Di Tengah Keterbatasan Mereka Belajar Alkitab

 

Pagi ini, Jumat 23 Maret 2018, Museum Alkitab di Gedung Pusat Alkitab , Salemba Raya 12, Jakarta mendapat kunjungan dari murid-murid berkebutuhan khusus dari Hope School SNC Jakarta. Ada sekitar 20 anak dan 20 pendamping dan gurunya yang datang untuk belajar tentang sejarah penerjemahan Alkitab di Indonesia dan melihat koleksi benda-benda Alkitab yang menjadi koleksi Museum Alkitab.

Hope Special Needs Center adalah sebuah pusat pelayanan pendidikan, terapi dan bimbingan individual yang komprehensif kepada anak berkebutuhan khusus dan bermasalah, agar dapat mengembangkan potensi dan sanggup membantu diri sendiri. Kunjungan mereka untuk mengikuti Paket Wisata Alkitab (PWA) merupakan proses belajar agar tidak saja mengembang kemandirian mereka tetapi juga kehidupan rohani mereka juga dibangun.

Hal ini terlihat dengan respon mereka saat petugas museum memberikan penjelasan tentang koleksi-koleksi museum Alkitab. Mereka tetap antusias mendengar penjelasan Costa dan Albert. Sesekali mereka merespon secara spontan apa yang diinformasikan oleh petugas museum. Semoga kunjungan ini akan memberikan informasi tentang sejarah penerjemahan dan benda-benda museum sangat bermanfaat bagi para murid, para pendamping, orang tua dan guru.Di tengah keterbatasan, mereka sangat antusias mendengar dan belajar benda-benda Alkitab. Alkitab tidak saja dipelajari oleh mereka yang berlatar belakang biblika tetapi, juga oleh mereka yang penuh keterbatasan. Inilah wujudnyata Alkitab Untuk Semua. []

Ibrani, Aram, dan Yunani

Beberapa waktu lalu saya mengikuti Pemahaman Alkitab (PA) berbahasa Inggris khusus kaum Bapak di sebuah gereja di Jakarta Selatan. Narasumbernya orang Amerika dan pesertanya kebanyakan orang Indonesia yang beristerikan perempuan “bule”. Metode yang digunakan ada presentasi dari narasumber dan ada diskusi kelompok. Masing-masing peserta diberi kesempatan mengekspresikan pendapatnya atas topik yang sedang dibahas. Saat saya mengikuti PA tersebut topik yang dibahas adalah Kitab Yesaya yang diadakan 3 jam setiap senin malam dengan durasi selama satu semester (6 bulan). Di beberapa kali diskusi ada beberapa peserta yang “mengeluhkan” hasil terjemahan LAI berbasis membandingkannya dengan terjemahan dalam bahasa Inggris (entah versi yang mana). Mereka selalu mengacu Alkitab berbahasa Inggris namun juga melirik Alkitab terbitan LAI. Karena bagaimanapun bahasa Ibu mereka bahasa Indonesia. Saya sempat menjelaskan bahwa LAI menerjemahkan Alkitab sama sekali bukan dari bahasa Inggris, tapi setia pada teks asli dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani.

Para penerjemah LAI terdiri atas tim ahli senior dengan pendidikan doktoral yang berkaitan dengan teologi dan ketiga bahasa di atas. Dalam pengerjaan penerjemahan selalu melibatkan para mitra yang juga sekumpulan ahli bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah di Nusantara serta selalu melibatkan sebanyak mungkin gereja-gereja di Indonesia. LAI sejak kelahirannya di tahun 1954 tergabung dalam persekutuan United Bible Societies (UBS) yang berkantor pusat di London dan Geneva. Sekarang tidak kurang dari 146 Lembaga Penerjemah di seluruh dunia tergabung dalam UBS. Keanggotaan LAI di dalam UBS memungkinkan adanya standar penerjemahan yang diakui bersama oleh mayoritas lembaga-lembaga penerjemahan Alkitab di planet bumi ini. Menurut Pdt. Anwar Tjen, Ph.D. Kepala Departemen Penerjemahan LAI yang selalu meng up date metode dan ilmu penerjemahan Alkitab, memang ada beberapa kata dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani yang bisa diterjemahkan berbeda oleh penerjemah yang berlatar belakang bahasa Ibu yang berbeda. Sedikit keperbedaan itu tidak menisbikan fakta bahwa mayoritas hasil penerjemahan Alkitab di seluruh dunia bermakna sama meski dalam bahasa berbeda. Intinya, tidak perlu dibesar-besarkan bila ada perbedaan karena memang fakta yang sama bisa diekspresikan berbeda dalam bahasa yang berbeda. Disinilah pentingnya belajar memahami Alkitab dengan mendengar para ahli bahasa asli Alkitab, bukan hanya bahasa Inggris.

