Lembaga Alkitab Indonesia Sebagai Lembaga Pelestari Bahasa Daerah di Indonesia

D0K. ANTARAFOTO

title

Ada dua tugas mulia Lembaga Alkitab Indonesia [LAI] yang merupakan mandat dari negara Republik Indonesia, yaitu: (1) Pembinaan mental spiritual bagi warganegara yang beragama Kristen Protestan dan Katolik, dan (2) Pelestari bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Secara konkret mandat pertama diwujudkan dalam hal penyediaan Alkitab atau Kitab Suci dan bagian-bagiannya yang dibutuhkan dalam setiap pembinaan warga Gereja-gereja di Indonesia.

Dalam hal pelestari bahasa-bahasa daerah di Indonesia tampak jelas dari pekerjaan LAI yang menerjemahkan Alkitab ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Selama 64 tahun LAI menjalankan pelayanannya, Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang bahasa aslinya bahasa Aram, Ibrani dan Yunani sudah diterjemahkan ke dalam 33 (tiga puluh tiga) bahasa daerah di Indonesia. Sedangkan untuk Alkitab Perjanjian Baru tanpa Perjanjian Lama, sudah diterjemahkan oleh LAI ke dalam 81 (delapan puluh satu) bahasa daerah di Indonesia.

Menurut survei yang dilakukan LAI, masih ada setidaknya 132 (seratus tiga puluh dua) bahasa daerah yang dapat menjadi prioritas untuk penerjemahan Alkitab karena kebutuhan umat yang mengharapkan dapat membaca, merenungkan, dan menghayati isi Alkitab dalam bahasa ibu mereka. Sedangkan menurut data pemerintah, jumlah bahasa daerah di Indonesia setidaknya berjumlah 742 (tujuh ratus empat puluh dua) bahasa daerah.

Bahasa adalah salah satu ekspresi budaya masyarakat. Pengunaannya secara konsisten dalam komunikasi dan literasi sehari-hari akan menjamin eksistensi bahasa tersebut. Tantangan beratnya, dalam era serba global dan digital, penggunaan bahasa daerah menjadi terdesak oleh bahasa “lain” yang lazim digunakan dalam komunikasi keseharian masyarakat. Semakin banyak generasi muda terutama yang di perkotaan berkomunikasi dengan masyarakat secara heterogen dan tidak menggunakan bahasa daerahnya, maka akan semakin menjauhkan mereka dari bahasa daerahnya.

Salah satu cara melestarikan bahasa-bahasa daerah adalah dengan cara membuat banyak dokumen dalam bahasa-bahasa tersebut. Dengan banyaknya dokumen maka akan tersedia alat yang “tangible” yang dapat digunakan untuk mempelajari bahasa tersebut, selain tentu melalui para penutur bahasa. Di samping itu, penggunaan bahasa daerah dalam ekspresi budaya masyarakat juga akan menjamin lestasinya bahasa tersebut. Misalnya penggunaan bahasa daerah dalam upacara-upacara adat, dalam penamaan-penamaan anak, tempat, makanan, dan benda-benda lain, serta penggunaan secara rutin dalam acara-acara keagamaan. Akan sangat menguatkan lagi apabila juga selalu digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah.

Alkitab dalam bahasa daerah sudah terbukti sangat besar kontribusinya dalam melestarikan bahasa-bahasa daerah. Setiap ibadah Gereja, minimal diadakan seminggu sekali, yang menggunakan Alkitab bahasa daerah akan menjadikan umat semakin paham bahasa daerahnya. Bila ini dilakukan secara konsisten maka pengguna bahasa daerah juga akan terus bertambah oleh karena anak-anak, generasi bergenerasi akan tetap paham bahasa daerahnya.

