Pelantikan KKPD Banjarmasin & KKPD Banjar Baru

Pdt Dr. I.P. Lambe (Ketua Umum Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI Mitra Banjarmasin dan KKPD LAI Mitra Banjar Baru bertempat di Gereja Isa Almasih Hope Banjarmasin, 1 Juni 2018

Tepat dihari lahirnya Pancasila 1 Juni 2018, Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik sekaligus dua kepengurusan KKPD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru untuk periode kepengurusan 2018 – 2023.

Rasa syukur dan antusiasme para mitra LAI yang tergabung dalam KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru terlihat dalam kehadiran mereka pada ibadah pelatikan di GIA Hope Banjarmasin. Adalah Pdt. Dr. Ishak P. Lambe, Ketua Umum LAI, sendiri yang bertindak selaku pelayan firman dalam ibadah tersebut. Dalam renungannya  beliau mencoba menjelaskan peristiwa Pentakosta sehingga semua orang yang hadir bisa berbicara dalam bahasa ibu mereka masing-masing (Kisah Para Rasul 2: 1-16). Dengan turunnya Roh Kudus sebenarnya para murid dipakai Tuhan sebagai alat perpanjangan tangan Tuhan menyampaikan Kabar Baik ke dalam berbagai bahasa agar semua orang mengerti dan memahami. Ini bertolak belakang dengan maksud didirikannya menara Babel yang hanya ingin membuat manusia hebat dan menyamai kebesaran Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan tidak ingin manusia binasa, sehingga Tuhan mengacaukan dengan mengubah seluruh bahasa yang satu menjadi berbeda-beda.

Peristiwa Pentakosta menjadi semangat berdirinya Lembaga Alkitab di muka bumi. Tujuannya agar Firman Tuhan diterjemahkan ke sebanyak mungkin bahasa sehingga setiap orang bisa membaca, mengerti, dan memahami Kabar Baik. Hal itu tertuang dalam visi-misi pelayananan lembaga Alkitab di manapun, termasuk juga visi-misi LAI. Agar Firman Tuhan sampai ke seluruh umat Tuhan LAI perlu bermitra dan bersinergi dengan seluruh Gereja dan umat Tuhan. LAI menyiapkan benih (lewat Alkitab yang diterjemahkan, diproduksi dan disebarkan). Gereja menaburkan benih (pelayanan Penginjilan), dan Tuhan yang menumbuhkan firman (Hidup Baru). Untuk itu LAI dan umat Tuhan harus bekerjasama mempererat pelayanan bersama.

Setelah ibadah pelantikan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan berturut-turut oleh Pdt. Dr. Wardinan, Penasehat KKPD Banjarmasin dan Ketua Sinode GKE, mengucapkan terimakasih dipercayakan sebagai penasehat dan akan mengajak seluruh umat Tuhan di Banjarmasin untuk bergabung dalam KKPD agar dapat memberikan dampak besar bagi pekabaran injil ke pelosok Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pdt. Oktapianus, Penasehat KKPD Banjar Baru yang akan  mengajak semua umat untuk bergerak bersama-sama ambil bagian dalam penyebaran Kabar Baik di Indonesia. Demikian juga dengan Gereja Katolik yang juga sudah terlibat dalam pelayanan ini sebagai KKPD LAI mitra Banjarmasin. Dan selanjutnya Pdt. Effendi, Ketua KKPD Banjarmasin dan Pdt. Andi, Ketua KKPD Banjar Baru secara bersamaan berdiri mengucapkan banyak terimakasih untuk dukungan yang diberikan dan akan mulai bergerak aktif mengumpulkan anggota dan akan menggelar rapat perdana untuk memulai pelayanan KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru.

Menutup sambutannya, Pdt. Ishak P. Lambe mengulang kembali visi LAI sambil menceritakan sejarah pelayanan LAI hingga saat ini, termasuk program-program, produk-produk, sampai isu-isu di sekitar penerjemahan Alkitab. Melalui info singkat ini Pengurus LAI dhi. diwakili oleh Ketua Umum LAI berharap kepada semua mitra LAI, termasuk KKPD Banjarmasin dan KKPD Banjar Baru bisa bersinergi mendukung pewartaan Kabar Baik sehingga kehadiran Alkitab bisa dirasakan oleh semua orang di Nusantara. [Selviana]

Alkitab Untuk Sekolah

“Bagaimana caranya agar murid-murid di sekolah saya bisa mendapatkan Alkitab, mengingat sekolah kami belum ada anggaran pengadaan Alkitab?”, tanya seorang Ibu Guru peserta pembinaan Moria GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) di Sukamakmur, Sibolangit, Sumatera Utara, 26 Mei 2018 lalu.

