Tuhan, Engkau Menyertai Setiap Langkah Kami. Kami Mengimaninya Meski Sering Juga Kami Kurang Peka Akan Kehadiran-Mu

Kisah Para Rasul 27 : 16 – 20

Jika tidak ada satupun di dunia ini yang terluput dari pandangan TUHAN dan setiap langkah kita diawasi-Nya, maka itu berarti dalam setiap waktu, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun, Dia adalah Immanuel.

Benar kata Paulus, melanjutkan perjalanan akan sangat berbahaya bukan hanya pada muatan tapi juga pada nyawa mereka. Angin ribut mengamuk dengan hebatnya membuat para awak sulit mengendalikan kapal. Bahkan bagi mereka sama sekali tidak terlihat matahari dan bintang karena pekatnya awan badai di atas mereka. Dengan terpaksa mereka membuang muatan kapal dan membiarkan kapal itu berlayar mengikuti angin. Apa yang terjadi telah membuat mereka kehilangan harapan sama sekali untuk selamat.

Sahabat Alkitab, bagi kita yang tidak pernah mengalami pengalaman berlayar seperti yang dialami Paulus saat itu, cukup dengan membayangkannya saja pun sudah bisa menimbulkan ketakutan. Kalimat “Akhirnya lenyaplah harapan kami untuk selamat” dituliskan secara jujur oleh Lukas untuk menggambarkan perasaan mereka saat itu, tidak terkecuali Paulus. Saat badai hidup menerpa dengan begitu hebatnya, siapa pun dapat saja putus harap. Karena itu mari kita terus berdoa dan meminta kepada Tuhan agar dalam segala keadaan, Ia memampukan kita untuk memandang dengan mata yang tertuju kepada TUHAN, bahwa Ia ada bersama kita untuk melewati badai itu.

Selamat Pagi. Hendaklah setiap kita melekat dengan erat kepada TUHAN, agar ketika badai itu datang kita akan tetap berpaut dan berharap kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ajar Kami Tidak Tinggi Hati Saat Nasehat Kami Diikuti, Dan Sebaliknya Tetap Bersukacita Jika Tidak Ada Yang Menurutinya

Rasul, lembaga Alkitab Indonesia, kisah para rasul, renungan kristen,santapan harian
Kisah Para Rasul 27 : 12 – 15

Tugas kita adalah menyampaikan apa yang benar dan yang terbaik untuk dilakukan atau tidak dilakukan, selebihnya adalah pekerjaan dari Allah Roh Kudus.

Saran Paulus ditolak. Maklum saja Paulus memang tidak mempunyai latar belakang sebagai seorang yang tahu tentang ilmu pelayaran. Apalagi pelabuhan yang disarankan oleh Paulus untuk berlabuh tidak baik untuk digunakan saat musim dingin seperti saat itu. Jika yang di posisi Paulus saat itu adalah Petrus ceritanya sudah pasti akan berbeda. Perjalanan akhirnya segera dilanjutkan menuju ke Feniks, cuaca saat itu memang cukup mendukung. Namun, di tengah perjalanan ternyata cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk, sehingga mereka membiarkan kapal itu berjalan mengikuti tiupan arah angin.

Sahabat Alkitab, yang terjadi dalam kisah perjalanan Paulus tadi dapat juga terjadi dalam kehidupan kita. Saran yang kita berikan tidak ditanggapi, sehingga hal buruklah yang terjadi. Pertanyaannya bagi kita adalah bagaimana kita meresponi respon orang terhadap saran atau nasihat kita? Akankah kita marah jika tidak diikuti? ataukah kita jadi tinggi hati ketika dituruti? Dalam situasi seperti Paulus, siapa saja pasti tergoda untuk marah, menggerutu, dan menyalahkan orang lain yang tidak mengikuti nasehat kita atau bisa juga kita malah senang karena orang lain mendapat akibat buruk karena tidak mengikuti saran dan nasehat kita. Janganlah itu terjadi dalam diri kita, marilah untuk selalu belajar rendah hati, sebab memaksakan kehendak juga tidak baik, apalagi jika bersukacita karena kegagalan orang lain.

