Tuhan, Engkau Memberikan Hikmat Agar Orang Tidak Disesatkan Oleh Tipu Daya Kejahatan. Tolong Kami Membuka Hati Menerima Hikmat-Mu.

Galatia 4:21-26

Jika buku adalah jendela dunia, maka hikmat Tuhan adalah cakrawala maya.

Kepada mereka yang ingin hidup dalam hukum Taurat dan kepada pengajar palsu itu Paulus mengungkapkan suatu kebenaran yang tersembunyi bagi mereka. Dengan mengambil alegori Sara dan Hagar, Paulus menjelaskan bahwa siapa yang hidup di bawah hukum Taurat ia sama dengan keturunan Hagar yaitu Ismail, keturunan dari seorang hamba, diperanakkan oleh karena kemauan manusia. Sedang mereka yang hidup karena janji atau kasih karunia Allah adalah keturunan orang merdeka, keturunan Sara, dilambangkan sebagai Yerusalem sorgawi. Paulus tidak ingin jemaat Galatia itu teperdaya hingga membawa diri mereka sendiri menjadi seorang hamba padahal mereka telah dimerdekakan oleh Kristus.

Sahabat Alkitab, tidak belajar memang membuat orang menjadi bodoh, tidak berpengetahuan, dangkal, kurang awas, sehingga mudah sekali tertipu. Hari ini kita melihat begitu banyaknya orang Kristen yang mudah sekali terbawa oleh arus pengajaran baru yang tidak berpijak pada pengertian yang benar dari firman Tuhan, sementara yang memberi pengajaranpun demikian, mereka tidak benar-benar memahami apa yang mereka ajarkan, maka istilah yang tepat untuk itu adalah “Orang buta menuntun orang buta” atau “Orang bisu mengajar orang tuli berbicara”. Satu-satunya cara untuk memberantas kebodohan itu adalah dengan belajar pada sumber yang otentik dan terpercaya, serta bersikap kritis untuk segala pengajaran yang didengarkan.

Selamat Pagi. Hikmat Tuhan tidak datang kepada mereka yang berpangku tangan dan berdiam diri saja, tetapi kepada mereka yang mau membuka dan mempelajari firman-Nya dengan tekun, teliti di bawah pimpinan Roh Kudus.

Salam Alkitab Untuk Semua

 

Tuhan, Tidak Ada Yang Lebih MembuatMu Bersedih Daripada Kesenangan Kami Terhadap Kenikmatan Dosa. Ampunilah dan Bimbinglah Kami Untuk Meninggalkannya.

 

Galatia. 4:17-20

Kita ini adalah umat pilihan Allah, diselamatkan bukan untuk hidup bebas dalam dosa melainkan untuk menyenangkan Allah.

Paulus menunjukkan betapa ia begitu bersedih dan menderita karena keadaan jemaat Galatia. Ia menyamakan dirinya dengan seorang ibu yang sedang menderita sakit bersalin. Penderitaan yang ia alami akan terus terjadi jika sifat-sifat Kristus belum juga tertanam dalam diri mereka. Bagaimanapun juga Paulus adalah orang yang menanam benih iman dalam jemaat itu, sehingga wajar jika ia bersedih karena mereka telah melupakan itu.

Sahabat Alkitab, siapapun dalam posisi Paulus pasti akan bersedih jika orang yang kita kasihi dan ajari tentang kebenaran tidak lagi mengindahkannya. Terlebih lagi Tuhan, Dia jauh lebih bersedih karena anak-anak yang ditebus dengan hidup-Nya sendiri kembali dan tetap menikmati dosa masa lalunya. Tuhan tidak menghendaki kita hidup lagi dalam perbudakan dosa, Dia ingin kita hidup bebas dan merdeka.

Selamat Pagi. Jika kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, masakan kita mau membuat-Nya bersedih dengan menukar kekekalan hanya karena kenikmatan sesaat?

Salam Alkitab Untuk Semua

 

Energy Casino — praktyczny przewodnik po Energy kasyno, Energycasino i Energycasino pl: jak grać mądrze i bez niespodzianek

Masz ochotę spróbować gier w Energy Casino, lecz nie chcesz tracić czasu i pieniędzy na błędy początkujących? Ten tekst pokazuje konkretne kroki, które pozwolą ocenić ofertę, zabezpieczyć środki i maksymalnie wykorzystać bonusy bez ryzyka nieprzyjemnych niespodzianek.

1. Szybki audyt bezpieczeństwa

Zanim zasilisz konto, sprawdź: czy kasyno ma wyraźne informacje o licencji, jakie są metody płatności i czy strona używa szyfrowania (https). Zwróć uwagę na czas wypłat oraz procedury weryfikacji tożsamości — uczciwe kasyno opisuje je szczegółowo i nie zaskoczy cię później dodatkowymi wymogami.

