Tuhan. Kami Ingin Menjadi Lebih Baik, Dan Lebih Baik, Dan Lebih Baik Lagi. Tolonglah Kami.

title

Menjadi lebih baik bukan pekerjaan yang sekali jadi, bukan juga sesuatu yang akan mencapai akhirnya dalam dunia. Menjadi lebih baik bersifat kontinuitas yang baru akan berakhir pada kekekalan.

Beberapa orang yang mengikuti ajaran yang sesat memang telah menyimpang dalam pikirannya sendiri, pikiran mereka kotor dan memang tidak berakar dalam iman. Mereka ingin hidup sesuai dengan kehendak mereka sendiri, sekalipun mereka mengatakan bahwa mereka mengenal Allah. Kepada jemaat Kristen yang lainnya, Paulus ingin agar Titus menasehati orang laki-laki yang telah tua agar hidup bijaksana dan terhormat serta dapat menahan diri, agar mereka sendiri dihormati.

Sahabat Alkitab, saat kita membaca atau mendengarkan firman maka sikap yang harus kita ambil adalah mengoreksi diri. Seperti saat sedang bercermin, saat ada yang kurang rapih dari penampilan maka secepat mungkin kita membenahinya, mengapa? Karena kita ingin selalu tampil baik, dihadapan mata kita sendiri ataupun dihadpan orang lain. Firman Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar dan menyatakan kesalahan. Sebuah kerugian dan tindakan yang bodoh jika kita tahu ada yang salah dari cara hidup kita menurut firman Tuhan lantas kita tidak berusaha memperbaikinya. Karena yang akan dirugikan adalah diri sendiri, kesaksian iman kita, dan nama Tuhan. Proses menjadi lebih baik harus terus kita kerjakan seumur hidup, setiap saat, dan di mana saja kita berada. Seperti bercermin, tidak ada seorang pun yang hanya bercermin sekali saja seumur hidupnya jika ia ingin tampil dengan penampilan terbaik.

Selamat Pagi. Marilah bersama-sama kita berusaha menjadi lebih baik, dengan tidak mengingkari firman yang telah kita dengarkan melainkan menjadikan itu dasar untuk mengoreksi dan memperbaiki diri.

Salam Alkitab Untuk Semua

Alkitab Whitney Houston Dijual Seharga US$ 95.000

title

Saat Whitney Houston harus pindah dari rumah sewaannya di kawasan Newport Beach, Whitney Houston sengaja meninggalkan Alkitab bersama barang-barang lain di dalamnya. Oleh pemiliknya rumah yang pernah disewa oleh Whitney Houston dijual pada tahun 2012. Sebelum menjualnya, pemilik rumah itu (sampai sekarang namanya dirahasiakan) membuang semua barang-barang yang ditinggalkan Whitney Houston, kecuali Alkitab, karena dia pikir ini barang yang "menarik." Dan investasi yang bagus, jika dia menemukan pembeli. Dia akan menjual Alkitab milik Whitney Houston seharga harga US$ 95.000.

Whitney Houston menyewa rumah mewah yang berada di kawasan Newport Beach itu dari 2009-2011. Pemilik rumah menemukan Alkitab dalam kotak bersama dengan beberapa pakaian dan CD milik Whitney setelah pindah rumah.Sebelum menjual Alkitab itu, pemilik rumah mengatakan dia telah menandatangani NDA dan menghubungi agen Whitney Houston tentang barang-barang yang tertinggal, kemudian diberitahu dia bisa menyimpannya.

Alkitab milik Whitney yang dijual melalui “Moments in Time” itu, memiliki tulisan tangan Whitney Houston di atasnya. Ada halaman yang mendokumentasikan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Whitney Houston. Misalnya, di kolom perkawinan, Whitney menuliskan namanya dan Robert B. Brown dan tanggal perkawinan mereka 18 Juli 1992. Di kolom kelahiran, Whitney menuliskan nama putrinya, Bobbi K. Kristina dan tanggal kelahirannya 4 Maret 1993.

Nampaknya Alkitab itu sengaja dicampakkan oleh Whitney Houston bersama kenangan dengan orang yang dicintainya. Seperti kita tahu setelah 14 tahun perkawinan dengan Bobby B. Brown kandas di tengah jalann. Kariernya sebagai Diva musik pop dunia menyurut karena terjerat narkoba. Nasibnya malah berakhir tragis, minum obat-obat penenang campur alkohol dan ditemukan tak bernyawa di bath tub kamar hotel.