Selamat Pagi. Jadilah penasehat dan pemberi saran yang baik, sebagaimana kita pun pernah menerima nasehat atau saran dari orang lain.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ajarlah Agar Saat Aku Berada Di Atas, Aku Tidak MelupakanMu

    Kisah para rasul , lembaga Alkitab Indonesia, LAI, bible, renungan harian, renungan, alkitab, alkitab studi, harapan. Iman kasih, suka cita ,damai, saat teduhKisah Para Rasul 27 : 7 – 11

Setiap hari kita perlu belajar. Belajar berharap dan mengingat Tuhan saat sedang berada di bawah, dan belajar bersyukur dan tetap mengingat Tuhan saat sedang berada di puncak kesuksesan hidup.

Sejak berada di tangan pasukan Roma, Paulus mulai mendapat perlakuan yang baik. Pada banyak kesempatan ia diperlakukan istimewa, seperti perlindungan, kebebasan untuk bertemu dengan rekan-rekannya, dan kebebasan untuk berbicara. Bahkan dalam nats pembacaan kita, Paulus sampai memberi saran kepada para awak kapal untuk tidak melanjutkan pelayaran sementara waktu sambil menunggu cuaca baik.

Sahabat Alkitab, ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa kehidupan itu seperti roda yang terus berputar, ada kala kita berada di bawah namun ada kalanya juga kita berada di atas. Ada banyak makna yang dapat ditarik dari kalimat tersebut, satu di antaranya adalah agar ketika kita berada di atas puncak kehidupan yang meliputi kuasa, pengaruh, kekuatan, ekonomi, dan sebagainya, kita tidak melupakan siapa yang menolong kita untuk berada di situ. Dan yang pasti, siapa pun manusia yang menolong kita, Tuhan adalah penyebab utamanya. Dialah yang mendesain keberhasilan dan pencapaian kita saat ini.

Selamat Pagi. Marilah selalu mengingat Tuhan pencipta dan Juruselamat kita untuk setiap keberadaan kita hari ini

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Yang Menanam Semangat Dalam Hati Kami, Sehingga Dalam Keadaan Tersulit Apapun, Kami Tidak Putus Asa Dan Berhenti

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat alkitabkuayat hafalan alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 27 : 1 – 6

Apa yang telah dimulai oleh Tuhan maka akan diselesaikan-Nya juga. Tunggulah dan bersabarlah hingga waktu-Nya tiba.

Cerita dipersingkat. Paulus akhirnya dapat berlayar menuju Roma, tempat yang telah ditentukan oleh Tuhan di mana Paulus akan bersaksi tentang Kristus di sana. Perjalanan kali ini terlihat lebih ringan dari sebelumnya. Perwira pasukan yang bernama Yulius sangat bersahaja dan berbaik hati kepada Paulus. Ia bahkan diizinkan untuk bertemu dengan kawan-kawannya di Sidon agar mendapatkan tambahan perbekalan. Dari situ kemudian ia berlayar lagi hingga berpapasan dengan kapal yang akan menuju ke Italia. Roma telah menanti kedatangannya.

Sahabat Alkitab, satu-persatu dari rencana Tuhan terwujud dalam diri Paulus, harapan yang telah Tuhan taruh dalam hatinya perlahan namun pasti segera tergenapi. Bukankah itu juga yang terjadi dalam kehidupan kita? Bentuknya sudah jelas berbeda tiap-tiap orang, namun kebenaran inilah yang harus selalu kita pegang; Ketika harapan yang timbul dalam diri kita itu bersesuaian dengan kehendak Allah, maka Ia pasti akan mewujudkannya. Itu bisa berarti hari ini, besok, lusa, atau kapan saja Ia kehendaki. Karena itu jangan pernah berhenti berharap, tetaplah berdoa dan bersyukurlah seolah-olah kita sudah menerimanya, karena kita akan menerimanya.

Selamat Pagi. Mari menjalani hari-hari yang penuh dengan tantangan ini dengan penuh harapan kepada Tuhan, sebab Ia yang berjanji adalah setia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Netralitas Lembaga Alkitab Indonesia

 

(1) Lembaga Alkitab Indonesia memiliki empat tugas utama, yaitu; Menerjemahkan, memproduksi, menerbitkan dan menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya ke dalam sebanyak mungkin bahasa, dalam beragam bentuk dan media, bagi semua umat di Indonesia.

