Tuhan, Kenangan Indah Adalah Penyembuh Luka Masa Lalu, Dan Untuk Membangun Masa Depan. Terima Kasih Telah Menaruhnya Dalam Hati Kami.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 4 : 12 – 16

Terkadang dengan melihat kembali ke belakang, kita dimampukan untuk menghadapi apa yang ada di hadapan kita.

Melalui suratnya, Paulus membawa kembali ingatan masa lalu jemaat Galatia saat ia datang kepada mereka, dengan sebuah harapan ia dapat memenangkan mereka kembali. Saat itu di mana ia jatuh sakit namun dengan penuh kasih mereka menyambut kehadirannya dengan penuh sukacita dan kehangatan. Seolah-olah mereka sedang menyambut malaikat Allah atau seperti menyambut dan menerima kehadiran Kristus Yesus sendiri. Tidak ada rasa jijik melihat Paulus saat itu, malah kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka. Paulus bertanya, “Ke mana semua hal itu sekarang?” seolah semuanya telah hilang tergerus oleh hasutan dan pengajaran palsu dari orang-orang Kristen Yahudi. Kedekatan emosional mereka dengan Paulus turut menghilang seiring dengan hilangnya iman mereka kepada Kristus Yesus.

Sahabat Alkitab, sepanjang perjalanan hidup yang telah kita lalui tentu ada begitu banyak hal yang mewarnainya. Terkadang warna itu begitu gelap seolah tidak ada lagi harapan dan kehidupan, terkadang juga begitu cerah ceria seperti tiada kesusahan di dalamnya. Semuanya tersusun indah dan sempurna dalam sebuah bingkai mosaik kehidupan. Mengapa indah? Karena semua pengalaman dan kenangan masa lalu dizinkan Tuhan terjadi untuk membentuk kita hari ini dan menjadi pelajaran untuk melangkah di hari esok. Karena itu jangan melupakan apalagi membuangnya, biarlah itu menjadi khazanah yang memperkaya kehidupan kita, agar kita selalu ingat kepada Tuhan.

Selamat Pagi. Hari yang kita jalani saat ini akan segera menjadi masa lalu. Lakukanlah yang terbaik agar menjadi masa lalu yang indah untuk dikenang.

