Tuhan. Kami Ingin Menjadi Lebih Baik, Dan Lebih Baik, Dan Lebih Baik Lagi. Tolonglah Kami.

title

Menjadi lebih baik bukan pekerjaan yang sekali jadi, bukan juga sesuatu yang akan mencapai akhirnya dalam dunia. Menjadi lebih baik bersifat kontinuitas yang baru akan berakhir pada kekekalan.

Beberapa orang yang mengikuti ajaran yang sesat memang telah menyimpang dalam pikirannya sendiri, pikiran mereka kotor dan memang tidak berakar dalam iman. Mereka ingin hidup sesuai dengan kehendak mereka sendiri, sekalipun mereka mengatakan bahwa mereka mengenal Allah. Kepada jemaat Kristen yang lainnya, Paulus ingin agar Titus menasehati orang laki-laki yang telah tua agar hidup bijaksana dan terhormat serta dapat menahan diri, agar mereka sendiri dihormati.

Sahabat Alkitab, saat kita membaca atau mendengarkan firman maka sikap yang harus kita ambil adalah mengoreksi diri. Seperti saat sedang bercermin, saat ada yang kurang rapih dari penampilan maka secepat mungkin kita membenahinya, mengapa? Karena kita ingin selalu tampil baik, dihadapan mata kita sendiri ataupun dihadpan orang lain. Firman Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar dan menyatakan kesalahan. Sebuah kerugian dan tindakan yang bodoh jika kita tahu ada yang salah dari cara hidup kita menurut firman Tuhan lantas kita tidak berusaha memperbaikinya. Karena yang akan dirugikan adalah diri sendiri, kesaksian iman kita, dan nama Tuhan. Proses menjadi lebih baik harus terus kita kerjakan seumur hidup, setiap saat, dan di mana saja kita berada. Seperti bercermin, tidak ada seorang pun yang hanya bercermin sekali saja seumur hidupnya jika ia ingin tampil dengan penampilan terbaik.

Selamat Pagi. Marilah bersama-sama kita berusaha menjadi lebih baik, dengan tidak mengingkari firman yang telah kita dengarkan melainkan menjadikan itu dasar untuk mengoreksi dan memperbaiki diri.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Terima Kasih Telah Menempatkan Orang-orang Baik, Mendukung, Dan Selalu Memberikan Semangat Disekeliling Kami.

title

Tuhan menempatkan orang baik dan juga orang jahat disekitar kita. Orang baik untuk mendukung dan memberi semangat, sementara orang jahat untuk menunjukkan kepada kita akan kemurahan dan penyertaan Allah bagi kita.

Di beberapa tempat di mana jemaat mula-mula mulai bertumbuh selalu saja diganggu oleh kehadiran orang-orang yang memberikan pengajaran palsu. Guru-guru palsu ini selalu mencoba untuk menarik mereka yang telah percaya kepada Kristus kepada kehidupan legalistik dari hukum Yahudi. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pengajaran palsu itu. Karena itu, kepada Titus, Paulus dengan tegas memintanya untuk membungkam mulut mereka agar tidak lagi melakukan penyesatan. Kepada orang Kreta sendiri juga Paulus meminta agar Titus menegur mereka dengan tegas supaya tetap berpegang pada ajaran yang benar. Kehadiran Paulus melalui suratnya telah menjadi kekuatan bagi Titus untuk melakukan tugas pelayanannya di Kreta, sebabnya surat tesebut memiliki otoritas kerasulan.

Sahabat Alkitab, manusia telah diciptakan memang untuk selalu bergantung dengan orang lain, itulah sebabnya Allah berkata bahwa tidak baik jika manusia itu seorang diri saja. Dalam konteks yang lebih luas, kita bergantung dengan keberadaan orang-orang di sekitar kita. Karena itu, Allah telah menempatkan orang-orang baik yang selalu siap untuk dipakai-Nya untuk menolong kita, memberikan semangat dan dorongan untuk maju, yang mengubahkan kehidupan kita, yang memberi inspirasi dan motivasi. Mereka adalah keluarga, sahabat, rekan kerja, jemaat, teman persekutuan, kekasih, atau orang-orang yang sama sekali belum pernah kita kenal. Allah begitu kreatif dalam menempatkan mereka pada posisi dan saat yang tepat untuk mengisi bagian kehidupan kita.

