Tuhan, Manusia Mencari Kehidupan Yang Berlimpah Dengan Kenikmatan. Tetapi Yang Ada Pada-Mu Adalah Kehidupan Yang Melimpah-limpah Dengan Kebaikan

title

Hanya yang mempunyai yang dapat memberi. Yesus adalah sumber kehidupan dan segala yang baik, karena itu hanya Dia yang dapat memberikannya.

Yesus menjelaskan tentang perumpamaan yang telah disampaikan-Nya. Yang Yesus maksudkan sebagai pencuri adalah semua yang datang sebelum Dia, yaitu orang-orang yang menjadi pengajar Taurat kepada umat namun ajarannya justru menjauhkan mereka dari kasih karunia Allah. Sementara gembala domba adalah Yesus sendiri, melalui Dia domba-domba akan selamat dan mendapatkan makanan, mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam kelimpahan. Kelimpahan yang digambarkan oleh Yohanes adalah tentang kehidupan rohani bukan berhubungan dengan materi.

Sahabat Alkitab, kepada kita domba-domba-Nya, Yesus Sang Gembala Agung menjanjikan kehidupan yang penuh kelimpahan. Dia adalah gembala yang baik, yang memberikan kepada kita rasa aman, Ia memberikan firman-Nya sebagai makanan bagi kehidupan rohani kita, Ia bahkan memberikan hidup-Nya untuk memberikan kepada kita keselamatan. Yesus tidak pernah menjanjikan kenikmatan hidup dunia kepada kita, malahan siapa yang ingin mengikuti_nya harus meninggalkan itu semua. Yesus tidak ingin kita menjadi terikat dengan kesenangan dunia, karena kita ini bukan berasal dari dunia melainkan dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Dunia ini memang menawarkan banyak kesenangan dan kenikmatan untuk kita, namun semua itu justru akan menjauhkan kita dari Allah dan merampas kehidupan kita. Yang dunia berikan adalah kenikmatan yang membawa maut. Tidak ada orang yang hidup dalam kenikmatan dunia yang akan memiliki hidup yang sejati.

Selamat Beribadah. Jika Allah adalah sumber hidup dan Ia telah memberikannya bagi kita, mengapakah kita mau melepaskan itu dan menggantinya dengan maut?

Salam Alkitab Untuk Semua

“….dan Allah akan mengampuni dosamu”

Adven 2, Yohanes Pembaptis

title

“Yesus datang ke dalam dunia untuk menebus manusia yang berdosa, yaitu mereka yang percaya kepada-Nya. Sungguh menyenangkan menjadi seorang Kristen, hanya dengan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan maka surga sudah pasti menjadi milik kita, yah ditambah dengan ke gereja dan mengikuti semua hari raya gerejawi, sukacita surga terasa sudah begitu lengkap kita miliki. Cukup dengan percaya saja, dan dosapun hilanglah, selanjutnya terserah Anda.”

“Missing Truth”, kata ini begitu tepat menggambarkan pemahaman dan keyakinan kita akan apa yang kita percayai sebagai kebenaran. Apakah yang hilang dari berita kebenaran yang ada pada kita saat ini?

Di tengah sunyi dan tandusnya padang gurun, firman Allah datang kepada Yohanes. Mengapa kepada Yohanes? Mengapa bukan kepada Imam Hanas dan Kayafas sebagai Imam Besar saat itu?

“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu…” itulah firman yang Yohanes terima dan yang disampaikannya kepada umat Israel di daerah Yordan. Firman Tuhan datang kepada Yohanes secara utuh, namun kita sering melompati beberapa bagian sehingga langsung sampai kepada kalimat “… dan Allah akan mengampuni dosamu”. Bagian yang hilang itu adalah “Bertobatlah” dan “Berilah dirimu dibaptis”.

