Wamena dan Jayapura Menjadi Berkat Untuk Boven Digoel

LAI tengah presentasi di Persekutuan Marturia Pemerintahan Kotamadya Jayapura

Sudah saatnya kota-kota lain saling memberkati.  Gereja-gereja dan umat kristiani di kota-kota besar membantu gereja-gereja dan umat kristiani di kota-kota kecil. Demikian sebaliknya gereja-gereja dan umat kristiani di kota-kota kecil membantu gereja-gereja dan umat kristiani di pelosok desa.  Semangat berbagi itulah yang mendorong kami untuk berkunjung ke Wamena untuk membagi beban bagi kebutuhan Alkitab di Boven Digoel.

Tepat 5 Mei 2018, Tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Perwakilan Jayapura terbang ke Wamena, kota kecil berudara dingin di lembah Baliem, Pegunungan Jayawijaya. Dalam ibadah minggu 6 Mei 2018, melalui program Satu Dalam Kasih (SDK), LAI mengajak gereja-gereja dan umat kristiani di Wamena untuk menjadi berkat bagi Boven Digoel. Ada 4 gereja di Wamena, yakni: GPdI Elsadai, GBI Rock, GIDI Yerusalem dan GKII Efata yang mau mendukung program SDK LAI. Dukungan jemaat untuk program SDK LAI sangat banyak, ini terlihat saat selesai LAI presentasi banyak jemaat yang mengisi kotak persembahan misi untuk mendukung program SDK LAI. Selain dukungan persembahan, banyak jemaat yang mengungkapkan janji imannya untuk mendukung program SDK LAI. Biasanya Wamena selalu dibantu tapi kali ini mereka berkomitmen untuk menolong Gereja-gereja dan umat kristiani di pelosok desa di Boven Digoel.

Begitupun hari ini, Senin, 7 Mei 2018 ketika LAI Perwakilan Jayapura diberikan kesempatan untuk presentasi dalam Ibadah Persekutuan Marturia Pemerintah Kota Jayapura. Ibu Melvy Alfons, Kawil LAI Jayapura, hanya diberi waktu 5 menit untuk memperkenalkan visi-misi dan program kerja LAI. Tapi karena saking bersemangatnya memperkenalkan visi-misi LAI jatah waktu 5 menit menjadi 10 menit.  Ketika selesai, Ketua Persekutuan Marturia berdiri dan berkata, “Ibu tadi berbicara sudah lebih dari 5 menit, ini bukan ibu yang bicara tapi Roh Kudus yang bicara. Ibu digerakkan untuk menyampaikan Kabar Keselamatan ini untuk kami para pegawai yang setiap hari menghabiskan uang hanya untuk beli pulsa dan traktir makan teman-teman”.

Puji Tuhan, ada beberapa pribadi yang langsung spontan mendonasikan dari gajinya yang baru diterimanya dan beberapa Kepala Dinas yang berjanji akan mendukung program pelayanan LAI. Terima kasih untuk waktu yang diberikan untuk menyampaikan kerinduan Gereja-gereja dan umat Tuhan akan Alkitab. Semoga Pemerintah Kota Jayapura tergerak untuk terus mendukung dan bekerjasama dengan LAI dalam menghadirkan Kabar Baik di tengah-tengah masyarakat, khususnya terbeban untuk menolong mereka di pedalaman. Salam Alkitab untuk Semua. [ma]

Aksi Paskah : Diutus Untuk Memberi

GKI Kwitang

Sungguh merupakan satu anugerah kalau pada Minggu pagi ini LAI mendapatkan dukungan sebesar 45 juta rupiah atau 600 eks Alkitab untuk program Satu Dalam Kasih (SDK) 2018, khususnya kepada umat Tuhan yang ada di wilayah Boven Digoel, Sumba, Karo, dan Pak-pak Dairi.

Dukungan ini diberikan oleh jemaat GKI Kwitang melalui aksi Puasa Paskah yang diwakili oleh Pdt. Litos Panne.

Kiranya semakin banyak umat Tuhan, gereja, dan lembaga-lembaga kristiani yang digerakkan oleh Tuhan untuk mendukung pengadaan Alkitab bagi saudara-saudara kita yang ada di pelosok bumi Nusantara.