Salam Alkitab Untuk Semua

Pengunjung Paket Wisata Alkitab Melonjak

Data pengunjung peserta Paket Wisata Alkitab (PWA) yang datang berkunjung ke Perpustakaan dan Museum Alkitab, Bible House dan Percetakan Lembaga Alkitab Indonesia sejak Januari sampai akhir Agustus 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan data pengunjung PWA para periode yang sama tahun 2017. Ada kenaikan 50,3%, di mana tercatat data pengunjung PWA 2018 sebanyak 6.318 orang, sedangkan data pengunjung pada Januari sampai akhir Agustus tahun 2017 sebanyak 4.203 orang. Ini bisalah dikatakan lonjakan atau  booming. Suatu pencapaian yang luar biasa dan membuat hati sangat bersukacita. Suatu keberhasilan kerja yang dapat memicu antusiasme tim kerja untuk berlari lebih cepat ke masa depan.
Tentu kenaikan pengunjung PWA yang sangat signifikan di atas merupakan keberhasilan kolektif sebuah tim kerja yang solid. Tim kerja dari berbagai departemen di LAI sudah bersinergi dalam hal: mendoakan, mempromosikan, menerima surat permintaan kunjungan, mengatur jadwal agar tidak bentrok antar rombongan, membalas surat yang dilengkapi dengan jadwal yang sudah ditentukan, mempersiapkan kondisi prima tempat-tempat yang akan dikunjungi, dan menyambut pengunjung dengan ramah, komunikatif serta penuh antusias. Tim juga selalu menyiapkan kuis serta hadiah-hadiah khusus untuk menyemarakkan suasana kunjungan sambil belajar Alkitab. Pengunjung yang terdiri dari beragam usia (dari usia anak sekolah minggu sampai Lansia) selalu antusias berebut hadiah.
Paket Wisata Alkitab terdiri atas: (1) Wisata ke Museum Alkitab, (2) Wisata ke Perpustakaan Biblika, (3) Wisata ke Bible House dan (4) Wisata ke percetakan Alkitab.  Nomor (1), (2) dan (3) berlokasi di Jl Salemba 12 Jakarta Pusat. Sedangkan nomor (4) berlokasi di Nanggewer, Kabupaten Bogor. Perjalanan wisata ini membutuhkan waktu satu hari. Sessi pagi sampai makan siang menjelajahi nomor (1) sampai (3). Kemudian sesudah makan siang pengunjung dapat melanjutkan ke Nanggewer (sekira satu jam perjalanan) untuk melihat proses pencetakan Alkitab dari kertas kosong sampai berbentuk buku dengan berbagai ukuran.
Tujuan dibukanya program PWA ini antara lain adalah agar pengunjung dapat mengenal dan memahami: (1) betapa penting penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa, (2) sejarah perjalanan penerjemahan Alkitab sejak mula-mula sampai ke dalam bahasa-bahasa yang ada di Indonesia, (3) proses penerjemahan, produksi, penerbitan dan penyebaran Alkitab yang membutuhkan waktu, tenaga, kompetensi serta berbagai sumberdaya yang tidak sedikit, (4) benda-benda penting dan memiliki makna khusus yang disebutkan dalam Alkitab, serta (5) tugas-tugas pelayanan lembaga Alkitab Indonesia yang diamanatkan oleh Gereja-gereja di Indonesia.
Melalui program PWA ini diharapkan semakin banyak umat yang mencintai Alkitabnya dan menjadikan nilai-nilai dalam Alkitab sebagai pedoman hidup keseharian. Diharapkan juga dapat bertumbuh suatu kesadaran untuk bersolidaritas terhadap banyak umat yang sangat membutuhkan Alkitab dalam bahasa daerahnya, namun karena berbagai keterbatasan mereka belum mendapatkannya.
Museum Alkitab, Perpustakaan Biblika dan Bible House di Salemba Raya 12 yang diresmikan sejak tahun 2012 terus diupayakan pengkinian (up to date) terhadap isi dan penampilannya. Begitu juga dengan Percetakan Alkitab di Nanggewer Kabupaten Bogor bersama dengan departemen LAI yang lain.  Salah satu bukti adanya pengkinian adalah awal September tahun ini LAI resmi memperoleh Sertifikat ISO 9001:2015, yang berarti sistem manajemen mutunya telah berstandar internasional terbaru. Berbagai program pembenahan terus dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan LAI semakin semangat mengikuti program PWA.
LAI selalu mendengar masukan-masukan pengunjung demi penyempurnaan program PWA ini. Salah satu masukan adalah LAI perlu mengembangkan PWA dengan menciptakan “paket program PWA dilanjutkan kunjungan ke lokasi-lokasi asli yang berhubungan langsung dengan sejarah naskah-naskah Alkitab.”  Meskipun akan membawa konsekuensi perlunya tenaga dan pembiayaan khusus, namun bila memang cukup banyak peminat yang ingin mendalami lebih detail tentang Alkitab, suatu saat ide ini pastilah akan terwujud. Salam Alkitab Untuk Semua.[]
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Semua Yang Baik Engkau Sediakan Dan Berikan Kepada Kami. Dan Kami Sungguh Bersyukur Karena Semua Itu.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab, galatia
Galatia 4 : 6 – 11

Bapak yang baik pasti selalu berusaha memberi yang terbaik bagi anak-anaknya. Bukankah jauh lebih lagi yang diperbuat oleh Bapa kita di surga?

Setelah perkataan-perkataan keras diungkapkan oleh Paulus, kali ini dia memberitahukan hal yang menyenangkan kepada jemaat Galatia, yaitu bahwa mereka yang adalah anak-anak Allah diberikan segala sesuatu yang baik dari Bapa. Sebab Allah Bapa mengenal dengan baik anak-anak-Nya dan karena itu Dia tahu apa yang terbaik bagi mereka. Dia memberikan Roh-Nya ke dalam hati mereka, yaitu Roh yang membebaskan dan yang mendekatkan hubungan mereka dengan Allah.

