Abraham Lincoln: Alkitab Hadiah Terbaik Tuhan Kepada Manusia

Abraham Lincoln sedang membacakan Alkitab kepada Tad, putranya.

title

Adalah George Washington yang pertama kali menggunakan Alkitab ketika disumpah menjadi Presiden Amerika Serikat pertama pada tahun 1789. Meskipun bukan suatu keharusan menggunakan Alkitab saat sumpah jabatan menjadi Presiden, namun kebiasaan ini diikuti oleh presiden-presiden Amerika berikutnya. Nampaknya peran Alkitab digunakan sebagai saksi terotoritatif, bahwa mereka yang dilantik bukan hanya bertanggung jawab kepada Negara melainkan lebih dari itu juga bertanggungjawab kepada Tuhan.

Ada beberapa Presiden Amerika saat dilantik menggunakan Alkitab yang sama. Salah satunya adalah Alkitab milik Abraham Lincoln, selain digunakan oleh Abraham Lincoln sendiri yang dilantik sebagai Presiden Amerikan Serikat ke-16 pada tahun 1861, Alkitab tersebut juga dipakai oleh Barrack Obama yang dilantik sebagai Presiden pada 2009 dan 2013 dan Donald Trump yang dilantik pada 2017.

Alkitab milik Abraham Lincoln yang kini tersimpan di Perpustakaan Kongres sudah sangat tua usianya. Oleh Mary Lincoln, janda Robert Todd Lincoln (putra Abraham Lincoln) Alkitab ini diwariskan untuk masyarakat Amerika Serikat. Bahkan menurut Mark Dimunation, Kepala Bagian Buku Langka dan Koleksi Khusus Perpustakaan Kongres Amerika Serikat, Alkitab tersebut sering dipamerkan ke seluruh Amerika Serikat, khususnya saat berdiskusi membicarakan tentang Abraham Lincoln.

Bukan tanpa alasan Alkitab milik Abraham Lincon terus dipamerkan ke seluruh negeri. Bangsa Amerika ingin Alkitab ini dijadikan sumber inspirasi bagi rakyat Amerika untuk dapat mendaraskan nilai-nilai Alkitabiah, sebagaimana Abraham Lincoln selalu menjadikan Alkitab sebagai sumber inspirasi dalam membangun fundamental bagi demokrasi di Amerika Serikat seperti sekarang ini.

Diinspirasi oleh nilai-nilai Alkitabiah, Abraham Lincoln berhasil mempersatukan dua kubu yang bertikai akibat perang saudara atau dikenal dengan Perang Saudara, menjadi pelopor bagi semangat emansipasi, mengeluarkan kebijakan untuk menghapus perbudakan, dan menerbitkan undang-undang untuk mampu mengatasi ketimpangan antara orang kaya dan miskin, serta karya-karya Abraham Lincoln lainnya. Hingga kini belum ada satu pun Presiden Amerika Serikat yang mampu menyaingi prestasi Abraham Lincoln.

Semua prestasi tersebut tidak lepas dari sikap hidup Abraham Lincoln yang selalu mengandalkan Tuhan, menyerahkan semua pergumulannya dalam doa, dan kebiasaannya membaca Alkitabnya. Jika kita membaca buku-buku sejarah tentang Abraham Lincoln bahwa semua pemikiran, keputusan, dan kebijaksanaan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Alkitabiah, sehingga muncul pernyataan Abraham Lincoln yang sangat terkenal tentang kesannya terhadap Alkitab.

“Mengenai Kitab Besar ini, aku hanya mengatakan, ini adalah pemberian terbaik yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia. Semua kebaikan yang diberikan Juruslamat kepada dunia dikomunikasikan melalui buku ini. Semua hal yang paling diinginkan bagi kesejahteraan manusia, untuk saat ini dan selanjutnya, bisa ditemukan di dalamnya.”

Meskipun Abraham Lincoln dikenal sebagai pribadi yang baik hati, jujur, dan berani berjuang untuk perdamaian, emansipasi/persamaan hak, penghapusan perbudakan dan pejuang kemanusiaan, namun beliau harus tewas saat menyaksikan pertunjukan di Ford’s Theater, Washington D.C diterjang peluru panas John Wilkes Booth aktor panggung yang tidak setuju dengan perdamaian dan berakhirnya Perang Saudara.