2. Jak czytać warunki bonusów, żeby nie dać się nabrać

Najczęstszy błąd to zaakceptowanie bonusu bez sprawdzenia wymogów obrotu (wagering), ograniczeń gier (które tytuły liczą się w 100% do obrotu), oraz maksymalnych stawek podczas obrotu bonusem. Zanim skorzystasz, oblicz realną wartość: suma bonusu / wymóg obrotu = ile prawdziwych obrotów trzeba wykonać. Jeśli wynik wygląda niekorzystnie, lepiej odpuścić.

3. Selekcja gier i RTP — wybieraj świadomie

Nie wszystkie automaty są takie same. Sprawdź RTP (zwrot dla gracza) i proszę — nie graj „na ślepo” w pierwszą lepszą nowość. Jeśli twoim celem jest wydłużenie sesji i minimalizacja strat, wybieraj sloty z RTP powyżej 96% i znanych dostawców. W grach stołowych ustawienia i limity stołu potrafią znacząco wpłynąć na wynik; dobierz stawki do swojej strategii bankrollowej.

4. Zarządzanie bankrollem — prosta, ale rzadko stosowana zasada

Ustal maksymalną stratę na sesję (np. 2–5% całego budżetu) i trzymaj się jej bez względu na emocje. Stosowanie stałych stawek procentowych zamiast arbitralnych kwot ogranicza ryzyko szybkiego wyczerpania środków. Włącz limity depozytów oraz czasowe blokady, jeśli platforma je umożliwia.

5. Weryfikacja wypłat i dokumentów

Przed pierwszą wypłatą sprawdź, jakie dokumenty będą potrzebne. Przygotuj skan dowodu tożsamości, dokument potwierdzający adres i potwierdzenie metody płatności — dzięki temu przyspieszysz proces. Zwróć uwagę na opłaty i maksymalne limity wypłat miesięcznych.

Materiały pomocnicze

logo

Jeśli chcesz zobaczyć krótkie wideo z praktycznymi poradami, obejrzyj poniższy materiał:

Aby szybko zajrzeć do strony z ofertą i regulaminem, użyj linku: Energycasino.

Krótki checklist przed zagraniem

  • Sprawdź licencję i szyfrowanie strony.
  • Przelicz wartość bonusu po zastosowaniu warunków obrotu.
  • Wybieraj gry z wysokim RTP i od zaufanych dostawców.
  • Ustal limity depozytu i maksymalnej straty na sesję.
  • Przygotuj dokumenty do szybszej wypłaty.

Konkretny takeaway: zanim zaczniesz grać — poświęć 10–15 minut na audyt strony i warunków promocji. To wystarczy, żeby wyłapać pułapki i ustalić rozsądną strategię gry. Dzięki temu zabawa będzie bezpieczniejsza, a ryzyko niepotrzebnych strat znacznie mniejsze.