Pertanyaan yang sama juga pernah diajukan sahabat saya, seorang Guru di Wonosari Daerah Istimewa Yogyakarta sekira dua bulan yang lalu. Begitu juga dengan seorang teman persekutuan di Jakarta yang menanyakan ikhwal yang sama: pengadaan Alkitab untuk sekolahnya. Seingat saya ada lebih dari empat orang yang pernah bertanya kepada saya tentang pengadaan Alkitab di sekolah almamaternya.

Saya selalu menjawab dengan ucapan terima kasih atas kepedulian terhadap adik-adik kelas di sekolahnya, khususnya dalam hal pentingnya pengadaan Alkitab bagi mereka. Kemudian saya kemukakan bahwa empat tugas utama Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) adalah menerjemahkan Alkitab, memproduksi Alkitab, menyebarkan Alkitab, dan mengupayakan keterbacaan Alkitab di seluruh Indonesia. Pengadaan Alkitab di sekolah-sekolah adalah tugas LAI dalam hal penyebaran Alkitab dan keterbacaan Alkitab.

Untuk menjalankan empat tugas utamanya LAI selalu bermitra dengan Gereja, dalam arti individu-individu dan lembaga-lembaga. LAI setiap tahun membagikan Alkitab ke berbagai wilayah, terutama wilayah yang sangat sulit dijangkau, dan masyarakatnya memiliki daya beli yang sangat rendah. Tahun ini secara khusus LAI akan membagikan 125.000 Alkitab untuk 125.000 Jiwa di enam wilayah di Indonesia: (1) Karo dan Dairi, Sumatera Utara, (2) Sintang, Kalimantan Utara, (3) Halmahera Barat, Maluku Utara, (4) Kei Besar dan Kei Kecil, Maluku Tenggara, (5)  Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan (6) Boven Digoel, Papua.

Untuk menentukan sasaran bantuan Alkitab, LAI menempuh dua cara: (1) menjawab surat-surat resmi permintaan dari umat di pelosok negeri melalui Gerejanya, dan (2) hasil survei internal LAI yang menyimpulkan bahwa umat dan Gereja tersebut memang harus dibantu karena berbagai keterbatasannya.

Dari mana datangnya biaya untuk pengadaan dan penyaluran 125.000 Alkitab di atas? Dari semua mitra LAI yang memiliki komitmen dan tergerak mendonasikan rejekinya. Kapan akan dikirim Alkitab-Alkitab tersebut? Seperti biasa LAI menjadwalkan di semester dua atau menjelang Natal. Karena di semester satu Tim LAI bekerja keras untuk mengumpulkan dana dari para mitra dan mencetak Alkitab sesuai jumlah yang dibutuhkan.

LAI juga terbuka terhadap keterlibatan mitra LAI dalam pembagian Alkitab ke daerah terpencil dalam program “Ekspedisi Alkitab Untuk Semua”. Dimana mitra LAI bersedia memberikan donasi khusus dan membiayai dirinya sendiri sampai ke tempat tujuan. Mengacu kepada pengalaman sebelumnya, program ini sudah terbukti memberikan makna spiritual yang sangat istimewa bagi mitra LAI yang pernah ikut program ini. “Ekspedisi Alkitab Untuk Semua” bukan rekreasi, tetapi sungguh suatu perjalanan ziarah iman (pilgrimage of faith).

Kembali kepada kebutuhan pengadaan Alkitab untuk sekolah-sekolah. Setiap kali menjawab pertanyaan para sahabat bagaimana cara pengadaan Alkitab di sekolah almamaternya, saya mengajukan usulan untuk menggerakkan para alumni sekolah tersebut yang sudah “berhasil” dalam hidupnya. Kekuatan alumni sangat luar biasa. Terbukti banyak sekali para alumni yang mampu menyelenggarakan acara reuni di tempat-tempat “mahal”, bahkan ada yang setiap tahun reunian.