Selamat Pagi. Mari melihat sejenak pada sekeliling, pada mereka yang ada di sekitar, lalu bersyukurlah kepada Tuhan atas kehadiran mereka.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Karena Kasih-Mu Engkau Tetap Memberikan Kesempatan Kepada Kami Yang Tidak Sempurna. Kami Sungguh Bersyukur Dan Berterima Kasih.

title

Allah mengizinkan ketidaksempurnaan untuk melayani-Nya, yaitu ketika Allah memilih manusia sebagai pelayan-Nya.

Paulus mempercayakan kepada Titus untuk melayani di Kreta dan untuk menetapkan para pemimpin jemaat di setiap kota yang ada di sana. Ada krieria yang Paulus berikan sebagai acuan dalam menentukan siapa yang layak untuk mengemban jabatan itu. Ia haruslah seorang laki-laki yang hidup tanpa cela dengan hanya memiliki satu istri, anak-anak yang percaya kepada Kristus dan berkarakter baik, tidak boleh orang yang sombong, pemarah, pemabuk, suka berkelahi, mata duitan. Ia harus suka memberi tumpangan, suka hal yang baik, dapat menahan diri, jujur, suci dan tertib. Berpegang teguh pada ajaran yang telah diterimanya. Kriteria ini akan memampukan dia untuk memimpin dan menjadi penasehat bagi jemaat, dan dapat menyatakan kesalahan orang yang menentangnya.

Sahabat Alkitab, mengurus pekerjaan Tuhan dalam kapasitas sebagai pemimpin jemaat atau yang lainnya adalah sebuah pekerjaan yang sangat berharga dan yang kudus, karena itu harus juga dikerjakan oleh pribadi yang kudus dan tidak bercela hidupnya. Haruslah pribadi yang berintegritas sehinga tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan dan diserang oleh orang-orang yang jahat dan tidak percaya kepada Tuhan. Dimanakah mendapatkan pribadi yang sempurna seperti itu? Jawabnya tidak ada, yang ada adalah pribadi yang berusaha menjadi sempurna di dalam dan oleh Kristus. Kriteria yang disebutkan oleh Paulus adalah dosa-dosa yang sangat mencolok yang dapat dengan mudah menjadi batu sandungan bagi orang yang melihatnya, itulah yang tidak boleh diangkat menjadi pemimpin atau pengurus pekerjaan Tuhan. Allah begitu mengenal siapa kita, sebab kita adalah buatan tangan-Nya. Dia tetap memakai kita sekalipun kita adalah pribadi yang berdosa dan rentan, namun Dia mau kita tidak tinggal dan terus berkanjang di dalam dosa.

Selamat Pagi. Jadikanlah dirimu layak untuk melayani Tuhan dan umat-Nya, dalam segala kesempatan dan tanggung jawab yang Tuhan berikan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Kami Tidak Segera Mendapatkan Janji-Mu, Itu Bukan Karena Engkau Berdusta, Tetapi Memiliki Rencana Yang Lebih Indah Bagi Kami.

title

Senin 22/10/18 (Tit. 1:1-4):

Rancangan Tuhan di atas rancangan manusia, ia tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

Kepada Titus, Paulus menegaskan bahwa Allah tidak mungkin berdusta. Ini untuk memberikan kekuatan iman kepada Titus sebagai seorang pelayan jemaat di Kreta yang dipilih Allah dalam usia yang masih muda. Bahwa ajaran yang telah dia terima dari Paulus adalah kebenaran yang didasarkan pada janji Allah. Janji Allah akan kehidupan sejati dan kekal telah dinyatakan-Nya sejak semula sebelum permulaan zaman, dan Allah yang berjanji pada Diri-Nya sendiri tidak mungkin mendustai janji-Nya itu, mustahil. Allah telah menyatakan janji-Nya itu pada waktu yang tepat.

Sahabat Alkitab, Allah telah menjanjikan keselamatan yaitu kehidupan kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, dan keselamatan itu telah dinyatakan dalam dan melalui Yesus Kristus, Anak Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah yang berjanji adalah juga Allah yang menepati janji-Nya, yang kesetiaan-Nya akan janji itu tidak diragukan lagi. Dalam segala janji-Nya, bukan hanya tentang keselamatan, kita dapat mempercayai bahwa pada waktu-Nya nanti Dia akan menepati itu. Di sini kita perlu tahu bahwa dalam hal waktu kapan janji itu akan tergenapi berada dalam kuasa dan pengetahuan Allah. Dia tahu kapan waktu yang terbaik untuk menyatakan-Nya. Kita hanya perlu untuk terus percaya dan berpegang pada janji itu.