Padahal kita tahu, Whitney Houston tumbuh dari penyanyi rohani di Gereja. Dulu Alkitab teman setianya dikala suka dan duka. Kesuksesan sebagai artis yang mendunia membuatnya lupa. Alkitab yang dulu diandalkannya, kini dicampakkan oleh ketenarannya. Kejayaan dan popularitas dunia panggung sangat dekat dengan bermacam godaan, disinilah sebenarnya peran Firman Tuhan sangat dibutuhkannya, bukan hanya sebagai pelarian kejiwaan, namun dapat menjadi pegangan dan tujuan hidup.

Alkitab yang dicampakkan oleh Whitney Houston, kini bernilai tinggi. Bukan hanya karena harganya yang mahal, tetapi lebih dari itu, di dalamnya sarat terkandung nilai-nilai kehidupan. Jika kita baca di dalamnya, terdapat Kabar Keselamatan, di mana Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatnya sedetik pun, apapun yang dialaminya, karena Dia adalah Tuhan Maha Tahu akan segala kebutuhan anak-anaknya []

Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber

Tuhan, Terima Kasih Telah Menempatkan Orang-orang Baik, Mendukung, Dan Selalu Memberikan Semangat Disekeliling Kami.

title

Tuhan menempatkan orang baik dan juga orang jahat disekitar kita. Orang baik untuk mendukung dan memberi semangat, sementara orang jahat untuk menunjukkan kepada kita akan kemurahan dan penyertaan Allah bagi kita.

Di beberapa tempat di mana jemaat mula-mula mulai bertumbuh selalu saja diganggu oleh kehadiran orang-orang yang memberikan pengajaran palsu. Guru-guru palsu ini selalu mencoba untuk menarik mereka yang telah percaya kepada Kristus kepada kehidupan legalistik dari hukum Yahudi. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pengajaran palsu itu. Karena itu, kepada Titus, Paulus dengan tegas memintanya untuk membungkam mulut mereka agar tidak lagi melakukan penyesatan. Kepada orang Kreta sendiri juga Paulus meminta agar Titus menegur mereka dengan tegas supaya tetap berpegang pada ajaran yang benar. Kehadiran Paulus melalui suratnya telah menjadi kekuatan bagi Titus untuk melakukan tugas pelayanannya di Kreta, sebabnya surat tesebut memiliki otoritas kerasulan.

Sahabat Alkitab, manusia telah diciptakan memang untuk selalu bergantung dengan orang lain, itulah sebabnya Allah berkata bahwa tidak baik jika manusia itu seorang diri saja. Dalam konteks yang lebih luas, kita bergantung dengan keberadaan orang-orang di sekitar kita. Karena itu, Allah telah menempatkan orang-orang baik yang selalu siap untuk dipakai-Nya untuk menolong kita, memberikan semangat dan dorongan untuk maju, yang mengubahkan kehidupan kita, yang memberi inspirasi dan motivasi. Mereka adalah keluarga, sahabat, rekan kerja, jemaat, teman persekutuan, kekasih, atau orang-orang yang sama sekali belum pernah kita kenal. Allah begitu kreatif dalam menempatkan mereka pada posisi dan saat yang tepat untuk mengisi bagian kehidupan kita.

Selamat Pagi. Mari melihat sejenak pada sekeliling, pada mereka yang ada di sekitar, lalu bersyukurlah kepada Tuhan atas kehadiran mereka.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Karena Kasih-Mu Engkau Tetap Memberikan Kesempatan Kepada Kami Yang Tidak Sempurna. Kami Sungguh Bersyukur Dan Berterima Kasih.

title

Allah mengizinkan ketidaksempurnaan untuk melayani-Nya, yaitu ketika Allah memilih manusia sebagai pelayan-Nya.

Paulus mempercayakan kepada Titus untuk melayani di Kreta dan untuk menetapkan para pemimpin jemaat di setiap kota yang ada di sana. Ada krieria yang Paulus berikan sebagai acuan dalam menentukan siapa yang layak untuk mengemban jabatan itu. Ia haruslah seorang laki-laki yang hidup tanpa cela dengan hanya memiliki satu istri, anak-anak yang percaya kepada Kristus dan berkarakter baik, tidak boleh orang yang sombong, pemarah, pemabuk, suka berkelahi, mata duitan. Ia harus suka memberi tumpangan, suka hal yang baik, dapat menahan diri, jujur, suci dan tertib. Berpegang teguh pada ajaran yang telah diterimanya. Kriteria ini akan memampukan dia untuk memimpin dan menjadi penasehat bagi jemaat, dan dapat menyatakan kesalahan orang yang menentangnya.

