Tuhan, Tidak Pernah Kesombongan Menghasilkan Kebaikan. Tetapi Kerendahan Hati Dan Kemauan Untuk Mengoreksi Diri Sendiri.

Tuhan, Tidak Pernah Kesombongan Menghasilkan Kebaikan. Tetapi Kerendahan Hati Dan Kemauan Untuk Mengoreksi Diri Sendiri.

Tuhan membenci kesombongan, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.

Paulus meminta kepada jemaat Galatia yang hidup dengan baik menurut pimpinan Roh Allah, mengajar dan membimbing mereka yang hidup dalam kehendaknya sendiri dengan lemah lembut. Bukan dengan menyombongkan kehidupan mereka sendiri, lalu membandingkannya dengan orang lain dengan cara yang merendahkan orang tersebut. Setiap orang harus mengintrospeksi diri sendiri, apa bilan mendapati dirinya baik ia boleh bermegah, namun tidak dengan membandingkan diri terhadap orang lain.

Sahabat Alkitab, kesombongan dalam hal apapun bentuknya tidak diperkenan Tuhan. Tuhan ingin kita hidup dengan bijaksana. Apabila kita telah hidup benar di hadapan Tuhan maka itu adalah sebuah kesaksian hidup yang harusnya dipakai untuk membangun kehidupan orang lain, menolong mereka yang masih hidup dan bergumul dengan dosa mereka. Kadang orang terjebak dalam kesombongan rohani dengan menganggap bahwa hanya dirinyalah yang baik, sementara orang yang lain tidak. Padahal kita tahu bahwa tidak seorang pun dari kita yang sempurna, kesalehan kita hanyalah seperti kain kotor di hadapan Tuhan. Ada sisi kehidupan yang telah kita "menangkan" namun ada sisi lain juga yang masih rentan, demikian juga dengan orang lain. Tidak ada seorangpun yang imun, karena itu hendaklah kita saling membangun dan menguatkan, sebab bagaimanapun juga kita adalah satu kesatuan, yaitu tubuh Kristus.

Selamat Pagi. Satu rasa dan satu sepenanggungan, itulah yang harus kita kembangkan dalam kebersamaan kita dengan saudara seiman.

