Tuhan, Menjadi Sempurna Adalah Apa Yang Engkau Ingin Kami Perjuangkan. Ajar Kami Menerima Semua Cobaan Dengan Senang Hati.

title

Kita harus berjuang menjadi sempurna dalam semua sisi. Seorang Kristen yang jujur haruslah juga seorang yang ramah, murah hati, dan kudus.

Cobaan yang datang dalam kehidupan para pengikut jalan Tuhan ini bermacam-macam, "menghantam" semua sisi kehidupan. Rasul Petrus mengingatkan mereka akan tujuan dari cobaan itu yaitu untuk membuktikan apakah mereka sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan atau tidak. Jika emas yang sifatnya fana saja harus diuji dulu dalam perapian untuk memperoleh kemurniannya, apalagi iman orang percaya. Setelah ujian itu selesai, mereka yang tetap teguh akan menerima pujian dan penghormatan pada hari Maranata nanti.

Sahabat Alkitab, pernahkah kita berpikir mengapa justru saat memutuskan untuk mengikut dan melayani Tuhan kehidupan yang kita alami jauh terasa lebih berat? Ya sebab status kita sekarang adalah anak Allah. Kita adalah anak-anak yang begitu berharga di mata Tuhan, bukan anak gampangan, karena itu untuk menjadikan kehidupan beriman kita menjadi semakin bernilai tinggi, Allah perlu membentuk kita melalui berbagai-bagai ujian, cobaan, atau tantangan hidup. Tidak hanya satu, tapi atas semua segi kehidupan kita. Semua karakter kita harus melewati ujian agar menjadi sempurna. Kita belum sempurna jika kita menjadi pribadi yang jujur namun di sisi lain adalah seorang yang pemarah dan garang. Kita belum sempurna jika kita menjadi pribadi yang ramah dan baik hati namun di sisi lain kita mengabaikan kekudusan hidup. Kita baru menjadi sempurna jika seluruh keberadaan kita telah menjadi serupa dengan karakter Kristus. Menjadi serupa Kristus adalah proses yang panjang dan seumur hidup, kita masih harus terus berjuang melewati ujian iman itu.

Selamat Pagi. Tetaplah bersemangat dan bangkitlah kembali, sebab tantangan dan ujian hari ini bukanlah yang terakhir.

Salam Alkitab Untuk Semua

Membagi Kasih di Kepulauan Kei Kecil dan Kei Besar

title

Ini pertama kali saya mengikuti program SDK LAI (Satu Dalam Kasih) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Program ini mendistribusikan Alkitab bagi jemaat-jemaat di P. Kei hasil sumbangan donatur. Beberapa kali saya hanya mendengar cerita dari pak Sigit Triyono. Cerita tentunya berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya.

Sebelum berangkat saya tdk pernah mencari tahu bagaimana jemaat Ur Pulau, jemaat Tamangil dan lainnya. Karena berangkat atau tdk masih belum bisa saya pastikan, walaupun saya bertekad untuk ikut tapi kalau bergerak saja sakit apa bisa dengan tekad saja?

Akhirnya di last minute, saya bisa memastikan ikut pergi. Jadi saya tidak bisa membayangkan bagaimana medan pelayanannya di sana. Perjalanan Jakarta-Ambon- Tual sebuah perjalanan yang biasa.

Sesampai di sana sudah malam. Kami dibagi untuk tinggal di beberapa rumah jemaat. Istilah kerennya "live in". Inipun bukan masalah buat saya. Saya bisa menikmati hidup bersama dengan mereka.

Ini perjalanan spiritual.