Pengunjung Paket Wisata Alkitab Melonjak

Data pengunjung peserta Paket Wisata Alkitab (PWA) yang datang berkunjung ke Perpustakaan dan Museum Alkitab, Bible House dan Percetakan Lembaga Alkitab Indonesia sejak Januari sampai akhir Agustus 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan data pengunjung PWA para periode yang sama tahun 2017. Ada kenaikan 50,3%, di mana tercatat data pengunjung PWA 2018 sebanyak 6.318 orang, sedangkan data pengunjung pada Januari sampai akhir Agustus tahun 2017 sebanyak 4.203 orang. Ini bisalah dikatakan lonjakan atau  booming. Suatu pencapaian yang luar biasa dan membuat hati sangat bersukacita. Suatu keberhasilan kerja yang dapat memicu antusiasme tim kerja untuk berlari lebih cepat ke masa depan.
Tentu kenaikan pengunjung PWA yang sangat signifikan di atas merupakan keberhasilan kolektif sebuah tim kerja yang solid. Tim kerja dari berbagai departemen di LAI sudah bersinergi dalam hal: mendoakan, mempromosikan, menerima surat permintaan kunjungan, mengatur jadwal agar tidak bentrok antar rombongan, membalas surat yang dilengkapi dengan jadwal yang sudah ditentukan, mempersiapkan kondisi prima tempat-tempat yang akan dikunjungi, dan menyambut pengunjung dengan ramah, komunikatif serta penuh antusias. Tim juga selalu menyiapkan kuis serta hadiah-hadiah khusus untuk menyemarakkan suasana kunjungan sambil belajar Alkitab. Pengunjung yang terdiri dari beragam usia (dari usia anak sekolah minggu sampai Lansia) selalu antusias berebut hadiah.
Paket Wisata Alkitab terdiri atas: (1) Wisata ke Museum Alkitab, (2) Wisata ke Perpustakaan Biblika, (3) Wisata ke Bible House dan (4) Wisata ke percetakan Alkitab.  Nomor (1), (2) dan (3) berlokasi di Jl Salemba 12 Jakarta Pusat. Sedangkan nomor (4) berlokasi di Nanggewer, Kabupaten Bogor. Perjalanan wisata ini membutuhkan waktu satu hari. Sessi pagi sampai makan siang menjelajahi nomor (1) sampai (3). Kemudian sesudah makan siang pengunjung dapat melanjutkan ke Nanggewer (sekira satu jam perjalanan) untuk melihat proses pencetakan Alkitab dari kertas kosong sampai berbentuk buku dengan berbagai ukuran.
Tujuan dibukanya program PWA ini antara lain adalah agar pengunjung dapat mengenal dan memahami: (1) betapa penting penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa, (2) sejarah perjalanan penerjemahan Alkitab sejak mula-mula sampai ke dalam bahasa-bahasa yang ada di Indonesia, (3) proses penerjemahan, produksi, penerbitan dan penyebaran Alkitab yang membutuhkan waktu, tenaga, kompetensi serta berbagai sumberdaya yang tidak sedikit, (4) benda-benda penting dan memiliki makna khusus yang disebutkan dalam Alkitab, serta (5) tugas-tugas pelayanan lembaga Alkitab Indonesia yang diamanatkan oleh Gereja-gereja di Indonesia.
Melalui program PWA ini diharapkan semakin banyak umat yang mencintai Alkitabnya dan menjadikan nilai-nilai dalam Alkitab sebagai pedoman hidup keseharian. Diharapkan juga dapat bertumbuh suatu kesadaran untuk bersolidaritas terhadap banyak umat yang sangat membutuhkan Alkitab dalam bahasa daerahnya, namun karena berbagai keterbatasan mereka belum mendapatkannya.
Museum Alkitab, Perpustakaan Biblika dan Bible House di Salemba Raya 12 yang diresmikan sejak tahun 2012 terus diupayakan pengkinian (up to date) terhadap isi dan penampilannya. Begitu juga dengan Percetakan Alkitab di Nanggewer Kabupaten Bogor bersama dengan departemen LAI yang lain.  Salah satu bukti adanya pengkinian adalah awal September tahun ini LAI resmi memperoleh Sertifikat ISO 9001:2015, yang berarti sistem manajemen mutunya telah berstandar internasional terbaru. Berbagai program pembenahan terus dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan LAI semakin semangat mengikuti program PWA.
LAI selalu mendengar masukan-masukan pengunjung demi penyempurnaan program PWA ini. Salah satu masukan adalah LAI perlu mengembangkan PWA dengan menciptakan “paket program PWA dilanjutkan kunjungan ke lokasi-lokasi asli yang berhubungan langsung dengan sejarah naskah-naskah Alkitab.”  Meskipun akan membawa konsekuensi perlunya tenaga dan pembiayaan khusus, namun bila memang cukup banyak peminat yang ingin mendalami lebih detail tentang Alkitab, suatu saat ide ini pastilah akan terwujud. Salam Alkitab Untuk Semua.[]
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Mission Possible. Why Not?

