Buku Rohani LAI Membantu Mewujudkan Mimpi Anak di Papua

Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)  mendukung program Wahana Visi  Indonesia (WVI) dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Tanah Air. LAI berkontribusi dalam membantu pengadaan buku-buku terbitan non rohani yang dikumpulkan WVI. Adapun buku-buku yang dikumpulkan merupakan hasil dukungan program Paket Bacaan Rohani Anak yang digalang oleh LAI bersama para mitranya.Bagi anak yang tinggal di perkotaan memperoleh buku bacaan bukanlah hal yang sulit. Tinggal datang ke perpustakaan sekolah, bisa juga ke perpustakaan gereja atau taman bacaan yang ada di sekitar rumah, bahkan bisa langsung membelinya di toko buku terdekat.

Bagaimana dengan anak-anak di pelosok? Jangankan membeli buku, membaca buku di sekolah pun masih berupa mimpi, karena di sekolah tidak ada perpustakaan. Kondisi ini juga dijumpai di gereja-gereja pelosok. Minimnya buku-buku rohani, bahan pengajaran anak, dan cerita-cerita Alkitab menyebabkan kehidupan rohani anak kurang tertangani dengan baik. Kondisi ini mendorong LAI  untuk menjemaatkan program pengadaan Paket Bacaan Rohani Anak. Puji Tuhan program ini didukung oleh mitra-mitra LAI, sehingga LAI dapat mendukung program WVI, di antaranya “Honai Belajar Anak”, Wamena, Papua dan “Taman Bacaan Anak” di Sentani, Papua.

Kiranya bacaan rohani yang digalang oleh LAI dapat memperkaya kehidupan anak-anak di pelosok Papua, sehingga mereka boleh mengenal Kabar Baik sejak usia dini.[]

Jadikanku Alat-Mu untuk Mewartakan Kabar Baik.

Malam itu aku ditugaskan untuk mempromosikan Program Satu Dalam Kasih (SDK) LAI 2018 di Radio Heartline. Kebenaran saat ini saya bekerja sebagai Staf Penggalangan Dukungan, Departemen Komunikasi & Pengembangan Kemitraan Lembaga Alkitab Indonesia. Salah satu tugas saya adalah menjemaatkan program SDK agar semakin dikenal oleh umat.
Ini pengalaman pertamaku on air di radio. Tentu saja grogi, semakin banyak dan sering rundown yang kubaca semakin kencang detak jantungku. Kuserahkan kekuatiranku pada Tuhan. Pintaku, jadikanku sebagai alat-Mu untuk menyebarkan firman-Mu.
Tepat pukul 21.00, aku mulai siaran. Setiap pertanyaan dari host kujawab dengan lancar. Semua SMS dan telepon yang masuk kurespon dengan cepat dan tepat.
Puji Tuhan, aku mampu menyelesaikan siaranku malam itu dengan hati lega. Senin pagi aku masuk kantor seperti biasa. Tiba-tiba aku mendapat kiriman dari JNE, isinya selembar pecahan Rp. 100.000,- Pengirimnya dari seorang yang bernama Ibu Ayu. Beliau rupanya mendengar siaranku Minggu malam itu. Program SDK LAI yang menjangkau jiwa-jiwa di pelosok tanah air yang rindu Alkitab telahmenyentuh dan menggerakkan hatinya untuk ikut membantu umat Tuhan di pelosok yang belum punya Alkitab.
Ingin mengucapkan terima kasih, aku coba menghubunginya namun kembali aku dikejutkannya. Ibu Ayu tidak saja ingin memberikan secara rutin dukungan setiap bulan, tetapi dia mau berkomitmen lebih untuk mendukung LAI dengan menyampaikan kepada teman-temannya di gereja agar mau ikut mendukung program SDK.
Ibu Ayu adalah salah satu contoh pendukung LAI yang hatinya tersentuh ketika mendengar siaran LAI di radio. Berharap ada banyak pendengar-pendengar seperti Ibu Ayu yang tergerak untuk bersama-sama dengan LAI menjawab kerinduan umat akan Alkitab melalui program SDK. Terima kasih Tuhan, saya boleh dipakai sebagai alat-Mu.()

Ibadah Gabungan LAI-PGI

Pagi ini sebelum melaksanakan seluruh aktivitas kerja, segenap karyawan Lembaga Alkitab Indonesia  (LAI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang kantornya saling bertentang mengawali kerja di minggu ini dengan beribadah bersama di Gedung Pusat Alkitab. Ibadah gabungan ini sudah berjalan hampir tahun dan dilakukan sebulan sekali dengan pelayan firman dan  tempat ibadah saling bergantian.