Orang-orang di zaman itu telah kehilangan bagian terpenting dari ibadat mereka, tidak terkecuali para imam. Mereka begitu sibuk untuk menghias diri mereka dengan apa yang tampak membanggakan dan indah di mata manusia (bnd. Mat. 23:27). Tidak berbeda jauh dengan kehidupan kita saat ini. Dalam masa menyambut natal, kita telah kehilangan tentang makna natal itu sendiri, yang ada hanyalah hiruk-pikuk kemeriahan natal. Kita begitu menyibukkan diri dengan pesta dan perayaan, dengan tampilan ibadah yang kelihatan lebih “wah” dari biasanya, dan juga dengan penampilan fisik kita yang terlihat lebih indah. Kita terlalu yakin dengan “kepercayaan” yang kita miliki bahwa percaya kepada Yesus pasti akan diselamatkan, padahal kita lupa akan maksud sebenarnya dari “percaya” itu. Kepercayaan kita hanya ada pada pikiran kita saja dan hanya sekedar terucap di bibir. Kita lupa akan pertobatan yang sejati.

Bertobat berarti berubah sikap, berpaling dari dosa-dosa, dan kembali kepada hal-hal yang menyenangkan Allah”. Dibaptis menunjuk kepada suatu upacara keagamaan di mana air dipergunakan sebagai sarana. Yohanes melakukan pembaptisan terhadap orang-orang yang mendengarkan khotbahnya, dan ini dilakukan atas dasar pertobatan dari orang-orang yang dibaptis itu (Pedoman Penafsiran Alkitab Injil Lukas, hal. 95). Baptisan adalah sebuah tanda lahiriah yang menunjukkan bahwa orang yang dibaptis telah mengalami pertobatan di dalam dirinya. Inilah bagian yang dikehendaki oleh Allah terjadi dalam hidup kita yang pada akhirnya akan mendatangkan pengampunan dosa.

Di Minggu Adven yang kedua ini, marilah kita kembali kepada pesan kebenaran yang utuh, sehingga ketika Tuhan datang kembali, Ia akan mendapati kita dengan kehidupan yang penuh dengan pertobatan yang mengikuti pengakuan percaya kita kepada-Nya, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.[]

Ya Tuhan, Kepercayaan Adalah Mahkota Dari Segala Perbuatan Baik dan Jujur. Tolong Kami Menggunakan Itu Bagi Kemuliaan Nama-Mu Ketika Kami Berhasil Mendapatkannya.

title

Kepercayaan itu mahal harganya, perlu usaha keras untuk mendapatkannya, dan perlu usaha yang jauh lebih keras lagi untuk mempertahankannya.

Menjawab pertanyaan dari kaum Farisi, Yesus memberikan penggambaran hubungan antara domba dan penggembalanya. Gembala domba selalu masuk melalui pintu kandang, disambut dengan baik oleh penjaga kandang, karena dia bukan pencuri. Domba gembalaannya pun akan mengenali suaranya, dan mengikuti ke mana pun dia pergi. Ia juga mengenal dombanya satu persatu. Penggambaran ini menunjukkan sebuah kepercayaan yang besar domba kepada gembala karena tanggung jawab gembala yang ia laksanakan dengan baik.

Sahabat Alkitab, kepercayaan adalah akibat dari sebab kebaikan dan kejujuran. Kita dapat dipercaya jika perbuatan baik kita telah menyentuh hati seseorang, demikian juga jika kita menjadi seorang yang jujur maka siapapun dapat memberikan kepercayaannya kepada kita. Dalam penggambaran yang diberikan oleh Yesus, pemimpin adalah seorang yang harus dapat dipercaya oleh orang-orang yang dipimpinnya. Pertama-tama ia haruslah seorang yang baik hatinya, yang memimpin dengan hati bukan dengan tangan besi. Pemimpin haruslah menjadi seperti seorang gembala yang baik yang mengayomi, yang memberi bukan mengambil seperti layaknya seorang pencuri. Ia harus mampu memberikan rasa nyaman terlebih dahulu, memberikan makanan yang terbaik, memberikan ketenangan, barulah ia dapat memperoleh manfaat dari dombanya baik berupa susu, bulu, kulit, atau pun daging domba. Sebab domba yang merasa tidak nyaman, kurang makan, dan stres tidak akan mampu menghasilkan dan memberikan yang terbaik dari dirinya, bulunya rontok, kulitnya tidak bagus, kurus sehingga sedikit menghasilkan daging, juga tidak menghasilkan susu yang banyak.

