Tuhan. Kami Tahu Bahwa Engkau Selalu Ada Dalam Jangkauan Kesungguhan Doa-doa Kami. Hanya, Kadang Kami Kehilangan Kesungguhan Itu. Tolong Ampuni Kami.

  • 20
    Shares

title

Tuhan melihat hati, bukan siapa yang berdoa, apa statusnya, serta seberapa indah dan panjangnya sebuah kalimat doa.

Yakobus mengungkapkan doa orang benar,yaitu yang telah diampuni kesalahannya, yang disampaikan dengan sunguh-sungguh, sangat besar kuasanya. Nabi Elia adalah salah satu contohnya. Bukan karena dia adalah seorang nabi lalu Tuhan mengabulkan doanya, melainkan karena kesungguhan hatinya berdoa kepada Allah. Yakobus ingin menegaskan apa yang ia katakan dalam ayat 13-15, bahwa siapapun yang berdoa, baik mereka yang "awam" maupun peimpin jemaat, kunci dijawabnya sebuah doa adalah kebenaran dan kesungguhan hati mereka yang berdoa.

Sahabat Alkitab, tentu saja Tuhan tidak harus menjawab semua doa, tidak ada satupun baik manusia, cara berdoa, bentuk doa, keindahan kalimat doa, yang dapat memaksa Tuhan untuk menjawabnya. Semua ada dalam kehendak dan kemurahan Allah. Namun di pihak kita sebagai manusia, adalah sebuah keharusan ketika kita berdoa kita datang dengan berbalutkan kekudusan dan kebenaran (dikuduskan dan dibenarkan), karena Allah kita adalah Allah Yang Kudus dan Benar. Dan ketika menaikkan permohonan harus dengan ketulusan dan kesungguhan hati. Tidak boleh ada kepura-puraan di dalamnya, sebab begitu mudah bagi Tuhan untuk menilai isi hati manusia. Karena itu, tatkala kita datang kepada-Nya dalam doa maka periksalah hati dan hidup kita agar doa yang kita naikkan didengar dan dijawab oleh-Nya.

Selamat Beribadah. Datanglah kehadirat Tuhan dengan penuh sukacita, memohonlah kepada-Nya dengan sungguh dan penuh keyakinan, karena Allah sedang mendengarkannya.

Salam Alkitab Untuk Semua