(2) Penerjemahan yang dilaksanakan oleh LAI selalu setia kepada bahasa asli Alkitab: bahasa Ibrani dan Aram (Perjanjian Lama), serta bahasa Yunani (Perjanjian Baru).

(3) Dalam setiap pekerjaan penerjemahan dan revisi penerjemahan Alkitab, LAI selalu bekerjasama dengan gereja-gereja, baik sebagai individu maupun sebagai sebuah lembaga. Namun demikian LAI tidak berafiliasi kepada doktrin atau ajaran gereja tertentu.

(4) Bahasa manusia berkembang terus dari waktu ke waktu, ada kata-kata yang berubah makna, ada kata-kata yang tidak digunakan lagi, dan ada kata-kata baru yang bertambah. Oleh karenanya terjemahan Alkitab perlu diperbarui (direvisi) untuk setiap generasi.

(5) Alkitab terbitan LAI sejak berdirinya 1954 (64 tahun lalu) sudah digunakan oleh gereja-gereja dari berbagai interdenominasi di Indonesia, termasuk Katolik.

(6) LAI memiliki aset berupa SDM, Percetakan Alkitab, Museum Alkitab, Perpustakaan Biblika, Gedung Pusat Alkitab, Bible House, Bible School dan “kepercayaan” dari gereja-gereja di Indonesia serta 146 lembaga alkitab anggota United Bible Societies (UBS) yang berpusat di London UK.

(7) Banyak sekali pihak baik individu, kelompok, maupun lembaga dari berbagai kalangan sudah menggunakan aset-aset LAI sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa mengganggu kepentingan dan keberadaan LAI, bahkan saling menguntungkan.

(8) Sudah ribuan anak-anak berkunjung dan berinteraksi dengan LAI, tetapi terjemahan LAI tidak kekanak-kanakan. Sudah ribuan perempuan berkunjung dan berinteraksi dengan LAI, tetapi terjemahan LAI tidak condong kepada gerakan feminisme. Sudah ribuan kaum bapak berkunjung dan berinteraksi dengan LAI, tetapi terjemahan LAI tidak maskulin. Pendeknya dalam interaksi dengan siapa pun, terjemahan LAI hanya tunduk kepada makna yang terkandung dalam bahasa-bahasa asli Alkitab.

(9) Secara khusus penggunaan ruangan di Gedung Pusat Alkitab sangat terbuka bagi gereja mana pun sepanjang memiliki izin sebagai lembaga gereja dan bukan pelaku pelanggar hukum. Pengguna gedung tidak ada kaitannya sama sekali dengan penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran dan keterbacaan Alkitab bagi umat di Indonesia.

(10) LAI selalu mengupayakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati untuk melayani gereja-gereja di Indonesia tanpa memihak kepada doktrin atau ajaran gereja tertentu.

Jakarta, 21 Mei 2018.
Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono ( Sekum LAI)

Tuhan, Pandangan Mata Kami Sangat Terbatas, Tetapi Engkau Tidak. Beritahukanlah Ujung Dari Perjalanan Yang Berat Ini, Sehingga Kami Beroleh Penghiburan Dan Kekuatan

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat alkitabkuayat hafalan alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 23 : 31 – 35

Inilah keadaan kita, bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, baik kesukaannya maupun kesusahannya. Kita terbatas namun Allah tidak.

Penderitaan Paulus nampaknya belum akan berakhir, berada dalam penjagaan Roma memang membuat dia aman dari rencana jahat orang Yahudi, tetapi itu juga berarti ia harus tetap berada dalam tahanan, sambil menunggu perkaranya diperiksa oleh Gubernur dan para pengadunya datang. Bagi Paulus apa yang akan terjadi dalam hidupnya masih terlihat gelap, ia tidak tahu sampai kapan ia akan berada dalam penjara dan kapan ia akan menjadi saksi Kristus di Roma.