Mandat pelestari bahasa-bahasa daerah ini, disamping mandat pembinaan mental spiritual bangsa, menjadi alasan yang sangat kuat bagi LAI untuk beraudiensi dan kemudian mengundang Bapak Presiden RI untuk hadir dalam acara ulang tahun ke 65 LAI pada tanggal 9 Februari 2019. Dalam acara ulang tahun ini LAI berharap akan mendapatkan pengakuan, syukur-syukur mendapatkan penghargaan dari Pemerintah RI dalam hal pelestari bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Puluhan Alkitab dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang merupakan karya terjemahan LAI menjadi bukti yang sangat kuat dan tak terbantahkan.

Keberagaman bangsa Indonesia yang sangat indah yang diekspresikan dalam berbagai macam bahasa daerah menjadi kekayaan yang harus dilestarikan dengan segala daya dan upaya oleh semua pihak. Lembaga Alkitab Indonesia masuk dalam daftar lembaga yang memiliki kepedulian di atas. Ini semua demi kita bersama, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang “Bhinneka Tunggal Ika.” Salam Alkitab Untuk Semua.[]

Sigit Triyono [Sekum LAI]

Keberagaman Yang Menyatukan

title

Perjalanan pendistribusian Alkitab Satu Dalam Kasih (SDK) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Kepulauan Kei membawa kesan tersendiri bagi saya. Bagaimana tidak, selain alamnya yang indah, kepulauan Kei juga memiliki nilai keberagaman dan toleransi yang tinggi di antara masyarakatnya.

Pendistribusian Alkitab dilakukan di Kei Kecil (Ur Pulau, Warwut, dan Ohidertawun) dan Kei Besar (Tamangil, Lahairoi Lerohoilim, Ur Ohoimejan, dan Ad). Perjumpaan tim SDK LAI dengan umat Tuhan di Kei Kecil dan Kei Besar sungguh luar biasa. Ada yang istimewa saat kami tiba di sebuah desa bernama Tamangil, kami disambut oleh tarian anak-anak sekolah dasar, bahkan saudara-saudara umat Muslim juga menyambut kedatangan kami. Semua sukacita, semua membaur jadi satu. Tidak ada perbedaan di antara umat Kristiani dan Muslim. Kami merasa diterima seperti layaknya keluarga.

Dalam perjalanan SDK kali ini jumlah peserta atau Tim SDK LAI yang ikut ada sekitar 20 orang. Mereka adalah para Mitra LAI yang berasal dari KKPD LAI Mitra Bandung, KKPD LAI Mitra Jakarta, utusan dari Yayasan BPK Penabur Jakarta, dan beberapa warga gereja di sekitar Jabodetabek, serta staf LAI, baik dari Kantor Pusat maupun Perwakilan LAI Makassar. Tim SDK LAI kali ini datang dari berbagai daerah yang berbeda, usia yang berbeda, bahkan profesi yang berbeda-beda. Namun, satu tujuan kami, yaitu untuk menyampaikan Kabar Baik. Harapan Tim SDK LAI adalah agar Alkitab yang digalang sampai ke tangan saudara-saudara yang benar-benar membutuhkan Firman Tuhan di Kepulauan Kei, sehingga mereka nantinya dapat semakin mengenal Yesus Kristus, Sang Sumber Hidup itu sendiri.

Syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang 24-30 Oktober 2018, di mana Tim SDK LAI sudah diberikan kelancaran dalam perjalanan mendistribusikan 11.720 eks Alkitab dan Bagian-bagian hasil dukungan program SDK untuk Gereja-gereja dan jemaat di Kepulauan Kei. Kiranya nama Tuhan Yesus Kristus yang terus menjadi pemersatukan keberagaman kami dalam mewartakan Kabar Baik, sehingga firman Tuhan akan terus tersebar di seluruh pelosok negeri ini. [zegyp]

Tuhan, Dari Segala Yang Kami Punya, Engkaulah Kepercayaan Diri Kami Yang Sejati.

title

Jika engkau hendak bermegah, bermegahlah karena Allah.

