Pelantikan KKPD Banjarmasin & KKPD Banjar Baru

Pdt Dr. I.P. Lambe (Ketua Umum Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI Mitra Banjarmasin dan KKPD LAI Mitra Banjar Baru bertempat di Gereja Isa Almasih Hope Banjarmasin, 1 Juni 2018

Tepat dihari lahirnya Pancasila 1 Juni 2018, Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik sekaligus dua kepengurusan KKPD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru untuk periode kepengurusan 2018 – 2023.

Rasa syukur dan antusiasme para mitra LAI yang tergabung dalam KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru terlihat dalam kehadiran mereka pada ibadah pelatikan di GIA Hope Banjarmasin. Adalah Pdt. Dr. Ishak P. Lambe, Ketua Umum LAI, sendiri yang bertindak selaku pelayan firman dalam ibadah tersebut. Dalam renungannya  beliau mencoba menjelaskan peristiwa Pentakosta sehingga semua orang yang hadir bisa berbicara dalam bahasa ibu mereka masing-masing (Kisah Para Rasul 2: 1-16). Dengan turunnya Roh Kudus sebenarnya para murid dipakai Tuhan sebagai alat perpanjangan tangan Tuhan menyampaikan Kabar Baik ke dalam berbagai bahasa agar semua orang mengerti dan memahami. Ini bertolak belakang dengan maksud didirikannya menara Babel yang hanya ingin membuat manusia hebat dan menyamai kebesaran Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan tidak ingin manusia binasa, sehingga Tuhan mengacaukan dengan mengubah seluruh bahasa yang satu menjadi berbeda-beda.

Peristiwa Pentakosta menjadi semangat berdirinya Lembaga Alkitab di muka bumi. Tujuannya agar Firman Tuhan diterjemahkan ke sebanyak mungkin bahasa sehingga setiap orang bisa membaca, mengerti, dan memahami Kabar Baik. Hal itu tertuang dalam visi-misi pelayananan lembaga Alkitab di manapun, termasuk juga visi-misi LAI. Agar Firman Tuhan sampai ke seluruh umat Tuhan LAI perlu bermitra dan bersinergi dengan seluruh Gereja dan umat Tuhan. LAI menyiapkan benih (lewat Alkitab yang diterjemahkan, diproduksi dan disebarkan). Gereja menaburkan benih (pelayanan Penginjilan), dan Tuhan yang menumbuhkan firman (Hidup Baru). Untuk itu LAI dan umat Tuhan harus bekerjasama mempererat pelayanan bersama.

Setelah ibadah pelantikan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan berturut-turut oleh Pdt. Dr. Wardinan, Penasehat KKPD Banjarmasin dan Ketua Sinode GKE, mengucapkan terimakasih dipercayakan sebagai penasehat dan akan mengajak seluruh umat Tuhan di Banjarmasin untuk bergabung dalam KKPD agar dapat memberikan dampak besar bagi pekabaran injil ke pelosok Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pdt. Oktapianus, Penasehat KKPD Banjar Baru yang akan  mengajak semua umat untuk bergerak bersama-sama ambil bagian dalam penyebaran Kabar Baik di Indonesia. Demikian juga dengan Gereja Katolik yang juga sudah terlibat dalam pelayanan ini sebagai KKPD LAI mitra Banjarmasin. Dan selanjutnya Pdt. Effendi, Ketua KKPD Banjarmasin dan Pdt. Andi, Ketua KKPD Banjar Baru secara bersamaan berdiri mengucapkan banyak terimakasih untuk dukungan yang diberikan dan akan mulai bergerak aktif mengumpulkan anggota dan akan menggelar rapat perdana untuk memulai pelayanan KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru.

Menutup sambutannya, Pdt. Ishak P. Lambe mengulang kembali visi LAI sambil menceritakan sejarah pelayanan LAI hingga saat ini, termasuk program-program, produk-produk, sampai isu-isu di sekitar penerjemahan Alkitab. Melalui info singkat ini Pengurus LAI dhi. diwakili oleh Ketua Umum LAI berharap kepada semua mitra LAI, termasuk KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru bisa bersinergi mendukung pewartaan Kabar Baik sehingga kehadiran Alkitab bisa dirasakan oleh semua orang di Nusantara. [Selviana]

Ngapain Pergi Ke Israel, Cukup Ke Museum LAI

Isu larangan wisatawan Indonesia pergi ke Israel ramai jadi perbincangan, travel agent wisata religi tentu kena dampaknya langsung. Kabar wisatawan Indonesia dilarang masuk ke Israel mulai tanggal 9 Juni 2018, membuat resah para travel agent dan calon wisatawan rohani, karena mereka tidak boleh berziarah ke Betlehem dan  Yerusalem, serta tempat-tempat yang memiliki situs-situs Alkitab.