LAI selalu terbuka pada setiap diskusi soal penerjemahan agar semua menjadi terang benderang. []

Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Proses Checking Revisi Bibel Toba

 

Untuk menghadirkan firman Allah ke dalam bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami, maka LAI dalam hal ini Departemen Penerjemahan tidak hanya melakukan penerjemahan tetapi juga melakukan revisi atas terjemahannya.

Revisi dilakukan seiring dengan sifat bahasa yang begitu dinamis, perkembangan ilmu penerjemahan, perkembangan penelitian atas teks-teks sumber, dan perkembangan ilmu tafsir modern.

Saat ini tengah berlangsung proses cheking revisi terjemahan Bibel Toba di Kantor LAI Perwakilan Medan. Tampak dalam gambar adalah orang-orang yang bekerja di dapur penerjemahan;
1. Pdt. Dr. Anwar Tjen (Pembina Penerjemahan dan Ka.Dep. Penerjemahan LAI),
2. Pdt. Dr. Robinson Radjagukguk (Penerjemah),
3. Pdt. H. Simangunsong, BD. (Penerjemah),
4. Pdt. Mangontang Panjaitan, MA. (Penerjemah),
5. Pdt. Firman Sibarani, M.Th. (Penerjemah),
6. Pdt. Rita Purba, S.Th.(Penerjemah), dan
7. Linda Sinaga (Administrator)

Mari kita dukung dalam doa, agar proses revisi penerjemahan untuk Bibel Toba dan beberapa bahasa daerah lainnya dapat berlangsung dalam pimpinan Tuhan.[]

Keterbacaan Alkitab

 

“Selama ini LAI sudah banyak membagikan Alkitab ke berbagai wilayah terpencil di Nusantara. Namun bagaimana dengan keterbacaannya mengingat banyak yang masih buta aksara?” kata Pak Setio Boedi dari Semarang beberapa waktu lalu. Pertanyaan yang sama diungkapkan oleh aktivis Gereja Kristen Indonesia di Jakarta. “Apa tidak sia-sia Alkitab-Alkitab itu bila tidak dibaca?” tanyanya dengan nada prihatin. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada dua sahabat yang sangat atentif terhadap program-program LAI dan prihatin kepada saudara-saudara kita yang masih buta aksara. Faktanya memang masih ada 3,56 persen penduduk Indonesia atau 5,7 juta orang masih buta aksara. Ini berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) per tahun 2015. Salah satu mandat LAI adalah mengupayakan agar Alkitab dapat dibaca, dihayati dan menggerakkan perubahan hidup bagi para pembacanya. Selain menerjemahkan, memproduksi, menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya, LAI juga menjalankan program “Bible Engagement.”

Nama program yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia agak sulit mencari padanannya, kami sederhanakan menjadi program “Keterbacaan Alkitab”, yang tujuan akhirnya adalah agar Alkitab dapat dibaca, dihayati dan dapat merubah hidup seseorang ke arah positif. Salah satu bentuk program “Keterbacaan Alkitab” adalah melalui Pemberantasan Buta Aksara bagi Pembaca Baru Alkitab (PBA) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2001 di berbagai wilayah di Indonesia. Secara rinci wilayah-wilayah yang pernah dan sedang menjadi sasaran program PBA LAI adalah: pada tahun 2001-2002: Paniai & Nabire, Papua; 2004: Timor Tengah Selatan, NTT; 2005: Sintang, Kalimantan Barat; 2006: Banggai, Sulawesi Tengah; 2007: Bengkulu; 2008: Mamasa, Sulawesi Barat; 2009: Mamuju, Sulawesi Barat; 2010: Bintuni, Papua Barat; 2011: Nias, Sumatera Utara; 2012: Donggala, Sulawesi Tengah; 2013: Sanggau, Kalimantan Barat; 2014: Sumba Barat Daya, NTT; 2015: Malaka & Belu, NTT; 2016-2017: Sumba Barat, NTT; 2017-2018: Boven Digoel, Papua; dan 2018-2019: Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dengan durasi belajar 11 bulan, jumlah rata-rata peserta dalam satu wilayah sekitar 1000 orang. Dibandingkan dengan keberadaan penduduk buta aksara, jumlah ini sangatlah sedikit. Masih banyak sekali peluang yang dapat dikerjakan. Bentuk-bentuk lain dari program “Keterbacaan Alkitab” adalah seminar-seminar tentang Alkitab, siaran-siaran radio tentang Alkitab, terbitan-terbitan cetak dan digital yang mengarahkan kepada semangat membaca Alkitab, serta kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka membaca, menghayati dan mempraktikkan ajaran Alkitab. LAI masih membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak untuk melaksanakan hal-hal di atas demi terwujudnya “Alkitab Untuk Semua”.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