Salam Alkitab Untuk Semua

Prospek Alkitab Cetak Di Zaman Now

title

“Mengingat di zaman now banyak yang sudah memakai Alkitab Digital, lalu bagaimana prospek Alkitab cetak?.” Ini adalah pertanyaan berulang yang sering diajukan oleh banyak kolega kepada saya. Saya selalu menjawab dengan tersenyum, karena sesungguhnya sang penanya rata-rata sudah tahu jawabannya. Saya menduga latar belakang pertanyaan kolega-kolega saya di atas adalah: (1) prihatin kepada LAI yang merupakan penerbit Alkitab cetak di era digital ini, (2) ingin konfirmasi atas data-data yang mereka miliki, dan (3) ingin tahu bagaimana langkah-langkah LAI ke depan. Ketiga hal ini merupakan umpan balik yang sangat positif dari para kolega saya untuk kemajuan LAI.
Sesuai dengan data yang dilaporkan oleh Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, proyeksi pertumbuhan industri percetakan pada tahun ini diharapkan bisa mencapai 5%. Secara umum kondisi industri grafika berada dalam tren penurunan karena perkembangan teknologi digital yang menyebabkan koreksi permintaan. Optimisme kenaikan omzet hanya karena ada ajang pemilihan umum serentak tahun ini (mencetak ratusan juta kertas suara). Selebihnya kontribusi kenaikan omzet lebih banyak berasal dari perusahaan-perusahaan percetakan yang bergerak di bidang “packaging” (kemasan).
Lalu bagaimana data yang dimiliki LAI hari ini? Puji Tuhan, LAI sudah memiliki sistem yang memungkinkan melihat data penyebaran produk-produk cetak secara harian (menurut saya teknologi LAI ini sungguh sangat canggih). Posisi data penyebaran hari ini (22.09.2018) adalah: (1) Alkitab Lengkap (PL & PB): 2017 = 580.805; 2018 = 653.949 – Tumbuh 12,6%. (2) Testamen (PB): 2017 = 680.449; 2018= 733.463 – Tumbuh 7,8%. (3) Non Alkitab: 2017 = 57.484; 2018 = 71.721 – Tumbuh 24,8%. Rata-rata pertumbuhan 10,6%.
Dari data di atas LAI mengalami pertumbuhan di atas proyeksi pertumbuhan industri grafika Indonesaia tahun ini yang hanya berharap di angka 5%. Ini merupakan pencapaian LAI yang termasuk istimewa. Apalagi secara umum kondisi industri grafika di Indonesia dan bahkan di dunia berada dalam tren penurunan, karena konsumsi teknologi digital. Pertumbuhan di atas belum merupakan tren, karena baru data sementara dalam sembilan bulan terakhir di tahun 2018. LAI masih terus berupaya dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar di akhir tahun data pertumbuhan ini tetap terjaga bahkan berharap bisa melampauinya. Perjuangan ini tidaklah mudah mengingat sejak tahun 2015 sampai 2017 data penyebaran LAI memiliki kecenderungan yang terus menurun.
Keprihatinan para kolega dan konfirmasi data yang dimilikinya sudah terjawab dengan data-data yang dimiliki LAI di atas. Namun pertanyaan: bagaimana langkah-langkah LAI ke depan dalam menyambut konsumsi digital yang akan menggerus produk cetak?
Pertama, seluruh Tim LAI di kantor Pusat, Percetakan dan Perwakilan-perwakilan terus rajin berdoa bersama setiap pagi, terus meningkatkan kesehatian, antusiasme dan terus fokus kepada keberhasilan.
Kedua, LAI tidak akan melawan produk digital. Sejak Juni 2018 secara resmi LAI memiliki Departemen Layanan dan Pengembangan Digital, dan sejak bulan ini sudah mencanangkan diri menjadi “Asia Pacific Digital Development Center” yang akan melayani lembaga-lembaga Alkitab di Asia Pasifik. Tekad yang berani ini, meminjam istilah anak zaman now: “Sungguh keren abis!”
Ketiga, upaya pengembangan produk Alkitab cetak terus digenjot sesuai dengan kebutuhan umat. Dalam waktu dekat akan terbit Alkitab Kelahiran yang dilengkapi dengan aplikasi yang sangat menarik dan fungsional. Aplikasi yang dapat menolong orang tua memonitor kondisi bayinya setiap saat, bahkan setiap detik. Ada ayat-ayat khusus, gambar-gambar istimewa dan berbagai variasi lain yang disediakan demi memberikan perhatian istimewa kepada putra-putri yang baru lahir.
Keempat, memperluas jaringan kemitraan dengan para individu, Gereja-gereja, lembaga-lembaga Kristen, perusahaan-perusahaan, dan bahkan dengan jemaat di luar negeri untuk mengidentifikasi dan berusaha memenuhi kebutuhan mereka di bidang Alkitab cetak. Terpujilah Tuhan, karena banyak sekali orang-orang baik yang dikirim Tuhan untuk membantu LAI. Salam Alkitab Untuk Semua.
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Dosa Memberikan Kenikmatan Tetapi Fana. Tetapi Engkau Memberikan Damai Sejahtera, Kebahagiaan Dan Kepuasan.

title

Allah menawarkan hal yang berbeda dari yang dunia tawarkan, memang tidak untuk memuaskan nafsu manusia, tapi pasti memberikan hidup yang sesungguhnya.

Paulus memberikan pembandingan antara tabiat manusia dengan tabiat orang yang dipimpin oleh Roh Allah. Sifat atau tabiat manusia meliputi dosa seksual, praktik kekafiran, keras hati dan kedurhakaan, dan kegemaran, semata-mata mendatangkan dosa, karena memang demikianlah adanya. Semuanya memberikan kenikmatan dan kepuasan jika dibuahi namun hanya bersifat sesaat. Saat kenikmatannya hilang, yang tertinggal hanyalah penyesalan dan rusaknya hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Sedangkan tabiat yang dipimpin Roh Allah jelas mendatangkan kebaikan, sukacita, kepuasan batin, dan damai sejahtera bagi semua.