Sahabat Alkitab, mengurus pekerjaan Tuhan dalam kapasitas sebagai pemimpin jemaat atau yang lainnya adalah sebuah pekerjaan yang sangat berharga dan yang kudus, karena itu harus juga dikerjakan oleh pribadi yang kudus dan tidak bercela hidupnya. Haruslah pribadi yang berintegritas sehinga tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan dan diserang oleh orang-orang yang jahat dan tidak percaya kepada Tuhan. Dimanakah mendapatkan pribadi yang sempurna seperti itu? Jawabnya tidak ada, yang ada adalah pribadi yang berusaha menjadi sempurna di dalam dan oleh Kristus. Kriteria yang disebutkan oleh Paulus adalah dosa-dosa yang sangat mencolok yang dapat dengan mudah menjadi batu sandungan bagi orang yang melihatnya, itulah yang tidak boleh diangkat menjadi pemimpin atau pengurus pekerjaan Tuhan. Allah begitu mengenal siapa kita, sebab kita adalah buatan tangan-Nya. Dia tetap memakai kita sekalipun kita adalah pribadi yang berdosa dan rentan, namun Dia mau kita tidak tinggal dan terus berkanjang di dalam dosa.

Selamat Pagi. Jadikanlah dirimu layak untuk melayani Tuhan dan umat-Nya, dalam segala kesempatan dan tanggung jawab yang Tuhan berikan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Kami Tidak Segera Mendapatkan Janji-Mu, Itu Bukan Karena Engkau Berdusta, Tetapi Memiliki Rencana Yang Lebih Indah Bagi Kami.

title

Senin 22/10/18 (Tit. 1:1-4):

Rancangan Tuhan di atas rancangan manusia, ia tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

Kepada Titus, Paulus menegaskan bahwa Allah tidak mungkin berdusta. Ini untuk memberikan kekuatan iman kepada Titus sebagai seorang pelayan jemaat di Kreta yang dipilih Allah dalam usia yang masih muda. Bahwa ajaran yang telah dia terima dari Paulus adalah kebenaran yang didasarkan pada janji Allah. Janji Allah akan kehidupan sejati dan kekal telah dinyatakan-Nya sejak semula sebelum permulaan zaman, dan Allah yang berjanji pada Diri-Nya sendiri tidak mungkin mendustai janji-Nya itu, mustahil. Allah telah menyatakan janji-Nya itu pada waktu yang tepat.

Sahabat Alkitab, Allah telah menjanjikan keselamatan yaitu kehidupan kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, dan keselamatan itu telah dinyatakan dalam dan melalui Yesus Kristus, Anak Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah yang berjanji adalah juga Allah yang menepati janji-Nya, yang kesetiaan-Nya akan janji itu tidak diragukan lagi. Dalam segala janji-Nya, bukan hanya tentang keselamatan, kita dapat mempercayai bahwa pada waktu-Nya nanti Dia akan menepati itu. Di sini kita perlu tahu bahwa dalam hal waktu kapan janji itu akan tergenapi berada dalam kuasa dan pengetahuan Allah. Dia tahu kapan waktu yang terbaik untuk menyatakan-Nya. Kita hanya perlu untuk terus percaya dan berpegang pada janji itu.

Selamat Pagi. Tuhan mau kita tetap percaya kepada-Nya, walaupun tidak dapat ditebak kapan waktunya, tapi pasti Dia akan menyatakan yang terbaik bagi kita. Segala sesuatu akan menjadi indah pada waktu-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

LAI Mengantar Anak-Anak Kanayatn Bertemu Tuhannya

title

Tercatat ada 83.184 Desa dan Kelurahan yang tersebar di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Satu dari ribuan desa yang sangat istimewa adalah desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Betapa tidak, karena pada Jumat 19 Oktober 2018 di desa ini diluncurkan buku “Kabar Baik Bergambar” dalam bahasa Dayak Kanayatn: “Carita Edo Bagambar”.