Siapa bilang kaum milenial adalah generasi yang selfish? Siapa bilang kami tidak acuh dengan pelayanan dan kekristenan di Indonesia? Jumat Malam kemarin (14 Sep. 2018) di Lt. 10 Gedung Pusat Alkitab kami membuktikan bahwa kami sangat peduli dengan pelayanan dan orang-orang Kristen yang marginal disekitar kami.
Dalam ibadah syukur akan hadirnya alkitab di bumi Indonesia ini, kami anak-anak muda hadir dari berbagai latar belakang suku, pendidikan, dan gereja, hadir untuk berdoa dan beribadah bersama-sama. Kami larut dalam sukacita merayakan anugerah Tuhan sehingga kami bisa membaca firman-Nya dalam bahasa yang dapat kami mengerti, yaitu bahasa Indonesia.  Namun bukan hanya bersyukur atas apa yang telah kami terima, melalui renungan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Paulus Kariso Rumambi kami juga menyadari bahwa setelah menerima anugerah Allah kami diangkat menjadi kawan sekerja Allah untuk mengerjakan karya besar Allah bagi dunia. Kita diberikan berbagai karunia bukan untuk menonjolkan diri sendiri melainkan untuk membangun kebersamaan. Seperti seorang petani yang menanam benih, ada yang bertugas untuk mengolah tanah, menyiangi, menyiram, memberi pupuk, namun di atas semuanya itu Allah-lah yang memberi pertumbuhan, sebuah misteri kerja ilahi yang melampaui akal manusia.
Rangkaian ibadah Hari Doa Alkitab (HDA) semalam ditutup dengan diskusi bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang mana semua kelompok memiliki pandangan dan keinginan yang sama untuk terlibat bersama LAI dalam mendukung program pelayanan dan penyebaran alkitab. Banyak hal yang bisa kami buat, mulai dari menyisihkan sebagian uang saku yang kami miliki, memberi tenaga untuk melakukan presentasi dan kegiatan LAI lainnya, menyebarkan program pelayanan LAI melalui media sosial, dan tidak lupa selalu mendukung dalam doa.
Seperti yang juga disampaikan oleh Bpk. Ulbrits Siahaan bahwa melayani itu harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan dimulai dari saat ini. Beliau adalah teladan hidup bagaimana kesibukan dalam dunia kerja tidak pernah menjadi penghalang dalam melayani. Beliau yang seorang petinggi di salah satu perusahaan ternama di Indonesia memberikan waktu, tenaga, dan dayanya untuk terjun bersama LAI melayani umat Tuhan hingga ke pelosok pedalaman Indonesia dan tidak lagi berpikir untuk diri sendiri melainkan untuk kemuliaan Tuhan.
Tidak ada pelayanan yang tidak mungkin untuk dikerjakan, Allah yang mengangkat kita menjadi kawar sekerja-Nya pasti akan memberikan kemampuan untuk melakukan melakukannya juga. [irvin]

Sumba Timur Surga Yang Tersembunyi

Kabupaten Sumba Timur dengan Ibukota Waingapu merupakan daerah yang menjadi salah satu sasaran distribusi Alkitab Program Satu Dalam Kasih Lembaga Alkitab Indonesia (SDK LAI) 2018. Sumba adalah pulau yang memiliki iklim kering dan musim kemarau yang relatif panjang yaitu 8 bulan, namun Sumba boleh dikatakan sebagai “Surga Tersembunyi” di Tenggara Timur Kepulauan Nusantara dikarenakan topografi perbukitannya yang eksotis dengan bibir pantai yang sangat menawan. Di sela-sela pembagian alkitab Tim LAI sempat mengunjungi beberapa tempat yaitu Bukit Persaudaraan, Bukit Warinding, dan Pantai Walakiri.
Penduduk Sumba Timur mayoritas beragama Kristen dan Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) adalah yang terbesar di sana. Rata-rata mata pencaharian mereka adalah bertani dengan bertumpu pada tanah gersang yang hanya bisa ditanami 1 kali dalam 1 tahun, juga beternak dan nelayan. Sebagaian besar masyarakat Sumba Timur tinggal di pedalaman desa dengan pertimbangan kondisi alam di desa lebih subur dibandingkan di tengah kota. Namun berada di daerah pelosok pedesaan membuat segala sesuatu terbatas bagi mereka termasuk memiliki Alkitab. Oleh karena itu, LAI bekerjasama dengan Sinode GKS untuk menghadirkan Alkitab bagi umat Tuhan di Sumba Timur. Pembagian Alkitab dilakukan di 17 Klasis jemaat GKS dan beberapa denominasi gereja lainnya seperti GSJA, GMII, GBST, GMAHK, GBI, GPdI, dan GKII.
Mengingat luasnya wilayah Sumba Timur maka pembagian alkitab dilakukan dibeberapa titik klasis gereja sebagai perwakilan. Dimulai dari bagian paling selatan Sumba Timur yaitu Klasis Pahunga Lodu yakni di gereja GKS Baing dan berakhir di Klasis Lewa Tidahu di gereja GKS Injung.
Ada 30.000 eksemplar Alkitab dengan berbagi jenis (Alkitab tanpa Kidung Jemaat, Alkitab dengan Kidung Jemaat, Alkitab Anak, Alkitab Edisi Studi, dan Buku Paket Sekolah Minggu) telah dibagikan di Sumba Timur. Harapannya mereka yang telah menerima dapat membaca alkitab, bertemu dengan Allah melalui firman-Nya, dan mengalami hidup baru di dalam Kristus.
Jumlah itu masih belum cukup, namun masih ada kesempatan di hari esok untuk mendukung pengadaan alkitab di sana. Maukah Anda membantu mereka? (Selvi).

