Tuhan, kadang Kami Ditipu Oleh Harapan-harapan Kami Sendiri Mengenai Seseorang Sehingga Kami Kecewa. Tolonglah Kami Ya Tuhan.

title

Ketka ekspektasi jauh dari realita, maka yang harus kita koreksi adalah ekspektasi.

Orang banyak, yaitu mereka yang mengikuti Yesus sejak semula, yang mengikuti-Nya karena mendengar dan melihat mukjizat, yang mengikuti-Nya karena kepentingan politik, yang mengikuti-Nya karena menginginkan kemerdekaan bangsa Yahudi, dan yang mengikuti-Nya karena ingin berkat-berkat-Nya, mereka yang menyambut-Nya dengan sorak-sorai dan daun palem, semuanya menjadi kecewa karena apa yang Yesus sampaikan akan kematian-Nya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Apakah Yesus yang salah karena tidak memenuhi apa yang mereka harapkan ataukah harapan mereka yang keliru dan tidak sesuai dengan misi kedatangan Yesus? Jelas mereka harus mengubah harapan mereka dan mengoreksi kembali pengertian mereka akan Mesias atau Raja Penyelamat yang mereka harapkan selama ini.

Sahabat Alkitab, siapa Yesus bagi Anda? Apa harapan dan tujuan Anda percaya dan mengikut Yesus? Sudahkah Anda mengerti tentang Yesus dan misi-Nya dalam kehidupan Anda dan bagi dunia? Jika Anda dapat menjawab semua pertanyaan itu dengan benar dan tepat maka tidak akan ada lagi kekecewaan dalam Anda kita terhadap Yesus. Kekecewaan yang kita alami lebih sering terjadi karena kita memaksakan apa yang kita inginkan dan harapkan kepada Tuhan. Kita mencoba mendikte Tuhan melakukan apa yang baik menurut pengertian kita, atau memaksakan Dia menjadi seperti apa yang kita kehendaki. Dan akibatnya sudah pasti kekecewaan. Bukan begitu kehidupan beriman yang benar. Yang benar adalah dengan rendah hati kita mengikut Dia dan menyerahkan diri sepenuhnya, berpasrah mengikuti kehendak-Nya. Mengikuti jalan-jalan-Nya dengan tidak berbantah. Dan mengerjakan apa yang ditugaskan bagi kita dengan penuh pengabdian diri. Begitupun ketika kita ingin membangun ekspektasi kita terhadap manusia, harus rasional dan tidak berlebihan, sebab manusia tetaplah manusia, dan lagi setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing.

Selamat Pagi. Marilah kita menyelaraskan harapan kita dengan keinginan Tuhan, dan tidak berlebihan mengharapkan sesuatu kepada manusia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Hukum-hukum-Mu Adalah Prinsip Dan Garis Hidup Yang Membuat Aku Kuat Dan Berjalan Lurus Kepada-Mu

title

Berjalan dalam kebenaran Allah memang tidak memberikan kita kenikmatan di dunia ini, namun pasti memberikan kita kemenangan demi kemenangan atas tantangan kehidupan.

Saat bagi Yesus sudah sangat dekat, yaitu saat penderitaan dan kematian yang harus ditanggung-Nya sebagai tujuan dari kedatangan-Nya ke dalam dunia. Sisi kemanusiaan-Nya begejolak dan tergoncang karena Ia tahu betapa berat yang harus ditangungg-Nya nanti. Di satu sisi Dia ingin agar Bapa menjauhkan penderitaan itu dari-Nya, di sisi lain Dia mengingat misi kedatangan-Nya. Dari gejolak batin itu, Yesus memilih untuk melaksanakan tugas-Nya, yaitu apa yang dikehendaki Bapa bagi-Nya.