Sahabat Alkitab, tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita besok sebab itu adalah misteri ilahi. Kita hanya dapat melihat bayang-bayang namun itu pun tidak begitu jelas. Kita bisa mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat baik hari ini, namun besok semua bisa berubah seketika saja dan persiapan kita menjadi seolah tidak ada artinya. Tidak hanya Paulus, kita pun juga diperhadapkan dengan tantangan hidup yang berat dan tidak tahu kapan berakhirnya, namun kita diajarkan untuk selalu berharap kepada Allah. Apa yang menjadi rahasia-Nya biarlah itu tetap menjadi misteri bagi kita, sebab inilah seni hidup beriman itu.

Selamat Pagi. Mari sambutlah hari ini dengan sukacita yang baru, tetap semangat dan terus antusias, sebab Allah akan selalu beserta dengan kita, dan Roh Kudus akan memberikan penghiburan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Gerakan DWD LAI

 

Hari minggu adalah hari presentasi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ke gereja-gereja oleh pengurus, dan atau staf, serta para mitra KKPDnya. KKPD – Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan LAI. Yang dipresentasikan lazimnya adalah laporan dan ucapan terima kasih atas semua dukungan dari anggota jemaat terhadap program-program LAI tahun lalu.

Mengapa perlu presentasi? Ini adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban LAI terhadap semua jemaat sebagai mitra yang sudah mendukung program-program penerjemahan, penerbitan, penyebaran dan keterbacaan Alkitab ke seluruh negeri. Sejak keberadaannya 9 Februari 1954, kemitraan dengan semua Gereja-gereja dan umat kristiani adalah bagian tak terpisahkan dari nafas dan langkah pelayanan LAI.

Presentasi LAI ke gereja-gereja sekaligus adalah cara sosialisasi tugas dan tanggung jawab pelayanan LAI bersama gereja-gereja. Survei internal LAI menunjukkan pengetahuan dan kesadaran anggota jemaat gereja di seluruh Indonesia terhadap LAI masih sangat rendah, di bawah 40%. Ternyata keberadaan 64 tahun LAI di Indonesia bukan jaminan “dikenal” apalagi “disayang” oleh warga jemaat.

Pada umumnya Majelis Gereja memberikan waktu presentasi kepada LAI di dalam kebaktian tidak lebih dari 5 menit. Standar yang biasa dilakukan oleh presenter LAI adalah: (1) Ucapan salam, dan perkenalan singkat identitas presenter (0,5 menit), (2) Memutar video pendek tentang antusiasme warga di pelosok negeri yang sudah mendapatkan bantuan Alkitab (3 menit), serta (3) Menyampaikan penekanan ucapan terima kasih, sekilas tugas utama LAI, program-program LAI tahun ini, dan mohon dukungan terhadap gerakan DWD LAI (1,5 menit).

DWD adalah:
(1) D – Doakan. LAI adalah alat Tuhan untuk menjalankan tugas bersama gereja-gereja dalam hal: penerjemahan Alkitab (ke dalam berbagai bahasa daerah), penerbitan (dalam bentuk cetak dan digital), penyebaran (ke kota-kota, desa-desa, dan ke seluruh daerah pelosok terpencil) serta keterbacaan Alkitab (dengan Pemberantasan Buta Aksara, Huruf Braille, Alkitab Suara). Tugas yang begitu besar, luas dan dalam durasi waktu yang tidak terbatas sangat membutuhkan doa seluruh anggota jemaat di manapun dan kapanpun. LAI berharap minimal di setiap doa syafaat gereja dapat menyelipkan doa untuk tugas dan pelayanan LAI. Dampak doa pastilah dahsyat.
(2) W – Wartakan. Mewartakan keberadaan LAI dengan berbagai program-program yang dijalankan akan sangat menolong LAI. Semakin banyak diwartakan akan semakin banyak umat mengenal LAI. Dengan perkenalan terhadap keberadaan LAI, maka akan tumbuh rasa sayang dan akan mendukung semua pelayanan LAI.
(3) D – Donasikan. Pada akhirnya semua program layanan di bidang Alkitab membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Sebagai lembaga nirlaba LAI memiliki harapan yang sangat besar terhadap individu, kelompok, lembaga, dan bahkan pemerintah untuk mendonasikan sebagian pendapatannya untuk mendukung layanan LAI. Semua donasi akan dipertanggungjawabkan penggunaannya dengan transparan, akuntabel dan profesional sesuai Standar Akutansi Indonesia.