LAI dan Generasi Milenial

 

 

Sigit Triyono (Sekum LAI) tengah memberikan sambutannya kepada 200-an pemuda-pemudi milenial yang hadir dalam Ibadah Hari Doa Alkitab LAI 2018 di GPA Lt.10 Jl Salemba Raya 12 Jakarta
Tadi malam (14/9/2018) saya memberikan sambutan pada acara kebaktian Hari Doa Alkitab (HDA) untuk kaum Milenial di Gedung Pusat Alkitab Jl Salemba 12 Jakarta Pusat. Sehari sebelumnya saya membawakan satu sesi “sharing” di hadapan peserta Kongres GMKI XXXVI di Bogor, dimana pesertanya adalah para mahasiswa Kristen dari seluruh wilayah Indonesia (ada 93 cabang dan 10 calon cabang GMKI se Indonesia).
 Dua forum di atas dihadiri oleh generasi milenial Kristen dari berbagai interdemoniasi dan interkonfesi  Gereja. Generasi yang sangat sibuk dengan gadget di tangan dan sangat fasih ber-sosial media. Secara umum di dunia ini jumlah anak muda seperti mereka sekitar 30% dari seluruh penduduk dunia. Di Indonesia, dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi tulang punggung negara sehubungan dengan “bonus demografi” dimana anak-anak milenial mendominasi angkatan kerja.
Mandat yang diberikan Gereja-gereja di Indonesia kepada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dalam hal (1) penerjemahan, (2) produksi dan penerbitan, (3) penyebaran dan, (4) upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup umat, diharapkan juga dapat menjangkau mereka.  Generasi  milenial atau generasi “zaman now” memiliki pikiran, perkataan dan perilaku yang sungguh berbeda dengan generasi “jadul” seperti saya. Pendekatan yang dilakukan untuk melibatkan mereka dalam arak-arakan bersama di berbagai program layanan LAI juga harus berbeda.
Dari diskusi dan tanya jawab dengan para peserta di dua forum di atas, ternyata aspirasi dan minat mereka untuk dapat terlibat dalam program-program LAI sangat tinggi.  Mereka sangat mengapresiasi terdahap apa yang sudah dilakukan LAI selama 64 tahun melayani umat di Indonesia. Mereka juga bersedia untuk berperan aktif sesuai dengan kapasitas kemudaan mereka terutama dalam penyebaran Alkitab ke pelosok negeri dan upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup.
Mereka juga menyadari bahwa pekerjaan LAI adalah pekerjaan berjangka sangat panjang mengingat peluang penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa daerah masih sangat banyak, juga dalam hal penyebarannya. Untuk itu mereka melontarkan beberapa ide yang dapat membantu LAI melangkah ke depan.
Dalam acara kebaktian HDA dimana peserta diberi kesempatan menyampaikan berbagai usulan dan komitmen, mereka antara lain melontarkan beberapa ide: (1) akan memilih program yang fokus, misalnya menyebarkan sepuluh ribu Alkitab, (2) menggerakkan donatur melalui media sosial untuk pengadaan Alkitab, (3) mengajak komunitas-komunitas muda untuk terlibat dalam pekerjaan ini, (4) ikut aktif dalam pengiriman Alkitab ke pelosok negeri, (5) siap menjadi nara sumber sesuai dengan kompetensinya untuk pekerjaan yang ada hubungannya dengan LAI.
Dari kongres GMKI XXXVI yang dibuka resmi oleh Presiden Joko Widodo, aspirasi yang muncul dari peserta adalah tentang perjuangan mengaktualisasi nilai-nilai Alkitab dalam kehidupan berbangsa di negeri ini. Anggota dan para senior GMKI tetap berjuang mewujudkan nilai-nilai “tinggi iman, tinggi ilmu dan tinggi pengabdian”, di tengah tantangan keberagaman bangsa Indonesia dan berbagai tantangan kemajuan teknologi. “Ut Omnes Unum Sint” masih tetap menjadi doa bersama tiada henti.
Idiom-idiom di era digital: “Mission possible, why not?”, “F4: Friendship, Fellowship, Food, Fun”  menjadi magnet tersendiri untuk menggandeng generasi milenial. Dengan demikian mereka akan masuk dalam langkah bersama Sejuta Mitra LAI yang terus menghidupi gerakan DWD: Doakan, Wartakan dan Donasikan berkat-berkatNya, untuk mewujudkan Alkitab Untuk Semua. Salam Alkitab Untuk Semua.
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Penyebaran Alkitab Satu Dalam Kasih 2018 Dimulai

Selviana (staf LAI) tengah membagikan Alkitab Anak & Komik Alkitab kepada Anak-anak Sekolah Dasar di Wilayah Sumba Timur, NTT.