Sahabat Alkitab, kita dipanggil bukan untuk melakukan apa yang cemar, dan tinggal di dalam dosa, melainkan melakukan apa yang mulia. Kita memang masih ada di dalam dunia dan godaanya akan terus mengejar hingga kita terbujuk olehnya. Tetapi syukur kepada Allah yang memberikan Roh-Nya untuk kita agar dalam pimpinan-Nya kita dimampukan untuk memilih yang benar, serta menjalaninya. Nikmat membawa maut, itulah kalimat singkat yang menggambarkan bagaimana berbahayanya dosa. Kita yang telah dipanggil oleh Allah akan selalu berusaha untuk hidup dalam pimpinan kehendak-Nya, sekalipun tidak mudah, seperti memikul sebuah kuk, namun kuk itulah yang menolong kita untuk tetap berada pada tertib hidup keselamatan yang memancarkan buah Roh.

Selamat Pagi. Marilah kita memancarkan kehidupan yang baru dalam Kristus melalui pekerjaan, dan hubungan sosial kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Lengkapi Kami Dengan Segala Yang Diperlukan Untuk Menyelesaikan Perpecahan Dan Menghadirkan Keselarasan

title

Satu tanda bahwa Kristus hidup dalam kita adalah damai yang kita bawa.

Akibat adanya pengajaran palsu itu, terjadi perpecahan di dalam jemaat. Ada yg ingin mengikuti ajaran itu, ada juga yang ingin tetap mempertahankan ajaran yang telah diterima dari Paulus. Paulus melihat itu, karena itu menasehati mereka agar menanggalkan segala sifat tabiat manusia yang sangat mungkin menjadi penyebab perpecahan itu. Sebab tidak mungkin mereka dapat berdiri di atas dua pijakan yang sama sekali berbeda, keinginan Roh Allah jelas bertentangan dengan keinginan manusia. Untuk menyelesaikan perpecahan itu, mereka harus hidup menurut keinginan Roh Allah yang membawa damai sejahtera.

Sahabat Alkitab, ketika kita menghadapi perpecahan atau melihat potensi itu ada dalam lingkup kerja dan pelayanan kita maka sangat diperlukan hikmat untuk menyelesaikannya. Hikmat itu harus berasal dari Allah bukan dari nafsu dan keinginan manusia. Untuk memperolehnya kita harus meminta dari Allah dan membiarkan Roh-Nya untuk memimpin setiap pemikiran, perkataan, dan tindakan kita. Tanpa pimpinan Roh Allah apa pun yang kita lakukan hanya akan menambah masalah, malah mungkin mempercepat perpecahan itu terjadi.

Selamat Beribadah. Kiranya setiap kita hadir untuk membawa damai sejahtera di manapun berada, agar orang di sekitar merasakan kehadiran Kristus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Orang-orang Sulit Dan Para Pengacau Akan Selalu Ada Disekitar Kami. Tolong Kami Menangani Mereka Dengan Bijak Dan Sesuai Kehendak-Mu

title

Kita tidak punya kuasa untuk mengubah orang, hanya Tuhan yang bisa. Bagian kita hanya menyampaikan kebenaran, menasehati, mendisiplinkan, dan tindakan terakhir adalah memisahkannya dari yang lain.

Sedikit ragi saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Paulus begitu yakin - dengan harapan - bahwa jemaat Galatia masih mengikuti ajaran yang pernah diberitakannya dan yang menyatukan mereka dengan Kristus. Namun ia tidak yakin bahwa mereka yang telah menyebarkan ajaran palsu dapat berubah dari pemahaman mereka yang salah dan maksud jahat mereka untuk "me-Yahudikan" jemaat Kristen Galatia. Karena itu dengan keras Paulus mengatakan bahwa mereka akan dihukum Allah, dan sebelum itu terjadi mereka harus dijauhkan dan dikeluarkan dari lingkungan jemaat, sebelum menyesatkan seluruh jemaat.

Sahabat Alkitab, orang sulit dan pengacau yang ada di sekitar kita memang harus dijauhkan, sebab tujuan mereka memang untuk mengacau. Bagaimanapun juga sifat atau karakter yang kuat, entah negatif atau positif, akan memberi pengaruh yang kuat terhadap sebuah lingkungan. Jika positif tentu harus dipertahankan, tapi jika negatif dan tidak ingin berubah memang harus segera dipangkas. Tindakan ini memang sangat keras, namun membiarkan sekumpulan orang yang menginginkan kebaikan bersama terpecah dan tersesat adalah sebuah kejahatan.

Selamat Pagi. Kita harus tahu membedakan antara mengasihi dengan berkompromi, seperti kita tahu membedakan antara tangan kanan dan tangan kiri, agar kita tidak bersalah dalam banyak hal.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Jangan Biarkan Kami Menyia-nyiakan Kesungguhan Kasih-Mu Dengan Kebodohan Dan Keengganan Menuruti Perintah-perintah-Mu

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatian 5 : 1 – 6

Seperti menjaring angin, demikianlah orang yang ingin sampai ke surga dengan usahanya sendiri.

“Kita sekarang bebas… pertahankanlah kebebasanmu!” Kalimat singkat itu memiliki makna yang besar. Dengan kalimat itu Paulus ingin menyampaikan bahwa Dia dan jemaat Galatia saat itu adalah orang yang telah merdeka, karena Kristus, tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat (Agama). Karena itu tetaplah dalam keadaan seperti itu dengan tetap percaya kepada Kristus dan hidup dalam pertolongan Roh Allah, karena berusaha melakukan satu saja dari hukum agama dengan maksud itu akan mendamaikan dirinya dengan Allah justru telah membawa diri mereka terputus dari Kristus.

Sahabat Alkitab, kita pun telah merdeka, semua orang yang telah percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan adalah orang-orang yang telah merdeka. Pengorbanan Kristus yang telah memerdekakan kita, bukan oleh inisiatif ataupun usaha kita sendiri. Kemerdekaan itu adalah pemberian yang sangat berharga dan tidak mungkin bisa didapatkan jika bukan karena Allah yang beranugerah. Karena sangat berharga maka jangan pernah kita sia-siakan dengan menjalani hidup yang tidak bermanfaat, dalam kebodohan, dan tidak sesuai dengan tertib hidup keselamatan.

Selamat Pagi. Marilah tunjukkan kepada dunia bahwa Allah tidak pernah salah memilih kita untuk diselamatkan, yaitu dengan cara hidup benar di hadapan Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Antusiasme GPdI Mendukung Pelayanan LAI

 

“Bagaimana kami Hamba-hamba Tuhan dapat terlibat langsung dalam penyebaran Alkitab ke daerah-daerah terpencil? Mengingat GPdI itu ibarat Bank BRI yang tersebar di pelosok negeri,” tanya Pdt Hesra Sembiring, salah seorang peserta Forum Tatap Muka Nasional (FORTAPNAS) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Ungaran hari ini (19/9/2018).

“Kalau LAI sudah melaksanakan mandat layanan di bidang Alkitab (penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran dan upaya agar Alkitab menjadi panduan hidup umat) hemat saya GPdI tidak perlu lagi melakukan duplikasi. Kita harus mendukung LAI dengan memperkuat pelayanannya dan kita kerjakan hal-hal yang belum dilakukan LAI,” ungkap Pak Eko Nugroho, pendiri dan CEO Dreamlight World Media, yang juga salah satu narasumber dalam acara FORTAPNAS GPdI yang dihadiri para Pengurus Biro Media Cetak dan Elektronik GPdI 17 Provinsi.

“Apakah LAI dapat menjadi narasumber untuk sessi-sessi yang berhubungan dengan penerjemahan Alkitab di Sekolah Teologi GPdI di Salatiga?,” tanya Pdt G.A. Panjaitan, MTh. Ketua I Sinode GPdI yang juga Penasihat Panitia FORTAPNAS GPdI.

Pertanyaan dan pernyataan di atas menandakan antuasiasme para pengurus GPdI yang tersebar di 32 Provinsi di Indonesia dalam mendukung layanan LAI. Semangat ini membuat Tim LAI yang hadir di Ungaran (saya, Pdt Anwar Tjen, PhD – Kadep Penerjemahan, Pak Saefudin – Kadep Penyebaran, Sdr Indra dan Sdr Arif – staf Penyebaran) merasa semakin bertambah antusias untuk melangkah ke depan.

