Tuhan, Tidak Pernah Kesombongan Menghasilkan Kebaikan. Tetapi Kerendahan Hati Dan Kemauan Untuk Mengoreksi Diri Sendiri.

Seperti menjaring angin, demikianlah orang yang ingin sampai ke surga dengan usahanya sendiri.
“Kita sekarang bebas… pertahankanlah kebebasanmu!” Kalimat singkat itu memiliki makna yang besar. Dengan kalimat itu Paulus ingin menyampaikan bahwa Dia dan jemaat Galatia saat itu adalah orang yang telah merdeka, karena Kristus, tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat (Agama). Karena itu tetaplah dalam keadaan seperti itu dengan tetap percaya kepada Kristus dan hidup dalam pertolongan Roh Allah, karena berusaha melakukan satu saja dari hukum agama dengan maksud itu akan mendamaikan dirinya dengan Allah justru telah membawa diri mereka terputus dari Kristus.
Sahabat Alkitab, kita pun telah merdeka, semua orang yang telah percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan adalah orang-orang yang telah merdeka. Pengorbanan Kristus yang telah memerdekakan kita, bukan oleh inisiatif ataupun usaha kita sendiri. Kemerdekaan itu adalah pemberian yang sangat berharga dan tidak mungkin bisa didapatkan jika bukan karena Allah yang beranugerah. Karena sangat berharga maka jangan pernah kita sia-siakan dengan menjalani hidup yang tidak bermanfaat, dalam kebodohan, dan tidak sesuai dengan tertib hidup keselamatan.
Selamat Pagi. Marilah tunjukkan kepada dunia bahwa Allah tidak pernah salah memilih kita untuk diselamatkan, yaitu dengan cara hidup benar di hadapan Tuhan.
Salam Alkitab Untuk Semua

“Bagaimana kami Hamba-hamba Tuhan dapat terlibat langsung dalam penyebaran Alkitab ke daerah-daerah terpencil? Mengingat GPdI itu ibarat Bank BRI yang tersebar di pelosok negeri,” tanya Pdt Hesra Sembiring, salah seorang peserta Forum Tatap Muka Nasional (FORTAPNAS) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Ungaran hari ini (19/9/2018).
“Kalau LAI sudah melaksanakan mandat layanan di bidang Alkitab (penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran dan upaya agar Alkitab menjadi panduan hidup umat) hemat saya GPdI tidak perlu lagi melakukan duplikasi. Kita harus mendukung LAI dengan memperkuat pelayanannya dan kita kerjakan hal-hal yang belum dilakukan LAI,” ungkap Pak Eko Nugroho, pendiri dan CEO Dreamlight World Media, yang juga salah satu narasumber dalam acara FORTAPNAS GPdI yang dihadiri para Pengurus Biro Media Cetak dan Elektronik GPdI 17 Provinsi.
“Apakah LAI dapat menjadi narasumber untuk sessi-sessi yang berhubungan dengan penerjemahan Alkitab di Sekolah Teologi GPdI di Salatiga?,” tanya Pdt G.A. Panjaitan, MTh. Ketua I Sinode GPdI yang juga Penasihat Panitia FORTAPNAS GPdI.
Pertanyaan dan pernyataan di atas menandakan antuasiasme para pengurus GPdI yang tersebar di 32 Provinsi di Indonesia dalam mendukung layanan LAI. Semangat ini membuat Tim LAI yang hadir di Ungaran (saya, Pdt Anwar Tjen, PhD – Kadep Penerjemahan, Pak Saefudin – Kadep Penyebaran, Sdr Indra dan Sdr Arif – staf Penyebaran) merasa semakin bertambah antusias untuk melangkah ke depan.
Apalagi saat LAI (saya dan Pak Anwar) mengakhiri sesi presentasi dengan mengajukan 4 pertanyaan berhadiah (berhubungan dengan Alkitab dan LAI) mampu dijawab dengan sangat lancar oleh banyak peserta. Pertanda mereka memberikan atensi yang sangat baik terhadap presentasi LAI.
LAI yang melayani seluruh Gereja interdenominasi dan interkonfesi di Indonesia sangat membutuhkan dukungan antusiasme dari seluruh hamba-hamba Tuhan dan jemaat Gereja yang dilayani. Antusiasme dalam hal mendoakan, memberi masukan-masukan, mewartakan, mendonasikan berkatNya dan mendukung aspek-aspek teknis layanan LAI. Semua ini mestinya menjadi suatu keniscayaan, mengingat tugas LAI merupakan mandat yang diberikan oleh seluruh Gereja-gereja di Indonesia.
Dengan antusiasme yang sama, maka pertanyaan Pdt Hesra Sembiring di atas saya jawab dengan semangat: “Sangat bisa Pak, dan dengan senang hati LAI menyambut partisipasi dan kontribusi para hamba Tuhan GPdI untuk bersama-sama menyebarkan Alkitab di pelosok negeri. Aspek teknisnya kita bisa diskusikan lebih lanjut.”
Saya juga menyampaikan persetujuan serta apresiasi kepada Bapak Eko Nugroho atas ide dan dukungan yang sangat luar biasa kepada LAI. Kelanjutan MOU yang sudah ditandatangani beberapa bulan lalu antara LAI dengan Dreamlight World Media semakin kongkret dan terukur. Sedang dijalankan bersama berbagai bentuk program di bidang penerbitan buku, pendidikan Alkitab, pengembangan aplikasi-aplikasi dan pembuatan program-program televisi.
Permintaan Pdt G.A. Panjaitan di atas, langsung kami jadwalkan di awal November 2018 dimana Pdt Anwar Tjen akan memberikan seminar setengah hari tentang penerjemahan Alkitab di STT Salatiga. Respon yang cepat, dan kongkret dalam semangat saling memberdayakan.
Bila antusiasme dalam level yang sama juga melanda Gereja-gereja lain di Indonesia dalam kemitraan dengan LAI, maka dahsyatlah dampak yang akan dituai bagi perwujudan Alkitab Untuk Semua di negeri ini. Salam Alkitab Untuk Semua.
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Kelahiran pertama membawa kita masuk ke dalam dunia, kelahiran kedua memberi kita hidup damai sejahtera dan jaminan hidup di surga bersama dengan Allah.
Paulus terus menekankan bahwa hidup dalam kepercayaan kepada Kristus Yesus adalah kehidupan yang penuh istimewa. Sebab, siapa yang hidup karena percaya berarti hidup atau lahir karena janji Allah. Tetapi siapa yang tidak percaya kepada Kristus Yesus mereka tetap hidup dalam perhambaan dan tidak memiliki hak untuk menjadi ahli waris dari janji Allah kepada Abraham dan keturunannya yang rohani. Dengan mengungkapkan ini Paulus mungkin berharap bahwa jemaat Galatia dapat memilih untuk tetap mendasarkan iman percaya mereka kepada Kristus dan bukan dengan melakukan hukum Taurat.
Sahabat Alkitab, keberadaan manusia di dunia ini adalah keberadaan yang istimewa sebab ketika menciptakan manusia Allah menciptakannya serupa dan segambar dengan gambar diri-Nya sendiri (Kej. 1:26-27), di mana manusia diberikan sifat yang juga dimiliki oleh Allah, walau tidak sama sempurnanya. Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak gambar ilahi itu, namun Allah dengan inisitif-Nya sendiri menebus manusia melalui pengorbanan Kristus Yesus. Kenyataan ini adalah hal yang paling istimewa, sebab dengan penebusan itu setiap orang yang percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Allah diangkat menjadi anak-anak Allah, yang menerima warisan sorgawi dan kelak akan memerintah bersama dengan Allah (II Tim. 2:11-12).
Selamat Pagi. Kiranya kita menyadari status kita sebagai pribadi yang istimewa di hadapan Tuhan dan hidup berpadanan dengan itu.
Salam Alkitab Untuk Semua