Dr. (Cand.) Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI kebenaran bertugas melayankan firman dalam ibadah tersebut. Adapun teks Alkitab yang dikutip sebagai bahan renungan diambil dari Yohanes 6: 66. Dengan pendekatan negasi,  kita sebenarnya diajak untuk senantiasa mengandalkan Tuhan apapun kondisi kita. Bagaimana kita ingin memberitakan Kabar Baik, jika kita tidak hidup dalam Firman Tuhan.  Tuhan meminta komitmen kita agar kita dipercaya menjadi mitra kerja-Nya.

Dua lembaga oikumenis ini telah menjadi rumah bersama bagi seluruh umat Tuhan di Indonesia dalam menikmati dan mewartakan anugerah Allah. Mazmur 133:1 “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” Kiranya anugerah Allah terus dicurahkan dalam persekutuan bersama ini.()

Alkitab & 171 Pilkada Serentak

Minggu ini narasi yang mendominasi media adalah pernyataan Ketua KPK Agus Raharjo yang mensinyalir 90% calon kepala daerah peserta Pilkada serentak 2018 akan menjadi terangka. Bermacam tanggapan dilontarkan oleh berbagai pihak. Mulai dari “terlalu prematur pendapat tersebut” sampai “yah begitulah adanya”. Korupsi adalah salah satu penyakit kronis bangsa ini. Nyaris tidak ada sisi kehidupan publik yang bebas dari korupsi. Dalam proses pilkada selalu membutuhkan biaya mahal, karena harus melakukan sosialisasi calon dan program, yang konon mesti dibarengi bagi2 sembako dan cash. Dampaknya ke pasca terpilih, dimana dituntut segera mengembalikan begitu banyak modal yang sudah keluar. Uang yang beredar dalam kontestasi 171 Pilkada serentak 2018 pastilah sangat besar. Bila rata-rata 10 Milyar per daerah, maka akan ada 1,71 Trilyun rupiah uang beredar. Angka ini pastilah angka minimal.

“Dimana hartamu berada disitulah hatimu berada” sudah tertulis dalam Alkitab. Bila uang dan posisi diagung-agungkan sebagai harta utama, maka tidak terbantahkan para calon pemimpin daerah terikat erat hatinya disana. Kalau sudah masalah hati, apapun dan berapapun akan dipertaruhkan. Ayat Alkitab di atas sesungguhnya bertujuan mengingatkan agar manusia tidak terjebak kepada keterpurukan dan jalan kesengsaraan karena hati yang terikat kepada kefanaan. Sebagai sumber nilai-nilai mulia dan universal, Alkitab menyediakan banyak jawaban atas segala pergumulan hidup dan proses politik. Untuk lebih mudah memahaminya LAI sudah menyediakan 33 Alkitab dalam bahasa daerah di Indonesia. Bila para calon pemimpin daerah dan pengikutnya membaca, menghayati dan melakukan nilai-nilai mulia dan universal yang tercantum dalam Alkitab, niscaya Ketua KPK tidak perlu mensinyalir 90% calon peserta pilkada menjadi tersangka. Bahkan sangat mungkin KPK tidak dibutuhkan lagi seperti di Jerman, Swiss, Selandia Baru dan negara-negara lain yang sudah ratusan tahun membaca, menghayati dan menerapkan nilai-nilai mulia yang tercantum dalam Alkitab.

Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI

Berkat Orang Jujur Jatuh Kepada Banyak Orang

Kejujuran itu berdampak, bukan hanya kepada diri sendiri tapi kepada banyak orang.