Ada harga mahal yang harus dibayar oleh para pengikut Kristus yang ingin secara konsisten menerapkan nilai-nilai Alkitabiah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Abraham Lincoln tahu resiko itu, namun dia terus setia berjalan di jalan dan bersama Tuhan. Abraham Lincoln adalah salah satu teladan iman bagi kita yang selalu mengandalkan Tuhan dan FirmanNya selama hidupnya. []

Sumber: dirangkum dari www.abrahamlincolnsclassroom.org

Tuhan, Kami Tahu Bahwa Engkau Bukan Hanya Mengajarkan Kesabaran, Tetapi Juga Meneladankannya Bagi Kami.

title

Kesabaran itu seperti prajurit yang berhasil mempertahankan kota dari serangan musuh di luar dan meredakan penghancuran yang muncul dari dalam.

Kepada mereka yang miskin dan tertindas, Yakobus mengingatkan untuk tetap bersabar sampai Tuhan datang. Jangan juga saling menyalahkan di antara sesama saudara yang menderita. Yakobus menganalogikan dengan kesabaran seorang petani yang menanti hari panen tiba. Ia menanti di setiap musim. Yakobus menguatkan mereka dengan berkata bahwa hari Tuhan sudah dekat. Ketika hari itu datang maka tidak akan adalagi penindasan. Itulah buah yang akan mereka nikmati saat hari panen tiba.

Sahabat Alkitab, nasehat yang disampaikan oleh Yakobus ini bukan tanpa dasar. ia telah melihat itu dilakukan oleh Tuhan Yesus, yang mana dalam penderitaan yang Dia alami, Dia tidak mengeluh ataupun menyalahkan siapa-siapa, Yesus tahu bahwa apa yang Dia alami adalah bagian dari menjalankah kehendak ALLAH Bapa. Yakobus dan Para rasul belajar dari kesabaran Yesus, sehingga juga dalam keadaan yang menderita, dikejar-kejar, ditangkap, dipenjara, bahkan ada yang dibunuh, mereka tetap tidak meyalahkan siapapun, melainkan menganggap itu sebagai suatu kebahagiaan, karena mereka telah dianggap layak menderita bagi Kristus. Teladan inilah yang Yakobus ajarkan kepada orang Kristen saat itu, dan orang Kristen saat ini dan sepanjang masa. Bersabarlah jika hari ini kita menderita karena Kristus, karena waktu-Nya akan datang di mana Tuhan akan menyatakan keadilan dan kebesaran-Nya, dan kasih-Nya kepada kita yang tetap bersabar. Tuhan tidak pernah tertidur dan tidak pernah terlelap. Dia adalah penjaga umat-Nya yang terpercaya.

Selamat Pagi. Satu-satunya tindakan yang paling berguna saat tekanan dan kesulitan telah berada diluar dari kemampuan kita untuk mengatasinya yaitu bersabar dan menantikan tangan Tuhan.
Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kekayaan Adalah Anugerah-Mu, Tetapi Keserakahan Engkau Benci Dan Kutuk. Tolong Kami Untuk Puas Dengan Kesederhanaan.

title

Siapakah orang yang paling miskin di dunia? Dia adalah orang yang tidak pernah merasa puas dengan apapun yang dimilikinya, seberapapun banyaknya itu.

Yakobus mengecam keras orang-orang Kristen yang kaya karena menimbun kekayaan untuk diri sendiri, menikmati kesenangan sendiri, dan menggemukkan diri sendiri, sambil terus memeras keringat orang-orang miskin yang bekerja pada mereka dan dengan tidak membayar upah mereka. Padahal mereka menjadi kaya karena kerja keras dari orang-orang miskin itu. Dan akhirnya keluhan yang mereka teriakkan sampai ke telinga Allah, Tuhan Yang Mahakuasa.