Melalui suratnya, Petrus ingin membangkitkan kepercayaan diri mereka yang tengah mengalami penderitaan. Bahwa Allah merancangkan keselamatan atas mereka sebelum dunia dijadikan melalui pengorbanan Kristus. Firman Allah juga menguduskan mereka yang senantiasa taat melakukannya. Itulah yang harus mereka pegang tegus sekalipun dalam keadaan yang menderita, karena jika mereka menggantungkan diri pada kekuatan diri sendiri dan apa yang mereka miliki hanya akan sia-sia. Sebab hidup mereka sendiri dan apa yang mereka punyai sifatnya hanya sementara saja, sebentar saja ia kelihatan indah namun akan segera mengering dan gugur.

Sahabat Alkitab, kekuatan dan kepercayaan diri kita satu-satunya yang abadi hanyalah Allah. Kepada Dialah kita berpegang dan bergantung sepenuhnya. Kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri sebab kekuatan kita terbatas. Kita bagaikan rumput yang dapat layu dan gugur keindahannya hanya dalam waktu yang sekejab. Karena itu kita harus membangun kepercayaan diri yang didasari atas firman Tuhan, yaitu kepercayaan diri karena iman kepada Allah.

Selamat Pagi. Mengapa terus bergantung kepada yang fana jika kita memiliki Allah yang kekal dan abadi?

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan Ketika Dosa Masih Menjadi Pakaian Kami, Berdiri Dihadapan-Mu Adalah Penderitaan. Tolong Kami Menggantinya Dengan Pakaian Kekudusan Dari-Mu.

title

Seperti terang tidak mungkin bersatu dengan gelap, begitupun dosa tidak dapat berdampingan dengan kekudusan.

"Hendaklah kamu suci, sebab Aku suci." Sebuah perintah yang disandingkan dengan kenyataan akan keberadaan Allah. Kepada umat pilihan-Nya, Allah memerintahkan mereka hidup dalam kekudusan (lih. Im. 11:44-45; 19:2). Perintah yang sama kembali diulang oleh Petrus kepada para pengikut jalan Tuhan yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam keadaan yang begitu sulit mereka tetap diperintahkan untuk hidup dalam kekudusan. Inilah cara yang harus mereka lakukan ketika menyembah Allah yang kudus. Selain sebagai bentuk penyembahan, kekudusan hidup juga adalah bentuk ucapan syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan mereka dan juga merupakan bentuk kesaksian hidup di tengah-tengah dunia yang belum mengenal Kristus Yesus.

Sahabat Alkitab, tahukah Anda bahwa dalam sebuah pertemuan resmi ketika seseorang hendak bertemu dengan Presiden maka ia harus berpakaian sesuai dengan aturan atau instruksi yang telah ditetapkan, jika tidak maka dipastikan orang tersebut batal bertemu dengan presiden sebab ia dianggap tidak layak untuk itu. Jauh lebih lagi dengan kehidupan dan penyembahan kita kepada Allah. Siapakah yang dapat tahan berdiri dihadapan Allah yang kudus? Saat kita masih begitu menikmati dosa dan tidak ingin meninggalkannya, maka sia-sialah ibadah, doa, pujian, dan penyembahan yang kita naikkan kepada Allah. Allah tidak akan menerimanya. Pengorbanan Kristus telah menguduskan setiap orang yang menerima-Nya, inilah status kita dihadapan Allah. Namun kita juga diperintahkan untuk mengaktualisasikan kekudusan itu dalam hidup kita. Jadi status dan aktualisasi diri itu adalah dua hal yang harus berjalan bersamaan.

Selamat Beribadah. Marilah kita masuk ke rumah-Nya dengan menanggalkan segala beban dosa, lalu kita pulang dengan berpakaian kehidupan yang baru, yang kudus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ampuni Kami Karena Lebih Mengejar Menjadi Spesial Bagi Dunia Dari Pada Bagi-Mu.

title

Kita jauh melebihi para malaikat, lebih dikasihi dan dianggap lebih berharga.