Selamat Pagi. Marilah kita berusaha menjadi orang yang tepercaya baik oleh manusia terlebih lagi oleh Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Bagi Orang-orang Dunia Kami Ini Memang Bukan Apa-apa. Tetapi Bagi-Mu Ya Tuhan, Kami Amat Sangat Berharga.

title

Orang yang sakit jelas membutuhkan dokter, lalu mereka mencarinya. Sebaliknya, Yesus mencari dan menyembuhkan mereka yang sakit.

Karena tersinggung dengan kebenaran perkataan orang yang tadinya buta itu, mereka malah "menjauhkan"-nya dari Allah dengan melarangnya untuk memasuki rumah ibadat. Semasa tidak dapat melihat ia mungkin jarang memasuki rumah ibadat, ia menjadi terpinggirkan oleh lingkungan sosial hingga mnjadi pengemis. Ketika telah dapat melihat, ia tetap tidak dapat memasuki rumah ibadat, ia mengalami "pengucilan rohani" oleh para pemimpin agama Yahudi, kelompok agamais yang harusnya merangkul orang-orang yang termarginalkan. Hukuman yang merampas dan menghilangkan keberadaan dirinya sebagai makhluk yang ber-Tuhan dan beragama. Mendengar itu Yesus datang kepadanya, mengangkat, dan memberikannya kembali nilai sebagai seorang manusia yang rohani.

Sahabat Alkitab, menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk menanggung penderitaan, pengucilan, diskriminasi, oleh karena itulah bagian dari salib yang harus kita pikul. Karena salib memang adalah lambang penderitaan. Di salib, harkat Yesus sebagai manusia dilucuti dan dilecehkan. Jika Yesus diperlaukan seperti demikian, maka kita pun sebagai pengikut-Nya akan mengalaminya juga. Jika karena Yesus kita diperlakukan buruk oleh dunia, maka berbahagialah karena Kristus memandang kita berharga. Ia menerima kita sebagai anak-anak yang dikasihi dan berharga di mata-Nya. Seperti buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya, dan sumbu yang telah pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.

Selamat Pagi. Percayalah bahwa jika dunia menolak kita karena nama Yesus, maka Dia akan memilih kita untuk memalukan dunia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Mengajar Kami Dengan Lembut Dan Dalam Kebijaksanaan. Tolong Kami Melatih Itu, Sehingga Menebarkan Suka Cita Dengan Perkataan Kami.

title

Berpikir bahwa perkataan yang kita keluarkan tidak memiliki efek samping terhadap pendengar adalah sebuah kekeliruan yang besar.

Entah dari mana datangnya hikmat dalam berkata-kata oleh orang itu. Ia yang buta sejak lahirnya sangat mungkin tidak pernah mengikuti pendidikan saat itu. Setiap hari pekerjaannya pun hanya mengemis (9:8), sehingga sangat mungkin juga ia jarang mendengarkan pengajaran agama Yahudi. Namun kata-katanya yang penuh hikmat menunjukkan bahwa apa yang ia sampaikan itu berasal dari Allah. Sebaliknya, perkataan orang-orang Farisi menunjukkan pengetahuan mereka akan hukum agama hanya sebatas tahu saja. Pandangan teologia mereka tentang hubungan kebutaan sebagai akibat dari dosa sama dengan pandangan para murid sebelumnya (9:2), tetapi mereka mengungkapkannya sebagai sebuah tunduhan langsung dengan tujuan untuk menyerang pribadi orang itu, ini berbeda dengan para murid yang mengungkapkannya lewat pertanyaan.

