Tuhan Ajar Kami Mengendalikan Diri Agar Tercipta Damai Sejahtera

Rut 3 : 11-14

Kencangkanlah ikat pinggangmu agar tidak liar keinginanmu dan nafsumu.

Boas memiliki kewajiban untuk menebus Rut, tetapi dia bukanlah yang satu-satunya dan bukan juga yang paling berkewajiban untuk itu, sebab masih ada kerabat yang lebih dekat dengan Elimelekh. Karena itu, sekalipun Boas ingin namun dia tetap bijaksana mendahulukan dia yang lebih berkewajiban dalam melaksanakan pernikahan levirat ini. Jika memaksakan keinginannya, ia tidak hanya melanggar hukum levirat, tetapi juga bisa merusak relasi kekerabatan di antara mereka.

Sahabat Alkitab, tidak semua keinginan atau hasrat kita harus dipenuhi. Akal sehat dan kebijaksanaan harus memimpinnya agar tidak liar dan menabrak segala aturan atau merusak segala bentuk relasi sosial. Mintalah kepada Tuhan, hikmat dan penguasaan diri, untuk mengendalikan segala keinginan dan menaklukkannya di bawah kaki Tuhan.

Selamat Pagi. Kendalikanlah! Agar keinginanmu tidak membawamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ajar Kami Untuk Tidak Membeda-Bedakan Sesama

Rut Naomi Boas Lembaga Alkitab Indonesia BIMK Tidak Membeda-bedakan
Rut 3: 6-10

Tuhan melihat hati manusia melihat apa yang apa yang dapat ditangkap oleh inderanya. Namun kita dapat belajar dari cari Allah memandang.

Kebaikan hati. Inilah yang dimiliki oleh keduanya, yaitu Rut dan Boas. Karena kebaikan hatinya Rut mau saja mengikuti permintaan dari mertuanya untuk “mengikuti” Boas yang sebenarnya lebih pantas untuk menjadi ayahnya. Begitu juga dengan Boas, karena kebaikan hatinya, mengizinkan Rut bekerja diladangnya dan memberikan perhatian khusus. Motivasinya murni, Boas melihat pengorbanan Rut terhadap mertuanya, mulai dari Rut meninggalkan tanah airnya sampai pengorbanan yang lebih besar lagi, untuk menikah dengannya.

Sahabat Alkitab, kelemahan kita memang ada di sini, yaitu cara kita memandang orang lain. Hanya karena perbedaan yang sifatnya lahiriah, kita bisa memandang orang lain dengan sebelah mata. Ini serius, Tuhan tidak suka dengan itu. Tapi kita bisa belajar, sebab kita berasal dari Allah. Rut dan Boas dipertemukan bukan oleh pandangan mata, tetapi oleh kepekaan hati. Ketika kebaikan hati dan kerendahan hati saling bertemu maka terbangunlah sebuah hubungan yang disenangi oleh Tuhan.

Selamat Pagi. Orang baik diperuntukkan bagi orang baik. Jika menginginkannya, jadilah orang baik terlebih dahulu, selanjutnya serahkan kepada Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan Berikan Kami Kekuatan Untuk Menyenangkan Orang Lain

Menyenangkan orang lain tidak semudah menyenangkan diri sendiri, tetapi ketika kita berhasil melakukannya, maka sangat besar sukacitanya.

Inisiatif itu datang dari keduanya. Naomi ingin agar Rut dapat berumah tangga lagi dan menikmati kebahagiaannya. Ia mendorong Rut untuk bertemu dengan Boas, menarik simpatinya, agar kelak Boas mau menikahi menantunya ini. Bukan hal lazim seorang wanita dengan berpakaian yang bagus dan dengan wangi-wangian pergi ke tempat orang bekerja mengirik gandum. Sebagai bentuk kasihnya, keinginan membalas kebaikan hati mertuanya, dan juga sebagai rasa hormatnya, Rut mencoba untuk menyenangkan Naomi dengan menuruti apa yang direncanakan oleh mertuanya itu.