Sahabat Alkitab, kasih Allah kepada kita begitu besar hingga Ia mengaruniakan Yesus Kristus kepada kita. Allah memberikan yang paling berharga dan yang paling kita butuhkan. Melalui Yesus kita beroleh jalan untuk sampai kepada Allah, mengenal-Nya dan memanggil-Nya Bapa, sebuah panggilan yang tidak dimiliki oleh agama apapun di dunia ini. Jika yang terbaik dan yang paling berharga di surga saja Allah telah sediakan dan berikan bagi kita, masakan Ia tidak akan menyediakan dan memberikan hal-hal di dunia ini yang kita butuhkan? Allah begitu baik, tidak dapat kita membalas kebaikannya. Hal yang pantas untuk kita lakukan adalah bersyukur, bersyukur melalui perkataan dan perbuatan kita.

Selamat Beribadah. Apakah lagi yang kita keluhkan jika kita tahu bahwa Allah baik bagi kita? Beribadahlah dengan sepenuh hati kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Mission Possible. Why Not?

Siapa bilang kaum milenial adalah generasi yang selfish? Siapa bilang kami tidak acuh dengan pelayanan dan kekristenan di Indonesia? Jumat Malam kemarin (14 Sep. 2018) di Lt. 10 Gedung Pusat Alkitab kami membuktikan bahwa kami sangat peduli dengan pelayanan dan orang-orang Kristen yang marginal disekitar kami.
Dalam ibadah syukur akan hadirnya alkitab di bumi Indonesia ini, kami anak-anak muda hadir dari berbagai latar belakang suku, pendidikan, dan gereja, hadir untuk berdoa dan beribadah bersama-sama. Kami larut dalam sukacita merayakan anugerah Tuhan sehingga kami bisa membaca firman-Nya dalam bahasa yang dapat kami mengerti, yaitu bahasa Indonesia.  Namun bukan hanya bersyukur atas apa yang telah kami terima, melalui renungan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Paulus Kariso Rumambi kami juga menyadari bahwa setelah menerima anugerah Allah kami diangkat menjadi kawan sekerja Allah untuk mengerjakan karya besar Allah bagi dunia. Kita diberikan berbagai karunia bukan untuk menonjolkan diri sendiri melainkan untuk membangun kebersamaan. Seperti seorang petani yang menanam benih, ada yang bertugas untuk mengolah tanah, menyiangi, menyiram, memberi pupuk, namun di atas semuanya itu Allah-lah yang memberi pertumbuhan, sebuah misteri kerja ilahi yang melampaui akal manusia.
Rangkaian ibadah Hari Doa Alkitab (HDA) semalam ditutup dengan diskusi bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang mana semua kelompok memiliki pandangan dan keinginan yang sama untuk terlibat bersama LAI dalam mendukung program pelayanan dan penyebaran alkitab. Banyak hal yang bisa kami buat, mulai dari menyisihkan sebagian uang saku yang kami miliki, memberi tenaga untuk melakukan presentasi dan kegiatan LAI lainnya, menyebarkan program pelayanan LAI melalui media sosial, dan tidak lupa selalu mendukung dalam doa.
Seperti yang juga disampaikan oleh Bpk. Ulbrits Siahaan bahwa melayani itu harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan dimulai dari saat ini. Beliau adalah teladan hidup bagaimana kesibukan dalam dunia kerja tidak pernah menjadi penghalang dalam melayani. Beliau yang seorang petinggi di salah satu perusahaan ternama di Indonesia memberikan waktu, tenaga, dan dayanya untuk terjun bersama LAI melayani umat Tuhan hingga ke pelosok pedalaman Indonesia dan tidak lagi berpikir untuk diri sendiri melainkan untuk kemuliaan Tuhan.
Tidak ada pelayanan yang tidak mungkin untuk dikerjakan, Allah yang mengangkat kita menjadi kawar sekerja-Nya pasti akan memberikan kemampuan untuk melakukan melakukannya juga. [irvin]