*Bagi yang tergerak untuk mendukung program “Keterbacaan Alkitab” silakan klik indonesian.bible dan kontak Ibu Neila di WA 0813-1113-3636.*

Paskah Bareng Bank BNI 1946 & LAI

 

Bank BNI 1946 mempercayakan kepada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) rangkaian kegiatan Paskah Karyawan Kristiani di kantor pusat.

Kegiatan Paskah tersebut diawali dengan acara  kunjungan Kasih Paskah “BNI Berbagi” yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Maret 2018, pukul14.00 di Panti Asuhan Bersinar, Ciracas. Kegiatan aksi sosial ini sebagai acara pendahulu dari rangkaian acara Paskah Karyawan Kristiani Bank BNI 1946 di Kantor Pusat yang puncak acaranya akan diselenggarakan Sabtu, 14 April 2018 di Ecopark-Ancol. Doakan agar rangkaian acara ini dapat berjalan lancar dan kerja sama antara LAI & Bank BNI 1946 bisa berlanjut dalam bentuk lain.

Kegiatan ini menjadi role model jika ada perusahaan atau pihak lain yang ingin difasilitasi oleh LAI. Tujuannya hanya ingin Kabar Baik disebarkan seluas mungkin dan Alkitab Untuk Semua semakin dikenal dan berdampak.[]

Walaupun Tuli & Bisu Bukan Halangan Untuk Memuji Tuhan

Dalam rangka pertukaran Paduan Suara gereja-gereja pendukung Program Satu Dalam Kasih (SDK) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dalam ibadah minggu 18 Maret 2018  di GKI Layur menerima persembahan pujian dari Vokal Grup  Komisi Tunarungu GKI Pinangsia.

Kelompok Vokal grup ini luar biasa, seluruh penyanyi adalah tidak dapat mendengar. Namun dengan segala keterbatasannya mereka tetap memuji dan memuliakan Tuhan Semesta Alam. Dengan segala keterbatasan suaranya mereka memuji dengan bahasa isyarat. Tak mampu berbicara dan mendengar tak jadi penghalang dalam memuji Tuhan. Justru inilah kelebihan mereka.

Luar biasa kiranya program SDK LAI terus dipakai Tuhan untuk menunjukkan karya Tuhan. Kiranya ini menginspirasi dan menjadi berkat.[]

Bizzo: Bizzo Casino i Bizzo kaszino — praktyczny poradnik

Bizzo logo

Masz zamiar założyć konto w nowym serwisie hazardowym i chcesz to zrobić bez stresu? Ten tekst to checklistę z konkretnymi krokami, które pomogą ocenić ofertę, uniknąć pułapek bonusowych i przyspieszyć wypłatę wygranych.

1. Co sprawdzić przed rejestracją

  • Regulamin i wymagania obrotu: nie zakładaj, że „x50” to normalne — przelicz realne koszty zakładów.
  • Metody płatności i limity wypłat: zwróć uwagę na minimalne/ maksymalne kwoty i czas realizacji.
  • Weryfikacja tożsamości: przygotuj dokumenty — szybka weryfikacja to krótszy czas oczekiwania na wypłatę.

Gdy chcesz sprawdzić stronę źródłową z ofertą, zajrzyj tutaj: Bizzo Casino.

2. Jak ocenić promocje — praktyczny sposób

Weź rzeczywiste liczby: bonus, wymóg obrotu, maksymalny wkład na spin. Przykład: 100% do 500 zł z obrotem 30x oznacza, że by móc wypłacić bonusową część, musisz obrócić (500+wpłata) ×30 — często wychodzi drożej niż się wydaje. Zamiast ufać reklamie, policz ile rund potrzebujesz i jakie ryzyko podejmujesz.

3. Szybkie wypłaty — na co zwrócić uwagę

  • Upewnij się, że wybrałeś metodę płatności obsługiwaną również przy wypłatach.
  • Unikaj korzystania z kuponów i bonusów w chwilach, gdy chcesz natychmiast wypłacić środki — bonusy często blokują wypłatę do czasu spełnienia warunków.
  • Przy pierwszej wypłacie licz się z dodatkową weryfikacją — przygotuj skany dowodu i potwierdzenie adresu.