Di samping menyampaikan gerakan DWD di atas, LAI juga menawarkan bantuan terhadap gereja-gereja di bidang yang berhubungan dengan Alkitab. LAI bisa mendukung tiap gereja yang memiliki program “pekan atau bulan Misi” dengan aksi yang berhubungan dengan Alkitab. LAI juga dapat mendukung gereja yang sedang berulang tahun untuk menerbitkan Alkitab edisi ulang tahun gereja. LAI juga dapat mendukung gereja untuk menerbitkan Alkitab edisi kelahiran, Baptis, Sidhi, Pernikahan dan atau ulang tahun pernikahan anggota jemaat.

Bahkan dalam pelaksanaan kebaktian gereja, LAI menyediakan diri untuk mengisi sebagai “pelayan firman” dalam momen-momen khusus yang berhubungan dengan “pentingnya membaca Alkitab bagi jemaat”. LAI juga siap membantu gereja sebagai narasumber tentang “penerjemahan Alkitab” dan berbagai isu yang berhubungan dengan Alkitab.
LAI juga memiliki kelompok Vokal “Trio ALUS” dan “VG Selaras” yang siap dipanggil gereja-gereja untuk mengisi acara-acara perayaan gerejawi. Di Perwakilan LAI Jayapura “VG Bible Voice” siap melayani gereja-gereja di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Di Gedung Pusat Alkitab (GPA) Jalan Salemba 12 Jakarta Pusat LAI memiliki Museum Alkitab, Perpustakaan Biblika, Bible House dan Bible School. Dari A sampai Z tentang Alkitab ada di GPA. Semuanya siap membantu gereja-gereja.
Prinsip “LAI MEMBANTU GEREJA” sangat penting dan wajib untuk terus dijalankan. Hal ini seturut dengan tugas panggilan LAI yang memang untuk mendukung gereja-gereja sebagai “mitra setia membina iman” anggota jemaat. Gerakan DWD LAI adalah bagian dari prinsip di atas. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

 

Dia Yang DijanjikanNya

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat alkitabkuayat hafalan alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 2 : 1 – 13

Aku baru bergabung menjadi bagian dari dua belas murid terdekat Tuhan, ya namaku Matias. Aku dipilih menggantikan posisi Yudas, murid yang telah menjual Tuhan dengan 30 keping perak, dan ia sendiri telah mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Aku dan Yusuf dipilih karena dinilai sebagai orang yang telah setia mengikut Tuhan, yaitu sejak Tuhan dibaptis hingga Ia terangkat ke sorga. Dan namakulah yang kena undi, suatu cara yang biasa kami gunakan untuk mengetahui kehendak Allah.

Aku ingat kira-kira tiga tahun lalu, saat Tuhan dibaptis oleh Yohanes aku ada di situ menyaksikannya. Dan sejak saat itu aku sangat tertarik untuk mengikuti-Nya. Aku melihat ketika Yohanes telah membaptisnya, ada seekor burung merpati yang terbang di atas kepala-Nya dan terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Sejak hari di mana aku terpilih, aku sadar bahwa hari-hari esok yang akan aku jalani akan menjadi hari-hari yang berbeda bagiku. Aku tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, namun yang aku yakini adalah itu pasti suatu hal yang sangat luar biasa.

Hari itu ketika hari raya panen telah tiba, hari yang kelima puluh setelah Paskah atau yang kami sebut sebagai Hari Pentakosta, kami seluruh umat Yahudi datang berkumpul di Yerusalem. Hari itu juga tepat lima puluh hari setelah Tuhan mati di kayu salib. Namun kami tidak turut bergabung dalam kemeriahan pesta saat itu, aku dan para murid lainnya berkumpul dalam satu rumah untuk menantikan kuasa yang Tuhan janjikan. Dalam ruangan itu kami memuji-muji Allah atas segala yang telah Dia buat dan yang telah kami saksikan sendiri dalam diri Tuhan Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi

Di saat kami tengah menaikkan puji-pujian kepada Allah, terdengar suatu bunyi yang sangat hebat seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah. “Bunyi apa itu? Apakah rumah ini akan roboh?” Aku sangat ketakutan saat itu, lalu kulihat lidah-lidah seperti nyala api bertebaran menjalar ke mana-mana lalu hinggap kepada setiap kami masing-masing. Aku tahu inilah tanda dari Roh Kudus yang telah Tuhan janjikan itu. Kami begitu dipenuhi oleh Roh Allah itu sehingga kami masing-masing berbicara dalam bahasa-bahasa lain seperti yang Roh itu berikan kepada kami. Aku mendengar dari antara kami ada yang berbahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, Roma,Kreta, dan Arab.

Seperti yang telah aku bayangkan sebelumnya, hari-hari kami tidak akan sama lagi. Sejak saat itu, dan dari semua yang telah kami lihat dan alami sendiri, hati kami begitu dipenuhi dengan semangat yang berkobar-kobar untuk memberitakan tentang Injil Tuhan ke seluruh penjuru dunia. Tidak ada ketakutan kali ini, yang ada adalah mulut yang tidak pernah berhenti untuk memberitakan Kristus dan sukacita yang begitu besar bagi kami, bahkan ketika harus berhadap-hadapan dengan maut sekalipun.

Roh Allah, Roh yang Maha Kudus itu telah, sedang dan akan terus menyertai kami hingga akhirnya nanti. Dialah yang menuntun kami dalam setiap perjalanan, memperingatkan kami akan bahaya, melindungi dan menghiburkan ketika kami ada dalam bahaya, dan yang juga menginsafkan kami ketika kami lemah. Roh yang sama itulah yang akan terus menyertai semua orang yang percaya kepada Anak Allah, dan yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat dalam kehidupannya.

Aku, Matias, mengucapkan selamat merayakan Hari Pentakosta kepada seluruh orang percaya di seluruh dunia.

Immanuel.

Tuhan, Segala Pangkat Jabatan Dan Uang Hanyalah Atribut Yang Akan Kami Tinggalkan Ketika Kembali KepadaMu. Ajar Kami Tidak Mengandalkan Semua Itu Ya Tuhan

BIMK, digital, Indonesianbiblesociety, Renunganharian, RenungankristianiSaatteduhBacagaliKitabrutCeritaalkitabRencanaTuhanHatiHambaKeberhasilanNaomiBoasTerpujilah TuhanAlkitab DigitalAlkitab Edisi StudiAlkitab finansialAlkitab UntukSemuaAlkitabkhususAlkitab Elektronik, Ayat emas alkitab, Ayat faforit, Penjanjian lama, Roti hidup, Bersyukur, studialkitabmelayaniTuhanmelayanisesamasurgaketaatanharapanimankasihsuka citalemahlembutkesabaranquoteofthedayqotdomkorang mudakatolikmudikaekatolikgembira renungan malamrenungan pagisaat teduhnasihat alkitabkuayat hafalan alkitabayatrenunganberbagikesaksian kebenaranalkitabkukabarbaikrenunganharianfirman allahsantapanrohaniallah, hikmatibadah suarakebenaranhaleluyagpibgkigmimterantuhan yesustuhan yesus baik, allah bapa, yesus kristus kristiani, prayer, berdoa, living bread, roti hidup kabar baik , kerajaan, kekasih tuhan worship, jesus loves you, jesus saves, jesusmy savior follow jesus, tanya alkitab, anak muda kristen,god 1st, son of god, healing, healthy soullifes tyle, vsco, holy bible, dailyverses, love proverbs firman tuhanhari ini, verse,bible verses,
Kisah Para Rasul 23 : 25 – 30

Tidak ada satupun di dunia ini yang akan kita bawa saat berhadapan dengan Tuhan, selain dari iman kepada Anak Allah. Karena itu jangan terlalu mengejar isi dunia, apalagi mengandalkannya. Itu sia-sia.