Bila anda follow akun Instragramnya Lembaga Alkitab Indonesia dan memerhatikan siaran langsung beberapa hari terakhir, akan tampak tiga personel LAI yang sudah berada di Waingapu ibukota Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka akan menyebarkan Alkitab-alkitab program Satu Dalam Kasih (SDK) 2018 yang didukung oleh para Mitra LAI. Mereka membawa setidaknya 5.000 Alkitab, 7.500 Alkitab+KJ, dan 17.500 Alkitab Anak untuk disebarkan di gereja-gereja yang ada di wilayah Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Tim SDK LAI yang berada di wilayah Sumba Timur ini merupakan gelombang pertama (3-11 September 2019) dari enam gelombang penyebaran Alkitab program SDK ke pelosok negeri yang dicanangkan tahun ini. Gelombang pengiriman berikutnya adalah sebagai berikut: (2) Halmahera Barat, Maluku Utara, 24-30 September 2018; (3) Kabupaten Boven Digoel, Papua, 1-10 Oktober 2018; (4) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 12-21 Oktober 2018; (5) Pulau Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku, 23-30 Oktober 2018; (6) Karo dan Dairi, Sumatera Utara, 19-28 Nopember 2018.

Kerja keras dalam menggerakkan Mitra LAI pada sementer satu tahun 2018 ini telah membuahkan hasil yang signifikan. Semua ini memungkinkan produk-produk Akitab yang dibutuhkan di enam wilayah di atas siap disebarkan. Solidaritas dari para Mitra LAI meningkat dibandingkan tahun 2018. Peminat untuk ikut dalam “Ekpedisi Alkitab Untuk Semua” khususnya ke Kepulauan Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku dan ke Boven Digoel, Papua sangat banyak.

“Ekspedisi Alkitab Untuk Semua” adalah perjalanan ziarah spiritual yang sangat berharga bagi siapa saja yang terlibat dalam mengantar Alkitab ke pelosok negeri. Bagi yang dikunjungi oleh saudara seiman dari Kota besar yang membawa Alkitab yang dirindukan juga merupakan berkat besar tersendiri. Suatu perjumpaan selalu mengubahkan. Pengalaman menunjukkan baik yang menjumpai maupun yang dijumpai sama-sama mengalami perubahan positif dalam iman, pengharapan dan kasih. Betapa tidak, mereka sama-sama dicerahkan dalam suasana haru dan sukacita.
Sebagai contoh bagi siapa saja yang belum pernah datang ke Waingapu, mereka akan menjumpai alam tropis yang cenderung kering. Musim kemarau 8 bulan dan musim hujan hanya 4 bulan. Jenis tumbuhan yang cocok umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren, sementara hewan peliharaan umumnya adalah sapi, kerbau dan kuda yang telah menyesuaikan dengan alam Sumba yang berpadang sabana luas.

Jumlah penduduk Kabupaten Sumba Timur kurang lebih 250.000 jiwa, terdiri atas orang Sumba Timur asli, Sabu, keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa dan penduduk campuran dari wilayah NTT lain. Sebagian besar penduduk di kabupaten ini beragama Kristen Protestan. Selebihnya adalah Islam, Hindu dan Budha. Yang menarik sekitar 39% penduduk Sumba Timur masih beragama tradisional Marapu.

Pengiriman dan penyebaran Alkitab untuk Sumba Timur disalurkan melalui jemaat Gereja-gereja setempat, khususnya Gereja Kristen Sumba (GKS). Hal ini semakin mempererat kerjasama sinergis antara LAI dengan Gereja di berbagai pelosok negeri. Kerjasama yang saling memberdayakan. Dengan diterimanya semua produk LAI yang dikirim, membuat LAI semakin terbuka memberdayakan dirinya untuk umat di wilayah lain yang masih sulit dijangkau. Dengan penyebaran Alkitab tersebut, umat semakin terbuka untuk lebih berdaya dengan membaca, merenungkan, dan menghayati nilai-nilai luhur yang berasal dari Alkitab.

Pekerjaan menyalurkan Alkitab ke pelosok negeri bukan pekerjaan yang mudah. Berawal dari informasi kebutuhan Alkitab dari Gereja-gereja di wilayah pelosok. Kemudian LAI mengadakan survei baik melalui literatur maupun tinjauan lapangan. Tinjauan lapangan dengan menemui para hamba Tuhan dan banyak umat di wilayah sasaran. Mendengar semua pergumulan pelayanannya dan mengobservasi kondisi riil di lapangan. Hasil survei diolah untuk menetapkan wilayah sasaran program SDK. Hasil survei ini bahkan juga sangat bermanfaat sebagai pusat informasi bagi banyak pihak yang akan melakukan pelayanan dan kesaksian di wilayah tersebut.