Tim penerjemah lokal yang dipimpin oleh Pdt Sungkin Jala, STh. dan di bawah supervisi Konsultan Penerjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), telah berhasil menghadirkan sebuah karya mulia untuk umat Tuhan penutur bahasa Kanayatn dan sekaligus bermakna bagi pelestarian bahasa-bahasa Ibu di Indonesia. Atas dukungan Mitra LAI jemaat GKI dan GKJ se Kota Bandung, buku ini diterbitkan dan dicetak sebanyak 4.000 eksemplar. Buku tidak diperjualbelikan dan khusus dibagikan untuk anak-anak Sekolah Minggu di 9 denominasi Gereja yang ada di Kabupaten Landak.

“Saya menyambut dengan sukacita dan bangga atas terbitnya buku ‘Carita Edo Bagambar’ ini. Ini adalah karya yang sangat dahsyat demi pendidikan iman generasi muda Dayak Kanayatn,” kata Bapak Vincentius, S.Sos. Sekretaris Daerah Kabupaten Landak yang hadir mewakili Bupati. “Karena pentingnya buku ini, maka saya akan mengusulkan agar bisa dicetak ulang untuk dapat digunakan bagi lebih banyak lagi anak-anak di Kabupaten Landak,” sambungnya.

Total jumlah penduduk Kabupaten Landak tidak kurang dari 390.000 orang. Bila 20% nya adalah anak-anak, maka setidaknya ada 78.000 anak disana. Sesuai dengan keterangan Pak Sekda, penduduk yang beragama Katolik dan Kristen Protestan di Kabupaten Landak ada 80%. Berarti ada 62.400 anak Katolik dan Kristen Protestan di sana. Kebutuhan buku “Carita Edo Bagambar” masih sangat banyak demi memenuhi jumlah anak yang ada.

Perjalanan rombongan LAI (saya, Ibu Erna, Ibu Rini, Ibu Samuel dan Sdr Andry) ke desa Sidas membutuhkan waktu setidaknya 10 jam mulai dari “take off” di bandara Soetta Cengkareng pada kamis 18 Oktober 2018 siang. Sesampainya di desa Sidas, dimana hari sudah cukup malam, kami rapat kecil untuk persiapan acara peluncuran buku “Carita Edo Bagambar”. Rapat diadakan di rumah Pdt. Sungkin Jala, S.Th yang masih bersisa bekas-bekas kebanjiran bulan lalu (yang airnya mencapai setinggi satu meter). Sambil menikmati kue “cucur” made in Ibu Pendeta Sungkin dan menyeruput kopi panas, kami sinkronkan ide dan urutan acaranya.

Jumat, 19 Oktober pagi pukul 08.30 WIB saat kami sampai di lokasi peluncuran, ternyata skenario rapat di malam sebelumnya tidak dapat dijalankan. Ini dikarenakan lokasi yang akan digunakan adalah di Gereja Persekutuan Pekabaran Injil Kristus (GPPIK) desa Sidas yang masih dalam proses pembangunan. Sebuah bangunan sementara seluas kurang kebih 150 M2 yang masih berupa tiang-tiang cor semen dengan atap seng dan lantai tanah. Dalam kondisi yang serba darurat, acara yang dimulai dengan ibadah singkat berlangsung dengan hikmat dan dalam suasana sangat sukacita. Tidak kurang dari 20 hamba Tuhan, anggota Tim Penerjemah ditambah dengan puluhan anak sekolah Miggu dan para tamu udangan hadir untuk mensyukuri acara ini.

Seusai acara kebaktian dan peluncuran buku, dilanjutkan dengan penandatangan Kesepakatan Kerjasama (MOU) antara LAI dengan GPPIK Kalbar. Sekum LAI dan Pdt Sugit Sibeon, MDiv. (Ketua Sinode GPPIK) menandatangani naskah MOU disaksikan Sekretaris Daerah Kab. Landak dan Pak Camat Sengah Temila dihadapan peserta yang hadir. Kerjasama ini memperkuat dan mendokumentasikan secara resmi semua kerjasama yang sudah berlangsung antara LAI dengan GPPIK selama ini.