Ada baiknya pihak sekolah mengundang secara khusus para alumni yang beragama Kristen dan Katolik untuk bersama-sama temu kangen, reuni dan secara khusus menggalang dukungan pengadaan Alkitab untuk adik-adik kelasnya. Kalau hanya pengadaan 1000 atau 5000 Alkitab untuk satu sekolah, para alumnus pastilah sangat mampu.

“Ah, benar juga kata Bapak. Ada beberapa alumnus sekolah kami yang sudah jadi direktur perusahaan besar. Kami akan kontak mereka untuk membantu adik-adik kelasnya,” kata Ibu Guru peserta pembinaan Moria GBKP di Sukamakmur, Sibolangit, Sumatera Utara dengan antusias.

Salam Alkitab Untuk Semua

Sigit Triyono (Sekum LAI)

LAI Bukan Peminta Tapi Justru Membantu Gereja

“Selama ini kalau kami datang ke gereja-gereja seringkali dianggap hanya minta bantuan,” kata salah satu staf di kantor   Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Perwakilan Medan. Akibat dari anggapan tersebut kebanggaan diri sebagai bagian dari LAI menjadi berkurang, dan semangat untuk menjalin kemitraan dengan gereja-gereja juga ikut terkendala.

Lembaga Alkitab Indonesia yang berdiri sejak 64 tahun yang lalu sungguh-sungguh demi menjalankan mandatnya dalam membantu gereja-gereja dalam hal menyediakan terjemahan Alkitab, penerbitan Alkitab, penyebaran Alkitab, dan mengupayakan keterbacaan Alkitab bagi umat di Indonesia. Dalam  menjalankan mandat ini, tentu LAI harus bermitra dengan semua gereja di Indonesia yang notabene pemberi mandat tersebut.

Bahwa belum semua umat di Indonesia memahami mandat dan tugas LAI, itu adalah PR bersama semua pemangku kepentingan LAI.  Bila sosialisasi visi-misi dan program-program LAI ke gereja-gereja selama ini membawa kesan “minta bantuan” sebenarnya tidaklah mengagetkan. Namun bila kalangan gereja menganggap LAI semata-mata hanya “minta bantuan”, hal itu yang harus diluruskan.

Saya secara khusus mendorong agar semua tim di LAI memusatkan diri dan selalu mengedepankan narasi “semangat membantu gereja”. Saya selalu tegaskan: “Kalau bertemu dengan Majelis Jemaat, Penatua, Diaken, Syamas dan semua aktivis gereja, katakanlah LAI datang dalam rangka membantu gereja.”

Banyak hal yang dapat ditawarkan kepada gereja sebagai bentuk bantuan riil dari LAI: (1) karya-karya terjemahan Alkitab yang sudah mencapai 34 Alkitab utuh (PL dan PB), 79 PB, dan ratusan porsion Alkitab, (2) berbagai bentuk Alkitab baik cetak dengan logo khusus maupun bentuk digital, (3) penyebaran Alkitab ke pelosok negeri, (4) Perpustakaan Biblika sebagai sumber referensi lengkap, (5) Museum Alkitab yang menyediakan artefak sejarah penerjemahan dan benda-benda yang disebutkan dalam Alkitab, (6) Percetakan Alkitab terbesar di Asia Tenggara, (7) Bible House dengan koleksi Alkitab terlengkap di Indonesia, serta (8) Bible School dengan paket-paket pembelajaran A sampai Z yang berhubungan dengan Alkitab.

Semangat LAI membantu gereja akan membangun pemahaman bahwa LAI selalu siap “memberi” bukan hanya meminta. Dan kalaupun LAI meminta, sungguh-sungguh karena LAI membutuhkan dukungan gereja dalam hal DWD – Doakankan LAI, Wartakanlah semua program-program LAI dan Donasikanlah rejeki untuk membantu saudara-saudara di pelosok negeri yang belum mampu membeli Alkitab.

Sebagai lembaga Nirlaba, LAI harus terus membangkan socialpreunership, dimana inovasi dan berbagai terobosan terus digalakkan demi memperluas dukungan dan tetap menjaga kredibilitas dan integritas lembaga. LAI akan terus mempertanggungjawaban semua programnya dengan profesional demi menjaga kepercayaan yang diberikan semua pihak.