Sahabat Alkitab, berkatalah dengan lembut. Bukan tentang intonasi suara tapi isi dari perkataan itu. Di mana kita dilahirkan menentukan intonasi suara kita, tapi tentang perkataan yang lembut dan bijaksana bergantung pada seberapa kita menghargai orang lain, menghargai diri sendiri, dan penghormatan kepada Tuhan yang menciptakan semua orang sama. Dari perkataanlah kita dapat menilai orang lain, sebaliknya orang lain menilai diri kita. Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk pembelajar, karena itu berkata-kata dengan lembut dan bijaksana adalah bagian yang dapat dipelajari oleh manusia dan membentuk itu di dalam dirinya. Pertama-tama kita harus belajar menghargai kemanusiaan, belajar tentang kerendahan hati, belajar tentang empati, belajar tentang keramahan, yang semuanya dapat kita pelajari dari Alkitab.

Selamat Pagi. Berusahalah sedemikian rupa agar setiap perkataan kita yang keluar mewakili perkataan Kristus kepada manusia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Banyak Hal Dalam Kehidupan Yang Membuat Marah, Geram, dan Kehilangan Kesabaran. Tolong Kami Membiarkan Emosi Itu Hanya Pada Hal Yang Pantas Mendapatkannya.

Yohanes 9: 24-28

title

Marah adalah salah satu emosi jiwa manusia yang berasal dari Allah. Kebijaksanaan dalam menggunakannya membuatnya menjadi begitu bernilai.

Berulang kali memberi jawaban yang sama atas pertanyaan yang sama pula, membuat mantan orang buta ini begitu kesal kepada para pemimpin Yahudi. Sehingga jawaban-jawabannya kali ini mendapatkan penegasan khusus dan mungkin sedikit ketus. Kedegilan hati para pemimpin itu mendapatkan respon yang serius dan kegeraman.

Sahabat Alkitab, kemarahan dalam diri kita dapat timbul karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, bayangkan, harapkan, atau dapatkan. Ini adalah hal yang wajar karena Allah sendiri menyatakan amarah-Nya ketika manusia tidak hidup seturut dengan kehendak-Nya, hanya Ia tidak berdosa dalam kemarahan-Nya. Kita boleh marah untuk sebagai respon atas pelanggaran terhadap kebenaran dengan tujuan untuk memperbaiki. Namun emosi yang Allah berikan itu harus dipergunakan dengan sangat bijak dan penuh hikmat, agar kita sendiri tidak jatuh dalam dosa karenanya, dan agar kemarahan itu membawa perubahan yang baik atau meluruskan jalan yang bengkok. Kemarahan itu harus murni dalam tujuannya, dilakukan pada tempat dan waktu yang tepat, serta dengan porsi yang tepat pula.

Selamat Pagi, disaat kita memang pantas untuk marah mintalah kepada Allah untuk menjaga hati kita agar tidak berdosa dengan melewati batas yang seharusnya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Keterbatasan dan Kelemahan Adalah Tanah Subur Bagi Ketakutan. Tolong Kami Mengatasinya, Sehingga Hidup Kami Melimpah Dengan Damai Sejahtera,

Yohanes 9: 18-23

title

Mengapa takut jika Roh yang ada dalam kita jauh lebih besar daripada roh yang ada dalam dunia, dan kepada kita tidak diberikan roh ketakutan.

Satu orang buta telah dicelikkan matanya oleh Yesus, setelahnya beberapa orang menjadi buta oleh kebodohan dan kedegilan hatinya sehingga tidak dapat melihat pekerjaan Allah yang telah dinyatakan. Mereka adalah para pemimpin agama Yahudi saat itu. Tidak cukup dengan kesaksian dari mantan orang buta itu dan karena kebutaan hati mereka, para pemimpin itu memanggil bapak dan ibunya untuk memastikan apakah anak mereka itu memang buta sejak lahirnya. Karena takut, mereka hanya memberi jawab seadanya lalu melemparkan kembali kepada anak mereka. Mereka memang bukanlah siapa-siapa jika dibandingkan dengan status dan kuasa yang dimiliki oleh para pemimpin agama Yahudi.