Bila anak-anak bertemu Tuhan dengan menggunakan Bahasa Ibunya, maka tentu akan lebih meresap sampai ke hati yang paling dalam. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Seminar Alkitab: Israel Dalam Alkitab & Israel Modern

title

Ketika melihat Negara Israel, sering terjadi kesalahpahaman di kalangan umat kristiani di Indonesia. Mereka memandang Negara Israel (modern) saat ini identik dengan bangsa Israel yang tertulis dalam Alkitab. Banyak pemikiran dan pertanyaan seputar fenomena keabsolutan negara Israel sebagai negara yang dipilih oleh Tuhan secara langsung. Ini berkaitan dengan banyaknya tulisan dalam Akitab sebagai kitab pedoman umat Kristen, dimana Israel yang terdiri dari umat Yahudi dinyatakan sebagai Bangsa Pilihan Allah.

Fenomena ini semakin runyam ketika agama dimasukkan ke dalam konflik yang terjadi di wilayah Gaza, Palestina. Konflik di Gaza berimbas pada konflik di media sosial tanah air, dimana sentimen agama ikut dilibatkan. Kesalahpahaman yang terjadi di kalangan umat Kristiani yang masih percaya bahwa Negara Israel modern dan bangsa Yahudi adalah umat pilihan Allah, sebaliknya di kalangan umat Muslim percaya bahwa Negara Israel dan bangsa Yahudi adalah bangsa yang licik, jahat, dan penuh tipu daya.

Untuk mengurai benang kusut pemahaman tersebut di atas, Sabtu, 13 Oktober 2018 lalu Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menyelenggarakan seminar Alkitab yang bertajuk: ‘Israel Dalam Alkitab dan Negara Israel Modern: Sebuah Kontinuitas atau Diskontinuitas?’ Adapun narasumber pada seminar tersebut adalah Dr. Paskalis Edwin I Nyoman Paska dan Dr. Budy Munawar-Rachman. Di mana masing-masing narasumber ini mengangkat topik tentang negara Israel dan fenomena-fenomena terkait yang terjadi belakangan dari sudut pandang Alkitab dan Al-Quran.

Seminar yang diadakan di lantai 9 Gedung Pusat Alkitab ini sebenarnya terbuka untuk umum, namun yang hadir sebagian besar Pimpinan Jemaat, Majelis Gereja, dan para mahasiswa, baik teologia maupun umum. Patut diakui telah terjadi kekeliruan pemahaman mengenai negara Israel masa kini dari sudut pandang Muslim maupun Kristiani. Kekeliruan itu memang sedikit banyak terjadi karena pengaruh ajaran dan cerita yang tertulis dalam Kitab Suci kedua agama tersebut.

Dr. Budy Munawar-Rachman mengungkap keberadaan bangsa Yahudi dari sudut pandang Al-Quran, sesungguhnya ada tertulis bahwa pada mulanya baik umat Muslim Arab, Kristen, maupun Yahudi (Israel) pernah hidup berdampingan. Artinya ketiga kaum atau umat Tuhan ini sesungguhnya punya keterkaitan sejarah agama yang kuat. Dalam Al-Quran, disebut di Surah Bani Israil, bahwa Israel adalah bangsa yang kuat, besar, dan memiliki kecerdasan tinggi, namun menjadi terhina karena menyimpang dari ajaran Tuhan dan mengabaikan Janji-janjiNya. Dalam hal ini berarti mereka telah mengkhianati perjanjian mereka sendiri.

Sementara dalam bagian lain diceritakan tentang hubungan dengan umat Yahudi, dinyatakan bahwa pernah terjadi hubungan yang kurang baik di antara mereka. Umat Muslim yang saat itu sedang gencarnya melakukan invasi ke banyak wilayah, sering dikhianati oleh umat Yahudi. Dinyatakan bahwa kaum Yahudi sering memberi bocoran rahasia kepada musuh-musuh kaum Muslim. Hal itu sangat disayangkan oleh mereka. Namun demikian, ada hal penting juga yang harus diketahui, bahwa dalam kitab suci Al-Quran dinyatakan bahwa umat Israel memang pilihan Tuhan.