Galatia 4:21-26
Jika buku adalah jendela dunia, maka hikmat Tuhan adalah cakrawala maya.
Kepada mereka yang ingin hidup dalam hukum Taurat dan kepada pengajar palsu itu Paulus mengungkapkan suatu kebenaran yang tersembunyi bagi mereka. Dengan mengambil alegori Sara dan Hagar, Paulus menjelaskan bahwa siapa yang hidup di bawah hukum Taurat ia sama dengan keturunan Hagar yaitu Ismail, keturunan dari seorang hamba, diperanakkan oleh karena kemauan manusia. Sedang mereka yang hidup karena janji atau kasih karunia Allah adalah keturunan orang merdeka, keturunan Sara, dilambangkan sebagai Yerusalem sorgawi. Paulus tidak ingin jemaat Galatia itu teperdaya hingga membawa diri mereka sendiri menjadi seorang hamba padahal mereka telah dimerdekakan oleh Kristus.
Sahabat Alkitab, tidak belajar memang membuat orang menjadi bodoh, tidak berpengetahuan, dangkal, kurang awas, sehingga mudah sekali tertipu. Hari ini kita melihat begitu banyaknya orang Kristen yang mudah sekali terbawa oleh arus pengajaran baru yang tidak berpijak pada pengertian yang benar dari firman Tuhan, sementara yang memberi pengajaranpun demikian, mereka tidak benar-benar memahami apa yang mereka ajarkan, maka istilah yang tepat untuk itu adalah “Orang buta menuntun orang buta” atau “Orang bisu mengajar orang tuli berbicara”. Satu-satunya cara untuk memberantas kebodohan itu adalah dengan belajar pada sumber yang otentik dan terpercaya, serta bersikap kritis untuk segala pengajaran yang didengarkan.
Selamat Pagi. Hikmat Tuhan tidak datang kepada mereka yang berpangku tangan dan berdiam diri saja, tetapi kepada mereka yang mau membuka dan mempelajari firman-Nya dengan tekun, teliti di bawah pimpinan Roh Kudus.
Salam Alkitab Untuk Semua
Galatia. 4:17-20
Kita ini adalah umat pilihan Allah, diselamatkan bukan untuk hidup bebas dalam dosa melainkan untuk menyenangkan Allah.
Paulus menunjukkan betapa ia begitu bersedih dan menderita karena keadaan jemaat Galatia. Ia menyamakan dirinya dengan seorang ibu yang sedang menderita sakit bersalin. Penderitaan yang ia alami akan terus terjadi jika sifat-sifat Kristus belum juga tertanam dalam diri mereka. Bagaimanapun juga Paulus adalah orang yang menanam benih iman dalam jemaat itu, sehingga wajar jika ia bersedih karena mereka telah melupakan itu.
Sahabat Alkitab, siapapun dalam posisi Paulus pasti akan bersedih jika orang yang kita kasihi dan ajari tentang kebenaran tidak lagi mengindahkannya. Terlebih lagi Tuhan, Dia jauh lebih bersedih karena anak-anak yang ditebus dengan hidup-Nya sendiri kembali dan tetap menikmati dosa masa lalunya. Tuhan tidak menghendaki kita hidup lagi dalam perbudakan dosa, Dia ingin kita hidup bebas dan merdeka.
Selamat Pagi. Jika kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, masakan kita mau membuat-Nya bersedih dengan menukar kekekalan hanya karena kenikmatan sesaat?
Salam Alkitab Untuk Semua