Sahabat Alkitab, banyak kali kita takut untuk memberikan suatu pendapat atau melakukan koreksi terhadap sesuatu atau kepada orang tertentu karena keterbatasan kita dari segi usia, tingkat pendidikan, jabatan, atau status sosial. Sekalipun kita jelas melihat sebuah kesalahan dan kekeliruan sementara kita memiliki solusi untuk kita, namun ketakutan membuat kita menyimpan semuanya itu dalam hati. Kita terkurung oleh rasa rendah diri yang kita ciptakan sendiri, padahal Tuhan yang menciptakan kita memandang sama kepada semua orang, dan kepada kita yang telah menerima anugerah Allah, tidak diberikan roh ketakutan, tetapi Roh yang besar yang berani untuk menyatakan dan menyuarakan kebenaran. Roh yang Tuhan berikan mampu untuk membuat kita bekerja dan melakukan sesuatu melewati batas-batas diri kita sendiri. Jika kita menahan sebuah kebenaran dan menyembunyikannya, maka akan menghilangkan damai sejahtera dalam diri kita.

Selamat Pagi. Beranilah menyerukan kebenaran dan kebaikan kepada semua orang, selebihnya biarkan Allah yang bertindak dan menolong kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Hikmat Dan Kebijaksanaan Adalah Anugerah-Mu Untuk Menyelesaikan Persoalan-persoalan Yang Akan Menghancurkan Kami.

title

Di atas langit masih ada langit, namun Allah adalah yang tertinggi dan satu-satunya, pengertian-Nya jauh melebihi dari yang dapat kita pikirkan.

Kebaikan yang dilakukan oleh Yesus kepada seorang buta ternyata tidak memberikan jaminan bahwa itu akan disukai oleh semua orang. Desas-desus karena seorang buta dicelikkan matanya oleh Yesus akhirnya sampai juga ke telinga kaum Farisi. Mereka justru menganggap mujizat pada hari sabat adalah pelanggaran terhadap hari sabat itu sendiri. Sehingga kesimpulan beberapa di antara mereka adalah dosa, karena pelanggaran hukum sabat, tidak mungkin menghasilkan kebaikan dan lebih tidak mungkin lagi itu berasal dari Allah. Guna meyakinkan akan kebenaran peristiwa itu, mereka menghadirkan orang yang telah dicelikkan matanya di tengah-tengah perdebatan mereka. Dan sangat menarik kesimpulan dari orang itu tentang Yesus, sebab dia mengatakan bahwa Yesus adalah nabi. Satu kesimpulan yang membantah semua tuduhan kaum Farisi tentang Yesus.

Sahabat Alkitab, kita sungguh-sungguh membutuhkan hikmat dan bijaksana dari Tuhan dalam segala hal. Sebab tanpa itu, yang ada hanyalah masalah demi masalah. Pengertian kita atas segala hal sangat terbatas, bahkan untuk hal yang paling sederhana sekalipun. Terkadang masalah sepele yang bisa diselesaikan dengan cara yang sangat sederhana justru membuat kita begitu kesulitan hingga meningkatkan emosi, saling berbantah, bahkan mencederai sesama. Hikmat dan bijaksana dari Tuhan kadang memang tidak mudah diterima dan dicerna oleh pengetahuan kita, karena memang berasal dari atas, dari luar logika dan nalar manusia. Namun apa yang berasal dari Tuhan pasti benar, diakui atau tidak, pasti adalah sebuah jawaban, diterima atau tidak, dan pasti membawa damai sejahtera, dirasakan atau tidak.

Selamat Pagi. Sebelum dan atau sesudah menemui jalan buntu atas berbagai persoalan hidup, datanglah kepada Yesus dan mintalah jawaban dan kemampuan untuk menyelesaikannya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Selalu Hadir Menjumpai Orang-orang Yang Rindu Kepada-Mu Dengan Kemuliaan, Belas Kasih, Dan Cinta.