Perjalanan iman yang tdk bisa didapatkan di tempat lain. Ketika saya disana, justru saya yg banyak diberkati oleh semua yg saya hadapi, yaitu:
1. Masyarakat di sana masih asli, belum terkontaminasi perubahan jaman yang menggilas karakter asli mereka. Kepolosan dan ketulusan mereka saya rasakan.
2. Memberi dari kekurangan mereka. Ini pelajaran kedua yang saya dapatkan. Mereka bukan jemaat yang kaya maka mereka dibantu dalam memiliki alkitab. Tapi mereka menyiapkan makanan yang luar biasa untuk dinikmati bersama jemaat. Mereka memberikan apa yang ada pada mereka. Bukan dari kelebihannya.
3. Belajar dari peserta yang kebanyakan usianya di atas 60 tahun. Saat mau berangkat terselip juga keraguan, mampukah saya? Satu dari peserta yang saya kenal. sudah berusia di atas 60 tahun. Itu yang menguatkan saya untuk semakin bertekad ikut ke sana. Tapi bukan itu saja. Ada peserta yang berusia 82 tahun. Namun semangat mereka dalam melayani luar biasa. Mereka tidak mengeluh dan pantang menyerah dalam menjalani medan pelayanan yang harus ditempuh. Mungkin banyak orang yang memilih pesiar di kota kota besar apalagi dalam usia senja. Tapi mereka memilih ikut mendistribusikan alkitab dengan biaya sendiri. Tidak murah juga biayanya. Nanti ditulisan lainnya saya akan posting tentang beberapa peserta yang menginspirasi saya di FB saya.
4. Sukacita bersama. Melihat mereka antusias mempersiapkan acara, dan bernyanyi dengan sukacita membuat kita yang datang turut bersuka cita. Mereka juga menerima dengan penuh sukacita, itu juga sukacita kami semua.
5. Toleransi yang nyata. Saat kami membagikan di salah satu jemaat Tamangil, kami disambut tarian penyambutan. Yang menari anak anak dari saudara kita kaum muslim. Mereka menari di tengah terik matahari. Bahkan penabuh rebana nya guru mereka yang menggunakan hijab. Sebuah pemandangan yang sudah langka di bumi pertiwi. Yang disambut orang Kristen yang menyambut orang muslim. Luar biasa sekali.

Terima kasih Tuhan yang mengijinkan saya mengikuti perjalanan kali. Terima kasih untuk kesempatan yang Tuhan berikan. Banyak berkat yang luar biasa yang saya terima yang menambah dan menguatkan iman percaya saya.

Mari kita berbagi berkat unt saudara kita. Menengok keluar karena di sana masih banyak yang membutuhkan pertolongan kita.
LAI salah satu lembaga yang bisa kita pakai untuk menyalurkan berkat. Salam Alkitab Untuk Semua.

Jatibening, 31 10 2018

Catur Rini Cahyadiningsih

Tuhan, Peringatan-Mu Adalah Nyawa Baru Bagi Jiwa Kami, Yang Semakin Redup Oleh Banyak Keluh Kesah Dan Putus Asa.

title

Yang lemah dikuatkan-Nya, yang terluka disembuhkan-Nya, dan yang patah semangat dihiburkan serta diberi sukacita yang baru.

Surat yang ditujukan kepada para pengikut jalan Tuhan yang berada di daerah perantauan diawali dengan sebuah pengingat bahwa mereka adalah umat pilihan Allah yang dikuduskan untuk Allah oleh darah Kristus. Untuk diberikan hidup baru dan segala berkat yang telah disimpan oleh Allah di surga yang tidak dapat rusak, cemar, ataupun layu. Ini tentu memberikan mereka kekuatan untuk hidup sebagai seorang pengikut Kristus di negeri yang baru bagi mereka dan di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Dan agar mereka tetap setia serta kembali bergairah mengikut Tuhan sekalipun tantangan terus saja datang.

Sahabat Alkitab, ada begitu banyak hal yang dapat saja terjadi atau mungkin telah terjadi yang membuat iman kita menjadi goyah, semangat kita pudar, tenaga kita hampir habis, dan harapan kita lenyap. Saat berada dalam posisi itu tidak ada lain yang dapat kita lakukan selain melihat kepada Allah, melihat pada pengorbanan-Nya untuk memberikan hidup kepada kita, dan meyakini janji-Nya akan upah yang disediakan bagi kita yang tetap setia. Kita perlu membangkitkan kembali ingatan-ingatan akan kebaikan Allah yang telah kita alami, menghitung berkat-Nya yang membuat kita begitu terpesona akan Dia. Allah akan memberikan semangat yang baru untuk kembali berjalan bersama-Nya.