Dalam salah satu postingan di Facebook, ada seorang sahabat yang sangat bijaksana mencoba menawarkan jalan keluar untuk mengobati “keresahan” tersebut. Cara bijaksananya adalah: “Silakan mengunjungi Museum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Jl. Salemba nomor 12 Jakarta Pusat.”

Saya sangat bersukacita dengan ide di atas. Betapa tidak, di Gedung Pusat Alkitab (Kantor LAI) yang beroperasi sejak tahun 2012 memiliki Museum Alkitab yang sangat lengkap dan siap menerima kunjungan siapa saja secara pribadi maupun rombongan melalui Paket Wisata Alkitab (PWA) LAI.

Koleksi Museum Alkitab LAI, antara lain adalah: (1) Naskah-naskah yang berkaitan dengan sejarah penulisan Alkitab, penerjemahan Alkitab di Eropa dan nusantara (dari bahasa Melayu hingga bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah), bahkan ada juga Alkitab edisi Studi ukuran terbesar di dunia. (2) Koleksi benda-benda yang disebutkan di Alkitab atau yang berhubungan dengan budaya masyarakat di masa lalu bahkan sampai saat ini, misalnya buah ara, biji sesawi, sangkakala, mahkota duri, replika tabut perjanjian, roti tidak beragi, dll.

Dengan mengikuti PWA pengunjung akan mendapat informasi bagaimana Alkitab sampai di tangan kita, proses singkat penerjemahan Alkitab, tour di Bible House dengan diskon 20% untuk pembelian produk LAI. Melalui PWA juga dapat melihat secara langsung proses pencetakan Alkitab di percetakan Alkitab terbesar di Asia Tenggara. PWA ini dapat diikuti berbagai kalangan mulai dari TK hingga lansia. LAI juga menyediakan “story teller” yang handal dan selalu antusias menerangkan semua isi museum dan percetakan LAI.

Sangat menarik bukan? Sebagai informasi, tahun 2017 pengunjung yang datang ke Museum LAI berjumlah tidak kurang dari 12.500 orang. Pengunjung berasal dari berbagai rombongan dan individu yang datang dari Jabotabek dan berbagai daerah lain, bahkan ada yang dari luar negeri. Musim liburan sekolah di bulan Juni 2018 sudah ada 25 rombongan yang menulis surat akan berkunjung ke Museum LAI dengan peserta sekitar 1.500 orang.

“Saya baru tahu kalau di kantor LAI ada Museum Alkitab yang begitu lengkap. Sebaiknya semua anak sekolah difasilitasi untuk berkunjung ke sini agar mendapatkan pengalaman riil gambaran perjalanan sejarah penerjemahan Alkitab dan mengenal benda-benda yang disebutkan di Alkitab,” kata seorang pengunjung Museum LAI yang sudah pernah melanglang buana ke luar negeri. “Saya sangat terkesan dengan percetakan Alkitab yang ternyata tidak mudah karena harus melalui berbagai proses rumit,” ungkap seorang pemuda gereja sesudah berkunjung ke Percetakan LAI di Nanggewer Bogor.

Pendeknya tidak perlu “resah dan gelisah” bila terpaksa tidak bisa lagi pergi ke Israel. Datang saja mengikuti Paket Wisata Alkitab di LAI yang dapat memberikan pengalaman unik dan bahkan dapat menguatkan iman kita. Dengan mengikuti Paket Wisata Alkitab diharapkan peserta dapat semakin mencintai Alkitab, artinya Alkitab akan semakin sering dibaca, dihayati dan diekspresikan dengan positif dalam kehidupan sehari-hari oleh semakin banyak umat di Indonesia. Hal ini seturut dengan semangat Alkitab Untuk Semua yang tengah digalakkan LAI.