Selamat Pagi. Tuhan mau kita tetap percaya kepada-Nya, walaupun tidak dapat ditebak kapan waktunya, tapi pasti Dia akan menyatakan yang terbaik bagi kita. Segala sesuatu akan menjadi indah pada waktu-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan. Kami Tahu Bahwa Engkau Selalu Ada Dalam Jangkauan Kesungguhan Doa-doa Kami. Hanya, Kadang Kami Kehilangan Kesungguhan Itu. Tolong Ampuni Kami.

title

Tuhan melihat hati, bukan siapa yang berdoa, apa statusnya, serta seberapa indah dan panjangnya sebuah kalimat doa.

Yakobus mengungkapkan doa orang benar,yaitu yang telah diampuni kesalahannya, yang disampaikan dengan sunguh-sungguh, sangat besar kuasanya. Nabi Elia adalah salah satu contohnya. Bukan karena dia adalah seorang nabi lalu Tuhan mengabulkan doanya, melainkan karena kesungguhan hatinya berdoa kepada Allah. Yakobus ingin menegaskan apa yang ia katakan dalam ayat 13-15, bahwa siapapun yang berdoa, baik mereka yang "awam" maupun peimpin jemaat, kunci dijawabnya sebuah doa adalah kebenaran dan kesungguhan hati mereka yang berdoa.

Sahabat Alkitab, tentu saja Tuhan tidak harus menjawab semua doa, tidak ada satupun baik manusia, cara berdoa, bentuk doa, keindahan kalimat doa, yang dapat memaksa Tuhan untuk menjawabnya. Semua ada dalam kehendak dan kemurahan Allah. Namun di pihak kita sebagai manusia, adalah sebuah keharusan ketika kita berdoa kita datang dengan berbalutkan kekudusan dan kebenaran (dikuduskan dan dibenarkan), karena Allah kita adalah Allah Yang Kudus dan Benar. Dan ketika menaikkan permohonan harus dengan ketulusan dan kesungguhan hati. Tidak boleh ada kepura-puraan di dalamnya, sebab begitu mudah bagi Tuhan untuk menilai isi hati manusia. Karena itu, tatkala kita datang kepada-Nya dalam doa maka periksalah hati dan hidup kita agar doa yang kita naikkan didengar dan dijawab oleh-Nya.

Selamat Beribadah. Datanglah kehadirat Tuhan dengan penuh sukacita, memohonlah kepada-Nya dengan sungguh dan penuh keyakinan, karena Allah sedang mendengarkannya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Disaat Doa Menjadi Salah Satunya Yang Bisa Dilakukan, Disitulah Kami sadar Bahwa, Kami Tidak Pernah Bisa Hidup Tanpa-Mu.

title

Berdoalah sampai sesuatu terjadi, jika belum terjadi maka berdoalah lagi sampai sesuatu terjadi, jika tidak terjadi berdoalah untuk dapat menerima apa yang tidak mungkin terjadi.

Yakobus menasehatkan hal yang lain yaitu tentang kejujuran dan doa. Dalam hukum agama Yahudi bersumpah sesungguhnya tidak dilarang (Im. 19:12), namun Yesus melarang orang bersumpah (Mat. 5:34-37) demi apapun itu, karena itu menyarankan orang untuk berkata dengan jujur dan sebenar-benarnya. Ajaran inilah yang diulangi kembali oleh Yakobus. Karena itu seorang Kristen harus dapat berkata jujur dan dapat bertanggung jawab dengan perkataannya. Mereka juga diminta untuk tidak putus-putusnya berdoa bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun juga dalam keadaan sakit. Mereka yang berdoa dengan penuh keyakinan akan dijawab oleh Tuhan.