Sumba Timur Surga Yang Tersembunyi

Kabupaten Sumba Timur dengan Ibukota Waingapu merupakan daerah yang menjadi salah satu sasaran distribusi Alkitab Program Satu Dalam Kasih Lembaga Alkitab Indonesia (SDK LAI) 2018. Sumba adalah pulau yang memiliki iklim kering dan musim kemarau yang relatif panjang yaitu 8 bulan, namun Sumba boleh dikatakan sebagai “Surga Tersembunyi” di Tenggara Timur Kepulauan Nusantara dikarenakan topografi perbukitannya yang eksotis dengan bibir pantai yang sangat menawan. Di sela-sela pembagian alkitab Tim LAI sempat mengunjungi beberapa tempat yaitu Bukit Persaudaraan, Bukit Warinding, dan Pantai Walakiri.
Penduduk Sumba Timur mayoritas beragama Kristen dan Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) adalah yang terbesar di sana. Rata-rata mata pencaharian mereka adalah bertani dengan bertumpu pada tanah gersang yang hanya bisa ditanami 1 kali dalam 1 tahun, juga beternak dan nelayan. Sebagaian besar masyarakat Sumba Timur tinggal di pedalaman desa dengan pertimbangan kondisi alam di desa lebih subur dibandingkan di tengah kota. Namun berada di daerah pelosok pedesaan membuat segala sesuatu terbatas bagi mereka termasuk memiliki Alkitab. Oleh karena itu, LAI bekerjasama dengan Sinode GKS untuk menghadirkan Alkitab bagi umat Tuhan di Sumba Timur. Pembagian Alkitab dilakukan di 17 Klasis jemaat GKS dan beberapa denominasi gereja lainnya seperti GSJA, GMII, GBST, GMAHK, GBI, GPdI, dan GKII.
Mengingat luasnya wilayah Sumba Timur maka pembagian alkitab dilakukan dibeberapa titik klasis gereja sebagai perwakilan. Dimulai dari bagian paling selatan Sumba Timur yaitu Klasis Pahunga Lodu yakni di gereja GKS Baing dan berakhir di Klasis Lewa Tidahu di gereja GKS Injung.
Ada 30.000 eksemplar Alkitab dengan berbagi jenis (Alkitab tanpa Kidung Jemaat, Alkitab dengan Kidung Jemaat, Alkitab Anak, Alkitab Edisi Studi, dan Buku Paket Sekolah Minggu) telah dibagikan di Sumba Timur. Harapannya mereka yang telah menerima dapat membaca alkitab, bertemu dengan Allah melalui firman-Nya, dan mengalami hidup baru di dalam Kristus.
Jumlah itu masih belum cukup, namun masih ada kesempatan di hari esok untuk mendukung pengadaan alkitab di sana. Maukah Anda membantu mereka? (Selvi).

LAI dan Generasi Milenial

 

 