LAI akan terus membantu gereja, dan bila gereja merasakan bantuan riil LAI, pastilah gereja juga akan membantu LAI. Bukankah saling membantu adalah ekspresi kasih yang nyata sebagai anak-anak Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Ajarlah Agar Saat Aku Berada Di Atas, Aku Tidak MelupakanMu

    Kisah para rasul , lembaga Alkitab Indonesia, LAI, bible, renungan harian, renungan, alkitab, alkitab studi, harapan. Iman kasih, suka cita ,damai, saat teduhKisah Para Rasul 27 : 7 – 11

Setiap hari kita perlu belajar. Belajar berharap dan mengingat Tuhan saat sedang berada di bawah, dan belajar bersyukur dan tetap mengingat Tuhan saat sedang berada di puncak kesuksesan hidup.

Sejak berada di tangan pasukan Roma, Paulus mulai mendapat perlakuan yang baik. Pada banyak kesempatan ia diperlakukan istimewa, seperti perlindungan, kebebasan untuk bertemu dengan rekan-rekannya, dan kebebasan untuk berbicara. Bahkan dalam nats pembacaan kita, Paulus sampai memberi saran kepada para awak kapal untuk tidak melanjutkan pelayaran sementara waktu sambil menunggu cuaca baik.

Sahabat Alkitab, ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa kehidupan itu seperti roda yang terus berputar, ada kala kita berada di bawah namun ada kalanya juga kita berada di atas. Ada banyak makna yang dapat ditarik dari kalimat tersebut, satu di antaranya adalah agar ketika kita berada di atas puncak kehidupan yang meliputi kuasa, pengaruh, kekuatan, ekonomi, dan sebagainya, kita tidak melupakan siapa yang menolong kita untuk berada di situ. Dan yang pasti, siapa pun manusia yang menolong kita, Tuhan adalah penyebab utamanya. Dialah yang mendesain keberhasilan dan pencapaian kita saat ini.

Selamat Pagi. Marilah selalu mengingat Tuhan pencipta dan Juruselamat kita untuk setiap keberadaan kita hari ini

Salam Alkitab Untuk Semua

“The UBS Digital Academy”, Memperlengkapi LAI Dalam Melayani Umat Zaman “Now”

Dr. Rainier de Blois salah satu narasumber dalam UBS Digital Academy di Taipei, 23-27 April 2018

Sebagai bagian dari kebersamaan keluarga besar Persekutuan Lembaga-lembaga Alkitab Sedunia atau United Bibles Societies (UBS), Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang diwakili oleh Sekretaris Umumnya, Sigit Triyono hadir dalam workshop The UBS Digital Academy yang berlangsung di Taipei, Taiwan, 23-27 April 2018. Di samping itu ditempat yang sama juga  diselenggarakan ”Asia Affinity Alliance Meeting” yakni pertemuan para Sekum dari lembaga Alkitab yang berada dalam naungan UBS di kawasan Asia, dengan topik bahasannya adalah mensinergikan pelayanan dari setiap lembaga Alkitab yang berada di kawasan Asia, termasuk pelayanan bersama dalam bidang digital.

The UBS Digital Academy ini sebenar wadah bagi setiap Lembaga Alkitab yang ingin mendalami perkembangan teknologi digital untuk mendukung pelayanan lembaga Alkitab dan kaitannya juga dengan strategi bidang digital oleh UBS dalam bidang  menerjemahkan, memproduksi/menerbitkan, menyebarkan, meng-endagement, dan mengadvokasi umat melalui Alkitab. Harapannya, melalui pelatihan yang diadakan oleh akademi ini setiap lembaga Alkitab nasional, khususnya LAI akan semakin dapat mengoptimalkan pemanfaatan media digitalnya dalam mencapai visi-misinya.

Selain diperkenalkan strategi digital UBS, kepada seluruh peserta juga diberikan pemahaman menyeluruh tentang strategi digital UBS dan kaitannya dengan LAI. Di samping itu diperkenalkan juga cara menjalankan kampanye penggalangan dana online sesuai kebutuhan  Lembaga Alkitab masing-masing.

Agar sistem website seluruh anggota UBS bisa lebih terintegrasi lagi maka diperkenalkan cara membangun, mengembangkan, dan meluncurkan situs dengan menggunakan alamat domain yang sama dengan menggunakan template situs web .Bible milik UBS.