Selamat Pagi. Percayalah bahwa di dalam Tuhan selalu ada semangat dan sukacita yang baru.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Merancang Kami Untuk Saling Bergantung. Jadi Tolong Kami Berguna Serta Dapat Diandalkan. Amin.

title

Rabu 31/10/18 (Tit. 3:12-15):

Simbiosis mutualisme. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keberadaan kita di dunia ini sebagai manusia dan sebagai orang percaya.

Titus diminta untuk membantu Zenas, seorang ahli Taurat, dan juga Apolos. Tujuannya yang terutama adalah agar pekerjaan Tuhan terus dapat dilanjutkan oleh kedua orang itu dan agar kebutuhan mereka dalam perjalanan pemberitaan Injil Kristus terpenuhi. Tidak hanya diminta untuk membantu, Titus juga harus mengajarkan cara hidup yang saling tolong menolong dalam melakukan hal yang baik kepada semua jemaat.

Sahabat Alkitab, Allah tidak pernah merancang manusia untuk menjadi makhluk yang egoistis dan egosentris, melainkan sebagai makhluk sosial dan yang berguna bagi segala makhluk. Kita dipilih oleh Allah untuk diselamatkan juga untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Titus yang dalam posisi yang juga memerlukan bantuan diminta untuk membuka diri menolong pekerja Tuhan yang lain. Menolong dan menjadi berguna bagi orang lain tidak boleh dibatasi oleh keterbatasan kita. Dalam hal memberi, tidak perlu menunggu sampai berkelimpahan dulu melainkan belajar memberi sekalipun dalam kekurangan.

Selamat Pagi. Marilah kita melintasi batas-batas diri dalam hal melakukan kebaikan bagi sesama manusia. Seperti Kristus melakukannya bagi kita.

SalamAlkitab Untuk Semua

Ambe…Ambe…Tolong Kami Menyeberang

title

Masih seputar pelayanan kami di pedalaman Boven Digoel bersama dengan Lembaga Alkitab Indonesia.

Waktu itu, kami baru menyelesaikan perjalanan dengan jalan kaki menembus hutan pergi pulang ke kampung Yetetkun dari Ninati. Dari Ninati kami harus menyebrang sungai yang airnya lumayan deras. Kembali dari pelayanan ke Yetetkun, hari sudah gelap. Kami sampai di tepi sungai dan ternyata ketinggian air sungai meningkat dibanding pagi tadi ketika kami berangkat. Alat penyeberangan hanyalah rakit, namum tidak ada yang bisa mengoperasikannya karena memang tidak ada orang lagi selain kami. Salah seorang anggota tim pun berteriak minta tolong kepada warga yang tinggal di seberang sungai (wilayah Ninati). "Ambe... Ambe.. Tolong kami menyebrang, bisakah?", demikian teriaknya berulang-ulang. (Ambe: artinya Bapak). Lumayan lama kami menunggu dan anggota tim, namanya Pdt Alon, terus berteriak. Sementara itu nyamuk dan serangga hutan sudah mulai mengerubuti dan menggigit kami. Kurang lebih 30an menit kemudian ada sahutan dari seberang, "yoi...sebentar. Ambil dayung dulu!" Kira-kira 10 menit kemudian, datanglah seseorang dengan nyala bara rokok yang sangat nampak dalam kegelapan. Pdt. Alon kembali berteriak, "Ambe, tolong kami kah?" "Yoi, sebentar dulu!", sahutnya dari seberang tepi sungai.

Orang itu mendayung kole-kole (sampan dari batang pohon yang dipahat dengan ketebalan kurang lebih 5 cm). Begitu sampai di tepi sungai tempat kami berdiri, kami baru tahu bahwa yang menduyung sampan itu adalah seorang ibu. Pdt Alon segera berseru, "Aduh Enang terimakasih mau tolong kami". Enang (Artinya ibu) itu menyahut, "cepat sedikit, air su mulai deras, mama tidak sanggup tarik rakit terlalu berat, jadi mama pakai kole-kole ini". Ia melanjutkan, "yang badan besar naik satu, yang badan kecil bisa dua. Nanti kole-kole terbalik dan tenggelam!" Wow, teriakan si Enang menggetarkan hati kami juga, terbayang arus air mulai deras dan ancaman sampan terbalik.

Pertama yang naik adalah istri saya dan Pdt Alon. Begitu naik ke kole-kole, si Enang berteriak, "langsung duduk, nanti sampan terbalik!" nampak kedua penumpang langsung duduk dan terdiam.