Sigit Triyono (Sekum LAI) tengah memberikan sambutannya kepada 200-an pemuda-pemudi milenial yang hadir dalam Ibadah Hari Doa Alkitab LAI 2018 di GPA Lt.10 Jl Salemba Raya 12 Jakarta
Tadi malam (14/9/2018) saya memberikan sambutan pada acara kebaktian Hari Doa Alkitab (HDA) untuk kaum Milenial di Gedung Pusat Alkitab Jl Salemba 12 Jakarta Pusat. Sehari sebelumnya saya membawakan satu sesi “sharing” di hadapan peserta Kongres GMKI XXXVI di Bogor, dimana pesertanya adalah para mahasiswa Kristen dari seluruh wilayah Indonesia (ada 93 cabang dan 10 calon cabang GMKI se Indonesia).
 Dua forum di atas dihadiri oleh generasi milenial Kristen dari berbagai interdemoniasi dan interkonfesi  Gereja. Generasi yang sangat sibuk dengan gadget di tangan dan sangat fasih ber-sosial media. Secara umum di dunia ini jumlah anak muda seperti mereka sekitar 30% dari seluruh penduduk dunia. Di Indonesia, dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi tulang punggung negara sehubungan dengan “bonus demografi” dimana anak-anak milenial mendominasi angkatan kerja.
Mandat yang diberikan Gereja-gereja di Indonesia kepada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dalam hal (1) penerjemahan, (2) produksi dan penerbitan, (3) penyebaran dan, (4) upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup umat, diharapkan juga dapat menjangkau mereka.  Generasi  milenial atau generasi “zaman now” memiliki pikiran, perkataan dan perilaku yang sungguh berbeda dengan generasi “jadul” seperti saya. Pendekatan yang dilakukan untuk melibatkan mereka dalam arak-arakan bersama di berbagai program layanan LAI juga harus berbeda.
Dari diskusi dan tanya jawab dengan para peserta di dua forum di atas, ternyata aspirasi dan minat mereka untuk dapat terlibat dalam program-program LAI sangat tinggi.  Mereka sangat mengapresiasi terdahap apa yang sudah dilakukan LAI selama 64 tahun melayani umat di Indonesia. Mereka juga bersedia untuk berperan aktif sesuai dengan kapasitas kemudaan mereka terutama dalam penyebaran Alkitab ke pelosok negeri dan upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup.
Mereka juga menyadari bahwa pekerjaan LAI adalah pekerjaan berjangka sangat panjang mengingat peluang penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa daerah masih sangat banyak, juga dalam hal penyebarannya. Untuk itu mereka melontarkan beberapa ide yang dapat membantu LAI melangkah ke depan.
Dalam acara kebaktian HDA dimana peserta diberi kesempatan menyampaikan berbagai usulan dan komitmen, mereka antara lain melontarkan beberapa ide: (1) akan memilih program yang fokus, misalnya menyebarkan sepuluh ribu Alkitab, (2) menggerakkan donatur melalui media sosial untuk pengadaan Alkitab, (3) mengajak komunitas-komunitas muda untuk terlibat dalam pekerjaan ini, (4) ikut aktif dalam pengiriman Alkitab ke pelosok negeri, (5) siap menjadi nara sumber sesuai dengan kompetensinya untuk pekerjaan yang ada hubungannya dengan LAI.
Dari kongres GMKI XXXVI yang dibuka resmi oleh Presiden Joko Widodo, aspirasi yang muncul dari peserta adalah tentang perjuangan mengaktualisasi nilai-nilai Alkitab dalam kehidupan berbangsa di negeri ini. Anggota dan para senior GMKI tetap berjuang mewujudkan nilai-nilai “tinggi iman, tinggi ilmu dan tinggi pengabdian”, di tengah tantangan keberagaman bangsa Indonesia dan berbagai tantangan kemajuan teknologi. “Ut Omnes Unum Sint” masih tetap menjadi doa bersama tiada henti.
Idiom-idiom di era digital: “Mission possible, why not?”, “F4: Friendship, Fellowship, Food, Fun”  menjadi magnet tersendiri untuk menggandeng generasi milenial. Dengan demikian mereka akan masuk dalam langkah bersama Sejuta Mitra LAI yang terus menghidupi gerakan DWD: Doakan, Wartakan dan Donasikan berkat-berkatNya, untuk mewujudkan Alkitab Untuk Semua. Salam Alkitab Untuk Semua.
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Engkau Mengangkat Kami Sebagai Anak-anak-Mu Karena Ingin Mencurahkan Kasih-Mu Yang Besar Kepada Kami

Kita bukan lagi hamba, tapi anak. Anak memiliki hak tapi hamba tidak.

