Mimpi-Mimpi Terbang Seperti Burung Yang Bersayap

Jika tidak mawas diri, maka semua yang diimpikan dapat berlalu begitu saja.

Sukacita bangsa Israel harus terhenti untuk beberapa waktu lamanya. Bagaimana tidak, pembangunan Bait Allah terpaksa harus terhenti karena gangguan dari penduduk negeri yang dipimpin oleh Rehum, Simsai, dan beberapa orang lainnya. Mereka telah menjadi penghalang yang nyata dalam pembangunan ini. Kesalahan awal berujung pada kegagalan.

Sahabat Alkitab, dalam hidup ini pasti Anda mempunyai mimpi-mimpi yang ingin diraih. Anda berusaha keras untuk mewujudkannya. Hanya awaslah, jangan sampai mimpi itu tinggal menjadi mimpi karena kelalaian atau kesalahan. Pengalaman Israel hendaklah menjadi pelajaran berharga.

Selamat Pagi. Mari terus berjuang sambil menjaga hidup dengan baik dan terus berharap kepada Tuhan agar mimpi Anda dapat terwujud.

Hidup Manusia Adalah Sebuah Tulisan Terbuka Yang Dapat Dibaca Siapa Saja

Baik atau buruknya isi sebuah surat bergantung kepada kita sebagai penulisnya.

Rupanya kabar tentang karakter bangsa Israel yang suka memberontak telah diketahui sejak zaman itu. Semua orang tahu siapa dan bagamana kehebatan Allah Israel yang telah membebaskan bangsa itu dari perbudakan di Mesir tetapi disaat yang sama mereka juga tahu bahwa bangsa itu adalah bangsa yang tegar tengkuk, tidak setia, dan suka melawan bahkan terhadap Allah mereka sendiri. Isi surat yang ditulis itu adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri.

Sahabat Alkitab, seperti halnya bangsa Israel, kehidupan kita pun adalah surat terbuka yang dapat dibaca semua orang. Jika yang kita tampilkan adalah kebaikan maka yang terbacapun adalah kebaikan sebaliknya jika yang buruk kita tampilkan yang terbacapun adalah hal-hal yang buruk. Semua orang dapat melihat, semua orang adalah saksi, semua orang menilai kehidupan kekristenan yang kita tampilkan.

Selamat Pagi. Memang tidak ada yang sempurna, tetapi sedapat mungkin mulailah di hari ini untuk menampilkan cara hidup seorang pengikut Kristus yang taat dan setia.

Menumbuhkan Sahabat, Menuai Kemudahan

Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.

Untuk setiap tindakan pasti ada akibatnya. Penolakan yang sebelumnya dilakukan oleh Zerubabel, Yesus, dan para kepala kaum rupanya berbuntut panjang. Mereka yang tadinya ingin membantu pembangunan Bait Allah berubah menjadi musuh, bukan hanya satu musuh tetapi banyak, sebab mereka mengajak orang-orang lain untuk menggugat pembangunan itu. Penolakan atas dasar SARA itu dibalas dengan permusuhan atas dasar yang sama.

Sahabat Alkitab, kita sendiri mungkin pernah mengalami dimana sahabat terbaik berubah menjadi musuh terjahat. Banyak penyebabnya dan akibat dari semuanya itu adalah kekecewaan dan sakit hati. Jika sudah begitu, kita sendirilah yang akan menuai akibat buruknya.

Selamat Pagi. Mari kita terus memelihara persahabatan, dan jika ada musuh maka hari ini lakukanlah rekonsiliasi.

Cinta Yang Tulus Retak Oleh Keterbatasan Manusia

Jika ada cinta yang tidak ada batasnya, maka cinta itu pasti berasal dari Allah.

Orang-orang penduduk negeri yang merupakan orang-orang berdarah campuran ini ingin terlibat dalam pembangunan Bait Suci di Yerusalem, dengan alasan bahwa mereka juga beribadah dan mempersembahkan korban kepada ALLAH yang sama. Tetapi niat itu tidak disetujui oleh Zerubabel, Yesus dan para kepala kaum. Mereka menganggap bahwa hanya orang Yahudi murnilah yang boleh mengambil bagian dalam pekerjaan ini dan sama sekali tidak mengizinkan orang “asing”. Sebagai akibat dari penolakan tersebut, niat untuk membantu berubah menjadi niat untuk mengganggu.

Sahabat Alkitab, ada pepatah mengatakan “Tak Ada Gading Yang Tak Retak”. Pepatah ini sangat cocok untuk ditujukan kepada cerita di atas dan kepada semua manusia. Seberapapun tulusnya cinta manusia, pada satu titik dimana cinta itu tidak dihargai, tidak direspon, direndahkan, atau dicampakkan, akan sirna juga dan dalam sekejap saja dapat berubah menjadi benci. Itulah realita kehidupan manusia yang berdosa dan penuh kelemahan. Dalam hal lain pun ini bisa saja terjadi.