Yohanes Pembaptis

title

Tuhan berkenan dan menjenguk mereka yang selalu menantikan kehadiran-Nya

Perjumpaan dengan Yesus menjadi satu pengalaman yang paling berharga bagi orang buta itu, bagaimana tidak, sejak lahir ia sama sekali belum pernah melihat. Ia pasti memiliki kerinduan yang begitu besar untuk bisa melihat, namun mungkin ia telah mengubur dan melupakan itu, sebab bagaimana mungkin ia dapat melihat lagi. Hari itu Yesus datang menjawab kerinduan terdalamnya. Betapa dia bersukacita, berkeliling ke tengah kota untuk memperlihatkan keadaannya yang baru kepada orang banyak dan menceritakan bahwa Yesus yang telah memelekkan matanya.

Sahabat Alkitab, orang yang rindu akan kehadiran Allah dalam hidupnya tidak akan pernah Ia kecewakan. Allah tahu bahwa hanya kehadiran-Nyalah yang dapat mengisi segala relung kosong kehidupan manusia. Hanya kehadiran-Nyalah yang dapat memuaskan dahaga manusia. Karena itu Ia akan hadir dalam kemuliaan, belas kasih, dan cinta kepada orang-orang yang menantikan-Nya. Allah akan mengobati kerinduan terdalam hati kita bahkan saat kita sendiripun kelu dan lupa dengan itu.

Selamat Beribadah. Tuhan telah datang, bukalah hatimu, Dia akan berperkara hari ini dalam hidupmu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Satu Hal Yang Engkau Miliki Dan Manusia Tidak, Adalah Jawaban Atas Semua Pertanyaan-pertanyaan Mengenai Kehidupan

title

Carilah maka kamu akan mendapat, tanyalah maka jawaban akan diberikan bagimu.

Dalam teologia purba orang-orang memang mengangggap bahwa dosa manusia memiliki dampak langsung terhadap segala bentuk penderitaan manusia. Sehingga ketika ada orang yang menderita sakit, bencana, musibah, kerugian, atau pun kematian maka timbullah syak wasangka bahwa orang tersebut telah melakukan perbuatan dosa, atau jika bukan dia maka pasti orang tuanyalah yang melakukannya. Itulah yang terjadi pada murid-murid Yesus ketika mereka melihat ada seorang yang buta sejak lahirnya. Di sini Yesus menjawab dengan memberikan pemahaman yang baru bahwa itu terjadi bukan karena dosa orang itu atau dosa orang tuanya melainkan supaya orang dapat melihat kuasa Allah dinyatakan dan bekerja dalam orang itu.

Sahabat Alkitab, dalam pengetahuan kita yang sangat terbatas seringkali kita seperti meraba dalam gelap. Kita mencoba menerka sesuatu yang tidak kita ketahui pasti dan tidak dapat kita lihat secara jelas. Akibatnya kita pun sampai pada kesimpulan yang salah, baik terhadap seseorang, terhadap kejadian dan peristiwa, ataupun terhadap Tuhan sendiri. Ada hal benar yang harus kita tiru dari para murid Yesus saat itu, yaitu bertanya dan memastikannya kepada Tuhan. Dalam keragu-raguan dan ketidaktahuan kita akan banyak hal yang ada di dunia, maka tempat paling wajar untuk kita bertanya adalah kepada Tuhan Sang Pencipta dan Perancang segala sesuatu. Karena saat kita hanya mengandalkan pada diri sendiri dengan pengetahuan yang sangat terbatas maka kita tengah menjerumuskan diri ke dalam lubang - yaitu prasangka buruk, sikap yang menghakimi, salah bersikap dan berkeputusan - dan mungkin akan membawa orang lain jatuh bersama kita.

Selamat Pagi. Tuhan selalu siap untuk menjawab setiap pertanyaan kita, maka bertanyalah kepada Dia agar kita tidak sesat.

Salam Alkitab Untuk Semua