Paulus menganalogikan kepercayaan kepada Kristus sebagai ahli waris. Sebelum kedatangan Kristus semua orang adalah hamba, entahkah dia melakukan seluruh hukum agama dengan sempurna, kita semua diiperhamba oleh roh-roh yang menguasai dunia. Sampai Kristus datang membebaskan mereka yang percaya kepada-Nya. Mereka itulah yang disebut sebagai anak-anak yang berhak memperoleh warisan surgawi dan hidup dalam kemerdekaan penuh bersama dengan Kristus. Apa yang Paulus nyatakan ini agar jemaat di Galatia tidak lagi mengenakan kuk perhambaan atas diri mereka dengan hidup di bawah hukum-hukum agama yang sama sekali tidak menyelamatkan.

Sahabat Alkitab, masih ada begitu banyak manusia di dunia ini yang hidup diperhamba oleh dosa dan roh-roh dunia sekalipun mereka hidup beragama. Kita tahu bahwa agama tidak pernah menyelamatkan dan melakukan ritual ataupun hukum agama juga tidak akan membawa kita sampai kepada Allah, itu hanyalah perbudakan rohani. Syukur kepada Allah yang begitu mengasihi kita, Dia hadir ke dalam dunia, menerima kuk itu atas diri-Nya dengan hidup di bawah kekuasaan hukum agama, supaya dengan begitu Dia membebaskan manusia yang masih hidup di bawah hukum agama. Allah mengangkat kita menjadi anak-Nya untuk menerima suatu warisan rohani yang tidak dapat diambil oleh siapapun, yaitu keselamatan dan kemerdekaan yang sejati.

Selamat Pagi. Marilah bersyukur kepada Allah, dan karena kita bukan lagi hamba melainkan anak, maka nyatakanlah syukur itu dengan hidup selayaknya seorang anak, yaitu anak-anak yang rohani.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dosa Telah Memecah-mecah Manusia Dalam Perbedaan Yang Tidak Berguna. Tolong Kami Menjadi Hamba-Mu Yang Mempersatukan Mereka.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 3 : 25 – 29

Hanya ada dua pembeda yang berdampak pada kekekalan, yaitu manusia yang hidup di dalam Kristus dengan manusia yang hidup di luar Kristus.

Paulus mengungkapkan kontras yang terjadi antara hukum agama dengan Kristus. Hukum agama membedakan orang berdasarkan status yaitu antara orang Yahudi dan non-Yahudi, hamba dan orang bebas, laki-laki dan perempuan. Bahkan dalam doa sekalipun, pembedaan itu terasa begitu kuat. Yesus datang menghancurkan tembok pemisah yang membedakan manusia berdasarkan hal lahiriah itu. Melalui Kristus kita semua dipersatukan dengan Allah sehingga menjadi anak-anak Allah, yaitu keturunan Abraham yang mendapatkan bagian dalam menerima janji Allah.

Sahabat Alkitab, ada sebuah lagu yang sering sekali kita dengar dan nyanyikan yang merupakan cerminan dari kehidupan Kristen yang seharusnya. Lagu itu berkata, “Dalam Yesus kita bersaudara, dalam Yesus kita bersaudara, dalam Yesus kita bersaudara, sekarang dan selamanya, dalam Yesus kita bersaudara.” Kita memang terlahir dalam dunia yang senang mengelompokkan manusia berdasar status dan identitas sosial yang melekat secara lahiriah. Kita yang telah mengenal Kristus dan dilahirkan dalam kematian-Nya harusnya tidak lagi mengikuti cara dunia seperti itu. Kita adalah orang-orang merdeka yang dapat hidup bersama dalam lingkup bermasyarakat, bekerja, bergereja, bersekolah, ataupun berkeluarga dengan tidak lagi terpecah dan dipisahkan oleh status dan identitas sosial.

Selamat Pagi. Tidak cukupkah kematian Kristus untuk menyatukan kita, ataukah kita yang belum bersatu dalam kematian-Nya sehingga masih hidup dalam perpecahan?

