Tuhan, Kami Mengaku Bahwa Kadang Kami Lebih Suka Menyalahkan Orang Lain Dari Pada Mengambil Tanggung Jawab Atas Kesalahan Bersama. Tolonglah Kami Untuk Berubah.

  • 34
    Shares

title

Sebuah kesalahan tidak akan pernah selesai hanya dengan mencari siapa kambing hitamnya, melainkan dengan menanggung dan memperbaikinya bersama-sama.

Ini mungkin sebuah teguran atau peringatan kepada orang-orang Kristen agar mereka tidak melampaui apa yang seharusnya mereka boleh lakukan. Hal menjadi hakim bagi manusia adalah hak Allah yang tidak Dia bagikan kepada manusia. Yang Allah kehendaki dan perintahkan adalah agar manusia saling mengasihi dengan sesamanya manusia. Ketika manusia tidak melakukan hukum kasih ini malah menghakimi dan saling menyalahkan maka manusia sesungguhnya telah melewati batasan yang Allah tetapkan, dan itu sama dengan merendahkan hukum itu, juga merendahkan Allah yang membuat hukum dan Hakim.

Sahabat Alkitab, pertobatan itu berbicara tentang kesadaran diri, tahu diri, dan kerendahan hati. Ketika kita memiliki ketiga hal itu maka tidak mungkin kita berani untuk mengangkat muka untuk melihat orang lain lebih berdosa dan menghakimi mereka. Sayangnya sifat-sifat demikian masih saja kita kembangkan dalam kehidupan kekristenan kita atau mungkin itu justru menandakan bahwa kita belum sungguh-sungguh bertobat. Sebab orang yang telah bertobat akan melihat dirinya jauh lebih berdosa dari orang lain (bnd. I Tim. 1:15) sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menjadi hakim bagi sesamanya. (Allah memakai lembaga-lembaga manusia untuk menjadi perpanjangan tangannya dalam menertibkan atau menjatuhkan hukuman bagi manusia).

Selamat Pagi. Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah, merendahkan hati di hadapan manusia, dan saling mengasihi.

Salam Alkitab Untuk Semua