Sahabat Alkitab, kepada setiap orang yang telah dipilih-Nya, Allah telah menetapkan garis hidup yang harus mereka jalani, yaitu menjalani kehidupan sesuai dengan prinsip firman Tuhan. Perjalanan yang Tuhan tetapkan tidak selalu melalui jalan yang rata, tetapi berkelok dan bergelombang, penuh dengan lika-liku. Satu-satunya yang dapat membuat kita tidak goyah adalah ketika kita tetap berjalan pada garis yang sudah Tuhan berikan. Godaan dunia, dengan tawaran yang menyenangkan hati pasti datang untuk menarik kita keluar dari garis prinsip itu. Beberapa orang tergoda dan akhirnya jatuh ke dalam dosa, mereka terhilang dari jalan yang harus mereka lalui. Puji Tuhan jika kita tetap berpegang teguh pada prinsip yang benar karena itulah yang membawa kita sampai ke garis akhir dengan penuh kemenangan dan sukacita.

Selamat Pagi. Kiranya kita tetap teguh memegang hukum Tuhan dan menjadikan itu sebagai prinsip hidup, agar kuat kaki kita melangkah memenuhi panggilan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kebesaran-Mu Mengatasi Segalanya. Tolong Kami Tinggal Bersama-Mu.

title

Kesenangan maupun kesusahan, kekayaan ataupun kemiskinan adalah bagian yang akan terus mengikuti kehidupan manusia. Dibutuhkan kebesaran jiwa agar tidak larut ataupun tenggelam di dalam semuanya

Yesus tidak "termakan" oleh puji-pujian yang diberikan kepada-Nya. Orang-orang banyak yang bersukacita dan bersorak akan kedatangan-Nya menginginkan Dia memerintah atas Israel dan menjadi Raja mereka (Raja yang dimaksudkan adalah raja dalam tatanan dunia). Kedatangan-Nya ke Yerusalem bukan untuk menjadi raja seperti yang mereka inginkan melainkan untuk menyerahkan nyawa-Nya. Kematian tidak menghalangi Yesus untuk datang ke kota Yerusalem. Karena kematian-Nya itulah yang akan mengagungkan nama-Nya dan mealuinya Dia akan meperoleh umat tebusan-Nya.

Sahabat Alkitab, Yesus berkata bahwa siapa yang mau melayani Dia harus mengikuti Dia. Mengikuti cara Dia berpikir tentang dunia ini. Jika orang-orang sering larut dalam euforia kemenangan atau keberhasilan, orang yang mengikuti Yesus harus menjauhkan diri dari itu, menikmati kesenangan dan meluapkan kegembiraan dengan secukupnya. Sebaliknya juga, jika orang-orang sering tenggelam dalam kesusahan, kesedihan, dan penderitaan, orang yang mengikuti Yesus harus mampu bangkit dan berdiri menghadapi itu semua, sebab Allah memberikan kekuatan dan kemenangan atasnya. Kita boleh merayakan sebuah kemenangan atau pencapaian, kita juga boleh mengungkapkan kesedihan atas pengalaman yang tidak menyenangkan, namun dengan tidak melupakan Tuhan di dalamnya.

Selamat Pagi. Kiranya Allah mengaruniakan kepada kita kebesaran hati dan jiwa agar kita menjadi bijaksana dalam menjalani dan mengatasi hidup.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Kami Menang Ajarkan Kami Tetap Rendah Hati. Tetapi Jika Kalah, Tolong Juga Agar Tidak Marah Dan Patah Hati.

title

Kemenangan datangnya dari Tuhan, kekalahan juga Dia yang mengizinkannya, mengapa gusar dengan itu?

Yesus semakin terkenal hingga ke penjuru negeri. Akibtanya banyak orang yang menjadi percaya dan mengikuti Dia, termasuk orang-orang Yunani yang sangat ingin bertemu dengan Yesus. Akibata negatifnya adalah orang-orang Farisi merasa terancam dengan itu, pengikutnya semakin sedikit, dan mungkin juga penghasilannya semakin berkurang. Mereka iri hati dan marah karena "perut" (sumber penghasilan) mereka terganggu. Mereka menganggap Yesus adalah saingan mereka yang harus mereka kalahkan.