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dalam Kebersamaan Kami Dengan-Mu, Engkau Terus Menambahkan Pengetahuan Dan Hikmat-Mu Kepada Kami.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 2 : 21 – 24

Kebenaran (firman) itu tetap, tetapi pengenalan dan pengetahuan kita akan kebenaran itu yang akan terus bertumbuh seiring dengan kedewasaan rohani dan pemikiran kita

Dari suratnya ini kita dapat melihat bagaimana pemikiran Paulus benar-benar telah diubahkan. Dia yang tadinya menganggap status, pengetahuan, dan ketaatan pada hukum agama Yahudi sebagai sebuah kebanggan dan satu-satunya jalan menuju kepada Allah sekarang menjadi tidak lebih berarti dari pada iman kepada Yesus Kristus. Hukum Agama tidak membebaskan manusia dari dosa, tetapi menjaga agar manusia tidak jadi lebih berdosa lagi, sampai kedatangan Kristus yang membebaskan dan memerdekakan manusia dari kutuk dan perhambaan oleh dosa

Sahabat Alkitab, seberapapun pengetahuan yang kita miliki hari ini tentang Allah adalah pengetahuan yang samar-samar dan tidak sempurna, namun setiap hari berjalan menuju kesempurnaan, hingga kita semua bertemu muka dengan Anak Allah dan pengetahuan kita disempurnakan-Nya (bnd. 1 Kor. 13:12). Perjalanan menuju kepada kesempurnaan ini hanya terjadi apabila kita hidup dan berjalan bersama Yesus, menyerahkan diri untuk dibentuk dan dipimpin-Nya. Proses ini panjang, berat namun enak, menuntut kesabaran dan kerelaan, serta hati yang selalu menghamba

Selamat Pagi. Karena tidak ada diantara kita yang sempurna, karena itu tidak perlu menghakimi, dan tidak perlu malu mengakui ketidaksempurnaan itu, namun belajarlah untuk menjadi sempurna bersama-sama, bersama dengan Kristus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Penyebaran Alkitab Satu Dalam Kasih 2018 Dimulai

Selviana (staf LAI) tengah membagikan Alkitab Anak & Komik Alkitab kepada Anak-anak Sekolah Dasar di Wilayah Sumba Timur, NTT.

Bila anda follow akun Instragramnya Lembaga Alkitab Indonesia dan memerhatikan siaran langsung beberapa hari terakhir, akan tampak tiga personel LAI yang sudah berada di Waingapu ibukota Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka akan menyebarkan Alkitab-alkitab program Satu Dalam Kasih (SDK) 2018 yang didukung oleh para Mitra LAI. Mereka membawa setidaknya 5.000 Alkitab, 7.500 Alkitab+KJ, dan 17.500 Alkitab Anak untuk disebarkan di gereja-gereja yang ada di wilayah Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Tim SDK LAI yang berada di wilayah Sumba Timur ini merupakan gelombang pertama (3-11 September 2019) dari enam gelombang penyebaran Alkitab program SDK ke pelosok negeri yang dicanangkan tahun ini. Gelombang pengiriman berikutnya adalah sebagai berikut: (2) Halmahera Barat, Maluku Utara, 24-30 September 2018; (3) Kabupaten Boven Digoel, Papua, 1-10 Oktober 2018; (4) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 12-21 Oktober 2018; (5) Pulau Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku, 23-30 Oktober 2018; (6) Karo dan Dairi, Sumatera Utara, 19-28 Nopember 2018.

Kerja keras dalam menggerakkan Mitra LAI pada sementer satu tahun 2018 ini telah membuahkan hasil yang signifikan. Semua ini memungkinkan produk-produk Akitab yang dibutuhkan di enam wilayah di atas siap disebarkan. Solidaritas dari para Mitra LAI meningkat dibandingkan tahun 2018. Peminat untuk ikut dalam “Ekpedisi Alkitab Untuk Semua” khususnya ke Kepulauan Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku dan ke Boven Digoel, Papua sangat banyak.

