Pertemuan Tahunan Mitra LAI 2018: Menjadi Mitra Allah Yang Tepercaya

Di tahun pelayanan yang baru ini, LAI kembali melaksanakan pertemuan tahunan dengan para mitranya yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, mulai yang berasal dari Medan hingga yang di Tanah Papua. Pertemuan untuk membangun kembali komitmen yang baru dilaksanakan di Gedung Pusat Alkitab (Bible Centre) pada hari Jumat 2 Maret 2018 pukul 09.00-16.00 WIB.

Tema yang diusung adalah “Menjadi MItra Allah Yang Terpercaya” sesuai dengan tema tahun pelayanan LAI. Dalam ibadah pembukaan, Ibu Hilda Ningsih Pelawi, S.Th. selaku pelayan firman mengungkapkan tiga hal. Pertama, seseorang bisa menjadi berkat apabila ia mensyukuri apa yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya. Kedua, Antusiasme dalam pelayanan tidak boleh hilang dalam diri kita, sekalipun orang-orang hebat akan banyak berdatangan. Dan ketiga yang sekaligus menjadi alasan mengapa anusiasme tidak boleh hilang adalah karena setiap orang unik. Kemampuan yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Lebih lanjut, beliau berpesan kepada para mitra yang telah setia memberi diri melayani bersama LAI ini adalah, “Mari terus berjuang, kita bisa berkarya dalam banyak hal tetapi menjawab kehausan orang-orang akan firman Tuhan harus tetap diteruskan.”

Beberapa agenda dalam pertemuan tahunan mitra LAI ini adalah:

  1. Sambutan Badan Pengurus Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia
  2. Laporan pelayanan 2017 dan penjelasan program 2018,
  3. Sharing dari KKPD LAI Mitra Bandung,
  4. Pengambilan komitmen mitra,
  5. Pemutaran film perjalanan SDK 2017.

Komitmen Yang Menghasilkan Buah

Dr. Lahargo Kembaren, Sp. Kj. tidak pernah menyangka dapat menjadi seorang psikiater dan melayani di RS Jiwa Bogor. Semua bermula dari komitmennya untuk menjadi seorang guru sekolah minggu. Ia berkata, “Kalau saya lulus di kedokteran UI, maka saya akan menjadi guru sekolah minggu.” Tuhan melakukan apa yang menjadi bagian-Nya dan Dr. Lahargo melakukan apa yang menjadi komitmennya hingga hari ini. Buahnya adalah setiap orang yang ia layani sebagai seorang psikiater dan sebagai seorang guru Sekolah Minggu. Ia mengatakan, “Kehidupan pada akhirnya harus berakhir, tetapi mengakhirinya dengan baik akan memberi kepuasan tersendiri.”

Semua Karena Kasih Kristus

“Semua karena Kristus mengasihi kami KKPD LAI Mitra Bandung” ungkapan hati Ibu Indrawati saat menyampaikan sharing tentang pencapaian KKPD LAI Mitra Bandung di tahun pelayanan 2017 yang justru melebihi target yaitu 104%.

Di tahun pelayanan yang lalu, KKPD Bandung berkomitmen untuk mendukung program 5.000 eks Kabar Baik Untuk Anak dengan jumlah dana sebesar Rp Rp. 624.875.000,-. Bukan karena mereka adalah orang-orang kaya, tetapi karena kasih Kristus yang menggerakkan setiap anggota sehingga apa yang mereka targetkan dapat tercapai. Tidak tinggal diam dan berpangku tangan, setiap anggota bergerak sesuai dengan talenta masing-masing, dengan tidak kenal lelah bekerja sama untuk melaksanakan tanggung jawab pelayanan, sakit pun kadang tidak lagi dihiraukan. Selain presentasi di gereja-gereja lokal, mereka juga mengadakan acara “Country Gospel Night” untuk menggalang dukungan dari sebanyak mungkin orang. Di tahun kedua mereka melaksanakan membuahkan hasil yang sangat memuaskan, dukungan dari berbagai pihak pun berdatangan, Tuhan menyatakan kasih-Nya. Bukan tidak pernah gagal, ketika untuk pertama kali diadakan banyak pihak yang pesimis bahkan menolak. Namun seperti yang dikatakan oleh Dr. Lahargo Kambaren, “Hidup manusia tidak selalu menang dan berhasil, kita perlu juga mengalami kekalahan, kegagalan, dan stress agar dapat mengeluarkan yang terbaik dari dalam dirinya.”

Melayani menjadi mitra Allah adalah sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh semua orang, ini adalah kasih karunia, dan menjadi mitra Allah yang terpercaya adalah sebuah perjuangan, usaha yang terus menerus yang didasari oleh ketulusan dan dedikasi.   []