Sahabat Alkitab, kekayaan adalah anugerah Allah, diberikan bukan untuk dinikmati sendiri melainkan untuk berbagi kepada orang-orang miskin. Allah memberikan sebagian orang kekayaan, dan sebagian lagi kemiskinan agar dengan begitu melalui orang-orang kaya Allah menunjukkan kasih, kemurahan, kebaikan, dan pemeliharaan-Nya kepada orang miskin. Namun, keserakahan telah membuat manusia lupa dengan itu semua. Keserakahan membuat manusia menjadi serigala bagi sesamanya dan otomatis tidak lagi mampu untuk menjadi representasi Allah bagi sesamanya. Orang-orang kaya yang serakah lupa bahwa tanpa para pekerja yang miskin di bawah mereka, tidak mungkin mereka dapat menjadi kaya. Mereka lupa bahwa tidak seorangpun mampu beroleh kekayaan dan kesuksesasan tanpa campur tangan orang lain. Mereka lupa bahwa Allah saja menganggap manusia sebagai rekan sekerja, bagaimana mungkin mereka bisa menganggap sesamanya manusia sebagai sapi perahan? Allah membenci keserakahan sehingga akan memperhadapkan mereka pada penghukuman.

Selamat Pagi. Jauhkanlah diri Anda dari sifat serakah, hargailah semua orang, dan belajarlah untuk selalu merasa cukup serta belajarlah untuk hidup dalam kesederhanaan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dunia Mengajarkan Bahwa Kesuksesan Lahir Dari Kepercayaan Pada Diri Sendiri. Tolong Kami Bijak Memandang Prinsip-Prinsip Semacam Itu.

title

"Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Yakobus 4:15

Perencanaan adalah hal penting dalam menjalani sebuah kehidupan. Dengan perencanaan yang baik dan matang langkah hidup seseorang akan semakin teratur dan makin terarah kepada suatu sasaran yang hendak dituju. Hidup yang terencana adalah bukti bahwa seseorang sangat menghargai waktu dan semua potensi yang Tuhan berikan. Namun sebuah perencanaan jika tidak disertai tekad dan usaha mewujudkannya tidak akan lebih dari sekedar motto dan angan-angan belaka, karena orang yang berhasil adalah yang hidupnya terencana dengan baik dan punya kemauan keras mewujudkan rencananya.

Sebuah perencanaan hidup akan semakin sempurna apabila Tuhan terlibat di dalamnya. Yakobus mengingatkan agar jangan pernah kita melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup. Di zaman yang serba modern ini kebanyakan orang tidak lagi melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup, karena merasa diri mampu menentukan langkah hidupnya. Dengan pengalaman, kepintaran, kekuatan, kecanggihan teknologi, uang atau kekayaan yang dimiliki mereka mengira bahwa semua yang direncanakan pasti akan berhasil. "Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati." (Amsal 16:2). Orang yang melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupnya sama artinya meremehkan Tuhan, mengabaikan kehadiran-Nya, menganggap seolah-olah Tuhan tidak ada dan tidak punya kuasa. Yang menjadi akar persoalan adalah kesombongan.

Orang yang sombong dan angkuh meyakini bahwa ia mampu mengatasi semua persoalan hidupnya dengan kekuatan yang dimiliki, padahal ada banyak hal di dunia ini yang unpredictable. Apa yang akan terjadi esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan? Tak seorang pun tahu. "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1). Kehidupan ini tidak selurus dan semulus yang kita bayangkan, terkadang ada 'kejutan-kejutan' yang tidak pernah kita harapkan, sementara kita hanya bisa menduga-duga dan mengira.

Salam Alkitab Untuk Semua

Sumber :
Renungan Harian Air Hidup

Tuhan, Kami Mengaku Bahwa Kadang Kami Lebih Suka Menyalahkan Orang Lain Dari Pada Mengambil Tanggung Jawab Atas Kesalahan Bersama. Tolonglah Kami Untuk Berubah.

title

Sebuah kesalahan tidak akan pernah selesai hanya dengan mencari siapa kambing hitamnya, melainkan dengan menanggung dan memperbaikinya bersama-sama.