“Ekspedisi Alkitab Untuk Semua” adalah perjalanan ziarah spiritual yang sangat berharga bagi siapa saja yang terlibat dalam mengantar Alkitab ke pelosok negeri. Bagi yang dikunjungi oleh saudara seiman dari Kota besar yang membawa Alkitab yang dirindukan juga merupakan berkat besar tersendiri. Suatu perjumpaan selalu mengubahkan. Pengalaman menunjukkan baik yang menjumpai maupun yang dijumpai sama-sama mengalami perubahan positif dalam iman, pengharapan dan kasih. Betapa tidak, mereka sama-sama dicerahkan dalam suasana haru dan sukacita.
Sebagai contoh bagi siapa saja yang belum pernah datang ke Waingapu, mereka akan menjumpai alam tropis yang cenderung kering. Musim kemarau 8 bulan dan musim hujan hanya 4 bulan. Jenis tumbuhan yang cocok umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren, sementara hewan peliharaan umumnya adalah sapi, kerbau dan kuda yang telah menyesuaikan dengan alam Sumba yang berpadang sabana luas.

Jumlah penduduk Kabupaten Sumba Timur kurang lebih 250.000 jiwa, terdiri atas orang Sumba Timur asli, Sabu, keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa dan penduduk campuran dari wilayah NTT lain. Sebagian besar penduduk di kabupaten ini beragama Kristen Protestan. Selebihnya adalah Islam, Hindu dan Budha. Yang menarik sekitar 39% penduduk Sumba Timur masih beragama tradisional Marapu.

Pengiriman dan penyebaran Alkitab untuk Sumba Timur disalurkan melalui jemaat Gereja-gereja setempat, khususnya Gereja Kristen Sumba (GKS). Hal ini semakin mempererat kerjasama sinergis antara LAI dengan Gereja di berbagai pelosok negeri. Kerjasama yang saling memberdayakan. Dengan diterimanya semua produk LAI yang dikirim, membuat LAI semakin terbuka memberdayakan dirinya untuk umat di wilayah lain yang masih sulit dijangkau. Dengan penyebaran Alkitab tersebut, umat semakin terbuka untuk lebih berdaya dengan membaca, merenungkan, dan menghayati nilai-nilai luhur yang berasal dari Alkitab.

Pekerjaan menyalurkan Alkitab ke pelosok negeri bukan pekerjaan yang mudah. Berawal dari informasi kebutuhan Alkitab dari Gereja-gereja di wilayah pelosok. Kemudian LAI mengadakan survei baik melalui literatur maupun tinjauan lapangan. Tinjauan lapangan dengan menemui para hamba Tuhan dan banyak umat di wilayah sasaran. Mendengar semua pergumulan pelayanannya dan mengobservasi kondisi riil di lapangan. Hasil survei diolah untuk menetapkan wilayah sasaran program SDK. Hasil survei ini bahkan juga sangat bermanfaat sebagai pusat informasi bagi banyak pihak yang akan melakukan pelayanan dan kesaksian di wilayah tersebut.

Sesudah memiliki data-data yang definitif, LAI menerbitkan berbagai format publikasi untuk menggerakkan Mitra-mitra LAI. Para Mitra LAI perlu diyakinkan dengan data-data kebutuhan riil yang ada di lapangan, bukan perkiraan atau prediksi. Bersamaan dengan itu rencana penerbitan Alkitab dan bagian-bagiannya untuk keperluan program SDK sudah masuk dalam agenda bagian produksi dan penerbitan LAI.

Bulan Oktober tahun sebelumnya adalah bulan kick off  program SDK untuk tahun berikutnya. Program SDK tahun 2018 ini sudah dipersiapkan mulai awal 2017. Bahkan mempertimbangkan juga permintaan-permintaan tertunda di tahun 2016. Sebuah perjalanan pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan, ketekunan, akurasi dan kegigihan menghadapi berbagai tantangan.

Pembagian Alkitab program SDK tahun 2018 dimulai, sebentar lagi kick off  program SDK 2019. Program yang akan terus berjalan seturut dengan kebutuhan Alkitab dan bagian-bagiannya di wilayah-wilayah negeri yang sangat sulit dijangkau oleh transportasi dan komunikasi. Juga karena keterbatasan daya beli. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)