Jika Anda ingin ikut Paket Wisata Alkitab LAI. ingat waktunya mulai dari  hari Senin sampai dengan Sabtu, pukul 09.00-16.00 WIB. Info lebih lanjut silakan kontak: Bambang (0857 8215 1235) atau Costaria (0821 7996 9892),  Bidang Perpustakaan dan Museum, Departemen Penerjemahan LAI,  Jl Salemba Raya No. 12 Jakarta 10430.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Engkau Murka Dan Menghukum Orang Fasik. Tetapi Kepada Kami, Engkau Mengasihi Kami

Amos, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Amos 1 : 1 -5

Tuhan sungguh adil. Dia menghukum dengan keras mereka yang tetap berkeras hati, namun juga tidak melepaskan anak-anak-Nya dari hukuman agar mereka bertobat.

Amos bukanlah seorang nabi dari lulusan sekolah kenabian, melainkan hanya seorang gembala domba dan pemungut buah Ara dari kota kecil Tekoa, Kerajaan Israel Selatan (Yehuda). Ia mendapat panggilan dari TUHAN untuk memberitakan hukuman atas Israel (Kerajaan Israel Utara) dan kepada bangsa-bangsa di sekitarnya. Bukan tanpa alasan, melainkan karena kejahatan mereka telah begitu besarnya. Yang pertama dihukum karena penindasan yang mereka lakukan terhadap orang-orang kecil dan karena penyembahan kepada ilah lain. Yang kedua dihukum karena telah memperlakukan bangsa Israel dengan sangat kejam pada masa leluhur mereka. Allah sedang mempertontonkan keadilannya kepada semua orang.

Sahabat Alkitab, TUHAN bukanlah manusia yang menimbang perkara dan menjatuhkan hukuman dengan berat sebelah. Ia adalah sumber dari keadilan yang kecurangan tidak ada sama sekali dalam diri-Nya. Dalam setiap perbuatan kita selalu ada konsekuensinya, jika berbuat dosa Allah akan menghukum, jika berbuat benar ada rewardnya. Keselamatan yang Tuhan anugerahkan tidak meniadakan sama sekali akibat dari dosa dan pelanggaran yang telah kita buat. Siapa yang mencuri, membunuh, berzinah, dll, akan mendapatkan konsekuensinya. Jika Allah menegur, menghardik, menghukum, lihatlah itu sebagai cinta-Nya kepada kita agar kita tidak diperbudak oleh dosa.

Selamat Pagi. Mari belajar peka dengan setiap tegurannya, karena jika sampai hukuman itu dijatuhkan tidak ada yang kuat untuk menanggungnya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Mengubah Perangkap Si Jahat Menjadi Tempat Bagi Kami Beristirahat Dan Menemukan Kekuatan Baru

Kisah para rasul , BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan
Kisah Para Rasul 28 : 7 – 11

Di lembah kelam sekalipun jika Tuhan ada di situ bersama dengna kita, maka di situlah tempat teraman dan ternyaman bagi jiwa kita.

Terdampar di Pulau Malta sepertinya akan menjadi pengalaman dan cerita baru bagi Paulus. Mungkin saat itu dia berpikir bahwa jalan menuju Roma sudah sama sekali tertutup, sebab ada kuasa si jahat yang tidak ingin dia bersaksi tentang Kristus di sana. Namun seperti yang sudah-sudah segala hambatan justru menjadi panggung bagi Paulus untuk memberitakan Injil dan sekaligus menjadi tempat buatnya untuk berlindung dan beristirahat. Di Malta pun seperti itu, hambatan perjalanan karena kapal yang rusak ternyata menjadi satu kesempatan Paulus untuk memberitakan Injil dan mengadakan mukjizat di situ, juga tempat untuk beroleh kekuatan yang baru.

Sahabat Alkitab, diakhir dari perenungan kita tentang perjalanan Paulus ini pernahkah kita mencoba menghitung berapa kali hambatan yang nyata justru menjadi satu panggung bagi Allah untuk menyatakan kuasa-Nya? Allah ingin menunjukkan bahwa Dia adalah satu-satunya yang berkuasa atas manusia, alam, dan atas segala kuasa yang ada di langit dan di bumi. Karena itulah Daud berkata, “Meskipun aku melalui lembah yang gelap, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau menemani aku.”(Mzm. 23:4, BIMK) juga jawab Tuhan kepada Paulus, “Aku mengasihi engkau dan itu sudah cukup untukmu; sebab kuasa-Ku justru paling kuat kalau kau dalam keadaan lemah.” (II Kor. 12:9, BIMK).