"Hidupmu berharga bagi Allah, tiada yang tak berkenan di hadapan-Nya. Dia ciptakan kau seturut gambar-Nya, sungguh terlalu indah kau bagi Dia." Penggalan syair lagu tersebut sangat menggambarkan surat yang dikirimkan oleh Petrus kepada orang-orang Kristen yang tersebar di perantauan. Mereka adalah orang-orang yang paling mengalami betapa beratnya menjadi pengikut Kristus. Rupa-rupa Tekanan dan penderitaan hebat harus mereka alami, karena itu Petrus menguatkan mereka dengan menunjukkan betapa mereka adalah pribadi yang spesial di mata Allah. Bagaimana tidak, keselamatan dan segala kebaikan telah disiapkan oleh Allah bagi mereka jauh sebelum mereka ada. Berita keselamatan dibawa oleh para nabi hanya bagi mereka.

Sahabat Alkitab, betapa berharganya kita di mata Allah. Berita keselamatan yang telah dirancangkan-Nya sejak semula dipercayakan ke dalam tangan pemberitaan para nabi, agar berita itu dapat sampai kepada kita hari ini. Jika Allah menganggap kita begitu berharga, pernahkah kita berusaha menjadi berharga di hadapan-Nya? Ataukah kita sibuk menarik perhatian dunia agar dianggap berharga olehnya? Terpikirkankah oleh kita bagaimana Allah menggerakkan seluruh semesta ini hanya untuk menunjukkan bahwa ia mengasihi kita? Lalu mengapa kita sibuk dengan urusan-urusan yang tidak mendatangkan kesenangan bagi-Nya? Kita harus bertobat untuk hal ini.

Selamat Pagi. Syukur kepada Allah karena kasih-Nya yang besar bagi kita. Mulailah fokus untuk hidup bagi Allah dan bukan bagi dunia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Menjadi Sempurna Adalah Apa Yang Engkau Ingin Kami Perjuangkan. Ajar Kami Menerima Semua Cobaan Dengan Senang Hati.

title

Kita harus berjuang menjadi sempurna dalam semua sisi. Seorang Kristen yang jujur haruslah juga seorang yang ramah, murah hati, dan kudus.

Cobaan yang datang dalam kehidupan para pengikut jalan Tuhan ini bermacam-macam, "menghantam" semua sisi kehidupan. Rasul Petrus mengingatkan mereka akan tujuan dari cobaan itu yaitu untuk membuktikan apakah mereka sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan atau tidak. Jika emas yang sifatnya fana saja harus diuji dulu dalam perapian untuk memperoleh kemurniannya, apalagi iman orang percaya. Setelah ujian itu selesai, mereka yang tetap teguh akan menerima pujian dan penghormatan pada hari Maranata nanti.

Sahabat Alkitab, pernahkah kita berpikir mengapa justru saat memutuskan untuk mengikut dan melayani Tuhan kehidupan yang kita alami jauh terasa lebih berat? Ya sebab status kita sekarang adalah anak Allah. Kita adalah anak-anak yang begitu berharga di mata Tuhan, bukan anak gampangan, karena itu untuk menjadikan kehidupan beriman kita menjadi semakin bernilai tinggi, Allah perlu membentuk kita melalui berbagai-bagai ujian, cobaan, atau tantangan hidup. Tidak hanya satu, tapi atas semua segi kehidupan kita. Semua karakter kita harus melewati ujian agar menjadi sempurna. Kita belum sempurna jika kita menjadi pribadi yang jujur namun di sisi lain adalah seorang yang pemarah dan garang. Kita belum sempurna jika kita menjadi pribadi yang ramah dan baik hati namun di sisi lain kita mengabaikan kekudusan hidup. Kita baru menjadi sempurna jika seluruh keberadaan kita telah menjadi serupa dengan karakter Kristus. Menjadi serupa Kristus adalah proses yang panjang dan seumur hidup, kita masih harus terus berjuang melewati ujian iman itu.

Selamat Pagi. Tetaplah bersemangat dan bangkitlah kembali, sebab tantangan dan ujian hari ini bukanlah yang terakhir.