Sahabat Alkitab, jika kita menyelami lebih dalam akan apa yang terjadi pada Rut, kita akan sadari bahwa memenuhi keinginan Naomi agar ia menikah dengan Boas adalah sebuah bentuk pengorbanan. Sekalipun kaya, Boas sudah pasti adalah pria yang telah berumur. Namun ia tetap melakukanya karena kasihnya kepada Naomi. Tidak mudah melepaskan keinginan atau hak kita untuk menyenangkan orang lain, tapi jika itu perlu untuk menyenangkannya, maka mintalah kepada Tuhan kekuatan untuk melakukannya.

Selamat Pagi. Seperti Yesus yang mengasihi kita, yang telah berkorban dan melakukan kebaikan bagi kita semua, maka kita pun harus belajar melakukannya untuk orang yang kita kasihi.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Aku Bersyukur Atas Kesulitan & Kebaikan Yang Kau Ijinkan

Rut 2: 19-23 BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia, Daily Scripture Reading, Bacaan Alkitab Harian,

Tidak selalu hari akan terus panas, tidak juga hujan terus-menerus. Keduanya datang silih berganti, agar terjadi keseimbangan. Oleh karena Tuhan, Rut dan Naomi mengalami titik balik dalam kehidupannya. Ratap dan tangisnya, Tuhan ubahkan menjadi sukacita. Hari berkabung telah lewat, saatnya mereka menangis dalam ucapan syukur. Rupanya Boas adalah salah satu kerabat dekat dari Elimelekh yang mana menurut hukum Yahudi salah satu yang wajib untuk bertanggungjawab atas mereka (2:20 bnd. Im. 25:25Ul. 25:5-10). Bukan kebetulan jika Rut ikut pulang bersama Naomi, bukan juga kebetulan jika Rut bekerja di ladang milik Boas. Apa yang akan terjadi selanjutnya pun bukanlah sebuah kebetulan. Semua ada dalam grand design dari Allah Yang Maha Kuasa. Allah mengizinkan Naomi dan Rut mengalami masa-masa pahit kehidupan, sebelum mereka menikmati buahnya yang manis. Naomi yang tidak mampu untuk moveon dari kepahitannya, terus melihat kesulitan sebagai hukuman Allah, sementara Rut dapat segera menemukan anugerah Allah Israel di dalam segala perkara yang dialaminya.

Sahabat Alkitab, kehidupan yang sedang kita jalani pun demikian. Seperti gelombang yang memiliki puncak dan lembah, tidak selalu kita di atas dan tidak untuk selama-lamanya kita ada di bawah. Tuhan mengizinkan semuanya itu terjadi untuk menguji sekaligus melatih iman kita, supaya ketika kita berada di puncak kehidupan, kita tidak menyangkal Allah, dan ketika berada di dalam lembah kehidupan, kita tidak mencemarkan nama Allah. Kisah Rut memberi kita pelajaran berharga dari sikap pesimis Naomi dan Optimis dari Rut yang tidak hanya mampu melihat ke depan tetapi juga dapat melihat ke atas, yaitu kepada Allah Israel.

Selamat Pagi. Mari untuk terus bersyukur kepada Tuhan, saat susah maupun saat senang. Sebab Dia adalah Allah yang bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Dari Menteng Ke Salemba Lewat China

“Jalan Tuhan memang ajaib. Rumah saya di Menteng yang hanya 2 km dari kantor* LAI, tapi harus lewat China dulu baru bisa sampai ke sini,” ujar sepasang pengusaha muda sukses yang tadi pagi bertandang ke LAI. Pengusaha ini adalah eksportir produk-produk Indonesia ke negeri China.