Apalagi saat LAI (saya dan Pak Anwar) mengakhiri sesi presentasi dengan mengajukan 4 pertanyaan berhadiah (berhubungan dengan Alkitab dan LAI) mampu dijawab dengan sangat lancar oleh banyak peserta. Pertanda mereka memberikan atensi yang sangat baik terhadap presentasi LAI.

LAI yang melayani seluruh Gereja interdenominasi dan interkonfesi di Indonesia sangat membutuhkan dukungan antusiasme dari seluruh hamba-hamba Tuhan dan jemaat Gereja yang dilayani. Antusiasme dalam hal mendoakan, memberi masukan-masukan, mewartakan, mendonasikan berkatNya dan mendukung aspek-aspek teknis layanan LAI. Semua ini mestinya menjadi suatu keniscayaan, mengingat tugas LAI merupakan mandat yang diberikan oleh seluruh Gereja-gereja di Indonesia.

Dengan antusiasme yang sama, maka pertanyaan Pdt Hesra Sembiring di atas saya jawab dengan semangat: “Sangat bisa Pak, dan dengan senang hati LAI menyambut partisipasi dan kontribusi para hamba Tuhan GPdI untuk bersama-sama menyebarkan Alkitab di pelosok negeri. Aspek teknisnya kita bisa diskusikan lebih lanjut.”

Saya juga menyampaikan persetujuan serta apresiasi kepada Bapak Eko Nugroho atas ide dan dukungan yang sangat luar biasa kepada LAI. Kelanjutan MOU yang sudah ditandatangani beberapa bulan lalu antara LAI dengan Dreamlight World Media semakin kongkret dan terukur. Sedang dijalankan bersama berbagai bentuk program di bidang penerbitan buku, pendidikan Alkitab, pengembangan aplikasi-aplikasi dan pembuatan program-program televisi.

Permintaan Pdt G.A. Panjaitan di atas, langsung kami jadwalkan di awal November 2018 dimana Pdt Anwar Tjen akan memberikan seminar setengah hari tentang penerjemahan Alkitab di STT Salatiga. Respon yang cepat, dan kongkret dalam semangat saling memberdayakan.

Bila antusiasme dalam level yang sama juga melanda Gereja-gereja lain di Indonesia dalam kemitraan dengan LAI, maka dahsyatlah dampak yang akan dituai bagi perwujudan Alkitab Untuk Semua di negeri ini. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Engkau Menciptakan Kami Begitu Istimewa, Dan Dengan Menebus Kami, Engkau Menjadikan Kami Jauh Lebih Istimewa

Galatia, Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 4 : 27 – 31

Kelahiran pertama membawa kita masuk ke dalam dunia, kelahiran kedua memberi kita hidup damai sejahtera dan jaminan hidup di surga bersama dengan Allah.

Paulus terus menekankan bahwa hidup dalam kepercayaan kepada Kristus Yesus adalah kehidupan yang penuh istimewa. Sebab, siapa yang hidup karena percaya berarti hidup atau lahir karena janji Allah. Tetapi siapa yang tidak percaya kepada Kristus Yesus mereka tetap hidup dalam perhambaan dan tidak memiliki hak untuk menjadi ahli waris dari janji Allah kepada Abraham dan keturunannya yang rohani. Dengan mengungkapkan ini Paulus mungkin berharap bahwa jemaat Galatia dapat memilih untuk tetap mendasarkan iman percaya mereka kepada Kristus dan bukan dengan melakukan hukum Taurat.

Sahabat Alkitab, keberadaan manusia di dunia ini adalah keberadaan yang istimewa sebab ketika menciptakan manusia Allah menciptakannya serupa dan segambar dengan gambar diri-Nya sendiri (Kej. 1:26-27), di mana manusia diberikan sifat yang juga dimiliki oleh Allah, walau tidak sama sempurnanya. Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak gambar ilahi itu, namun Allah dengan inisitif-Nya sendiri menebus manusia melalui pengorbanan Kristus Yesus. Kenyataan ini adalah hal yang paling istimewa, sebab dengan penebusan itu setiap orang yang percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Allah diangkat menjadi anak-anak Allah, yang menerima warisan sorgawi dan kelak akan memerintah bersama dengan Allah (II Tim. 2:11-12).