Salam Alkitab Untuk Semua

LAI & 15 Destinasi Wisata Danau Toba

title

Ada desa di pinggir Danau Toba yang bernama Tongging di Kecamatan Merek Kabupaten Karo Sumatera Utara. Sebuah desa yang tenang, sejuk, damai dengan pemandangan pinggir danau yang sangat indah. Seumur-umur saya baru satu kali ini sampai ke Tongging (28-31 Okt 2018) karena ada tugas menindaklanjuti kemitraan yang saling memberdayakan antara LAI dengan GBKP. Suasana desa Tongging sungguh tidak kalah dengan suasana pinggir Danau Victoria di Tanzania Afrika yang juga pernah saya singgahi karena tugas pelayanan Gereja beberapa tahun lalu.

Di satu pagi yang cerah 29/10/2018 saat saya berolah raga jalan kaki menyusuri pinggir danau Toba, saya meilhat papan pengumuman dengan judul “Visitor Information”. Terpampang disana sebuah peta yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Karo yang menerangkan tentang “Lake Toba Geopark” dengan 4 “Geoarea” dan 15 “Geosite” yang menghasilkan “Lake Toba Spectacular View”. Begitu luasnya wilayah “Geopark” ini, sehingga keseluruhan wilayahnya bernaung di bawah 7 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yaitu: (1) Kabupaten Tapanuli Utara, (2) Kabupaten Karo, (3) Kabupaten Simalungun, (4) Kabupaten Toba Samosir, (5) Kabupaten Humbang Hasundutan, (6) Kabupaten Samosir, dan (7) Kabupaten Pakpak Dairi.

Dalam hati saya bergumam: “pantaslah Pemerintah Pusat mengalokasikan dana trilyunan rupiah untuk pengembangan wisata di kawasan Danau Toba, ini karena begitu luasnya wilayah ini yang empat tahun lalu masih banyak infrastruktur belum tersedia.” Saat inipun saya lihat pembangunan infrastruktur masih giat dibangun di sana-sini.

Di dalam peta di atas Desa Tongging adalah “Geosite” nomor satu dari 15 “Geosite” yang ada. “Geosite adalah situs sejarah alam yang berhubungan dengan sejarah semesta, bumi dan manusia. Situs ini terbuka untuk kegiatan periwisata. Setiap situs geologi atau situs bentangan alam yang mengandung unsur keragaman geologi penting adalah ‘Geosite’. ‘Geosite’ dapat dijabarkan sebagai singkapan batuan atau bentangan yang menunjukkan nilai tingi sebagai warisan bumi. Situs itu mungkin ditemukan di tempat lain, tetapi secara umum sulit ditemui.” Demikian bunyi keterangan tentang “Geosite” di papan “Visitor Information” desa Tongging.

Saat saya berbincang dengan Pak Dermando Purba pemilik “Anugerah Tongging Hotel” dimana saya dan rombongan GBKP menginap, saya bertanya secara khusus: “Mengapa di kamar hotel ini tidak tersedia Alkitab Pak? Padahal standar internasional setiap hotel mestinya menyediakan Kitab Suci agama apapun sebagai kelengkapan pelayanannya.” Sambil tersennyum Pak Purba yang sudah sepuluh tahun mengelola hotelnya berujar: ”Saya pernah mendengar ada pembagian Alkitab gratis dari Gideon Internasional, tapi katanya diprioritaskan ke Sekolah-sekolah, jadi kami tidak dapat jatah itu.”

Lalu saya tawarkan bantuan untuk menghubungi Gideon International agar dikirim Alkitab cuma-cuma untuk semua kamar hotelnya. Pak Purba dengan semangat mengatakan: “Terima kasih Pak, saya tunggu bantuan Bapak.” Dan tidak lama sesudah saya bincang-bincang dengan Pak Purba, saya langsung Whatshap Pak Ridwan Naftali Koordinator Gideon International. Saya memberitahu tentang kebutuhan Alkitab di “Anugerah Tongging Hotel” lengkap dengan alamat dan peta lokasinya. Alhasil Pak Ridwan akan segera menindaklanjutinya agar segera ada yang mengirim Alkitab kesana.