Sahabat Alkitab, kecemburuan, iri hati, dan kemarahan orang-orang Farisi terhadap Yesus bukanlah sifat yang baik. Sebab jika benar mereka melayani Allah maka sudah seharusnya mereka turut bersukacita karena nama Allah yang dimuliakan. Dalam hal yang lain seperti pertandingan olahraga memang menuntut harus terjadi persaingan di dalamnya, untuk menentukan pemenang dan juaranya. Tetapi sifat buruk seeprti iri hati, kecemburuan dan kemarahan juga tidak diizinkan terjadi di dalamnya. Setiap orang harus dapat bersikap sportif dan bersaing dengan sehat. Yang menang harus menunjukkan kedewasaan dan kerendahan hati dengan tidak mengumbar secara berlebihan apalagi dengan tujuan untuk semakin menjatuhkan mental orang lain, begitu juga yang kalah harus dapat menerima dengan lapang dada, tidak marah dan patah semangat, tetapi menjadikan itu sebagai cambuk untuk berusaha lebih baik lagi. Dalam pendidikan, pekerjaan, usaha, dan dalam hal lainnya juga harus berlaku seperti itu. Hanya, dalam pelayanan untuk memuliakan Tuhan, prinsip menang-kalah tidak berlaku, sebab kita tidak bersaing satu dengan yang lain untuk memuliakan Tuhan, tetapi harus bekerjasama dan saling melengkapi agar nama Tuhan semakin masyur hingga ke ujung-ujung bumi.

Selamat Pagi. Marilah belajar dari Yesus yang memfokuskan diri pada tujuan-Nya untuk memuliakan Allah Bapa dengan melakukan dan mempersembahkan yang terbaik dari diri-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

“Hidup Memuji dan Memuliakan Allah”

title

Lukas 2:8-20

“Sekarang aku tahu bahwa Allah mengasihiku, dan melalui Yesus, Tuhanku, Allah menyelamatkanku dari jerat dosa dan maut. Selanjutnya, aku mau mempersembahkan hidupku menjadi puji-pujian dan kemuliaan bagi nama Allah, sebab telah kulihat keselamatan itu”

Setelah mendengar berita yang penuh sukacita dan mereka nanti-nantikan akan datang-Nya Juruselamat, dengan segera dan dengan cepat-cepat mereka meningalkan padang rumput dan juga domba gembalaan mereka agar dapat segera bertemu bayi Yesus yang dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. Setelah mereka melihat bayi itu dan menceritakan segala hal yang telah mereka lihat dan dengar dari malaikat Tuhan, mereka pulang dengan sukacita sehingga tidak ada lain yang mereka lakukan selain memuji dan memuliakan Allah. Telinga mereka telah mendengar, dan mata mereka sendiri telah melihat keselamatan yang dari Allah.

Hari ini seluruh dunia memperingati dan merayakan natal, menaikkan pujian dan syukur kepada Allah yang mengasihi manusia, yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk memberikan keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Memuji dan memuliakan Allah adalah respon yang paling wajar dan yang seharusnya ditunjukkan oleh kita semua yang telah menerima anugerah keselamatan, sama seperti para gembala yang bersukacita memuji Allah karena telah melihat bayi Yesus, Juruselamat yang telah dijanjikan. Kelahiran Yesus tidak mengubahkan pekerjaan para gembala itu, tetapi telah mengubahkan jati diri mereka, hati mereka, dan bagaimana mereka menjalani kehidupan dan pekerjaan sebagai gembala yang memuliakan Allah.

Demikianlah Allah menganugerahkan keselamatan kepada kita bukan untuk disimpan bagi diri sendiri melainkan agar kita kembali ke tempat di mana kita hidup, tinggal, bermasyarakat, beraktivitas, dan bekerja, dengan membawa keselamatan itu, memberitakannya, dan menunjukkannya kepada semua orang agar mereka yang melihat beroleh keselamatan lalu memuji dan memuliakan Allah.