Ini mungkin sebuah teguran atau peringatan kepada orang-orang Kristen agar mereka tidak melampaui apa yang seharusnya mereka boleh lakukan. Hal menjadi hakim bagi manusia adalah hak Allah yang tidak Dia bagikan kepada manusia. Yang Allah kehendaki dan perintahkan adalah agar manusia saling mengasihi dengan sesamanya manusia. Ketika manusia tidak melakukan hukum kasih ini malah menghakimi dan saling menyalahkan maka manusia sesungguhnya telah melewati batasan yang Allah tetapkan, dan itu sama dengan merendahkan hukum itu, juga merendahkan Allah yang membuat hukum dan Hakim.

Sahabat Alkitab, pertobatan itu berbicara tentang kesadaran diri, tahu diri, dan kerendahan hati. Ketika kita memiliki ketiga hal itu maka tidak mungkin kita berani untuk mengangkat muka untuk melihat orang lain lebih berdosa dan menghakimi mereka. Sayangnya sifat-sifat demikian masih saja kita kembangkan dalam kehidupan kekristenan kita atau mungkin itu justru menandakan bahwa kita belum sungguh-sungguh bertobat. Sebab orang yang telah bertobat akan melihat dirinya jauh lebih berdosa dari orang lain (bnd. I Tim. 1:15) sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menjadi hakim bagi sesamanya. (Allah memakai lembaga-lembaga manusia untuk menjadi perpanjangan tangannya dalam menertibkan atau menjatuhkan hukuman bagi manusia).

Selamat Pagi. Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah, merendahkan hati di hadapan manusia, dan saling mengasihi.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kelicikan Membuat Kami Menyukai Wilayah Abu-Abu Yang Menguntungkan. Berikanlah Kami Kekuatan Dan Keberanian Untuk Meninggalkannya.

title

Ingatlah ini !
Allah tidak pernah membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Yakobus melihat orang-orang Kristen hatinya bercabang dua dimana mereka suka "bermain" di dua wilayah yang berbeda antara kehendak Allah dan kehendak iblis. Karena itu dia menegaskan agar mereka sepenuhnya tunduk kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah, menjauhkan diri dari dosa, agar mereka dapat melawan godaan iblis.

Sahabat Alkitab, bagi Allah, dosa adalah dosa, dan kebenaran adalah kebenaran. Tidak ada dosa putih atau dosa yang baik. Setiap tindakan yang berdosa yang dilakukan oleh manusia pasti akan mendapatkan hukuman dari Allah. Alkitab tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk melakukan tindakan seperti Robinhood, mencuri dari orang kaya untuk menolong orang miskin. Sayangnya kita kadang lebih suka bermain di wilayah abu-abu ini. Kita mencintai Tuhan, mengagumi kebesaran-Nya, namun di lain sisi kita juga begitu menikmati tawaran dan godaan dunia yang kita sadar dan tahu bahwa itu dibenci oleh Allah. Kita sulit untuk melepaskan itu karena kita menyukainya dan itu menyenangkan kita dan membuat kita merasa "nyaman dan aman". Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Bagaimanapun dosa akan dihukum, tetapi orang benar dikasihi-Nya.

Selamat Pagi. Pilihlah pada hari ini kepada siapa Anda akan beribadah dan mempersembahakan hidupmu, tetapi "Aku dan seisi rumahku akan beribadah dan mempersembahkan hidupku hanya kepada Allah !"

Salam Alkitab Untuk Semua

Refleksi Boven Digoel

title

Meskipun saya sudah berada kembali di Jakarta, namum pengalaman pelayanan di pedalaman Boven Digoel masih sangat membekas dalam ingatan.

Suatu kali di sebuah Distrik yang bernama Ninati, tim kami berkunjung ke sebuah sekolah dasar yang diampu oleh sebuah Yayasan Pendidikan Kristiani. Dalam interaksi singkat dengan para murid, kami terkaget dengan sebuah jawaban lantang seorang murid. Waktu itu salah seorang amggota tim SDK LAI melontarkan pertanyaan, "Tuhan Yesus lahir di kota mana?" Suasana segera sepi karena tidak ada seorang anakpun yang menjawab. Tiba-tiba seorang anak mengangkat jari dan berseru dengan lantang, "saya tahu, mama. Jawa Barat!". Jawaban itu tentu membuat semua anggota tim tertawa, namun tidak demikian dengan anak-anak.

