Tuhan, kadang Kami Ditipu Oleh Harapan-harapan Kami Sendiri Mengenai Seseorang Sehingga Kami Kecewa. Tolonglah Kami Ya Tuhan.

  • 54
    Shares

title

Ketka ekspektasi jauh dari realita, maka yang harus kita koreksi adalah ekspektasi.

Orang banyak, yaitu mereka yang mengikuti Yesus sejak semula, yang mengikuti-Nya karena mendengar dan melihat mukjizat, yang mengikuti-Nya karena kepentingan politik, yang mengikuti-Nya karena menginginkan kemerdekaan bangsa Yahudi, dan yang mengikuti-Nya karena ingin berkat-berkat-Nya, mereka yang menyambut-Nya dengan sorak-sorai dan daun palem, semuanya menjadi kecewa karena apa yang Yesus sampaikan akan kematian-Nya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Apakah Yesus yang salah karena tidak memenuhi apa yang mereka harapkan ataukah harapan mereka yang keliru dan tidak sesuai dengan misi kedatangan Yesus? Jelas mereka harus mengubah harapan mereka dan mengoreksi kembali pengertian mereka akan Mesias atau Raja Penyelamat yang mereka harapkan selama ini.

Sahabat Alkitab, siapa Yesus bagi Anda? Apa harapan dan tujuan Anda percaya dan mengikut Yesus? Sudahkah Anda mengerti tentang Yesus dan misi-Nya dalam kehidupan Anda dan bagi dunia? Jika Anda dapat menjawab semua pertanyaan itu dengan benar dan tepat maka tidak akan ada lagi kekecewaan dalam Anda kita terhadap Yesus. Kekecewaan yang kita alami lebih sering terjadi karena kita memaksakan apa yang kita inginkan dan harapkan kepada Tuhan. Kita mencoba mendikte Tuhan melakukan apa yang baik menurut pengertian kita, atau memaksakan Dia menjadi seperti apa yang kita kehendaki. Dan akibatnya sudah pasti kekecewaan. Bukan begitu kehidupan beriman yang benar. Yang benar adalah dengan rendah hati kita mengikut Dia dan menyerahkan diri sepenuhnya, berpasrah mengikuti kehendak-Nya. Mengikuti jalan-jalan-Nya dengan tidak berbantah. Dan mengerjakan apa yang ditugaskan bagi kita dengan penuh pengabdian diri. Begitupun ketika kita ingin membangun ekspektasi kita terhadap manusia, harus rasional dan tidak berlebihan, sebab manusia tetaplah manusia, dan lagi setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing.

Selamat Pagi. Marilah kita menyelaraskan harapan kita dengan keinginan Tuhan, dan tidak berlebihan mengharapkan sesuatu kepada manusia.

Salam Alkitab Untuk Semua