Di samping itu untuk menjaga keamanan teks-teks terjemahan Alkitab yang tersebar di seluruh lembaga Alkitab di seluruh dunia, juga dipelajari bagaimana cara mengelola dan men-sharing kan teks-teks Alkitab di dalam Digital Bible Library. Di samping itu, setiap akan mendapat pengalaman langsung dari aplikasi Alkitab dan media digital lainnya yang digunakan oleh UBS.

Agar workshop ini dapat berjalan berkesinambungan, maka setiap peserta UBS Digital Academy sudah menjadi bagian dari komunitas belajar untuk berbagi gagasan dan dapat bersama-sama menggunakan sumber daya yang ada. Selepas workshop ini, proses pembelajaran tidak akan berhenti di situ, tetapi juga akan melakukan pelatihan melalui webinar dengan menyediakan kursus online. Harapannya akan terbangun komunitas Alkitab online yang terus berkembang menjawab kebutuhan orang muda yang tengah hidup di zaman yang terus berubah.

Sangatlah tepat LAI mengutus Sekretaris Umumnya, karena sasaran The UBS Digital Academy 2018 ini ditujukan bagi mereka yang membuat keputusan tentang strategi digital LAI. Selain itu akademi ini juga tepat untuk mereka yang bertugas memelihara situs website dan media digital, para admin yang menangani teks-teks Alkitab di Digital Bible Library, dan juga mereka yang bertugas mengumpulkan dana dan berkomunikasi dengan pendukung Anda. Diharapkan Sekum akan mentransferkan kembali pengetahuannya yang didapat di akademi digital UBS kepada pihak-pihak terkait di LAI, sehingga LAI dapat terus mengumandangkan semangat Alkitab Untuk Semua, baik di media sosial maupun media lainnya.[]

LAI Menyediakan Benih, Gereja Yang Menaburkan dan Tuhan Yang Memberi Pertumbuhan

Setelah perjalanan ke Talaud untuk menadatangani Nota Kerjasama Kemitraan dengan Sinode Gereja Kristen Masehi Talaud (Germita), pada tanggal 20 April 2018 Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) berkunjung ke Bolaang Mongondow menyapa peserta sidang istimewa Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi  bagian utara dan tengah (SAG), di Desa Bangunan Wuwuk, Mondayag, Bolaang Mongondow Timur.

Sinode Am Gereja (SAG) ini merupakan wadah koordinasi ke-13 Sinode Gereja yang ada di wilayah  Sulawesi  bagian Utara dan Sulawsi bagianTengah (Sulutteng). Pada kesempatan tersebut Pdt. Dr. Ishak P. Lambe, Ketua Umum LAI, mewakili Pengurus LAI menyampaikan keberadaan LAI sebagai lembaga inter denominasi, yang melakukan upaya penerjemahan, pencetakan dan penyebaran Alkitab kepada semua denominasi gereja. “LAI menyediakan benih, gereja yang menaburkan benih tersebut dan Tuhan yang memberi pertumbuhan”, ungkap Pdt. Lambe kepada utusan ke-13 Sinode yang hadir dalam persidangan istimewa tersebut.

Beliau sangat mengharapkan kemitraan yang solid antara LAI dengan Sinode gereja-gereja di wilayah Sulutteng tersebut agar pemberitaan firman Tuhan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit.  Untuk memperkokoh kemitraan tersebut perlu diformalkan dalam penandatanganan nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan, khususnya dengan 9 Sinode Gereja lainnya yang ada di wilayah Sulutteng, sedangkan untuk 4 Sinode Gereja yang  telah memiliki Kesepakatan Kerjasama Kemitraan dengan LAI,  Pdt. Lambe menyatakan perlunya LAI  dan Sinode tersebut merealisasikannya dalam kegiatan-kegiatan bersama agar jemaat dapat merasakan manfaatnya. Sambutan Pengurus LAI ditutup dengan memutarkan video kegiatan SDK LAI 2017-2018.