Sesudah memiliki data-data yang definitif, LAI menerbitkan berbagai format publikasi untuk menggerakkan Mitra-mitra LAI. Para Mitra LAI perlu diyakinkan dengan data-data kebutuhan riil yang ada di lapangan, bukan perkiraan atau prediksi. Bersamaan dengan itu rencana penerbitan Alkitab dan bagian-bagiannya untuk keperluan program SDK sudah masuk dalam agenda bagian produksi dan penerbitan LAI.

Bulan Oktober tahun sebelumnya adalah bulan kick off  program SDK untuk tahun berikutnya. Program SDK tahun 2018 ini sudah dipersiapkan mulai awal 2017. Bahkan mempertimbangkan juga permintaan-permintaan tertunda di tahun 2016. Sebuah perjalanan pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan, ketekunan, akurasi dan kegigihan menghadapi berbagai tantangan.

Pembagian Alkitab program SDK tahun 2018 dimulai, sebentar lagi kick off  program SDK 2019. Program yang akan terus berjalan seturut dengan kebutuhan Alkitab dan bagian-bagiannya di wilayah-wilayah negeri yang sangat sulit dijangkau oleh transportasi dan komunikasi. Juga karena keterbatasan daya beli. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

LAI dan Pendeta Tugas Khusus GBKP

LAI  (Lembaga Alkitab Indonesia) dan GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) telah menandatangani Kesepakatan Kerjasama (MOU) pada bulan Mei 2018 lalu. Dalam Pasal 1, ayat 4.a. tertulis: “LAI dan GBKP sepakat untuk melanjutkan dan mengembangkan kerjasama yang telah terjalin berlandaskan kemitraan yang saling memberdayakan.”

Sebagai tindak lanjut dari MOU di atas, LAI diminta untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan para pendeta di lingkungan GBKP. Pada 3-4 September 2018 Moderamen GBKP menyelenggarakan lokakarya “Kepemimpinan Strategis Kristiani” untuk para Pendeta Tugas Khusus GBKP. Sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, Sekum LAI dipercaya untuk menjadi fasilitator dan narasumber lokakarya yang diselenggarakan di kesejukan kota Kabanjahe tersebut. Bersamaan dengan lokakarya ini, LAI sedang memroses pengiriman 10.000 Alkitab Pesanan Khusus Moderamen GBKP untuk didistribusikan ke jemaat-jemaat GBKP. Sungguh suatu kemitraan yang indah dan sangat sinergis antara LAI dan GBKP.

GBKP memiliki 18 (delapanbelas) Pendeta Tugas Khusus yang diberi tanggung jawab mengelola unit-unit pelayanan GBKP di luar Klasis dan Jemaat (Runggun). Indikator keberhasilan dari masing-masing unit layanan ini sangat berbeda dengan indikator keberhasilan Klasis dan Jemaat. Klasis dan Jemaat lebih menekankan aspek kerohanian warga jemaat GBKP, sedangkan unit Abdi Karya (Percetakan dan Toko Buku) misalnya, indikator keberhasilannya tidak secara langsung berhubungan dengan aspek kerohanian warga jemaat. Begitu juga dengan unit-unit lain seperti unit layanan ODHA HIV/AIDS, unit layanan Lansia, Bank Perkreditan Rakyat, Credit Union, Pusat Pembinaan Warga Gereja, Retreat Center, dll. yang memiliki indikator-indikator keberhasilan yang khas. Disinilah perlunya pengembangan kemampuan menetapkan indikator keberhasilan lembaga dan upaya mencapainya dengan kepemimpinan yang strategis berbasis iman Kristen.

Di awal lokakarya saya mengajak peserta untuk berefleksi tentang ciri-ciri pemimpin yang efektif. Seluruh peserta sepakat bahwa “setiap pemimpin harus memiliki pengaruh positif terhadap lembaga yang dipimpinnya”. Untuk dapat “berpengaruh” maka pemimpin harus: (1) Memiliki visi besar yang mampu menjawab Beban Utama pemangku kepentingan lembaganya, dan harus selalu berorientasi ke masa depan. Pemimpin tidak boleh sekadar menjalankan hal-hal rutin tanpa menghadirkan perubahan positif bagi lembaganya. (2) Mampu mendemostrasikan karakter pribadi yang positif (kebiasaan positif, integritas, dapat dipercaya dan berpikir analitis), (3) Mampu memobilisasi komitmen individu (berbagi peran, optimalisasi potensi), serta (4) Mengembangkan kapasitas organisasi (membangun tim dan mengelola perubahan).

