Tuhan, Ajar Kami Tidak Tinggi Hati Saat Nasehat Kami Diikuti, Dan Sebaliknya Tetap Bersukacita Jika Tidak Ada Yang Menurutinya

  • 13
    Shares
Rasul, lembaga Alkitab Indonesia, kisah para rasul, renungan kristen,santapan harian
Kisah Para Rasul 27 : 12 – 15

Tugas kita adalah menyampaikan apa yang benar dan yang terbaik untuk dilakukan atau tidak dilakukan, selebihnya adalah pekerjaan dari Allah Roh Kudus.

Saran Paulus ditolak. Maklum saja Paulus memang tidak mempunyai latar belakang sebagai seorang yang tahu tentang ilmu pelayaran. Apalagi pelabuhan yang disarankan oleh Paulus untuk berlabuh tidak baik untuk digunakan saat musim dingin seperti saat itu. Jika yang di posisi Paulus saat itu adalah Petrus ceritanya sudah pasti akan berbeda. Perjalanan akhirnya segera dilanjutkan menuju ke Feniks, cuaca saat itu memang cukup mendukung. Namun, di tengah perjalanan ternyata cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk, sehingga mereka membiarkan kapal itu berjalan mengikuti tiupan arah angin.

Sahabat Alkitab, yang terjadi dalam kisah perjalanan Paulus tadi dapat juga terjadi dalam kehidupan kita. Saran yang kita berikan tidak ditanggapi, sehingga hal buruklah yang terjadi. Pertanyaannya bagi kita adalah bagaimana kita meresponi respon orang terhadap saran atau nasihat kita? Akankah kita marah jika tidak diikuti? ataukah kita jadi tinggi hati ketika dituruti? Dalam situasi seperti Paulus, siapa saja pasti tergoda untuk marah, menggerutu, dan menyalahkan orang lain yang tidak mengikuti nasehat kita atau bisa juga kita malah senang karena orang lain mendapat akibat buruk karena tidak mengikuti saran dan nasehat kita. Janganlah itu terjadi dalam diri kita, marilah untuk selalu belajar rendah hati, sebab memaksakan kehendak juga tidak baik, apalagi jika bersukacita karena kegagalan orang lain.

Selamat Pagi. Jadilah penasehat dan pemberi saran yang baik, sebagaimana kita pun pernah menerima nasehat atau saran dari orang lain.

Salam Alkitab Untuk Semua