Salam Alkitab Untuk Semua

Transparansi

Oleh Sigit Triyono (Sekum LAI)

“Bagaimana dengan laporan pertanggungjawaban terhadap para penyumbang LAI?” tanya salah seorang Penatua GKI Kebayoran Baru tadi malam (4 Mei 2018) di Ruang rapat Konsistori yang terletak di bagian belakang gedung Gereja.

Saya dan tim dari LAI (Ibu Erna KadepKomMitra, Ibu Johana Kabid Penggalangan Dukungan, dan Ibu Ros Mitra TTYM) diundang oleh Majelis Jemaat GKI Kebayoran Baru untuk presentasi mengenalkan LAI dan semua programnya.

Pertanyaan di awal tulisan ini adalah pertanyaan pertama yang disampaikan sesudah kami presentasi. Sebuah pertanyaan yang sangat penting dan prinsipiil.

Saya menjelaskan bahwa LAI memiliki tiga level pelaporan. Level satu adalah pemberitahuan langsung kepada para penyumbang bahwa dana yang mereka kirim sudah diterima. Level dua adalah laporan tahunan khusus tentang total semua sumbangan yang terkumpul. Level tiga adalah publikasi tahunan laporan aktivitas dan keuangan yang sudah diaudit oleh auditor eksternal yang kredibel.

Secara periodik baik melalui media online maupun media cetak, LAI juga melaporkan realisasi program-program yang didukung oleh para Mitra LAI.

Pada prinsipnya LAI yang sudah berumur 64 tahun memiliki sistem pengelolaan keuangan yang transparans dan akuntabel.

Hanya dengan sistem pengelolaan lembaga yang transparans dan akuntabel, maka kredibilitas LAI dapat terjaga dengan baik.

Sebagai lembaga nirlaba yang selalu membutuhkan kepercayan publik, maka standar-standar mutu juga sudah diterapkan di LAI. Disamping laporan keuangan yang sudah mengikuti standar akuntansi Indonesia, LAI juga mendapatkan sertifikat ISO 9001:1998. Sekarang sedang berproses naik level ke sertifikat ISO 9001:2015 yang mencakup manajemen risiko.

Untuk menjaga budaya transparansi LAI juga selalu menjalin komunikasi dua arah dengan seluruh mitra di 13 kota melalui para pengurus Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan LAI.

Teknologi semakin maju dan kehidupan semakin modern, namun nilai-nilai luhur transparansi serta akuntabilitas untuk menjaga kredibilitas lembaga pastilah akan lestari.

Di tengah maraknya kasus korupsi di Indonesia, LAI tak punya pilihan dan harus mendeklarasikan serta mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Governance yang meliputi transparansi dan akuntabilitas.

Sahabat yang baik adalah mereka yang percaya dan penuh respek kepada kita. Kepercayaan harus dibangun dan terus dijaga serta dilestarikan. Semakin banyak sahabat pastilah akan semakin banyak pendukung lembaga dan program-program LAI.

Salam Akitab Untuk Semua

Pembaca Baru Alkitab Kembali Mengudara di RPK FM

 

Neila G.M. Mamahit (Pimpinan Program PBA LAI) tengah menjelaskan program PBA LAI di Parigi Moutong di RPK FM Jakarta

Media radio sudah cukup lama dipakai Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) untuk menjemaatkan visi-misi dan program kerja LAI. Paling tidak sampai saat ini ada 2 program kerja LAI yang mengudara lewat radio, yakni Program Renungan Radio Gema Nafiri yang disiarkan di hampir 40 stasiun radio di seluruh Indonesia dan Program Radio Interaktif yang hanya mengudara di 2 stasiun radio di Jabodetabek.

Sore ini, 3 Mei 2014, LAI kembali mengudara di Radio Pelita Kasih, 96.3 FM, Jakarta, dalam rangka mengkomunikasikan salah satu program kerjanya,yaitu Program Pembaca Baru Alkitab dengan narasumber ibu Neila G.M. Mamahit, M.Th., Kabid Pendidikan Biblika dan Pimpinan Program PBA LAI.