Sekarang giliran saya, kembali si Enang berteriak, "pak pendeta satu orang saja, nanti sampan tenggelam!" Dalam hati saya berpikir, "sebesar apa sih badan saya, sampai-sampai kole-kole bisa tenggelam?" Namun saya tidak berani berdebat, yang terpikir adalah segera sampai ke seberang dan segera lanjut perjalanan ke Tanah Merah. Kembali si Enang berkata, "sudah langsung duduk, pak pendeta. Diam sa di situ" Lengkap sudah kepanikan saya. Dengan sigap si Enang mendayung dan bermanuver mengatasi derasnya arus, dan beberapa saat kemudian kami sudah sampai di seberang sungai. Setelah itu si Enang kembali mendayung untuk menjemput dan menyebrangkan anggota tim yang lainnya sampai semua tiba di seberang. Sekali lagi sebuah pengalaman yang mengubahkan saya.

Dari penyeberangan ini, saya belajar arti percaya bahwa Tuhan menolong tepat pada waktunya. Tepat seperti yang diimani oleh Pemazmur, "Pertolonganku ialah dari TUHAN.... tidak terlelap dan tidak tertidur Panjaga Israel. Tuhanlah penjagamu..." (Maz. 121).

Yang kedua, tentang keseimbangan. Tubuh yang kaku tidak dapat mengikuti akselerasi gerakan kole-kole dan bisa menyebabkan kole-kole terbalik. Bagi saya kole-kole telah mengajarkan agar kita tetap menjaga keseimbangan dalam hidup. Kapan saat harus diam dan kapan saat berkarya. Bukankah Tuhan Yesus juga perlu waktu untuk diam sejenak di tengah karya-Nya? Tuhan pernah mengatakan kepada para murid, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahat seketika!" (Mark. 6:31).

Terimakasih Tuhan untuk pengalaman iman yang dahsyat ini. Juga tentunya terimakasih Enang yang sudah menjadi tangan Tuhan untuk menyeberangkan kami. [guruh]

Tuhan, Manusia Menemukan Sepotong Kecil Kebenaran Lalu Memperdebatkannya, Seolah-olah Itulah Seluruh Kebenaran. Tolong Kami Menjadi Bijaksana Ya Tuhan.

title

Sebab pengetahuan kita terbatas dan samar-samar, tetapi suatu saat akan menjadi sempurna, bukan di sini di dunia ini, tetapi di sana di surga nanti.

Adanya penyebaran ajaran yang berbeda yang dilakukan oleh beberapa orang Yahudi membuat perdebatan di dalam jemaat Kristen yang mau tidak mau menarik Titus di dalam perdebatan itu juga, namun Paulus mengingat agar Titus tidak usah membawa diri dalam perdebatan itu melainkan menguatkan iman jemaat dengan ajaran yang benar dan membuat mereka benar-benar yakin akan kebenaran itu. Dan lebih dari itu juga mengamalkan apa yang telah mereka yakini sebagai kebenaran.

Sahabat Alkitab, firman Tuhan adalah kebenaran yang harus kita pedang sebagai dasar dari iman Kristen kita. Kita harus benar-benar meyakini akan kebenarannya dan ketidakbersalahan firman (Alkitab) itu. Dalam keyakinan kita akan kebenaran itu memang banyak hal yang belum kita pahami seutuhnya bahkan mungkin tak terpahami. Sebab Allah adalah Allah yang Mahabesar melampaui akal manusia yang sangat terbatas. Masuk dalam perdebatan yang tidak terpahami tidak akan membawa kemajuan dalam kesaksian iman Kristen kita di tengah-tengah dunia. Seperti yang Paulus katakan bahwa firman yang kita dengar haruslah kita yakini kebenarannya lalu melakukan pekerjaan baik yang di kehendaki-Nya. Inilah kebenaran mutlak bagi kita; Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah, dan Alkitab adalah firman Allah.

Selama pagi. Apa yang Tuhan izinkan untuk tidak terpahami biarlah menjadikan kita semakin mengagungkan akan kebesaran-Nya dan tetap menjadi misteri ilahi.