Dengan akan dibangunnya hotel-hotel dan bertambahnya kunjungan wisatawan di Kawasan Danau Toba yang terdiri atas empat “Geoarea” dan limabelas “Geosite”, maka kebutuhan “supplay” Alkitab untuk diletakkan di setiap kamar Hotel menjadi sangat besar. Ini peluang tak terbantahkan, terutama bagi The Gideon International.

Lembaga Alkitab Indonesia selalu siap mendukung segala upaya distribusi Alkitab di pelosok negeri. Dengan harapan semakin banyak umat akan bertemu dan berinteraksi dengan Allah serta mengalami hidup baru di dalam Kristus. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Membagi Kasih di Kepulauan Kei Kecil dan Kei Besar

title

Ini pertama kali saya mengikuti program SDK LAI (Satu Dalam Kasih) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Program ini mendistribusikan Alkitab bagi jemaat-jemaat di P. Kei hasil sumbangan donatur. Beberapa kali saya hanya mendengar cerita dari pak Sigit Triyono. Cerita tentunya berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya.

Sebelum berangkat saya tdk pernah mencari tahu bagaimana jemaat Ur Pulau, jemaat Tamangil dan lainnya. Karena berangkat atau tdk masih belum bisa saya pastikan, walaupun saya bertekad untuk ikut tapi kalau bergerak saja sakit apa bisa dengan tekad saja?

Akhirnya di last minute, saya bisa memastikan ikut pergi. Jadi saya tidak bisa membayangkan bagaimana medan pelayanannya di sana. Perjalanan Jakarta-Ambon- Tual sebuah perjalanan yang biasa.

Sesampai di sana sudah malam. Kami dibagi untuk tinggal di beberapa rumah jemaat. Istilah kerennya "live in". Inipun bukan masalah buat saya. Saya bisa menikmati hidup bersama dengan mereka.

Ini perjalanan spiritual.

Perjalanan iman yang tdk bisa didapatkan di tempat lain. Ketika saya disana, justru saya yg banyak diberkati oleh semua yg saya hadapi, yaitu:
1. Masyarakat di sana masih asli, belum terkontaminasi perubahan jaman yang menggilas karakter asli mereka. Kepolosan dan ketulusan mereka saya rasakan.
2. Memberi dari kekurangan mereka. Ini pelajaran kedua yang saya dapatkan. Mereka bukan jemaat yang kaya maka mereka dibantu dalam memiliki alkitab. Tapi mereka menyiapkan makanan yang luar biasa untuk dinikmati bersama jemaat. Mereka memberikan apa yang ada pada mereka. Bukan dari kelebihannya.
3. Belajar dari peserta yang kebanyakan usianya di atas 60 tahun. Saat mau berangkat terselip juga keraguan, mampukah saya? Satu dari peserta yang saya kenal. sudah berusia di atas 60 tahun. Itu yang menguatkan saya untuk semakin bertekad ikut ke sana. Tapi bukan itu saja. Ada peserta yang berusia 82 tahun. Namun semangat mereka dalam melayani luar biasa. Mereka tidak mengeluh dan pantang menyerah dalam menjalani medan pelayanan yang harus ditempuh. Mungkin banyak orang yang memilih pesiar di kota kota besar apalagi dalam usia senja. Tapi mereka memilih ikut mendistribusikan alkitab dengan biaya sendiri. Tidak murah juga biayanya. Nanti ditulisan lainnya saya akan posting tentang beberapa peserta yang menginspirasi saya di FB saya.
4. Sukacita bersama. Melihat mereka antusias mempersiapkan acara, dan bernyanyi dengan sukacita membuat kita yang datang turut bersuka cita. Mereka juga menerima dengan penuh sukacita, itu juga sukacita kami semua.
5. Toleransi yang nyata. Saat kami membagikan di salah satu jemaat Tamangil, kami disambut tarian penyambutan. Yang menari anak anak dari saudara kita kaum muslim. Mereka menari di tengah terik matahari. Bahkan penabuh rebana nya guru mereka yang menggunakan hijab. Sebuah pemandangan yang sudah langka di bumi pertiwi. Yang disambut orang Kristen yang menyambut orang muslim. Luar biasa sekali.