Dengan dipandu host Daniel Tanamal, ibu Neila G.M. Mamahit, M.Th., diberikan kesempatan seluas-luasnya tentang program PBA LAI. Meskipun program ini sudah dimulai LAI sejak tahun 1975, namun sejak tahun 2005 atau dikenal dengan era baru program PBA, LAI mulai serius menggarapnya. Keseriusan ini ditunjukkan dengan riset awal untuk mencari lokasi mana yang masyarakatnya masih buta huruf, jumlah peserta yang tergolong buta huruf minimal 1.000 orang, tersedianya tutor dan koordinator wilayah, adanya keterlibatan gereja setempat dan dukungan pemerintah daerah.

Meskipun tahun ini dengan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel, Papua LAI tengah melaksanakan program PBA di 3 distrik di Kabupaten Boven Digoel, Papua, LAI juga tengah menyiapkan program PBA tahun 2018-2019 yang akan dilaksanakan di 3 Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Berbeda dengan iliterasi pada umumnya, program iliterasi LAI atau dikenal dengan nama PBA adalah program pemberantasan buta huruf berbasis Alkitab. Harapannya para peserta selain bisa baca dan tulis nantinya juga bisa dan rajin membaca Alkitab. Program PBA menjadi jembatan untuk menghantar orang belajar mengenal dan memahami Firman Tuhan. Ujungnya agar mereka mengenal Penciptanya dan memperoleh hidup baru.

Semoga lewat talkshow radio di Radio RPK FM sore ini akan banyak orang yang mengenal dan tergerak hatinya untuk mendukung program PBA LAI ini, sehingga akan semakin banyak umat Tuhan yang belum dapat membaca beroleh berkat. Mari doakan dan dukung program PBA LAI ini. Salam Alkitab untuk semua. [keb]

Pergumulan Bersama Lembaga Alkitab Di Asia Pasifik

Seluruh peserta UBS Asia Pacific Affinity Alliance Taipei, 26-28 April 2018.

 

Indonesia adalah negeri keempat terbanyak penduduknya di dunia dan berada di kawasan Asia Pasifik. Dalam masyarakat yang sudah mengglobal, pergumulan Indonesia juga menjadi pergumulan negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk pergumulan yang tengah dihadapi oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Mengingat selama ini sudah terjalin sinergisitas di bidang kealkitaban di kawasan ini menjadikan LAI tidak sendirian. Asia Pacific Affinity Alliance (AAA) di bawah United Bible Societies (UBS) adalah forum persekutuan antar lembaga Alkitab yang sudah eksis dan Tuhan pakai untuk memberkati Asia Pasifik.

Forum rapat tahunan AAA (yang keenam) di Taipei, 26-28 April 2018 dihadiri oleh 18 dari 21 Negara Anggota (minus Papua Nugini, Sri Lanka dan Selandia Baru). Rapat tiga hari yang sangat padat ini telah berhasil melakukan pembahasan secara marathon untuk persoalan seperti (1) mengidentifikasi masalah dan mencari solusi  yang dihadapi di masing-masing anggota AAA, (2) diskusi tentang kemitraan bersama dalam pelayanan Alkitab untuk Republik Rakyat Cina (RRC), (3) berbagi pengalaman di bidang penerjemahan, produksi, dan distribusi Alkitab, serta (4) berbagi ide untuk melangkah bersama ke depan.

Saya mencatat setidaknya ada empat pergumulan bersama dan utama yang terus membutuhkan sinergisitas di antara anggota AAA, yaitu: (1) Pekerjaan Penerjemahan Alkitab. Hampir semua anggota AAA masih terus melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai macam bahasa, bahkan sudah berkembang sampai ke bahasa isyarat. (2) Pengembangan Digital. Semua anggota AAA masih terus berupaya menjalankan visi-misi lembaga Alkitab melalui media digital di tengah masyarakat yang sedang berubah. (3) Keterbacaan Alkitab. Jumlah umat Kristen dan Katolik di semua negara anggota AAA adalah minoritas di masing-masing negaranya. Upaya untuk memastikan Alkitab dibaca, direnungkan dan dihayati oleh umat sangatlah penting sehingga melalui upaya ini diharapkan akan memberi dampak signifikan bagi negerinya masing-masing. (4) Pengelolaan dan kepeminpinan lembaga. Adanya kasus anggota AAA yang dihentikan sementara keanggotaannya dari UBS memerlukan solidaritas konkret dari angggota AAA yang lain.