SalamAlkitab Untuk Semua

Tuhan, Tumbuhkanlah Sifat-sifat Yang Baik Dalam Diri Kami, Dan Matikanlah Sifat-sifat Yang Buruk

title

Alah bisa karena biasa. Sifat dan karakter baik tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui niat yang dibukti nyatakan secara terus-menerus hingga menjadi kebiasaan.

Titus diminta untuk terus mengingatkan kepada jemaat-jemaatnya agar tunduk pada otoritas pemimpin, tidak saling fitnah, tidak bertengkar, bersikap lemah lembut. Sifat-sifat baik harus terus ditanamkan selanjutnya Allah yang akan mengerjakan pertumbuhannya. Paulus mengajak Titus untuk melihat ke belakang kepada kehidupan masa lalu mereka, bahwa dahulu mereka juga termasuk orang yang bodoh, sesat, tidak taat, budak nafsu, penuh dengan niat jahat, iri hati, dan saling membenci. Namun karena kasih dan kebaikan Allah-lah mereka diselamatkan dan dilahirkan menjadi pribadi-pribadi yang baru.

Sahabat Alkitab, Allah memberikan kita benih yang baru, yaitu benih kebaikan dan kebenaran. Allah akan menumbuhkan benih itu dalam kita sehingga pelan tapi pasti karakter Kristus akan nyata dalam sifat dan karakter kita. Allah akan mengerjakan itu hingga kita menjadi sempurna seperti gambar Anak-Nya. Kita tahu bahwa Allah tidak akan meninggalkan pekerjaan tangan yang telah dimulai-Nya sendiri. Dipihak kita, kita harus "bekerjasama" dengan Allah dalam menumbuhkan benih baik itu dan sambil mematikan segala benih jahat yang masih ada. Caranya adalah dengan melakukan hal-hal baik dan benar yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya, melakukannya terus menerus, hingga menjadi karakter diri.

Selamat Pagi. Tidak ada karakter baik yang instant, kita perlu belajar untuk melakukannya, dan melakukannya terus menerus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Telah Memberikan Kekuatan Kepada Kami Untuk Menolak Dunia. Ajar Kami Untuk Percaya Dan Yakin Bahwa Kami Dapat Melakukannya.

title

Karena Roh yang diberikan-Nya jauh lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Maka jangan membawa diri dalam kekalahan atas keinginan dunia yang membinasakan.

Rahmat Allah itulah keselamatan yang dinyatakan-Nya di dalam Yesus Kristus yang sanggup menjangkau semua orang di seluruh dunia dari segala suku bangsa dan dari segala zaman, yaitu mereka yang percaya kepada-Nya. Rahmat Allah tidak akan membiarkan orang terus berkanjang dalam dosanya, melainkan mendidik dengan firman kebenaran serta memampukan untuk melakukannya. Kematian Kristus dan kemenangan-Nya atas maut adalah sebuah jaminan pasti akan kemenangan orang percaya dari segala keinginan duniawi. Bukan hanya itu saja, Rahamat Allah juga memampukan orang percaya untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Allah sediakan.

Sahabat Alkitab, jika kita tahu bahwa Allah telah memberikan kemenangan kepada kita atas segala kuasa dosa dan keinginan duniawi, masakan kita mau menyerahkan diri untuk dikalahkan olehnya. Godaan dunia memang tidak akan ada hentinya untuk membujuk dan merayu kita, dan tidak ada seorang pun yang benar-benar imun dengan itu. Namun kepastian anugerah Allah memampukan kita untuk melawan dan mengalahkannya.

Selamat Beribadah. Bersyukur dan bersukacitalah di dalam Tuhan, karena kita telah menang. Marilah kita merayakannya dengan puji-pujian kepada Allah kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dengan Apa Kami Bersyukur, Telah Memperoleh Kesempatan Belajar Dari Teladan-Mu ? Dengan Menjadi Teladan Bagi Orang Lain, Ya Tuhan.

title

Bukankah pelita itu harus diletakkan di atas meja agar dapat menerangi seluruh ruangan? Begitu juga kehidupan kristen harus terpancar melalui keteladanan.

