Prinsip-Prinsip Alkitab Menjadi Sumber Kesuksesan Colgate Palmolive

  • 54
    Shares

title

Jika mendengar nama Colgate, benak kita pasti akan langsung berpikir tentang pasta gigi. Adalah William Colgate lahir 25 januari 1783 di kota Kent, Inggris. Ayahnya, Robert Colgate meskipun hanya petani ia menentang kolonialisasi yang lakukan Inggris di benua Afrika dan Asia. Karena sikap politiknya memaksa keluarga Colgate meninggalkan Inggris dan menetap di tanah perkebunan di Hartford, Maryland, Amerika Serikat.

Setelah menetap di Amerika Serikat ayah William Colgate memulai usaha pembuatan sabun dan lilin. William Colgate membantu usaha orangtuanya dan belajar dengan cepat. William Colgate tumbuh sebagai interprener muda, namun usaha yang dirintisnya kembali jatuh.

Meski gagal dua kali, namun William Colgate tidak menyerah. Dari kegagalannya ia mendapatkan pelajaran berharga. Seorang temannya menasihati William Colgate, "Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur...dan engkau akan menjadi pembuat sabun ternama di New York."

Saat William mempelajari Alkitab, ia begitu tertarik dengan ayat dalam Kejadian 28:20-22, "Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu." William Colgate terus memegang perintah Tuhan seperti yang terdapat dalam kitab Amsal, yaitu memperhatikan perintah, meski perintah itu datang dari mereka yang gagal (Amsal 24:30-32).

Kemudian William Colgate bekerja pada perusahaan sabun, namun tahun 1806 perusahaan tempatnya bekerja kembali gulung tikar. Namun William Colgate tidak patah arang, ia mencoba menjalankan perusahaan tersebut. Ia mencoba menghubungi para penyalurnya di kota lain. Ia memulai merintis bisnis sabunnya kembali.

Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya dalam waktu 6 bulan sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur. Meskipun William Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan. Kesuksesan William Colgate dicapai karena ia mengikuti prinsip-prinsip Alkitab. Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan.

Tidak lama, William Colgate segera menjadi salah satu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil. Tahun 1811 William Colgate menikahi Mary Gilbert dan dari pernikahannya lahir 11 anak. William Colgate bahkan menamai anaknya berdasarkan nama Alkitab. Ini menggambarkan cara pandang Alkitab dalam setiap aspek hidup mereka. Keluarga ini setia beribadah dan membaca Alkitab bersama.

Selain itu William Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gerejanya. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York. Karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate University. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible Society. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.

Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, William Colgate memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.

Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika. Produknya telah berkembang tidak hanya sabun untuk memenuhi kebutuhan perorangan saja, tetapi juga digunakan untuk bahan baku pabrik dan untuk perawatan hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring. Perusahaannya dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.

Keberhasilan William Colgate adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.[]