Forum rapat telah menyetujui empat catatan pergumulan di atas dan merekomendasikan agar Global Management Team – United Bible Societies (GMT-UBS) menindaklanjuti lewat dukungan program-program konkret. Di samping itu, masing-masing peserta juga sepakat untuk melanjutkan komunikasi yang intens sebagai tindaklanjut dan konsekuensi menjalankan keempat rekomendasi di atas.

Sebagai peserta yang baru pertama kali mengikuti forum rapat tahunan ini, saya sangat tertolong dalam memahami masing-masing lembaga Alkitab se-Asia Pasifik dan berbagai peluang serta tantangan yang dihadapinya. Saya juga banyak belajar tentang perjuangan yang tidak mudah dalam melayani umat. Secara khusus saya belajar bagaimana Lembaga Alkitab Australia terus berjuang menghadirkan Kabar Baik bagi Gereja dan umat kristiani di benua Kanguru, meskipun kenyataannya jumlah umat kristiani di Australia sedang mengalami penurunan dari 74% di tahun 1991 menjadi  52%, di tahun 2017 lalu.

Rapat tahunan ini sungguh sangat menolong saya memberikan ide-ide jalan keluar dari berbagai pergumulan internal serta memperkokoh komitmen bersama di kawasan Asia Pasifik. Dinamika dan terkadang perdebatan dalam rapat membuat saya semakin dikuatkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan yang tidak mudah.

Di sela-sela rapat saya juga memperoleh kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan para Sekretaris Umum dari lembaga-lembaga Alkitab Asia-Pasifik, yaitu: Australia, Banglades, Kamboja, Hongkong, India, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Lewat forum ini saya juga berkenalan dengan Presiden UBS serta anggota GMT dan tentu dengan panitia lokal Taiwan Bible Society. Indahnya persaudaraan untuk saling berbagi demi karya-karya terindah di bumi ini. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan Menuju Hidup Sejahtera Berkeadilan

Siapa yang tidak ingin hidup sejahtera? Semua orang ingin hidup sejahtera. Setiap hari kita bekerja membanting tulang, bahkan sampai larut malam sehingga sampai lupa waktu. Tujuannya sangat jelas, agar bisa meraih hidup sejahtera. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sejahtera berarti aman sentosa dan makmur. Sedangkan makmur mengandung pengertian serba berkecukupan, tidak kekurangan. Dengan demikian bila kondisi serba berkecukupan, tidak berkekurangan nampaknya sudah dapat dikategorikan telah mengalami hidup sejahtera.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah cukup hanya hidup sejahtera saja? Ternyata tidak cukup, tetapi juga harus berkeadilan. Artinya, bila kita hidup sejahtera, orang lain juga harus hidup sejahtera. Lalu bagaimana cara untuk mewujudkannya? Inilah yang menjadi fokus pembahasan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan (AHSB). AHSB adalah Alkitab tematis terbaru yang diluncurkan pada tanggal 9 Februari 2018 pada acara Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru dan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Sosialisasi Alkitab tematis ini telah dilakukan dengan berbagai cara dan media, diantaranya melalui talkshow bedah buku pada hari Jumat, 6 April 2018 dan rencananya di tahun 2018 ini dilaksanakan juga beberapa kota, Surabaya (21 Mei 2018), Bandung, Medan dan Manado.

Kekhususan AHSB antara lain terdapat sebanyak 2.939 ayat yang diberi warna khusus (hijau), yang berkaitan dengan hidup sejahtera berkeadilan. Sedangkan untuk membantu pembaca lebih mudah memahaminya, ayat-ayat yang diwarnai tersebut dikelompokkan ke dalam topik khusus, terdapat sebanyak 523 topik, yang disertai dengan penjelasan singkat. Alhasil, pembaca memiliki panduan untuk menghayati lebih lanjut ayat yang dibacanya. AHSB menjadi lebih lengkap dengan hadirnya sisipan sebanyak 48 artikel. Dengan bantuan artikel-artikel ini, pembaca dapat menjelajahi isu-isu khusus dan mempelajari apa yang Alkitab katakan mengenai hal itu, dengan cara penyajian TEMUKAN, IMPIKAN, LAKUKAN dan terakhir DOAKAN. Di samping itu masih terdapat beberapa materi penting, antara lain: pengantar setiap kitab, penjelasan sekitar Alkitab, membaca Alkitab dalam setahun, kisah-kisah terkenal Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Ajaran dan Perumpamaan Yesus, mencari bantuan dalam Alkitab.