4. Krótkie reguły bezpieczeństwa

Stosuj unikalne hasło, włącz 2FA jeśli dostępne, nie udostępniaj danych konta. Sprawdzaj historię wypłat w panelu — nietypowe opóźnienia zgłaszaj do supportu i miej zrobione zrzuty ekranu.

Wideo z szybkimi wskazówkami:

Konkretny takeaway: zanim skorzystasz z promocji, policz rzeczywisty koszt obrotu i dopasuj stawkę do banku. Dzięki temu unikniesz frustracji i realnie ocenisz, czy warto przyjąć ofertę kasyna.

Layanan “Extraordinary” Tuntutan Zaman Now

 

Jumat 16 Maret 2018 pukul 21.54 WIB seusai mengikuti kebaktian POUK di kompleks perumahan saya ada empat misscalls di hp saya. Keempatnya meminta saya untuk memastikan berapapun Alkitab pesanan khusus Panitia Sidang Sinode GMIM 2018 yang sudah siap dapat segera dibawa ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng. Ya segera!! Karena ada bantuan fasilitas Cargo Lion Air yang siap membawa Alkitab-Alkitab tersebut ke Manado pada 17 Maret 2013 pukul 03.00 WIB dinihari. Saya tidak sempat lagi bersosialisasi dengan sahabat-sahabat sepersekutuan seusai kebaktian, tapi langsung kontak semua pihak di LAI yang memungkinkan Alkitab pesanan khusus tersebut dapat dikirim segera. Bila mengikuti dokumen kesepakatan antara Panitia Sidang Sinode GMIM dan LAI, sebenarnya baru tanggal 20 Maret 2018 Alkitab pesanan khusus tersebut wajib dikirim.

Karena permintaan yang begitu mendesak dan penting agar pengiriman Alkitab-alkitab ini dilakukan segera, dan demi semangat “Alkitab Untuk Semua”, maka segala upaya harus saya lakukan untuk memenuhi tenggat waktu Cargo Lion Air di Bandara Soetta. Saya harus mengorbankan waktu istirahat beberapa teman di LAI. Saya berdiskusi dengan Kepala Departemen Penyebaran LAI Pak Saefudin untuk memastikan barang bisa keluar dan terjamin aman sampai ke Bandara Soetta. Ternyata menyelesaikan pekerjaan mendesak dan penting tidaklah sederhana. Kepala Departemen yang bertanggungjawab atas gudang sedang cuti keluar kota. Mengontak karyawan yang ditunjuk mewakili sang Kepala Departemen malam-malam juga tidak mudah. Maklumlah sudah larut malam dan dalam suasana akhir pekan. Terpaksa saya tulis sms ke beberapa nomor telepon agar sang penanggung jawab gudang telepon saya. Setengah jam kemudian Penanggungjawab gudang LAI di Nanggewer Bogor Mas Kriswanto menelepon saya dengan suara yang tampak baru bangun tidur. Saya minta maaf kepadanya karena harus direpotkan untuk mengeluarkan Alkitab pesanan khusus Panitia Sidang Sinode GMIM dan segera dikirim ke Bandara Soetta. Puji Tuhan Mas Kris bilang: “Siap pak, saya segera ke Nanggewer!” Secara paralel Pak Saefudin mengontak bagian Ekspedisi yaitu Mas Agus dan Mas Arif untuk menyiapkan kendaraan plus drivernya. Singkat cerita pada dini hari pukul 00.56 WIB Sabtu 17 Maret 2018 sebanyak 1.750 Alkitab Pesanan Khusus Panitia Sidang Sinode GMIM 2018 berhasil dibawa menuju Bandara Soetta. Mas Arpan dan Mas Medi yang mengendarai mobil menuju bandara.

Pagi ini, sambil mengikuti ibadah peneguhan dan pemberkatan nikah Pendeta Gereja saya, saya kontak satu persatu semua teman2 yang terlibat dalam pekerjaan yang extraordinary ini. Secara khusus saya sampaikan banyak terima kasih atas semua kerja keras dan dedikasi yang diberikan demi melayani gereja-gereja di Indonesia dan demi “Alkitab Untuk Semua”. Layanan extraordinary adalah tuntutan “zaman now” yang iramanya serba cepat namun tetap dituntut harus cermat. Melayani adalah nilai kerja yang pertama di LAI yang disingkat MITRA (Melayani, Inovasi, Tepercaya dan kerjasamA). Layanan extraordinary adalah contoh konkret penerapan nilai kerja pertama di atas.

Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Ekspedisi Alkitab Untuk Semua

 

Seorang kolega Pendeta di Semarang Jawa Tengah menginformasikan bahwa pada bulan Juli 2018 adalah bulan misi di gerejanya. Jemaat sudah sepakat pada bulan tersebut akan melakukan sesuatu yang signifikan bagi pekerjaan misi. Panitia sudah dibentuk dan sudah ditetapkan sasaran misinya adalah Papua. Namun detailnya belum ditetapkan karena belum cukup informasi tentang keberadaan Papua. Saya menceritakan bahwa sejak 2005 saya sudah bolak-balik menjalani tugas pelayanan di beberapa wilayah di Papua, mulai dari Wamena, Jayapura, Biak, Serui, Timika, Manokwari, Prafi, Nabire, Merauke sampai Tanah Merah (Ibukota Kabupaten Boven Digoel). Saya mengatakan bahwa Lembaga Alkitab Indonesia tahun 2018 ini memiliki dua program yang sedang dijalankan dan membutuhkan peran semua gereja di Indonesia.

Yang pertama adalah upaya pemberantasan buta aksara melalui program pembaca baru Alkitab (PBA) di dua distrik Kabupaten Boven Digoel. Program 11 bulan ini menargetkan 700 peserta yang masih buta huruf akan mampu membaca menulis dan bacaan pertamanya adalah Alkitab. Program kedua adalah mengupayakan untuk mengirim 10.500 Alkitab yang diperuntukkan bagi penduduk Kristen dan Katolik di Kabupaten Boven Digoel yang mayoritas kurang memiliki daya beli. Boven Digoel adalah Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Merauke di tahun 2012. Letaknya ada diantara Kota Jayapura di sebelah utara dan Kabupaten Merauke di sebelah selatan. Saya mengajak agar jemaat gereja di Semarang dapat dilibatkan dalam dua program di atas. Bisa menjadi tenaga pendamping para tutor PBA beberapa minggu atau bulan. Kesempatan ini adalah kesempatan yang bagus terutama bagi jemaat muda untuk mengembangkan kedewasaan spiritualitas dan religiusitasnya. Pilihan yang lain adalah menjadi peserta dalam Ekspedisi Alkitab Untuk Semua.

Jemaat di Semarang dapat berpartisipasi dalam pengadaan Alkitab (misalnya 5000 Alkitab) dan kemudian dikawal oleh satu rombongan dengan pembiayaan mandiri menuju Boven Digoel. Program ekspedisi ini pastilah akan sangat membantu para jemaat di Boven Digoel yang kurang mampu membeli Alkitab sekaligus menginspirasi para peserta ekspedisi dalam pertumbuhan imannya. Ajakan di atas tidak terbatas untuk kolega pendeta dan jemaat di Semarang Jawa Tengah, tapi sangat terbuka bagi siapa saja yang tergerak dan terdorong mewujudkan bersama “Alkitab Untuk Semua.”

Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI

*Lebih lanjut silakan kontak WA Ibu Erna: 0812-8517-415*

Erleben Sie Spannung und Unterhaltung mit Captain Cooks Casino

Captain Cooks Casino Thunderstruck II Slot

Das Captain cooks casino bietet eine spannende Welt voller Glücksspielmöglichkeiten und Unterhaltung. Bei diesem einzigartigen und renommierten Casino können Sie eine Vielzahl von Spielen erleben, die Ihnen unvergessliche Momente bescheren.

Warum Captain Cooks?

Captain Cooks steht für Vertrauen, Vielfalt und ein unvergleichliches Spielerlebnis. Hier einige Highlights:

  • Vielfältige Spielauswahl: Von klassischen Slots bis hin zu modernen Videospielen, Captain Cooks hat alles im Angebot.
  • Sichere Transaktionen: Sicherheitsprotokolle sorgen dafür, dass Ihre Daten und Gelder immer geschützt sind.
  • Großzügige Boni: Neue Spieler können von attraktiven Willkommensboni profitieren.

Die besten Spiele entdecken

Im Captain Cooks Casino können Spieler einige der besten Casinospiele der Welt genießen. Besonders beliebt ist der Thunderstruck II Slot, der mit beeindruckender Grafik und fesselndem Gameplay überzeugt.

Schauen Sie sich unser Einführungsvideo an und erhalten Sie einen ersten Eindruck von dem, was Sie erwartet. Captain Cooks ist mehr als nur ein Casino – es ist ein Abenteuer!

Zusammenfassung

Entdecken Sie noch heute die Welt von Captain Cooks und erleben Sie ein unvergessliches Glücksspielabenteuer. Egal ob erfahren oder Neuling – bei Captain Cooks Casino ist für jeden etwas dabei.