Perkataan ini khusus kepada pribadi Titus. Sebagai pemimpin, pengajar, dan pemberita Injil di Kreta, jelas bahwa ia sekarang adalah role model bagi semua jemaat dan semua orang. Setiap tindakannya akan menjadi perhatian dan sorotan siapapun yang melihatnya, karena itu Paulus menekankan agar TItus sungguh-sungguh dapat memberikan teladan yang baik. Ia harus jujur dan tulus dalam pengajarannya, memberikan pengajaran yang sehat dan berkualitas sehingga tidak ada cela bagi para pemfitnah untuk menggugatnya. Ia juga harus memiliki dan menunjukkan motivasi yang murni dalam memimpin dan mengajar.

Sahabat Alkitab, pesan Paulus kepada TItus berlaku juga bagi kita orang-orang Kristen masa kini dan sepanjang masa. Ada begitu banyak orang yang sesungguhnya kagum dengan pengajaran Kristen, mereka itu sedang menunggu-nunggu praktik hidup yang dapat dijadikan teladan dari orang-orang Kristen. Sayangnya kadang mereka menjadi kecewa karena melihat apa yang kita tampilkan tidak seperti berita yang mereka dengarkan. Ibaratnya jauh panggang dari api. Firman yang telah disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah firman yang hidup, hidup dalam teladan yang Yesus tunjukkan sendiri kepada begitu banyak orang. Tuhan ingin kita menjadi sama dengan-Nya, yaitu menjadi teladan bagi orang lain juga. Tuhan sudah memberikan kita Roh Kudus-Nya, karena itu kita pasti mampu untuk hidup seperti Yesus hidup, untuk memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan-Nya.

Selamat Pagi. Nyalakanlah pelita kita dengan terangnya di semua tempat, agar orang-orang dapat melihat Kristus dengan jelas, lalu datang menyembah-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Biarlah Kebaikan Kami Terus Bertumbuh Tidak Pernah Berujung Seperti Rambut Kami Yang Memutih Atau Kekuatan Kami Yang Menjadi Layu.

title

Rambut putih adalah lambang kebijaksanan. Semakin lanjut usia manusia seharusnya menjadi semakin kaya dalam kebaikan dan kebajikan.

Kali ini Paulus secara khusus berbicara menganai perempuan yang telah berusia lanjut dan perannya dalam masyarakat, jemaat, dan keluarga. Ada begitu banyak pengalaman yang telah mereka lewati sebagai seorang perempuan, sebagai seorang istri, dan sebagai seorang ibu. Karena itu, Titus kiranya dapat menasehati mereka agar hidup seperti orang yang mengkhususkan diri bagi Allah, yaitu hidup dalam kekudusan, menjauhkan diri mereka dari cerita-cerita yang mengandung fitnahan kepada orang lain, juga tidak mabuk-mabukan (mungkin pada masa itu banyak perempuan yang juga gemar minum anggur dan mabuk). Sebaliknya mereka harus menjadi contoh dan teladan yang baik sekaligus pendidik bagi perempuan yang lebih muda untuk menjadi pengurus rumah tangga yang baik, dalam hal mengasihi suami dan anak-anaknya. Pada mereka jugalah kesaksian hidup kristiani harus hidup di tengah masyarakat.

Sahabat Alkitab, kita tidak dapat memungkiri bahwa pengalaman hidup telah mampu membentuk manusia menjadi lebih baik. Secara umum, mereka yang telah jauh lebih berumur memiliki sifat yang bijaksana dan baik hatinya. Perempuan tua yang biasa kita panggil nenek atau oma (atau apapun sebutannya dalam berbagai bahasa) telah menjadi ibu bagi semua orang. Mereka begitu kita hormati dan kasihi. Pengalaman hidup telah mengajarkan mereka tentang kesabaran, ketabahan, kemurahan hati, kebaikan, kelemahlembutan, dan kasih yang besar. Demikianlah hendaknya semua orang, menjadi bertambah-tambah dalam segala hal yang baik seiring dengan pertambahan usia. Sehingga sekalipun waktu kita telah habis, namun kebaikan kita terus hidup dalam ingatan orang-orang yang masih ada.

Selamat Pagi. Marilah kita menaruh perhatian yang lebih lagi kepada mereka yang kita hormati sebagai seorang ibu.

Salam Alkitab Untuk Semua