Selamat Pagi. Mintalah iman kepada Allah agar kita mampu melihat tantangan menjadi peluang dan halangan menjadi batu loncatan, juga rencana jahat menjadi kebaikan. Allah Maha Besar.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Memakai Orang-Orang Yang Tidak Kami Kenal Untuk Menolong Saat Kami Tersesat Dan Dalam Bahaya

Kisah para rasul , BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan
Kisah Para Rasu 28 : 1 – 6

Mereka yang tidak pernah kita kenal adalah orang-orang yang berpotensi dipakai oleh Tuhan untuk menolong kita mengenapi rencana-Nya.

Paulus tentu tidak pernah menyangka bahwa penduduk lokal di Pulau Malta tempat mereka terdampar adalah orang-orang yang sangat ramah dan baik hati. Mereka melayani rombongan Paulus dengan menyalakan api agar mereka dapat menghangatkan diri. Paulus tentu menyadari bahwa ada tangan kuasa Tuhan di dalamnya.

Sahabat Alkitab, dalam keadaan yang paling malang mari kita belajar untuk melihat tangan-tangan kuasa Tuhan yang bekerja untuk menolong kita. Kadang memang terlihat sangat sederhana, tidak spektakuler, sehingga seringkali kita bahkan tidak menyadarinya. Keramahan dan kebaikan hati dari orang-orang di sekitar kita yang kita anggap sebagai sesuatu yang wajar dan biasa saja ternyata itulah kebaikan Tuhan bagi kita. Sambutan hangat dari mereka yang kita rasa memang sudah seharusnya demikian ternyata itu jugalah cara Tuhan untuk menolong kita. Dan ada begitu banyak cara Tuhan menolong kita melalui orang lain yang tidak akan pernah cukup untuk disebutkan satu persatu. Maukah kita membuka mata untuk melihatnya?

Selamat Pagi. Tidak ada sesuatu yang biasa jika kita mau membuka mata untuk melihat dan membuka hati untuk menyadari dan mensyukurinya. Terpujilah Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Alkitab Untuk Sekolah

“Bagaimana caranya agar murid-murid di sekolah saya bisa mendapatkan Alkitab, mengingat sekolah kami belum ada anggaran pengadaan Alkitab?”, tanya seorang Ibu Guru peserta pembinaan Moria GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) di Sukamakmur, Sibolangit, Sumatera Utara, 26 Mei 2018 lalu.

Pertanyaan yang sama juga pernah diajukan sahabat saya, seorang Guru di Wonosari Daerah Istimewa Yogyakarta sekira dua bulan yang lalu. Begitu juga dengan seorang teman persekutuan di Jakarta yang menanyakan ikhwal yang sama: pengadaan Alkitab untuk sekolahnya. Seingat saya ada lebih dari empat orang yang pernah bertanya kepada saya tentang pengadaan Alkitab di sekolah almamaternya.

Saya selalu menjawab dengan ucapan terima kasih atas kepedulian terhadap adik-adik kelas di sekolahnya, khususnya dalam hal pentingnya pengadaan Alkitab bagi mereka. Kemudian saya kemukakan bahwa empat tugas utama Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) adalah menerjemahkan Alkitab, memproduksi Alkitab, menyebarkan Alkitab, dan mengupayakan keterbacaan Alkitab di seluruh Indonesia. Pengadaan Alkitab di sekolah-sekolah adalah tugas LAI dalam hal penyebaran Alkitab dan keterbacaan Alkitab.

Untuk menjalankan empat tugas utamanya LAI selalu bermitra dengan Gereja, dalam arti individu-individu dan lembaga-lembaga. LAI setiap tahun membagikan Alkitab ke berbagai wilayah, terutama wilayah yang sangat sulit dijangkau, dan masyarakatnya memiliki daya beli yang sangat rendah. Tahun ini secara khusus LAI akan membagikan 125.000 Alkitab untuk 125.000 Jiwa di enam wilayah di Indonesia: (1) Karo dan Dairi, Sumatera Utara, (2) Sintang, Kalimantan Utara, (3) Halmahera Barat, Maluku Utara, (4) Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku Tenggara, (5)  Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan (6) Boven Digoel, Papua.