Kisahnya bermula pada senin pagi 2 April 2018 lalu dimana saya mendapat email dari kolega di Singapore yang menyampaikan informasi ada sepasang anak Tuhan dari Indonesia yang ingin menyumbang untuk pelayanan Lembaga Alkitab China. Belum sempat saya jawab email tersebut, sore harinya kolega ini menelepon langsung dari Singapore agar saya bisa mengontak orang tersebut dan menindaklanjuti keinginan baiknya.

Saya berhasil mengontaknya dan pagi ini kami berjumpa, berdiskusi dan menyepakati untuk saling bekerjasama dalam pelayanan bersama ke depan. Seusai perbicangan, saya mengajak mereka berdua mengunjungi Perpustakaan Biblika di lantai 3, Museum Alkitab di lantai 2 dan Bible House di lantai 1 Gedung Pusat Alkitab Jalan Salemba Raya No.12 Jakarta Pusat.

Mereka berdua sangat sukacita dan takjub dengan keberadaan fasilitas-fasilitas, buku-buku, dan ornamen-ornamen yang memungkinkannya lebih memahami seluk-beluk Alkitab. “Anak-anak kita dan teman-teman sekolahnya wajib berkunjung kesini Ma,” kata sang Suami kepada isterinya.

Lebih terkejut lagi manakala mereka menemukan nama Bapak sang isteri tercantum di bawah tulisan “Doa Bapa Kami” yang terpampang di salah satu pilar Museum Alkitab. Akhirnya berpotretlah mereka di bawah tulisan tersebut. Dengan sukacita dan semangat saya menjadi juru potretnya.

Tidak cukup sampai disitu, manakala menelusuri nama-nama yang berpartisipasi dalam pembangunan Gedung Pusat Alkitab, ternyata sang suami menemukan nama Bapaknya ada disana. Jadilah saya juru potret lagi untuk memotret sang suami sambil menunjuk nama Bapaknya. Tidak lupa mereka berdua saya potret di depan Alkitab terbesar yang pernah masuk Rekor MURI.

Saat mereka masuk Bible House mereka mengagumi banyaknya varian Alkitab dan bagian-bagiannya yang diproduksi LAI. Beberapa produk dibelinya karena dirasa sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan iman anaknya yang masih remaja. Tidak lupa kami memberikan diskon Paskah yang masih berlaku.

Tuhan memang ajaib. Dalam doa bersama karyawan LAI tadi pagi, renungannya mengangkat topik tentang “Tuhan mengirim orang baik kepada kita”. Renungan tersebut tergenapi dengan pertemuan kami hari ini. Sepasang anak Tuhan yang berkomitmen membantu pelayanan Lembaga Alkitab China sesuai “petunjuk Tuhan” secara pribadi. Sesuai protokol United Bible Societies (dimana LAI ada di dalamnya) maka bantuan tersebut disalurkan melalui LAI kemudian masuk ke dalam International Support Program untuk membantu pokok program yang diplih pendonor.

Dengan pertemuan kami yang sangat akrab dan penuh kehangatan dalam persekutuan sesama anak Tuhan, kami menetapkan akan bertemu kembali pekan depan untuk memperbincangkan program-program LAI dan Mitranya yang dapat didukung dan dikerjakan bersama.
Meski jauh terbang sampai ke China, akhirnya Tuhan kirim ke Salemba juga.
Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono, Sekum LAI

Ya Tuhan Engkau Mengirimkan Orang-Orang Baik Dalam Hidupku.

Anda tidak sendiri, Allah masih menyisahkan banyak orang baik di sekitar Anda, hanya Anda perlu mengenalinya lebih dekat lagi.

Kebaikan hati Rut diperhitungkan oleh Tuhan. Di tengah kesulitan yang ia alami, ia tidak ditinggalkan sendirian. Sekalipun ia berasal dari bangsa Moab, namun imannya yang bergantung kepada Allah Israel membuatnya mendapatkan penyertaan Allah. Allah menempatkan Boas untuk menolong Rut. Di ladang milik Boas ia mendapat gandum yang banyak, dan menikmati makan bersama dengan Boas dan para pekerja lainnya. Rut juga mendapatkan perlakuan yang baik dari para pegawai Boas.