Selamat Beribadah. Mari kita belajar dari Allah tentang cinta, ketulusan, dan penghargaan kepada sesama kita

Ketika Allah Menggenapi Janji-Nya, Orang Meledak Dengan Sukacita

Hadiah terindah datangnya dari Tuhan, bila kita menerimanya betapa bahagia yang tiada tara.
Euforia terjadi atas umat Israel. Yang tua menangis karena haru, yang muda bersorak penuh kegirangan, akhirnya pembangunan Bait Allah dimulai, suatu simbol kehadiran ALLAH di tengah-tengah umat-Nya. ALLAH menggenapi janji-Nya, dan Israel meresponinya dengan sukacita yang meluap-luap. Bunyi terompet, gong, dan nyanyian-nyanyian umat adalah wujud dari sukacita mereka, katanya, “TUHAN itu baik; dan kasihnya kepada Israel kekal abadi.”
Sahabat Alkitab, pernahkah Anda merasakan perasaan yang sama seperti orang Israel saat itu? Ketika Tuhan menjawab doa kita dengan “Ya” kita pasti akan merasakan sukacita yang sama. Kita tertawa, bernyanyi, bersenandung, memuji Tuhan dengan kalimat-kalimat indah dan menangis dengan penuh haru.
Selamat Pagi. Bersukacitalah di hari ini, karena Allah sedang menggenapi janji dan rancangan-Nya dalam hidup Anda.

Menunggu Sampai Waktu Yang Tepat

Salah satu bagian dari persiapan yang baik adalah menantikan waktu yang tepat untuk bertindak dan melaksanakan segala rencana.
Yesua dan Zerubabel sebagai pemimpin umat dan bangsa Israel nampaknya tidak ingin terburu-buru dalam membangun kembali Bait Allah. Mungkin bagi mereka, membangun bangunan fisik adalah hal yang mudah jika dibandingkan membangun bangunan rohaninya, yaitu semangat dan gairah umat untuk kembali beribadah kepada TUHAN. Karena itu sekalipun Bait Allah belum dibangun kembali, tetapi peribadatan telah dimulai. Kurban-kurban bakaran telah dipersembahkan kepada TUHAN. Saat waktu-Nya telah datang, maka ALLAH menggerakkan seluruh umat untuk memberikan bantuan, termasuk izin dari Kores, satu pertanda jaminan perlindungan dari ALLAH melalui hamba-Nya Kores.
Sahabat Alkitab, mungkin kita pernah mendengar istilah “Mestakung” sebuah akronim dari “Semesta Mendukung”. Saat kita telah mempersiapkan diri untuk menanti waktu-Nya yang tepat maka Allah akan bertindak untuk menyatakan penyertaan dan pertolongan-Nya. Segala sesuatu yang tidak pernah terpikirkan akan Tuhan sediakan untuk kita bagi kemuliaan-Nya.
Selamat Pagi. Kiranya kita tetap setia menantikan waktu Tuhan, karena waktu itulah yang terbaik.

Persiapan Yang Baik Menjinakkan Segala Kesulitan Di Depan

Mengantisipasi kesulitan dan tantangan yang akan datang di kemudian hari dapat dilakukan dengan melakukan persiapan matang hari ini.
Memulai upacara peribadatan yang telah ditinggalkan selama tujuh puluh tahun menjadi tantangan tersendiri bagi umat Israel, karena itu mereka perlu melihat kembali kepada petunjuk-petunjuk dari hukum Musa tentang tata cara pelaksanaan ibadah. Tantangan ini harus mereka antisipasi dengan persiapan yang sebaik-baiknya, mereka mungkin mempraktekkan kembali bagaimana melaksanakan peraturan ibadah secara detail dan benar, jika tidak maka semua rencana mereka akan gagal. Ibadah tidak akan berjalan dengan hikmat. Hal yang sama juga berlaku dalam pembangunan Bait Allah dan kota Yerusalem. Yang terpenting dalam persiapan ini adalah pelibatan TUHAN di dalam-Nya.
Sahabat Alkitab, jangan karena telah rutin dan telah menjadi kebiasaan sehingga melupakan persiapan dalam mengerjakan sesuatu, apalagi jika itu adalah peribadatan atau kegiatan-kegiatan penting lainnya. Bayangkan jika ada seorang atlet yang akan mengikuti pertandingan tetapi dengan melakukan persiapan yang biasa-biasa saja, maka kemungkinan besar ia akan mengalami kekalahan. Kita butuh persiapan! seperti belajar, latihan ekstra, mengenali kelemahan diri, memetakan tantangan, dan mencari cara pemecahannya, serta yang terpenting adalah penyerahan diri kepada Tuhan.
Selamat Pagi. Mari terus kita mempersiapakan diri, agar besok semuanya dapat berjalan dengan baik.