Semoga LAI dapat menghadirkan Alkitab Untuk Semua di wilayah Sulutteng. [aw]

Kekuatan Alkitab di Taiwan

 

Tahun 1999 saya datang ke Taipei (Ibukota Taiwan) dalam rangka mengikuti Konferensi SDM tingkat Asia dan ada dua hal yang masih tetap saya ingat. Pertama, Presiden Taiwan saat itu dalam pidato pembukaan konferensi mengatakan bahwa apapun merk komputer di dunia ini, 80% komponennya berasal dari Taiwan. Betapa luar biasanya negeri kecil ini. Kecil-kecil cabe rawit.
Kedua, masyarakat Taiwan sangat bangga dengan Sun Yat Sen, pemimpin Tiongkok yang dianggap juga pendiri negeri dengan penduduk 23.681.713 orang ini. Sun Yat Sen ternyata seorang Kristen yang pada masa mudanya dibaptis di Hong Kong oleh Misionaris Amerika dari Congregational Church of the United States. SunYat Sen terkenal dengan ajarannya San Min Chu I (Tiga Asas Kerakyatan), yakni Min T’sen (kebangsaan atau nasionalisme), Min Tsu (kerakyatan atau demokrasi ), dan Min Sheng (kesejahteraan atau sosialisme). Saya menduga Alkitab turut menginsipirasi ajaran ini.
Sekarang saya datang lagi ke Taiwan (yang nama resminya adalah Republic of China – ROC) dalam rangka mengikuti UBS Digital Academy dan Affinity Alliance Meeting sebagai utusan Lembaga Alkitab Indonesia.
Kondisi Taiwan sungguh sangat berbeda dibanding dengan 19 tahun lalu. Bandaranya sangat modern, full wifi tanpa password, armada taksinya memakai mobil di atas 2000 cc, semua jalan baik tol maupun non tol mulus dan tidak ada kemacetan sama sekali. Rata-rata kecepatan taksi 100-110 km per jam, sehingga jarak antara Bandara ke Hotel tempat saya menginap, sekitar 60 km, terasa sangat dekat.
Penduduk Kristen di Taiwan hanya 5,5% (sekitar 1.277.100 orang) dari total warga Taiwan, namun Lembaga Alkitab Taiwan (The Bible Society in Taiwan) bersedia dan mampu menjadi tuan rumah sebuah forum tingkat Asia. Forum ini dihadiri oleh peserta dari China (RRC), Pakistan, Jepang, Korea, Singapura, Filipina, Hongkong, Nepal, Myanmar, Banglades, Mongolia, Australia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Inggris dan Indonesia.
Kekuatan Alkitab sungguh nyata. Di Indonesia Alkitab mampu menyatukan umat Protestan (ada lebih dari 323 Sinode) dan umat Katolik (yang masih tetap satu). Di Taiwan Alkitab menyatukan berbagai negeri untuk fokus bersama mewujudkan “Alkitab Untuk Semua” di era digital ini.
Bila mengacu pada data resmi yang selalu disebutkan 10% dari penduduk Indonesia adalah Kristen, maka di Indonesia ada sekitar 25 Juta orang Kristen. Lebih banyak dari seluruh penduduk Taiwan yang hanya 23,7 Juta orang. Orang Kristen di Indonesia lebih dari 19 kali orang Kristen di Taiwan. Suatu jumlah yang signifikan.
Bila Alkitab dibaca, dihayati dan dipraktikkan oleh seluruh warga Kristen di Indonesia, maka mestinya dampak yang ditimbulkan akan lebih dahsyat dari Taiwan. Kemakmurannya, kerapihannya, kemodernannya, kesejahteraannya, keadilannya, persatuannya, dan semua yang baik-baik di negeri Taiwan dapat terwujud di Indonesia. Bukankah itu Visio Dei? “Langit baru dan bumi baru.”
Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Bukan Uang Atau Korban Bakaran, Melainkan Kesetiaan & Ketaatan Yang Engkau Mau

Samuel disapih, Nazar Hana, LAI, Lembaga Alkitab Indonesia, Bacaan Alkitab Harian, Daily Scriptures Reading; Bibles; Alkitab; Firman Tuhan, Firman Allah
1 Samuel 1: 24-28

Allah tidak pernah menjadi miskin hingga Ia meminta persembahanmu. Allah inginkan kesetiaan dan ketaatanmu kepada-Nya, supaya kamu hidup penuh damai sejahtera