Untuk menentukan sasaran bantuan Alkitab, LAI menempuh dua cara: (1) menjawab surat-surat resmi permintaan dari umat di pelosok negeri melalui Gerejanya, dan (2) hasil survei internal LAI yang menyimpulkan bahwa umat dan Gereja tersebut memang harus dibantu karena berbagai keterbatasannya.

Dari mana datangnya biaya untuk pengadaan dan penyaluran 125.000 Alkitab di atas? Dari semua mitra LAI yang memiliki komitmen dan tergerak mendonasikan rejekinya. Kapan akan dikirim Alkitab-Alkitab tersebut? Seperti biasa LAI menjadwalkan di semester dua atau menjelang Natal. Karena di semester satu Tim LAI bekerja keras untuk mengumpulkan dana dari para mitra dan mencetak Alkitab sesuai jumlah yang dibutuhkan.

LAI juga terbuka terhadap keterlibatan mitra LAI dalam pembagian Alkitab ke daerah terpencil dalam program “Ekspedisi Alkitab Untuk Semua”. Dimana mitra LAI bersedia memberikan donasi khusus dan membiayai dirinya sendiri sampai ke tempat tujuan. Mengacu kepada pengalaman sebelumnya, program ini sudah terbukti memberikan makna spiritual yang sangat istimewa bagi mitra LAI yang pernah ikut program ini. “Ekspedisi Alkitab Untuk Semua” bukan rekreasi, tetapi sungguh suatu perjalanan ziarah iman (pilgrimage of faith).

Kembali kepada kebutuhan pengadaan Alkitab untuk sekolah-sekolah. Setiap kali menjawab pertanyaan para sahabat bagaimana cara pengadaan Alkitab di sekolah almamaternya, saya mengajukan usulan untuk menggerakkan para alumni sekolah tersebut yang sudah “berhasil” dalam hidupnya. Kekuatan alumni sangat luar biasa. Terbukti banyak sekali para alumni yang mampu menyelenggarakan acara reuni di tempat-tempat “mahal”, bahkan ada yang setiap tahun reunian.

Ada baiknya pihak sekolah mengundang secara khusus para alumni yang beragama Kristen dan Katolik untuk bersama-sama temu kangen, reuni dan secara khusus menggalang dukungan pengadaan Alkitab untuk adik-adik kelasnya. Kalau hanya pengadaan 1000 atau 5000 Alkitab untuk satu sekolah, para alumnus pastilah sangat mampu.

“Ah, benar juga kata Bapak. Ada beberapa alumnus sekolah kami yang sudah jadi direktur perusahaan besar. Kami akan kontak mereka untuk membantu adik-adik kelasnya,” kata Ibu Guru peserta pembinaan Moria GBKP di Sukamakmur, Sibolangit, Sumatera Utara dengan antusias.

Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono (Sekum LAI)

LAI Bukan Peminta Tapi Justru Membantu Gereja

“Selama ini kalau kami datang ke gereja-gereja seringkali dianggap hanya minta bantuan,” kata salah satu staf di kantor   Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Perwakilan Medan. Akibat dari anggapan tersebut kebanggaan diri sebagai bagian dari LAI menjadi berkurang, dan semangat untuk menjalin kemitraan dengan gereja-gereja juga ikut terkendala.

Lembaga Alkitab Indonesia yang berdiri sejak 64 tahun yang lalu sungguh-sungguh demi menjalankan mandatnya dalam membantu gereja-gereja dalam hal menyediakan terjemahan Alkitab, penerbitan Alkitab, penyebaran Alkitab, dan mengupayakan keterbacaan Alkitab bagi umat di Indonesia. Dalam  menjalankan mandat ini, tentu LAI harus bermitra dengan semua gereja di Indonesia yang notabene pemberi mandat tersebut.

Bahwa belum semua umat di Indonesia memahami mandat dan tugas LAI, itu adalah PR bersama semua pemangku kepentingan LAI.  Bila sosialisasi visi-misi dan program-program LAI ke gereja-gereja selama ini membawa kesan “minta bantuan” sebenarnya tidaklah mengagetkan. Namun bila kalangan gereja menganggap LAI semata-mata hanya “minta bantuan”, hal itu yang harus diluruskan.