Empat hal di atas dapat diibaratkan seperti keutuhan manusia: (1) Kepalanya, (2) Badannya, (3) Kaki kanannya, dan (4) Kaki kirinya. Keempatnya harus dalam kondisi prima agar dapat menghasilkan dampak bagi lingkungannya.

Dalam diskusi yang sangat dinamis di kelas, peserta mengungkapkan banyak sekali kendala dan hambatan yang menyebabkan kurang dapat mengoptimalkan kepemimpinannya. Setelah dideteksi, mayoritas kendala-kendalanya berada pada “lingkaran keprihatinan”, dimana disitu terdapat faktor-faktor yang tidak dapat dipengaruhi, melainkan hanya sekadar dapat berprihatin saja. Mengacu pada teori yang dikembangkan Stephen R Covey, saya mengajak semua peserta untuk konsentrasi pada “lingkaran pengaruh”, yaitu faktor-faktor yang dapat dipengaruhi oleh kehadiran kita.

Semua peserta terinspirasi untuk mengembangkan terus “lingkaran pengaruh” ketimbang terbenam dalam “lingkaran keprihatinan” saja. Misalnya dengan mengoptimalkan kewenangan yang diberikan (ketimbang menuntut kewenangan lebih besar), merumuskan Visi besar lembaga (ketimbang menunggu adanya visi dari pihak lain), memanfaatkan peluang-peluang yang ada (ketimbang mengeluhkan banyaknya kendala), membangun kultur kerja yang positif (ketimbang mengeluhkan banyak orang tidak serius bekerja), memberikan perhatian kepada bawahan secara tulus (ketimbang menuntut agar dirinya diperhatikan), memberikan teladan positif (ketimbang menuntut orang lain menjadi teladan), memberikan arahan-arahan solusi berbasis data yang jelas (ketimbang berputar-putar dengan opini tanpa data), dan fokus kepada kinerja (ketimbang fokus kepada kendala).

Dalam diskusi mengembangkan kemampuan menjadi pemimpin yang strategis, disepakatilah agar: (1) selalu berorientasi kepada Visi besar, (2) selalu mampu merumuskan strategi-strategi yang tepat, dan (3) harus menjalankan nilai-nilai bersama yang dapat mendukung keberhasilan lembaga. Visi, Strategi, dan Nilai-nilai adalah tiga kata kunci yang tidak dapat ditawar-tawar dan harus terus ada di benak para pemimpin yang efektif.

Kelas yang sangat dinamis dengan peserta (para Pendeta Tugas Khusus) yang setara dalam kemampuan, pengalaman, dan komitmen membuat hasil pembelajaran sungguh menjadi sangat bermakna. Waktu dua hari bukan sebagai “kronos”, tapi sungguh menjadi “kairos” bagi seluruh peserta dan fasilitator lokakarya. Sinergitas LAI dan GBKP yang saling memberdayakan sudah terwujud dalam lokakarya ini. Puji nama Tuhan. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

NV Casino: Die besten Tipps für NV Casino Online, NV Casino Bonus & NV Casino Online Login

Einführung in die Welt der NV Casinos

Die Welt der NV casinos bietet eine aufregende Möglichkeit für Glücksspiel-Enthusiasten, die Spannung von Las Vegas direkt nach Hause zu bringen. Mit einer Vielzahl von Spielen und großzügigen Boni ist es kein Wunder, dass immer mehr Menschen sich in die Online-Casinowelt eintauchen.

Las Vegas

Was Sie über den NV Casino Bonus wissen müssen

Ein wesentlicher Vorteil der NV Casinos sind die attraktiven Bonusangebote. Diese Boni können in Form von Willkommenspaketen, Einzahlungsboni oder Freispiele angeboten werden. Es ist wichtig, die Bonusbedingungen im Detail zu lesen, um das Beste aus Ihrem Spielerlebnis herauszuholen.

NV Casino Online Login: Einfache Schritte

Der Login-Prozess bei NV Casinos ist simpel und sicher. Spieler müssen lediglich ihre Anmeldedaten eingeben, um Zugriff auf ihr Konto und die Welt der Spiele zu erhalten. Moderne Sicherheitsprotokolle stellen sicher, dass alle Transaktionen und Daten sicher gehandhabt werden.

Vorteile Nachteile
Große Spielauswahl Kann süchtig machen
Attraktive Boni Wettbedingungen

Fazit

NV Casinos bieten eine spannende Alternative zu traditionellen Casinos und bringen die Unterhaltung direkt zu Ihnen nach Hause. Mit den richtigen Informationen und einer verantwortungsbewussten Herangehensweise kann das Spielen in NV Casinos eine äußerst lohnende Erfahrung sein.