Sahabat Alkitab, apa jadinya jika Rut memilih untuk berdiam diri seperti Naomi, dan tidak ingin mengenal dunia luar? Mungkin ia tidak akan pernah bertemu dengan orang orang baik seperti Boas dan pekerja-pekerjanya. Hidupnya sudah pasti akan menjadi semakin terpuruk. Inilah juga yang akan terjadi jika kita menutup diri dari lingkungan di sekitar kita, merasa bahwa kita dapat hidup sendiri di dunia ini, tapi pada akhirnya kita tidak bisa, tidak seorangpun yang bisa. Allah telah menempatkan begitu banyak orang-orang baik di sekitar kita, untuk menolong kita dalam menjalani kehidupan yang terkadang tidak mudah.

Selamat Pagi. Mari kita menemukan orang-orang baik itu, mengenali mereka, dan bersyukur kepada Tuhan atas kehadiran mereka.

Salam Alkitab Untuk Semua

Saat Semua Orang Memuji, Berikan Aku Kerendahan Hati, Ya Tuhan

Bacaan Alkitab Harian LAI - Ruth 2:10-14 BIMK

Kerendahan hati akan menghidupkan, sementara orang sombong akan hancur sebelum waktunya.

Kebaikan hati Rut telah menjadi buah bibir di Betlehem, yaitu apa yang ia lakukan terhadap Naomi, mertuanya, dan bahwa ia telah rela meninggalkan orang tua, tanah air, dan mungkin kemewahannya di Moab, untuk tinggal dan hidup di tempat yang asing dengan orang-orang yang sama sekali belum ia kenal. Rut mendapatkan pengakuan dari Boas dan juga perlakuan yang khusus. Apakah itu membuatnya menjadi tinggi hati? Setelah menerima semua pujian dan perlakuan khusus itu, Rut malah menganggap dirinya bukan apa-apa dibandingkan dengan para pekerja Boas (2:13).

Sahabat Alkitab, manusia adalah makhluk yang mudah sekali untuk membanggakan diri atas apa yang dimiliki, dilakukan, atau yang dihasilkannya, di saat yang sama manusia juga mudah sekali untuk merendahkan orang lain karena apa yang tidak dimiliki, tidak dilakukan, atau yang tidak dihasilkan sesamanya. Baru mendapat pujian sedikit saja, manusia sudah dapat bermegah karenanya. Jangan terjebak dan larut dalam pujian, itu sangat berbahaya. Belajarlah kerendahan hati dari Rut, dia adalah contoh dari orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Dan terutama belajarlah kerendahan hati dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Selamat Beribadah. Jika ada yang memuji kita, jangan menolak, tetapi terimalah lalu kembalikan segala pujian itu kepada Tuhan yang berhak menerimanya. Sebab kita tidak dapat berbuat apa-apa jika bukan Tuhan yang ada di dalam kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Janganlah Malu Untuk Melakukan Hal Yang Baik

Kata orang, “Jangan pernah malu untuk bekerja sekalipun orang menilainya rendah, malulah jika kamu mencuri.”

Seorang perempuan asing yang dulunya hidup berkecukupan, kini bekerja sebagai pemungut sisa-sisa jelai. Dengan tidak malu-malu, ia mengais bagian yang memang diperuntukkan baginya, ya sebagai orang miskin. Ia melakukannya sendiri dengan dorongan kebaikan hati dan keinginannya untuk berjuang bagi hidupnya dan hidup mertuanya. Sementara Naomi terlihat telah pasrah dengan kemalangannya atau mungkin juga karena malu, Rut tampil sebagai pejuang kehidupan.

