa, mendukung dan berdonasi untuk umat Tuhan di pedalaman melalui Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), kiranya Tuhan menyempurnakan pelayanan bersama ini.[elkahana]

Tuhan, Engkau Menciptakan Lalu Mempercayakan Jabatan Kepada Manusia. Agar Melaluinya Engkau Memberkati Seluruh Ciptaan

title

Jabatan, tanggung jawab, dan manfaat merupakan tiga hal yang harus selalu berjalan beriringan seperti yang telah ditetapkan-Nya.

Guru adalah profesi yang sangat dihargai oleh masyarakat Kristen saat itu, oleh karenanya banyak orang yang berlomba-lomba ingin menjadi guru. Motivasinya sudah pasti bermacam-macam, terutama karena ingin memperoleh hormat. Moivasi seperti ini selain salah, juga membuat kualitas guru menjadi berkurang baik dari isi pengajaran maupun dari kualitas pribadi guru itu sendiri. Itu sebabnya Yakobus menyarankan agar tidak banyak yang menjadi guru, untuk menghindari motivasi yang keliru tersebut. Yakobus mengungkapkan bahwa menjadi guru berarti harus hidup dengan standar yang lebih tinggi dari orang kebanyakan, baik secara rohani maupun moral. Karena guru akan diadili dengan lebih keras daripada orang lainnya. Ia harus bisa menguasai perkataannya, dengna begitu ia juga dapat menguasai seluruh tubuhnya.

Sahabat Alkitab, mari kita mengingat kembali salah satu tujuan Allah menciptakan manusia yaitu untuk menguasai, mengolah, dan merawat ciptaan (Kej. 1:26; 2:15). Di dalam tujuan itu terkandung jabatan yang diberikan, yaitu sebagai penguasa, pengolah, dan perawat. Di dalam jabatan itu juga melekat manfaat yang diterima oleh ciptaan, yaitu dikuasai, dioleh, dan dirawat. Jadi ada sinergisitas antara jabatan, tanggung jawab, dan manfaat yang harus diberikan oleh manusia. Ketika Allah mempercayakan kepada kita jabatan atau profesi apapun itu, maka itu bukan untuk tujuan yang bersifat egosentris. Bukan dari aku, oleh aku, dan untuk aku, melainkan dari Allah, oleh Allah, untuk Allah, untuk memberkati seluruh ciptaan.

Selamat Pagi. Apa jabatan yang dipercayakan bagi Anda saat ini? Kerjakanlah itu untuk kebaikan semua dan memuliakan Allah.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Tidak Ada Yang Lebih Mengagumkan Dari Manusia Selain Yang Memenuhi Perbuatannya Dengan Iman Dan Kasih Kepada Allah. Terpujilah Allah.

title

Berawal dari iman kepada Kristus lalu bermuara pada kehidupan kristiani.

Untuk lebih mejelaskan maksud dari iman tanpa perbuatan tidak ada gunanya, Yakobus memberi dua contoh yaitu dari Abraham dan Rahab. Tindakan Abraham untuk mempersembahkan Ishak adalah perbuatan yang didasarkan atas imannya kepada (firman) Allah dan imanny abahwa Allah akan menyediakan kurban bakaran itu (Kej, 22:2, 8). Begitu juga dengan Rahab, tindakannya untuk meloloskan para pengintai Israel karena iman (kepercayaan)-nya bahwa TUHAN, ALLAH Israel telah menyerahkan bangsanya kepada orang Israel, kepercayaan itu timbul karena apa yang telah ia dengar tentang kedahsyatan kuasa TUUHAN (Yos. 2:9-11). Dua tindakan dari dua pribadi yang berbeda di zaman yang berbeda pula didasarkan atas iman yang sama. Iman adalah dasar mereka untuk berbuat dan bertindak.

Sahabat Alkitab, telah jelas yang dikatakan oleh Rasul Yakobus bahwa iman itu menjadi sempurna dengan perbuatan (2:22). Perbuatan adalah deskripsi dan ekspresi dari iman sehingga orang dapat melihat dan merasakan seperti apa iman yang kita miliki. Jadi mula-mula adalah iman lalu berwujud dalam tindakan, bukan sebaliknya. Perbuatan baik tanpa iman kepada Kristus hanyalah sebuah bentuk moralitas yang memang sangat berarti di dunia ini tetapi tidak berarti dalam kekekalan. Iman dan kasih kepada Allah harus selalu menjadi dasar kita berdiri dan melangkah.

Selamat Pagi. Apapun juga yang kita perbuat hari ini, lakukanlah semuanya itu seperti untuk Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Mengerti Akan Kasih-Mu Yang Besar Dari Perbuatan-Mu, Kami Ingin Menunjukan Kasih Kepada-Mu Dengan Ketaatan Pada Firman-Mu.

title

Kasih itu bukan sekedar ucapan, melainkan tindakan nyata. Sebab Tuhan berkata "Tidak semua orang yang memanggil Aku, 'Tuhan, Tuhan,' akan menjadi anggota umat Allah, tetapi hanya orang-orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga..."