Rupanya alasan dari pihak komandan pasukan untuk menyelamatkan Paulus adalah karena ia mendengar bahwa Paulus adalah warga negara Roma. Namun ada alasan lain di balik alasan komandan Roma tersebut yaitu alasan yang datangnya dari pihak Allah. Ya, Tuhan Yesus ingin memakai Paulus untuk menjadi saksi-Nya juga di Roma. Menjadi warga negara Roma saat itu memang merupakan suatu kebanggaan, karena ada hak-hak spesial yang dimiliki, tentu ada kewajibannya juga.

Sahabat Alkitab, kita tidak dapat menyangkali bahwa pangkat, jabatan, dan uang memang sangat berpengaruh dalam kehidupan di dunia. Memiliki salah satunya saja sudah bisa menjadikan seseorang begitu terhormat dan berpengaruh dalam pandangan manusia. Memilikinya seperti sudah dapat berbuat apa saja. Karena itu begitu banyak manusia yang mengejarnya seolah-olah mereka akan memiliki itu selamanya. Mereka lupa bahwa jika itu semua mereka miliki maka Tuhanlah yang memberikannya, dan jika Tuhan yang memberikan maka itu dimaksudkan untuk mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya di dunia ini. Setelah itu kita akan meninggalkannya saat napas hidup kita telah berakhir. Apakah saat itu Paulus juga menganggap kewarganegaraan Roma yang dimilikinya sebagai sesuatu yang sangat berharga? Dalam Filipi 3:7-8 menjelaskan sikap Paulus.

Selamat Beribadah. “Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.” (Matius 6:33, BIMK)

Salam Alkitab Untuk Semua

Digital Tanpa Sinyal

Pembagian Alkitab bahasa Yali Angguruk kepada umat

“Bagaimana kesan Bapak sesudah tiba dan menginap di Lembah Yali Angguruk ini?” tanya seorang jurnalis gereja yang mewancarai saya pagi sebelum matahari terbit (kamis, 18 Mei) di saat prosesi “bakar batu” menjelang acara peluncuran Alkitab  dalam Bahasa Yali Angguruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua.

“Saya benar-benar merasakan di sinilah terjadi paradoks ekstrem, yaitu ‘digital tanpa sinyal’!” jawab saya. Betapa tidak, para Pejabat Pemerintah, Pejabat Gereja, Wartawan, pilot, para turis, juga saya, dan Pdt Anwar Tjen,. Ph.D (Kepala Departemen Penerjemahan LAI) serta Bung Hendrik (staf Pengembangan Digital) semuanya membawa HP dan peralatan serba digital. Tapi ironisnya di lembah Yali Angguruk yang lokasinya terpencil dikepung oleh banyak gunung terjal, belum ada fasilitas listrik PLN dan apalagi sinyal HP.

Saya hadir di Yali Angguruk mewakili LAI atas undangan panitia peluncuran Alkitab bahasa Yali Angguruk (yang selesai diterjemahkan dalam kurun waktu 27 tahun) sekaligus perayaan lahirnya Klasis Yalimo GKI Di Tanah Papua yang ke 57 tahun. Saya tinggal satu malam di Yali Anggruk seperti menemukan suasana masa kecil saya di awal tahun 70an di perkampungan selatan Pulau Jawa. Listrik tidak ada, televisi dan radio belum musim, koran tidak pernah jumpa, jalan raya masih berlumpur dan sering banjir, sehari-hari pergi dengan telanjang kaki, mandi pun juga jarang karena sulit menemukan air bersih.

Saat ini sudah tahun 2018, tapi suasana di perkampungan Pulau Jawa tahun 70an tersebut masih saya jumpai di sini, dan malah lebih parah karena ada beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak yang masih setengah telanjang. Artinya ada ketertinggalan kemajuan hampir 50 tahun. Saya mendapat ceritera dari berbagai sumber kalau Lembah Yali Angguruk baru dijamah para misionaris pada tahun 1957. Pada tahun 1961 para misionaris bersama masyarakat berhasil membangun lapangan terbang perintis di antara gunung-gunung yang ada. Pada tahun 1963 baru ada satu guru sekolah dasar yang merangkap Guru Injil yang juga didatangkan oleh misionaris. Beliau adalah Onesimur Usior (73 tahun) dari Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua yang saat itu baru berusia 18 tahun dan baru menikah satu minggu.