AHSB dipersembahkan oleh LAI bagi pembaca Alkitab yang ingin menggali dan sekaligus menerapkannya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Melalui AHSB ini pembaca bersama-sama dengan seluruh elemen bangsa diajak untuk ikut memperjuangkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Terbitan khusus ini diharapkan menjadi berkat bagi setiap pembaca yang merindukan terwujudnya syalom, hidup yang seutuhnya, penuh damai sejahtera dalam hubungan dengan Pencipta dan sesama ciptaan.  [sae]

 

Bersama Menabur Firman Tuhan, Talkshow Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan

Para narasumber dalam Bedah Buku Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan, Bible Center, Jakarta, 6 April 2018

Kerja sama! Inilah paradigma yang selalu dijaga dan bahkan dikembangkan untuk meningkatkan penyebaran Alkitab. Melalui kerja sama potensi dari masing-masing lembaga dipadukan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih dahsyat. Kerja sama ini pula yang dikembangkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) untuk menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya bersama Penyalur Utama LAI, salah satunya dengan BPK GM (Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia).

Pada hari Jumat, 6 April 2018 yang lalu LAI bekerja sama dengan BPK Gunung Mulia menyelenggarakan talk show “bedah buku” Alkitab tematis terbitan baru yang disebut Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan (AHSB) di Gedung Pusat Alkitab Jakarta. Puji Tuhan respon umat sungguh luar biasa. Target peserta 200 orang, dalam waktu tidak terlalu lama ludes, bahkan kami terpaksa menaruh beberapa peserta sebagai pendaftar cadangan. Narasumber yang dihadirkan pun tidak kalah menarik, Pdt. Dr. Rony Mandang, M.Th., Pdt. Sylvana Maria, M.Th., Pdt. Dr. Albert Hasibuan, SH, Rm. Benny Susetyo, Pr., dan Pdt. Anwar Then, Ph.D. Acara yang dipandu oleh moderator Pdt. Wenata Sairin, M.Th. berjalan cukup menarik dan peserta mengikuti dengan antusias.

Untuk mengulangi kesuksesan tersebut, LAI dan BPK Gunung Mulia kembali akan melakukan kerja sama mengadakan talk show AHSB. Kali ini akan dilaksanakan di Surabaya pada hari Senin, 21 Mei 2018 jam 10-12 di GPIB Eben Haezer, Surabaya. Talkshow dilaksanakan dengan dukungan dari Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Surabaya, Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI), GPIB Even Haezer Surabaya, dan Gereja-gereja di Surabaya dan sekitarnya. Sedangkan narasumber yang akan dihadirkan adalah Pdt. Dra. Carolina Pangandaheng, M.A., Chandra Nadhi, S.H., M.H. dan Pdt. Anwar Tjen, Ph.D. Target peserta talkshow ini sebanyak 200 orang.

AHSB adalah Alkitab tematis terbaru yang diluncurkan pada tanggal 9 Februari 2018 pada acara Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru dan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun LAI Di Wisma Kinasih Sukabumi. AHSB dipersembahkan bagi umat pembaca Alkitab di Indonesia di dalam konteks kehidupan berbangsa dan masyarakat yang bersama-sama seluruh elemen bangsa memperjuangkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Terbitan khusus ini diharapkan menjadi berkat bagi setiap pembaca Alkitab yang merindukan terwujudnya syalom, hidup yang seutuhnya, penuh damai sejahtera dalam hubungan dengan Pencipta dan sesama ciptaan, seperti yang terungkap dalam doa pemazmur: “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman” (Mazmur 85:11). [sae]

Nb. Contact person Talk show AHSB Surabaya Julian Jeane WA/SMS 081299214515.