Orang Yang Menajamkan Orang Mereka Juga Saling Menghidupkan

Saling membantu, saling menolong, dan hidup bersama kebaikan, itulah yang Tuhan kehendaki bagi kita.
Sebuah kehidupan baru sedang dibentuk oleh ALLAH atas umat Israel. Meninggalkan zona nyaman dan memulai dari awal itulah yang sedang dikerjakan secara bersama-sama oleh mereka. Lebih dari empat puluh ribu orang saat itu terdorong oleh euforia spiritual dan nasionalis membangun kota yang telah menjadi puing-puing reruntuhan. Yang terpenting dari itu adalah bagaimana mereka saling membantu, saling menolong, saling berbagi dan memberi sumbangan sukarela untuk membangun Bait Allah dan membangun peradaban mereka kembali.
Sahabat Alkitab, memang manusia tidak dapat hidup sendiri, kita pasti membutuhkan manusia lainnya. Dalam interaksi sosial terjadi begitu banyak hal seperti kerjasama, tolong-menolong, belajar, bertukar pikiran, diskusi, bahkan berkonflik. Semua itu adalah cara untuk membentuk dan mengasah kepribadian satu dengan yang lainnya serta untuk menjaga kelangsungan hidup bersama.
Selamat Pagi. Mari mengambil bagian dalam interaksi yang saling menajamkan dan menghidupkan dengan sesama kita.

Seandainya Manusia Tidak Membeda-bedakan Sesamanya

Ada begitu banyak perbedaan yang telah ditakdirkan, kita tidak bisa menolak atau memperdebatkannya. Syukuri dan terimalah itu sebagai karya Tuhan.
Muncul keinginan untuk memurnikan kembali bangsa Israel berdasarkan silsilah atau garis keturunan. Mereka mengecek kembali garis keturunan tiap-tiap orang, apakah orang-orang tertentu merupakan keturunan Israel murni ataukah campuran, dan untuk jabatan imam apakah berasal dari keturunan Harun atau bukan. Kepada nenek moyang mereka, ALLAH telah menetapkan wilayah tempat tinggal masing-masing sesuai dengan namanya begitu juga untuk jabatan-jabatan khusus, inilah yang ingin dibangkitkan kembali oleh orang-orang Israel yang pulang dari pembuangan. Sehingga bagi mereka yang tidak termasuk di dalamnya tidak diizinkan menempati wilayah atau jabatan tertentu.
Sahabat Alkitab, apakah membeda-bedakan orang lain berdasarkan garis keturunan seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel waktu itu dapat kita lakukan saat ini? ataukah berdasarkan SARA? Jawabannya adalah sama sekali tidak. Bagi umat Israel saat itu Allah memiliki tujuannya sendiri. Bagi kita hari ini Tuhan menghendaki agar kita saling mengasihi dan memandang sama setiap orang sebagai ciptaan Tuhan yang mulia. Memperlakukan seseorang berbeda berdasarkan latar belakang yang tidak bisa diubahnya adalah satu tindakan yang merendahkan Allah yang mencipta dengan penuh keanekaragaman.
Selamat Pagi. Setiap manusia adalah unik, spesial, dan berharga karena itu mari kita memperlakukan setiap orang demikian.

Hindari Kegagalan Kedua Dengan Persiapan Yang Lebih Baik

Persiapan yang baik menghasilkan karya yang baik.
Tujuan utama ALLAH memulangkan bangsa Israel adalah untuk memulihkan penyembahan mereka kepada ALLAH. Karena itu dalam rombongan yang pulang ini terdapat rombongan kaum keluarga para imam, kaum keluarga Lewi, dan kaum keluarga para pekerja di Rumah Tuhan. Inilah rombongan orang-orang yang memiliki tanggung jawab utama dalam membangun kembali peribadatan Israel. Mereka harus mempersiapkan dan melakukan semuanya dengan baik. Mulai dari membangun kembali Bait Allah, mempersiapkan perlengkapan ibadah, sampai pada pelaksanaan ibadah itu sendiri. Tanpa itu, maka ibadah tidak akan berlangsung dan umat Israel akan kembali kepada penyembahan kepada ilah lain. Artinya mereka akan kembali gagal hidup beribadah kepada ALLAH.
Sahabat Alkitab, kegagalan adalah pelajaran berharga dari masa lalu dan setiap orang pernah mengalami kegagalan karena ketidaksiapan. Walaupun tidak ada jaminan pasti, tetapi persiapan yang baik dan matang dapat memberikan hasil yang baik dan meminimalisir terulangnya kegagalan. Selebihnya adalah kehendak Tuhan, kita hanya perlu melakukan apa yang menjadi bagian kita. Ini berlaku dalam semua aspek kehidupan seperti dalam pekerjaan, pendidikan, pelayanan, pernikahan dan kehidupan keluarga, peribadatan, dll.
Selamat Pagi. Mari selalu mulai dari persiapan yang kecil, berdoalah mengawali semua aktivitas Anda. Itu adalah persiapan yang terbaik.