Terima kasih Tuhan yang mengijinkan saya mengikuti perjalanan kali. Terima kasih untuk kesempatan yang Tuhan berikan. Banyak berkat yang luar biasa yang saya terima yang menambah dan menguatkan iman percaya saya.

Mari kita berbagi berkat unt saudara kita. Menengok keluar karena di sana masih banyak yang membutuhkan pertolongan kita.
LAI salah satu lembaga yang bisa kita pakai untuk menyalurkan berkat. Salam Alkitab Untuk Semua.

Jatibening, 31 10 2018

Catur Rini Cahyadiningsih

LAI Peduli Palu: Bantuan Bagi Jemaat Jono Oge

title

20 hari setelah gempa bumi dan tsunami yang menerjang Palu dan sekitarnya, Tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), melalui Kantor Perwakilan LAI Manado mulai menyalurkan bantuan yang digalang melalui LAI Peduli Palu Donggala. Dalam tahap pertama ini LAI telah menyalurkan 200 eks Alkitab Sedang, 65 eks Alkitab Sedang, 5.000 eks Kabar Baik Ceria (KBC) Dwi Bahasa, 800 eks Komik Alkitab, 50 eks Kuis Alkitab, 20 eks chalkboard, sembako, susu, pakaian dalam, dan alat-alat sekolah.

Adapun pengiriman semua bantuan-bantuan tersebut selain dikirim lewat bus malam juga dibawa langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan LAI dengan berkendara dari Manado ke Palu. Meskipun di sepanjang perjalanan dari Manado ke Palu selalu dihantui dengan kekhawatiran penjarahan, akhirnya bantuan yang dibawa oleh Tim LAI tiba di Palu dengan selamat.

Sesampainya di Palu Sabtu, 20 Oktober 2018 dengan diantar para Mitra LAI di Palu, Tim LAI berkunjung ke kantor Sinode Gereja Protestan Indonesia di Donggala (GPID) dan langsung diterima oleh Ketua III BPS GPID. Pnt. Uhut Hutapea. Dari Kantor Sinode GPID yang, Tim LAI mendapat data dan informasi bahwa dari jumlah 174 jemaat GPID, ada 129 gedung gereja yang mengalami kerusakan dan 2 buah gedung gereja GPID di Wilayah Petobo dan Jono Oge yang hilang terseret dan tertimbun lumpur akibat liquifaksi.

Esok harinya Minggu, 21 Oktober 2018, Tim LAI berangkat ke Kabupaten Sigi untuk berkunjung ke daerah Pombewe – Sidera di Trans Sidera, untuk memberikan bantuannya kepada para pengungsi yang berasal dari Kampung Jono Oge dan Petobo, kampong yang hilang akibat liquifaksi. Tim LAI beribadah minggu bersama para pengungsi di tenda-tenda pengungsian bersama umat yang merupakan gabungan dari berbagai gereja yang ada di Kabupaten Sigi.

Di kawasan ini, Tim LAI memberikan bantuan kepada pengungsi yang berasal dari GSJA Jono Oge diberikan 20 eks Alkitab dan Komik Alkitab dan GPdI Jono Oge diberikan 45 eks Alkitab, Komik Alkitab , dan KBC. Untuk pengungsi yang berasal dari Bala Keselamatan selain memberikan bantuan sembako, pakaian dalam, Tim LAI juga memberikan 40 eks Alkitab, Komik Alkitab, dan KBC. Sedangkan untuk pengungsi yang berasal dari GPID Jono Oge selain memberikan sembako, Tim LAI memberikan 65 eks Alkitab, Komik Alkitab, dan KBC. Demikian juga LAI memberikan bantuan kepada pengungsi yang berasal dari jemaat Gereja Toraja Jono Oge dengan memberikan sembako dan 20 eks Alkitab dan Komik Alkitab.