Dalam sejarah juga pernah dicatat bahwa saat jatuhnya Yerusalem ke tangan Muslim, Patriyah Xoforius yang saat itu menjadi Kaisar Romawi penguasa Yerusalem, sangat takjub melihat Umar Khalifa saat mereka bertemu dan hendak membuat kesepakatan tentang Yerusalem yang sudah jatuh ke tangan kaum Muslim saat itu. Keputusan hasil kesepakatan yang disebut sebagai perjanjian yang disebut sebagai Deklarasi Aelia itu menjadi keputusan besar yang menentukan sejarah Yerusalem hingga hari ini. Sang Khalifah Umar memutuskan membagi Bait Allah di Yerusalem menjadi tiga bagian, untuk umat Kristen, Muslim dan Yahudi. Hal ini dilakukannya atas dasar toleransinya terhadap tiga agama besar yang mendiami tempat itu. Dan hingga saat ini Yerusalem menjadi pusat budaya dari tiga umat beragama tersebut.

Sementara itu, konflik di Timur Tengah, khususnya perkembangan Palestina sekarang ini, golongan Muslim dan Kristen sama-sama mendapatkan diskriminasi dari pemerintahan Negara Israel. Artinya konflik yang terjadi saat ini terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik yang terjadi di Palestina bukanlah konflik agama tapi murni persoalan politik. Kondisi ini harus dimengerti secara bijak oleh kedua umat besar di Indonesia, yaitu Islam dan Kristiani. Bukannya justru digoreng menjadi semakin panas karena beberapa kalangan mencampuradukkan politik dengan agama. Mereka juga membawa-bawa berita konflik Palestina - dimana yang mereka ketahui hanya ada umat Muslim di sana - sebagai konflik penindasan terhadap umat Muslim. Ini bisa menyebabkan muncul kebencian yang makin berkelanjutan. Sama halnya dengan umat Muslim di Indonesia yang belum pernah bertemu dengan umat Yahudi, namun memiliki kebencian yang mendalam, begitu juga umat Kristiani di Indonesia banyak yang masih belum memahami bahwa Umat Israel yang menerima perjanjian dengan Tuhan pada zaman Alkitab tidak ada kaitannya dengan Negara Israel Modern yang berdiri sekarang ini.

Akhirnya ada beberapa kesimpulan yang bisa dicatat dari Seminar Alkitab yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Oktober 2018 lalu. Pertama yaitu, Israel modern tidak ada kaitannya dengan Israel yang menjadi umat Allah dalam Alkitab. Kedua adalah, Israel bukan lagi umat terjanji, karena perjanjian mereka dengan Tuhan telah gagal karena mereka melanggar ketetapan Tuhan dan tidak setia. Berikutnya, bahwa konflik Timur Tengah murni persoalan politik dan bukanlah konflik agama. Ada banyak juga orang Kristen, bahkan Yahudi yang tinggal di Palestina yang juga tertindas dan menderita akibat perang yang berkelanjutan. Dan terakhir, Israel yang tertulis dalam Alkitab sebagai Umat Perjanjian adalah bukan lagi yang berasal dari keturunan Abraham secara darah dan daging, tetapi mereka yang setia pada Firman Tuhan dan Ketetapan-ketetapanNya. Mereka yang mengikut Kristus secara setia.

Ada hal penting yang diungkap Dr. Paskalis Edwin I Nyoman Paska, yang mengatakan,” …Tidak perlu ada negara atau jumlah yang banyak untuk menentukan diri menjadi umat Tuhan. Dengan jumlah yang sedikit, namun dapat menjadi Terang dan Garam bagi lingkungan kita berada, sesungguhnya kita sudah menjadi Umat Pilihan Tuhan”. [hizkia]

Tuhan. Kami Tahu Bahwa Engkau Selalu Ada Dalam Jangkauan Kesungguhan Doa-doa Kami. Hanya, Kadang Kami Kehilangan Kesungguhan Itu. Tolong Ampuni Kami.

title

Tuhan melihat hati, bukan siapa yang berdoa, apa statusnya, serta seberapa indah dan panjangnya sebuah kalimat doa.

Yakobus mengungkapkan doa orang benar,yaitu yang telah diampuni kesalahannya, yang disampaikan dengan sunguh-sungguh, sangat besar kuasanya. Nabi Elia adalah salah satu contohnya. Bukan karena dia adalah seorang nabi lalu Tuhan mengabulkan doanya, melainkan karena kesungguhan hatinya berdoa kepada Allah. Yakobus ingin menegaskan apa yang ia katakan dalam ayat 13-15, bahwa siapapun yang berdoa, baik mereka yang "awam" maupun peimpin jemaat, kunci dijawabnya sebuah doa adalah kebenaran dan kesungguhan hati mereka yang berdoa.