Sahabat Alkitab, kesulitan hidup akan memisahkan dua tipe manusia, yaitu mereka yang akan terus bertahan dan berjuang, serta mereka yang kalah dan menyerah. Tipe yang pertama akan melakukan apa saja untuk tetap bisa eksis, dari pekerjaan yang baik hingga yang jahat. Rut memberikan kita pelajaran cara untuk berjuang dengan tidak malu-malu, melakukan pekerjaan yang baik dengan kerja keras, dengan kesetiaan, dan dengan didasari oleh motivasi yang baik dan murni.

Selamat Pagi. Melakukan pekerjaan kecil yang terlihat hina di mata manusia tetapi benar di hadapan Allah, bukan tidak mungkin hujan berkat akan Tuhan curahkan kepada kita

Salam Alkitab Untuk Semua

Di Setiap Tikungan Kesulitan, Telah Siap Sedia Pertolongan

Seperti pelangi sehabis hujan, demikian Allah menyediakan pertolongan dibalik setiap kesulitan.

Bisa dipastikan bahwa hidup Naomi dan Rut setelah kembali ke Betlehem berada dalam keadaan yang sulit. Seperti yang Naomi katakan bahwa ia pergi dengan berkecukupan tetapi kembali dengan tangan kosong. Tepat seperti arti dari nama barunya “Mara”. Bahkan untuk makan sekalipun mereka berharap belas kasihan orang dengan memungut sisa panen dan bagian-bagian lain yang diperuntukkan bagi orang miskin dan orang asing (Imamat 19:9-10). Itulah cara Allah menolong mereka, namun bukan menjadi cara satu-satunya, melalui Boas adalah cara lainnya.

Sahabat Alkitab, dalam perjalanan hidup kita, kesulitan adalah bagian penting yang ada di dalamnya. Sesuatu yang harus dilalui untuk menghantarkan kita pada satu tujuan. Agar dapat melewati kesulitan itu, Allah sudah menyediakan pertolongan-Nya. Rasul Paulus berkata dalam 1 Korintus 10:13, “Setiap cobaan yang Saudara alami adalah cobaan yang lazim dialami manusia. Tetapi Allah setia pada janji-Nya. Ia tidak akan membiarkan Saudara dicoba lebih daripada kesanggupanmu. Pada waktu Saudara ditimpa oleh cobaan, Ia akan memberi jalan kepadamu untuk menjadi kuat supaya Saudara dapat bertahan.”

Selamat Pagi. Jangan pernah menyerah karena kesulitan yang kita hadapi, teruslah berjuang dan nantikan tangan-Nya datang menolong dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Kata-Kata Adalah Pembangun, Tetapi Juga Penghancur

Setiap perkataan yang terucap akan berdampak sesuai dengan isi perkataan itu, besar atau pun kecil.

Naomi merasa bahwa Allah telah membiarkanya hidup penuh dengan kepahitan sebagai bentuk hukuman, karena itu ia tidak ingin dipanggil “Naomi” tetapi “Mara” sesuai dengan arti nama itu. Naomi seakan terus meratapi dan tetap ingin tinggal dalam kemalangannya, berbeda dengan Rut yang ingin tetap berjuang untuk hidupnya.

Sahabat Alkitab, perkataan yang terus diucapkan akan berdampak atas kehidupan seseorang, karena itu akan tertanam terus dalam ingatan dan berbuah dalam kehidupan nyata. Jika perkataan itu baik, ia akan membangun kehidupan orang yang mengucapkan atau yang mendengarnya, tetapi jika kalimat itu jahat, kutuk, umpatan, atau kalimat negatif lainnya, maka akan berbuah negatif juga. Karena itu berhati-hatilah dengan setiap perkataan yang hendak kita ucapkan, dan bergaullah dengan orang yang senanitasa memperkatakan kebaikan.

Selamat Pagi. Jangan sembarangan berucap, karena bukan hanya Tuhan yang mendengarkannya, tetapi juga si jahat.