Pernahkah kita mendengarkan kalimat “Jika pemimpinnya jujur maka bawahannya tidak berani untuk tidak jujur”? Kalimat ini benar, karena sifat itu dapat ditularkan dengan cara diajarkan, atau dipaksakan untuk diterapkan oleh orang lain. Ketika telah “menular” maka akan menjadi suatu budaya. Dan ketika telah menjadi budaya maka setiap orang dengan sendirinya akan berlaku jujur dengan tanpa pengawasan atau paksaan. Dalam keadaan ini, jika itu adalah sebuah perusahaan, maka sudah pasti perusahaan itu akan menjadi maju dan berkembang dengan sangat baik. Pada akhirnya ini akan berimbas pada kehidupan yang lebih baik bagi setiap orang di dalamnya. Dalam lingkup yang lebih besar ini pun dapat berlaku.

Sahabat Alkitab, marilah kita menumbuhkan dan mengembangkan karakter baik dalam diri kita, seperti kejujuran, sebab kejujuran yang kita mulai akan memberkati banyak orang yang ada di sekitar kita. Jika kita punya kuasa dan otoritas untuk “memaksakannya” maka lakukanlah dan jangan menunda.

Selamat Pagi, berani jujur? Tuhan menyertai dan memberkati kita semua.

Menggemakan “Alkitab Untuk Semua” Ke Gereja-gereja Se-Jakarta

Gereja-gereja di Jakarta yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah DKI Jakarta 6-8 Maret tengah menggelar Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) di 3G Hotel & Resort Mega Mendung, Bogor. Adapun tema yang disorot: “Tuhan Mengangkat Kita Dari Samudera Raya” (Bdk. Mazmur 71:20b), dan sub tema: “Memperkuat kehidupan bergereja untuk berpartisipasi dalam memelihara keragaman dan keutuhan bangsa”

Selaras dengan tema persidangan tersebut Dr. (Cand.) Sigit Triyono , Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang mewakili Pengurus LAI secara sengaja hadir pada hari kedua untuk menyapa peserta Sidang MPL PGI Wilayah DKI Jakarta 2018. Maksud kedatangan Sekum LAI adalah untuk menginformasikan visi-misi, program kerja LAI, dan menginformasikan 2 produk baru LAI, yakni Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan dan Alkitab Digital LAI.  Selain itu Sekum LAI juga melaporkan kegiatan Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru edisi 2 kepada peserta Sidang MPL PGI Wilayah DKI Jakarta itu.

Mengakhiri kunjungannya Sekum LAI menyerahkan Alkitab Edisi Studi kepada Pdt. Manuel Raintung, M.Th., Ketua Umum PGI Wilayah Jakarta dan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan kepada peserta Sidang MPL PGI Wilayah DKI Jakarta. Kiranya kunjungan singkat ini semakin mempererat kerjasama LAI dengan PGI Wilayah DKI Jakarta. []

Audit Seperti Orang Bercermin Diri

“Setelah itu atas perintah Raja Darius, diadakan penyelidikan dalam arsip kerajaan yang disimpan di Babel” (Ezra 6:1, BIMK). Dalam kitab Ezra, pernah diadakan penyelidikan (audit) terhadap pembangunan yang Bait Allah yang tengah berlangsung, dasarnya adalah “Apakah memang pernah ada perintah raja terdahulu untuk membangun kembali Bait Allah orang Israel yang telah dihancurkan itu?” Raja Darius melakukan penyelidikan terhadap seluruh arsip kerajaan yang tersimpan di Babel dan di kota Ahmete di daerah Madia. Penemuan dari penyelidikan ini memungkinkan pembangunan dapat terus dilanjutkan. Raja Darius juga pernah memerintahkan kepada Ezra untuk melakukan penyelidikan di Yerusalem apakah Hukum Allah benar-benar dilaksanakan di sana (Ezra 7:14).

Lembaga Alkitab Indonesia sebagai lembaga sosial keagamaan juga melakukan audit terhadap dirinya sendiri. Tujuannya adalah untuk menjaga dan menjamin efisiensi kerja serta kepercayaan umat Kristiani atas setiap donasi yang telah mereka berikan. Audit ini dilakukan oleh internal LAI sendiri dan oleh lembaga audit eksternal independen. Keduanya dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

LAI yang berkantor pusat di jalan Salemba Raya Jakarta Pusat memilki empat perwakilan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Medan, Makassar, Manado, dan Jayapura. Saat ini LAI tengah melakukan audit internal terhadap LAI Perwakilan Makassar yang dikerjakan oleh Alpha Martyanta, S.E. dan Annette R. Sitorus, S.E.,. Audit internal ini dilakukan untuk menjamin sistem/ manajemen yang ada di LAI berjalan sesuai SOP yang ada, dan juga untuk menghindari adanya resiko kesalahan, penyalahgunaan, dan kendala dengan mengembangkan efisiensi dan efektivitas kerja dan pelayanan LAI.