Tuhan, Keberhasilan Dan Keterkenalan Adalah Anugerah-Mu. Tolong Kami Menggunakan Itu Untuk Menginspirasi Orang Dan Membangkitkan Banyak Kebaikan.

title

Kesuksesan kita adalah ketika orang banyak dapat melihat karya Kristus dalam hidup kita.

Kebangkitan Lazarus telah menjadi buah bibir yang terus tersebar hingga ke Yerusalem. Banyak orang yang pergi ke Betania untuk melihat Yesus dan Lazarus. Mereka telah menjadi begitu fenomenal sehingga semua orang sangat berantusias ingin bertemu. Saat bagi Yesus untuk kembali tampil di depan banyak orang telah tiba, Ia berjalan menuju Yerusalem untuk merayakan paskah bersama seluruh umat Yahudi. Orang banyak yang mendengar kedatangan Yesus menyambut Dia dengan daun palem dan juga sorak-sorak kebahagiaan dan sambil memuji Allah. Sebuah sambutan yang biasa dilakukan untuk kedatangan seorang pemimpin atau orang-orang terkenal.

Sahabat Alkitab, berhasil, sukses, dan menjadi terkenal adalah buah dari apa yang telah kita tanam. Dalam prosesnya itu ada kerja keras, ketekunan, kreativitas, dan karya. Di balik proses dan hasil, ada tangan Allah yang bekerja memberikan kekuatan untuk melewati prosesnya dan di balik hasilnya pun Allah juga yang memberikannya. Itulah anugerah Tuhan bagi kita. Dan apapun yang Allah anugerahkan tidak pernah dimaksudkan untuk kita simpan bagi diri sendiri, orang lain perlu menikmatinya juga atau paling tidak terinspirasi dengan apa yang terjadi pada kita. Ya, mereka perlu tahu bagaimana cara Tuhan bekerja dan mengangkat kehidupan kita, hingga mereka teinspirasi dan memperoleh hal yang serupa, lalu memuji Allah.

Selamat Pagi. Cerita tentang kesuksesan harus dilakukan dengan kerendahan hati dan menonjolkan Tuhan Yesus di dalamnya, bukan diri sendiri. Sebab tanpa Dia, tidak ada satupun yang jadi.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Kami Salah Tolong Tegurlah Kami. Jangan Biarkan Kami Berkubang Dalam Kesalahan

title

Teguran yang nyata jauh lebih baik daripada kasih yang tersembunyi.

Teguran atas teguran. Tindakan Maria yang menuangkan minyak wangi mahal di kaki Yesus ditegur oleh Yudas Iskariot. Menurut Yudas, itu adalah tindakan pemborosan dan tidak berguna, lebih baik kalau minyak itu dijual lalu hasilnya dibeikan kepada orang miskin. Tidak salah memang apa yang disampaikan oleh Yudas, namun apa yang disampaikannya tidak bersumber dari motivasi yang benar, ada motif terslubung di baliknya, itulah mengapa Yesus menegur balik Yudas. Dan lagi menurut Yesus tindakan Maria adalah sebagai persiapan untuk penguburannya nanti. Suatu pernyataan akan kematian Yesus, yang belum disadari betul oleh para murid saat itu.

Sahabat Alkitab, dari peristiwa itu kita belajar beberapa hal sehubungan dengan teguran. Pertama, hendaklah teguran itu diberikan atas dasar motivasi yang benar, yaitu sepert teguran Yesus kepada Yudas. Kedua, teguran diberikan karena memang ada kesalahan. Menurut Yesus, tindakan Maria sudah tepat karena itu tidak seharusnya Yudas menegur Maria. Motivasi yang salah membuat Yudas mencari-cari kesalahan Maria atau membuat hal yang benar terlihat salah. Karena itu sebelum memberikan teguran kita harus dapat melihat dengan lebih jelas dan dari sudut pandang yang lain, mengapa seseorang melakukan suatu tindakan yang kita anggap sebagai kesalahan. Ketiga, segala tindakan harus dilakukan dengan dasar kasih yang tulus, termasuk teguran. Maria mengurapi Yesus dengan minyak mahal karena kasih. Yesus menegur Yudas juga karena kasih agar Yudas berubah. Yudas tidak menegur Maria karena kasihnya kepada orang miskin tetapi karena keserakahan yang ada dibaliknya. Kita manusia selalu rentan untuk berbuat salah, karena itu mintalah kepada Tuhan untuk selalu memberi peringatan sebelum kita berbuat salah, menegur saat kita sedang atau telah berbuat salah, sebelum akhirnya Tuhan memberikan penghukuman kepada kita.