Esok harinya Senin, 22 Oktober 2018 sebelum kembali ke Manado, Tim LAI bertemu dengan Pdt. Franky Rewah, M.Th., Ketua Majelis Daerah GPdI, Sulawesi Tengah, di kantor Majelis Daerah GPdI, yang beralamat di Jalan Thamrin, Palu. Di tempat ini LAI menyerahkan bantuan berupa: 75 eks Alkitab, Komik Alkitab, KBC, dan sembako, serta kebutuhan dasar lainnya. Semua jemaat yang dikunjungi menyambut penuh syukur bantuan Alkitab yang dibawa oleh LAI.

Selain mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi di Palu dan sekitarnya, Tim LAI juga memperoleh data tentang kondisi gereja yang menjadi korban bencana alam dari Bp. Khaleb Polii, Kabid. Bimas Kristen, Kementerian Agama Sulawesi Tengah. Adapun terdapat sekitar 664 gereja yang rusak akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, dengan rincian 216 gereja yang rusak di Kabupaten Donggala, 116 gereja yang rusak di Kota Palu, 307 gereja yang rusak di Kabupaten Sigi, dan 25 gereja yang rusak di Kabupaten Parigi Moutong.

Distribusi bantuan belum menjangkau Kabupaten Donggala, Kulawi, Parigi, karena akses yang masih terputus, terbatasnya waktu dan jumlah bantuan yang dibawa. Informasi dari Ketua III BPS GPID Yang perlu mendapat perhatian adalah gereja-gereja di Kabupaten Kulawi, karena sebagian besar bangunan gereja di sana rusak parah dan jemaatnya sangat memerlukan Alkitab. Kulawi adalah daerah pelayanan Bala Keselamatan. Harapannya kunjungan berikutnya daerah-daerah ini dapat dikunjungi dalam penyerahan bantuan pada tahap ke-2 sambil melakukan kegiatan ”Trauma Healing” bagi para pengungsi anak-anak dan orang dewasa yang masih mengalami traumatic akibat bencana alam tersebut.

Dari data-data yang baru terkumpul tersebut, LAI mencoba menawarkan kepada donatur yang terbeban agar dapat membantu meringankan beban hidup umat dan jemaat yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami. Biarlah pelayanan LAI Peduli Palu dapat menjadi berkat bagi banyak orang.[]

Tuhan, Peringatan-Mu Adalah Nyawa Baru Bagi Jiwa Kami, Yang Semakin Redup Oleh Banyak Keluh Kesah Dan Putus Asa.

title

Yang lemah dikuatkan-Nya, yang terluka disembuhkan-Nya, dan yang patah semangat dihiburkan serta diberi sukacita yang baru.

Surat yang ditujukan kepada para pengikut jalan Tuhan yang berada di daerah perantauan diawali dengan sebuah pengingat bahwa mereka adalah umat pilihan Allah yang dikuduskan untuk Allah oleh darah Kristus. Untuk diberikan hidup baru dan segala berkat yang telah disimpan oleh Allah di surga yang tidak dapat rusak, cemar, ataupun layu. Ini tentu memberikan mereka kekuatan untuk hidup sebagai seorang pengikut Kristus di negeri yang baru bagi mereka dan di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Dan agar mereka tetap setia serta kembali bergairah mengikut Tuhan sekalipun tantangan terus saja datang.

Sahabat Alkitab, ada begitu banyak hal yang dapat saja terjadi atau mungkin telah terjadi yang membuat iman kita menjadi goyah, semangat kita pudar, tenaga kita hampir habis, dan harapan kita lenyap. Saat berada dalam posisi itu tidak ada lain yang dapat kita lakukan selain melihat kepada Allah, melihat pada pengorbanan-Nya untuk memberikan hidup kepada kita, dan meyakini janji-Nya akan upah yang disediakan bagi kita yang tetap setia. Kita perlu membangkitkan kembali ingatan-ingatan akan kebaikan Allah yang telah kita alami, menghitung berkat-Nya yang membuat kita begitu terpesona akan Dia. Allah akan memberikan semangat yang baru untuk kembali berjalan bersama-Nya.

Selamat Pagi. Percayalah bahwa di dalam Tuhan selalu ada semangat dan sukacita yang baru.

Salam Alkitab Untuk Semua