Saya secara khusus mendorong agar semua tim di LAI memusatkan diri dan selalu mengedepankan narasi “semangat membantu gereja”. Saya selalu tegaskan: “Kalau bertemu dengan Majelis Jemaat, Penatua, Diaken, Syamas dan semua aktivis gereja, katakanlah LAI datang dalam rangka membantu gereja.”

Banyak hal yang dapat ditawarkan kepada gereja sebagai bentuk bantuan riil dari LAI: (1) karya-karya terjemahan Alkitab yang sudah mencapai 34 Alkitab utuh (PL dan PB), 79 PB, dan ratusan porsion Alkitab, (2) berbagai bentuk Alkitab baik cetak dengan logo khusus maupun bentuk digital, (3) penyebaran Alkitab ke pelosok negeri, (4) Perpustakaan Biblika sebagai sumber referensi lengkap, (5) Museum Alkitab yang menyediakan artefak sejarah penerjemahan dan benda-benda yang disebutkan dalam Alkitab, (6) Percetakan Alkitab terbesar di Asia Tenggara, (7) Bible House dengan koleksi Alkitab terlengkap di Indonesia, serta (8) Bible School dengan paket-paket pembelajaran A sampai Z yang berhubungan dengan Alkitab.

Semangat LAI membantu gereja akan membangun pemahaman bahwa LAI selalu siap “memberi” bukan hanya meminta. Dan kalaupun LAI meminta, sungguh-sungguh karena LAI membutuhkan dukungan gereja dalam hal DWD – Doakankan LAI, Wartakanlah semua program-program LAI dan Donasikanlah rejeki untuk membantu saudara-saudara di pelosok negeri yang belum mampu membeli Alkitab.

Sebagai lembaga Nirlaba, LAI harus terus membangkan socialpreunership, dimana inovasi dan berbagai terobosan terus digalakkan demi memperluas dukungan dan tetap menjaga kredibilitas dan integritas lembaga. LAI akan terus mempertanggungjawaban semua programnya dengan profesional demi menjaga kepercayaan yang diberikan semua pihak.

LAI akan terus membantu gereja, dan bila gereja merasakan bantuan riil LAI, pastilah gereja juga akan membantu LAI. Bukankah saling membantu adalah ekspresi kasih yang nyata sebagai anak-anak Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Kami Bersukacita Jika Dapat Menolong Sesama, Bukan Mau Menjadi Pahlawan Tetapi Karena Engkau Berkenan Memakai Kami

Kisah para rasul , BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan
Kisah Para Rasul 27 : 39 – 44

Semua orang adalah alat dalam tangan Tuhan, maka berbahagialah jika kita dipakai-Nya sebagai alat untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

Kita telah melihat dalam perjalanan pelayaran yang berbahaya ini, berkali-kali Paulus tampil memberikan pertolongan bagi semua orang dalam kapal tersebut. Paulus memberi saran agar tidak melanjutkan pelayaran sekalipun itu tidak di dengar. Paulus tampil memberi semangat saat mereka telah putus asa. Paulus mengajak mereka makan saat tidak ada tenaga bahkan untuk berdiri sekalipun. Paulus memberi keyakinan bahwa mereka semua akan selamat. Paulus juga yang memberi tahu Perwira Roma saat awak kapal hendak menyelamatkan diri sendiri. Dan saat ini, karena Paulus maka para prajurit tidak jadi membunuh semua tahanan. Allah telah memakai seorang tahanan bernama Paulus untuk menjadi berkat dan penolong bagi seisi kapal.

Sahabat Alkitab, adakah melalui kita Allah mau menolong orang-orang lain di sekitar kita? Jika kesempatan itu ada, maka marilah kita melakukannya. Inilah kesempatan itu; saat kita menjadi pemimpin itulah saat di mana kita bisa menolong mereka yang ada di bawah pimpinan kita untuk berkarya dan mengembangkan diri. Kita memiliki kuasa untuk membuat kebijakan yang bisa mensejahterakan banyak orang. Saat memiliki uang kita bisa memberi kepada mereka yang membutuhkan. Saat memiliki kekuatan kita bisa menolong mereka yang lemah. Saat memiliki pengetahuan kita bisa mengajarkannya mereka yang tidak tahu. Kita memiliki Tuhan dan kebenaran-Nya untuk menuntun orang datang kepada-Nya.