Selamat Pagi. Teguran dari Allah itu baik, karena itu janganlah mengeraskan hati jika menerimanya agar kita tidak dihukum karena kebebalan kita sendiri.

Salam Alkitab Untuk Semua

“engkau beroleh kasih karunia”

title

Lukas 1:26-38

Siapakah aku ini Tuhan?
Aku seperti binatang jalang,
tidak ada kesalehan pada diriku.
Aku kehilangan arah tujuan,
dan tak tahu ke mana ku kan pulang.
Aku mendaki naik ke gunung-Mu namun terjatuh aku,
terhempas hingga ke dasar bumi.
Tidak ada daya, harapan juga lenyap,
Hingga kulihat tangan Yang Kuat itu,
Meraih dan membawaku naik.
Dan kudengar suara-Nya berkata, “Kukasihi engkau.”

“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Dalam keterkejutan, Maria tidak dapat berkata apa-apa mendengar salam dari malaikat Gabriel. Ia hanya dapat bertanya di dalam hati, “apakah arti salam itu?” Sebab di zaman itu, tidak pernah terdengar lagi malaikat Tuhan berbicara kepada manusia. Ketakutan jelas membayangi Maria, sebab siapakah manusia yang dapat tahan berdiri di hadapan hadirat Allah? Karena itu malaikat Gabriel sekali lagi berkata, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus…”

Perkataan malaikat melegakan hati Maria, ia tidak akan mati karena kehadiran malaikat itu, sebaliknya ia beroleh kasih karunia dari Allah.
Berita kelahiran Yesus adalah berita kasih karunia Allah yang begitu besar kepada manusia yang berdosa. Maria yang dalam naturnya sebagai manusia yang tidak sempurna menerima kasih karunia Allah untuk menjadi seorang ibu bagi Sang Juruselamat.
Kasih karunia Allah telah datang kepada segala makhluk, secara khusus kepada manusia yang telah tercemar oleh dosa dan tidak dapat menjangkau Allah dengan usaha apa pun. Allah seperti tangan yang kuat menjangkau manusia yang tidak lagi berdaya oleh karena dosanya, dan telah kehilangan harapan, namun kini beroleh pengharapan yang baru dan pasti di dalam Yesus Kristus.
Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi adalah berita kasih karunia Allah kepada manusia yang diberikan bukan karena kelayakan tetapi karena kemurahan hati Allah.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kemanakah Aku Bisa Melarikan Diri, Bersembunyi Dan Mendapatkan Keamanan ? Hanya Kepada-Mu Ya Tuhan.

title

Hanya kepada kuasa yang tak terbatas kita beroleh perlindungan dari yang jahat.

Dari rapat para pemimpin agama lahirlah permufakatan jahat untuk menangkap dan membunuh Yesus. Yesus tahu itu dan karena itu untuk beberapa waktu lamanya, Dia tidak menampilkan diri di hadapan masyarakat umum Yahudi dan pergi ke kota Efraim dekat padang gurun. Apakah Yesus berniat melarikan diri dari salib yang jadi tujuan kedatangan-Nya? ataukah Dia takut menghadapi para pemimpin Yahudi itu? Untuk beberapa kesempatan Yesus berkata kepada orang-orang terdekat-Nya, seperti Maria ibunya dan para murid, bahwa waktu atau saat bagi-Nya belum tiba (lih. Yoh. 2:4; 7:6,8). Untuk segala sesuatu ada waktunya. Dalam sisi kemanusiaan Yesus tentu juga mengalami perasaan yang sama dengan manusia ketika diancam hendak dibunuh, seperti rasa cemas, khawatir, dan takut. Ia perlu mengambil waktu tenang bersama Bapa-Nya sebelum Ia tampil kembali untuk melaksanakan tujuan-Nya di kayu salib (bnd. Mat. 4:1-11; 26:36-46).