 

Pengorbanan Yang Membawa Perubahan

Ibu Erna Yulianawati (LAI) menerimakan dukungan Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Persero) yang diserahkan langsung oleh Bp. Leonard A. Sirait (Pengurus Persekutuan)

“Pengorbanan Yang Membawa Perubahan” adalah tema dasar Ibadah dan Perayaan Paskah dari Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Persero) pada yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu 29 April 2018. Tema tersebut dijadikan sebagai Renungan Paskah yang disampaikan oleh Pdt. T.M. Hasugian. Beliau mengingatkan kita, bahwa sebagai orang yang sudah diselamatkan Kristus sejatinya harus ada perubahan yang nyata dalam hidupnya. Karena setiap orang percaya hidupnya telah diselamatkan oleh Pengorbanan Kristus. Untuk itu kitapun harus mau menyelamatkan hidup orang-orang lain yang belum mengenal-Nya, karena kita diajak Tuhan untuk menjadi alat-Nya  untuk melayani Dia.

Pada kesempatan itu, Melalui ibu Erna Yulianawati, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memperkenalkan visi-misi dan program kerjanya. Harapannya akan semakin banyak pribadi yang ikut ambil bagian bersama-sama melayani Tuhan melalui LAI. Dukungan nyata dari Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Perseroan) diwujudkan dengan diserahkan hasil persembahan kolekte sebesar Rp. 2 juta dari kebaktian tersebut dan juga pemberian tanda kasih sebesar Rp. 10 juta untuk mendukung program Satu Dalam Kasih LAI. Pemberian tanda kasih tersebut diserahkan langsung kepada Ibu Erna Yulianawati oleh Bp. Leonard A. Sirait, Sekretaris Umum Persekutuan Oikumene PT. Pegadaian (Persero).

Buat LAI Bp. Leonard Sirait bukanlah orang baru. Beliau telah lama menjadi pendukung LAI lewat program Sahabat Alkitab.  Apa itu Sahabat Alkitab LAI? Sahabat Alkitab adalah program yang menjangkau pribadi-pribadi yang tergerak dan menyatakan kesediaannya untuk membantu LAI dalam menjalankan visi-misi dan program kerjanya. Melalui Pak Leo inilah, pelayanan LAI boleh tumbuh dan dikenal di Persekutuan Rohani Kristen Oikumene PT. Pegadaian (Persero). Mereka yang tadinya tidak mengenal LAI, kini sudah tahu apa saja pelayan LAI.

Kiranya kemudian hari melalui Pak Leo banyak karyawan kristiani di PT Pegadaian (Persero) yang mau menjadi Sahabat Alkitab LAI, sehingga akan terus tumbuh pribadi-pribadi yang mendukung dann mendoakan pelayanan LAI, sehingga akan semangat LAI untuk menghadirkan Alkitab Untuk Semua di tengah-tengah Indonesia boleh semakin nyata. [rha]

Digital Untuk Penggalangan Dukungan

 

“Sejak websitenya mayoritas memuat berita dan informasi yang berorientasi kepada pengunjung, bukan kepada diri sendiri, jumlah kunjungan ke website Lembaga Alkitab Uganda meningkat tajam. Dampak selanjutnya, dukungan terhadap program-program juga merangkak naik,” ungkap Michelle G. Held (MetroNY-USA) salah satu fasilitator pelatihan The UBS Digital Academy di Taipei 23-28 April 2018.

Uganda, sebuah negeri Afrika yang sangat terkenal dengan kekejaman Idi Amin di masa lampau dan sampai saat ini masih belum dapat digolongkan sebagai negeri modern, namun kesadaran pengembangan digitalnya bisa menjadi contoh yang baik. Setidaknya dari apa yang dilakukan oleh lembaga Alkitab disana. Saya sangat terkesan dengan data-data lain yang ditayangkan oleh fasilitator yang menunjukkan betapa teknologi digital sangat produktif dalam penggalangan dukungan. Meski saya hanya mengikuti beberapa sesi pelatihan karena harus menghadiri rapat “Asia Affinity Alliance” 26-28 April 2018, namun saya banyak belajar khususnya aspek strategis penggalangan dukungan melalui media digital.