Hana telah bernazar bahwa jika Allah mengabulkan doanya, ia akan mempersembahkan anak itu untuk menjadi nazir Allah (6:11). Allah menjawab doa Hana, diberikan kepadanya seorang anak laki-laki yang diberinya nama Samuel, sebab katanya, “Aku telah memintanya dari Tuhan.” Sudah pasti Hana sangat bersukacita, Tuhan menghapuskan aibnya. Penantian bertahun-tahun lamanya akhirnya terjawab. Apakah Hana larut dalam sukacita dan melupakan janjinya? Bisa saja itu terjadi. Tentu tidak mudah merelakan anaknya itu untuk dipersembahkan kepad Tuhan, lagi pula tidak ada seorang pun yang mendengar nazarnya waktu itu. Yang tahu hanya dirinya dengan Tuhan saja. Bisa saja Hana tergoda untuk ingkar dengan berbagai pertimbangan rasional dan emosional di dalamnya. Namun inilah Hana, dia tidak menyayangkan anaknya, melainkan menepati apa yang pernah dinazarkannya

Sahabat Alkitab, sadar atau tidak, mungkin kita pernah menganggap bahwa Allah itu adalah Allah yang miskin. Kita berpikir bahwa Allah membutuhkan uang kita atau segala materi yang kita punyai, sehingga yang kita lakukan adalah datang kepada-Nya dengan membawa persembahan dan bukan penyembahan. Sikap tubuh kita beribadah kepadanya tetapi hati kita tidak. Kita melakukan banyak kegiatan pelayanan, tetapi hidup kita tidak pernah melayani dan menghambakan diri kepada-Nya. Samuelkah yang diinginkan Tuhan dari Hana? BUKAN, – sebab Tuhan tidak pernah kekurangan orang untuk Dia pakai melayani-Nya – melainkan ketaatan dan kesetiaan Hana kepada-Nyalah yang Allah inginkan. Tuhan menginginkan hal yang sama dari kita, yaitu kesetiaan dan ketaatan yang tidak berkompromi

Selamat Pagi. Sambutlah hari ini dengan penuh sukacita dan pengharapan, dan belajarlah untuk menjadi hamba yang taat dan setia

Salam Alkitab Untuk Semua

Menyebarkan Kabar Baik Di Tengah Anak Panti Asuhan

Ratna Harefa – Kawil LAI Medan-(kanan) tengah menyampaikan Firman Tuhan dalam Paskah 2018 PemKot Medan

Anggapan jika selama ini kerjasama kemitraan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dengan pemerintah selalu identik dengan program kerja Kantor Perwakilan LAI Jayapura berhasil dipatahkan oleh Kantor Perwakilan LAI Medan yang baru saja menggelar Paskah 2018 bersama Pemerintahan Kotamadya Medan.

Dalam rangka kegiatan Paskah tersebut Kantor Perwakilan LAI Medan bersama para mitra pendukungnnya diberikan kesempatan untuk menjadi semacam event organizer dari rangkaian kegiatan Paskah PemKot Medan, dimana yang bertindak sebagai Panitia Paskah adalah PemKot Medan dan Yayasan Surya Kebenaran Indonesia. Adalah Ratna Harefa, Kawil LAI Medan yang bertugas sebagai Pelayan Firman dalam ibadah aksi sosial Paskah tersebut,  Kawil Medan juga memotivasi para anak-anak Panti Asuhan supaya semakin mencintai Alkitab, yang adalah Firman Tuhan. “Di sanalah sebenarnya tersimpan sumber kekuatan, sumber inspirasi, sumber penghiburan, sumber pertolongan jika kita setia dan teruus berpegang kepada janji Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab,” pesan Kawil LAI Medan kepada anak-anak panti.

Selain mewartakan Kabar Baik, Kantor Perwakilan LAI Medan juga memanfaatkan momen Paskah ini untuk menayangkan video perjalanan pembagian Alkitab ke pelosok nusantara. Harapannya bahwa Alkitab yang sudah mereka terima dan miliki janganlah disia-siakan, karena masih banyak umat Tuhan di pelosok tanah air yang belum memiliki Alkitab.

Sebelum mengakhiri seluruh acara tersebut, Tim LAI Medan mengajak seluruh anak-anak Panti Asuhan dan selurh peserta yang hadir untuk terlibat dalam acara permainan. Anak-anak, pengasuh, dan panitia terihat membaur dan menikmati permainan yang disuguhkan oleh Tim LAI Medan. Ada tawa, ada sukacita, ada kebahagian yang terpancar dari setiap wajah anak-anak Panti Asuhan, bahwasannya mereka tidak sendiri, mereka selalu ada di hati.