Sahabat Alkitab, doa adalah komunikasi dua arah antara manusia dengan Allah, tetapi bukan hanya itu saja, dalam doa ada penyerahan diri dan pengakuan akan kuasa Tuhan. Karena itu komunikasi doa kita bukan komunikasi yang menuntut tetapi komunikasi yang berharap dan penuh permohonan yang disampaikan dengan penuh keyakinan dan iman. Itulah kekuatan kita ditengah kesulitan dan pergumulan yang dihadapi. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang tidak terduga dan tidak dapat kita kendalikan, maka dari itu doa adalah satu-satunya kekuatan yang kita miliki untuk mnghadapi semua itu.

Selamat Pagi. Teruslah berdoa, karena kita kuat jika kita berdoa.

Salam Alkitab Untuk Semua

BRIKASIH BERMITRA

title

Jumat siang 19 Oktober 2018, Dra Tri Atmi Rahayu, selaku Pjs. Kadep Komunikasi dan Pengembangan Kemitraan LAI bertemua dengan Pengurus Yayasan BRI Kasih dan Baperkris BRI....

Melalui pertemuan tersebut Ibu Tri Atmi berkesempatan untuk menyampaikan berbagai hal seputar pelayanan LAI dan juga pelaporan tentang kondisi saudara kita di daerah pedalaman nusantara.

Selanjutnya mereka akan memikirkan lebih lanjut langkah ke depan untuk terus mendukung dan menopang pelayanan LAI menghadirkan Kabar Baik

Dalam pertemuan tersebut pihak Yayasan BRI KASIH menyerahkan dukungan sebesar Rp. 35. 000.000,- untuk pelayanan pembaca Baru Alkitab yang akan di langsungkan di Parigi Mountong Sulawesi Tengah.

Semoga kemitraan ini terus berlanjut dan kemuliaan Tuhan dinyatakan di bumi Indonesia

Salam Alkitab untuk semua

Tuhan, Kami Tahu Bahwa Engkau Bukan Hanya Mengajarkan Kesabaran, Tetapi Juga Meneladankannya Bagi Kami.

title

Kesabaran itu seperti prajurit yang berhasil mempertahankan kota dari serangan musuh di luar dan meredakan penghancuran yang muncul dari dalam.

Kepada mereka yang miskin dan tertindas, Yakobus mengingatkan untuk tetap bersabar sampai Tuhan datang. Jangan juga saling menyalahkan di antara sesama saudara yang menderita. Yakobus menganalogikan dengan kesabaran seorang petani yang menanti hari panen tiba. Ia menanti di setiap musim. Yakobus menguatkan mereka dengan berkata bahwa hari Tuhan sudah dekat. Ketika hari itu datang maka tidak akan adalagi penindasan. Itulah buah yang akan mereka nikmati saat hari panen tiba.

Sahabat Alkitab, nasehat yang disampaikan oleh Yakobus ini bukan tanpa dasar. ia telah melihat itu dilakukan oleh Tuhan Yesus, yang mana dalam penderitaan yang Dia alami, Dia tidak mengeluh ataupun menyalahkan siapa-siapa, Yesus tahu bahwa apa yang Dia alami adalah bagian dari menjalankah kehendak ALLAH Bapa. Yakobus dan Para rasul belajar dari kesabaran Yesus, sehingga juga dalam keadaan yang menderita, dikejar-kejar, ditangkap, dipenjara, bahkan ada yang dibunuh, mereka tetap tidak meyalahkan siapapun, melainkan menganggap itu sebagai suatu kebahagiaan, karena mereka telah dianggap layak menderita bagi Kristus. Teladan inilah yang Yakobus ajarkan kepada orang Kristen saat itu, dan orang Kristen saat ini dan sepanjang masa. Bersabarlah jika hari ini kita menderita karena Kristus, karena waktu-Nya akan datang di mana Tuhan akan menyatakan keadilan dan kebesaran-Nya, dan kasih-Nya kepada kita yang tetap bersabar. Tuhan tidak pernah tertidur dan tidak pernah terlelap. Dia adalah penjaga umat-Nya yang terpercaya.

Selamat Pagi. Satu-satunya tindakan yang paling berguna saat tekanan dan kesulitan telah berada diluar dari kemampuan kita untuk mengatasinya yaitu bersabar dan menantikan tangan Tuhan.
Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kekayaan Adalah Anugerah-Mu, Tetapi Keserakahan Engkau Benci Dan Kutuk. Tolong Kami Untuk Puas Dengan Kesederhanaan.

title

Siapakah orang yang paling miskin di dunia? Dia adalah orang yang tidak pernah merasa puas dengan apapun yang dimilikinya, seberapapun banyaknya itu.