Selamat Pagi. Kiranya kita menyadari status kita sebagai pribadi yang istimewa di hadapan Tuhan dan hidup berpadanan dengan itu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Memberikan Hikmat Agar Orang Tidak Disesatkan Oleh Tipu Daya Kejahatan. Tolong Kami Membuka Hati Menerima Hikmat-Mu.

Galatia 4:21-26

Jika buku adalah jendela dunia, maka hikmat Tuhan adalah cakrawala maya.

Kepada mereka yang ingin hidup dalam hukum Taurat dan kepada pengajar palsu itu Paulus mengungkapkan suatu kebenaran yang tersembunyi bagi mereka. Dengan mengambil alegori Sara dan Hagar, Paulus menjelaskan bahwa siapa yang hidup di bawah hukum Taurat ia sama dengan keturunan Hagar yaitu Ismail, keturunan dari seorang hamba, diperanakkan oleh karena kemauan manusia. Sedang mereka yang hidup karena janji atau kasih karunia Allah adalah keturunan orang merdeka, keturunan Sara, dilambangkan sebagai Yerusalem sorgawi. Paulus tidak ingin jemaat Galatia itu teperdaya hingga membawa diri mereka sendiri menjadi seorang hamba padahal mereka telah dimerdekakan oleh Kristus.

Sahabat Alkitab, tidak belajar memang membuat orang menjadi bodoh, tidak berpengetahuan, dangkal, kurang awas, sehingga mudah sekali tertipu. Hari ini kita melihat begitu banyaknya orang Kristen yang mudah sekali terbawa oleh arus pengajaran baru yang tidak berpijak pada pengertian yang benar dari firman Tuhan, sementara yang memberi pengajaranpun demikian, mereka tidak benar-benar memahami apa yang mereka ajarkan, maka istilah yang tepat untuk itu adalah “Orang buta menuntun orang buta” atau “Orang bisu mengajar orang tuli berbicara”. Satu-satunya cara untuk memberantas kebodohan itu adalah dengan belajar pada sumber yang otentik dan terpercaya, serta bersikap kritis untuk segala pengajaran yang didengarkan.

Selamat Pagi. Hikmat Tuhan tidak datang kepada mereka yang berpangku tangan dan berdiam diri saja, tetapi kepada mereka yang mau membuka dan mempelajari firman-Nya dengan tekun, teliti di bawah pimpinan Roh Kudus.

Salam Alkitab Untuk Semua

 

Tuhan, Tidak Ada Yang Lebih MembuatMu Bersedih Daripada Kesenangan Kami Terhadap Kenikmatan Dosa. Ampunilah dan Bimbinglah Kami Untuk Meninggalkannya.

 

Galatia. 4:17-20

Kita ini adalah umat pilihan Allah, diselamatkan bukan untuk hidup bebas dalam dosa melainkan untuk menyenangkan Allah.

Paulus menunjukkan betapa ia begitu bersedih dan menderita karena keadaan jemaat Galatia. Ia menyamakan dirinya dengan seorang ibu yang sedang menderita sakit bersalin. Penderitaan yang ia alami akan terus terjadi jika sifat-sifat Kristus belum juga tertanam dalam diri mereka. Bagaimanapun juga Paulus adalah orang yang menanam benih iman dalam jemaat itu, sehingga wajar jika ia bersedih karena mereka telah melupakan itu.

Sahabat Alkitab, siapapun dalam posisi Paulus pasti akan bersedih jika orang yang kita kasihi dan ajari tentang kebenaran tidak lagi mengindahkannya. Terlebih lagi Tuhan, Dia jauh lebih bersedih karena anak-anak yang ditebus dengan hidup-Nya sendiri kembali dan tetap menikmati dosa masa lalunya. Tuhan tidak menghendaki kita hidup lagi dalam perbudakan dosa, Dia ingin kita hidup bebas dan merdeka.

Selamat Pagi. Jika kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, masakan kita mau membuat-Nya bersedih dengan menukar kekekalan hanya karena kenikmatan sesaat?

Salam Alkitab Untuk Semua