Untuk itulah setiap tahunnya LAI, melalui Program Penyebaran Paket Buku Rohani Untuk Anak-anak Di Pelosok (Panti Asuhan) selalu mendapat perhatian LAI, sehingga LAI selalu memasukkan program itu ke dalam Buku Pewartaan Kabar Baik Di Indonesia (Buku Program). Tahun ini lewat momen Paskah, LAI lewat Kantor Perwakilan Medan bersinergi dengan PemKot Medan dan Yayasan Surya Kebenaran Indonesia untuk menyebarkan Kabar Baik bagi Anak-anak Panti Asuhan. Semoga kerjasama ini terus berlanjut, sehingga semangat Alkitab Untuk Semua juga bisa berkumandang di seantero Sumatera. Salam Alkitab Untuk Semua. []

Bersinergi Dengan Kerjasama Kemitraan

Penandatangan MOU antara LAI dengan Sinode GKMI

Sekali dayung, dua , tiga pulau terlampaui, kata pepatah itu tepat untuk menggambarkan aktivitas Sekretaris Umum LAI di Jawa Tengah sepanjang hari pada rabu, 18 April 2018. Di mana di tanggal tersebut pada pukul 13.00  telah ditandatangani Nota Kesepakatan – MOU antara Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang wakili oleh Sigit Triyono, selaku  Sekum LAI, dengan Ketua Sinode Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Pdt. Paulus Sugeng di Kantor Sinode GKMI, Semarang.

Adapun butir kesepakatan kerjasama kemitraan tersebut meliputi bidang-bidang penerjemahan, penerbitan, penyebaran, dan penggalangan dukungan. Dalam kesempatan tersebut LAI memberikan terbitan terbarunya Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan yang diserahkan langsung oleh Bp. Sigit Triyono dan diterima langsung oleh Pdt. Paulus Sugeng. Buah tanda mata tersebut biarlah menjadi bentuk lain dari  perwujudan dukungan GKMI untuk mendukung gerakan Alkitab Untuk Semua, khususnya dalam menyebarkan Alkitab ke seluruh pelosok nusantara.

Selepas penandatangan tersebut Tim LAI yang terdiri dari Sekum LAI, Saefudin, Kadep Penyebaran & Pemasaran LAI, dan staf promosi melanjutkan perjalanan dari Semarang ke Salatiga untuk melakukan pertemuan dan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan dengan pimpinan Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) di Kantor Pusat Sinode GKJTU.

Sama seperti penandatangan MOU sebelumnya dengan GKMI,  pada penandatangan tersebut Pengurus LAI diwakili oleh Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI, sedangkan dari Sinode GKJTU langsung diwakili oleh Ketua Sinode GKJTU, Pdt. Heru Purwanta. Penandatangan Nota Kesepakatan tersebut dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB.

Sebenarnya kerjasama LAI dengan GKJTU sudah berjalan cukup lama, khususnya di bidang penerjemahan Alkitab. Saat ini LAI dengan gereja-gereja berbahasa Jawa sedang melakukan proyek revisi Kitab Suci bahasa Jawa. Salah satu sinode gereja yang terlibat adalah GKJTU, bahkan Pdt. Daniel Iswanto (GKJTU) bertindak selaku ketua Tim Perevisi Kitab Suci bahasa Jawa. Selain itu kerjasama dalam bidang-bidang lainnya dapat terus diperbaharui, sehingga MOU bukan jadi sekadar macan kertas tetapi menjadi berkat bagi kehidupan bergereja dan berjemaat.

Proses penandatangan kedua MOU antara LAI dengan Sinode gereja tersebut  akan diikuti dengan MOU-MOU berikutnya, baik dengan Sinode Gereja/Keuskupan maupun dengan Yayasan/Lembaga/Pemerintah, karena sejatinya jika ingin Firman Tuhan hadir untuk setiap orang, maka kehadiran LAI harus bisa dirasakan oleh setiap insan. Untuk itu lewat gerakan Alkitab Untuk Semua sebenarnya LAI ingin menyapa dan menjalin kemitraan yang saling bersinergi dengan semua pihak, termasuk Sinode Gereja.

Salam Alkitab Untuk Semua. []