Audit seperti seorang yang bercermin diri untuk memastikan apakah dirinya telah berpenampilan semenarik mungkin, mulai dari ujung rambut sampai ujung kuku. []

Pertemuan Tahunan Mitra LAI 2018: Menjadi Mitra Allah Yang Tepercaya

Di tahun pelayanan yang baru ini, LAI kembali melaksanakan pertemuan tahunan dengan para mitranya yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, mulai yang berasal dari Medan hingga yang di Tanah Papua. Pertemuan untuk membangun kembali komitmen yang baru dilaksanakan di Gedung Pusat Alkitab (Bible Centre) pada hari Jumat 2 Maret 2018 pukul 09.00-16.00 WIB.

Tema yang diusung adalah “Menjadi MItra Allah Yang Terpercaya” sesuai dengan tema tahun pelayanan LAI. Dalam ibadah pembukaan, Ibu Hilda Ningsih Pelawi, S.Th. selaku pelayan firman mengungkapkan tiga hal. Pertama, seseorang bisa menjadi berkat apabila ia mensyukuri apa yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya. Kedua, Antusiasme dalam pelayanan tidak boleh hilang dalam diri kita, sekalipun orang-orang hebat akan banyak berdatangan. Dan ketiga yang sekaligus menjadi alasan mengapa anusiasme tidak boleh hilang adalah karena setiap orang unik. Kemampuan yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Lebih lanjut, beliau berpesan kepada para mitra yang telah setia memberi diri melayani bersama LAI ini adalah, “Mari terus berjuang, kita bisa berkarya dalam banyak hal tetapi menjawab kehausan orang-orang akan firman Tuhan harus tetap diteruskan.”

Beberapa agenda dalam pertemuan tahunan mitra LAI ini adalah:

  1. Sambutan Badan Pengurus Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia
  2. Laporan pelayanan 2017 dan penjelasan program 2018,
  3. Sharing dari KKPD LAI Mitra Bandung,
  4. Pengambilan komitmen mitra,
  5. Pemutaran film perjalanan SDK 2017.

Komitmen Yang Menghasilkan Buah

Dr. Lahargo Kembaren, Sp. Kj. tidak pernah menyangka dapat menjadi seorang psikiater dan melayani di RS Jiwa Bogor. Semua bermula dari komitmennya untuk menjadi seorang guru sekolah minggu. Ia berkata, “Kalau saya lulus di kedokteran UI, maka saya akan menjadi guru sekolah minggu.” Tuhan melakukan apa yang menjadi bagian-Nya dan Dr. Lahargo melakukan apa yang menjadi komitmennya hingga hari ini. Buahnya adalah setiap orang yang ia layani sebagai seorang psikiater dan sebagai seorang guru Sekolah Minggu. Ia mengatakan, “Kehidupan pada akhirnya harus berakhir, tetapi mengakhirinya dengan baik akan memberi kepuasan tersendiri.”

Semua Karena Kasih Kristus

“Semua karena Kristus mengasihi kami KKPD LAI Mitra Bandung” ungkapan hati Ibu Indrawati saat menyampaikan sharing tentang pencapaian KKPD LAI Mitra Bandung di tahun pelayanan 2017 yang justru melebihi target yaitu 104%.

Di tahun pelayanan yang lalu, KKPD Bandung berkomitmen untuk mendukung program 5.000 eks Kabar Baik Untuk Anak dengan jumlah dana sebesar Rp Rp. 624.875.000,-. Bukan karena mereka adalah orang-orang kaya, tetapi karena kasih Kristus yang menggerakkan setiap anggota sehingga apa yang mereka targetkan dapat tercapai. Tidak tinggal diam dan berpangku tangan, setiap anggota bergerak sesuai dengan talenta masing-masing, dengan tidak kenal lelah bekerja sama untuk melaksanakan tanggung jawab pelayanan, sakit pun kadang tidak lagi dihiraukan. Selain presentasi di gereja-gereja lokal, mereka juga mengadakan acara “Country Gospel Night” untuk menggalang dukungan dari sebanyak mungkin orang. Di tahun kedua mereka melaksanakan membuahkan hasil yang sangat memuaskan, dukungan dari berbagai pihak pun berdatangan, Tuhan menyatakan kasih-Nya. Bukan tidak pernah gagal, ketika untuk pertama kali diadakan banyak pihak yang pesimis bahkan menolak. Namun seperti yang dikatakan oleh Dr. Lahargo Kambaren, “Hidup manusia tidak selalu menang dan berhasil, kita perlu juga mengalami kekalahan, kegagalan, dan stress agar dapat mengeluarkan yang terbaik dari dalam dirinya.”