“Karena syarat untuk dapat dikirim menjadi guru harus sudah lulus sekolah guru dan sudah menikah, maka sesudah lulus sekolah guru dan seminggu sebelum saya berangkat ke Yali Angguruk, saya menikah dulu”, jelas Pak Usior. Dengan adanya isteri yang mendampingi maka dia bisa bekerja lebih tenang dan betah di tempat yang masih sangat sunyi serta terpencil itu. Saat itu dia bekerja bersama Bapak Siegfried Zollner seorang misionaris dari Jerman.

“Saat saya datang pada tahun 1963, semua orang di Yali Angguruk tidak ada yang berpakaian”, kata Pak Usior yang sudah pensiun dari Guru sejak 2005 namun hingga saat ini masih aktif sebagai Guru Jemaat di Biak Timur, yang juga hadir di Yali Angguruk untuk menyaksikan peluncuran Alkitab dan Ulang Tahun Klasis Yalimo. Dulu masyarakat di sini masih suka berperang dengan masyarakat lainnya dan saling “memakan” pihak yang kalah. Sesudah mereka mengenal Injil dan dibaptis di tahun 1970 an, maka mereka bisa hidup damai, rukun dan tidak ada lagi peperangan. Namun demikian kemajuan masyarakat disini memang sangat lambat oleh karena lokasi Lembah yang sangat sulit dijangkau kecuali oleh pesawat perintis.

Adalah Bapak Freiderich Tometten, misionaris dari Jerman, Bapak Linus dan Bapak Esau (pengguna bahasa Yali Angguruk) yang menerjemahkan Perjanjian Lama. Juga Bapak Arnold Mohi, Bapak Kornelis Mohi, serta Bapak Tomas Ambolon yang menulis Perjanjian Baru. Pada tahapan akhir pekerjaan penerjemahan Alkitab ini, LAI terlibat dalam mensupervisi semua naskah yang ada untuk diterbitkan dan dicetak pada akhir tahun 2017 serta diluncurkan pada bulan Mei 2018.

Pekerjaan penerjemahan yang memakan waktu 27 tahun menghadirkan sukacita besar bagi masyarakat pengguna bahasa Yali Angguruk di Lembah Yahuli Atas, Tengah dan Bawah dari Lembah Ubahak. Juga dari Lembah Sibi, Pondeng, Hine/Korasarek. Tentu juga masayarat di Apahapsili: Lembah Habiye, Kulet, Pong, Werenggikma dan Lembah Welaek serta Elelim.

Bertemu dan berkomunikasi dengan Tuhan sangat dimudahkan bila menggunakan bahasa Ibu. Selain itu pelestarian bahasa Ibu juga sangat penting bagi identitas sebuah bangsa. Penerjemahan Alkitab ini adalah sebuah karya maha besar yang mencakup keutuhan hidup sebuah suku bangsa Yali Angguruk. Saya sangat bangga dan terharu dapat hadir dan menjadi bagian yang sangat kecil dalam karya kebersamaan ini. Saya terhenti sejenak dan hampir menangis saat memberikan sambutan.

Acara peluncuran Alkitab dan Ulang Tahun klasis yang diawali dengan prosesi “bakar batu” (memasak ubi-ubian, sayur-sayuran dan puluhan daging babi menggunakan batu-batu yang dibakar) berlangsung sangat meriah. Diiringi berbagai atraksi tarian khas masyarakat Yali, berdoa, menyanyi refleksi dan pembagian Alkitab serta sambutan-sambutan. Acara ini dihadiri oleh ribuan umat anggota GKI Di Tanah Papua, Plt Gubernur Papua dan rombongan, Bupati dan Pimpinan DPRD Yahukimo serta rombongan, Pimpinan Sinode GKI Tanah Papua dan rombongan, para Wartawan, para Turis, tentu juga saya, Pak Anwar dan Bung Hendrik dari LAI.

Digital tanpa sinyal adalah pertanda perjuangan masih sangat panjang. Termasuk perjuangan menerjemahkan, menerbitkan, dan menyebarkan Alkitab ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia.
Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)