Surat Yakobus ini ditujukan kepada orang-orang Kristen di mana ia tidak banyak berbicara tentang dasar-dasar iman Kristen melainkan pada praktek kehidupan kristiani. Itu sebabnya ia lebih menekankan pada perbuatan. Yakobus mencontohkan dalam kehidupan sosial, jika ada orang yang memerlukan pakaian dan makanan namun kita tidak memberikan apa-apa tapi hanya berkata, "Selamat memakai pakaian yang hangat dan selamat makan!" maka ucapan itu tidak berfaedah apa-apa. Begitupun dengan iman, harus dibuktikan dengan tindakan dan kehidupan beriman. Jika ada yang mengaku beriman tetapi tidak hidup sesuai dengan imannya itu, maka iman yang ia katakan itu tidak ada gunanya.

Sahabat Alkitab, iman dan perbuatan bukanlah dua hal yang bisa dipertentangkan, melainkan keduanya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seperti dua sisi mata uang, atau seperti asap dan api. Allah telah menjadi contoh bagi kita. Allah berkata bahwa Dia mengasihi manusia dan Dia membuktikan perkataan-Nya (firman) itu dengan mengutus Anak-Nya sebagai bukti kasih-Nya. Jadi jika kita berkata bahwa kita beriman kepada Kristus dan mengasihi-Nya maka perkataan itu harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari, dalam berkata-kata, dalam bertindak, dan dalam apa yang kita masih pikirkan.

Selamat Pagi. Adakah kehidupan kita hari ini sudah menunjukkan bahwa kita beriman dan mengasihi Kristus?

Salam Alkitab Untuk Semua

Mewartakan Kabar Baik Sampai Ke Perbatasan Papua Nugini

title

Di tengah belantara yang belum tersentuh di ujung timur tanah Papua, terletak dusun Yetetkun. Di dusun kecil dan terpencil ini berdiri sebuah Gereja Katolik, di mana seluruh penduduknya beribadah pada Tuhan di dalam bangunan itu. Umat Katolik di Yetetkun dilayani oleh Dewan Paroki Distrik Waropko yang jaraknya setengah hari perjalanan. Dusun Yetetkun adalah dusun terakhir di wilayah Indonesia, jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari perbatasan Papua Nugini. Umat Katolik di dusun Yeyetkun adalah salah satu dari jemaat-jemaat yang ada di Kabupaten Boven Digoel, Papua yang menerima Alkitab dukungan Program Satu Dalam Kasih LAI.

Untuk sampai ke dusun Yetetkun, Tim SDK LAI terdiri dari Tim LAI Jakarta, LAI Perwakilan Jayapura dan Mitra pendukung LAI memulai perjalanan dari kota Tanah Merah menuju Distrik Waropko kemudian dilanjutkan ke Distrik Nenati. Setelah menginap semalam di Nenati, perjalanan ke dusun Yetetkun dilanjutkan dengan jalan kaki sepanjang 6 km menembus ganasnya belantara Papua selatan.

Mengingat perjalanan menembus rimba ini cukup berbahaya sehingga Tim SDK LAI harus dikawal oleh satu regu pasukan tentara bersenjata. Di Nenati ada pos tentara yang menjaga perbatasan. Tentara yang kami jumpai sangat bersahaja dan sangat dekat dengan masyarakat.

Tim SDK LAI sangat bersyukur karena para tentara dan warga yang membantu membawa beberapa karung Alkitab, Setelah menyeberangi sungai dan melewati perjalanan berlumpur di tengah hutan kami tiba di dusun Yetetkun, di Yetetkun inilah kami membagikan Alkitab untuk setiap keluarga dan juga komik cerita Alkitab untuk anak anak. Kami juga menyerahkan satu paket bahan pengajaran sekolah minggu. Tak lupa kami memberikan juga Alkitab Edisi Studi untuk membantu pemimpin umat mempersiapkan bahan renungan bagi umat.

Tim SDK LAI selama sembilan hari tanggal 1-9 Oktober 2018 menjelajah wilayah Boven Digoel untuk menyebarkan sekitar 10.000-an Alkitab dan Bagian-bagian dukungan program SDK LAI dan dusun Yetetkun adalah satu dari puluhan lokasi yang disambangi oleh Tim SDK LAI.

Kenapa Tim SDK LAI mau berjerih lelah keluar masuk hutan belantara hanya untuk umat Tuhan di Yetetkun? Sudah menjadi visi LAI untuk menghadirkan Alkitab untuk semua orang. Alkitab memang untuk semua orang, baik dewasa maupun anak-anak, baik di kota sampai pelosok negeri. Kami akan terus melakukan misi ini, karena masih banyak orang yang rindu sekaligus kesulitan mengakses Kabar Baik Firman Tuhan ini, bagaimana dengan anda?.[ori]