Kami baru tahu kemudian, bahwa dengan tidak adanya Alkitab di tangan mereka, maka mereka tidak mempunyai sumber informasi bagi pertumbuhan iman mereka. Bahkan yang memprihatinkan adalah mereka tidak mempunyai kelas Sekolah Minggu. Kalaupun ada, sering 'bolong'-nya daripada ber-isi-nya. Kondisi ini juga terjadi di desa Yetetkun, kurang lebih 5 km sebelum perbatasan PNG.

Dibutuhkan kesehatian bersama agar kehausan akan pembinaan iman di wilayah pedalaman dapat dipenuhi. Bukankah orang yang selalu membaca dan merenungkan firman Tuhan ibarat pohon yang ditanam di tepi aliran sungai? (bdk. Maz. 1). Dibutuhkan kesehatian kita agar Alkitab bisa sampai kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Selamat berjuang, Saudaraku. Selamat merenda rencana seminggu ke depan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam: Guruh dan keluarga.

Tuhan, Betapa Menyenangkan Ketika Akhirnya Bebas Dari Keinginan Dunia. Tolong Kami Agar Semakin Sempurna

title

Memenuhi keinginan duniawi dalam diri hanya akan menjauhkan kita dari Allah dan merusak hubungan dengan sesama manusia.

Yakobus melihat pertengkaran yang terjadi di dalam kehidupan orang-orang Kristen terjadi karena keinginan duniawi di dalam diri mereka yang terus berkobar dan tidak mampu mereka kendalikan. Apa yang dilahirkan dari keinginan tak terkendali ini adalah pertengkaran sampai keinginan untuk saling membunuh, atau bahkan ada di antara mereka yang telah melakukannya. Ada juga yang berdoa dan meminta kepada Tuhan, tapi karena keinginan yang mereka sampaikan adalah keinginan yang jahat dan penuh hawa nafsu, Allah tidak mengabulkannya. Karena keinginan itu sendiri telah menjadikan mereka musuh Allah.

Sahabat Alkitab, sejarah telah memperlihatkan kepada kita bagaimana keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, selain merusak relasi dengan Allah sendiri, juga telah merusak kehidupan bersama, merusak kedamaian, bahkan bisa memakan korban jiwa. Masakan kita mau mengulangi sejarah kehidupan yang demikian dan menjadikan diri kita musuh Allah? Marilah kita melihat pada keinginan Allah lalu mewujukannya dalam diri kita. Maka damai sejahtera-Nya akan tinggal tetap dalam kita. Karena keinginan duniawi hanyalah jerat yang akan membinasakan.

Selamat Beribadah. Jauh lebih menyenangkan mengikuti keinginan Allah daripada memuaskan diri dengan nafsu dan keinginan duniawi kita. Lakukanlah dan rasakanlah perbedaannya!

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kelemahan Membuat Kami Terus Terjatuh. Betapa Engkau Mengasihi Kami, Sehingga Terus Membangkitkan Dan Tidak Meninggalkan Kami.

title

Seperti induk jerapah yang tidak pernah menyerah mengajarkan anaknya untuk dapat berdiri dan berjalan, demikianlah Tuhan bagi kita. Dia menuntut bahkan mengangkat saat kita terjatuh.

Konsistensi, itulah pesan Yakobus kepada orang-orang Kristen. Jika mereka adalah pohon anggur maka akan menghasilkan buah anggur. Jika mereka pohon ara, maka juga akan menghasilkan buah ara. Yakobus ingin agar mereka berbuah dan menampilkan kehidupan seperti yang mereka percayai. Pohon anggur memang tidak selalu menghasilkan anggur yang manis, bahkan kadang tidak berbuah, sekalipun demikian saat waktu berbuah tiba yang keluar adalah juga buah anggur.