Yakobus mengecam keras orang-orang Kristen yang kaya karena menimbun kekayaan untuk diri sendiri, menikmati kesenangan sendiri, dan menggemukkan diri sendiri, sambil terus memeras keringat orang-orang miskin yang bekerja pada mereka dan dengan tidak membayar upah mereka. Padahal mereka menjadi kaya karena kerja keras dari orang-orang miskin itu. Dan akhirnya keluhan yang mereka teriakkan sampai ke telinga Allah, Tuhan Yang Mahakuasa.

Sahabat Alkitab, kekayaan adalah anugerah Allah, diberikan bukan untuk dinikmati sendiri melainkan untuk berbagi kepada orang-orang miskin. Allah memberikan sebagian orang kekayaan, dan sebagian lagi kemiskinan agar dengan begitu melalui orang-orang kaya Allah menunjukkan kasih, kemurahan, kebaikan, dan pemeliharaan-Nya kepada orang miskin. Namun, keserakahan telah membuat manusia lupa dengan itu semua. Keserakahan membuat manusia menjadi serigala bagi sesamanya dan otomatis tidak lagi mampu untuk menjadi representasi Allah bagi sesamanya. Orang-orang kaya yang serakah lupa bahwa tanpa para pekerja yang miskin di bawah mereka, tidak mungkin mereka dapat menjadi kaya. Mereka lupa bahwa tidak seorangpun mampu beroleh kekayaan dan kesuksesasan tanpa campur tangan orang lain. Mereka lupa bahwa Allah saja menganggap manusia sebagai rekan sekerja, bagaimana mungkin mereka bisa menganggap sesamanya manusia sebagai sapi perahan? Allah membenci keserakahan sehingga akan memperhadapkan mereka pada penghukuman.

Selamat Pagi. Jauhkanlah diri Anda dari sifat serakah, hargailah semua orang, dan belajarlah untuk selalu merasa cukup serta belajarlah untuk hidup dalam kesederhanaan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dunia Mengajarkan Bahwa Kesuksesan Lahir Dari Kepercayaan Pada Diri Sendiri. Tolong Kami Bijak Memandang Prinsip-Prinsip Semacam Itu.

title

"Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Yakobus 4:15

Perencanaan adalah hal penting dalam menjalani sebuah kehidupan. Dengan perencanaan yang baik dan matang langkah hidup seseorang akan semakin teratur dan makin terarah kepada suatu sasaran yang hendak dituju. Hidup yang terencana adalah bukti bahwa seseorang sangat menghargai waktu dan semua potensi yang Tuhan berikan. Namun sebuah perencanaan jika tidak disertai tekad dan usaha mewujudkannya tidak akan lebih dari sekedar motto dan angan-angan belaka, karena orang yang berhasil adalah yang hidupnya terencana dengan baik dan punya kemauan keras mewujudkan rencananya.

Sebuah perencanaan hidup akan semakin sempurna apabila Tuhan terlibat di dalamnya. Yakobus mengingatkan agar jangan pernah kita melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup. Di zaman yang serba modern ini kebanyakan orang tidak lagi melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup, karena merasa diri mampu menentukan langkah hidupnya. Dengan pengalaman, kepintaran, kekuatan, kecanggihan teknologi, uang atau kekayaan yang dimiliki mereka mengira bahwa semua yang direncanakan pasti akan berhasil. "Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati." (Amsal 16:2). Orang yang melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupnya sama artinya meremehkan Tuhan, mengabaikan kehadiran-Nya, menganggap seolah-olah Tuhan tidak ada dan tidak punya kuasa. Yang menjadi akar persoalan adalah kesombongan.

Orang yang sombong dan angkuh meyakini bahwa ia mampu mengatasi semua persoalan hidupnya dengan kekuatan yang dimiliki, padahal ada banyak hal di dunia ini yang unpredictable. Apa yang akan terjadi esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan? Tak seorang pun tahu. "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1). Kehidupan ini tidak selurus dan semulus yang kita bayangkan, terkadang ada 'kejutan-kejutan' yang tidak pernah kita harapkan, sementara kita hanya bisa menduga-duga dan mengira.

Salam Alkitab Untuk Semua

Sumber :
Renungan Harian Air Hidup