Sahabat Alkitab, tentu saja Tuhan tidak harus menjawab semua doa, tidak ada satupun baik manusia, cara berdoa, bentuk doa, keindahan kalimat doa, yang dapat memaksa Tuhan untuk menjawabnya. Semua ada dalam kehendak dan kemurahan Allah. Namun di pihak kita sebagai manusia, adalah sebuah keharusan ketika kita berdoa kita datang dengan berbalutkan kekudusan dan kebenaran (dikuduskan dan dibenarkan), karena Allah kita adalah Allah Yang Kudus dan Benar. Dan ketika menaikkan permohonan harus dengan ketulusan dan kesungguhan hati. Tidak boleh ada kepura-puraan di dalamnya, sebab begitu mudah bagi Tuhan untuk menilai isi hati manusia. Karena itu, tatkala kita datang kepada-Nya dalam doa maka periksalah hati dan hidup kita agar doa yang kita naikkan didengar dan dijawab oleh-Nya.

Selamat Beribadah. Datanglah kehadirat Tuhan dengan penuh sukacita, memohonlah kepada-Nya dengan sungguh dan penuh keyakinan, karena Allah sedang mendengarkannya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Disaat Doa Menjadi Salah Satunya Yang Bisa Dilakukan, Disitulah Kami sadar Bahwa, Kami Tidak Pernah Bisa Hidup Tanpa-Mu.

title

Berdoalah sampai sesuatu terjadi, jika belum terjadi maka berdoalah lagi sampai sesuatu terjadi, jika tidak terjadi berdoalah untuk dapat menerima apa yang tidak mungkin terjadi.

Yakobus menasehatkan hal yang lain yaitu tentang kejujuran dan doa. Dalam hukum agama Yahudi bersumpah sesungguhnya tidak dilarang (Im. 19:12), namun Yesus melarang orang bersumpah (Mat. 5:34-37) demi apapun itu, karena itu menyarankan orang untuk berkata dengan jujur dan sebenar-benarnya. Ajaran inilah yang diulangi kembali oleh Yakobus. Karena itu seorang Kristen harus dapat berkata jujur dan dapat bertanggung jawab dengan perkataannya. Mereka juga diminta untuk tidak putus-putusnya berdoa bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun juga dalam keadaan sakit. Mereka yang berdoa dengan penuh keyakinan akan dijawab oleh Tuhan.

Sahabat Alkitab, doa adalah komunikasi dua arah antara manusia dengan Allah, tetapi bukan hanya itu saja, dalam doa ada penyerahan diri dan pengakuan akan kuasa Tuhan. Karena itu komunikasi doa kita bukan komunikasi yang menuntut tetapi komunikasi yang berharap dan penuh permohonan yang disampaikan dengan penuh keyakinan dan iman. Itulah kekuatan kita ditengah kesulitan dan pergumulan yang dihadapi. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang tidak terduga dan tidak dapat kita kendalikan, maka dari itu doa adalah satu-satunya kekuatan yang kita miliki untuk mnghadapi semua itu.

Selamat Pagi. Teruslah berdoa, karena kita kuat jika kita berdoa.

Salam Alkitab Untuk Semua

BRIKASIH BERMITRA

title

Jumat siang 19 Oktober 2018, Dra Tri Atmi Rahayu, selaku Pjs. Kadep Komunikasi dan Pengembangan Kemitraan LAI bertemua dengan Pengurus Yayasan BRI Kasih dan Baperkris BRI....

Melalui pertemuan tersebut Ibu Tri Atmi berkesempatan untuk menyampaikan berbagai hal seputar pelayanan LAI dan juga pelaporan tentang kondisi saudara kita di daerah pedalaman nusantara.

Selanjutnya mereka akan memikirkan lebih lanjut langkah ke depan untuk terus mendukung dan menopang pelayanan LAI menghadirkan Kabar Baik

Dalam pertemuan tersebut pihak Yayasan BRI KASIH menyerahkan dukungan sebesar Rp. 35. 000.000,- untuk pelayanan pembaca Baru Alkitab yang akan di langsungkan di Parigi Mountong Sulawesi Tengah.

Semoga kemitraan ini terus berlanjut dan kemuliaan Tuhan dinyatakan di bumi Indonesia

Salam Alkitab untuk semua