Sahabat Alkitab, kita menyadari bahwa tidak selalu kita berada pada kondisi terbaik dalam diri kita. Kadang kita mampu menghadapi tantangan yang berat, namun kadang juga masalah kecil justru membuat kita goyah. Setiap kita punya batasan diri yang berbeda-beda, dan pada saat mencapai titik terendah itulah kita baru benar-benar merasa membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Tuhan mengizinkan itu terjadi agar kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri tetapi selalu bersandar kepada-Nya. Dialah tempat perlindungan teraman, gunung batu keselamatan kita. Didekat-Nyalah kita akan mendapatkan kekuatan yang baru untuk menghadapi kerasnya dunia ini.

Selamat Beibadah. Berlarilah kepada Allah, kepada firman-Nya, jika berat tantangan yang menghadang di depanmu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Hanya Orang-orang Yang Sudah Berhasil Mematikan Dirinya Sendiri Benar-benar Dapat Berjuang Untuk Orang Lain, Seperti Hamba- hamba-Mu Dan Engkau Sendiri.

title

Melakukan sesuatu untuk atau atas nama perbedaannya hanya terletak pada tujuan yaitu "Dia" atau "aku".

Orang-orang Farisi dan imam-imam kepala, yaitu mereka yang memegang peranan dan kepemimpinan dalam masyarakat Yahudi saat itu mengadakan rapat karena peristiwa yang sangat mencolok dilakukan oleh Yesus. Karena peristiwa mukjizat membangkitkan Lazarus dan juga karena mukjizat-mukjizat sebelumnya yang Yesus lakukan, banyak orang Yahudi yang menjadi percaya kepada-Nya dan mengikut Dia. Urgensi rapat itu adalah ketakutan akan semakin banyaknya pengikut Yesus yang mana sebagai akibatnya penguasa Roma akan menghancurkan Rumah Tuhan dan seluruh bangsa Yahudi. Pada dasarnya kekaisaran Roma tidak mencampuri hal yang berhubungan dengan peribadatan dan kepercayaan Yahudi, terkecuali Yesus dan pengikut-Nya bermaksud mengadakan pemberontakan, ini jelas tidak mungkin. Jadi alasan pertamalah yang paling tepat, sebab semakin banyak pengikut Yesus semakin sedikit orang yang mempercayai dan mengikuti mereka, maka semakin menurun juga pengaruh dan kekuasaan mereka di tengah masyarakat Yahudi.

Sahabat Alkitab, jika telah dikuasai oleh sifat tamak, kita akan menghalalkan segala sesuatu untuk memuaskan yang kita inginkan. Untuk menutupinya, terkadang kita mengatasnamakan hal-hal yang sifatnya rohani keagamaan atau sosial kemanusiaan. Kita memperalat apa saja asalkan semua yang kita mau terlaksana dan terpenuhi. Manusia lain bisa tidak melihat sifat tamak di balik semua yang kita lakukan demi agama atau demi kemanusiaan, tetapi Allah Mahamelihat. Sebelum kita dapat mematikan sifat tamak dan segala keakuan serta pementingan diri sendiri di dalam diri kita, maka apapun yang kita kerjakan akan selalu tercemar oleh sifat-sifat buruk itu, sehingga tidak ada lagi kemurnian dalam tindakan kita. Rasul Paulus berkata dalam Kolose 3:5 (BIMK), "... matikanlah keinginan-keinginan dunia yang merongrong dirimu..."

Selamat Pagi. Pada akhirnya Allah menilai motivasi yang murni dari segala kebaikan yang kita lakukan, jika murni akan dibuatnya semakin berkilau.

Salam Alkitab Untuk Semua