Melayani menjadi mitra Allah adalah sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh semua orang, ini adalah kasih karunia, dan menjadi mitra Allah yang terpercaya adalah sebuah perjuangan, usaha yang terus menerus yang didasari oleh ketulusan dan dedikasi.   [] 

 

Mari Menjadi Mitra Allah

Dalam renungan singkatnya di Pertemuan Tahunan Mitra LAI, Jumat, 2 Maret 2018,
Ibu Hildaningsih Pelawi, S.Th. yang didasarkan dari Injil Matius 25:14-30, menyebut bahwa untuk menjadi Mitra Allah Yang Tepercaya, maka diperlukan tiga hal berikut:

1. Mensyukuri apa yang telah dipercayakan Tuhan,

2. Sikap antusias yang tidak boleh hilang, dan

3. Kesadaran bahwa setiap orang adalah pribadi yang unik.

Sebagai pribadi yang unik, kita telah dipercaya untuk menerima anugerahNya, maka sudah seharusnya kita dipanggil untuk menjawab panggilan kita di dunia. Bahkan kita dituntut untuk menjadi mitra Allah yang tepercaya, dapat diandalkan, dan tahan uji. Jika kita memiliki kesadaran itu maka apapun karya yang dipercayakan akan dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.

Mari kita jawab panggilan-Nya untuk bersama-sama menghadirkan Kabar Baik di tengah-tengah bangsa ini.
#AlkitabUntukSemua

Tuhan Yesus Memberkati

Alkitab Untuk Semua

Minggu lalu sobat saya memposting foto-foto penguburan anjing kesayangannya yang mati di usia 14. Dia merasa sedih dan haru karena harus berpisah dengan anjing kesayangannya. Dia menuliskan kata-kata mutiara yang kalau dikaitkan dengan Alkitab seperti tertulis dalam Yohanes 1: 3, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”
Pada bulan Juli tahun 2016 saya turut serta dalam acara penanaman 500 pohon reformasi di kota Wutternberg Jerman. Setiap pohon ditanam selalu ada ibadah dan Pendeta yang memimpin mengutip beberapa ayat Alkitab serta memberi berkat pada pohon tersebut. Sekarang 500 pohon tersebut sudah bertumbuh dan sukses sebagai simbol 500 tahun reformasi gereja.
Pada tahun 2012 saya mengajar untuk para pimpinan gereja Baptis di Republic Democatric of Congo. Di sela-sela acara pelatihan diadakan acara penahbisan sebuah mobil yang akan dipakai pelayanan gereja. Mobil sumbangan dari jemaat yang didedikasikan untuk pelayanan gereja ditahbiskan dan diberkati. Pendeta yang memimpin penahbisan tersebut mengutip beberapa ayat Alkitab dalam bahasa Perancis.
Dari tiga kejadian di atas memperlihatkan betapa Alkitab sungguh-sungguh hadir untuk semua ciptaan. Tidak perlu diceritakan lagi bahwa sejak embrio dalam kandungan sampai umat percaya meninggal tidak dapat dilepaskan dari Alkitab. Alkitab untuk semua dibutuhkan sepanjang masa. Pekerjaan untuk menerjemahkan, memproduksi dan menyebarkan adalah pekerjaan maha besar. Dengan jumlah umat percaya 25 juta di Indonesia (10% penduduk Indonesia) maka LAI membutuhkan doa-doa khusus, segala dukungan daya dan kekuatan dari semua pihak.[]
Sigit Triyono – Sekretaris Umum LAI
Lebih lanjut silakan kunjungi indonesian.bible Silakan kontak Ibu Erna (WA): 0812.8517.415