Sahabat Alkitab, siapapun yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus maka suatu hari kelak ia akan menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Kita akan menjadi sama dengan apa yang kita sembah dan percayai. Hanya, perjalanan untuk menjadi sempurna dan serupa dengan Kristus ini penuh dengan liku. Kadang kita harus menuruni lembah yang curam dan dalam sebelum akhirnya kita menanjak naik. Namun seperti tiada lembah tanpa bukit, demikianlah juga kehidupan rohani kita. Ketika Tuhan mengizinkan kita menjadi lemah dan terjatuh, di hadapan kita Dia sudah menyediakan jalan menanjak untuk kita lewati hingga sampai ke puncak. Luka-luka karena terjatuh akan Dia balut dan sembuhkan, mungkin dengan tanpa menghilangkan bekasnya. Agar suatu hari kelak tanda bekas luka itu menjadi pengingat sehingga kita berkata, "Dulu saya pernah terjatuh, dan terluka, namun sekarang saya dapat berdiri tegak, dan bekas luka ini adalah bukti kasih Allah bagiku." Jangan menyerah dengan kelemahan melainkan berjuanglah untuk terus kuat karena Tuhan sedang menguatkan kita.

Selamat Pagi. Mari bersyukur untuk kelemahan yang pernah atau sedang kita alami, dan nantikanlah pertolongan Tuhan untuk menguatkan dan membangkitkan kita kembali.

Salam Alkitab Untuk Semua

Prinsip-Prinsip Alkitab Menjadi Sumber Kesuksesan Colgate Palmolive

title

Jika mendengar nama Colgate, benak kita pasti akan langsung berpikir tentang pasta gigi. Adalah William Colgate lahir 25 januari 1783 di kota Kent, Inggris. Ayahnya, Robert Colgate meskipun hanya petani ia menentang kolonialisasi yang lakukan Inggris di benua Afrika dan Asia. Karena sikap politiknya memaksa keluarga Colgate meninggalkan Inggris dan menetap di tanah perkebunan di Hartford, Maryland, Amerika Serikat.

Setelah menetap di Amerika Serikat ayah William Colgate memulai usaha pembuatan sabun dan lilin. William Colgate membantu usaha orangtuanya dan belajar dengan cepat. William Colgate tumbuh sebagai interprener muda, namun usaha yang dirintisnya kembali jatuh.

Meski gagal dua kali, namun William Colgate tidak menyerah. Dari kegagalannya ia mendapatkan pelajaran berharga. Seorang temannya menasihati William Colgate, "Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur...dan engkau akan menjadi pembuat sabun ternama di New York."

Saat William mempelajari Alkitab, ia begitu tertarik dengan ayat dalam Kejadian 28:20-22, "Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu." William Colgate terus memegang perintah Tuhan seperti yang terdapat dalam kitab Amsal, yaitu memperhatikan perintah, meski perintah itu datang dari mereka yang gagal (Amsal 24:30-32).

Kemudian William Colgate bekerja pada perusahaan sabun, namun tahun 1806 perusahaan tempatnya bekerja kembali gulung tikar. Namun William Colgate tidak patah arang, ia mencoba menjalankan perusahaan tersebut. Ia mencoba menghubungi para penyalurnya di kota lain. Ia memulai merintis bisnis sabunnya kembali.

Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya dalam waktu 6 bulan sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur. Meskipun William Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan. Kesuksesan William Colgate dicapai karena ia mengikuti prinsip-prinsip Alkitab. Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan.

Tidak lama, William Colgate segera menjadi salah satu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil. Tahun 1811 William Colgate menikahi Mary Gilbert dan dari pernikahannya lahir 11 anak. William Colgate bahkan menamai anaknya berdasarkan nama Alkitab. Ini menggambarkan cara pandang Alkitab dalam setiap aspek hidup mereka. Keluarga ini setia beribadah dan membaca Alkitab bersama.

Selain itu William Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gerejanya. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York. Karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate University. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible Society. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.

Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, William Colgate memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.

Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika. Produknya telah berkembang tidak hanya sabun untuk memenuhi kebutuhan perorangan saja, tetapi juga digunakan untuk bahan baku pabrik dan untuk perawatan hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring. Perusahaannya dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.

Keberhasilan William Colgate adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.[]