Disampaikan bahwa dalam pengembangan website hal yang paling pertama dan strategis adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Ada empat hal yang sangat penting diperhatikan agar website yang dibuat dapat mendukung penggalangan dukungan, yaitu: (1) untuk meningkatkan kesadaran publik, (2) untuk mendapatkan sebanyak mungkin alamat email, (3) meneruskan berbagai postingan ke media sosial, dan (4) untuk mengetahui demografi pengunjung.

Untuk mencapai empat tujuan di atas maka harus ada langkah-langkah detail dan terukur. Sangat penting ada tim khusus yang memiliki wawasan, kemampuan dan passion di bidang digital. Bidang digital adalah bidang yang sangat dinamis dan harus menciptakan sebanyak mungkin kesempatan interaktif dengan pengunjung. Desain, warna, kutipan-kutipan, gambar, video dan semua konten harus mengikuti akidah-akidah terbaru berbasis riset dan data-data yang relevan. Intinya, website harus membuat pengunjung senang, menikmati dan jatuh cinta sehingga akan tergerak membantu semua program yang dijalankan.

Di samping website, menurut data survei di Amerika, penggalangan dukungan melalui media sosial yang paling besar adalah melalui Facebook, disusul kemudian oleh Youtube. Twitter termasuk media sosial yang cukup efektif untuk menyalurkan informasi penggalangan dukungan karena loadingnya tercepat di mobile apps.
Yang harus diperhatikan dalam pengembangan desain media sosial adalah kemudahan pengunjung menemukan kolom “donasi”, “alamat”, dan “interaktif”. Website yang komunikatif adalah menempatkan kolom “donasi” di pojok paling kanan atas. Sedangkan untuk Facebook harus diuraikan serinci mungkin tentang identitas pemilik akun. Dengan demikian pengunjung tidak meragukan terhadap keberadaan pemilik akun.

Dalam sessi diskusi, saya sampaikan bahwa di Indonesia pemakaian Whatsapp sangat populer dan banyak hal dapat disampaikan melaluinya serta dapat menggerakkan dukungan dari berbagai kalangan. Fasilitator mendukung dan menambahkan perlunya masing-masing negara memiliki data keberadaan media sosial agar dapat mengoptimalkan dalam rangka penggalangan dukungan.

Apapun media digitalnya, penggalangan dukungan tetap harus pararel dengan upaya di media non digital. Data menunjukkan secara umum 62% donator masih lebih suka berdonasi melalui offline, dan 38% sisanya sudah melalui online. “Fundraising is friendraising”. Teknologi digital menolong kita untuk berteman dengan milyaran orang penghuni planet bumi ini. Semakin banyak kawan, akan semakin banyak dukungan.
Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Kerjasama LAI dengan Sinode Gereja Toraja

Rabu, 25 April 2018 di ruang rapat Kantor Sinode Gereja Toraja, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara telah ditandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan antara Pdt. Dr. Ishak P. Lamber, Ketua Umum Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia dengan Pdt. Musa Salusu, Ketua Sinode Gereja Toraja yang didampingi oleh Pdt. Soleman Alloliggi, Sekretaris Umum Gereja Toraja.

Secara garis besar, isi dari nota kesepakatan kerjasama tersebut menyatakan bahwa LAI bersama Gereja Toraja sepakat melakukan kerjasama dan saling mendukung dalam upaya menumbuhkembangkan spiritual jemaat jemaat berbasis Alkitab. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai hal ini melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara bersama, salah satunya membentuk komunitas Mitra LAI dalam jemaat lingkup pelayanan Gereja Toraja. Sinode Gereja Toraja berharap saat Konven pendeta Gereja Toraja wilayah IV meliputi klasis Makassar dan Pulau Jawa yang akan di laksanakan bulan Agustus di Batam, LAI dapat hadir menjelaskan visi-misi dan program kerjanya serta memberikan penjelasan tentang penerjemahan nama Allah di dalam Alkitab.

Semoga dengan kerjasama ini kemitraan LAI dengan gereja Toraja bisa bersama-sama bekerja untuk menghadirkan Kabar Baik bagi sebanyak mungkin umat Kristiani, khususnya jemaat Gereja Toraja yang tersebar seluruh di Indonesia, sehingga semangat untuk memperkenalkan Alkitab Untuk Semua juga dirasakan oleh mereka. []