Selamat Pagi. Kebaikan itu ada bukan hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan untuk melakukannya. Lakukanlah dan berbahagialah karena Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dari Manakah Datang Semangat Dan Pertolongan Kami ? Dari Engkau, Allah Yang Selalu Mengasihi Dan Menyertai

Kisah para rasul , BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan
Kisah Para Rasul 27 : 33 – 35

Jika bukan karena TUHAN, maka tidak ada lagi yang tersisa dalam diri kita. Dialah yang memberikan semangat baru untuk tetap berjuang.

Berminggu-minggu terkatung-katung di tengah laut bukan suatu pengalaman yang indah. Bagi awak kapal, menghadapi badai sudah pasti bukan hal baru bagi mereka. Tapi badai kali ini berbeda, begitu hebat dan berlangsung berminggu-minggu, hingga mereka yang terbiasa pun dibuat tunduk karenanya. Jangankan untuk berjuang melawan badai, untuk makan saja pun mereka sudah tidak ingin. Kali ini Paulus kembali tampil untuk memberi mereka semangat dan sebuah keyakinan bahwa mereka pasti akan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Akhirnya mereka semua menjadi bersemangat kembali dan makan bersama dari roti yang telah didoakan dan dibagikan oleh Paulus.

Sahabat Alkitab, apakah yang membuat Paulus menjadi lebih kuat dibandingkan para awak kapal dan pasukan tentara yang ada saat itu? Ya, sudah pasti karena janji Tuhan kepada-Nya dan imannya akan janji itu. Paulus tidak lagi melihat apa yang ada di hadapannya saat itu tetapi ia telah melihat jauh ke depan, sesuatu yang belum terjadi namun pasti akan terjadi karena Tuhan yang menjanjikannya. Paulus memang tidak punya pengalaman mengendalikan kapal tapi dia memiliki segudang pengalaman bersama dengan Tuhan. Dalam pengalamannya ia tahu bahwa Allah mengasihinya dan selalu menyertainya. Itulah yang memberinya semangat dan memampukannya untuk menyemangati orang lain.

Selamat Pagi. Masihkah kita memandang bahwa hari ini adalah hari yang berat jika tahu Tuhan yang mengasihi kita akan selalu menyertai dan memberikan pertolongan-Nya?

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dalam Kemalangan Banyak Teman Yang Meninggalkan Kami, Namun Engkau Tetap Beserta Kami Hingga Akhir

BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, kisah para rasul 27 : 27 - 32
Kisah Para Rasul 27 : 27 – 32

Semua yang ada datang dan pergi kapan saja, namun hanya Tuhan yang akan tetap setia menemani.

Dalam keadaan yang serba tidak menentu, terombang-ambing di tengah lautan Adria, para awak kapal yang harusnya menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap kapal itu justru berniat untuk pergi. Mereka tahu kapal ini akan karam sehingga cepat-cepat mereka menurunkan sekoci agar bisa menyelamatkan diri.

Sahabat Alkitab, dalam kisah Paulus kali ini kita diperlihatkan realita kehidupan dan watak manusia pada umumnya, egois, tidak tahu berterima kasih, berkhianat, tidak bertanggungjawab, dengan semboyannya “senang sama-sama, susah sendiri-sendiri”. Jika menghadapi orang-orang seperti ini, tidak perlu marah berlarut-larut atau kecewa berkepanjangan sebab inilah keadaan manusia yang telah jatuh dalam dosa. Kapan saja kita bisa diperlakukan seperti itu oleh siapa saja, sebaliknya kita juga punya potensi melakukan itu terhadap orang lain. Tidak ada yang benar-benar bersih tanpa cela. Namun kita yang telah ditebus oleh Kristus, kita tahu bahwa jika ada satu Sahabat yang tidak akan pernah meninggalkan kita maka itu adalah Allah, itu telah terbukti, dan dari-Nya kita juga dapat belajar menjadi kawan yang setia bagi setiap orang disekitar kita, inilah yang akan membuat kita berbeda dari dunia.

Selamat Beribadah. Muliakanlah Tuhan dengan segenap hidupmu dan beribadahlah dengan setia kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua